Anda di halaman 1dari 11

1.

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Sepeda motor adalah alat transportasi yang digerakkan oleh mesin/motor
Saat ini, sepeda motor banyak digunakan oleh masyarakat dengan berbagai model
dan jenis. Seiring dengan perkembangan sepeda motor di Indonesia, maka
semakin banyak pula kasus curanmor terjadi. Banyaknya kasus curanmor juga
disebabkan adanya tuntutan biaya hidup dan adanya keinginan untuk
mendapatkan uang dalam waktu singkat. Meskipun sudah ada pengaman, pelaku
curanmor tidak jera dan tetap saja mempunyai cara untuk menjalankan aksinya.
Oleh karena itu, dibutuhkan kewaspadaan yang ekstra untuk menjaga sepeda
motor.
Berbagai cara untuk mengamankan sepeda motor sudah dilakukan, seperti
kunci yang disediakan pabrik pembuat kendaraan, tetapi kurang efektif dan
mempunyai banyak kelemahan yang dimanfaatkan oleh pencuri kendaraan
bermotor saat ini. Alternatif lain menggunakan gembok, tetapi dapat dirusak oleh
pelaku curanmor dengan air keras. Ada juga yang menggunakan alarm, tetapi cara
tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi curanmor adalah
menggunakan teknik SRAM (Saklar Rahasia Anti Maling). Teknik tersebut
menggunakan saklar yang dipasang pada tempat tersembunyi dan nantinya akan
dihubungkan dengan coil. Menurut Imam (2013), fungsi coil yaitu menaikkan
tegangan listrik dari aki yang cuma 12 volt menjadi ribuan volt. Sebelum coil
menaikkan tegangan, saklar berfungsi memutus aliran listrik sehingga mesin
sepeda motor tersebut tidak bisa menyala dan para curanmor kesulitan dalam
menjalankan aksinya.
Teknik SRAM mempunyai persamaan dan perbedaan jika dibandingkan
dengan teknik yang menggunakan gembok ataupun menggunakan alarm. Cara
tersebut sama-sama untuk mengamankan sepeda motor dari pelaku curanmor.
Akan tetapi, perbedaan dari cara tersebut adalah biaya yang dibutuhkan lebih
murah, mudah diterapkan pada berbagai jenis sepeda motor, dan lebih
menyulitkan bagi para pelaku curanmor.

1
Dengan penggunaan teknik SRAM, diharapkan pelaku curanmor semakin
kesulitan dan jera dalam melakukan aksinya. Selain itu, pemilik sepeda motor
semakin tenang untuk meninggalkan motornya apabila ada keperluan dan kasus
curanmor di Jawa Timur semakin berkurang.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam makalah ini dijabarkan sebagai berikut.
a. Bagaimana jenis saklar yang digunakan pada teknik SRAM?
b. Bagaimana cara kerja teknik SRAM?
c. Bagaimana cara penempatan teknik SRAM?
d. Bagaimana keuntungan menggunakan teknik SRAM?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian dalam makalah ini dijabarkan sebagai berikut.
a. Memaparkan jenis saklar yang digunakan pada teknik SRAM
b. Memaparkan cara kerja teknik SRAM
c. Memaparkan cara penempatan teknik SRAM
d. Memaparkan keuntungan menggunakan teknik SRAM

2. Pembahasan
2.1 Jenis Saklar yang Digunakan pada Teknik SRAM
Saklar adalah suatu komponen atau perangkat yang digunakan untuk
memutuskan atau menghubungkan aliran listrik. Saklar yang dalam bahasa inggris
disebut dengan switch ini merupakan salah satu komponen atau alat listrik yang
paling sering digunakan. Hampir semua peralatan elektronika memerlukan sebuah
saklar.
Menurut Dickson (2015), sebuah saklar sederhana terdiri atas dua bilah
konduktor yang terhubung pada rangkaian eksternal, saat kedua bilah konduktor
tersebut terhubung maka akan terjadi hubungan arus listrik dalam rangkaian.
Sebaliknya, saat kedua konduktor tersebut dipisahkan maka hubungan arus listrik
akan ikut terputus.

2
Saklar yang paling sering ditemukan adalah saklar yang dioperasikan oleh
tangan manusia dengan satu atau lebih pasang kontak listrik. Setiap pasangan
kontak umumnya terdiri atas dua keadaan atau disebut dengan “state”. Kedua
keadaan tersebut diantaranya adalah keadaan “close” atau “tutup” dan keadaan
“open” atau “buka”. Close artinya terjadi sambungan aliran listrik,
sedangkan open adalah terjadinya pemutusan aliran listrik. Mekanisme buka tutup
akan dijelaskan dengan gambar 2.1.

