Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PRE PLANNING TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK “KOGNITIF”


DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA “ PUCANG GADING ”
SEMARANG

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Keperawatan Gerontik

Disusun oleh :
1. ANANG SUBANDRIONO (1708229)
2. DINDA PUTIH SARI (1708254)
3. MIFTAHUL INTI A (1708311)
4. MITZA MARTHASARI L (1708312)
5. NIA RATNASARI (1708316)
6. RIZQON FA’ULA (1708333)
7. SANNY WINDA W (1708340)
8. SHOBRINA WIDYA A (1708348)
9. YUSIARTI IMANIKA (1708374)

PROGRAM PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA

SEMARANG

2018
TER SATUAN ACARA PENYULUHAN

PRE PLANNING TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK “KOGNITIF”

DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA “ PUCANG GADING ”

SEMARANG

A. Latar Belakang
Lansia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur
kehidupan manusia. Proses menjadi lansia merupakan proses alamiah yang dapat
terjadi pada setiap orang. Dimana keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang
untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini
berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan
kepekaan secara individual. Aspek yang juga mengalami penurunan secara
degenerative adalah fungsi kognitif (kecerdasan/pikiran).
Pada lansia dengan demensia penurunan kemampuan mental yang biasanya
berkembang secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, pikiran, penilaian dan
kemampuan untuk memusatkan perhatian, dan bisa terjadi kemunduran kepribadian,
sehingga terkadang terjadi gangguan terhadap bio-psiko-sosial-spritual pada lansia.
Terapi aktivitas kelompok adalah salah satu upaya untuk memfasilitasi
psikoterapi terhadap sejumlah PM pada waktu yang sama untuk meningkatkan
hbungan antara anggota (Depkes RI, 1997). Terapi Aktivitas Kelompok merupakan
salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada kelompok PM yang
mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas yang digunakan sebagai
terapi, dan kelompok yang digunakan sebagai target asuhan (Keliat, 2005).
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan terapi kognitif lansia makin meningkatkan aktivitas
dan meningkatkan kemampuan sosial
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan terapi kognitif/intelektual lansia mampu berkreativitas
dan mampu bekerja samaa antara satu dengan yang lainnya
C. Landasan Teori
Terapi kognitif berfokus pada masalah, orientasi pada tujuan, kondisi dan
waktu saat itu. Terapi ini memandang individu sebagai pembuat keputusan. Terapi
kognitif telah meninjukkan kefektifan penanganan dalam masalah klinik misalnya
cemas, schizophrenic, substance abuse, gangguan kepribadian, gangguan mood.
Dalam prakteknya, terapi ini dapat diaplikasikan dalam pendidikan, tempat kerja dan
seting lainnya. Pengertian kognitif meliputi aspek-aspek struktur intelektual yang
digunakan untuk mengetahui sesuatu. Menurut chaplin, kognisi memiliki pengertian
yang luas mengenai berpikir dan mengamati yang telah mengakibtakan individu
memperoleh pengertian. Perkembangan kognitif tidak hanya diperoleh dari hasil
kematangan organisme atau pengaruh lingkungan melainkan interaksi dengan orang
lain juga dapat memengaruhi.
D. Manfaat Kegiatan
Manfaat Kegiatan:
1. Memperlambat kepikunan
2. Meningkatkan konsentrasi
3. Membentuk sosialisasi
4. Meningkatkan fungsi psikologis yaitu meningkatkan kesadaran tentang hubungan
antara reaksi emosional diri sendiri dengan perilaku defensive (bertahan terhadap
stress) dan adaptasi.
5. Membangkitkan motivasi bagi kemajuan fungsi-fungsi psikologis seperti kognitif
dan afektif.
6. Komunkiasi dan umpan balik dengan atau dari orang lain.
E. Kriteria PM
1. PM (Penerima Manfaat) yang kooperatif
2. PM yang mengerti bahasa indonesia
3. PM dengan kondisi fisik yang dalam keadaan sehat (tidak mengidap penyakit fisik
tertentu)
F. Proses Seleksi
1. Berdasarkan kriteria PM yang telah ditetapkan
2. Berdasarkan informasi dan dsikusi mengenai perilaku PM sehari-hari dan
kemungkinan dapat dilakukan terapi aktivitas kelompok pada PM tersebut dengan
perawat ruang
3. Melakukan kontrak dengan PM untuk mengikuti aktivitas yang akan dilaksanakan
serta menanyakan kesediaannya
4. Menetapkan bersama PM dan perawat ruangan tentang topik, waktu dan tempat
kegiatan
G. Perencanaan
Hari/ Tanggal : Rabu, 31 Desember 2017
Waktu : Pukul 09.00 s.d 10.00 WIB
Tempat : Aula Rumah Pelayanan Sosial Pucang Gading Semarang
Topic : Terapi Okupasi
Peserta : Lansia Ruang Anggrek
Metode : Demonstrasi, Diskusi
Media : kertas, Stik es krim, kuas dan cat spidol, gunting
Setting Tempat :
Ket:
:Leader : Fasilitator

