Anda di halaman 1dari 8

6.

2) PENGANTAR KE PENGEMBANGAN DSS

Pengembangan suatu DSS, terutama DSS besar, merupakan suatu proses yang rumit.
Pengembangan tersebut melibatkan sejumlah isu berkisar antara teknis (misal pemilihan
perangkat keras dan networking) sampai perilaku (misal antarmuka pengguna dan dampak
potensial DSS terhadap individu, kelompok, dan organisasi keseluruhan). Bab ini berkonsentrasi
terutama pada msalah-masalah pengembangan perangkat lunak DSS. Beberapa DSS dirancang
untuk mendukung keputusan satu waktu, seperti keputusan Scott Housing (Web Chapter),
sedangkan DSS IMEYRS dalam Aplikasi Kasus 6.1 dikembangkan untuk penggunaan berulang. Kita
sekarang menyelidiki isu-isu yang melibatkan waktu pengembangan DSS, aspek manajerial,
manajemen perubahan, dan lain-lain.

6.3) SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM TRADISIONAL

1) Perencanaan : Fase ini memulai dengan sebuah kebutuhan bisnis yang belum terpenuhi.
Meliputi peluang-peluang yang mungkin yang dapat diidentifikasi dengan membava lingkungan.
2) Analisis : Fase ini memulai dengan pengembangan sebuah strategi analisis atau suatu
rencana untuk memandu proyek. Dengan menanyakan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan
penting seperti siapa para pengguna sistem, apa yang akan dicapai oleh sistem, dan di mana
serta kapan sistem akan dijalankan.
3) Desain : Fase ini menandai bagaimana sistem akan bekerja, mempertimbangkan semua
detail perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur jaringan, antarmuka pengguna, dan
seterusnya dan selanjutnya akan ditetapkan
4) Implementasi : Inilah tempat di mana sistem dibangun/dibeli. Konstruksi melibatkan tidak
hanya membangun sistem, tetapi juga mengujinya untuk memverivikasi bahwa sistem bekerja,
Onstalasi merupakan langkah terakhir dan melibatkan apakah sistem benar-benar berjalan.

Peranti-Peranti CASE

Pada proyek-proyek yang kompleks, SDLC harus dikelola dengan peranti CASE. Peranti ini pada
dasarnya adalah sistem informasi untuk analisis sistem dan dapat membantu mengelola setiap
aspek dalam pengembangan sebuah sistem.

Peranti CASE yang membantu fase analisis, yakni dalam menciptakan diagram sistem, disebut
upper CASE; peranti CASE yang mengelola digram dan menghasilkan kode untuk tabel database
yang disebut lower CASE, danperanti CASE terintegrasi (I-CASE) melakukan kedua hal tersebut.

CASE dan Peranti Analisis dan Desain Lainnya

Beberapa peranti CASE yang terkenal adalah Oracle/9i Developer Suite, Rational Rose and
Rational Suite Analyst Studio (IBM Corp.), Paradigm Plus (Platinum Technology), Visible Enterprise
Workbench (meliputi Visible Analyst dan Visible Developer 3.0) (Visible System Corporation),
Logic Works Suite, the AxiomSys System Analysis CASE Tool, dan AxiomDsn (Structured
Technology Group Inc.), V32, C32, X32, dan 032 (lingkyngan berorientasi-objek melibatkan
UML)(Blue River Software), dan Visual Studio dan Visual Studio .NET (untuk membangun dengan
cepat layanan XML Web, aplikasi berbasis-Windows, dan solusi Web) (Microsoft Corp).

Kode Debugging dan Pengujian

Di era yang serba internet, apiksi dan peranti harus berintegrasi dan bekerja dengan baik.
Debugging dan pengujian merupakan suatu bagian pengembangan perangkat lunak yang sering
diabaikan. Pengujian perangkat lunak untuk aplikasi server telah dikembangkan. Rational Suite
TestStudio didesain untuk pengujian fungsional, performa, dan keandalan.

Manajemen Proyek

Seperti pada industri konstruksi, industri perangkat lunak juga merasionalisasi kegagalannya. Ia
terus saja membuat perencanaan yang sama, pemrograman, dan kesalahan manajerial (Abbott,
2000). Manajemen proyek adalah suatu bidang kritis yang memerlukan peningkatan besar (pada
DSS dalam Fokus 6.7, kami menguraikan suatu manajemen proyek utama). Lebih lanjut mengenai
manajemen proyek, lihat Lieniz dan Rea (2000)

Sebuah tim yang baik amatlah penting untuk suskses proyek BI. Proyek DSS/BI yang baik secara
alami didesain untuk memenuhi sasaran bisnis strategis dan karena itu memerluka jauh lebih
banyak keterlibatan dan input dari orang-orang pada sisi bisnis dan organisasi. Tim ini harus
bekerja sama dalam berkomunikasi. Komunikasi merupakan hal krusial untuk sukses proyek
(Kemp, 2000). Manajer proyek harus memugkinkan terjadinya komunikasi tim.

