Anda di halaman 1dari 6

PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Oleh:
KELOMPOK 3
Nama : Putri Sakinah Alpajri
Satriana Pinayungan
Nur Ainun
Nur Khotimah
Diana Novita
Andi Hakim
Eva Andriani

Prodi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar


Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Bahasa
INSTITUT PENDIDIKAN TAPANULI SELATAN
(IPTS)
2018
PENGERTIAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Slavin (1994) menyatakan bahwa “model pembelajaran kooperatif adalah
suatu model pembelajaran dimana para siswa bekerja dalam kelompok-
kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam
mempelajari materi pelajaran”. Falsafah yang mendasari
pembelajaran cooperative learning (pembelajaran gotong royong) dalam
pendidikan adalah homo homini socius yang menekankan bahwa manusia
adalah makhluk sosial. Model pembelajaran kooperatif sangat berbeda
dengan pengajaran langsung. Di samping model pembelajaran kooperatif
dikembangkan untuk mencapai hasil belajar akademik, model
pembelajaran kooperatif juga efektif untuk mengembangkan keterampilan
sosial siswa.

UNSUR-UNSUR DAN KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN


KOOPERATIF
1. Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif
2. Saling Ketergantungan Positif
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF
1. Dalam kelompoknya, siswa haruslah beranggapan bahwa mereka
“sehidup sepenanggungan”.
2. Siswa memiliki tanggung jawab terhadap siswa lainnya dalam
kelompok, di samping tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri
dalam mempelajari materi yang dihadapi.
3. Siswa haruslah berpandangan bahwa semua anggota di dalam
kelompoknya memiliki tujuan yang sama.
4. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama
diantara anggota kelompoknya.
5. Siswa akan diberikan evaluasi atau penghargaan yang akan
berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.
6. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan
untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
7. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual
materi yang ditangani di dalam kelompoknya.
TIPE-TIPE DARI PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Berikut ini adalah beberapa tipe dari model pembelajaran kooperatif.
1. Tipe STAD (Student Team Achievement Division)
2. Tipe Think-Pair-Share
3. Tipe Jigsaw
4. Tipe NHT (Numbered Heads Together)
5. Tipe GI (Group Investigation)
6. Tipe CIRC (Cooperatif Integrated Reading And Composition)
7. Tipe Make A Match (Membuat Pasangan)
8. Tipe Two Stay Two Stray (TS-TS)

KEUNGGULAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF


a. Melalui model pembelajaran kooperatif, siswa tidak terlalu
menggantungkan pada guru, tetapi dapat menambah kepercayaan
kemampuan berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai
sumber, dan belajar dari siswa yang lain.
b. Model pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan,
mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan
membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
c. Model pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa untuk
menhargai orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta
menerima segala perbedaan.
d. Model pembelajaran kooperatif dapat memberdayakan setiap siswa
untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
e. Model pembelajaran kooperatif merupakan strategi yang cukup ampuh
untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial,
termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang
positif dengan orang lain, mengembangkan keterampilan, dan sikap
positif terhadap sekolah.
f. Model pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan
siswa untuk menguji ide dan pemahaman sendiri, menerima umpan
balik. Siswa dapat memecahkan masalah tanpa takut membuat
kesalahan, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab
kelompoknya.
g. Model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan siswa
mengelola informasi dan kemampuan belajar abs- trak menjadi nyata.
h. Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi
dan memberikan rangsangan berfikir. Hal ini berguna untuk pendidikan
jangka panjang.

KELEMAHAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF


1. Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, di- samping
itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikiran, dan waktu.
2. Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan
dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai.
3. Selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan
topik permasalahan yang dibahas meluas sehingga banyak yang tidak
sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
4. Saat diskusi terkadang didominasi seseorang, hal ini meng-akibatkan
siswa yang lain menjadi pasif.
5. Bisa menjadi tempat mengobrol atau gosip.