Anda di halaman 1dari 6

TRANSFORMATOR

Tanggal Praktikum : 3 September 2010

Nama siswa : Antonius Perdana Renardy (XIIF/5)


Budiman Atmaja (XIIF/8)
Michael Linardi Tanny (XIIF/24)
Reinhart Jonathan (XIIF/28)

I. TUJUAN

Membuat transformator (trafo) step up dan step down serta menentukan efisiensi dari trafo
tersebut

II. TEORI

Transformator (trafo) adalah alat/komponen elektromagnetik yang dapat mengubah taraf suatu
tegangan AC ke taraf yang lain. Trafo bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Tegangan
masukan bolak-balik yang masuk ke bagian primer menimbulkan fluks magnet yang bersambung
dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksi Gaya Gerak Listrik (GGL) dalam lilitan
sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dipindahkan pada lilitan
sekunder.

Pada transformator berlaku rumus:


𝑁𝑝 𝑉𝑝 𝐼𝑠
= =
𝑁𝑠 𝑉𝑠 𝐼𝑝
𝑊𝑠
𝜂= × 100%
𝑊𝑝
𝑃𝑠
𝜂 = × 100%
𝑃𝑝
Keterangan:
𝑁𝑝 : jumlah lilitan primer
𝑁𝑠 : jumlah lilitan sekunder
𝑉𝑝 : tegangan primer
𝑉𝑠 : tegangan sekunder
𝐼𝑝 : kuat arus primer
𝐼𝑠 : kuat arus sekunder
𝜂 : efisiensi
𝑊𝑝 : energi masukan
𝑊𝑠 : energi keluaran
𝑃𝑝 : daya masukan
𝑃𝑠 : daya keluaran

III. ALAT DAN BAHAN

1. Beberapa macam kumparan


2. Catu daya
3. Kabel
4. Multitester
5. Sumber tegangan (PLN)

Halaman 1
6. Baterai 4 buah
7.
IV. LANGKAH PERCOBAAN

1. Catu daya dihubungkan ke sumber tegangan (PLN) dan multitester diatur untuk mengukur
tegangan AC.
2. Alat-alat percobaan dirangkai seperti pada gambar dibawah.

Kumparan Primer Kumparan Sekunder

Multitester

Catu Daya

3. Tegangan masukan diatur pada 12 Volt dengan memutar pengatur pada catu daya.
4. Tegangan keluaran dikur pada kumparan sekunder dengan menggunakan multitester.
5. Langkah dua dan empat diulangi dengan menggunakan kumparan yang bervariasi. Apabila
kumparan primer lebih besar dari kumparan sekunder, maka akan menjadi travo step down,
sebaliknya adalah travo step up.
6. Setelah didapat data yang cukup, kumparan primer dihubungkan dengan baterai, kemudian
tegangan keluaran pada kumparan sekunder diukur dengan menggunakan multitester.
7. Langkah enam diulangi dengan kumparan yang bervariasi hingga didapat data yang cukup.

V. HASIL DATA

Tabel 1
Kumparan Primer Dihubungkan dengan Tegangan AC
Kumparan Primer Kumparan Sekunder Tegangan Masukan Tegangan Keluaran
No
(lilitan) (lilitan) (Volt) (Volt)
1. 600 1200 12 20
2. 600 12000 12 125
3. 300 600 12 13
4. 300 12000 12 160
5. 600 3600 12 65
6. 12000 300 12 0,2
7. 12000 600 12 0,3
8. 12000 3600 12 1,6
9. 3600 300 12 0,4
10. 3600 600 12 0,6

Halaman 2
Tabel 2
Kumparan Primer Dihubungkan dengan Baterai
Kumparan Primer Kumparan Sekunder Tegangan Masukan Tegangan Keluaran
No
(lilitan) (lilitan) (Volt) (Volt)
1. 600 1200 12 0
2. 600 12000 12 0
3. 300 600 12 0
4. 12000 300 12 0
5. 12000 3600 12 0

VI. ANALISA DATA

Dengan menggunakan rumus

𝑁𝑝 𝑉𝑝
=
𝑁𝑠 𝑉𝑠

Maka dapat diperoleh tegangan yang seharusnya dihasilkan pada tabel 1.

Tabel 1
Kumparan Primer Dihubungkan dengan Tegangan AC
Tegangan
Kumparan Kumparan Tegangan Tegangan
Keluaran Efisiensi
No Primer Sekunder Masukan Keluaran
Seharusnya (Persen)
(lilitan) (lilitan) (Volt) (Volt)
(Volt)
1. 600 1200 12 20 24 83,33
2. 600 12000 12 125 240 52,08
3. 300 600 12 13 24 54,17
4. 300 12000 12 160 480 33,33
5. 600 3600 12 65 72 75,00
6. 12000 300 12 0,2 0,3 66,67
7. 12000 600 12 0,3 0,6 50,00
8. 12000 3600 12 1,6 3,6 44,44
9. 3600 300 12 0,4 1 40,00
10. 3600 600 12 0,6 2 30,00

Σ𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐷𝑎𝑡𝑎
= 53,52 %

VII. KESIMPULAN

Kelompok kami berhasil membuat transformator step up dan step down tanpa mengalami
kesulitan yang cukup berarti dalam membuat transformator ini, karena kumparan sudah tersedia
sehingga kami tinggal menyusunnya saja. Meskipun begitu, transformator yang kami buat tidak
sempurna, bahkan dapat dikatakan memiliki efisiensi yang rendah hanya 53,52%. Menurut analisis
kelompok kami, hal tersebut disebabkan karena keadaan transformator sendiri yang terbuka
sehingga fluks magnetik yang bekerja tidak maksimal. Akibatnya, daya dari kumparan primer tidak
dapat dipindahkan seluruhnya ke kumparan sekunder, sehingga menyebabkan inefisiensi.
Pada percobaan dengan menggunakan sumber tegangan dari baterai, kelompok kami tidak
mendapatkan tegangan keluaran dari kumparan sekunder. Hal ini sesuai dengan teori, dimana arus

Halaman 3
searah (DC) yang ditimbulkan dari baterai tidak dapat menimbulkan fluks magnetik pada kumparan
sehingga transformator tidak dapat bekerja. Oleh karena itu, transformator hanya dapat
menggunakan sumber tegangan bolak-balik (AC).

VIII. PERTANYAAN

1. Mengapa pada jaringan listrik PLN dijumpai trafo pada beberapa tiang?
Gunanya adalah untuk menurunkan tegangan untuk disalurkan ke rumah-rumah konsumen

2. Mengapa pada SUTET tegangan yang mencapai ribuan volt, ketika sampai di rumah hanya 220
volt?
Karena adanya trafo yang menurunkan tegangan dari tegangan 20 kV pada SUTET menjadi 220
Volt untuk didistribusikan ke konsumen

3. Mengapa teras besi pada transformator dibuat berlapis-lapis?


Fungsinya adalah untuk mengurangi panas yang ditimbulkan akibat adanya arus dalam medan
magnet. Panas ini bersifat merugikan, oleh karena itu untuk meningkatkan efisiensi, maka teras
besi dibuat berlapis-lapis.

4. Kesulitan apa yang dialami? Apa solusinya?


Kesulitannya adalah tingkat efisiensi trafo yang rendah sehingga tidak bisa digunakan untuk
membuktikan rumus yang ada. Solusinya adalah dengan membuat trafo yang lebih tertutup
sehingga fluks magnetik yang bekerja maksimal

Halaman 4
VIII. LAMPIRAN

Halaman 5
Halaman 6