Anda di halaman 1dari 63

Pedoman Operasional Baku

Keuangan Mikro Syariah (KMS)


BAB
Pendahuluan
I

A. Latar Belakang
Permasalahan rendahnya pendapatan, sering menjadi penyebab kekumuhan suatu
kawasan permukiman. Oleh karena itu, upaya peningkatan kesejahteraan suatu masyarakat
miskin, akan memberikan kontribusi pada pencegahan terjadinya kekumuhan dan makin
membaiknya kualitas suatu kawasan pemukiman. Oleh karena itu, Departemen Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat, melalui program P2KKP terus menjaga dan meningkatkan
kualitas program pemberdayaan ekonomi yang sebelumnya dilakukan pada Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM MP).
Dalam PNPM MP, penanggulangan kemiskinan dilakukan dengan memberdayakan
masyarakat melalui tiga jenis kegiatan pokok, yakni infrastruktur, sosial dan ekonomi yang
dikenal dengan Tridaya. Dalam kegiatan ekonomi diwujudkan dengan kegiatan Pinjaman Dana
Bergulir (PDB), yakni perguliran pinjaman skala mikro kepada masyarakat miskin. Setelah
sejak masih bernama Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) pada tahun
1999, sistem yang digunakan adalah sistem keuangan konvensional. Sejak tahun 2014, mulai
dirintis adanya keuangan mikro syariah pada Pinjaman Dana Bergulir (PDB).
Sistem keuangan syariah, khususnya dalam simpan pinjam, kini telah berkembang
pesat di dunia termasuk di Indonesia. Sistem ini tidak hanya diperuntukkan bagi kaum muslim
saja, namun juga bisa untuk melayani oleh non-muslim. Selain itu, banyak pengelola lembaga
keuangan syariah adalah non muslim, sehingga sistem keuangan syariah adalah sistem
keuangan yang inklusif.
Pelaksanaan Keuangan Mikro Syariah (KMS) melalui Unit Pengelola Keuangan (UPK),
bukan Pinjaman Dana Bergulir (PDB) dengan adanya akad syariah sebagai tambahan saja,
namun adanya transformasi PDB yang lebih baik dengan sistem keuangan syariah. KMS bukan
program lanjutan yang mensyaratkan pemanfaat harus diseleksi dari anggota KSM yang sudah
terbukti baik, namun KMS terbuka bagi anggota KSM yang baru dibentuk ataupun yang sudah
menjadi anggota KSM pada program PDB reguler atau PPMK.

B. Tujuan
Tujuan dari adanya KMS adalah untuk meningkatkan akses pelayanan keuangan bagi
masyarakat miskin secara berkelanjutan dengan menggunakan sistem syariah.

C. Keluaran
Keluaran dari KMS adalah :
1. Adanya UPK yang melaksanakan prinsip-prinsip keuangan syariah dalam operasional
layanan UPK dan dalam budaya kerja UPK.
2. Adanya pengelola UPK dan tim konsultan yang menguasai KMS.
3. Adanya peningkatan kualitas kinerja Pinjaman Dana Bergulir (PDB) yang dikelola oleh UPK
setelah melaksanakan KMS.

D. Sasaran
Penerima manfaat dari Keuangan Mikro Syariah seperti yang ditunjukkan oleh tabel 1
di bawah ini :
Tabel 1. Kriteria penerima manfaat Keuangan Mikro Syariah (KMS)
Kriteria Indikator / Sumber Pembuktian
1. Berasal dari Rumah Tangga Miskin Ada di dalam daftar PS 2 ; KK & KTP
2. Berdomisili di wilayah kerja UPK KTP
3. Berusia minimal 18 tahun KTP
4. Menganut agama yang diakui pemerintah KTP
5. Bersedia mengikuti ketentuan UPK Syariah dan Mengisi aplikasi permohonan anggota
Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). KSM UPK serta lulus Pelatihan Wajib
Kelompok (PWK)
6. Sudah memiliki usaha atau sedang merintis usaha Rekomendasi dari KSM
yang tidak bertentangan dengan adat, agama, dan
peraturan yang berlaku serta tidak merusak
lingkungan.
7. Diprioritaskan perempuan1, minimal dalam satu KTP & daftar anggota KSM.
KSM 50 % adalah perempuan.

1 Keterangan tentang anggota KSM yang diprioritaskan adalah perempuan :


1. Keanggotaan di KSM mewakili satu rumah tangga
2. Perempuan yang menjadi anggota KSM adalah mewakili rumah tangganya
3. Anggota KSM tetap perempuan meskipun pemanfaat pembiayaan adalah suami
BAB Kebijakan Keuangan Mikro
II Syariah

A. Pendekatan Pembiayaan kelompok


Kelompok merupakan media belajaran bagi masyarakat dalam rangka pelembagaan nilai-nilai
universal sebagai modal dasar, membangun kepedulian sosial dan kemandirin ekonomi.
Keuangan Mikro menggunakan pendekatan kelompok pada pinjaman bergulirnya, baik untuk
usaha perorangan maupun usaha kelompok. Yang dimaksud sebagai pendekatan kelompok
adalah bukan dilihat dari perikatan akadnya yakni UPK dengan KSM serta bukan karena akun
pinjaman dan tabungannnya adalah akun per-KSM bukan per-anggota KSM. Pendekatan
kelompok yang dimaksud adalah pada proses seleksi persetujuan pinjaman, antisipasi
kemacetan dan penanganan pinjaman bermasalah yang menggunakan mekanisme kelompok.
Beberapa ketentuan dalam pendekatan kelompok diantaranya adalah :
1) Setiap orang yang berminat mendapatkan layanan Keuangan Mikro harus bergabung
terlebih dahulu dalam suatu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM),
2) Kelompok berfungsi untuk melakukan penguatan kapasitas anggota KSM dan sebagai
“penjamin” pinjaman melalui mekanisme tanggung renteng.
3) Setiap anggota yang akan mengaju 3kan pembiayaan, terlebih dahulu mengajukan
permohonannya kepada KSM secara lisan, terbuka (dihadapan anggota KSM lainnya)
ditambahkan dengan prasyarat lain sesuai aturan program KOTAKU.
4) Setiap pengajuan harus mendapatkan persetujuan secara aklamasi dari anggota KSM
lainnya dan persetujuan guna mendapatkan dukungan tanggung renteng secara aklamasi.

B. Jenis Akad Pembiayaan


Tanpa menghalangi penggunaan akad-akad syariah yang lainnya, akad
pembiayaan yang digunakan di KMS sebagai pengenalan KMS adalah Murabahah dan
Ijarah. Selain itu sebagai akad pelengkap bagi akad Murabah dan Ijarah digunakan akad
wakalah. Merujuk kepada fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN
MUI) murabahah adalah akad pembiayaan jual beli. Digunakan untuk keperluan
pembiayaan dengan alokasi modal kerja pembelian barang. Ijarah adalah akad
pembiayaan sewa. Digunakan untuk keperluan sewa tempat usaha ataupun biaya
sekolah anak dari anggota KSM. Akad wakalah (perwakilan) digunakan sebagai untuk
membantu UPK apabila UPK mengalami kesulitan dalam pengadaan barang atau jasa
secara langsung.
Secara teknis pembiayaan murabahah adalah akad jual beli antara UPK Syariah
selaku penyedia barang dengan anggota KSM yang memesan untuk membeli barang.
Atas pembelian barang tersebut UPK memperoleh keuntungan yang disepakati bersama.
Berdasarkan akad jual-beli tersebut UPK membeli barang yang dipesan dan menjualnya
kepada anggota KSM. Harga jual UPK Syariah adalah harga beli dari supplier ditambah
keuntungan yang disepakati. UPK Syariah harus memberitahu secara jujur harga pokok
barang kepada Anggota KSM . Pembelian barang oleh UPK Syariah dapat diwakilkan
kepada siapa saja yang sudah mukallaf (dewasa/cakap hukum), termasuk anggota KSM
yang akan menerima pembiayaan. Pembelian barang dengan cara diwakilkan ini
menggunakan akad wakalah.
Rukun dan ketentuan murabahah dijelaskan sebagai berikut :
a) Rukun murabahah
1) Penjual (Ba’i)

2) Pembeli (Musytari)

3) Obyek Jual Beli (Mabi’)

4) Harga (Tsaman)

5) Ijab Qabul
b) Ketentuan tentang Murabahah pada UPK syariah

1) UPK Syariah dan anggota KSM harus melakukan akad murabahah yang bebas riba
2) Barang yang diperjualbelikan tidak diharamkan oleh syariah
3) UPK Syariah membiayai sebagian atau seluruh harga pembelian barang yang telah
disepakati kualifikasinya
4) UPK Syariah membeli barang yang diperlukan Anggota KSM atas nama UPK
Syariah dan pembelian ini harus sah dan bebas riba.
5) UPK Syariah harus menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian,
misalnya jika pembelian dilakukan secara berhutang.
6) UPK Syariah kemudian menjual barang tersebut kepada anggota KSM (pemesan)
dengan harga jual senilai harga beli plus keuntungan atau marjin. Dalam kaitan ini
UPK Syariah harus memberitahu secara jujur harga pokok barang kepada anggota
KSM.
7) Anggota KSM membayar harga barang yang telah disepakati tersebut pada jangka
waktu tertentu yang telah disepakati.
8) Jika UPK Syariah hendak mewakilkan kepada anggota untuk membeli barang dari
pihak ketiga, akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang, secara
prinsip, menjadi milik UPK Syariah.
9) Hutang dalam murabahah
(a) Secara prinsip, penyelesaian hutang Anggota KSM dalam transaksi murabahah
tidak ada kaitannya dengan transaksi lain yang dilakukan anggota KSM
dengan pihak ketiga atas barang tersebut.
(b) Jika Anggota KSM menjual kembali barang tersebut dengan keuntungan atau
kerugian, anggota KSM tetap berkewajiban untuk menyelesaikan hutangnya
kepada UPK Syariah.
(c) Jika Anggota KSM menjual barang tersebut sebelum masa angsuran berakhir,
anggota tidak wajib segera melunasi hutang seluruhnya.
(d) Jika penjualan barang tersebut menyebabkan kerugian, anggota KSM tetap
harus menyelesaikan hutangnya sesuai kesepakatan awal. Anggota KSM tidak
boleh memperlambat pembayaran angsuran atau meminta kerugian itu
diperhitungkan.
10) Wakalah dalam Murabahah
(a) Yang dimaksud akad wakalah adalah pelimpahan kekuasaan oleh satu pihak
kepada pihak lain dalam hal-hal yang boleh diwakilkan.
(b) Syarat dan Akad wakalah:
i. Syarat-syarat muwakil ( yang mewakilkan).
a. Harus pemilik sah
b. Orang mukhalaf atau anak mumayiz dalam batas-batas tertentu
ii. Syarat wakil (yang mewakili)
a. Cakap hukum
b. Dapat mengerjakan tugas yang diwakilkan kepadanya
c. wakil adalah orang yang diberi amanat
iii. Hal-hal yang diwakilkan
a. Diketahui dengan jelas oleh orang yang mewakili
b. Tidak bertentangan dengan syariat islam
c. Dapat diwakilkan menurut syariat islam.
iv. Ijab qobul
(c) Melalui akad wakalah, UPK Syariah dapat memberi kuasa pembelian barang
kepada Anggota KSM

Ketentuan Ijarah dijelaskan sebagai berikut :


1. Yang dimaksud akad ijarah (multijasa) adalah pembiayaan yang diberikan UPK syariah
kepada anggota KSM dalam memperoleh manfaat suatu jasa, seperti jasa pendidikan,
pelayanan kesehatan.
2. Secara teknis pembiayaan ijarah multijasa adalah akad ijarah antara UPK Syariah selaku
penyedia jasa dengan anggota KSM yang memesan untuk memanfaatkan jasa tersebut
dan atas transaksi tersebut UPK Syariah memperoleh fee/ujroh.
3. Ketentuan akad Ijarah multijasa
a. UPK Syariah dan Anggota KSM harus melakukan akad ijarah Multijasa yang bebas
riba
b. Jasa yang ditawarkan tidak diharamkan oleh syariah
c. UPK Syariah menyediakan jasa yang diperlukan Anggota KSM atas nama UPK
Syariah, dengan memiliki atau tidak memiliki lembaga penyedia jasa tersebut.
d. Yang dimaksud jasa dalam pasal ini adalah pembiayaan untuk pembayaran pendidikan,
pembayaran kesehatan atau pembayaran dokumen kepemilikan.
e. Atas manfaat yang ditelah dinikmati anggota , maka UPK Syariah bisa meminta fee
kepada anggota KSM.
f. Besarnya fee disepakati di awal dan dinyatakan dalam bentuk nominal bukan
prosentase.
g. Anggota KSM membayar pembiayaan dan fee yang telah disepakati tersebut pada
jangka waktu tertentu yang telah disepakati.
h. Jika UPK Syariah hendak mewakilkan kepada Anggota KSM untuk membayar jasa
kepada pihak penyedia jasa, akad ijarah multijasa harus dilakukan setelah wakalah
selesai dilakukan.
i. Ketentuan wakalah mengikuti ketentuan wakalah dalam murabahah.
Skema akad murabahah & ijarah dijelaskan oleh gambar 2 dan gambar 3di bawah ini :
1. Pengajuan &
persetujuan

2. Akad Wakalah
UPKS ke Anggota
KSM

4. Angg KSM membawa


kwitansi utk Pelunasan
UPKS akad Wakalah
ANGGOTA KSM

5. Akad Jual Beli


UPKS & anggota
KSM

3. Anggota UPKS
membeli barang
SUPLIER atas nama UPKS

Gambar 2. Skema Murabahah Dengan Wakalah

1. Pengajuan &
persetujuan

2. Akad Wakalah
UPKS ke Anggota
KSM

ANGGOTA KSM
4. Angg KSM membawa
kwitansi utk Pelunasan
UPKS akad Wakalah

5. Akad Ijarah
UPKS & anggota
KSM

3. Anggota UPKS
OBYEK membayar sewa
SEWA atas nama UPKS

Gambar 3. Skema Akad Ijarah dengan Wakalah

C. Skim Pembiayaan
Skim pembiayaan terdiri dari tujuan/alokasi pembiayaan, akad, plafond pembiayaan,
jangka waktu, margin pembiayaan, tabungan cadangan dan tabungan kelompok. Secara rinci,
dijelaskan oleh tabel 2 di bawah ini:

Tabel 2. Skim pembiayaan KMS PNPM Mandiri Perkotaan


Hal Angota KSM lama Anggota KSM Baru
Alokasi Modal kerja, biaya sekolah, sewa tempat
Plafond Maksimal 3 juta Maksimal 1 juta
Jangka waktu 50 minggu
Margin/fee Setara minimal 1.5 % - maksimal 3%
Grace Periode 1 minggu
Frekwensi Pembiayaan Tidak dibatasi, anggota boleh mendobel angsuran maksimal 2 kali
dalam 1 bulan
Tabungan Cadangan 10 % dari plafond, dimasukan dalam komponen angsuran (tidak
sebagai syarat pengajuan pembiayaan)
Tabungan Kelompok Sesuai kesepakatan, minimal 1 ribu per pekan per anggota

D. Sumber dana Pembiayaan


Sumber pendanaan untuk KMS adalah dari sumber yang halal dan legal sesuai aturan
yang berlaku. Sumber dana pembiayaan dapat berasal dari :
a) modal UPK
(1) Modal UPK sebelum konversi
(2) Pemupukan modal dari laba sebelum konversi
(3) Cadangan Resiko UPK sebelum konversi yang berhasil ditarik kembali
b) Pemupukan modal dari laba UPK
c) Tabungan cadangan
d) Tabungan kelompok.
e) APBD
f) Dana yang berasal dari pihak swasta
g) Dana Swadaya masyarakat
Tabungan cadangan dan tabungan kelompok bisa digunakan sebagai sumber perguliran
karena melekat pada syarat pembiayaan. Hal ini berbeda dengan tabungan individu, yang
bukan menjadi syarat pembiayaan sehingga keberadaannya harus bebas dari resiko
pembiayaan. Ketika UPK yang menerapkan KMS sudah berbadan hukum, maka dana
tabungan individu dapat digunakan untuk perguliran pembiayaan.

E. Tahapan Tanggung renteng


Tanggung renteng adalah kesepakatan saling tolong-menolong / saling menalangi antar
anggota KSM. Sebagai cadangan untuk saling menalangi, maka anggota KSM diwajibkan
membayar cadangan tabungan dan tabungan kelompok. Proses pelaksanaan tanggung
renteng sebagai berikut :
1) Angota lain menalangi secara tunai atau dari pemotongan tabungan individu
2) Tabungan Cadangan ybs
3) Tabungan Cadangan anggota Lain dalam 1 kaki
4) Tabungan Cadangan anggota lain dalam kaki lain
5) Tabungan kelompok
Setelah ditalangi, anggota tetap harus membayar penalangan senilai yang ditalangi.

