Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga Laporan
Akhir Praktikum Geologi Umum ini dengan baik tanpa ada kendala apapun.
Dalam penyusunan laporan akhir ini saya menyadari keterbatasan dan
kekurangan referensi. Oleh karena itu, saya mengucapkan banyak terima kasih
kepada senior-senior yang telah memberikan bimbingan dan juga bantuan
teman-teman kepada saya dalam membuat laporan ini.
Laporan ini saya susun berdasarkan keadaan yang sebenarnya dan dengan
pengalaman yang saya dapatkan di praktikum geologi umum, sehingga saya
merasa masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu saya sebagai penulis
sangat mengaharapkan kritik dan saran dari Pembaca dan Pembimbing
khususnya agar penyusunan laporan yang sama akan lebih baik di kemudian
hari. Semoga laporan akhir ini bermanfaat bagi saya sendiri maupun semua
pihak yg membutuhkannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bandung, 6 Maret 2017

Prima Dwi Widiarto

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................. i


DAFTAR ISI.................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ............................................................... 1
1.2 Maksud dan Tujuan ........................................................ 1
1.2.1 Maksud .................................................................. 1
1.2.2 Tujuan ................................................................... 1
BAB II LANDASAN TEORI ........................................................
2.1 Pengertian Peta Topografi .............................................
2.2 Pengertian Peta Geologi ................................................
2.3 Pengertian Peta Morfologi ..............................................
BAB II TUGAS DAN PEMBAHASAN ........................................
3.1 Tugas .............................................................................
3.1.1 Pembuatan Peta pada Software ............................
3.1.2 Pembuata Peta Morfologi Manual .........................
3.2 Pembahasan ..................................................................
3.2.1 Pembuatan Peta pada Software ............................
3.2.2 Pembuatan Peta Morfologi Manual .......................
BAB IV ANALISA ........................................................................
BAB V KESIMPULAN ................................................................
DAFTAR PUSTAKA

i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Peta adalah suatu gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan
skala tertentu melalui sistem proyeksi. Peta dapat disajikan dalam berbagai cara
yang berbeda – beda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta
digital hingga peta digital yang ditampilkan dilayar komputer. Namun secara
umum pengertian peta yaitu lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi
pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.
Peta dalam dunia pertambangan sangatlah penting untuk mengetahui
sebuah jalan, daerah, wilayah, dan bahkan dapat mengetahui bahan-bahan
mineral apa saja yang terkandung didalam perut bumi. Peta tentunya memiliki
banyak jenis dan fungsinya yang berbeda-beda, diantaranya yaitu peta topografi,
peta geologi, dan peta morfologi.

1.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1 Maksud
Maksud dari diadakannya praktikum ini adalah agar mahasiswa jurusan
Teknik Pertambangan dapat mengetahui mengenai peta topografi, peta geologi,
peta morfologi dan agar mengetahui cara membuat peta tersebut disoftware
AutoCad.
1.2.2 Tujuan
Laporan ini dibuat agar praktikan/mahasiswa dapat mengerti peta
topografi, peta geologi, peta morfologi dan agar dapat menguasai cara membuat
peta tersebut disoftware Autocad.

