Anda di halaman 1dari 8

STRATEGI KOMUNIKASI STUDENT AMBASSADOR DALAM

UPAYA MENARIK MINAT BELI MAHASISWA MELALUI


CICIL.CO.ID

Dosen Pembimbing : Tri Hastuti Nur R. S.Sos., M.Si.

Disusun Oleh :
Rafi Muhammad
(20150530173)

FAKULTAS ISIPOL JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS MUHAMAMMADIYAH YOGYAKARTA

2017
BAB 1

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang Masalah

Kebutuhan di zaman sekarang semakin hari semakin sulit untuk dipenuhi,


kebutuhan sendiri dibedakan menjadi tiga yaitu, kebutuhan primer,sekunder dan
tersier setiap manusia memerlukan kebutuhannya masing-masing begitupun juga
dengan mahasiswa yang sudah pasti dituntut untuk memahami pengetahuan serta
kemajuan tentang teknologi yang ada di zaman sekarang seperti yang kita tahu
mahasiswa sendiri sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan dalam mengarungi
perkuliahan apalagi yang merantau di luar daerahnya.Dengan perkembangan
zaman sekarang dimana era kemajuan teknologi yang menjadi permasalahan yang
dialami setiap mahasiswa dengan banyak sekali muncul bermacam-macam start-
up atau aplikasi online yang ada di Indonesia untuk membantu mahasiswa itu
sendiri mulai dari jasa ojek hingga situs jual beli online.Dalam memenuhi
kebutuhan atau keinginan mahasiswa untuk membeli suatu produk yang
diinginkan sekarang ada aplikasi yang dapat membantu para mahasiswa untuk
mendapatkan itu semua dengan cara mengakses Cicil.co.id.

Cicil.co.id adalah sebuah perusahaan teknologi finansial berjiwa sosial.


Tujuannya adalah memberikan akses kemudahan pembiayaan bagi mahasiswa.
Karena lembaga pembiayaan konvensional membutuhkan sejarah kredit atau
pendapatan minimum sebagai syarat pengajuan pinjaman, fasilitas pembiayaan
mahasiswa sangat terbatas.Persyaratan yang dilakukan oleh Cicil sendiri terhadap
mahasiswa sangatlah mudah dengan hanya bermodalkan KTP serta
KTM,mahasiswa dapat mengajukan cicilan untuk membeli suatu barang dari e-
commerce atau situs jual beli didalamnya setelah melakukan registrasi melalui
Cicil.co.id

Dengan target pasar adalah mahasiswa disini Cicil.co.id memakai


mahasiswa sebagai ambassador dalam mempromosikan aplikasi mereka yang
diberi nama dengan program Student Ambassador disini peran Student
Ambassador adalah :
 Membantu meningkatkan brand awareness CICIL di lingkungan
kampus
 Sebagai Fasilitator (Secara aktif membantu rekan mahasiswa dalam
proses pengajuan fasilitas cicilan)
 Pengembangan Strategi (mengembangkan layanan dan strategi
perusahaan berdasarkan pengamatan langsung di kampus kalian).

Disini selain dapat membantu mahasiswa dalam melakukan pembelian suatu


produk yang diinginkan.Cicil.co.id juga memberikan pengalaman kerja praktek
nyata dilingkungan start-up dan memberikan imbalan atau komisi kepada
mahasiswa yang tergabung sebagai Student Ambassador Cicil.co.id.Saat ini
Cicil.co.id sendiri sudah memiliki banyak Student Ambassador di Indonesia
khususnya di Pulau Jawa yaitu di
Bandung,Jakarta,Yogyakarta,Semarang,Surabaya dan Malang.Sedangkan di luar
Pulau Jawa yaitu Denpasar yang berada di Pulau Bali.

II. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, dibuatlah rumusan masalah sebagai


berikut : Bagaimana Strategi Komunikasi Student Ambassador dalam Upaya
Menarik Minat Beli Mahasiswa Untuk Menggunakan Aplikasi Cicil.co.id?

