Anda di halaman 1dari 4

Keluhan Utama

a. Data Subjektif
 Nyeri leher atau punggung akut/kronis
 Riwayat terapi steroid atau merokok
 Penurunan tinggi badan

b. Data Objektif
 Riwayat: (tidak aktif, imobilisasi, fraktur sebelumnya, vertebra/panggul/lengan
bawah, kifosis toraks
 Riwayat Nutrisi:
 Kekurangan vit C dan D dan kalsium
 Diet tinggi protein
 Garam
 Alkohol
 Kafein
 Merokok berlebihan
 Riwayat penyakit endokrin
 Diabetes
 Hipertiroidisme
 Hiperparatiroidisme
 Sindrom cushing
 Akromegali
 Hipogonadisme
 Wanita: menopause, riwayat histerektomi
 Anoreksia Nervosa
 Keganasan Hematologis
 Perubahan konsep diri
 Penurunan mobilitas

Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik menggunakan metode 6B (Breathing, Blood,


Bladder, Bowel dan Bone) untuk menkaji apakah di temukan
ketidaksimetrisan rongga dada, apakah pasien pusing, berkeringat dingin
dan gelisah. Apakah juga ditemukan nyeri punggung yang disertai
pembatasan gerak dan apakah ada penurunan tinggi badan, perubahan gaya
berjalan, serta adakah deformitas tulang.
a. B1 (Breathing)
Inspeksi: ditemukan ketidaksimetrisan rongga dada dan tulang belakang
Palpasi: taktil fremitus kanan dan kiri
Perkusi: cuaca resonan pada seluruh lapang paru
Auskultasi: pada kasus lanjut usia, biasanya didapatkan suara ronki

b. B2 (Blood)
Pengisian kapiler kurang dari 1 detik, sering terjadi keringat dingin dan
pusing. Adanya pulsus perifer memberi makna terjadi gangguan
pembuluh darah atau edema yang berkaitan dengan efek obat.

c. B3 (Brain)
Kesadaran biasanya kompos mentis. Pada kasus yang lebih parah, klien
dapat mengeluh pusing dan gelisah.
 Kepala dan wajah: ada sianosis
 Mata: sklera biasanya tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis
 Leher: biasanya JVP dalam normal

d. B4 (Bladder)
Produksi urine biasanya dalam batas normal dan tidak ada keluhan pada
sistem perkemihan.

e. B5 (Bowel)
Untuk kasus osteoporosis, tidak ada gangguan eliminasi namun perlu
dikaji frekuensi, konsistensi warna, serta bau feses.

f. B6 (Bone)
Pada inspeksi dan palpasi daerah kolumna vertebralis. Klien
osteoporosis sering menunjukan kifosis atau gibbus (dowger’s
hump) dan penurunan tinggi badan dan berat badan. Ada perubahan
gaya berjalan, deformitas tulang, leg-length inequality dan nyeri spinal.
Lokasi fraktur yang terjadi adalah antara vertebra torakalis 8 dan
lumbalis 3.
Riwayat Penyakit Sekarang

Pengumpulan data yang dilakukan untuk menentukan sebab dari


fraktur, yang nantinya membantu dalam membuat rencana tindakan
terhadap klien. Ini bisa berupa kronologi terjadinya penyakit tersebut
sehingga nantinya bisa ditentukan kekuatan yang terjadi dan bagian
tubuh mana yang terkena. Selain itu, dapat mengetahui mekanisme
terjadinya kecelakaan bisa diketahui luka kecelakaan yang lain
(Ignatavicius,Donna D, 2006).

Riwayat Penyakit Dahulu

Pada pengkajian ini ditemukan kemungkinan penyebab fraktur dan


memberi petunjuk berapa lama tulang tersebut akan menyambung.
Penyakit- penyakit tertentu seperti kanker tulang dan penyakit paget’s
yang menyebabkan fraktur patologis yang sering sulit untuk
menyambung. Selain itu, penyakit diabetes dengan luka dikaki sangat
beresiko terjadinya osteomyelitis akut maupun kronik dan juga diabetes
menghambat proses penyembuhan tulang.

Riwayat Penyakit Keluarga

Penyakit keluarga yang berhubungan dengan penyakit merupakan


salah satu faktor predisposisi terjadinya fraktur, seperti diabetes,
osteoporosis yang terjadi pada beberapa keturunan, dan kanker tulang
yang cenderung diturunkan secara genetik.

Riwayat Psikososial

Merupakan respons emosi klien terhadap penyakit yang dideritanya


dan peran klien dalam keluarga dan masyarakat serta respon atau
pengaruhnya dalam kehidupan sehari-harinya baik dalam keluarga
ataupun dalam masyarakat.
Pola-Pola Fungsi Kesehatan

1) Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat


2) Pola nutrisi dan metabolisme
3) Pola eliminasi
4) Pola aktivitas
5) Pola hubungan dan peran
6) Pola persepsi dan konsep diri
7) Pola sensori dan kognitif
8) Pola reproduksi sosial
9) Penanggulangan stress
10) Pola tata nilai dan keyakinan