i
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Peta Topografi


Peta topografi adalah suatu peta yang menggambarkan bentuk relief
(tinggi rendahnya) permukaan bumi, yang kurang lebihnya sesuai dengan
keadaan yang sebenernya. Dalam peta topografi biasanya menggunakan garis
kontur dalam pemetaan. Garis kontur merupakan kombinasi dari dua garis khayal
yang berhubungan namun tidak saling berpotongan dan memiliki nilai interval
kontur.
Peta topografi dibuat untuk mengetahui informasi tentang keberadaan,
lokasi, dan jarak, seperti lokasi penduduk, rute perjalanan dan komunikasi. Peta
topografi juga menampilkan variasi daerah, ketinggian kontur. Kelebihan dari
peta topografi diantaranya, dapat mengetahui ketinggian suatu tempat dan dapat
memperkirakan suatu tingkat kecuraman atau kemiringan lereng. Beberapa
ketentuan pada peta topografi ialah makin rapat jarak kontur yang satu dengan
yang lainnya menunjukkan bahwa daerah tersebut semakin curam, dan
sebaliknya jika semakin jarang jarak antara kontur menunjukkan bahwa daerah
tersebut semakin landai.
Peta topografi dikategorikan berdasarkan skala dan jenis. Dan skala peta
topografi dibagi ke dalam tiga kategori. Yaitu skala kecil, menengah dan besar.
1. Kecil. Peta dengan skala 1:1.000.000 dan lebih kecil digunakan untuk
perencanaan umum dan untuk studi strategis. Peta skala kecil standar
memiliki skala 1:1.000.000. Peta ini meliputi area yang sangat besar
dengan mengorbankan detail.
2. Menengah. Peta dengan skala lebih besar dari 1:1.000.000 tetapi lebih
kecil dari 1:75.000 digunakan untuk perencanaan operasional. Peta ini
mengandung detail dengan jumlah sedang. Peta skala menengah standar
memiliki skala 1:250.000. Ada juga peta dengan skala 1:100.000.
3. Besar. Peta dengan skala 1:75.000 dan lebih besar digunakan untuk
perencanaan taktis, administrasi, dan logistik. Peta jenis inilah yang sering

i
ditemukan dan digunakan pihak militer. Peta skala besar standar
1:50.000, namun banyak daerah telah dipetakan dengan skala 1:25.000.

Sumber : Niky, 2011


Gambar 2.1
Peta Topografi

2.2 Pengertian Peta Geologi


Pada dasarnya peta geologi memberikan petunjuk tentang susunan
lapisan batuan dan umumnya memberikan informasi tentang formasi apa saja
yang ada di daerah yang dipetakan. Pengertian dari peta geologi itu sendiri
adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah atau wilayah
atau kawasan dengan tingkat kualitas yang tergantung pada skala peta yang
digunakan dan menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat batuan, umur,
stratigrafi, struktur, tektonika, fisiografi dan potensi sumber daya mineral serta
energi yang disajikan dalam bentuk gambar dengan warna, simbol dan corak
atau gabungan ketiganya.
Peta geologi dalam dunia pertambangan sangatlah penting, melihat dari
pengertiannya ialah dapat mengetahui potensi sumber daya mineral berharga
yang terkandung dalam perut bumi. Setelah mengetahui potensi sumber daya
mineral didaerah yang dipetakan, selanjutnya melakukan eksplorasi untuk
membuktikan kebenerannya. Adapun jenis-jenis peta Geologi, diantaranya
sebagai berikut :
 Peta geologi permukaan (surface geological map) adalah peta yang
mengetahui sebuah formasi geologi yang terletak langsung di bawah

i
permukaan. Peta ini berguna untuk menentukan lokasi bahan bangunan,
drainase, pembuatan lapangan terbang, pembuatan jalan, dan lain-lain.
 Peta geologi sistematik adalah peta yang menyajikan data geologi pada
peta dasar topografi atau batimetri.
 Peta ikhtisar geologis adalah peta yang memberikan informasi langsung
berupa formasi-formasi yang telah tersingkap, mapun ekstrapolasi
terhadap beberapa lokasi yang formasinya masih tertutup oleh lapisan
Holosen.
 Peta singkapan (outcrop map) merupakan peta yang umumnya berskala
besar, mencantumkan lokasi ditemukannya batuan padat, yang dapat
memberikan sejumlah keterangan dari pemboran beserta sifat batuan dan
kondisi strukturalnya. Peta ini digunakan untuk menentukan lokasi,
misalnya material yang berupa pecahan batu, dapat ditemukan langsung
di bawah permukaan.
 Peta struktur adalah peta dengan garis-garis kedalaman yang
dikonstruksikan pada permukaan sebuah lapisan tertentu yang berada di
bawah permukaan. Peta ini memiliki skala sedang hingga besar.