III. Tujuan Penelitian

Berhubungan identifikasi masalah yang telah dijelaskan diatas, penelitian ini


dilakukan dengan tujuan :Mengetahui Bagaimana Strategi Komunikasi Student
Ambassador dalam Upaya Menarik Minat Beli Mahasiswa Untuk Menggunakan
Aplikasi Cicil.co.id?

IV. Manfaat Penelitian

A. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan di bidang


komunikasi pemasaran, terutama tentang strategi komunikasi di media massa dan
menjadi refrensi penelitian selanjutnya.

B. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini dilakukan untuk membantu mahasiswa dalam
mengatahui program-program kerja dan kemajuan-kemajuan teknologi yang ada
di start-up di Indonesia.

V. Kerangka Teori

Kerangka pemikiran utama yang digunakan dalam penelitian adalah konsep


Strategi Komunikasi. strategi komunikasi juga dapat dinyatakan sebagai kegiatan
komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan pesan pada konsumen dengan
menggunakan berbagai media, dengan harapan agar komunikasi dapat
menghasilkan tiga tahap perubahan, yaitu perubahan pengetahuan, perubahan
sikap dan perubahan tindakan yang dikehendaki. strategi komunikasi juga
merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan untuk memperkuat strategi
pemasaran, guna meraih segmentasi yang lebih luas. Kajian ini dapat juga
dikatakan sebagai upaya untuk memperkuat loyalitas pelanggan terhadap produk,
yaitu barang dan jasa yang dimiliki perusahaan. Hal yang perlu dipahami oleh
seorang pemasar adalah keberhasilan sebuah strategi strategi komunikasi dapat
diukur dengan seberapa besar penjualan sebuah produk atau penghasilan dari
pemanfaatan jasa oleh konsumen. Sedangkan Kennedy dan Soemanagara (2009:5)
menjelaskan, kegiatan strategi komunikasi adalah kegiatan pemasaran yang
menggunakan teknik-teknik komunikasi yang berfungsi memberikan informasi
kepada orang banyak agar tujuan perusahaan tercapai dan terjdi peningkatan
pendapatan atas penggunaan jasa atau pembelian produk yang ditawarkan.
Dengan kata lain, strategi komunikasi merupakan bentuk komunikasi yang
bertujuan untuk memperkuat strategi pemasaran, guna meraih segmentasi yang
lebih luas.

Selain itu, kegiatan strategi komunikasi adalah kegiatan yang ditujukan


untuk memperkenalkan, menjalin maupun menciptakan interaksi antara
perusahaan dengan mitra usaha maupun konsumen dan kegiatan tersebut, atau
merupakan suatu usaha untuk mengkomunikasikan perusahaan, produk maupun
jasa kepada pihak luar (mitra usaha,supplier maupun konsumen). Integrated
Marketing Communication (IMC) merupakan komunikasi antara pemasar dan
pelanggan, berupa upaya untuk berbicara dengan orang-orang yang membeli
maupun tidak membeli produk. Ini berarti mengundang respon, bukan cuma
upaya monolog, tetapi juga tanggung jawab atas hasilnya.IMC juga sebagai proses
menjalin dan memperkuat hubungan yang saling menguntungkan dengan
karyawan, pelanggan serta semua pihak terkait dengan mengembangkan dan
mengkoordinasikan program komunikasi strategis agar memungkinkan mereka
melakukan kontrak konstruktif dengan perusahaan/merk produk melalui berbagai
media.

