Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH INDIVIDU

OLEH :

FATMAWATI
KELAS XII IPS.1

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 01 BOMBANA


TAHUN PELAJARAN 2017/2018
POLEANG – BOMBANA
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur senantiasa kita panjatkan bagi Allah SWT, Alhamdulilah berkat

Rahmat dan petunjuk Allah SWT sehingga saya dapat menyelesaikan tugas

makalah ini yang di beri judul “Peran Indonesia dalam Hubungan

Internasional “ tersusunya makalah ini tidak lupa di ucapkan terima kasih dan

penghargaan yang setinggi tingginya kepada semua pihak yang terkait.

Tidak ada gading yang tak retak maka saya sangat mengharapkan koreksi

dan tegur sapa, pada semua pembaca demi penyempurnaan langkah penulisan

selanjutnya .

Demikianlah semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca demikian

pula saya haturkan terimakasih yang setinggi – tingginya.

Wassalamu’alaikum Jatsakumullahu Khaeran.!

Poleang, 2018

Penulis,
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam suatu negara tidak dapat berdiri sendiri. Seperti halnya individu

sebagai makhluk sosial. Negara tentunya akan memerlukan negara atau

komponen yang lain. Bahkan ada pula negara yang memiliki keterkaitan serta

ketergantungan dalam aspek ekonomi, sosial, dan politik. Jika adanya keterkaitan

antar negara dengan negara lain tersebut tentunya ada sebuah hubungan yang

baik. Salah satunya merupakan negara kita sendiri yaitu negara indonesia dengan

negara-negara lain. Dinamakan masyarakat global, ditandai adanya saling

ketergantungan antar bangsa, adanya persaingan yang ketat dalam suatu

kompetisi dan dunia cenderung berkembang kearah perebutan pengaruh antar

bangsa, baik lingkup regional, ataupun lingkup global.

Namun pada kenyataanya masih banyak hubungan yang bertentangan antara

negara satu dengan yang lain. Yang mengakibatkan terjadinya konflik dan

terusiknya perdamaian dunia. Konflik biasanya dipicu dengan adanya masalah

dalam hal sosial, ekonomi, politik, agama maupun kebudayaan. Terjadinya

konflik akibat adanya keserakahan, kurang saling menghargai dan mengerti

antara satu dengan yang lain. Dari masalah di atas dalam makalah ini akan

membahas mengenai apa yang dimaksud dengan perdamaian dunia itu sendiri,

cara mewujudkan perdamaian dunia serta partisipasi indonesia dalam perdamaian

dunia.

B. Rumusan Masalah

Dari uaraian pemaparan latar belakang maka permasalahan yang diangkat

dalam penulisan makalah ini yaitu :

1. Bagaimana peran Indonesia dalam hubungan internasional


2. Apa arti pentingnya hubungan internasional

C. Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:

1. Untuk mengetahui arti hubungan internasional

2. Untuk mengetahui bagaimana peran Indonesia dalam hubungan internasional

3. Mengetahui arti pentingnya hubungan internasional


BAB I
PEMBAHASAN

A. Pengertian Hubungan Internasional

Arti hubungan internasional secara umum adalah kerjasama antar negara, yaitu

unit politik yang didefinisikan secara global untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Menurut Undang-undang Nomor 37 Tahun 1999, hubungan internasional adalah

kegiatan yang menyangkut aspek regional dan internasional yang dilakukan oleh

pemerintah di tingkat pusat dan internasional yang dilakukan oleh pemerintah pusat

dan daerah, lembaga negara, badan usaha, organisasi politik, organisasi masyarakat,

Lembaga Swadaya Masyrakat(LSM) atau warga negara.

Istilah hubungan internasional mengandung makna yang beragam. Terdapat

beberapa definisi hubungan internasional yang dikemukakan oleh para ahli menurut

Dra. Suwarni; (2008: 93-94) dan Henny Hendrastuti; (2011: 125), di antaranya:

1. Charles A. Mc Clelland

Hubungan internasional adalah studi tentang keadaan-keadaan relevan yang

mengelilingi interaksi.

2. Warsito Sunaryo

Hubungan internasional merupakan studi tentang interaksi antara jenis

kesatuan-kesatuan sosial tertentu, termasuk studi tentang keadaan relevan

yang mengelilingi interaksi. Adapun yang dimaksud dengan kesatuan-

kesatuan sosial tertentu, bisa diartikan sebagai negara, bangsa, maupun

organisasi Negara sepanjang hubungan bersifat internsaional.