Gambar 2.1 Rangkaian Saklar

Gambar rangkaian saklar tersebut terdiri atas baterai, lampu on/off, dan
saklar. Baterai sebagai sumber arus listrik. Lampu on/off berfungsi sebagai
indikator dari arus listrik tersebut, sedangkan saklar untuk memutus atau
menyambung arus listrik.
Menurut Heribudi (2008), secara mendasar semua saklar melakukan
kontak nyala/padam (on/off) dalam berbagai cara berbeda, tapi tiap saklar
melakukan tugas sama, yakni membuka dan menutup sirkuit listrik. Beberapa
saklar dinamakan sesuai dengan bentuk, fungsi, atau cara operasinya.
Saklar yang dapat digunakan untuk teknik SRAM hanya memiliki prinsip
tombol on/off. Setidaknya ada empat jenis saklar yang memenuhi criteria tombol
on/off, yakni SPST rocker switch, SPST toggle switch, DPDT (double-pole
double-throw) slide switch, dan saklar push button. Adapun saklar tersebut secara
berturut-turut divisualisasikan pada gambar berikut.

3
SPST Rocker Switch

Gambar 2.2 SPST Rocker Switch

Saklar SPST rocker switch merupakan saklar sederhana dan paling umum
digunakan untuk mengubah status dari padam (off) ke nyala (on). Apabila saklar
ini ditekan ke satu arah, saklar memutus sambungan sehingga sirkuit membuka,
dan bila ditekan ke arah sebaliknya, saklar mengubungkan sambungan sehingga
sirkuit menutup. Saklar ini banyak digunakan pada berbagai perangkat listrik dan
elektronik, terutama sebagai saklar daya (power switch) atau saklar nyala/padam
utama (main on/off switch).

SPST Toggle Switch

Gambar 2.3 SPST Toggle Switch

Saklar SPST toggle switch mempunyai fungsi yang sama seperti saklar
SPST rocker switch . Kelebihan saklar ini adalah pengoperasiannya menggunakan
tungkai (lever) sehingga bisa diperpanjang atau diperjauh jarak jamahnya.

DPDT Slide Switch

Gambar 2.4 DPDT Slide Switch

4
Saklar geser DPDT adalah saklar yang beroperasi dengan cara digeser dan
mempunyai fungsi on/off. Contoh penggunaan saklar tersebut adalah saklar
pemilih lampu belok pada sepeda motor.

Saklar Push Button

Gambar 2.5 Saklar Push Button

Saklar tekan, tombol atau kancing-tekan (push button) adalah saklar yang
beroperasi dengan cara ditekan, dan jenis berbeda melakukan dua fungsi berbeda,
yaitu PTM (push to make) switch atau NOPB (normaly open push button) adalah
tombol yang menutup sirkuit bila ditekan dan PTB (push to break) switch) atau
NCPB (normaly close push button) adalah tombol yang membuka sirkuit bila
ditekan. Jika tekanan dilepaskan atau terjadi tekanan berikutnya, tombol akan
kembali ke posisi semula dan sirkuit kembali ke status semula.

2.2 Cara Kerja Teknik SRAM


Pada sepeda motor terdapat beberapa sistem/proses kerja seperti sistem
pembakaran, sistem pendinginan, sistem pelumasan dan sistem kelistrikan. Sistem
kelistrikan pada sepeda motor merupakan bagian yang penting karena pada sistem
ini menyediakan arus listrik untuk keperluan pembakaran dan untuk
menggerakkan sistem pendukung pada sepeda motor.
Ditinjau dari penggunaan arusnya, sistem kelistrikan sepeda motor dapat
digolongkan menjadi sistem pembangkit listrik, sistem pengisian, sistem
pengukuran, sistem pengapian, sistem penerangan, dan sistem stater. Menurut
Setiyo (2010:53), sistem pengapian berfugsi menghasilkan percikan bunga api
listrik yang kuat membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang
bakar. Selain kuat, ada satu hal lagi yang wajib dimiliki yaitu ketepatan waktu
untuk membakar sehingga diperoleh daya pembakaran yang optimal.