F. Kolektibiltas dan Cadangan Resiko


Untuk menilai kualitas hutang anggota KSM, diberlakukan aturan kolektibilitas.
Penghitungan kolektibilitas mengacu pada PBI no 8/19/2006 tentang kolektibilitas bagi
BPR . Atas dasar golongan kolektibitas, maka UPK Syariah wajib melakukan cadangan
resiko yang diposkan sebagai beban bulanan UPK.
Rumus Cadangan resiko adalah :

Cadangan resiko
Paramater = Saldo
Kolektibitas pokok
dan tarifpembiayaan (berdasar
Cadangan resiko kolektibilitas)
dijelaskan oleh tabel 3tarif kolektibiltas
di bawah ini:

Tabel 3. Penggolongan PAR/Kolektibilitas KMS


N Golongan Tunggakan Angsuran Pokok Cadangan Resiko
o
1 Koll 1/lancer tidak ada tunggakan 0.5%
2 Koll 2 /Dalam Perhatian Khusus mengandung tunggakan 1-30 hari 0.5%
3 Koll 3 / Kurang Lancar mengandung tunggakan 31-90 hari 10%
4 Koll 4 / Meragukan mengandung tunggakan 91-180 hari 50%
5 Koll 5/Macet mengandung tunggakan lebih 180 hari 100%

G. Jenis Akad Tabungan


Mengacu pada Fatwa DSN MUI no 2/DSN-MUI/2000 tentang tabungan , akad yang
digunakan di UPK Syariah untuk tabungan adalah wadi’ah (titipan). Wadi’ah ada dua :
(1) Wadi’ah yad dhomanah
(2) Wadi’ah yad amanah
Wadiah Yad Ad Dhamanah adalah titipan dana Anggota pada UPKS yang dapat
dipergunakan oleh UPKS dengan seijin Anggota dimana UPKS menjamin akan
mengembalikan titipan tersebut secara utuh (sebesar pokok yang dititipkan).
Wadiah Yad Amanah adalah titipan dana Anggota pada UPKS yang tidak dapat
dipergunakan oleh UPKS . UPKS menjamin akan mengembalikan titipan tersebut secara
utuh (sebesar pokok yang dititipkan).
Rukun Wadiah
a. Wadi' = Penitip
b. Mudi' = penerima titipan
c. Wadi'ah = titipan
d. Shighat = Aqad

H. Jenis Tabungan
a) Tabungan Kelompok
(1) Tabungan kelompok adalah tabungan yang wajib di bayar anggota dalam setiap
pekan sejumlah kesepakatan anggota yang tidak boleh memberatkan anggota.
(2) Akad tabungan kelompok adalah Wadi’ah yad dhomanah.
(3) Tabungan tersebut milik seluruh anggota dan hanya akan dibagikan kepada
seluruh anggota yang masih aktif jika KSM yang bersangkutan secara
musyawarah anggota membubarkan diri.
(4) Tabungan kelompok bisa digunakan sebagai dana talangan cicilan dana bergulir
anggota ybs atau anggota lain yang dalam keadaan tidak mampu.
(5) Tabungan kelompok bisa digunakan untuk pinjaman anggota untuk keperluan
yang mendesak dengan persetujuan seluruh anggota.
(6) Tabungan kelompok bisa digunakan untuk biaya operasional KSM seperti : foto
copy, alat tulis, dll.
(7) Selain itu tabungan kelompok juga bisa digunakan untuk santunan duka cita
anggota KSM.
(8) Tabungan kelompok dicatat dan dikumpulkan oleh Bendahara KSM.
(9) Besarnya tabungan kelompok ditentukan berdasarkan kesepakatan anggota KSM
(10) Tabungan kelompok, dikembalikan ke anggota saat ybs keluar dari KSM.
b) Tabungan Cadangan
(1) Tabungan cadangan adalah tabungan yang diwajibkan kepada anggota yang
mendapat dana bergulir dan wajib di bayar setiap pertemuan mingguan sesuai
dengan waktu ciciclan.
(2) Akad tabungan cadangan adalah wadiah yad dhomanah.
(3) Besarnya tabungan cadangan setiap angsuran adalah 10% dari besarnya plafond
pembiayaan dibagi jangka waktu pembiayaan.
(4) Bila karena satu dan lain hal anggota ybs/anggota lain tidak bisa membayar
cicilan tepat waktu, dan anggota lain tidak bisa menalangi secara cash, maka
secara otomatis tabungan cadangan anggota tersebut dikurangi untuk menutupi
kewajiban anggota tersebut.
(5) Setelah dikurangi untuk penalangan, tabungan tersebut tetap harus dibayar
kembali oleh anggota yang ditalangi.
(6) Tabungan cadangan akan dikembalikan kepada anggota saat hutang telah lunas.

c) Tabungan Individu
(1) Tabungan Individu adalah tabungan sukarela dari anggota KSM
(2) Akad Tabungan cadangan adalah wadiah yad Amanah.
(3) Tabungan individu tidak boleh digulirkan sebagai pembiayaan
(4) Tidak ada batasan minimal atau maskimal penyetoran tabungan individu .

I. Fase Transisi Ke Syariah


Bagi UPK yang masih berjalan pinjaman regular konvensionalnya, sebelum full
memakai akad pembiayaan syariah dalam semua kegiatan perguliran dana, UPK memasuki
periode transasisi. Bagi UPK yang pinjaman regular sudah tidak berjalan, sementara dana
masih ada, UPK langsung masuk dalam periode syariah. Dalam periode transisi, masih ada
anggota KSM lama yang mengangsur pinjaman regular konvensional. Ketentuan periode
transisi sebagai berikut :
 Akad baru harus sudah memakai akad pembiayaan syariah.
 Masa Periode transisi adalah maksimal 1 tahun atau setelah pendapatan dari pembiayaan
syariah bisa menutupi seluruh biaya.
 Rekening Bank yang dimiliki UPK dipindahkan ke Bank Umum Syariah.
 Saldo pinjaman regular konvensional dan cadangan resiko masa konvesional dipindahkan
ke rupa-rupa aktiva.2

2 Prinsip pelaporan keuangan dalam periode transisi adalah terjadi pemisahan laporan pencatatan dari transaksi syariah
dan non syariah. Sehingga selama periode ini dibuat akun sementara (penampung) untuk mencatat transaksi non syariah
 Sisa saldo pinjaman regular konvensional masih diperbolehkan mengangsur seperti
perjanjian (sampai dengan jatuh tempo).
 UPK diperbolehkan mengakui bunga pinjaman dari sisa saldo pinjaman regular
konvensional sebagai pendapatan.
 Seiring dengan tidak bertambahnya saldo pinjaman konvensional, maka cadangan resiko
konvensional tidak dibebankan lagi.
 Cadangan resiko tahun berjalan hanya menghitung pembiayaan syariah
 Setelah masa periode transisi berakhir
1. Sisa saldo bunga pinjaman dihapuskan.
2. Saldo pokok pinjaman tetap diangsur sampai lunas.
3. Saldo pinjaman regular konvensional yang macet (koll 5) dihapuskan dengan
mengunakan saldo cadangan resiko konvensional. Bila tidak mencukupi, maka
langsung mengurangi modal.
4. Sisa cadangan resiko regular konvensional dipindahkan ke modal

J. Hapus Buku dan Hapus Tagih Pinjaman


1) Definisi Hapus Buku dan Hapus Tagih
a) Hapus buku adalah tindakan administratif yang dilakukan UPK, yaitu pengeluaran catatan
pinjaman anggota KSM dari pembukuan UPK. Dengan Dilakukan hapus buku ini, maka catatan
hutang nasabah yang bersangkutan keluar/dihapus dari neraca, tetapi tidak dihapus dari daftar
peminjam yang diberikan.
Hapus buku pinjaman tidak mengakibatkan dihapusnya/ditiadakannya hak UPK/BKM untuk
melakukan penagihan. Sewaktu-waktu UPK/BKM dapat menagih pinjaman yang telah
dihapusbukukan apabila peminjam tersebut (KSM) sudah layak untuk ditagih dan belum
kadaluarsa menurut aturan yang berlaku.
b) Hapus tagih adalah tindakan pemutihan hutang yang dilakukan oleh UPK kepada debitur.
Dengan dilakukannya hapus tagih, maka pinjaman yang bersangkutan sudah lunas dan anggota
KSM tidak mempunyai kewajiban pembayaran kepada UPK.
Hapus tagih bisa dilakukan dengan proses hapus buku terlebih dahulu atau bersamaan dengan
proses hapus buku.
Hapus buku dan Hapus tagih hanya dapat dilakukan terhadap penyediaan dana (pinjaman) yang
masuk golongan kolektibilitas macet.

2) Manfaat hapus buku dan hapus tagih pinjaman.


a) Kualitas neraca UPK menjadi lebih baik dalam hal ini angka-angka yang tercantum dalam pos-
pos harta dalam neraca menggambarkan kondisi harta UPK yang sebenarnya.
b) Mutu aktiva produktif UPK menjadi lebih baik, tingkat pinjaman bermasalah menjadi rendah
sehingga meningkatkan nilai kesehatan UPK.
c) UPK dapat lebih fokus berkonsentrasi untuk mengembangkan/ekspansi pinjamannya dalam
rangka peningkatan taraf hidup MBR

dan akun ini dihapus setelah memasuki periode full syariah.


3) Ketentuan Hapus Buku dan Hapus Tagih Pinjaman
Pinjaman macet yang dapat bisa hapus buku dan hapus tagih adalah sebagai berikut:
a) Pinjaman yang dapat dihapusbukukan.
 Pinjaman menunggak disebabkan force majeure (di luar kemampuan peminjam) misalnya
karena bencana alam dan musibah lainnya dengan dibuktikan surat keterangan dari pihak
kelurahan.
 Peminjam tidak diketahui alamatnya dan tidak ada keluarga yang bertanggung jawab untuk
mengembalikan/menyelesaikan pinjaman.
 Karena Usaha peminjam bangkrut (macet) sehingga tidak mempunyai kemampuan untuk
mengembalikan dana pinjaman.
b) Pinjaman yang dihapus buku dan atau hapus tagih adalah pinjaman yang peminjamnya
meninggal dunia dan anggota keluarga serta kelompoknya tidak mempunyai kemampuan
untuk mengembalikan pinjaman
c) Bukti debitur telah meninggal dunia adalah surat keterangan kematian dari kelurahan/rumah
sakit.
4) Pelaksanaan penghapusan pinjaman
Hapus buku dan atau hapus tagih hanya dapat dilakukan setelah UPK/BKM melakukan berbagai
upaya untuk memperoleh kembali pinjaman, adapun langkah-langkah yang harus dilakukan
adalah sebagai berikut:

 UPK menyusun daftar pinjaman macet yang akan dihapus buku dan hapus tagih dengan
mencantumkan penyebab pinjaman tersebut dihapusbukukan.
 Membentuk Tim verifikasi pinjaman yang dihapus buku dan hapus tagih yang terdiri dari UPK,
Pengawas BKM dan aparat kelurahan/desa
 Putusan hapus buku dan hapus tagih melalui rapat BKM dan tim verifikasi, selanjutnya
pelaksanaan hapus buku dan hapus tagih dilaporkan kepada masyarakat melalui rembug
warga tahunan (RWT)
 Dalam rangka hapus tagih, tidak ada kegiatan pembukuan tetapi dibuatkan surat keputusan
dari BKM/LKM

Tatacara pencatatan dan pelaporan di pembukuan UPK sebagai dampak dari hapus buku dan
hapus tagih dijelaskan dalam POS pengelolaan keuangan di tingkat desa/kelurahan.
BAB UNIT PELAYANAN KEUANGAN
III SYARIAH (UPKS)

A. Struktur Organisasi
Struktur organisasi UPK yang telah menerapkan KMS dijelaskan oleh gambar 4 di bawah ini :

BKM

Badan Pengawas UPK Syariah

Manajer
UPK

Pembuku Pendamping Lapang (PL) Kasir


KSM

Gambar 4. Struktur Organisasi UPKS

Jumlah Pendamping Lapang (PL) KSM disesuaikan dengan jumlah KSM yang didampinginya.
Satu ornag pendamping KSM diupayakan mendampingi sebanyak-banyaknya anggota KSM,
namun untuk tetap menjaga kualitas pendampingan, rasio 1 pendamping KSM dengan
anggota KSM adalah 1 : 350.
B. Uraian Tugas
Pengawas
Tugas
1. Melakukan pengawasan terhadap UPK, baik dari sisi manajemen, keuangan dan aspek
syariahnya.
2. Melakukan monitoring secara regular terhadap kinerja UPK.
3. Melakukan pengawasan dari aspek pelaksanaan UPK terhadap prinsip-prinsip syariah

Manager UPK
Tugas
1. Mewakili UPK dengan pihak-pihak yang terkait di luar UPK
2. Memimpin keseluruhan proses di UPK.
3. Mensupervisi seluruh staf UPK.
4. Melakukan sosialisasi.
5. Mengawasi pelaksanaan Uji Kelayakan.
6. Sebagai fasilitator PWK apabila pendamping KSM berhalangan
7. Melakukan ujian PWK.
8. Mewakili UPK dengan pihak-pihak lain.
9. Melakukan persetujuan pencairan pembiayaan dan biaya.

Pendamping Lapang (PL) KSM


Tugas
1. Mendampingi manajer dalam melakukan sosialisasi
2. Menerima pendaftaran keikutsertaan PWK
3. Melakukan Uji Kelayakan
4. Sebagai Fasilitator PWK
5. Menyelenggarakan pertemuan Mingguan KSM.
6. Membuat daftar pertemuan mingguan
7. Membuat data KSM
8. Membuat laporan kehadiran Anggota KSM dalam pertemuan Mingguan

Pembuku
Tugas
1. Mengerjakan pembukuan UPK.
2. Mengarsipkan laporan pembukuan UPK beserta seluruh bukti- bukti transaksinya.
3. Membuat neraca dan laba rugi serta laporan kolektibiltas secara tepat waktu sesuai aturan
yan ada.
4. Membuat proyeksi cash flow dan proyeksi keuangan UPK
5. Membantu pengawas UPK untuk menyediakan data dan kelancaran proses pemeriksaan.
6. Menjaga agar keseluruhan proses keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan dan
ketentuan akuntansi yang berlaku, termasuk ketentuan akuntansi syariah.
7. Menjaga daftar inventaris
8. Melengkapi daftar gaji untuk staff.
9. Memelihara data keuangan
10. Menyimpan buku bank.
Kasir dan Administrasi
Tugas
1. Menerima setoran dari pendamping KSM dan melakukan pencatatan sesuai POB.
2. Mengelola kas UPK.
3. Mengelola dan meng-update buku kas dan bukti-bukti transaksi sesuai kebijakan.
4. Melaksanakan transaksi perbankan.
5. Membantu pembukuan untuk menyiapkan proyeksi keuangan sesuai kebutuhan.
6. Membantu pengawas dalam mengadakan pemeriksaan.
7. Menyimpan buku Cek
BAB ATURAN KELOMPOK SWADAYA
IV MASYARAKAT

Struktur KSM
Sebuah KSM KMS terdiri dari beberapa kelompok lima-an, yang disebut kelompok inti (kaki).
Satu KSM terdiri dari minimal 2 Kaki, maksimal 6 kaki. Jadi 1 KSM terdiri dari 10 – 30 orang
pemanfaat. KSM dipimpin oleh ketua, bendahara dan sekretaris. Masing-masing kaki memiliki
ketua. Ketua kaki boleh merangkap sekretaris ataupun bendahara.

Ketua KSM Anggota


Ketua kaki merangkap kelompok inti
sekretaris/bendahara

Gambar 1. Struktur KSM pada KMS

Aturan KSM
Setiap KSM memiliki aturan tersendiri yang disusun dan disepakati oleh KSM-nya masing-
masing, namun ada aturan umum yang berlaku untuk semua KSM sebagaimana uraian
berikut.

BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Keanggotaan
(1) KSM dibangun atas dasar dari – oleh – untuk anggota.
(2) KSM adalah kumpulan orang bukan kumpulan modal.
(3) Keanggotaan bersifat sukarela dan tetap.
(4) Keanggotaan KSM diprioritaskan perempuan yang mewakili keluarganya.
(5) Seluruh anggota harus saling mengenal, baik individu, keluarga dan usaha anggotanya
masing-masing.
(6) Dinyatakan diakui resmi sebagai anggot KSM di UPK setelah dinyatakan setelah lulus
mengikuti Pelatihan Wajib Kelompok (PWK).
(7) Anggota adalah dari KK miskin yang masuk pada daftar PS2 yang memiliki keinginan
untuk berusaha.
(8) Yang berhak menjadi anggota KSM adalah anggota masyarakat yang berusia sama atau
lebih dari 18 tahun atau berkeluarga serta berdomisili di kelurahan UPK yang dibuktikan
dengan KTP yang bersangkutan.
(9) Anggota mewakili rumah tangganya masing-masing.
(10) Anggota bertempat tinggal di daerah yang berdekatan sehingga mudah berkumpul.

Pasal 2
Hak Anggota
(1) Mendapat pelayanan keuangan dari UPK sesuai ketentuan yang berlaku
(2) Mendapatkan pelatihan wajjib KSM (PWK) dari UPK.
(3) Mengetahui informasi program Pinjaman Bergulir UPK dan program-program lainnya
yang relevan.
(4) Memberikan masukan dan kritik kepada kepada kepengurusan KSM dan UPK.

Pasal 3
Kewajiban Anggota Kelompok
(1) Saling menolong dan menasehati sesama anggota dalam melaksanakan program
Keuangan Mikro Syariah.
(2) Hadir tepat waktu pada pertemuan rutin.
(3) Mengikuti seluruh pelatihan yang ditentukan dalam program KMS.
(4) Melaksanakan program KMS baik pembayaran cicilan tepat waktu, tabungan,
pertemuan rutin, pelatihan dan sebagainya.
(5) Melaporkan bila ada penyelewengan penggunaan dana oleh anggota KSM kepada
Ketua KSM atau Pendamping Lapang KSM (staf UPK).

BAB II
STRUKTUR DAN KEPENGURUSAN

Pasal 5
Kelompok Inti
(1) Setiap kelompok inti harus terdiri dari 5 orang
(2) Setiap anggota kelompok inti tidak memiliki hubungan darah atau hubungan keluarga
secara langsung misalnya orang tua dengan anak, suami dengan istri, kakak dengan adik.
(3) Para anggota kelompok berhak mengeluarkan keanggotaannya secara musyawarah
anggota jika melanggar aturan yang disepakati. Seperti tidak pernah hadir dalam
pertemuan mingguan, ketidaktepatan dalam pembayaran dll.
(4) Jika seseorang yang dikeluarkan keanggotaannya memiliki pinjaman maka seluruh
anggota kelompok harus bertanggungjawab untuk melunasi hutangnya.
(5) Angota yang mengundurkan diri dan belum lunas cicilan dana bergulir wajib melunasi
sekaligus sejumlah sisa saldo hutangnya.
Pasal 6
Pengurus KSM
(1) Pengurus KSM terdiri dari ketua KSM, ketua kelompok inti (Kaki), sekretaris dan bendahara
dipilih dari anggota secara formal dan demokratis.
(2) Bendahara dan sekretaris boleh dirangkap ketua KAKI.
(3) Masa kepengurusan berlaku satu tahun.
(4) Para pengurus yang menjabat, bisa dipilih maksimal lima kali periode (lima tahun berturut-
turut atau tidak berturut-turut).
(5) Pemilihan dilakukan oleh seluruh anggota KSM.
(6) Pemilihan pengurus KSM dilakukan dengan dihadiri oleh pengelola UPK tanpa ada
intervensi pengelola UPK.
(7) Fungsi pengelola UPK dalam pemilihan pengurus KSM hanya sebagai fasilitator dalam
proses tersebut.

Pasal 7
Tugas Ketua KSM
(1) Membuka dan menutup pertemuan rutin KSM.
(2) Sebagai penghubung informasi antara KSM dengan UPK.
(3) Menjadi juru bicara KSM.
(4) Membuat dan melaporkan secara rutin tentang rekapitulasi keuangan KSM meliputi
tabungan atau cicilan serta menyetorkannya ke petugas UPK.
(5) Mengantisipasi permasalahan yang ada pada anggota KSM khususnya masalah
pembayaran kewajiban anggota KSM dan memimpin penyelesaian permasalahannya
bersama anggota KSM lainnya.
(6) Melakukan musyawarah dengan anggota dalam menyelesaikan setiap permasalahan
yang terjadi di KSM atas dasar kekeluargaan.
(7) Mengadakan rapat di luar rapat rutin KSM bila diperlukan, misalnya :
a. Bila ada anggota yang keluar dari KSM
b. Mencari solusi ketika ada masalah dalam kehadiran anggota KSM
c. Mencari solusi ketika ada masalah dalam kelancaran cicilan anggota KSM
d. Membantu anggota yang mengalami kesulitan/musibah
e. Bila ada anggota yang ingin meminjam dari iuran kelompok.
(8) Mengkoordinir pembagian tugas anggota bila dianggap perlu untuk suatu kegiatan
tertentu.

