Anda di halaman 1dari 7

Politeknik Negeri Semarang Percobaan 06 Nama : Rizky Ahmed Hakeem

Jurusan: Teknik Elektro Kelas : LT-1A


RANGKAIAN SERI
Prodi : D3–Listrik PARALEL NIM : 3.31.16.0.22
Makul : Praktikum Listrik Dosen : Djodi Antono, B.Tech,
Dasar M.Eng.

I. Dasar Teori
Dalam suatu rangkaian listrik , beban biasanya tidak hanya terdiri dari hubungan seri
atau hubungan paralel saja , tetapi juga dalam kedua bentuk kombinasi dari kedua
hubungan tersebut. Sampai pada saat ini tidak terdapat rumus tertentu untuk menghitung
resistansi penggantinya kecuali dengan menghitung bagian pembaguan dari rangkaian
tersebut sesuai dengan rumus seri atau paralel.

Gambar 6.1 Resistor hubungan seri dan parallel


Penyelesaian rangkaian pada gambar 6.1 adalah:
𝑅 ×𝑅
𝑅𝑝1 = 𝑅3 //𝑅4 = 𝑅3 +𝑅4
3 4
𝑅𝑝2 = 𝑅2 + 𝑅𝑝1
𝑅5 ×𝑅𝑝2
𝑅𝑝3 = 𝑅5 //𝑅𝑝2 = 𝑅
5 +𝑅𝑝2

𝑅𝑇 = 𝑅1 + 𝑅𝑝3
Tegangan peralatan tidak selalu cocok dengan tegangan yang ada, maka dari itu
diperlukan suatu rangkaian pembagi tegangan untuk keperluan tersebut.
Potensiometer dapat digunakan sebagain pembagi tegangan.
Gambar 6.2 Potensiometer sebagai pembagi tegangan

Dengan mengatur posisi potensiometer , kita dapat pula mengatur tegangan yang
diperlukan dengan rumus:
𝑉1 = 𝐼1 × 𝑅𝑝𝑜𝑡
Maka :
𝑅𝑝𝑜𝑡 = 𝑉1 /𝐼1

II. Rangkaian Pecobaan

Gambar 6.4 Pengukuran arus dan tegangan pada rangkaian seri dan parallel
Gambar 6.5 Potensiometer sebagai pembagi tegangan

III. Langkah Percobaan


1. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 6.3.
2. Onkan catu daya dan atur tegangan catu daya selangkah demi selangkah dari 2
volt sampai dengan 12 volt. Pada setiap langkah ukur tegangan dan arus pada
masing-masing resistor, catat hasil pengukuran pada tabel 6.1.
3. Ganti nilai tahanan R1 = 47 ohm ,R2 = 47 ohm , R3 = 390 ohm dan R4 = 390
ohm. Ulangi langkah 2 , catat hasil pengukuran pada tabel 6.2.
4. Hitung tahanan pengganti dengan menggunakan tabel 6.1 dan 6.2.
5. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 6.4.
6. Catat kedudukan potensiometer untuk 20%,30%,50%,70% dan Maksimum
7. Onkan catu daya , Atur tegangan pada 15 Volt
8. Catat kedudukan potensiometer untuk 20%,30%,50%,70% dan Maksimum ,Ukur
besarnya arus untuk masing-masing kedudukan potensiometer,catat hasil
pengukuran pada tabel 6.3.
9. Ganti nilai tahanan RL dengan 1K2 ohm.
IV. Hasil Percobaan
Tabel 6.1

Tegangan Tegangan dan arus resistor


Catu R1 = 47 ohm R2 = 100 ohm R3 = 220 ohm R4 = 390 ohm
Daya V I V I V I V I
2 0,4 7,5 0,6 7,5 1 4,5 1 2,5
4 0,6 15 1,4 15 2 8,2 2 4,7
6 1 17,5 2 17,5 3 12,5 3 7
8 1,44 18 2,8 18 4 16,3 4 9,2
10 1,8 16,5 3,6 16,5 5 21 5 11,5
12 2 17,5 4,2 17,5 5,8 27 5,8 15