Sumber : Febri, 2012


Gambar 2.2
Peta Geologi

2.3 Pengertian Peta Morfologi


Morfologi adalah sebuah cabang berbagai ilmu. Secara harafiah, morfologi
berarti “pengetahuan tentang bentuk (morphos)”. Peta morfologi adalah suatu
i
peta yang menunjukkan sebuah permukaan bumi, dalam bentuk lahan dan
genesa yang mempengaruhinya dengan skala tertentu. Peta morfologi harus
mencakup hal hal diantaranya sebagai berikut :
 Peta morfologi menggambarkan aspek-aspek utama lahan atau terrain
disajikan dalam bentuk simbol huruf dan angka, warna, pola garis dan hal
itu tergantung pada tingkat kepentingan masing-masing aspek.
 Peta morfologi memuat aspek-aspek yang dihasilkan dari sistem survei
analitik (diantaranya morfologi dan morfogenesa) dan sintetik (diantaranya
proses geomorfologi, tanah /soil, tutupan lahan).
 Unit utama morfologi adalah kelompok bentuk lahan didasarkan atas
bentuk asalnya (struktural, denudasi, fluvial, marin, karts, angin dan es).
 Skala peta merupakan perbandingan jarak peta dengan jarak sebenarnya
yang dinyatakan dalam angka, garis atau kedua-duanya.

Sumber : Widhi, 2013


Gambar 2.3
Peta Morfologi

i
BAB III
TUGAS DAN PEMBAHASAN

3.1 Tugas
3.1.1 Pembuatan Peta pada Software
Pada pembuatan peta topografi, peta geologi, dan peta morfologi
menggunakan data koordinat yang telah diberikan oleh asisten.
3.1.2 Pembuatan Peta Morfologi Manual
Pada pembuatan peta morfologi dengan manual menggunakan peta dasar
ialah peta topografi, kemudian menggunakan persen lereng sebagai acuan
pewarnaan daerahnya.

3.2 Pembahasan
3.2.1 Pembuatan Peta pada Software
Pada pembuatan peta topografi, peta geologi, dan peta morfologi
menggunakan software Autocad. Hasil pembuatan petanya terlampirkan.
3.2.2 Pembuatan Peta Morfologi Manual
Pada pembuatan peta morfologi dengan manual menggunakan persen
lereng untuk mengetahui tingkat kenaikan elevasi permukaan bumi tiap 100
meternya. Berikut ini merupakan rumus menghitung persen lereng, yaitu :
𝐵𝑒𝑑𝑎 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 = 𝑏𝑒𝑑𝑎 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 − 𝑏𝑒𝑑𝑎 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙
𝐵𝑒𝑑𝑎 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝐸𝑙𝑒𝑣𝑎𝑠𝑖
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛 𝐿𝑒𝑟𝑒𝑛𝑔 = × 100 %
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝐷𝑎𝑡𝑎𝑟 × 𝑆𝑘𝑎𝑙𝑎
Adapun contoh perhitungannya, antara lain :
𝐵𝑒𝑑𝑎 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 = 462, 5 − 425 = 37,5 𝑚
37,5
 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛 𝐿𝑒𝑟𝑒𝑛𝑔 = 1,5 ×100
× 100 % = 25 %
37,5
 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛 𝐿𝑒𝑟𝑒𝑛𝑔 = 1,6 ×100
× 100 % = 23,4 %
37,5
 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛 𝐿𝑒𝑟𝑒𝑛𝑔 = × 100 % = 31,25 %
1,2 ×100

25 + 23,4 + 31,25
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 = = 26,55 %
3

i
Jadi termasuk kedalam daerah Perbukitan Kecil (berwarna biru muda).
Dalam pembuatan peta morfologi manual pada dasarnya mempunyai klasifikasi
bentang alam yang berbeda-beda, salah satunya menggunakan klasifikasi
bentang alam Dessaunettes, 1972.
Tabel 3.1
Klasifikasi Bentang Alam (Dessaunettes, 1972)
Beda Tinggi
Satuan Bentang Persen Lereng
Antara Dua Warna
Alam (%)
Tempat (m)
Dataran <2 <1 Kuning
Bergelombang
2–8 1 – 10 Hijau Muda
Lemah
Bergelombang
8 – 16 1 – 10 Hijau Tua
Kuat
Bukit Kecil >16 10 – 50 Biru Muda
Perbukitan >16 50 – 100 Biru Tua
Pegunungan >16 >100 Merah
Sumber : Diktat Penuntun Praktikum Geologi, 2015