Pasal 8
Tugas Bendahara KSM
(1) Mencatat pembukuan iuran anggota.
(2) Menyimpan dan menjaga catatan tanggung renteng angsuran anggota KSM

Pasal 9
Tugas Sekretaris KSM
(1) Mengarsipkan seluruh surat atau dokumen-dokumen selain dokumen keuangan yang
berkaitan dengan KSM
(2) Membantu ketua KSM bila diperlukan hal-hal yang sifatnya surat-menyurat.
(3) Mewakili ketua KSM bila ketua KSM berhalangan.
Pasal 10
Kewajiban Ketua Kelompok Inti (Kaki)
(1) Sebagai penghubung informasi antara KSM dan kelompok inti, ketika karena satu dan
lain hal ketua KSM tidak bisa menyampaikan langsung ke anggota kelompok inti.
(2) Menjaga kedisiplinan anggota dalam kehadiran dan pembayaran pinjaman anggota
kelompok inti yang dipimpinnya.
(3) Mengingatkan anggota yang tidak disiplin dalam melaksanakan kewajiban anggota
kelompok inti yang dipimpinnya.
(4) Mengumpulkan, merapikan setoran dari anggota inti dalam pertemuan KSM untuk
disetorkan.
(5) Mengkoordinir pembagian tugas anggota kaki bila dianggap perlu untuk suatu kegiatan
tertentu.
(6) Bersama-sama ketua KSM membantu memfasilitasi penyelesaian permasalahan
anggota misalnya kemacetan angsuran sehingga harus ditanggung renteng oleh
anggota lainnya.
(7) Memeriksa penggunaan akad wakalah maksimal 5 hari setelah dana diterima oleh
anggota KSM dan melaporkan pada pertemuan KSM berikutnya.
BAB
Prosedur Pelayanan
V

Prosedur pelayanan keuangan mikro syariah secara ringkas adalah sebagai berikut :

Tahapan Tujuan Umum & Keterangan


Sosialisasi Memberikan pemahaman tentang program KM Syariah kpd masyarakat, khususnya
Umum PS2. Dilakukan di awal program
Menghimpun nama2 yang berminat utk ditindaklanjuti dg UK . Formatnya sederhana,
Pendaftaran cukup nama, alamat dan no HP (bila ada). Ditargetkan paling telat 7 hari setelah
sosialisasi
Uji Kelayakan (1) Baseline data utk bahan evaluasi (2) verifikasi PS2 (3) antisipasi resiko (4)
(UK) kesediaan
Persiapan PWK Penjelasan tentang aturan umum KMS khususnya aturan PWK
Pelatihan Wajib Media penyiapan calon anggota KSM untuk menjadi anggota KSM yang baik. Selama
KSM (PWK) 4 hari berturut-turut, maksimal 1 jam setiap kalinya.
Pengajuan Pengajuan dilakukan oleh anggota KSM kepada anggota KSM lainnya secara lisan.
Pinjaman Dilakukan di hari pertama perming. Harinya sesuai kesepakatan.
Pertemuan (1) Penguatan kapasitas (2) Pengajuan pinjaman (3) Pencairan (3) Setoran cicilan -
Mingguan tabungan

Tabel 6. Prosedur Tahapan Pelayanan KM Syariah


A. Sosialisasi
Petugas : Manager
Supervisor : Faskel Community Development

Tujuan
1. Masyarakat memahami apa itu Keuangan Mikro Syariah.
2. Menginformasikan program kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat miskin
dan para tokoh masyarakat yang relevan sehingga membuka akses kepada yang berhak
serta menumbuhkan rasa memiliki dan pengawasan dari masyarakat.
3. Masyarakat memahami prosedur untuk mengakses pelayanan UPK – Syariah yaitu
pembentukan kelompok sebagai penjamin pembiayaan dari individu anggota kelompok.
4. Mendapatkan gambaran awal terhadap minat (animo) masyarakat terhadap UPK –
Syariah.

Waktu pelaksanaan
Dilakukan hanya sekali, di awal memulai program atau memulai konversi UPK ke sistem
syariah.
Waktu pelaksanaan maksimal 2 jam.

Tempat Pelaksanaan
Diupayakan di tempat yang mudah dijangkau dan dapat memuat banyak orang, misalnya di
ruang rapat kelurahan, madrasah, sekolah, dan lain sebagainya.

Alat
1. Spidol white board
2. Kertas Plano

Sasaran / Peserta Sosialisasi


1. Masyarakat yang terdaftar pada PS2
2. Tokoh masyarakat
3. Aparat kelurahan

Persiapan
1. Konfirmasi
a. Apakah undangan sudah tersebar dan diterima.
b. Apakah Tim fasilitator sudah menerima undangan
c. Apakah Tempat sudah ada dan cukup menampung undangan yang diperkirakan hadir
d. Pastikan materi yang akan diberikan benar-benar sudah dikuasai
e. Check kebutuhan alat untuk acara
2. Cheklist Peralatan (sesuai kebutuhan, ini sekedar contoh)
a. Kertas plano
b. White board
c. Spidol marker
d. Spidol whiteboard
e. Kertas meta plan
f. Meja dan kursi atau karpet/tikar bila acaranya lesehan
g. Sound Sistem (jika diperlukan)
3. Bahan / administrasi
a. Daftar hadir
b. Brosur tentang KMS, brosur tentang penjelasan UPK – Syariah, dan lain-lain
c. Form notulen sosialisasi
4. Persiapan materi
a. Mempelajari profil kelurahan tersebut
b. Mempersiapkan materi lebih matang
5. Transportasi
6. Pembagian tugas (acara, perlengkapan, dll).
7. Kesepakatan jam berangkat ke tempat pertemuan, agar hadir minimal 30 menit sebelum
pertemuan.

Bagaimana susunan acara sosialisasi, dijelaskan oleh Tabel 6 di bawah ini 3 .

Tabel 7. Tahapan kegiatan Sosialisasi


No Kegiatan Penanggung jawab Waktu yang
dibutuhkan
1 Pembukaan Pembawa Acara 2 menit
2 Perkenalan UPK dan Tim yang hadir (nama, jabatan dan Pembawa Acara 3 menit
fungsinya secara singkat)
3 Jelaskan secara singkat tujuan pertemuan Pembawa acara 2 menit
4 Sampaikan susunan acara pertemuan Pembawa acara 3 menit
5 Sambutan 2
1) Tokoh masyarakat 10 menit
2) Faskel CD 5 menit
6 Materi sosialisasi Manager UPK 20 menit
a. Pengantar / pengenalan tentang penerapan
sistem syariah pada UPK.
b. Tahapan proses layanan UPK-Syariah
(disampaikan garis besarnya saja)
c. Khalayak sasaran dan syarat-syarat untuk
mendapatkan layanan UPK –Syariah
7 Tanya Jawab Manager 20 menit
UPK/Pembawa Acara
8 Rencana tindak lanjut Pembawa Acara 5 Menit
9 Do’a dan penutup Tokoh masyarakat 5 menit
Total 75 menit

Rencana Tindak Lanjut


Pada sesi rencana tindak lanjut disampaikan :
1. Bagi masyarakat miskin yang berminat untuk mengikuti KMS dan sudah disetujui
keikutsertaannya oleh suami/istri (bagi yang sudah menikah) agar mendaftar pada
salah seorang perwakilan masyarakat/UPK serta menyertakan fotocopy KTP paling
lambat pendaftaran seminggu dari sosialisasi.

3 Susunan acara pada Tabel 6 ini hanya sekedar panduan, kegiatan pada sosialisasi bisa di sesuaikan dengan
situasi dan kondisi pertemuan
2. Pendaftaran dilakukan secara kelompok. 1 kelompok minimal 10 orang, maksimal 30
orang.
3. Perlu dingatkan kembali bahwa dalam satu KSM haruslah orang-orang yang saling
kenal dan mempercayai karena harus tanggung renteng dan saling membantu antar
anggota KSM.
4. Yang bisa ikut adalah yang sesuai ketentuan POB (yang terdaftar di PS2), termasuk
yang berhalangan hadir pada sosialisasi. Untuk itu, mohon untuk aktif memberitahu
kepada masyarakat yang memenuhi syarat namun pada saat sosialisasi berhalangan
hadir.

Perlu diperhatikan
1. Tim UPK hadir di lokasi paling lambat 30 menit sebelum dimulai.
2. Setiap datang peserta dipersilakan mengisi daftar hadir
3. Tekankan dan ulang-ulang, bahwa yang ikut program adalah yang sesuai dengan
kriteria, yang tidak sesuai kriteria dipersilakan untuk tidak mengikuti program atau
tidak ikut pada pertemuan berikutnya (pembentukan anggota KSM).
4. Gunakan pendekatan orang dewasa, tidak menggurui tetapi memfasilitasi
5. Ajak atau bangun suasana agar peserta aktif : bertanya, berpendapat ataupun usulan
6. Bila bisa, gunakan bahasa daerah yang ringan dan akrab.

Pelaporan
Paling lambat : 1 x 24 jam setelah kegiatan notulen dan daftar hadir diarsipkan di UPK dan
dijadikan laporan bulanan. Notulen mencatumkan waktu, tempat, jumlah yang hadir serta
follow up pertemuan (minimal kapan dan dimana/kepada siapa pendaftaran dilakukan).
Hasil dari Sosialisasi Umum yang baik dapat dilihat pada proses berikutnya yakni saat PWK,
jumlah yang hadir banyak dan yang hadir adalah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan
sesuai POB.

B. Pendaftaran
Petugas : Pendamping KSM
Supervisor : Manager UPK dan Faskel Community Development
Tujuan
Mendapatkan calon KSM yang berisi daftar nama masyarakat miskin yang berminat mengikuti
keuangan mikro syariah.

Waktu
Maksimal 1 minggu setelah sosialisasi.

Alat
 Alat tulis (pulpen dan kertas kosong)
 Fotocopy KTP

Kegiatan
1. selama 7 hari setelah sosialisasi , perwakilan masyarakat /UPK yang ditunjuk menerima
pendaftaran mencatat nama dan alamat masyarakat miskin yang sudah bergabung dalam
satu kelompok yang berminat mengikuti KMS.
2. Bila jumlah yang mendaftar kurang dari sepuluh orang, maka UPK meminta agar kelompok
tersebut digenapkan terlebih dahulu mencapai jumlah minimal 10 orang atau kelipatan 5.
3. Setelah 7 hari, pendamping KSM datang untuk mengambil daftar nama dan fotocopy KTP
dengan membawa daftar hadir saat sosialisasi.
4. Teliti saat itu juga dari daftar nama tersebut, apakah ada peserta yang berminat mengikuti
KMS tetapi tidak hadir pada saat sosialisasi.
5. Bila ada peserta yang berminat ikut tapi tidak hadir saat sosialisasi maka adakan sosialisasi
ulang kepada peserta yang berminat. Sampaikan sosialisasi ulang itu dengan bahasa
informal, misalnya ajakan untuk berkumpul sebelum pwk.
6. Hubungi manajer, sampaikan bahwa pendaftaran sudah memenuhi syarat, dan tanyakan
kesiapan waktu untuk melakukan UK.
7. Setelah mendapat kepastian waktu UK dari manajer, sampaikan ke perwakilan masyarakat
yang mendaftar tentang waktu pelaksanaan UK.

Pelaporan
Daftar nama (meskipun hanya dalam selembar kertas) serta fotocopy KTP dilaporkan ke
manager UPK paling lambat 24 jam setelah daftar nama tersebut diperoleh. Simpan daftar
nama tersebut untuk dibawa nanti saat UK.

C. Uji Kelayakan (UK)


Uji kelayakan adalah kegiatan untuk memastikan bahwa kelompok yang mendaftar ikut
KMS berisikan anggota masyarakat miskin yang sudah saling mengenal dan memahami tujuan
tanggung renteng dalam kelompok. Selain itu UK juga untuk “memotret” kondisi sosial
ekonomi calon anggota KSM, yang meliputi keadaan rumah, asset rumah tangga dan
pendapatannya. Data diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan.
Pendataan harus dilakukan dengan mendatangi ke rumah calon anggota, dengan pengertian
yang harus dipahami oleh calon anggota bahwa pendataan bukanlah sebuah proses survei
layaknya lembaga keuangan seperti Bank, atau lainnya, yakinkan kepada anggota bahwa
pendataan tersebut adalah sebuah proses silaturahmi awal terhadap keadaan langsung calon
anggota, sehingga UPK mengetahui sebenarnya situasi dan kondisi calon anggota. Teknik
wawancaranya pun tentunya tidak formil, tetapi lebih bersifat kekeluargaan. Data tersebut
diarsipkan di UPK sebagai bagian dari identitas KSM, dan menjadi tolok ukur parameter
pembanding atas peningkatan usaha maupun pendapatan keluarga pada tahap pembiayaan
anggota yang kedua nantinya. Wawancara sebaiknya dihadiri oleh kepala keluarga dan isteri
agar dapat diperoleh data yang lebih akurat dan menghindari wawancara ulang yang dapat
membuang-buang waktu.

Petugas : Pendamping KSM, Manager, Kasir


Supervisor : Faskel Community Development

Tujuan
Menyeleksi masyarakat yang berminat mengikuti KMS. Seleksi dititikkan beratkan pada :
1. Verifikasi yang mendaftar apakah anggota kelompok yang mendaftar benar-benar
termasuk warga miskin
2. Verifikasi Kelompok yang diajukan adalah betul-betul saling mengenal dan mau
menanggung renteng antar sesama anggota
3. Kesungguhan peserta akan mengikuti KMS.
Jadi untuk seleksi pertama ini, Pendekatan 5C tidak digunakan.

Cara penilaian Kelayakan Anggota.


Kriteria untuk menilai kelayakan calon anggota yaitu :
1. PPI ( Progress Out of Poverty Index / Index Keluar dari Kemiskinan )
2. Verifikasi Kelompok
3. Kesungguhan mengikuti KMS

PPI digunakan untuk ‘menyeleksi ulang’ apakah calon anggota KSM yang telah mendaftar dan
masuk ke daftar PS2 benar-benar masuk katagori miskin. Secara detil ada informasi yang harus
digali dan dinilai oleh UPK tentag kondisi anggota. Pertanyaan dan penilaian yang ada di PPI
dijelaskan oleh tabel 7.

Tabel 8. Pertanyaan dan penilaian dalam PPI


no Pertanyaan Pilihan jawaban Skore
1 Berapa jumlah anggota A. 6 atau lebih 0
B. Lima 5
C. Empat 11
D. Tiga 18
E. Dua 24
F. satu 37
2 Apakah semua anggota rumah tangga yang A. Tidak ada anak berusia 6-18 thn (0) 0
berusia 6-18 tahun masih bersekolah B. tidak (0) 0
C. ya (2) 2
3 Apa tingkat pendidikan terakhir yang A.Belum pernah bersekolah (0) 0
diselesaikan kepala rumah tangga B.SD atau sederajat (3) 3
perempuan/ istri? C. SMP atau sederajat (4) 4
D.Tidak ada kepala rumah tangga perempuan 4
E.SMK (4) 4
F.SMA atau sederajat (6) 6
G.D1,D2,D3,D4 (18) 18
4 Apa status pekerjaan utama dari kepala A.Tidak ada kepala rumah tangga laki-laki 0
rumah tangga lai-laki/suami di minggu B.tidak bekerja/pekerja tidak dibayar 0
terakhir C.Pekerja bebas 1
D. Berusaha sendiri dibantu buruh tidak tetap 3
E.Buruh/karyawan /pegawai 3
F. Berusaha dibantu buruh 6
5 Jenis lantai rumah terluas A. Tanah /bambu 0
B.Bukan tanah atau bambu 5
6 Jenis kloset/WC rumah A.Tidak ada atau jamban cemplung/cubluk 0
B. Ada kloset tapi tidak tersambung ke septik tank 1
C. Leher Angsa 4
7 Apa jenis Bahan bakar yang dipakai di rumah A.Bambu /kayu bakar, arang, briket 0
tangga ? B.Gas/elpiji, minyak tanah, listrik atau lainnya 5
8 Apakah rumah tangga memiliki tabung 12kg A.Tidak 0
atau lebih?
B.Ya 6
9 Apakah rumah tangga memiliki kulkas/lemari A.Tidak 0
es B.Ya 8
10 Apakah rumah tangga memiliki sepeda A. Tidak 0
motor/perahu motor B.ya 9

Skore dijumlahkan, lalu dikatagorikan hasil penjumlahan sebagai berikut :


 D : Skore sama atau di bawah 25
 C : Skore antara 26 -50
 B : Skore antara 51 – 75
 A : Skore antara 76 - 100

Verifikasi kelompok ditekankan pada saling kenal dan mau menanggung antar anggota.
Mintalah persetujuan dari anggota yang lain akan keikutsertaan seorang anggota. Sering
terjadi, persetujuan keanggotaan seseorang terjadi secara ‘semu’ karena anggota tidak mau
menolak secara frontal/terbuka. Bila demikian keadaannya, UPK/Faskel harus berani menolak
anggota ybs yang tidak direkomendasikan oleh anggota lainnya dengan tidak menyebutkan
alasan penolakan untuk menjaga keharmonisan di masyarkat tersebut.
Begitu juga UPK harus berani menolak 1 kelompok secara bersama-sama apabila ada indikasi
bahwa sebagian besar anggota kelompok tersebut terindikasi mempunyai catatan yang buruk
dalam meminjam uang.

Warga miskin yang sebenarnya layak mendapat pinjaman karena kemiskinannanya akan tertolak
oleh model KMS ini manakala dinilai oleh kelompoknya bahwa dia tidak layak ditanggung renteng,
misalnya karena ybs punya rekam jejak yang jelek dalam pinjam meminjam.

Verifikasi kesungguhan mengikuti KSM dilakukan dengan mengecek kesiapan mengikuti PWK
selama 4 hari berturut-turut @ 1 jam dan mengikuti pertemuan rutin mingguan/2 mingguan.

Calon anggota KSM dinyatakan lulus UK bila masuk katagori C dan D serta verifikasi kelompok
dan kesungguhan mengikuti PWK dinilai baik.

Waktu
Dengan asumsi 1 hari bisa mengunjungi 5 orang, maka bila calon yang berminat ada 30 orang,
maka UK maksimal dilaksanakan selama 6 hari. Usahakan tenggat waktu dari pendaftaran ke
UK maksimal 1 minggu.