3. Mohtar Mas’oed

Hubungan internasional adalah hubungan yang melibatkan bangsa-bangsa

yang masing-masing berdaulat sehingga diperlukan sebuah mekanisme

yang kompleks dan melibatkan banyak negara.


Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa hubungan

internasional dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mencakup aspek yang

sangat luas dan kompleks. Hal tersebut karena hubungan internasional menyangkut

semua aspek kehidupan sosial umat manusia, dalam arti semua tingkah laku manusia

yang melintasi batas-batas negara.

B. Pentingnya Hubungan Internasional

Menurut Retno Listyarti; (2008: 100), hubungan internasional dianggap penting

dalam rangka untuk menumbuhkan saling pengertian antarbangsa, mempererat

hubungan persahabatan dan persaudaraan antarbangsa, saling mencukupi kebutuhan

masing-masing bangsa yang bekerja sama, memenuhi rasa keadilan dan

kesejahteraan, membina dan menegakkan perdamaian dan ketertiban dunia. Suatu

negara yang tidak mau mengadakan hubungan internasional dengan negara lain akan

terkucilkan dalam pergaulan dunia. Akibatnya, negara tersebut akan mengalami

kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pembangunan hubungan internasional bangsa Indonesia ditujukan untuk

meningkatkan persahabatan dan kerja sama bilateral, regional dan multilateral

melalui berbagai macam forum sesuai dengan kepentingan dan kemampuan nasional.

Selain itu, bagi Bangsa Indonesia, hubungan internasional diarahkan untuk:

1) Membentuk suatu negara Republik Indonesia yang berbentuk negara

kesatuan dan negara kebangsaan yang demokratis.

2) Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur secara material

ataupun spiritual dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3) Membentuk suatu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan

semua negara di dunia, terutama dengan negara-negara Afrika dan Asia atas

dasar kerja sama membentuk satu dunia baru yang bersih dari imperialisme

dan kolonialisme menuju perdamaian dunia yang sempurna.

4) Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara.


5) Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar untuk memperbesar

kemakmuran rakyat, apabila barang-barang itu tidak atau belum dihasilkan

sendiri.

6) Meningkatkan perdamaian internasional karena hanya dalam keadaan

damai, Indonesia dapat membangun dan memperoleh syarat-syarat yang

diperlukan untuk memperbesar kemakmuran rakyat.

7) Meningkatkan persaudaraan segala bangsa sebagai pelaksanaan cita-cita

yang tersimpul dalam Pancasila, dasar dan filsafat negara kita.

8) Menciptakan kesepahaman dan koordinasi yang lebih terarah untuk

bekerjasama dengan lembaga-lembaga mitra secara bilateral, regional dan

internasional dalam meningkatkan saling pengertian dalam upaya menjaga

keamanan kawasan, integrasi wilayah dan pengamanan kekayaan sumber

daya alam nasional.

9) Memantapan kerjasama internasional di bidang ekonomi, perdagangan,

sosial dan budaya serta bagi pencapaian tujuan pembangunan sosial

ekonomi yang disepakati secara internasional termasuk Millenium

Development Goals (MDGs).

10) Dapat menambah fasilitas untuk memperluas jaringan dan peningkatan

pemanfaatan Sister City antara kota-kota dan propinsi di Indonesia dengan

kota-kota dan propinsi atau distrik di mancanegara yang sudah berkembang

dan maju.

11) Meningkatkan upaya penanggulangan kejahatan lintas batas negara seperti

terorisme, pencucian uang, kejahatan narkotika, penyelundupan dan

perdagangan manusia melalui kerjasama bilateral, regional dan multilateral

yang dilakukan secara inklusif, demokratis dan sejalan dengan prinisp-

prinsip hukum internasional.


12) Membuka lapangan kerja yang memang dibutuhkan untuk mengurangi

pengangguran yang terus meningkat dewasa ini.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai tujuan

yang diharapkan dari pelaksanaan hubungan internasional, Bangsa Indonesia harus

senantiasa meningkatkan kualitas kerja sama internasional yang dibangun dengan

negara lain. Untuk mencapai hal tersebut, Bangsa Indonesia harus mampu

meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur luar negeri agar mampu melakukan

diplomasi yang pro-aktif dalam segala bidang untuk membangun citra positif

Indonesia di dunia internasional. Selain itu, juga harus mampu memberikan

perlindungan dan pembelaan terhadap warga negara dan kepentingan Indonesia, serta

memanfaatkan setiap peluang bagi kepentingan nasional.

Dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif ini bangsa Indonesia

menjalin pergaulan dan kerjasama antar bangsa, dipimpin oleh presiden sebagai

kepala negara.Dalam melakukan kerjasama dan hubungan internasional ini presiden

dibantu oleh departemen luar negeri yang dipimpin seorang menteri luar negeri, para

duta dan konsul yang diangkat presiden untuk negara-negara lain serta duta-duta dan

konsul-konsul negara lain yang diterima oleh presiden. Hak mengangkat duta dan

konsul ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 13 dipegang oleh

presiden dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dalam menerima duta dan konsul negara lain, presiden juga harus meminta

persetujuan dari kepala negara asal duta dan konsul tersebut dalam bentuk Surat

Kepercayaan (lettre de credance).

C. Perjanjian Internasional yang Dilakukan Indonesia

Secara umum, pengertian perjanjian internasional adalah suatu perjanjian atau

kesepakatan yang dibuat berdasarkan hukum internasional dengan beberapa pihak

yang berupa negara atau hukum internasional. Dasar hukum bagi perjanjian

internasional yaitu pasal 138 ayat 1 program Mahkama Internasional yang berbunyi
“Perjanjian internasional, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus

mengandung ketentuan-ketentuan hukum yang diakui secara tegas oleh negara-

negara yang bersangkutan”. Disini ditegaskan bahwa negara-negara yang terlibat

perjanjian internasional harus menjunjung tinggi dan menaati ketentuan-ketentuan

yang tercantum di dalamnya. Oleh karena itu, dalam perjanjian internasional berlaku

asas Pacta Sunt Servada, artinya janji itu mengikat semua pihak dan harus

dilaksanakan dengan itikad baik.

Perjanjian internasional dibagi atas beberapa kategori atau bagian seperti

jumlah peserta, berdasarkan sifatnya, berdasarkan isinya, berdasarkan prosesi

tahapan pembentukannya, dan berdasarkan subjek. Pembahasan perjanjian

internasional adalah sebagai berikut.

1) Perjanjian Internasional Berdasarkan Jumlah Peserta

a) Perjanjian Bilateral. Pengertian perjanjian bilateral adalah perjanjian yang

dilakukan oleh dua pihak subjek hukum internasional (negara, takhta suci,

kelompok pembebasan, dan organisasi internasional). Contoh perjanjian

bilateral: Perjanjian bilateral di Indonesia dan India di bidang pertahanan

dan ekonomi pada tahun 2011, perjanjian bilateral Indonesia dan Vietnam

dibidang kebudayaan dan hukum pada tahun 2011.

b) Perjanjian Multilateral. Pengertian perjanjian multilateral adalah

perjanjian yang dilakukan oleh lebih dari dua pihak. Contoh perjanjian

multilateral: Konvensi wina 1969 yang dilakukan oleh dua negara atau

lebih untuk mengadakan akibat-akibat tertentu.

2) Perjanjian Internasional Berdasarkan Sifatnya atau Fungsinya

a) Treaty Contract.Pengertian treaty contract adalah perjanjian yang hanya

mengikat pihak-pihak yang melakukan atau mengadakan perjanjian.

Contoh perjanjian treaty contract: Perjanjian antara Indonesia dan

Republik Rakyat Cina mengenai dwi kewarganegaraan tahun 1955,


perjanjian batas wilayah, pemberantasan, penyelundupan, dan

sebagainya.

b) Law Making Treaty. Pengertian law making treaty adalah perjanjian yang

akibat-akibatnya menjadi dasar ketentuan atau kaidah hukum

internasional. Contoh perjanjian law making treaty: Konvensi Jenewa

1949 tentang perlindungan bagi korban perang, konvensi wina (1961)

tentang hubungan diplomatik, konvensi tentang hukum laut tahun 1958.