5
Beberapa macam sistem pengapian,yakni sistem pengapian kontak point
(konvensional platina), pengapian semi transistor, full transistor, CDI, dan
pengapian terkontrol computer. Sistem pengapian kapasitor atau CDI (Capacitor
Discharge Ignition) merupakan salah satu jenis sistem pengapian pada kendaraan
bermotor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan (discharge current) dari
kapasitor guna memacu daya coil pengapian.
Terdapat beberapa komponen penting dalam sitem pengapian seperti coil,
busi, platina, kondensator, baterai, dan kunci kontak. Bagian-bagian tersebut
mempunyai bentuk dan fungsi masing-masing. Adapun komponen sistem
pengapian secara berturut-turut divisualisasikan pada gambar berikut.
a. Baterai

Gambar 2.6 Baterai


Kegunaan : sebagai penyedia atau sumber arus listrik.

b. Kunci Kontak

Gambar 2.7 Kunci Kontak


Kegunaan : menghubungkan dan memutuskan arus listrik
dari baterai ke sirkuit primer.

c. Kontak Pemutus

Gambar 2.8 Kontak Pemutus


Kegunaan : menghubungkan dan memutuskan arus
primer agar terjadi induksi tegangan tinggi pada sirkuit
sekunder sistem pegapian.

6
d. Kondensator

Gambar 2.9 Kondensator


Kegunaan : mencegah loncatan bunga api diantara celah
kontak pemutus pada saat kontak mulai membuka dan
mempercepat pemutusan arus primer sehingga tegangan
induksi yang timbul pada sirkuit sekunder menjadi lebih
tinggi.

e. Busi

Gambar 2.10 Busi


Kegunaan : meloncatkan bunga api listrik diantara kedua
elektroda busi di dalam ruangan bakar sehingga
pembakaran dapat dimulai.

f. Coil

Gambar 2.11 Coil


Kegunaan : mentransformasikan tegangan baterai yang
rendah menjadi lebih tinggi (5000-25000 volt).

Masing-masing bagian pada sistem pengapian saling terhubung


membentuk suatu rangkaian sistem pengapian. Bentuk dari rangkaian sistem
pengapian dijelaskan pada gambar 2.12.

7
Keterangan:
1. baterai
2. kunci kontak
3. coil
4. kontak pemutus
5. kondensator
6. busi

Gambar 2.12 Sistem Pengapian

Teknik SRAM menggunakan coil sebagai sasaran utamanya. Hal ini


dilakukan karena coil mempunyai peran yang penting pada sistem pengapian.
Setiyo (2010:57) menjelaskan sebagai berikut.
Source coil, disebut juga sebagai lilitan pengapian, lilitan pembangkit, dan lazim
dikenal dengan spul pengapian, adalah bagian utama pada pengapian magneto yang
bertugas untuk membangkitkan listrik bertegangan AC untuk mengisi kapasitor
dalam CDI (pada pengapian platina mengisi primer coil). Coil merupakan sebuah
lilitan kawat email yang kecil pada inti besi bersusun. Untuk menghasilkan tegangan
tinggi, lilitan dibuat sangat banyak dengan kawat email berdiameter 0,1 sampai 0,15
mm (pada pengapian platina email berdiameter 0,6 mm).

Pada teknik SRAM, kabel yang dihubungkan dengan saklar akan dipasang
sebelum coil. Sebelum arus listrik dinaikkan pada coil, arus listrik tesebut
dialirkan pada saklar. Saklar tersebut dapat diatur on/off. Ketika saklar pada posisi
off, tegangan pada arus listrik tidak dapat dinaikkan. Jika coil tidak dapat
menaikkan tegangan hingga mencapai 10000—20000 volt, busi tidak mengalami
percikan bunga api dan sistem pengapian tidak dapat berjalan semestinya. Saat
sistem pengapian terganggu, proses pembakaran tidak dapat dilanjutkan sehingga
sepeda motor tidak dapat menyala.

8
2.3 Cara Penempatan Teknik SRAM
Saklar yang digunakan pada teknik SRAM dapat ditempatkan pada
tempat-tempat tersembunyi, seperti jok sepeda motor. Tempat ini dipilih karena
tempatnya yang strategis untuk meletakkan saklar. Selain itu, untuk membukanya
memerlukan kunci sepeda motor dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Hal
ini tentunya membuat pelaku curanmor lebih kesulitan dalam menjalankan
aksinya.
Hal pertama yang dilakukan adalah mencari tempat yang pas untuk
memasang saklar pada jok sepeda motor. Saklar dapat diletakkan pada jok sepeda
motor bagian pinggir. Setelah itu, melubangi jok sepeda motor untuk tempat
saklar tersebut. Saklar dipasang menggunakan mur dan baut. Saklar dipasang
sekuat mungkin agar saat terjadinya getaran pada sepeda motor tidak
memengaruhi proses pengapian pada sepeda motor.
Setelah saklar berhasil dipasang, hal kedua yang dilakukan adalah
memasang kabel. Kabel tersebut lalu dihubungkan dengan kabel yang terpasang
sebelum coil. Apabila semua alat sudah terpasang, teknik SRAM dapat dicoba
dengan cara menekan tombol off pada saklar dan menyalakan kunci kontak. Jika
sepeda motor tidak menyala, teknik SRAM berhasil diterapkan. Gambaran
mengenai penempatan teknik SRAM divisualisasikan pada gambar 2.13.