Alat :
1. Daftar nama peminat KMS
2. Fotocopy KTP
3. Form UK
4. Pulpen

Kegiatan
1. Pada waktu yang telah disepakati dengan calon anggota, pendamping KSM mengunjungi
rumah calon anggota dengan membawa daftar nama, foto copi KTP dan form UK
sebanyak jumlah calon anggota yang akan dikunjungi.
2. lakukan penggalian data dengan mengacu pada form uka. catat langsung informasi yang
diperoleh ke form UK
3. Croschek pemahaman calon anggota tentang apa yang disampaikan di sosialisasi dan
tanyakan kesungguhan calon untuk mengikuti KMS.
4. Bila ada pasangan calon anggota, tanyakan persetujuan pasangan ybs akan
keikutsertakan calon di KMS.
5. Sampaikan hasil UK akan disampaikan paling lambat seminggu setelah kunjungan ke
rumah calon anggota.
6. Setelah UK selesai dilakukan pada calon anggota, rapatkan hasil UKA dengan manager
UPK.
7. Bila ada calon anggota yang tidak lolos, sampaikan hasilnya pada perwakilan anggota dan
minta agar calon yang lolos mencari penggantinya dan lakukan UKA pada calon tersebut.
8. Setelah calon anggota berjumlah minimal 10 orang, kelipatan lima serta maksimal 30
orang, sampaikan rencana waktu PWK kepada perwakilan anggota melalui pertemuan
pra PWK. Untuk mengajak pertemuan pra PWK tersebut, kembali sampaikan dengan
bahasa informal, misalnya minta anggota yang lulus UK berkumpul untuk bermusyawarah
menentukan pelaksanaan PWK.
9. Serahkan form UK yang sudah terisi kepada kasir untuk diarsipkan.

Perlu diperhatikan
 Bila ada calon anggota yang tidak lolos UK karena kesungguhannya dinilai kurang,
sebelum diputuskan ybs tidak lolos, musyawarahkan dengan minimal 1 orang
perwakilan calon anggota mengenai hal ini. Kalau perlu lakukan kunjungan ulang
kepada calon ybs.
 Jeda waktu dari pendaftaran usahakan secepat mungkin, jangan menunggu. Ini
dilakukan agar antusiasme calon anggota tetap terjaga.
 Pada saat pembahasan persiapan PWK (point 8 kegiatan) , pastikan
a. luas ruangan tempat PWK cukup untuk menampung peserta PWK,
b. hari dan jam PWK diadakan.

D. Pelatihan Wajib Kelompok (PWK)


Pelatihan Wajib Kelompok (PWK) adalah sarana pembentukan mental anggota KSM.
Melalui PWK nilai-nilai luhur berupa kejujuran, kedisiplinan, kekompakan dan tolong
menolong yang diwujudkan dalam saling menanggung/menjamin antar anggota diajarkan dan
dilatih. Kedisiplinan dan kekompakan kelompok salah satunya diajarkan melalui kehadiran
tepat waktu serta 100% ikut pelatihan. ‘Sekolah’ PWK ini akan gagal bagi semua anggota
kelompok manakala ada anggota KSM yang tidak hadir atau terlambat datang dari ketentuan
yang telah disepakati. Gagal artinya sekolah dimulai lagi dari hari pertama untuk seluruh
anggota KSM tersebut.

Petugas : Pendamping KSM , Manager UPK


Supervisor : Faskel Community Development
Peserta : Calon anggota KSM yang telah lolos UKA

Tujuan
Tujuan dari PWK adalah :
1. Memberi pemahaman tentang prinsip, tujuan dan manfaat KMS
2. Memberi pemahaman tentang tanggung renteng
3. Memberi pemahaman tentang system dan prosedur KMS.
4. Memberi pemahaman tentang aturan KSM (hak, kewajiban, uraian tugas struktur
KSM, dsb.)
5. Meningkatkan soliditas Kelompok.
6. Media seleksi calon anggota KSM

Format Acara
1. PWK dilaksanakan secara sederhana.
2. Upayakan berbiaya rendah, bahkan nyaris tidak berbiaya kecuali biaya ATK. Konsumsi
cukup air minum, misalnya air putih dalam gelas. Sejak awal dan selalu diulang-ulang pada
pertemuan-pertemuan, untuk menguatkan persepsi di masyarakat dan pelaku P2KKP
lainnya, bahwa yang namanya pertemuan, baik PWK maupun pertemuan mingguan untuk
pendampingan, tidak memerlukan adanya snack apalagi makan-makan. Jangan sampai
PWK membebani UPK, program apalagi membebani masyarakat.
3. PWK adalah kegiatan yang akan dilakukan berkali-kali untuk setiap ada pembentukan KSM
baru.
4. Pelaksanaan PWK nya tidak ada kaitannya dengan BLM dan tidak harus menunggu ada
biaya pelatihan masyarakat yang terkait dengan dana program.
5. Dalam pelatihan, ditumbuhkan suasana yang kondusif untuk :
 bertanya dan saling belajar antar peserta.
 Mengemukakan pendapat sendiri, berani berbeda pendapat dengan orang lain
namun menghargai pendapat orang lain.
 Saling menghargai suasana belajar dengan tidak mengobrol atau membuat suara-
suara yang mengganggu suasana.
6. Pelatihan menggunakan pendekatan orang dewasa (andragogi), adapun metode yang
digunakan adalah :
 Penjelasan dan Tanya – jawab
 Game
 Simulasi
 Studi kasus
7. Di awal pemberian materi pelatihan, selalu diadakan review terhadap materi sebelumnya
dan memberikan gambaran untuk materi yang akan dibahas hari ini.
8. Waktu pelaksanaan maksimum 1 jam, materi harus dihentikan dan dilanjutkan esok
harinya apabila belum selesai padahal waktu sudah melewati 1 jam.

Peraturan PWK
1. Kehadiran :
a. Semua calon anggota hadir pada setiap acara PWK dari awal hingga akhir tanpa
kecuali. Jika seorang calon anggota tidak hadir dalam PWK, maka PWK dinyatakan
gagal dan PWK harus diulang dari awal lagi (hari pertama).
b. Hadir tepat waktu pada acara dimulai atau pada batas waktu toleransi yang
disekapati. Bila ada peserta yang belum hadir pada batas waktu tersebut, maka
ditunda pada waktu yang disepakati dan diulang dari awal (hari pertama).
c. Peserta PWk tidak diperkenankan meninggalkan tempat PWK selama waktu pelatihan
sebelum pelatihan ditutup oleh pemandu (petugas UPK).
2. Melaksanakan tugas-tugas yang diwajibkan selama pelatiihan.
3. Adanya aturan bersama untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan PWK, misalnya
selama PWK harus menon-aktifkan HP, tidak boleh merokok, tidak boleh mengobrol dan
sebagainya.
4. Membacakan ikrar KSM. Ikrar KSM harus dihafal dan hafalnya ikrar menjadi syarat
kelulusan PWK.

Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan PWK dijelaskan oleh tabel 8 di bawah.

Tabel Indikator keberjasilan PWK


Ukuran Keberhasilan Keterangan
1. Tingkat kehadiran Bila ada anggota yang tidak hadir meski hanya 1 hari,maka seluruh
anggota KSM harus mengulang dari awal.
2. Tingkat kedatangan Bila ada anggota yang terlambat meski hanya 1 kali,maka seluruh anggota
tepat waktu KSM harus mengulang dari awal.
3. Penguasaan materi Bila ada anggota yang tidak lulus ujian PWK,maka seluruh anggota KSM
dari peserta harus mengulang dari awal.
4. Partisipasi aktif Dilihat dari dinamika proses pelatihan. Keaktifan peserta tidak
peserta mempengaruhi kelulusan calon anggota KSM, namun menjadi bahan
evaluasi staf UPK atau faskel yang memandu PWK.

Tempat Pelatihan
Tempat pelatihan diserahkan atas kesepakatan peserta dengan kriteria :
1. Dapat dengan mudah dijangkau oleh oleh seluruh peserta secara berjalan kaki.
2. Usahakan tempatnya tetap (tidak berpindah-pindah)
3. Mampu menampung seluruh calon peserta
4. Jauh dari situasi dan kondisi yang bisa mengganggu jalannya PWK. Misalnya jauh dari
kebisingan, bau yang menyengat dll.
5. Tidak harus di ruangan kelurahan misalnya, bisa di rumah salah seorang peserta, dibawah
pohon di lapangan , mushola dan lain sebagainya.

Waktu Pelaksanaan
1. PWK dilaksanakan selama 4 hari berturut – turut @ 1 jam.
2. Hari dan jam pelaksanaan berdasarkan kesepakatan UPK dan peserta PWK pada saat
Pemberitahuan hasil UKA (point 8 kegiatan UK)

Adapun urutan acara setiap hari pada PWK sebagai berikut :

Tabel Urutan Acara Harian PWK


No Tahapan Petugas Waktu
1 Pembukaan Manager UPK 2 menit
2 Ikrar kelompok 4 oleh semua anggota, Ketua KSM, Manager 3 menit
UPK
3 Review materi sebelumnya oleh petugas UPK Manager UPK 5 menit
4 Materi inti Manager UPK 40 menit

4 Ikrar kelompok pada hari pertama dilakukan pada sesi akhir (karena baru diajarkan), selanjutnya pada sesi awal
pertemuan
5 Tugas Manager UPK 7 menit
6 Doa dan tutup Ketua KSM 3 menit

Materi PWK
Materi yang diberikan pada PWK adalah sebagai berikut :

Tabel 115. Urutan materi pada PWK


Hari ke Materi
1  Aturan PWK
 Pengenalann UPK Syariah
 Kelompok
 Pentingnya pertemuan mingguan
 Konsep 2-2-1
 Tanggung renteng
2  Produk-produk Keuangan (konvensional atau syariah)
 Uang PWK
 Ikrar
3  Simulasi Pengajuan,
 Prosedur setoran mingguan
 penarikan uang PWK
 Pemberian nama KSM

Rincian kegiatan PWK perhari

Hari ke 1
N Waktu Kegiatan / agenda Keterangan
o

1 5 menit PL di lokasi menunggu peserta lengkap. Cek yang hadir sesuai daftar calon peminjam / KSM.
Jika lebih dari 5 menit ditunggu, belum Peserta tidak bisa diwakilkan. Adanya disiplin tepat
lengkap juga, maka PWK hari pertama waktu khususnya di hari pertama, adalah untuk
5 Pemberian materi bisa berubah , yang penting urutannya tetap mengikuti seperti tabel diatas dan waktu
pelaksanaan PWK tidak lebih dari 1 jam
dibatalkan dan diulang di keesokan membangun semangat kebersamaan.
harinya.

2 5 menit Penjelasan dan penyepakatan aturan Maksimal 1 jam, tepat waktu, harus datang semua,
PWK dll

2 5 menit Cek pengenalan masing-masing; Memastikan setiap anggota saling mengenal.


tanyakan profil pribadi, misalnya : Pengenalan menjadi pondasi kebersamaan untuk
nama, jumlah anak, nama suami, KSM yang solid yang aka mendukung keberhasilan
pekerjaan, usaha, dan sebagainya Keuangan Mikro.

3 5 menit Memperkenalkan diri dan lembaga Agar saling mengenal


(UPK)

4 5 menit Penjelasan mengapa memprioritaskan Perempuan lebih memiliki waktu untuk pertemuan
perempuan mingguan secara konsisten, pemegang keuangan
rumah tangga, lebih bisa konsisten dan telaten untuk
pembayaran

5 5 menit Penjelasan tentang pentingnya Manfaat Silaturahim (panjang umur dan banyak
berkelompok (review bila KSM-nya rezeki); saling tolong menolong; posisi tawar; saling
sudah pernah terbentuk) menguatkan;

6 5 menit Penjelasan tanggung renteng dan Tanggung renteng sebagai wujud saling tolong
mekanisme dalam KSM menolong; KM di Kotaku tidak ada jaminan,
kekompakan KSM sebagai jaminannya; mekanisme
penalangan pembayaran cicilan sesuai aturan POS.

7 5 menit Pembentukan kelompok inti Kemudahan sinergi dan saling kontrol antar anggota
KSM

8 5 menit Penjelasan pola 2-2-1. Meningkatkan soliditas antara anggota, pemilihan


Pengaturan pola duduk mengikuti pola prioritas pencairan secara terbuka, memilih
2-2-1. Jelaskan pentingnya pola duduk pemimpin yang mengutamakan saudaranya yang
yang teratur, lain.
Membiasakan kedisiplinan melalui cara duduk dan
memudahkan proses rutin mingguan dalam
penghimpunan setoran cicilan dan tabungan. Lihat
penjelasan berikutnya tentang pola 2-2-1 dan cara
duduk.

9 5 menit Menunjuk penerima perguliran dana Terangkan tugas ketua kelompok inti (KAKI) sebagai
terakhir sebagai ketua kelompok inti. yang memastikan atau memotivasi anggotanya
Jika tidak ada persetujuan tentang ketua untuk hadir dan membayar angsuran tepat waktu.
kelompok inti (kaki), maka PL Tegaskan dan pastikan, ketua kelompok inti dan
memfasilitasi pemilihan ulang struktur KSM yang lainnya tidak boleh menerima
komisi dari penghimpunan angsuran dan tabungan
anggota KSM
10 5 menit Fasilitasi pemilihan ketua KSM dari
antar ketua KAKI. Baris yang ada Ketua
KSM-nya berada di barisan terdepan.

11 2 menit Finalisasi daftar hadir PWK sesuai Untuk memudahkan pengecekan pencairan, proses
pengaturan tempat duduk setoran dan pengenalan anggota oleh PL

12 1 menit Meminta setiap anggota membawa Harus satu lembar uang kertas, tidak boleh dua
uang kertas Rp 2.000,- di PWK esok lembar uang kertas Rp 1.000,- atau beberapa uang
harinya logam yang berjumlah Rp 2.000,-

13 2 menit Terangkan tentang proses menutup Agar berjalan secara resmi dan tertib
pertemuan.
Minta ketua KSM menutup pertemuan

Hari ke 2
N Waktu Kegiatan / agenda Keterangan
o

1 5 menit Pembukaan, absen, duduk berbaris Ketua KSM membuka pertemuan. Setiap peserta
PWK harus hadir. Bila ada yang tidak hadir atau
diwakilkan atau telat, maka PWK dibubarkan,
diulang lagi dari hari pertama.

2 10 Review hari pertama : Mengulas kembali materi hari pertama.


menit Pilih peserta secara acak. Motivasi untuk tidak malu
 Apa tujuan dari KM ? memberikan jawaban dan berani mengungkapkan
 Mengapa diprioritaskan dengan bahasanya sendiri. Proses ini juga sebagai
perempuan ?
upaya membangun suasana agar peserta bisa fokus
 Kenapa membentuk KSM ?
 Apa dan mengapa ada tanggung pada PWK.
renteng ?
 Pola 2-2-1 dalam pencairan
3 20 Jelaskan tentang produk perguliran Jelaskan dengan contoh, serta memperlihatkan alat
menit dana dan tabungan, meliputi skim, cara peraga berupa dokumen-dokumen yang akan
pembayaran dan hal-hal terkait digunakan pada pelaksanaan simpan – pinjam. Mulai
dengannya. Sampaikan tentang akad dari pengajuan, akad hingga setoran.
syariah untuk UPK yang memilih sistem
keuangan syariah.

4 5 menit Mengumpulkan uang PWK. Uang ini sifatnya iuran sehingga menjadi milik UPK.
Catat diam-diam No. seri masing-masing uang di
daftar hadir PWK, sambil mengulang materi hari ini.

5 5 menit Lakukan akad untuk uang PWK. Tiap Sebelumnya PL UPK memberikan contoh, sebelum
anggota membaca akad secara dipraktekkan oleh anggota KSM
bersamaan.

“Saya sebagai wakil dari UPK


menitipkan uang sebesar Rp. 2.000,-
kepada ibu untuk disimpan baik-baik
apabila Petuga UPK memintanya, Ibu
akan mengembalikan.”

Anggota menjawab dengan kalimat :


“Saya terima uang Rp 2.000,- dari UPK.
Akan saya simpan baik-baik, apabila
petugas minta akan saya kembalikan.”

6 10 Penjelasan tentang Ikrar. Tujuan, manfaat dan contoh ikrar. Langsung praktek
menit pembacaan ikrar.

7 5 menit Tutup pertemuan Ditutup oleh ketua KSM atau boleh juga yang
lainnya.

Hari ke 3
N Waktu Kegiatan / agenda Keterangan
o

1 3 menit Pembukaan, absen, duduk berbaris Ketua KSM membuka pertemuan. Setiap peserta
PWK harus hadir. Bila ada yang tidak hadir atau
diwakilkan atau telat, maka PWK dibubarkan,
diulang lagi dari hari pertama.

2 10 Review hari kedua : Mengulas kembali materi hari pertama.


menit Pilih peserta secara acak. Motivasi untuk tidak malu
 Apa saja jenis produk pinjaman memberikan jawaban dan berani mengungkapkan
dan tabungan UPK ? dengan bahasanya sendiri. Proses ini juga sebagai
 Apa yang dimaksud dengan
upaya membangun suasana agar peserta bisa fokus
keuangan syariah (untuk UPK
Syariah) pada PWK.

3 10 Simulasikan proses pengajuan pinjaman Lihat tata cara pengajuan pada bagian tentang
menit satu orang per-kaki pengajuan pinjaman.

5 10 Meminta kembali uang PWK dari setiap Jika nomor seri berubah, ingatkan anggota tentang
menit anggota dan cek nomor serinya dari pentingngnya disiplin dan integritas. Jadikan sebagai
lembar daftar hadir PWK. Catat sebagai suatu proses pembelajaran tentang pentingnya
pendapatan lainnya. amanah dan bisa dipercaya.

6 5 menit Penutupan dan menginformasikan Acara ditutup oleh ketua KSM atau oleh anggota
pertemuan berikutnya, yakni memulai KSM yang lainnya
pertemuan mingguan
Hal-hal Penting Dalam PWK
Ketentuan Tempat Duduk
Satu KSM terdiri dari beberapa kelompok limaan yang disebut kaki (kelompok inti) . Satu
kaki terdiri dari 4 anggota dan 1 ketua. 1 KSM minimal 2 kaki maksimal 6 kaki . Kelompok
dibentuk agar disiplin dalam pembayaran. Kedisiplinan dimulai dari hal-hal kecil, misalnya
kehadiran tepat waktu. Tempat duduk pun diatur agar meningkat kedisiplinan anggota. Posisi
duduk setiap pada saat PWK dan pertemuan rutin mingguan selanjutnya tidak berubah
seperti dijelaskan gambar 6 berikut ini :

Kelompok Inti 1 Ketua 1 2 3 4

Kelompok Inti 2 Ketua 1 2 3 4

Kelompok Inti 3 Ketua 1 2 3 4

Kelompok Inti 4 Ketua 1 2 3 4

Kelompok Inti 5 Ketua 1 2 3 4

Kelompok Inti 6 Ketua 1 2 3 4

Gambar Posisi Duduk Anggota KSM dalam PWK/perming


Nomor 1 dan seterusnya adalah tempat duduk anggota yang sudah tertentu tempat
duduknya. Tempat-tempat duduk itu akan “menjadi kosong” bila anggota tersebut tidak hadir
pada pertemuan mingguan. Anggota yang lain tidak boleh mendududuki tempat kosong yang
bukan merupakan tempat duduknya.
Meskipun demikian, pola duduk ini bisa dibuat melingkat 1 kelompok menyambung
kelompok yang lain bila tempat tidak memungkinkan ataupun untuk menghindarkan
kejenuhan peserta. Hal lain dari pengaturan tempat duduk ini agar petugas UPK mudah
menghapal anggota KSM.