3) Perjanjian Internasional Berdasarkan Isinya

a) Politik.Perjanjian internasional dalam segi politik adalah perjanjian yang

mengenai politik. Contohnya: Fakta pertahanan dan perdamaian

seperti North Atlantic Treaty Organization (NATO), Australia, New

Zealand, United States treaty (ANZUS), dan Southeast Asia Treaty

Organization (SEATO).

b) Ekonomi.Perjanjian internasional dalam segi ekonomi adalah perjanjian

mengenai ekonomi. Contohnya: Bantuan perekonomian dan perdagangan

c) Hukum.Perjanjian internasional dalam segi hukum adalah perjanjian yang

mengenai hukum. Contohnya: Status kewarganegaraan

d) Kesehatan.Perjanjian internasional dalam segi kesehatan adalah perjanjian

yang mengenai kesehatan. Contohnya: Karantina dan penanggulangan

pada wabah penyakit.

4) Perjanjian Internasional Berdasarkan Prosesi Tahapan Pembentukannya

a) Perjanjian Bersifat Penting.Perjanjian bersifat penting adalah perjanjian

yang dibuat dengan melalui proses perundingan, penandatanganan, dan

ratifikasi.

b) Perjanjian Bersifat Sederhana. Perjanjian bersifat sederhana adalah

perjanjian yang dibuat dengan melalui dua tahap yaitu: perundingan dan

penandatanganan.
5) Perjanjian Internasional Berdasarkan Subjeknya

a) Perjanjian antar banyak Negara yang merupakan sumber subjek hukum

internasional.

b) Perjanjian antar negara dan subjek hukum lainnya. Contohnya: Organisasi

internasional tahta suci (vatikan) dengan organisasi MEE.

c) Perjanjian antar sesama subjek hukum internasional selain dari negara

yaitu perjanjian yang dilakukan antar organisasi-organisasi internasional

lainnya. Contohnya:The Association of Southeast Asian Nations

(ASEAN) dan Multistates Essay Examination (MEE).

D. Kedudukan Perwakilan Diplomatik Indonesia

Semakin dalam hubungan antar kedua negara, semakin banyak pengiriman

perwakilan diplomatik serta semakin beragam tingkatan status pejabat diplomatik

yang dikirim ke negara itu. Kepentingan suatu negara meliputi berbagai bidang,

seperti politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Perwakilan

diplomatik adalah perwakilan resmi suatu negara, baik politisi maupun nonpolitisi,

dalam membina hubungan antara negara yang satu dengan negara lain. Perwakilan

Republik Indonesia di luar negeri dapat berupa Kedutaan Besar Republik Indonesia

(KBRI), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI), Konsulat RI, Perutusan

Tetap RI pada PBB, maupun Perwakilan RI tertentu yang bersifat sementara.

Perwakilan Indonesia di luar negeri terdiri atas:

1. Perwakilan diplomatik, kegiatannya mencakup semua kepentingan negara RI

dan wilayah kerjanya meliputi seluruh wilayah negara penerima atau yang

bidang kegiatannya meliputi bidang kegiatan suatu organisasi internasional.

Tugas pokok perwakilan diplomatik Indonesia adalah:

a. Menyelenggarakan hubungan dengan Negara lain atau hubungan kepala

Negara dengan pemerintah asing (membawa suara resmi negaranya),


b. Mengadakan perundingan masalah-masalah yang dihadapi kedua negara

itu dan berusaha untuk menyelesaikannya,

c. Mengurus kepentingan negara serta warga negaranya di negara lain,

d. Memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan negara

penerima sesuai dengan undang-undang dan melaporkan kepada

pemerintah negarapengirim,

e. Apabila dianggap perlu, dapat bertindak sebagai tempat pencatatan sipil,

pemberian pos-pos, dan sebagainya.

Seorang yang diberi tugas sebagai perwakilan diplomatik suatu negara

biasanya disebut seorang diplomat. Perwakilan diplomatik mempunyai

tingkatan-tingkatan sebagai berikut:

1. Duta besar berkuasa penuh, yaitu perwakilan diplomatik yang

mempunyai kekuasaan penuh dan luar biasa. Menurut Wijono

Projodikoro, ada tiga tugas yang harus diemban oleh Duta Besar yaitu:

a) Melaksanakan Perundingan (negotiation);

b) Meneropong keadaan (observation);

c) Memberi perlindungan (protection);

2. Duta, adalah wakil diplomatik yang pangkatnya lebih rendah dari duta

besar. Dalam menyelesaikan segala persoalan kedua negara, duta

diharuskan berkonsultasi dengan pemerintahnya.

3. Menteri Residen, adalah perwakilan diplomatik yang dianggap bukan

wakil pribadi kepala negara dan hanya mengurus urusan negara. Menteri

residen tidak berhak mengadakan pertemuan dengan kepala Negara

dimana dia bertugas.