 Menggunakan perhitungan seri parallel


220×390
𝑅𝑝1 = 𝑅3 //𝑅4 = 220+390 = 140,65 𝑜ℎ𝑚
𝑅𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑎𝑛𝑡𝑖 = 𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅𝑝1 = 47 + 100 + 140,65 = 287,65 Ω

 Menggunakan Rumus Hukum Ohm


Misal I total = 7,5 mA = 7,5 × 10−3 A
𝑉 2
Tahanan pengganti = = = 266,67 Ω
𝐼𝑡𝑜𝑡 7,5 ×10−3

Tabel 6.2
Tegangan Tegangan dan arus resistor
Catu R1 = 47 ohm R2 = 47 ohm R3 = 390 ohm R4 = 390 ohm
Daya V I V I V I V I
2 0,4 6,5 0,4 6,5 1,4 3,1 1,4 3,1
4 0,8 13,25 0,7 13,25 2 6,7 2 6,7
6 1,2 20 1,1 20 4,2 10 4,2 10
8 1,4 26,5 1,2 26,5 5,4 13,5 5,4 13,5
10 1,6 32,5 1,5 32,5 6,6 16 6,6 16
12 2 40 1,8 40 7,6 19 7,6 19

 Menggunakan perhitungan seri parallel


390×390
𝑅𝑝1 = 𝑅3 //𝑅4 = 390+390 = 195 𝑜ℎ𝑚
𝑅𝑝𝑒𝑛𝑔𝑔𝑎𝑛𝑡𝑖 = 𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅𝑝1 = 47 + 47 + 195 = 289 Ω

 Menggunakan rumus hukum ohm


Misal I total = 6,5 mA = 6,5 × 10−3 A
𝑉 2
Tahanan pengganti = = = 307,7 Ω
𝐼𝑡𝑜𝑡 6,5 ×10−3
Tabel 6.3 Tahanan pada potensiometer adalah 320 ohm
Kedudukan Arus (mA)
Potensiometer RL = RL = RL = RL =
(Ω) 680 Ω
Total
470 Ω
Total
390 Ω
Total
1K2 Ω
Total

64 19 75 25 82,5 30 85 10 100

96 14 100 19 110 22 115 8,25 95

160 9,5 90 13 94 15 95 5,5 80

224 6 80 8,05 80 10 80 3,5 80

320 18 µA 75 140 µA 75 141 µA 75 90 µA 75

V. Pembahasan Hasil Percobaan


1. Dari tabel 6.1 , dapat kita ketahui bahwa untuk arus yang mengalir pada resistor
yang dirangkai secara seri memiliki nilai yang sama , namun untuk arus pada
masing-masing resistor yang dihubungkan paralel berbeda sesuai dengan nilai
pada masing-masing tahanan begitu juga pada tegangan pada resistor yang
dihubungkan seri tetapi pada resistor dengan hubungan parallel memiliki tegangan
yang sama. Selain itu untuk nilai resistor hubungan pengganti untuk hubungan seri
parallel dapat kita cari dengan 2 cara yakni menggunakan perhitungan seri dan
parallel serta menggunakan hukum ohm sesuai dengan nilai hasil pengukuran.
Tetapi kedua hasilnya tidak tentu sama persis karena terjadi beberapa factor yang
mempengaruhi hasil pengukuran yakni:

• Adanya toleransi pada resistor yang mengakibatkan nilai resistor tidak presisi
seperti yang tertera pada gelang warna.

• Kesalahan pengukuran

• Kesalahan pembacaan alat ukur

• Tegangan sumber yang tidak presisi sesuai dengan gambar rangkaian.