Keahlian

Sumber daya paling kritis untuk tim pengetahuan adalah keahlian, tetapi hal itu sendiri tidaklah
cukup untuk menghasilkan pekerjaan berkualitas tinggi. Keahlian harus dikelola dan dikoordinasi.
Faraj dan Sproull (2000) menemukan bahwa koordinasi keahlian menunjukkan hubungan yang
kuat dengan performa tim sehingga mempertahankan signifikansi karakteristik input tim, adanya
keahlian, dan koordinasi administratif. Keahlian dapat mendorong ke arah sukses, tetapi tim
masih memerlukan komunikasi yang baik dan keterampilan manajemen proyek ebrsama dengan
seorang sponsor yang berdedikasi.

Proyek E-Commerce dan Web

Mengembangkan sebuah e-commerce atau proyek Web sangat membutuhkan keterampilan


manajemen proyek dan kerjasama kelompok.Trepper (2000) menguraikan beberapa faktor kunci
khusus mendorong kepada suksesnya perkembangan e-commerce:

 Kerja sama antar TI, para pengguna, mitra bisnis, dan pelanggan
 Memerhatikan usabilitas pelanggan
 Membangun sistem untuk cocok dengan model bisnis perusahaan
 Komponen standar yang bisa digunakan kembali
 Monitoring performa

Kegagalan Implementasi Proyek

Sebelumnya kita telah membahas faktor-faktor yang mendorong kepada sukses proyek. Ketika
beberapa atau bahan satu saja dari faktor tersebut tidak ada, proyek bisa saja gagal (lihat
Fonsesca, 2003). Sebagai contoh, seorang jawara dari manajemen yang lebih atas dipandang
perlu dilibatkan dalam proyek, tapi tidak cukup untuk memimpin kepada sukses. Tetapi, ketika
sang jawara meninggalkan organisasi, basis sumber daya proyek mungkin dalam kondisi bahaya,
yang mendorong pada kegagalan. Organisasi Standish melaporkan (lihat Melymuka, 2002b)
bahwa proyek umumnya gagal karena:

 Kurangnya keterlibatan stakeholder


 Persyaratan tidak lengkap
 Kurangnya dukungan sponsor
 Harapan tidak realistis
 Tidak ada komitmen dari pelanggan bisnis Anda

Perangkat Lunak Manajemen Proyek

Bersama dengan keterampilan proyek berorientasi-manajerial, ada peranti perangkat lunak yang
baik untuk membantu manajer proyek. Peranti tersebut meliputi Microsoft Project, Plan View
(Plan View Inc.) dan ActiveProjekct (Framework Technologies Corporation). Banyak dari peranti
ini Web-enabled – mengizinkan kerja sama kelompok online. Microsoft Project 2000 dengan
perangkat lunak Microsoft Project Central memasukkan sebuah peranti kolaborasi berbasis-Web
yang friendly. PlanView merupakan sebuah peranti dinamis serta mulidimensional untuk
manajemen sumber daya dan progam. Ia mencakup HomeView Portal. Sebagian besar peranti
manajemen proyek mencakup HomeView Portal. Sebagian besar peranti manajemen proyek
adalah berbasis-Web, meliputi onProjects opEnterprise, PlanView, Rational Software’s, Rational
Unified Process (RUP), Bussines Engine’s BEN, dan Microsoft Project.

6.4) METODOLOGI PENGEMBANGAN ALTERNATIF

Pengembangan Paralel: Metodologi Tradisional

Ada beberapa metodologi pengembangan alternatif, semuanya berdasarkan SDLC tradisional.


Satu metode yang paling menyerupai SLDC adalah pengembangan paralel. Dalam pengembangan
paralel, fase desain dan implementasi dibagi menjadi banyak salinan. Masing-masing salinan
melibatkan pengembangan sebuah subsistem atau subproyek terpisah, Semua salinan ini
disatukan dalam fase implementasi tunggal di mana sebuah integrator sistem memasang bagian-
bagian secara bersama-sama di dalam sebuah sistem kohesif.