4. Kuasa Usaha, adalah perwakilan diplomatik yang tidak diperbantukan

kepada kepala negara, melainkan kepada menteri luar negeri.


5. Atase-atase, adalah pejabat pembantu Duta Besar Berkuasa Penuh. Atase

terdiri dari Ptase Pertahanan, yang dijabat oleh seorang perwira militer

dan Atase Teknis (pendidikan, perdagangan, perindustrian dan lain-lain),

yang dijabat oleh seorang pegawai negeri.

2. Perwakilan konsuler, dalam bidang politik, hubungan diplomatik suatu negara

diwakili oleh kedutaan besar. Dalam bidang non-politik, hubungan

diplomatik suatu negara diwakili oleh perwakilan konsuler (korps konsuler).

Tugas-tugas perwakilan konsuler mencakup bidang-bidang berikut ini:

1) Bidang ekonomi, yaitu menciptkan tata ekonomi dunia beru dengan

menggalakkan komoditas ekspor nonmigas, promosi perdagangan,

mengawasi pelayanan, pelaksanaan perjanjian perdagangan dan lain-lain.

2) Bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan, yaitu meaksanakan pertukaran

kebudayaan dan pelajar.

3) Bidang-bidang lain seperti, memberikan paspor dan visa perjalanan,

bertindak sebagai notaris dan pencatat sipil, bertindak sebagai subjek

hokum dalam raktik dan prosedur pengadilan.

E. Kerja Sama Internasional

Menurut Henny Hendrastuti; (2011: 125-127), kerja sama internasional

merupakan perwujudan dari hubungan antarbangsa yang berpijak pada kepentingan

nasional. Kepentingan nasional berkaitan dengan tujuan nasional dalam kurun waktu

tertentu yang berisi sasaran-sasaran nyata yang harus diwujudkan. Keberhasilan

mewujudkan tujuan nasional dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa.

Kerja sama yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia, baik yang sifatnya

regionalmaupun internasional, tentunya akan memberikan dampak bagi

perekonomian Indonesia. Berikut ini dampak dari kerja sama ekonomi antarnegara:

3. Dampak positif

1) Meningkatkan Keuangan Negara.


2) Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi.

3) Meningkatkan Investasi.

4) Memperkuat Posisi Perdagangan

4. Dampak negatif

1) Ketergantungan dengan Negara Lain.

2) Intervensi Asing Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia.

3) Masuknya Tenaga Asing ke Indonesia

4) Mendorong Masyarakat Hidup Konsumtif


BAB III
PE N UTU P

A. Kesimpulan

Hubungan internasional merupakan suatu hubungan antar bangsa, baik antara negara

dengan negara, antara negara dengan individu/badan hukum, antara warga negara yang satu

dan warga negara yang lain. Dan merupakan kerjasama antar bangsa di dunia yang didasari

atas sikap saling menghormati dan saling menguntungkan serta bisa berdampak positif dan

negatif bagi negara tersebut.

Negara Indonesia perlu mengadakan hubungan internasional karena selain negara

Indonesia tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan negara lain yaitu untuk meningkatkan

persahabatan dan kerjasama bilateral, regional, dan multilateral melalui berbagai macam

forum sesuai dengan kepentingan dan kemampuan nasional.

Hubungan internasional bertujuan untuk:

1. Memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara.

2. Menciptakan sikap saling pengertian antarbangsa dalam membina dan menegakkan

perdamaian dunia.

3. Menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya.

B. Saran

Kami berharap agar para pembaca dapat mengetahui tentang hubungan

internasional yang dilakukan Indonesia. Sehingga dapat meningkatkan rasa sadar

para pembaca untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas

namun tetap berpegang pada nilai-nilai rohaniah. Sehingga kita tidak hanya

menjadi manusia yang berilmu namun juga beriman dan berakhlak mulia.
DAFTAR PUSTAKA

(http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2014/01/pengertian-hubungan-
internasional.html)

(https://wayansuyadnya.wordpress.com/1-1-hubungan-internasional-pengertian-pola-
arti-penting-dan-sarananya/

(http://www.artikelsiana.com/2015/02/macam-macam-perjanjian-internasional.html)

(https://wayansuyadnya.wordpress.com/1-1-hubungan-internasional-pengertian-pola-
arti-penting-dan-sarananya/)