Anda di halaman 1dari 2

PENGARUH TAYANGAN SINETRON DI STASIUN TELEVISI SWASTA

TERHADAP POLA HIDUP MASYARAKAT PEDESAAN

Latar Belakang Masalah


Perkembangan media dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi di dunia saat
ini sudah semakin modern. Dulu orang-orang hanya dapat berkomunikasi dengan individu
yang ada di sekitarnya saja, kemudian dapat bertukar informasi jarak jauh melalui surat-
menyurat. Akses dengan dunia luar sangat minim karena keterbatasan alat.

Saat ini kemudahan teknologi sangat mudah diakses kapanpun dan dimanapun oleh
siapa saja karena hampir setiap orang memiliki smartphone yang memudahkan penggunanya
untuk mendapatkan berbagai informasi dan berita dengan mudah dan cepat. Namun disisi lain
eksistensi televisi juga tidak kalah menarik bagi penggunanya, umumnya konten isi program
tayangan televisi memiliki macam-macam tayangan dari programnya, meliputi tayangan yang
seperti: “Laporan Berita, Talkshow, Periklanan, Pendidikan, Seni dan Budaya, yang kemudian
ditempatkan pada karakteristik dengan karekter genre dan permintaan masing-masing stasiun
televisi tersebut” (Muda, 2005: 63).

Sinetron (lakuran dari sinema elektronik) adalah istilah untuk program drama
bersambung produksi Indonesia yang disiarkan oleh stasiun televisi di Indonesia. Ketika
melihat merebaknya berbagai sinetron saat ini, secara tidak disadari kita sedang mengarah
kepada pembentukan sistem nilai sesuai dengan apa yang ditampilkan di dalam sinetron
tersebut. Ketika ditampilkan konflik si kaya dan si miskin, seorang kaya dikesankan
dengan kemewahan dan kekuasaan yang diukur dari banyaknya harta dan tingginya jabatan.
Sedangkan si miskin ini hidup dengan seadanya dan kekurangan secara materi. Padahal
kemiskinan itu tidak semata diukur dengan hal materi saja. Hal tersebut seperti menampilkan
sistem nilai yang dibawa oleh kapitalisme bahwa siapa yang kaya dia adalah orang yang
memiliki banyak harta. Dan faktanya di Indonesia hanya sedikit sinetron yang mengajarkan
kekayaan hati
Semaraknya sinetron di Indonesia saat ini dikarenakan perkembangan jumlah stasiun
televisi swasta yang bermunculan. Tayangan sinetron dapat dijumpai pada stasiun RCTI,
SCTV, MNCTV dan Indosiar. Sedangkan stasiun televisi yang menayangkan musik pop atau
dangdut dapat kita jumpai pada stasiun MNCTV dan Global TV, Trans 7 dan Trans TV
lebih seringf menayangkan berita-berita
actual dalam negeri maupun luar negeri. Banyaknya stasiun-stasiun televisi yang menyajikan
acara dengan format yang berbeda-beda, maka semakin terasa televisi sudah menjadi suatu
kebutuhan masyarakat.

Hadirnya banyak stasiun televisi di Indonesia dengan berbagai macam acara yang
bervariasi telah membawa hal baru dalam dunia hiburan. Banyak sekali acara televisi
dengan format yang lebih bagus dan dapat menarik perhatian masyarakat, tidak hanya sekedar
musik, olahraga, masak ataupun talkshow tetapi juga sinetron yang semakin mendominasi
hampir semua stasiun televisi di Indonesia. Semua stasiun-stasiun televisi berlomba
menayangkan acara yang terbaik agar ditonton banyak orang sehingga rating meningkat dan
akhirnya pemasukan pendapata dari iklan pun mengalir deras.

Masyarakat indonesia khususnya yang tinggal di desa yang banyak memiliki waktu
luang, karena masyarakat desa bekerja di ladang dan sawah seharian penuh mulai dari
pagi sampai menjelang malam hari. Pada malam harinya mereka beristirahat dan menghibur
diri dengan menonton televisi. Televisi disini memang merupakan media hiburan bagi
masyarakat desa di malam hari saat mereka bersantai. Dan semua tahu dengan jelas bahwa
setiap hari mulai pukul 18.00 WIB sampai menjelang tengah malam semua program stasiun
televisi menayangkan yang dijadikan solusi bagi masyarakat Indonesia untuk menghibur diri.

Masyarakat pedesaan yang pada umumnya berprofesi sebagai petani, nelayan,


pedagang dan sebagainya. Dengan berbagai keterbatasan materi karena mata pencaharian yang
dikerjakan hanya mampu memenuhi kebutuhan makanan saja, maka sering kali masyarakat
pedesaan memaksa kehendaknya untuk dapat meniru penampilan dan gaya hidup pemeran
di televisi seperti yang ditayangkan. Selain itu dengan keterbatasan mereka dapat
menyebabkan kegagalan proses komunikasi contohnya mereka bisasaja mengurangi,
mengubah, memperbesar pesan- pesan yang disampaikan dalam tayangan televisi tersebut
sehingga pesan yang sederhana akan disampaikan tidak dapat tersampaikan dengan benar.