Pengaturan tempat duduk ini dilakukan mulai hari kedua PWK.

Uang PWK
Uang PWK diajarkan pada hari kedua pelatihan. Pelatihan “uang PWK” ini untuk
melatih kejujuran dalam menerima amanah –‘sesuatu yang sangat penting untuk menjamin
kelancaran pembiayaan’-. Bentuknya sebagai berikut : masing-masing anggota KSM, pada hari
ke-2 menerima uang lembaran kertas 2 ribu dari fasilitator dan disampaikan bahwa uang itu
adalah titipan dari fasilitator. Secara diam-diam, fasilitator mencatat no seri uang tersebut.
Esok harinya , uang tersebut diminta kembali. Dan ketika esok harinya dicocokkan uang
serinya, pasti sebagian besar berbeda. Saat itulah fasilitator memberikan pencerahan
pentingnya arti menjaga amanah sekecil apapun, sesuai yang diminta pemberi amanah.

Konsep 2-2-1
Konsep 2-2-1, sederhananya adalah 2 orang pertama akan mendapat pembiayaan
pada minggu pertama setelah pengajuan, selanjutnya 2 orang berikutnya pada minggu
depannya dan terakhir adalah 1 orang , sang ketua yang mendapat terakhir. Urutan pencairan
akan tersendat atau akan dihentikan apabila orang yang telah mendapat giliran pencairan,
ternyata tidak membelikan barang sesuai wakalah yang diberikan ataupun membayar
angsuran yang sudah jatuh tempo. Untuk menjaga ini, kaki-kelompok inti- dengan
dikomandani ketuanya, akan berusaha menjaga agar anggota kaki membelikan barang sesuai
amanah wakalah atau bisa membayar tepat waktu supaya dia tidak terkena getah suspend
pencairan. Maka saling mengawasi, saling membantu akan terjadi antar anggota kelompok.
Kerelaan berkorban dan mendahulukan siapa yang lebih membutuhkan diwujudkan dengan
kesepakatan penunjUKAan formasi 2-2-1. Saat itulah, saling percaya, saling jujur dan saling
emphati akan kebutuhan orang lain di uji. Bagaimana tidak jujur, seluruh anggota rumahnya
berdekatan, sehingga sekali dia memberi informasi tidak benar, akan ketahuan cepat atau
lambat. Setiap anggota bisa saling menilai kebenaran informasi yang disampaikan oleh
rekannya. Soliditas kelompok terjadi karena kelompok sudah percaya pada pemimpinnya.
Bagaimana tidak percaya, sang ketua sudah terbukti tidak mendahulukan kepentingannya
sendiri dengan mau menjadi yang terakhir dan ini yang penting, dia tidak berambisi menjadi
pemimpin. Karena dia menjadi pemimpin adalah hadiah dari kesabaran dan kerelaan
berkorban. Pembelajaran bagi kelompok adalah mereka akan memilih pemimpin yang sudah
teruji dari perbuataannya yaitu dia mendahulukan kepentingan orang lain.

Pengajuan Pembiayaan
Pengajuan Pembiayaan wajib mendapat persetujuan KSM, karena anggota KSM lain akan
menanggung renteng hutang yang bersangkutan. Adapun urutan pengajuan pembiayaan
sebagai berikut :
1) Anggota KSM yang akan mengajukan dipersilakan maju ke depan kelompok.
2) Dengan menghadap ke kelompok, bukan menghadap ke petugas, anggota mengajukan
rencana pembiayaannya ke UPK sebagai berikut :
a. Memperkenalkan diri : nama, wakil dari keluarga siapa, alamat
b. Menyebutkan rencana pembiayaan : besar dan alokasi pembiayaan : misal : 3 juta
untuk membeli barang-barang persediaan warung
c. Menyatakan kesiapan mengangsur sejumlah rupiah dalam seminggu
d. Mengajukan dua pertanyaan penting :
i. Menanyakan apakah anggota KSM yang yang lain menyetujui pengajuannya.
ii. Menanyakan apakah anggota KSM yang lain bersedia tanggung renteng atas
pengajuan pinjaman / pembiayaannya.
3) Atas pengajuan tersebut, anggota KSM yang lainnya berhak bertanya dan berhak juga
tidak setuju bila ada alasan-alasan yang dapat diterima atas ketidaksetujuannya tersebut.
4) Pengajuan akan diproses bila dua pertanyaan pada butir (2.d) semuanya disetujui secara
aklamasi oleh anggota KSM.
5) Pendamping KSM menyatakan telah menerima pengajuan dari ibu yang bersangkutan
anggota KSM diminta mengisi aplikasi pengajuan
6) Tegaskan pengajuan akan dirapatkan di UPK untuk menyetujui besarnya plafond.

Contoh pengajuan:
Nama Saya ibu Aan, wakil dari keluarga pak Mahmud, alamat RT 5 Rw16. Saya mengajukan
pembiayaan kepada UPK Syariah Ridho Sukses Makmur sebesar 1 juta rupiah untuk membeli
barang persedian usaha warungan saya. Adapun rencana pembelian adalah : membeli beras 2
karung, 400 ribu, gula 1 karung 200 ribu, terigu 1 karung 150 ribu, Minyak goreng 4 jerigen
150 ribu serta telur 5 kg 100 ribu. Saya siap mengangsur sebesar 28 ribu per minggu. Apakah
ibu-ibu anggota KSM melati putih menyetujui pembiayaan saya dan akan bersedia membantu
membayar angsuran saya bila saya dalam kesulitan ?
Ibu-ibu menjawab : setuju atau tidak setuju.
Proses pengajuan selesai bila ibu-ibu yang lain sudah menyatakan persetujuannya.
Gambar 6. Pengajuan Pembiayaan

E. Pertemuan Mingguan (Perming)


Petugas : Pendamping KSM , Manager UPK
Supervisor : Faskel Comunity Development
Peserta : Calon anggota KSM yang telah lolos UK

Tujuan
Tujuan dari Pertemuan Mingguan (perming) adalah :
1) Wadah melaksanakan transaksi keuangan anggota KSM yaitu setor dan tarik tabungan,
pengajuan , pencairan dan angsuran pembiayaan.
2) Wadah melakukan pembinaan kelompok sehingga terbentuk kelompok tanggung renteng.

Ketentuan Perming
a. Wajib dihadiri oleh Pendamping Lapang (PL) KSM UPK
b. Maksimum 1 jam, bisa lebih bila ada pengajuan
c. Diadakan pada jam tertentu yang sudah disepakati
d. Dimulai tepat waktu
e. Formasi duduk mengikuti Formasi PWK atau pola 2-2-1. Sewaktu-waktu boleh dirubah,
untuk menghindari kejenuhan.
f. Sederhana, tidak boleh mengeluarkan biaya, atau hanya sebatas air putih untuk minum
yang tidak memberatkan KSM.
g. KSM bisa menambahkan agenda lain sebagai bagian dari urutan acara , misalnya
pembacaan doa, ataupun yang lain, tergantung kesepakatan peserta
h. Tempat pertemuan di sekitar tempat tinggal anggota KSM. Bisa di teras/halaman rumah
salah satu calon anggota, mushola, tempat pertemuan RT/RW atau dibawah pohon
sekalipun. Yang penting cukup memuat semua anggota. Anggota KSM bisa duduk lesehan
supaya pertemuan tidak memerlukan kursi.
i. Kehadiran anggota tidak bisa diwakilkan ke anggota ksm lain, ataupun ke anggota
keluarganya
j. Kehadiran dianggap prestasi dan mempengaruhi pemberian plafond berikutnya. Hal ini
diserahkan kepada UPK. Sebagai contoh, kehadiran 90 % maka plafond tidak bisa naik,
dibawah 90 % plafond turun, dibawah 30 %, akan dikeluarkan.
k. Boleh tidak hadir apabila ada musibah, atau hal lain yang disepakati KSM.
l. Transaksi keuangan UPK dengan anggota KSM dilakukan pada pertemuan rutin mingguan
KSM dengan disaksikan oleh anggota KSM.

Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan Pertemuan Mingguan dijelaskan oleh tabel 11.

Tabel Indikator keberhasilan Perming


No Ukuran keberhasilan Keterangan
1 Kehadiran Minimal 90 %
2 Tidak ada Tunggakan -
3 Pelaksanaan Tanggung Renteng Berjalan dan diatur sendiri oleh KSM

Tempat Pertemuan
Tempat pertemuan ditetapkan berdasarkan kesepakatan anggota. Yang penting, bisa
menampung sebagian besar anggota, mudah dijangkau anggota secara dan relatif aman
karena adanya transaksi keuangan.

Waktu Pelaksanaan
Seminggu sekali sekali maksimal 1 jam

Alat yang digunakan


1. Daftar Hadir
2. Ikrar KSM
3. Ikrar Petugas
4. Form transaksi
Pihak Yang terlibat
1. Pendamping KSM
2. Anggota KSM
3. Pengurus KSM

Tahapan kegiatan
1. Tepat pada jam yang disepakati, ketua KSM untuk membuka pertemuan.
2. Pembacaan ikrar KSM bersama-sama dipimpin oleh ketua KSM atau oleh anggota yang
lain.
3. Pendamping Lapang (PL) KSM membaca ikrar Petugas
4. PL memastikan anggota sudah hadir dan duduk berkelompok sesuai dengan aturan
kelompok limaan, lakukan pengecekan kehadiran satu persatu dengan mengisi daftar
hadir. Bila ada yang tidak hadir, tanyakan kepada anggota lain, alasan
ketidakhadirannya.Tuliskan alasan ketidakhadirannya pada daftar hadir
5. PL menerima angsuran dan tabungan. Hitung jumlah uang apakah sesuai dengan catatan.
Masukan data ke Bukti kas Mingguan (Bukming).
6. Setelah angsuran dan tabungan dicatat, masing-masing transaksi anggota disebutkan oleh
petugas UPK dan anggota KSM yang disebut namanya diminta persetujuanya. Ini sebagai
implementasi transparansi.
Contoh : Ibu Mahmud, bayar 2 kali, tabungan individu setor 10 ribu, dijawab oleh Ibu
Mahmud : betul
7. Ketua KSM menandatangani bukti kas mingguan.
8. Setelah pembacaan angsuran dan tabungan, lakukan transaksi lain. Misalnya pengajuan
dan pencairan pembiayaan
9. Untuk pengajuan pembiayaan, lihat materi pengajuan pembiayaan pada materi PWK.
10. Setelah semua kegiatan selesai, minta ketua KSM untuk menutup pertemuan.

Tahapan kegiatan Pencairan Pembiayaan


1. Seminggu setelah pengajuan, petugas pendamping datang ke perming dengan membawa
sejumlah dana untuk pencairan.
2. Setelah transaksi rutin selesai (lihat tapan kegiatan perming), minta anggota yang akan
menerima dana maju ke depan.
3. Sampaikan hasil persetujuan UPK tentang pengajuannnya, yaitu Plafond, akad, jangka
waktu dan besar angsuran.
4. Mintakan persetujuan ke yang bersangkutan dan angota KSM yang lain.
5. Bila anggota dan anggota KSM sudah setuju, minta Anggota untuk menandatangani akad
wakalah.
6. Bacakan garis besar akad dan tekankan waktu penunaian akad wakalah hanya seminggu.
Dalam pertemuan berikut harus membawa kwitansi pembelian barang
7. minta anggota KSM ikut mengawasi pelaksanaan akad wakalah.
8. Pada pertemuan minggu depan berikutnya, anggota maju ke depan, menyerahkan
kwitansi dan menandatangi akad murabahah/ijarah.

Transaksi Keuangan Pada Perming


Jenis-jenis setoran anggota KSM ke UPK
Jenis Setoran Keterangan
1. Setoran Rutin (Serut)  Rincian besarnya nominal angsuran pokok, angsuran margin,
1.1. Angsuran pokok tabungan cadangan dan tabungan kelompok ada di akad
1.2. Angsuran margin pembiayaan.
1.3. Tabungan cadangan  Meskipun ada 4 unsur, namun harus dibayar dalam 1 paket, tidak
1.4. Tabungan kelompok boleh dibayar sebagian saja.
 Besar nominalnya tetap sejak cicilan pertama hingga cicilan lunas.
 Harus dibayarkan secara teratur seminggu sekali
2. Tabungan individu  Besarnya dan waktunya tidak ditentukan.
 Bukan merupakan suatu kewajiban, besarnya disesuaikan dengan
kemampuan anggota KSM.
3. Infaq  Besarnya dan waktunya tidak ditentukan.
 Bukan merupakan suatu kewajiban, sesuai kemampuan anggota
KSM.

Selain berupa transaksi kas masuk, pada tabungan individu dimungkinkan ada transaksi kas keluar.

Ketentuan Setoran tunai dari Anggota KSM ke UPK


 Karena tidak selamanya anggota KSM membawa uang yang memadai untuk membayar
seluruh kewajibannya, maka perlu aturan yang mengatur pencatatan untuk semua
kemungkinan kondisi.
 Berapapun uang yang dibawa oleh anggota KSM harus diterima oleh UPK dan dicatat
pada bukti kas masuk.

contoh
Deborah adalah salah seorang anggota KSM, setoran rutinnya sebesar 25.000,- dengan
rincian :
 Angsuran pokok 20.000,-
 Angsuran margin 2.500,-
 Tabungan cadangan 1.500,-
 Tabungan kelompok 1.000,-
Berikut ini adalah contoh untuk Deborah denan beragam kondisi, yakni saat membawa uang
yang kurang, pas dan lebih dari jumlah serut.
Uang yang dibawa Serut Tabungan Individu

20.000,- 0,- 20.000,-

25.000,- 25.000,- 0,-

35.000,- 25.000,- 10.000,-

Prosedur & pengunaan form


Bukti Transaksi Kas (masuk atau keluar)
Pada KMS, ada dua tahap transaksi yakni :
1. dari anggota KSM ke Pendamping Lapang (PL) KSM UPK
2. dari PL ke kasir / admin UPK.
Pada setiap ada perpindahan uang tunai tersebut, pada setiap tahapan, maka harus ada bukti
transaksi kas (bukti kas masuk dan atau bukti kas keluar). KMS memiliki format yang khas
untuk bukti kas masuk dan bukti kas keluar. Format yang dibuat sudah memenuhi kaidah
standar akuntansi dan akuntabilitas, diantaranya adalah :
1. Mudah untuk ditelusuri (tanggal, jumlah dan peruntukkannya) baik untuk pencatatan
ataupun penyelesaian permasalahan / perselisihan.
2. Minimal ada tandatangan penerima kas / uang tunai untuk tanda bukti kas yang
dipegang oleh yang menyerahkan uang. Ada untuk bukti kas yang diterima oleh
anggota KSM bukti sah yang menunjukkan / membuktikan secara resmi sudah diterima
oleh lembaga (UPK).
3. Ada tanggal kapan kas diterima
4. Para pihak yang terkait (penerima dan yang menyerahkan uang) dapat memahami
informasi yang ada pada format, tentang jumlah kas yang disetorkan. Sebagai contoh,
ketika pada bukti kas mingguan ditulis 1 untuk kolom frekuensi cicilan serut, ketika itu
diisi dan ada tandatangan pada tempat yang telah ditetapkan oleh penerima kas, para
pihak memahami dan mengakui telah terjadi penyetoran kas sejumlah 1 kali cicilan
dengan jumlah nominal uang sebesar akad anggota KSM tersebut.
5. Jelas peruntukkan dari dana yang disetorkan. Kejelasan ini akan memungkinkan untuk
proses jurnal dan terhindarinya salah paham antar pihak-pihak terkait.

Transaksi dan bukti kas

Proses Jenis Nama Form Bukti Transaksi Nama Form Bukti Transaksi
Transaksi Setoran yang dipegang Anggota KSM yang dipegang oleh PL
KSM
Setoran dari Serut Kartu Cicilan (karcil) Bukti Kas Mingguan
anggota KSM Tab Individu Buku Tabungan Individu (Bukming). 1 KSM 1 Bukming,
ke PL UPK (BuTind) ditandatangani oleh ketua
KSM dan PL UPK.
PL Penyerahan Jenis Form yang depegang oleh Form yang dipegang oleh PL
Setoran Kasir

Kasir
dari PL, Serut Bukti Kas Mingguan Bukti Kas Masuk (BKM).
setoran KSM Tab Individu (Bukming). BKM dibuat oleh kasir UPK,
ke kasir UPK Pada kotak yang disediakan sebagai bukti bahwa setoran
di Bukming kasir tanda sudah dimasukkan ke dalam
tangan sebagai pernyataan / sistem. BKM ditandatangani
bukti telah menerima oleh kasir dan PL.
setoran KSM yang diserahkan
oleh PL

Format Bukming adalah sebagaimana terlampir.


Format buku tabungan individu sama dengan format buku tabungan yang lazim. Buku
tabungan dijadikan sebagai tanda bukti karena syarat-syarat sebagai tanda bukti terpenuhi.
Karcil dibuat di kertas yang tebal agar awet dan tidak mudah rusak. Rincian nominal masing-
masing jenis setoran ditulis di Karcil. Bila ada pembayaran serut tidak menuliskan nominal
serutnya, cukup tanda tangan, cap dan tanggal penerimaan uangnya pada kotak yang
disediakan. Kotak yang harus diisi berjumlah 50, diberi nomor urutan angsurannya.