2. Dari tabel 6.2 yang memiliki nilai tahanan yang sama pada R1 = R2 = 47 Ω dan
R3 = R4 = 390 Ω dapat kita ketahui bahwa arus pada resistor yang memiliki nilai
tahanan yang sama juga memiliki nilai arus yang sama begitu juga dengan
tegangannya. Selain itu untuk nilai resistor hubungan pengganti untuk hubungan
seri parallel dapat kita cari dengan 2 cara yakni menggunakan perhitungan seri
dan parallel serta menggunakan hukum ohm sesuai dengan nilai hasil pengukuran.
Tetapi kedua hasilnya tidak tentu sama persis karena terjadi beberapa factor yang
mempengaruhi hasil pengukuran yakni:
• Adanya toleransi pada resistor yang mengakibatkan nilai resistor tidak presisi
seperti yang tertera pada gelang warna.

• Kesalahan pengukuran

• Kesalahan pembacaan alat ukur

• Tegangan sumber yang tidak presisi sesuai dengan gambar rangkaian.

3. Dati tabel 6.3, kita ketahui bahwa tahanan pada potensiometer dapat dirubah
sesuai dengan keinginan maka dari itu kita juga dapat menentukan tegangan yang
ingin diperlukan dengan cara menentukannya melalui tahanan yang diperlukan
misal untuk kedudukan 20 % dari potensiometer 320 ohm pada tegangan 15 volt
kita mendapatkan tahanan sebesar 64 ohm dan tegangan 3 volt pada tahanan
tersebut dan 12 volt untuk tegangan pada RL. Maka dari itu potensiometer juga
sering disebut pembagi tegangan karena dapat mengurangi tegangan pada
hubungan seri parallel.

VI. Menjawab Pertanyaan


Berikan kesimpulan saudara mengenai rangkaian seri dan parallel (minimal 3
keadaan)
Jawaban:
1. Tegangan pada masing-masing resistor sesuai dengan hubungan yang terjadi pada
resistor tersebut. Misal untuk 2 resistor yang dirangkai seri maka tegangannya
berbeda tapi untuk 2 resistor yang dirangkai parallel maka tegangannya sama.
2. Arus pada masing-masing resistor sesuai dengan hubungan yang terjadi pada
resistor tersebut. Misal untuk 2 resistor yang dirangkai seri maka arus yang
mengalir sama tapi untuk 2 resistor yang dirangkai parallel maka arusnya sama
apabila dijumlahkan akan sama dengan arus yang mengalir pada rangkaian seri
sebelumnya.
3. Untuk mencari tahanan pengganti pada rangkaian seri dan parallel dapat dicari
dengan menggunakan 2 cara yakni menggunakan perhitungan seri dan parallel
satu persatu maupun dengan menggunakan hukum ohm yang sebelumnya hasil
untuk tegangan dan arus sudah dicari melakukan pengukuran yang benar.
4. Untuk rangkaian potensiometer berguna untuk rangkaian pembagi tegangan.
Karena tahanan pada potensiometer dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.
VII. Kesimpulan
1. Tegangan pada masing-masing resistor sesuai dengan hubungan yang terjadi pada
resistor tersebut. Misal untuk 2 resistor yang dirangkai seri maka tegangannya
berbeda tapi untuk 2 resistor yang dirangkai parallel maka tegangannya sama.
2. Arus pada masing-masing resistor sesuai dengan hubungan yang terjadi pada
resistor tersebut. Misal untuk 2 resistor yang dirangkai seri maka arus yang
mengalir sama tapi untuk 2 resistor yang dirangkai parallel maka arusnya sama
apabila dijumlahkan akan sama dengan arus yang mengalir pada rangkaian seri
sebelumnya.
3. Untuk mencari tahanan pengganti pada rangkaian seri dan parallel dapat dicari
dengan menggunakan 2 cara yakni menggunakan perhitungan seri dan parallel
satu persatu maupun dengan menggunakan hukum ohm yang sebelumnya hasil
untuk tegangan dan arus sudah dicari melakukan pengukuran yang benar.
4. Untuk rangkaian potensiometer berguna untuk rangkaian pembagi tegangan.
Karena tahanan pada potensiometer dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.

VIII. Daftar Pustaka


http://elektronikadasar.info/rangkaian-seri-dan-paralel.htm