Strategi komunikasi pemasaran disebut juga sebagai bauran komunikasi


pemasaran atau bauran promosi. Strategi komunikasi pemasaran yang tepat dapat
menghindarkan perusahaan dari kerugian yang disebabkan oleh kegiatan promosi
yang tidak efektif dan efisien. Maka dari itu suatu kegiatan promosi yang efektif
dan efisien dapat dimasukkan dalam bagian dari komunikasi pemasaran. Untuk
menyampaikan sesuatu kepada konsumen pada pihak-pihak yang terkait, pemasar
kini bisa memilih aktivitas komunikasi tertentu, sering disebut elemen, fungsi atau
alat (tool) terutama terdiri dari periklanan, penjualan personal, humas dan
publikasi, promosi penjualan, serta pemasaran langsung. Style dan harga produk,
bentuk dan warna kemasan, tata cara dan busana wiraniaga, dekorasi ruangan, alat
tulis kantor, semuanya mengkomunikasikan sesuatu pada pelanggan. Setiap brand
contact membawa kesan yang bisa memperkuat atau justru memperlemah citra
perusahaan di mata konsumen.

Karena itu, pemasar mesti memadukaan seluruh bauran pemasaran agar


dapat efektif mengkomunikasikan pesan dan positioning strategis yang konsisten
pada konsumen.Bauran Komunikasi Pemasaran (Bauran Promosi) Bauran
komunikasi pemasaran (bauran promosi) melibatkan 5 kiat utama yang harus
dijalankan oleh perusahaan dalam meraih konsumen yaitu periklanan, promosi
penjualan, humas, penjualan personal serta pemasaran langsung. Bauran
Pemasaran adalah Kegiatan strategi pemasaran secara langsung melibatkan
kegiatan bauran pemasaran atau marketing mix yang merupakan kombinasi dari
empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran
perusahaan, yaitu produk, struktur harga, saluran distribusi dan kegiatan promosi.
Bauran pemasaran ini merupakan variabel-variabel yang dipakai sebagai sarana
untuk memenuhi atau melayani kebutuhan dan keinginan konsumen. Variabel-
variabel yang terdapat dalam bauran pemasaran sering dikenal dengan 4P yang
terdiri dari “product, price, place dan promotion”. Bauran pemasaran adalah
serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai oleh produsen untuk
menghasilkan tanggapan yang dikehendaki produsen dari pasar sasarannya.
Kepuasan Pelanggan terhadap pembelian tergantung pada kinerja nyata sebuah
produk, relatif terhadap harapan pembeli. Seorang pelanggan dapat saja
mengalami berbagai derajat kepuasan. Jika knerja produk kurang dari harapan,
pelanggannya kecewa. Jika kinerja senada dengan harapan, pelanggan puas. Jika
kinerja melebihi harapan, pelanggannya sangat puas atau sangat senang.

VI. Metode Penelitian

1. Jenis Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas maka jenis
penelitian yang digunakan adalah bersifat kualitatif. Penelitian kualitatif
berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada
kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana
peneliti adalah sebagai instrument kunci. Penelitian ini menggunakan
paradigma positivistik yang berarti dalam meneliti, peneliti dan obyek yang
diteliti bersifat independen dan saling tidak berinteraksi (Sugiyono, 2010).

2. Objek penelitian
Dalam penilitian ini objek penelitian atau informan yang akan memberikan
data dalam penelitian ini adalah Ketua Koordinator Student Ambassador
Cicil.co.id
3. Lokasi penelitian
Lokasi penelitian ini akan dilakukan di Yogyakarta

VII. Triangulasi Data

· Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap
unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala pada obyek
penelitian.

· Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti
akan melaksanakan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan
yang harus diteliti, dan juga peneliti ingin mengetahui hal-hal dari
responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil.

· Dokumentasi

Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumentel


dari seseorang. Dokumentasi merupakan pengumpulan data oleh peneliti
dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen dari sumber terpercaya
yang mengetahui tentang narasumber.
Daftar Pustaka

Kennedy, John E., & R. Dermawan Soemanagara. (2009). Marketing


Communication, Taktik & Strategy. Jakarta : PT Buana Ilmu Populer,
Kelompok Gramedia

Soemanagara, Rd. (2006). Strategic Marketing Communication, Konsep


Strategis Dan Terapan. Bandung: Alfabeta

Sugiyono,(2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.


Bandung. Alfabeta