Prosedur Transaksi Mingguan

Mutu Baku
Kegiatan Durasi Keterangan
Kelengkapan Output
Waktu
1. Kasir memprint Bukti Kas Mingguan PL UPK menerima Pada Bukming
Bukming dan (Bukming) Bukming ada sudah terisi
diserahkan ke PL UPK dan ada yang
kosong sesuai
ketentuan
2. Anggota KSM uang, kartu cicilan, buku Seluruh kelengkapan Uang serta
menyetor ke PL UPK. tabungan individu dari anggota KSM dokumen
diterima oleh PL ditumpuk lalu
dikumpulkan dg
urutan yang sama
(teratur)
3. Pengisian data-data Buku tabungan individu, Buku tabungan Bukti Kas Masuk
transaksi pada bukti- Kartu Cicilan dan individu, Kartu Cicilan & Bukti Kas
bukti transaksi sesuai Bukming dan Bukming terisi Keluar utk
format dan lengkap sesuai transaksi simpan
ketentuan. ketentuan pinjam di
disatukan dalam
format BUKMING
4. Anggota KSM Buku tabungan individu Butind & Karcil
menerima butind dan Kartu Cicilan diterima oleh anggota
dan karcil KSM
5. PL membacakan isi Buku tabungan individu Transaksi yang dicatat Proses cross
data transaksi pada dan Kartu Cicilan oleh PL pada Bukming check,
Bukming dan (dipegang oleh anggota dikonfirmasi benar menghindari data
meminta konfirmasi KSM) oleh anggota KSM yang diisi
kepada anggota KSM Bukming (dibacakan oleh berbeda antara
apakah datanya PL) yang dipegang
sudah benar ? oleh PL dan
anggota KSM.
6. Bila belum benar, Buku tabungan individu Seluruh dokumen bukti Proses koreksi
maka dikoreksi dan Kartu Cicilan transaksi benar dan sesuai.
sehingga menjadi (dipegang oleh anggota terkonfirmasi.
benar. KSM)
Bukming (dibacakan oleh
PL)
7. Bila sudah benar, Bukming Bukming Bukti bahwa PL
Bukming di-tanda ditandatangani oleh PL telah menerima
tangani oleh PL dan dan Ketua KSM uang sejumlah
ketua KSM. yang tertera di
Bukming, Ketua
KSM mengetahui
dan
menyetujuinya.
8. Uang dan Bukming Bukming Uang sesuai jumlah Kasir
diserahkan PL ke yang tertera pada menandatangani
kasir di UPK Bukming Bukming, yang
menunjukkan
pengakuan kasir
bahwa jumlah
uang sudah
sesuai / benar
dan kasir
mengakui telah
menerima uang
tersebut.
9. Kasir menghitung Bukming Uang yang diterima Uang disimpan
uang dan kasir cocok dg yang dan Bukming
mencocokkannya dg tertera di Bukming. diarsipkan sesuai
apta yang tercantum aturan
dalam Bukming.
10. Bila cocok, maka Bukming Bukming Bukti bahwa kasir
kasir ttd di Bukming. ditandatangani oleh telah menerima
kasir. uang sejumlah
yang tertera di
Bukming.
11. Kasir menginput ke Bukming Seluruh data transaksi
software komputer terinput ke software
atau SAS atau SAS
12. Kasir membuat Tanda Terima (Bukti Kas Tanda terima sesuai / Dicantumkan
tanda terima (bukti Masuk) benar dan diterima total uang yang
kas masuk), lalu oleh PL diterima oleh
diserahkan ke PL. kasir, sekaligus
bukti bahwa data
transaksi sudah
diinput ke
komputer atau
lembar SAS
Lampiran 1
Bahan bacaan

KSM yang Solid, Awal Suksesnya Pinjaman Dana Bergulir

Urgensi KSM Berkualitas


Salah satu penyebab tingginya tingkat kemacetan pada program Pinjaman Dana Bergulir (PDB)
program KOTAKU (dulu PNPM Mandiri Perkotaan) adalah masih banyaknya Kelompok
Swadaya Masyarakat (KSM) yang tidak melaksanakan Tanggung Renteng (TR). TR hanya akan
dapat berjalan dengan baik ketika KSM-nya baik. Dan, KSM yang baik terwujud karena
pembentukan KSM-nya yang baik dan benar. Oleh karena itu program KOTAKU telah
menetapkan bahwa penguatan kelompok menjadi prioritas utama dalam PDB.
Saat ini, masih banyak KSM yang kualitasnya belum baik. Bahkan banyak di antaranya,
sebenarnya, belum bisa disebut sebagai sebuah KSM, hanya saja secara administratif dicatat
sebagai sebuah KSM. Padahal pada kenyataannya, di antara mereka tidak saling kenal. Selain
itu pertemuan rutin pun hampir tidak pernah dilakukan. Dengan kondisi tersebut maka rasa
saling menanggung pun akan sulit terbentuk.

KSM Baik, Harus dari Kelompok yang Sudah Ada?


Bagaimanakah suatu KSM yang baik dibentuk untuk program PDB? Apakah harus berasal dari
kelompok yang sudah ada seperti kelompok arisan, pengajian, gereja, dan sejenisnya?
Memang KSM dari kelompok yang sudah berdiri sebelum terlibat pada PDB PNPM Mandiri
Perkotaan akan berpotensi besar untuk menjadi KSM yang solid. Mereka sudah saling
mengenal dan sudah bekerjasama dalam jangka waktu lama. Oleh karena itu, pemetaan
kondisi masyarakat menjadi penting untuk mengetahui kelompok-kelompok yang sudah ada di
masyarakat. Kelompok-kelompok tersebut bisa menjadi prioritas untuk dibentuk menjadi KSM
pada program PDB.
Namun bila kita terpaku hanya pada pembentukan KSM yang berasal dari kelompok-kelompok
yang sudah ada maka hanya sebagian kecil masyarakat miskin yang bisa terekrut dalam
program PDB. Masih banyak masyarakat miskin, atau yang biasa disebut sebagai PS2, belum
bergabung dengan kelompok-kelompok yang sudah ada di masyarakat. Oleh karena itu,
diperlukan adanya metode membentuk KSM dari masyarakat, yang sebelumnya belum
berkelompok tapi menghasilkan KSM berkualitas; KSM yang memiliki ikatan kuat dan terjadi
saling tolong menolong.
Alhamdulillah, metode tersebut sudah ada dan terbukti banyak berhasil. Hal ini bukan teori
semata, melainkan didasarkan atas pengalaman dari Lembaga Keuangann Mikro (LKM) yang
sukses. Banyak LKM-LKM bisa menumbuhkan KSM-KSM yang baik, dibentuk dalam rangka
PDB. KSM-KSM PDB yang berasal dari kelompok-kelompok bentukan baru kemungkinan besar
jumlahnya akan lebih banyak dibandingkan dengan KSM PDB dari kelompok-kelompok yang
susah ada.
Ciri Pembentukan KSM yang Baik
Pada bagian ini kita akan membahas ciri-ciri pembentukan KSM yang baik. Berikut ini adalah
beberapa hal yang harus diperhatikan untuk itu.
Pertama, kesukarelaan. KSM yang berkualitas hanya akan mungkin terwujud bila dasar
bergabungnya adalah atas kesukarelaan, bukan karena penunjukan, bukan karena rayuan
apalagi paksaan. Staf UPK serta para tokoh masyarakat tidak boleh memengaruhi
keikutsertaan seseorang dalam keanggotaan KSM.
Kedua, pelibatan anggota secara aktif. Libatkan secara aktif anggota dalam proses, dimulai
dari proses seleksi anggota, pelatihan dan seterusnya. Biarkan mereka mengambil keputusan
untuk hal-hal yang memang menjadi kewenangan mereka, terutama pemilihan anggota.
Ketiga, saling mengenal. Adanya saling mengenal dengan baik antaranggota, baik aspek
pribadi maupun aspek usahanya, merupakan kunci sukses untuk mewujudkan KSM yang
berkualitas. Pada tahap awal pembentukan kelompok, staf UPK (didampingi oleh Fasilitator
kelurahan untuk tahap awal) dapat melakukan suatu permainan untuk mengecek tingkat
pengenalan sesama anggota KSM. Permainan tersebut, diharapkan mampu mendeteksi
adanya KSM “jadi-jadian” artinya tidak ada saling pengenalan yang memadai antaranggota. TR
akan bisa terlaksana jika antaranggota KSM sudah memiliki kesadaran dan berkemauan untuk
saling tolong menolong.
Dalam kajian materi tentang ukhuwah (team building), untuk bisa mencapai saling menolong
(takaful), harus ada proses ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami) barulah
akan terwujud takaful. Memang, tidak semua hal harus diketahui sesama anggota, hanya hal-
hal penting yang harus diketahui oleh anggota, di antaranya, kondisi keluarga, jumlah anak,
nama anak, nama suami, pekerjaannya dan hal-hal yang terkait dengannya. Dengan demikian,
adanya saling mengenal pada anggota KSM penting, sebagai kondisi awal menuju terjadinya
saling tolong-menolong. TR adalah bentuk saling tolong menolong.
Keempat, meminimalisir conflict of interest. KSM seharusnya menjadi ajang saling membantu
antaranggota dan jangan sampai menjadi tempat berkonflik antaranggota. Oleh karena itu,
sedini mungkin perlu adanya antisipasi adanya pertentangan kepentingan (conflict of interest)
dalam suatu KSM. Untuk menghindari hal ini, salah satu upayanya adalah dengan tidak boleh
ada bertalian darah satu tingkat dalam satu kelompok inti. Maksudnya tali darah satu tingkat
adalah orang tua dengan anak serta adik dengan kakak. Hal ini dimaksudkan agar jangan
sampai ada permasalahan yang ada dalam keluarga tertular juga dalam KSM, selain itu, untuk
menghindari adanya kubu-kubuan atau pengotak-kotakkan dalam suatu KSM.
Kelima, disiplin sejak awal. Sejak awal, pelaksanaan program PDB harus dilaksanakan dengan
disiplin yang meliputi saat pendaftaran serta seleksi berdasarkan kriteria yang benar dan
tanpa pandang bulu. Selain itu kedisiplinan calon anggota KSM saat pelatihan pra pencairan
yang disebut dengan Pelatihan Wajib KSM (PWK) akan mumbuhkan adanya komitmen yang
baik menuju KSM yang berkualitas. Suatu KSM hanya boleh menerima pencairan pinjaman
bila seluruh anggotanya datang di PWK pada seluruh materi, datang tepat waktu, rutin
menabung dan lulus ujian PWK. Artinya, meskipun hanya salah satu anggota tidak memenuhi
persyaratan tersebut maka seluruh anggota KSM tidak boleh mendapatkan pencairan
pinjaman. Ketidaktegasan untuk meluluskan KSM sehingga mendapatkan pencairan padahal
masih ada kekurang disiplinan, akan berakibat fatal di kemudian hari. Untuk itu maka
keteladanan kedisiplinan petugas UPK sangat mempengaruhi keberhasilan pembentukan KSM
yang berkualitas.
Keenam, keterbukaan antaranggota KSM. Salah satu ciri pembentukan kelompok yang baik,
adalah ketika dari awal sudah ada saling keterbukaan antarsesama anggota. Memang bukan
berarti tidak ada rahasia atau semua hal harus dibuka. Hal-hal yang harus terbuka terutama
yang terkait dengan pinjaman atau pembiayaan, di antaranya adalah rencana alokasi
pengunaan dana pembiayaan, berapa besar yang diperlukan (bukan yang diinginkan), siapa
pengguna dana bila dapat pembiayaan, dan sebagainya. Persetujuan dan ketidaksetujuan
harus disampaikan secara terbuka antarsesama anggota.
Manfaat adanya keterbukaan adalah akan terjadi penilaian yang objektif atas kemampuan dan
kondisi keluarga sehingga penentuan besaran plafon pembiayaan tepat jumlah dan
peruntukkannya serta memudahkan pemahaman TR di tingkat KSM. Bila tidak ada ke saling
keterbukaan, maka akan terjadi saling curiga, kurang rasa tanggung jawab antaranggota,
imbasnya TR tidak telaksana dengan baik. salah satu hal agar TR dapat dilaksanakan dengan
baik adalah karena masing-masing anggota saling terbuka dan saling percaya.
Ketujuh, pemahaman dan motivasi. Anggota KSM harus memiliki pemahaman yang benar
bahwa dana yang diterima adalah dana yang harus dikembalikan bukan hibah. Selain itu perlu
ditumbuhkan pemahaman dan motiviasi untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh
aturan KSM, terutama menyadari betul konsekuensi dari tanggung renteng. Staf UPK dan
Faskel Ekonomi harus mengulang-ulang kembali tentang konsekuensi tanggung renteng dan
pentingnya disiplin pembayaran bagi keberlangsungan pemberdayaan melalui PDB. Sejak
sebelum resmi menjadi anggota KSM, calon anggota harus sudah faham, setuju dan siap
melaksanakan tanggung renteng. Staf UPK tidak hanya melakukan pemberian motivasi di
awal, namun harus terus dilakukan pada setiap pertemuan mingguan. Di awal pembentukan
KSM, pastikan kembali dan berulang-ulang, bahwa bila tidak setuju dengan aturan KSM, tidak
setuju untuk bergabung dengan anggota-anggota yang lain, tidak mau bertanggung renteng
untuk anggota yang lain dan tidak sanggup untuk melaksanakan kewajiban sebagai anggota
KSM, dipersilakan mundur.
Kedelapan, berdekatan. Suatu KSM dibentuk dari anggota-anggota yang jarak antarrumah
(tempat tinggal) sesama anggota berdekatan. Selain itu, lokasi pertemuan rutin KSM dipilih.
tempat yang paling dekat dengan semua anggota KSM. Ukuran dekat adalah mudah atau
lazim ditempuh dengan berjalan kaki dengan waktunya sekitar 10 menit. Definisi lain dari
dekat adalah secara geografis merupakan satu hamparan atau satu klaster.
Mengapa perlu berdekatan?
 Agar anggota tidak terlambat pada pertemuan rutin mingguan. Disiplin datang tepat
waktu pada pertemuan rutin mingguan merupakan hal yang penting, maka banyak hal
harus mendukung kepada hal tersebut.
 Selain itu, anggota yang tempat tinggalnya berdekatan adalah sekumpulan masyarakat
memiliki interaksi antarmereka. Sehingga mereka akan mengetahui kehidupan sehari
hari, misalnya anaknya ada berapa, siapa saja, sekolah di mana, dan sebagainya,
termasuk tentang usaha dan reputasinya, terutama reputasi dalam hal utang -piutang.
Suatu KSM yang anggotanya saling berjauhan, baik domisili maupun tempat usahanya,
memiliki beberapa kelemahan:
 Kemungkinan besar, antaranggota kurang saling mengenal,
 Sehubungan interaksi yang jarang akibat dari jarak yang saling berjauhan, maka
kemungkinan besar kurang saling mengetahui perkembangan anggotanya.
 Karena berjauhan maka antaranggota kurang saling mengawasi atau memantau
pekembangan keseharian masing-masing anggota.
 Karena lokasinya jauh, datang ke pertemuan menjadi sesuatu yang merepotkan,
membutuhkan waktu yang lama, dan menjadikan peluang untuk terlambat menjadi
besar.
Kondisi-kondisi negatif yang diakibatkan lokasi berjauhan tersebut akan berdampak pada
rendahnya kualitas KSM.
Kesembilan, kelompok aneka usaha. Satu kelompok sebaiknya jangan dari satu sub-sektor
yang sama untuk mengurangi resiko ketika ada satu subsektor yang mengalami masa paceklik
Sebagai contoh, bila seluruh anggota KSM adalah berusaha pada ternak ayam, maka pada saat
wabah flu burung melanda misalnya, seluruh anggota KSM kemungkinan besar akan
menunggak. Namun bila anggota KSM usahanya bervariasi, ketika ada wabah flu burung,
anggota yang lain yang tidak terkena dampak negatif flu burung bisa membantu manalangi
cicilannya hingga wabah flu burung itu reda kembali dan yang bersangkutan bisa
berpenghasilan kembali.
Kesepuluh, jumlah minimal dan maksimal anggota KSM. Jumlah anggota KSM minimal 15
orang, maksimal 20 orang. Jumlah minimal diperlukan untuk efisiensi proses layanan simpan -
pinjam dan proses pendampingan pada pertemuan rutin mingguan. Bila jumlah anggotanya
terlalu sedikit, maka total waktu yang diperlukan oleh staf UPK akan sangat banyak. Selain itu
bila dalam satu KSM anggotanya terlalu sedikit, suasana pertemuan rutin akan kurang
kondusif untuk suatu pendampingan. Sedangkan pembatasan jumlah pada satu KSM tidak
lebih dari 20 orang, karena bila terlalu banyak orang dalam suatu pertemuan, pendampingan
akan kurang efektif.
Kesebelas, perempuan. Anggota KSM sebaiknya adalah perempuan. Bahkan bila anggota KSM
semuanya perempuan itu lebih baik. Bila yang memiliki usaha adalah suaminya, maka yang
hadir pada pertemuan rutin mingguan adalah istrinya. Berdasarkan pengalaman pada
program / lembaga keuangan mikro dengan pendekatan kelompok yang sukses, umumnya
mensyaratkan anggota KSM-nya adalah perempuan. Bila di suatu desa ada pengusaha mikro
yang ingin mendapatkan fasilitas pinjaman, maka istrinya mewakilinya. Peran perempuan
dalam KSM tersebut adalah mewakili keluarganya. Perempuan dinilai lebih disiplin membayar
cicilan. Selain itu lebih perempuan lebih disiplin untuk datang pada pertemuan mingguan.
Fokus utama pendampingan di antaranya adalah manajemen keuangan keluarga di mana istri
umumnya sebagai peran utama dalam hal tersebut.
Untuk memujudkan pembentukan yang baik dengan ciri-ciri sebagaimana disebutkan pada
uraian sebelumnya, maka dilakukanlah suatu kegiatan yang yang disebut dengan Pelatihan
Wajib (PWK) KSM. Pelatihan ini harus diikuti oleh seluruh anggota KSM sebelum mendapatkan
pencairan. Tidak lulus pada pelatihan ini, maka tidak bisa mendapatkan pencairan dari UPK.
PWK Tahapan penting pembentukan KSM
Salah satu tahapan penting pembentukan KSM yang baik adalah adanya pelatihan pra
pencairan yang disebut dengan Pelatihan Wajib KSM (PWK). Hal ini sejalan dengan apa yang
tercantum pada Petunjuk Teknis Pinjaman Bergulir PNPM Mandiri Perkotaan, halaman 10,
yang menyebutkan bahwa untuk mendapatkan pencairan pinjaman, KSM diwajibkan
mengikuti pelatihan dan sudah menabung. PWK merupakan penjabaran yang lebih teknis dari
apa yang disebutkan oleh petunjuk teknis tersebut.

Kenapa ada PWK ?


