Anda di halaman 1dari 5

Hanifah Cindy Pratiwi

21040113130100

Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Sempadan Pantai Kawasan Wisata Senggigi,


Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat

A. Masalah
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat menjadi daya tarik bagi suatu
daerah, salah satunya adalah Pulau Lombok yang termasuk ke dalam Provinsi Nusa Tenggara
Barat. Pariwisata di Pulau Lombok saat ini sedang tumbuh yang semakin dikenal oleh para
wisatawan, mulai dari wisatawan lokal hingga turis mancanegara. Setiap tahunnya, semakin
banyak wisatawan yang menjadikan Lombok sebagai tujuan wisata alternative selain Bali.
Sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lombok juga mengalami peningkatan yang
cukup signifikan.
Untuk mendukung kegiatan pariwisata yang sedang tumbuh di Pulau Lombok, banyak
investor yang berlomba-lomba membangun fasilitas pendukung seperti vila, hotel dan
restoran. Salah satu kawasan yang mulai banyak di bangun vila, hotel dan restoran adalah
Kawasan Wisata Senggigi yang juga merupakan salah satu kawasan yang diperuntukkan
sebagai kawasan wisata alam berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat
Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lombok Barat Tahun
2011-2031. Namun kondisi yang ada saat ini banyak bangunan yang melanggar garis
sempadan pantai serta bermunculan usaha yang tidak sesuai dengan ketentuan dan perizinan
awal. Banyak pengusaha membuka usaha baru di luar siteplan yang pertama kali diajukan.
Jika hal tersebut tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan semakin banyak pelanggaran yang
terjadi yang dapat memberikan dampak buruk bagi kawasan sempadan pantai tersebut.

B. Tujuan
Melakukan pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Wisata Senggigi, khususnya
pada garis sempadan pantai. Dalam kata lain yaitu mengembalikan fungsi sempadan pantai,
antara lain adalah untuk melindungi masyarakat dari bahaya gelombang pasang tinggi (rob),
abrasi, menjamin adanya fasilitas sosial dan umum di sekitar pantai, menjaga pantai dari
pencemaran, serta pendangkalan muara sungai
Hanifah Cindy Pratiwi
21040113130100

C. Prediksi/Analisis Kondisi yang Akan Terjadi


Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor 11 Tahun 2011
Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2011-2031, kawasan
sempadan pantai ditetapkan di wilayah kabupaten berlokasi disemua wilayah wilayah pesisir
dan pulau-pulau kecil dengan jarak minimal 30-250 m dari titik pasang tertinggi ke arah darat.
Namun pada kenyataannya menurut Ketua Komisi I DPRD Lombok Barat, Muhammad
Zulkarnain mengatakan banyak bangunan yang melanggar garis sempadan pantai bahkan ada
yang jaraknya hanya lima meter dari bibir pantai. Banyaknya pelanggaran tersebut
diakbiatkan karena semakin berkembangnya wisata Senggigi, pengusaha berusaha
menambah jenis usahanya. Akibatnya banyak bermunculan usaha yang tidak sesuai dengan
ketentuan dan perizinan awal yang diajukan. Banyak pengusaha yang membuka usaha baru
di luar siteplan yang pertama kali diajukan. Misalnya, sebuah hotel yang awalnya hanya
membangun 50 kamar, tapi dalam perkembangannya bertambah 100 kamar. Atau hotel yang
kemudian membuka usaha lain seperti karaoke, bar, hingga spa.
Hal tersebut juga terjadi pada Katamaran Resort yang merupakan salah satu hotel yang
baru saja selesai dibangun dan baru beroperasi yang menimbulkan banyak protes mengenai
letaknya yang dekat dengan bibir pantai. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Lobar
Sulhan Muchlis Ibrahim bersama dua Anggota Komisi II DPRD Lobar Indra Jaya Usman dan Hj
Nurhidayah dan juga bersama Satpol PP Lobar melakukan pemantauan. Dari pemantauan
tersebut didapatkan hasil bahwa memang terdapat beberapa bangunan semi permanen,
terdiri dari pos jaga, kolam renang, dan gudang pekerja. Bangunan ini terletak dekat dengan
bibir pantai.

D. Cara Pengendalian
Menanggapi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan pengendalian pemanfaatan
ruang yang diselenggarakan melalui kegiatan pengawasan dan penertiban terhadap
pemanfaatan ruang. Kegiatan pengawasan perlu dilakukan selama proses pembangunan
berlangsung dan juga pasca pembangunan. Yang selanjutnya kemudian apabila ditemukan
pelanggran pada tahap kegiatan tersebut, maka harus dilakukan penertiban. Dalam
permasalahan ini maka perlu dilakukan identifikasi kesesuaian bangunan dengan peraturan
yang berlaku. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menarik garis sempadan pantai
sejauh 30-250 m dari titik pasa tertinggi ke arah barat yang kemudian hasilnya akan
Hanifah Cindy Pratiwi
21040113130100

didapatkan zoning kawasan. Dari situ kita dapat mengetahui bangunan mana sajakah yang
perlu dilakukan peninjauan kembali. Apabila terbukti melanggar, maka mau tidak mau
bangunan tersebut harus segera digusur ataupun dihancurkan.
Hal tersebut juga berlaku pada pelaporan yang diterima terhadap Katamaran Resort.
Menanggapi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap
siteplan pembangunan hotel. Apakah pembangunannya yang dilakukan tidak melanggar garis
sempadan pantai dan tidak merusak lingkungan. Apabila memang terbukti melanggar, maka
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat harus meninjau ulang izin yang diberikan serta jumlah
areal izin yang diberikan. Jika ada bangunan yang masuk ke dalam sempadan pantai, maka
bangunan tersebut harus dihancurkan. Hal tersebut merupakan sanksi yang harus diterima
dari konsekuensi pelanggaran yang dilakukan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari
kegiatan penertiban.
Selanjutnya untuk mencegah pelanggaran tersebut banyak terjadi di Kawasan Wisata
Senggigi sebaiknya perlu dibuat peraturan yang lebih rinci membahas kawasan tersebut.
Karena Kawasan Wisata Senggigi merupakan kawasan yang harus dilindungi dan juga
merupakan kawasan yang berkembang pesat. Peraturan tersebut dapat berupa Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan (RTBL) serta melakukan penzoningan kawasan sempadan pantai.
Selain itu juga melakukan pengawasan yang dilakukan selama proses pembangunan agar
pembangunan yang dilakukan sesuai dengan siteplan yang diajukan untuk memperoleh
perizinan. Sehingga tidak akan terdapat pelanggaran baik yang terjadi selama proses
pembangunan maupun pada pasca pembangunan.

E. Lampiran Foto Lokasi

Gambar 1. Kawasan Wisata Senggigi


Hanifah Cindy Pratiwi
21040113130100

Gambar 2. Katamaran Resort

Gambar 3. Qunci Villas


Hanifah Cindy Pratiwi
21040113130100

Gambar 4. Sudamala Suites & Villas Senggigi

Gambar 5. Puri Mas Boutique, Resorts & Spa