Kabel Saklar
Gambar 2.13 Penempatan Teknik SRAM

9
2.4 Keuntungan Menggunakan Teknik SRAM
Teknik SRAM merupakan suatu teknik/cara untuk mengamankan sepeda
motor dari pelaku curanmor. Ada beberapa keuntungan menggunakan teknik
SRAM, yakni (1) bahan dan alat mudah didapat, (2) biaya murah, (3) mudah
diterapkan, dan (4) menyulitkan pelaku curanmor. Keuntungan-keuntungan
menggunakan cara tersebut dijabarkan sebagai berikut.
a. Bahan dan Alat yang Digunakan Mudah Didapat
Ada beberapa bahan dan alat yang diperlukan pada teknik SRAM, seperti
saklar, kabel, obeng, mur dan baut. Semua bahan dan alat tersebut dapat dicari di
berbagai toko otomotif ataupun toko bangunan.

b. Biaya yang Dibutuhkan Lebih Murah


Hal yang paling dibutuhkan pada teknik SRAM adalah kabel dan saklar.
Kabel yang digunakan pada teknik SRAM kurang lebih sepanjang dua meter.
Ukuran saklar harus dipilih yang paling kecil. Hal ini dimaksudkan agar
penempatan saklar tidak mengganggu jok sepeda motor. Apabila dianggarkan,
biaya untuk membeli kabel dan saklar lebih murah jika dibandingkan dengan
membeli pengaman yang lain seperti alarm pengaman.

c. Mudah Diterapkan pada Berbagai Jenis Sepeda Motor


Pada dasarnya, semua sepeda motor memiliki beberapa sistem/proses kerja
seperti sistem pengapian. Semua sistem pengapian terdapat coil yang menjadi
sasaran utama teknik SRAM. Jadi, semua jenis sepeda motor dapat menggunakan
teknik SRAM, seperti sepeda matic, sepeda vespa, sepeda CB, dsb.

d. Lebih Menyulitkan Bagi Pelaku Curanmor.


Teknik SRAM menyulitkan bagi pelaku curanmor karena saklar yang
dipasang pada sepeda motor diletakkan di tempat yang tersembunyi. Hanya
pemilik dan yang memasang saklar yang mengetahui tempatnya. Salah satu
tempat yang cocok untuk pemasangan teknik SRAM adalah jok sepeda motor.
Jika pelaku curanmor ingin menyalakan saklar, pelaku harus membuka jok sepeda

10
motor sehingga membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan tentunya meyulitkan
bagi para pelaku curanmor.

3. Penutup
3.1 Simpulan
Pengamanan sepeda motor dapat dilakukan dengan menggunakan teknik
SRAM (Saklar Rahasia Anti Maling). Teknik ini menggunakan coil sebagai
sasaran utamanya. Selain coil, teknik ini menggunakan saklar sebagai alat
pemutusnya. Ada empat saklar yang dapat digunakan pada teknik SRAM, yakni
SPST rocker switch, SPST toggle switch, DPDT (double-pole double-throw) slide
switch, dan saklar push button. Teknik SRAM mempunyai kelebihan yaitu
penempatan saklar yang tersembunyi dan biaya yang dibutuhkan terjangkau.
Meskipun menggunakan peralatan yang sederhana, cara ini dapat menyulitkan
para pelaku curanmor dalam menjalankan aksinya.

3.2 Saran
Kerjasama antara pemerintah dan perusahaan otomotif sangat diperlukan
untuk mengembangkan teknik SRAM. Himbauan juga ditujukan kepada
masyarakat untuk menggunakan inovasi ini sebagai salah satu cara untuk
mengamankan sepeda motor dari pelaku curanmor. Semua ini dilakukan untuk
menjaga keamanan sepeda motor dan mencegah terjadinya kasus curanmor.

DAFTAR RUJUKAN

Dickson. 2015. Komponen Elektronika. (online), (http://teknikelektronika.com/


pengertian-saklar-listrik-cara-kerjanya/), diakses 4 November 2015.

Heribudi. 2008. Saklar dan Tombol. (online), (http://heribudi.blogspot.co.id/),


diakses 4 November 2015.

Imam. 2013. Fungsi Koil. (online), (http://imamjack.blogspot.co.id/2014/03/


fungsi-dan-cara-kerja-koil_7.html), diakses 5 November 2015.

Setiyo, Muji. 2010. Menjadi Mekanik Spesialis Kelistrikan Sepeda Motor.


Magelang: Alfabeta

11