Mungkin pembaca ada yang bertanya-tanya, mengapa sich kok repot-repot mengadakan PWK
segala? Mengapa pinjamannya tidak langsung saja dicairkan kepada anggota KSM setelah ia
mengajukan permohonan pembiayaan/pinjaman?
Sekadar mengulang, Pinjaman Dana Bergulir (PDB) hanya dapat diberikan kepada calon
anggota KSM yang sudah terseleksi. Yakni, kepada masyarakat miskin yang diperkirakan
memungkinkan bisa membayar cicilan pinjamannya. Karena memberikan pinjaman kepada
yang sudah diperkirakan tidak bisa mengembalikan pinjaman, akan merugikan, bahkan
menzalimi kedua belah pihak, yakni pemberi pinjaman (UPK) dan anggota KSM itu sendiri.
Pemberian pinjaman tanpa seleksi, akan menjadikan masyarakat, yang sebelumnya sudah
mengalami kesulitan dalam masalah keuangan, bertambah kesulitannya akibat bebannya
bertambah dengan adanya kewajiban membayar utang.
Proses seleksi calon peminjam tidak dapat dilakukan seperti model perbankan dengan
menggunakan kriteria seleksi jaminan (collateral) dan kelayakan usaha seperti layaknya usaha
bisnis non-mikro. Yang diseleksi pada PDB dengan pendekatan kelompok lebih pada orang
(karakter)-nya, bukan pada usaha atau asetnya. Seleksi tersebut dilakukan dengan mekanisme
kelompok, artinya masyarakat di sekitarnya, yang sudah mengenal kehidupan sehari-harinya,
yang menyaring. Mana yang dianggap akan mampu membayar cicilannya di kemudian hari.
Selain itu, pemberian pinjaman dilakukan setelah adanya peningkatan kapasitas bagi
masyarakat miskin. Dengan demikian, pasca PWK, calon anggota KSM akan memiliki kualitas
lebih dibandingkan sebelumnya, sehingga relatif lebih siap untuk diberikan pinjaman.
Peningkatan kapasitas memang bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan cepat,
membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Anggota KSM dengan kualitas prima dari hasil
pelatihan tidak akan bisa terbentuk sebelum pencairan dilakukan. Atau dengan kata lain, bila
menunggu kualitasnya prima baru diberikan pencairan maka itu akan menjadi terlalu lama
bagi anggota KSM. Oleh karena itu, PWK dilakukan hingga mencapai kadar memadai, yang
diperkirakan dengan itu KSM sudah lebih siap untuk menerima pinjaman.
Pelatihan pra pencairan yang sistematis, sudah banyak dilakukan oleh program atau lembaga
keuangan mikro yang berhasil, terutama yang menggunakan model Grameen Bank. Di
Indonesia namanya bermacam-macam,di antaranya adalah Latihan Wajib Kumpulan (LWK),
Persiapan Wajib Kumpulan (PWK), dan lain-lain. Dengan demikian, konsep adanya pelatihan
sebelum pencairan, bukanlah hanya sekedar ide atau coba-coba namun didasarkan atas bukti
keberhasilan dari praktik-praktik terbaik (best practises).
Tujuan dan Output
PWK dilaksanakan minimal 3 hari. Semua peserta harus bisa datang secara penuh dan tepat
waktu. Bila ada anggota KSM yang terlambat atau tidak ikut satu hari saja tanpa alasan yang
dibolehkan maka seluruh anggota harus mengulang dari awal lagi. Proses ini akan membuat
suatu KSM solid, karena berkali-kali bertemu dalam suatu kegiatan peningkatan kapasitas.
PWK melatih disiplin dan melatih kebersamaan. Selain itu karena dilakukan berkali-kali
meskipun hanya satu hingga dua jam, dibutuhkan kesabaran dan kesungguhan dari anggota
KSM untuk terus mengikuti secara penuh, tepat waktu dan disiplin. Hanya orang-orang yang
berkeinginan kuat dan bersungguh-sungguh sajalah yang bisa mengikuti kegiatan kegiatan
secara penuh, dan disiplin tepat waktu. Kedisiplinan selama mengikuti PWK menjadi kriteria
untuk dapat menjadi anggota KSM dan berhak menerima pinjaman/pembiayaan dari UPK.
Oleh karena itu PWK merupakan upaya seleksi untuk menjadi anggota KSM. Dasar
pemilikirannya adalah, untuk hadir dan mengikuti PWK saja tidak disiplin, apalagi nanti untuk
membayar cicilan, akan lebih sulit lagi untuk berdisiplin membayar cicilan tepat waktu. Jadi,
bagi masyarakat yang tidak mau mengikuti proses karena merasa jenuh, malas dan merasa
tidak akan memberikan manfaat baginya, dipersilakan untuk tidak ikut PDB.
UPK dan jajaran Faskel tidak boleh memaksakan harus terbentuk KSM bila memang tidak ada
yang mau. Jangan sampai terjadi KSM-KSM tersebut “jadi-jadian” atau instan tanpa suatu
proses yang benar.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari PWK adalah (1) meningkatkan
kapasitas calon anggota KSM, (2) meningkatkan kesolidan KSM, (3) media seleksi calon
anggota KSM menjadi anggota KSM.
Adapun hasil langsung (output) dari PWK adalah, pertama, memahami prinsip, tujuan dan
manfaat dari PDB. Kedua, memahami Sistem dan Prosedur PDB. Ketiga, memahami aturan
KSM (hak, kewajiban, uraian tugas struktur KSM, dan sebagainya). Keempat, adanya
peningkatan kapasitas dalam hal pemahaman tentang tanggung renteng
Sekedar catatan, materi-materi PWK merupakan materi-materi pengenalan, karena proses
penguasaan, pendalaman serta materi lanjutan akan dilaksanakan melalui pendampingan
pada pertemuan rutin mingguan ketika mereka dinyatakan lulus sebagai anggota KSM.

Proses PWK
PWK diselenggarakan secara sederhana dan nyaris tanpa biaya, tapi dilakukan secara serius
dan penuh kedisiplinan. Durasi setiap kali pelatihan sekitar 1 - 2 jam. Tidak boleh lebih,agar
tidak menyita para pengusaha mikro yang butuh waktunya untuk mencari nafkah. PWK
diselenggarakan di tempat yang mudah dijangkau oleh seluruh calon anggota KSM. Bila ada
calon anggota KSM yang terlambat melewati batas toleransi atau tidak datang pada PWK,
meski hanya sekali maka seluruh anggota harus mengulang dari awal. Ini adalah bagian dari
latihan tanggung renteng. Artinya kebersamaan, saling meningatkan dan saling mendukung,
harus dimulai dari sejak sebelum pencairan dilakukan.
Calon anggota dilatih untuk berdisiplin dan tanggung renteng, diawali dengan aspek
kedisiplinan waktu. Bila untuk keseriusan hadir pada pelatihan saja sudah sulit maka untuk
serius dalam membayar cicilan secara tepat akan sulit diharapkan.
Sebelum PWK, dilakukan persiapan PWK. Kegiatan persiapan dilakukan dengan maksud
seluruh calon peserta memahami latar belakang, tujuan, output, dan ketentuan pelaksanaan
PWK serta semua konsekuensinya. Sehingga, kedatangan mereka pada PWK adalah atas suatu
kesadaran sendiri.
Pasca PWK adakan ujikan kelulusan PWK. Calon anggota, dinyatakan lulus PWK dan dapat
disebut sebagai anggota KSM bila (1) hafal ikrar KSM, (2) mampu menjawab pertanyaan-
pertanyaan ujian lisan, (3) hadir pada seluruh sesi PWK, (4) datang tepat waktu dan pulang
tepat waktu, (5) menyisihkan uang untuk iuran kelompok pada setiap pertemuan sesuai
aturan.
Pelatihan Wajib Kelompok (PWK) adalah sarana pengembangan karakter baik anggota KSM.
Melalui PWK nilai-nilai luhur berupa kejujuran, kedisiplinan, kekompakan dan tolong
menolong yang diwujudkan dalam saling menanggung/menjamin antar anggota diajarkan dan
dilatih. Kedisiplinan dan kekompakan kelompok salah satunya diajarkan melalui kehadiran
tepat waktu serta 100% ikut pelatihan. ‘Sekolah’ PWK ini akan gagal bagi semua anggota
kelompok manakala ada anggota KSM yang tidak hadir atau terlambat datang dari ketentuan
yang telah disepakati. Gagal artinya sekolah dimulai lagi dari hari pertama untuk seluruh
anggota KSM tersebut.
Lampiran 2

BERITA ACARA
PEMILIHAN SISTEM KEUANGAN

Hari/ tanggal/tahun : ........................................................................


Nama BKM/LKM : ........................................................................
Kelurahan/Desa : ........................................................................
Kecamatan : ........................................................................
Kabupaten/Kota : ........................................................................

Berdasarkan hasil keputusan musyawarah warga Kelurahan/Desa yang dihadiri oleh ........ orang (daftar
hadir terlampir) setelah mendapat penjelasan tentang sistem keuangan mikro serta manfaatnya buat
masyarakat, Disepakati bahwa dalam melaksanakan kegiatan keuangan mikro
BKM/LKM .................................... Kelurahan/Desa................................. memilih menggunakan sistem
keuangan :

 Keuangan syariah
 Keuangan konvensional

(pilih salah satu dari point di atas dengan check list ( √ )

Hasil kesepakatan ini menjadi keputusan bersama dan akan melaksanakan ketentuan-ketentuan sesuai
pilihan yang telah diputuskan.

Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya.

Kelurahan, ............... Bulan .......... 20...

Mengetahui, Koordinator BKM / LKM


Kepala Desa / Kelurahan

( ................................ ) ( .................................)
Lampiran 3
Batasan dan Pengertian
Beberapa batasan dan pengertian yang ada dalam POB KMS ini adalah sebagai berikut :
1. Akad adalah perikatan/perjanjian (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
2. Fikih adalah (Bahasa Arab: ‫ ;ﻓﻘﻪ‬transliterasi: Fikih) adalah salah satu bidang ilmu dalam
syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai
aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan
manusia dengan Tuhannya.[1] Beberapa ulama fikih seperti Imam Abu Hanifah
mendefinisikan fikih sebagai pengetahuan seorang muslim tentang kewajiban dan haknya
sebagai hamba Allah.[2] Fikih membahas tentang cara bagaimana cara tentang
beribadah, tentang prinsip rukun Islam dan hubungan antar manusia sesuai dengan dalil-
dalil yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Sunnah. (Wikipedia)
3. Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang dalam waktu
tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah), tanpa diikuti pemindahan kepemilikan barang.
(MUI,2000b)
4. Keuangan Syariah adalah keuangan yang didasarkan fikih Islam.
5. Keuangan Mikro adalah layanan keuangan bagi masyarakat miskin dan yang
berpenghasilan rendah yang ditawarkan oleh beragam tipe penyedia jenis layanan
(diterjemahkan dari www.microfinancegateway.org).
6. Keuangan Mikro Syariah adalah layanan keuangan yang didasarkan fikih Islam bagi
masyarakat miskin dan yang berpenghasilan rendah.
7. Konvensional adalah berdasarkan konvensi (kesepakatan) umum seperti adat, kebiasaan,
kelajiman dsb. (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Keuangan Konvensional adalah istilah
untuk sistem keuangan yang berbasis bunga / jasa.
8. Konversi adalah perubahan dari satu sistem pengetahuan ke sistem lain. (kamus besar
Bahasa Indonesia). Konversi yang dimaksud pada POB ini adalah perubahan dari sistem
keuangan konvensional ke keuangan syariah.
9. KSM singkatan dari kelompok swadaya masyarakat. KSM adalah kumpulan orang yang
menyatukan diri secara sukarela dalam kelompok dikarenakan adanya ikatan pemersatu,
yaitu adanya visi, kepentingan dan kebutuhan yang sama, sehingga kelompok tersebut
memiliki kesamaan tujuan yang ingin dicapai bersama (Petunjuk Teknis Pengembangan
Kelompok Swadaya Masyarakat PNPM Mandiri Perkotaan).
10. LKM singkatan dari Lembaga Keuangan Mikro yaitu lembaga keuangan yang khusus
didirikan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat,
baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan
masyarakat, pengelolaan simpanan, maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan
usaha yang tidak semata-mata mencari keuntungan. (UU RI no 1 tahun 2013)
11. Laporan Keuangan UPKS Periode Transisi adalah laporan keuangan UPK syariah yang
mesih diperbolehkan mencatat pendapatan bunga dari saldo pinjaman lama berbasis
bunga.
12. Murabahah adalah menjual suatu barang dengan menegaskan harga belinya kepada
pembeli dan pembeli membayarnya dengan harga yang lebih sebagai laba (MUI,2000a).
13. Mulitijasa adalah pembiayaan yang diberikan oleh Lembaga Keuangan Syariah dalam
memperoleh manfaat atas suatu laba. (MUI,2004b)
14. Pembiayaan adalah istilah pengganti untuk kredit dalam keuangan syariah (Syafii Antonio,
2001)
15. Riba adalah tambahan (ziyadah) tanpa imbalan yang terjadi karena penangguhan dalam
pembayaran yang diperjanjikan sebelumnya. (MUI,2004a)
16. Tanggung renteng. Pada hakekatnya pinjaman / pembiayaan adalah tanggung jawab
individu peminjam dan tanggungjawab itu tidak boleh dan tidak bisa dialihkan kepada
yang lain. Adanya tanggung renteng adalah bentuk saling tolong-menolong dari anggota
kepada anggota lain yang membutuhkannya. Tanggung renteng adalah kesepakatan
saling menanggung hutang dari pemanfaat dana bergulir. Tanggung Renteng adalah
pengganti dari collateral / jaminan fisik yang tidak bisa disediakan oleh masyarakat miskin
untuk mengakses dana bergulir. Untuk melaksanakan tanggung renteng, individu
pemanfaat bergabung dalam kelompok swadaya masyarakat (KSM). Dengan adanya KSM
ini, bila terjadi tanggung renteng, maka hutang yang ditanggung renteng akan dibayar
secara bersama sehingga tidak memberatkan anggota masyarakat miskin tersebut.
17. Grameen Bank adalah pioneer microcredit di Bangladesh. Dimulai oleh proyek riset aksi
oleh Muhammad Yunus, tahun 2010 Grameen Bank sudah menjadi bank Besar di
Bangladesh dengan jumlah peminjam 8.3 juta orang. Kesuksesan Grameen karena
metodologi dan system yang hati-hati, disiplin dan ketelitian administrasi dengan
pemahaman yang mendalam tentang penderitaan masyarakat miskin dan berangkat dari
memberikan kepercayaan kepada mereka. Melalui Grameen Trust, proyek Grameen Bank
telah merambah 39 negara di benua Afrika, Asia, Eropa, kawasan Pasific dan Amerika
Latin dengan jumlah 9 juta orang miskin yang mencakup USD 9 Milyar pinjaman.
18. UPK Syariah, adalah sebutan bagi UPK di PNPM Mandiri Perkotaan yang telah
menerapkan Keuangan Mikro Syariah. Istiliah UPK Syariah bukan istilah resmi, sehingga di
surat-surat / dokumen-dokumen resmi tetap menggunakan UPK diikuti namanya,
misalnya UPK Saiyo Sakato.
19. Wakalah adalah pelimpahan kekuasaaan oleh satu pihak kepada pihak lain dalam hal-hal
yang boleh diwakilkan. (MUI, 2000c)
20. Wadi’ah berasal dari wada’asy syai-a, yaitu meninggalkan sesuatu. Sesuatu yang
seseorang tinggalkan pada orang lain agar dijaga disebut wadi’ah, karena dia
meninggalkannya pada orang yang sanggup menjaga1. Secara harfiah, Al-wadi’ah dapat
diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak yang lain, baik individu maupun
badan hukum, yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja si penitip menghendakinya.
Lampiran 4

APLIKASI PERMOHONAN PEMBIAYAAN*


Aplikasi No : .............. (Diisi UPK)
Kepada UPK : ............................................
Tanggal/bulan/th : ........................................................
Kelurahan/Desa : ............................................
Kota / Kabupaten : ............................................ Permohonan ke : .........................................................

Yang bertanda tangan di bawah ini :

1. DATA PEMOHON
1. Nama Lengkap, 8. No. KTP
2. No kode MBR 9. Pekerjaan / Usaha.
3. Jenis Kelamin (a) Produktif : .....................................
10. Sektor usaha
4. Status Pernikahan (b) Non Produktif : .............................
5. Nama Isteri / Suami 11. No. Telepon
6. Tempat/Tgl. Lahir. 12. Agama

7. Alamat Sekarang

2. RENCANA PENGGUNAAN DANA DAN PENGEMBALIAN


Rp Jangka Waktu .... minggu / .... Bulan
1. Untuk Usaha (Investasi)
Guna Keperluan : ..........................................................................................................................
Rp Jangka Waktu .... minggu / .... Bulan
2. Untuk Usaha (Modal Kerja)
Guna Keperluan : ..........................................................................................................................
Rp Jangka Waktu .... minggu / .... Bulan
3.Untuk Non Usaha
Guna Keperluan : ..........................................................................................................................
3. DATA USAHA DAN TENAGA KERJA
1.Berapa penghasilan/omset usaha dalam sebulan Rp. .....................................................
2.Berapa keuntungan usaha per bulan (hasil
Rp. ....................................................
penjualan– Biaya)**
3.Jumlah tenaga kerja saat ini** ........ orang
4.Jumlah tenaga kerja dari MBR** ........ orang
Keterangan
* : wajib melampirkan foto kopi KTP
** : khusus pinjaman untuk usaha (modal kerja/investasi)
........................, ........................................20....

Mengetahui, Menyetujui, Pemohon


Suami/Istri Ketua KSM (Anggota KSM)

(......................................) (......................................) (......................................)


Lampiran 5

AKAD PERJANJIAN WAKALAH DAN MURABAHAH


Nomor Akad : Desa/ Kelurahan :
Nama KSM : Kecamatan :

AKAD PERJANJIAN WAKALAH

Perjanjian Wakalah ini dibuat dan ditandatangani pada hari ini, ………tgl……….di ………..Kota ….............Provinsi
_________ antara :
1. _______________, dengan Jabatan Manager UPK, yang bertindak untuk dan atas nama UPK, berkedudukan di
………yang selanjutnya disebut sebagai UPK
2. _______________,Anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) …………………. Selanjutnya dalam perjanjian
ini disebut sebagai anggota.
Kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan dan setuju untuk mengadakan wakalah selanjutnya ketentuan-ketentuan dan
syarat-syarat sebagai berikut :
1. UPK dan anggota telah sepakat untuk melaksanakan akad murabahah.
2. Sebelum melaksanakan akad murabahah tersebut, untuk kemudahan teknis UPK dan kesesuaian dengan kebutuhan
serta spesifikasi yang dibutuhkan oleh anggota KSM, maka UPK menitipkan dana pembelian barang yang diajukan
kepada anggota. Maka dengan ini telah terjadi akan wakalah antara UPK dengan anggota..
3. Dana yang dititipkan kepada anggota hanya diperuntukkan untuk pembelian barang sebagaimana ada pada lampiran 1
4. Penggantian jenis barang dan spesifikasinya dibolehkan bila ada persetujuan tertulis dari UPK.
5. Pembelian harus disertai dengan bukti pembelian sebagai bukti, yang diberikan kepada petugas UPK pada pertemuan
minggu berikutnya.

Manager UPK Anggota UPK Ketua KSM

Ikrar serah terima


Petugas UPK : Anggota KSM :

Saya mengamanahkan dana senilai Rp …. Kepada Ibu … Saya terima dana dari UPK yang diamanahkan kepada saya
untuk membelanjakan … Rp … untuk membeli
AKAD PERJANJIAN JUAL BELI / MURABAHAH

Pasal 1
Transaksi Jual beli
1. UPK dan anggota KSM telah sepakat untuk melakukan transaksi murabahah / jual beli berupa barang sesuai
dengantanda bukti pembelian dan rincian barang yang terlampir.
2. Harga beli untuk barang lampiran2 adalah Rp …..
3. Selanjutnya barang tersebut dijual oleh UPK kepada Anggota dengan harga jual Rp ….. dan anggota KSM setuju
dengan harga tersebut.
4. Sehubungan dengan transaksi jual beli ini, maka anggota KSM dengan ini menyatakan secarasah berhutang
kepada UPK sebesar Rp ….., selanjutnya disebut hutang.
5. Selanjutnya hutang tersebut wajib dibayar anggota KSM sesuai ketentuan sebagai berikut :
a. Angsuran Pokok
b. Angsuran Margin
c. Tabungan Kelompok
d. Tabungan Cadangan
Total
6. Pembayaran angsuran dimulai tanggal :
7. Pembayaran angsuran dilakukan setiap seminggu sekali pada pertemuan mingguan.