: Co leader : Lansia
: Observer

H. Pengorganisasian
a. Leader : Anang Subrandiono
b. Co-Leader : Rizqon
c. Fasilitator :
- Dinda Putih
- Mitza Martha
- Nia Ratnsari
- Sanny W
- Yusiarti Imanika
d. Observer :
- Miftahul Inti
- Shobrina Widya A
I. Uraian Pembagian Tugas
1. Leader
a. Membancakan tujuan dan perilaku kegiatan terapi aktivitas kelompok sebelum
dimulai
b. Mempu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok dan
memperkenalkan dirinya
c. Menetralisir bila ada masalah yang timbul
2. Co-Leader
a. Mampu memimpin terapi aktifitas kelompok
b. Menjelaskan permainan
c. Memyampaikan informasi dari fasilitaor ke leader tentang aktifitas PM
3. Fasilitator
a. Memfasilitasi PM yang kurang aktif
b. Berperan sebagai roleplay bagi PM selama kegiatan
4. Observer
a. Mengobservasi jalannya proses kegiatam
b. Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama kegiatan berlangsung
J. Proses Pelaksanaan
Hari : Rabu, 31 Januari 2018
Waktu : 45 Menit
No Strategi Pelaksanaan Uraian Kegiatan PJ
1. Fase Orientasi Pada saat ini terapis melakukan : Leader
a. Memberi salam terapeutik : salam mulai
dari terapis, perkenalan nama dan
panggilan terapis.
b. Evaluasi/Validasi : menanyakan perasaan
lansia saat ini dan terapis menanyakan
tentang sejak kapan lansia mulai tinggal di
panti sosial pucang gading.
c. Kontrak :
1) Menjelaskan tujuan kegiatan
2) Menjelaskan aturan main tersebut
3) Jika ada lansia yang akan
meninggalkan kelompok harus minta
ijin kepada terapis
4) Lama kegiatan 15 menit
5) Setiap lansia mengikuti kegiatan dari
awal sampai akhir
6) Jika peserta merasa kurang jelas
dengan penjelaskan leader, dapat
menanyakan kepada leader dengan
menunjuk tangan terlebih dahulu.
7) Peserta hadir di tempat 5 menit
sebelum kegiatan berlangsung.
2. Fase Kerja 1. PM terbagi 7 kelompok yang 1
kelompok terdiri dari 2 orang
2. PM diarhakan untuk membuat jadwal
harian satu kelompok membuat 1 jadwal
untuk satu hari (senin, selasa, rabu,
kamis, jumat, sabtu, minggu ).
3. Setelah itu mulai membuat bingkai
a. Langkah pertama, tentukan sebesar apa
bingkai yang tela dibuat dan juga ukuran
jadwal kertas, selanjutnya stik es krim
dapat diwarnai sesuai kesukaan warna
pada mbah mbahnya.
b. Tentukan Model bingkai bentuk yang
akan diciptakan, bisa ditambakan
aksesoris seperti kancing, pita, stiker
lucu atau pernak pernik lain yang
bingkai terlihat indah.
c. Setelah proses pewarnaan stik es krim
selesai, proses selanjutnya pengeleman
untuk menyatukan stik es krim agar
berbentuk menjadi bingkai sesuai
keinginan
d. Lakukan pengecekan pada bingkainya
apakah posisi sudah sesuai dan
berbentuk seperti yang diinginkan apaka
lem sudah merekat kuat dan aksesoris
sudah diaplikasikan semua
e. Jika sudah semua selesai sudah
pekerjaan, kita bisa memasukan jadwal
3. Fase Terminasi 1. Evaluasi Fasilitator
1) Mahasiswa menanyakan perasaan lansia Co-Leader
setelah mengikuti kegiatan Leader
2) Memberikan pujian atas keberhasilan Observer
lansia.
a. Rencana Tindak lanjut
 Terapis meminta lansia dan petugas
untuk mengulang hal yang telah
dipelajari secara mandiri
 Memasukan dalam jadwal kegiatan
harian panti
b. Kontrak yang akan datang
Terapis mengakhiri kegiatan dan
mengingatkan kepada lansia untuk
melakukan kegiatan yang biasa dilakukan
di Panti Sosial Pucang Gading Semarang
2. Evaluasi dan Dokumentasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK
berlangsung, khususnya pada tahap
kerja. Aspek yang dinilai dan dievaluasi
adalah kemampuan lansia sesuai dengan
tujuan TAK. Untuk TAK, kemampuan
lansia yang diharapkan adalah
mengikuti kegiatan, respons yang
diharapkan adalah lansia dan petugas
mampu melakukan kegiatan secara
mandiri dan bila dilakukan secara rutin
diharapkan fungi kognitif dapat
meningkat.

K. Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja, Aspek
yang dievaluasi adalah kemampuan PM sesuai dengan tujuan TAK.
DAFTAR PUSTAKA

Januarti, Nety, 2012. Terapi Kognitif. Pdf Universitas Padjajaran


Arjadi, retha, 2101. Terapi Kognitif Perilaku Pada Lansia, Pdf Universitas Indonsesia
Maryam, R. Siti. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika
Mubarak, Wahit Ikbal. 2006. Buku Ajar Ilmu Keperawatan Komunitas 2. Jakarta:Sagung
Seto