i
BAB IV
ANALISA

Setelah melakukan praktikum dan mengerjakan tugas yang telah diberikan


dari asisten. Salah satunya dalam mengerjakan peta morfologi manual harus
menghitung persen lereng, dalam menghitung persen lereng harus dikerjakan
dengan hati-hati dan teliti, dikarenakan perhitungan ini bertujuan untuk
menentukan warna yang memperlihatkan perbedaan bentuk permukaan.
Koordinat yang telah didapatkan dari asisten menunjukkan daerah sekitar
Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Hasil perhitungan lereng yang telah
dikerjakan, didapatkan dua buah warna. Dua warna tersebut ialah warna biru tua
dan biru muda. Warna biru tua mempunyai persentase >16% dengan beda tinggi
elevasi antara 50 – 100 m, yang menunjukkan bentuk permukaan tersebut
adalah perbukitan. Dan warna biru muda mempunyai persentase >16% dengan
beda tinggi elevasi antara 10 – 50 m, yang menunjukkan bentuk permukaan
tersebut adalah bukit kecil.
Hasil dari persentase tersebut, bahwa daerah sekitar Tasikmalaya
tersebut menunjukkan bentuk permukaan tersebut diantaranya daerah
perbukitan dan bukit kecil. Dan warna biru tua menunjukkan didalamnya
mengandung batuan atau mineral yang berharga

i
BAB V
KESIMPULAN

Jadi dapat disimpulkan bahwa, peta adalah suatu gambaran permukaan


bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui sistem proyeksi. Peta
tentunya memiliki banyak jenis dan fungsinya yang berbeda–beda, diantaranya
yaitu peta topografi, peta geologi, dan peta morfologi.
Peta topografi adalah suatu peta yang menggambarkan bentuk relief
(tinggi rendahnya) permukaan bumi, yang kurang lebihnya sesuai dengan
keadaan yang sebenernya. Pengertian dari peta geologi itu sendiri adalah bentuk
ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah atau wilayah atau kawasan
dengan tingkat kualitas yang tergantung pada skala peta yang digunakan dan
menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat batuan, umur, stratigrafi,
struktur, tektonika, fisiografi dan potensi sumber daya mineral serta energi yang
disajikan dalam bentuk gambar dengan warna, simbol dan corak atau gabungan
ketiganya. Peta morfologi adalah suatu peta yang menunjukkan sebuah
permukaan bumi, dalam bentuk lahan dan genesa yang mempengaruhinya
dengan skala tertentu. Pada intinya dalam dunia pertambangan, Peta sangatlah
penting untuk mengetahui sebuah jalan, daerah, wilayah, dan bahkan dapat
mengetahui bahan–bahan mineral apa saja yang terkandung didalam perut bumi.

i
DAFTAR PUSTAKA

1. Pramuwidita, Hesi, 2013. “Pengertian Peta Morfologi”.


http://hesipramuwidita.blogspot.co.id. Diakses Tanggal 27 Februari
2017 pukul 20.10 WIB.

2. Rahmawati, Septiana, 2015. “Pengertian Peta Geologi”. http://septiana-


rahma.blogspot.co.id. Diakses Tanggal 27 Februari pukul 20.40 WIB.

3. Syahrizaludin, Yoel, 2012 “Pengertian Peta Geologi”.


http://jojogeos.blogspot.co.id. Diakses Tanggal 27 Februari 2017
pukul 21.30 WIB.

4. Wijayanto, Tizar, 2014. “Pengertian Peta Topografi”.


http://tizarwijayanto.blogspot.co.id. Diakses Tanggal 27 Februari 2017
pukul 22.30 WIB.