Pasal 2
Tanggung Renteng dan Pembayaran
1. Anggota KSM berjanji untuk saling mengingatkan dan membantu untuk membayar angsuran pada waktu yang telah
ditetapkan.
2. Apabila salah satu anggota dari kelompok tidak membayar angsurannya, maka seluruh anggota lainnya dari
kelompok akan menalangi pembayaran angsurannya sebesar tunggakannya sesuai ketentuan UPK.
3. Hingga anggota KSM melunasi keseluruhan hutang, maka seluruh asset (barang) yang didanai dari pinjaman ini
sepenuhnya berada di bawah pengawasan UPK
4. Dana dan atau barang yang dibelanjakan dari pembiayaan ini tidak akan dipindahtangankan ke orang lain tanpa
seijin dari UPK
5. Bila anggota tidak mampu melunasi pembiayaan dan bila karena sesuatu hal tidak mampu melunasi pembiayaan,
maka UPK dapat menyita barang-barang yang anggota miliki untuk melunasi hutang itu.
6. Anggota KSM menanggung semua biaya-biaya yang diperlukan sehubungan dengan perjanjian ini, termasuk
asuransi dan yang lainnya.
7. Bila setelah berakhir jangka waktu pembayaran hutang ini, karena sebab apapun juga ternyata menurut
pertimbangan UPK, anggota KSM tidak menyelesaikan pembayaran kembali / pelunasan hutang ini,maka UPK berhak
mengambil tindakan hukum berupa apapun yang dianggap layak atau diharuskan oleh ketentuan UPK dan atau Undang-
undang / peraturan pemerintah yang berlaku.

Pasal 3
Peristiwa Cidera Janji
Apabila terjadi hal-hal di bawah ini (setiap kejadian demikian, sebelumnya dan sesudah ini masing-masing secara tersendiri
atau bersama-sama disebut sebagai peristiwa cidera janji)
1. Kelalaian anggota KSM untuk melaksanakan kewajibannya menurut perjanjian ini tepat pada waktunya, dalam hal lewat
waktu dan atau terdapat tunggakan angsuran, telah mendapatkan bukti bahwa anggota KSM telah melalaikan
kewajibannya. Untuk hal ini kedua belah pihak sepakat untuk menyampingkan pasal 1238 KUHP Perdata Republik
Indonesia.
2. Apabila terdapat suatu janji, pernyataan, jaminan atau kesepakatan anggota KSM menurut perjanjian ini tidak tepat,
tidak benar atau menyesatkan.
3. Apabila anggota KSM mengajukan permohonan resmi kepada Pengadilan Negeri untuk dinyatakan pailit.
4. Terhadapnya dilancarkan suatu tindakan apabila dalam waktu 60 (enampuluh) hari takwin tidak dicabut akan menjurus
kepada suatu pernyataan pailit dariAnggota KSM.
5. Apabila atas barang-barang milik anggota KSM dan atau penjamin, baik sebagian ataupun seluruhnya dilakukan sita
jaminan atau sita eksekusi.
6. Maka pihak UPK akan mengambil kembal ibarang yang telah dijual kepada anggota tersebut dan telah dijadikanj
aminan atas pembayaran hutang anggota KSM kepada UPK. Selanjutnya barang tersebut akan dialihkan
pengelolaannya kepada pihak lain dan atau barang tersebut dijual untuk menutupi sisa hutang anggota KSM pada UPK,
siap harga penjualan barang setelah dikurangi sisa hutang UPK akan dikembalikan kepada anggota KSM.
Pasal 4
Keterpisahan
Jika satu atau lebih ketentuan dari perjanjian ini tidak berlaku, tidak sah atau tidak dapat diberlakukan sama sekali menurut
Undang-undang atau Peraturan yang berlaku, maka keabsahan, sahnya dan berlakunya ketentuan lainnya yang termaktub
untuk Perjanjian ini dalam segala hal tidak terpengaruh atau terganggu.

Pasal 5
Hukum Yang Mengatur dan Lembaga Arbitrasi
1. Perjanjian ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan ketentuan Hukum Indonesia.
2. Suatu sengketa yang timbul dari atau dengan cara apapun yang ada hubungannya dengan perjanjian ini yang tidak
dapat diselesaikan secara damai akan diselesaikan dengan arbitrasi terdiri dari 3 (tiga) arbritator, di mana 2 (dua) orang
arbitrator akan ditunjuk oleh masing-masing pihak, kemudian kedua arbitrator tersebut dalam waktu selambat-lambatnya
30 (tiga puluh) hari akan menunjuk arbitrator ketiga , jika dalam waktu yang telah ditetapkan tersebut kedua arbitrator
gagal menunjuk arbritator ketiga, maka anggota KSM setuju arbritator ketiga akan ditunjuk oleh UPK. Para arbritator
tersebut akan menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan Arbitrasi dari Badan Arbitrasi Muamalat Indonesia
(BAMUI)
3. Jika anggota dalam waktu 30 (tigapuluh) hari setelah penawaran penunjukkan arbitrasi oleh UPK tidak menanggapi
secara tertulis, maka UPK berhak untuk menunjuk seorang arbitrator yang akan bertindak selaku satu-satunya arbitrator
dalam memutuskan sengketa yang timbul antara anggota KSM dan UPK.
4. Aribtrasi akan dilaksanakan dan mengambil keputusan di kota / kabupaten _________, Provinsi __________,
Indonesia.
5. Keputusan arbitrasi akan merupakan kebutusan terakhir dan mengikat (final dan binding) dan dapat diberlakukan di
semua pengadilan yang mempunyai wewenang hukum atasnya, oleh karena itu banding atau kasasi atas keputusan
arbitrator tidak dimungkinkan.
6. Apabila Badan Arbitrasi Muamalat Indonesia (BAMUI) belum terbentuk dan atau belum ada perwakilannya di
Propinsi________, maka kedua belah pihak setuju menyelesaikannya di pengadilan negeri …………

Pasal 6
Penutup
Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur melalui surat-surat, lampiran-lampiran atau dokumen-dokumen lain
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian pembiayaan ini.

Manager UPK Anggota UPK Ketua KSM


Lampiran 6

AKAD PERJANJIAN WAKALAH DAN MULTIJASA IJARAH


Nomor Akad : Desa/ Kelurahan :
Nama KSM : Kecamatan :

AKAD PERJANJIAN WAKALAH

Perjanjian Wakalah ini dibuat dan ditandatangani pada hari ini, ………tgl……….di ………..Kota ….............Provinsi
_________ antara :
3. _______________, dengan Jabatan Manager UPK, yang bertindak untuk dan atas nama UPK, berkedudukan di
………yang selanjutnya disebut sebagai UPK
4. _______________,Anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) …………………. Selanjutnya dalam perjanjian
ini disebut sebagai anggota.
Kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan dan setuju untuk mengadakan wakalah selanjutnya ketentuan-ketentuan dan
syarat-syarat sebagai berikut :
8. UPK dan anggota telah sepakat untuk melaksanakan akad multijasa ijarah.
9. Sebelum melaksanakan akad multijasa ijarah tersebut, untuk kemudahan teknis UPK dan kesesuaian dengan
kebutuhan serta spesifikasi yang dibutuhkan oleh anggota KSM, maka UPK menitipkan dana pembelian barang yang
diajukan kepada anggota. Maka dengan ini telah terjadi akan wakalah antara UPK dengan anggota..
10. Dana yang dititipkan kepada anggota hanya diperuntukkan untuk pembelian barang sebagaimana ada pada lampiran 1
11. Penggantian jenis barang dan spesifikasinya dibolehkan bila ada persetujuan tertulis dari UPK.
12. Pembelian harus disertai dengan bukti pembelian sebagai bukti, yang diberikan kepada petugas UPK pada pertemuan
minggu berikutnya.

Manager UPK Anggota UPK Ketua KSM

Ikrar serah terima


Petugas UPK : Anggota KSM :

Saya mengamanahkan dana senilai Rp …. Kepada Ibu … Saya terima dana dari UPK yang diamanahkan kepada saya
untuk membelanjakan … Rp … untuk membeli
AKAD PERJANJIAN JUAL BELI / MULTIJASA IJARAH

Pasal 1
Transaksi Jual beli
6. UPK dan anggota KSM telah sepakat untuk melakukan transaksi multijasa ijarah berupa barang sesuai dengan
tanda bukti transaksi terlampir.
7. Harga beli untuk barang lampiran2 adalah Rp …..
8. Selanjutnya terjadi transaksi ijarah antara UPK dengan Anggota senilai jual Rp ….. dan anggota KSM setuju
dengan nilain harga tersebut.
9. Sehubungan dengan transaksi multijasa ijarah ini, maka anggota KSM dengan ini menyatakan secara sah
berhutang kepada UPK sebesar Rp ….., selanjutnya disebut hutang.
10. Selanjutnya hutang tersebut wajib dibayar anggota KSM sesuai ketentuan sebagai berikut :
a. Angsuran Pokok Rp
b. Angsuran Margin Rp
c. Tabungan Kelompok Rp
d. Tabungan Cadangan Rp
Total
13. Pembayaran angsuran dimulai tanggal ...... :
14. Pembayaran angsuran dilakukan setiap seminggu sekali pada pertemuan mingguan.

Pasal 2
Tanggung Renteng dan Pembayaran
8. Anggota KSM berjanji untuk saling mengingatkan dan membantu untuk membayar pinjaman pada waktu yang telah
ditetapkan.
9. Apabila salah satu anggota dari kelompok tidak membayar angsurannya, maka seluruh anggota lainnya dari
kelompok akan menalangi pembayaran sebesar tunggakannya sesuai ketentuan UPK.
10. Bila anggota tidak mampu melunasi pinjaman dan bila karena sesuatu hal tidak mampu melunasi pembiayaan,
maka UPK dapat menyita barang-barang yang anggota miliki untuk melunasi hutang itu.
11. Anggota KSM menanggung semua biaya-biaya yang diperlukan sehubungan dengan perjanjian ini, termasuk
asuransi dan yang lainnya.
12. Bila setelah berakhir jangka waktu pembayaran hutang ini, karena sebab apapun juga ternyata menurut
pertimbangan UPK, anggota KSM tidak menyelesaikan pembayaran kembali / pelunasan hutang ini,maka UPK berhak
mengambil tindakan hukum berupa apapun yang dianggap layak atau diharuskan oleh ketentuan UPK dan atau Undang-
undang / peraturan pemerintah yang berlaku.

Pasal 3
Peristiwa Cidera Janji
Apabila terjadi hal-hal di bawah ini (setiap kejadian demikian, sebelumnya dan sesudah ini masing-masing secara tersendiri
atau bersama-sama disebut sebagai peristiwa cidera janji)
7. Kelalaian anggota KSM untuk melaksanakan kewajibannya menurut perjanjian ini tepat pada waktunya, dalam hal lewat
waktu dan atau terdapat tunggakan angsuran, telah mendapatkan bukti bahwa anggota KSM telah melalaikan
kewajibannya. Untuk hal ini kedua belah pihak sepakat untuk menyampingkan pasal 1238 KUHP Perdata Republik
Indonesia.
8. Apabila terdapat suatu janji, pernyataan, jaminan atau kesepakatan anggota KSM menurut perjanjian ini tidak tepat,
tidak benar atau menyesatkan.
9. Apabila anggota KSM mengajukan permohonan resmi kepada Pengadilan Negeri untuk dinyatakan pailit.
10. Terhadapnya dilancarkan suatu tindakan apabila dalam waktu 60 (enampuluh) hari takwin tidak dicabut akan menjurus
kepada suatu pernyataan pailit dariAnggota KSM.
11. Apabila atas barang-barang milik anggota KSM dan atau penjamin, baik sebagian ataupun seluruhnya dilakukan sita
jaminan atau sita eksekusi.
12. Maka pihak UPK akan mengambil kembal ibarang yang telah dijual kepada anggota tersebut dan telah dijadikanj
aminan atas pembayaran hutang anggota KSM kepada UPK. Selanjutnya barang tersebut akan dialihkan
pengelolaannya kepada pihak lain dan atau barang tersebut dijual untuk menutupi sisa hutang anggota KSM pada UPK,
siap harga penjualan barang setelah dikurangi sisa hutang UPK akan dikembalikan kepada anggota KSM.

Pasal 4
Keterpisahan
Jika satu atau lebih ketentuan dari perjanjian ini tidak berlaku, tidak sah atau tidak dapat diberlakukan sama sekali menurut
Undang-undang atau Peraturan yang berlaku, maka keabsahan, sahnya dan berlakunya ketentuan lainnya yang termaktub
untuk Perjanjian ini dalam segala hal tidak terpengaruh atau terganggu.
Pasal 5
Hukum Yang Mengatur dan Lembaga Arbitrasi
7. Perjanjian ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan ketentuan Hukum Indonesia.
8. Suatu sengketa yang timbul dari atau dengan cara apapun yang ada hubungannya dengan perjanjian ini yang tidak
dapat diselesaikan secara damai akan diselesaikan dengan arbitrasi terdiri dari 3 (tiga) arbritator, di mana 2 (dua) orang
arbitrator akan ditunjuk oleh masing-masing pihak, kemudian kedua arbitrator tersebut dalam waktu selambat-lambatnya
30 (tiga puluh) hari akan menunjuk arbitrator ketiga , jika dalam waktu yang telah ditetapkan tersebut kedua arbitrator
gagal menunjuk arbritator ketiga, maka anggota KSM setuju arbritator ketiga akan ditunjuk oleh UPK. Para arbritator
tersebut akan menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan Arbitrasi dari Badan Arbitrasi Muamalat Indonesia
(BAMUI)
9. Jika anggota dalam waktu 30 (tigapuluh) hari setelah penawaran penunjukkan arbitrasi oleh UPK tidak menanggapi
secara tertulis, maka UPK berhak untuk menunjuk seorang arbitrator yang akan bertindak selaku satu-satunya arbitrator
dalam memutuskan sengketa yang timbul antara anggota KSM dan UPK.
10. Aribtrasi akan dilaksanakan dan mengambil keputusan di kota / kabupaten _________, Provinsi __________,
Indonesia.
11. Keputusan arbitrasi akan merupakan kebutusan terakhir dan mengikat (final dan binding) dan dapat diberlakukan di
semua pengadilan yang mempunyai wewenang hukum atasnya, oleh karena itu banding atau kasasi atas keputusan
arbitrator tidak dimungkinkan.
12. Apabila Badan Arbitrasi Muamalat Indonesia (BAMUI) belum terbentuk dan atau belum ada perwakilannya di
Propinsi________, maka kedua belah pihak setuju menyelesaikannya di pengadilan negeri …………

Pasal 6
Penutup
Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur melalui surat-surat, lampiran-lampiran atau dokumen-dokumen lain
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian pembiayaan ini.

Manager UPK Anggota UPK Ketua KSM


DAFTAR PUSTAKA
Alam MN and Getubig M. Guidelines for Establishing and Operating Grameen Style
Microcredit Programs. Grameen Foundation, Washingto
[IAI] Ikatan Akuntan Indonesia. 2007a. Pedoman Standar Akutansi no 107 tentang
Akuntansi Ijarah.
[IAI] Ikatan Akuntan Indonesia. 2007b. Pedoman Standar Akutansi no 102 tentang akuntasi
murabahah.
[IAI] Ikatan Akuntan Indonesia. 2007c. Pedoman Standar Akutansi no 101 tentang
akuntansi Ijarah.
[BI] Bank Indonesia. 2006a. Peraturan Bank Indonesia Nomor: 8/24/pbi/2006aTentang
Penilaian Kualitas Aktiva bagi Bank Perkreditan Rakyat berdasarkan Prinsip Syariah,
Jakarta.
[BI] Bank Indonesia. 2006b. Peraturan Bank Indonesia Nomor: 8/19/pbi/2006 Tentang
Penilaian Kualitas Aktiva dan Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif Bank
Perkreditan Rakyat , Jakarta.
Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tersedia pada
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/kbbi/index.php.
[MUI] Majelis Ulama Indonesia. 2004a. Fatwa DSN No 1/DSN-MUI/VIII/2004 tentang
Bunga(Interest/faidah).
[MUI] Majelis Ulama Indonesia. 2004b. Fatwa DSN No 44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang
Pembiayaan Multijasa.
[MUI] Majelis Ulama Indonesia. 2000a. Fatwa DSN No 4/DSN-MUI/IV/2000 tentang
Pembiayaan Murabahah.
[MUI] Majelis Ulama Indonesia. 2000b. Fatwa DSN No 9/DSN-MUI/IV/2000 tentang
Pembiayaan Ijarah.
[MUI] Majelis Ulama Indonesia. 2000c. Fatwa DSN No 10/DSN-MUI/IV/2004 tentang
Wakalah.
Microsave, 2008. Basic Financial Management and Ratio Analysis for MFIs Toolkit. Tersedia
pada www.microsave.net
[PNPM] Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan. 2012. Petunjuk
Teknis Pinjaman Bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan.
Direktorat Jendral Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum.
PNPM Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan. 2014. Progres Kinerja
Pinjaman Dana Bergulir Nasional, status data Desember 2014. Tersedia pada
http://www.p2kp. org/laporan/files /microfinance /RLF_Nas_des14_Update290114.pdf
Syafi'I A. 2001. Bank Syari'ah Dari Teori Ke Praktek. Gema Insani Pers, Jakarta
[UU RI] Undang-undang Republik Indonesia. 2013. UU RI no 1 tahun 2013 tentang Lembaga
Keuangan Mikro, Jakarta.
Wikipedia. 2014. Ensiklopedia bebas. Tersedia pada http://id.wikipedia.org/wiki/Fikih
Lampiran 1 . Ikrar pada Pertemuan mingguan KSM Keuangan Mikro Syariah PNPM Mandiri

Ikrar Anggota KSM

Bismillahirrohmaanirrohim

IKRAR ANGGOTA KSM

1. Adalah menjadi tanggung jawab kami untuk berusaha menambah pendapatan


keluarga
2. Menggunakan Pinjaman atau Pembiayaan untuk kesejahteraan keluarga
3. Membantu sesama anggota KSM apabila mereka dalam kesulitan
4. Mendorong anak-anak agar terus bersekolah
5. Membayar kembali pinjaman atau pembiayaan dan menabung setiap minggu sesuai
dengan ketentuan

ALLAH SWT. MENJADI SAKSI


SEGALA YANG KAMI UCAPKAN

Ikrar Petugas UPK PNPM Mandiri


Bismillahirrohmaanirrohim

IKRAR PETUGAS UPK

1. Adalah menjadi tanggung jawab Petugas untuk mengemban amanah dari UPK dalam
melayani, mendampingi, untuk mensejahterakan anggota
2. Tidak membedakan Suku, Agama, dan politik
3. Tidak menerima imbalan apapun dari anggota

ALLAH SWT. MENJADI SAKSI


SEGALA YANG KAMI UCAPKAN