Metodologi Pengembangan Aplikasi Cepat

Metode pengembangan aplikasi cepat (RAD) meliputi

a) Metode Pengembangan Bertahap: membagi sebuah sistem ke dalam serangkaian versi


yang dikembangkan secara berurutan. Keuntungannya adalah para pengguna
memperoleh kemampuan dengan cepat. Kerugiannya adalah para pengguna memulai
bekerja dengan sistem yang di desain secara tidak lengkap.
b) Prototyping: meliputi fase analisis, desain, dan implementasi secara bersamaan dan
berulang. Yang inputnya digunakan untuk memperbaiki sistem. Keuntungannya adalah
sistem dengan cepat disajikan kepada para pengguna sekalipun belum siap untuk
pengguna kelembagaan, Kerugiannya adalah perubahan diperkenalkan dengan cepat dan
tidak ada usaha untuk mengoreksi keputusan-keputusan desain sejak awal. \
c) Throwaway Prototyping: prototipe desain dikembangkan untuk membantu pemahaman
lebih lanjut tentang sistem yang dikembangkan, terutama ketika sistem tidak dipahami
dengan jelas.

Pengembangan Cerdas dan Extreme Programming (XP)

Extreme Prgramming dibuat untuk memfasilitasi pengembanganaplikasi kualitas0tinggi dcara


cepat dan langsung, Sebagaimana disebutkan oleh Joukhadar (2001), fitur-fiturnya meliputi:

 Cerita atau kebutuhan pengguna yang menenntukan fitur-fitur perangkat lunak


umumnya ditulis pada kartu indeks dan menjadi basis pernyataan untuk sebuah proyek.
 Tes fungsionalitas sederhana ditulis oleh para pengguna sebelum pengodean mulai
 Pengodean dibagi menjadi segmen-segmen fungsionalitas yang sangat kecil yang dapat
dikodekan secara lengkap dalam dua atau tiga hari.
 Para programmer bekerja berpasangan; proyek berotasi di antara tim, memberikan
kepada semua programer satu pemahaman mengenai proyek keseluruhan
 Kode sering difaktorkan kembali dan direvisi untuk meningkatkan kualitas dan performa

Copeland (2001) mencatat bahwa pemodelan cerdas meliputi konsep umum tertentu:

 Menciptakan isi sederhana


 Sering menguji kode
 Menggunakan beberapa model desainn

Kelemahan kritis dari proses cerdas adalah kurangnya dokumentasi dan desain. Keuntungannya,
prose ini memusatkan perhatian pada pengujian.

6.5) PROTOTIPING : METODOLOGI PENGEMBANGAN DSS

Secara rinci, pengembangan DSS dilaksanakan melalui prototiping untuk alasan-alasan berikut

 Para pengguna dan ,anajer dilibatkan di setiap fase dan iterasi


 Pembelajaran dengan tegas terintegrasi ke dalam proses desain
 Prototiping pada dasarnya memotong tujuh sub langkah siklus hidup formal
 Sebuah kriteria kunci dihubungakan dengan prototiping adalah interval pendek antara
iterasi.
 Prototipe awal harus berada di bawah ambang batas pengeluaran modal minimum
yang memerlukan pertimbangan resmi.

Keuntungan Prototiping

 Waktu pengembangan pendek/singkat


 Waktu reaksi pengguna pendek/singkat (umpan balik dari pengguna)
 Meningkatkan pemahaman pengguna mengenai sistem, kebutuhan informasinya, dan
kemampuannya
 Biaya rendah

Kerugian Prototiping

Ketika pendekatan ini digunakan, keuntungan yang didapatkan dari berbagai lamgkah cermat di
masing-masing fase siklus hidup akan hilang Namun bisa dihindari dengan menggunkan peranti
CASE untuk memperkuat konsistensi.

Pengembangan Data Warehouse

Ada empat metodologi pengembangan data warehouse

 Metodologi NCR Data Warehousing


 Metode SAS Institute Rapid Data Warehousing
 Microsoft Data Warehousing
 Metode Kimball
6.6) MANAJEMEN PERUBAHAN

Teori perubahan Lewin-Schein (Lewin, 1947; Schein 1956) merupakan panduan yang sanga
bagus dan praktis untuk mempertimbangkan isu-isu yang kompleks dan kadang-kadang
melemahkan yang tidak bisa dipisahkan di dalam proses perubahan yang dinamis (Levasseur,
2001). Tiga langkah dasar adalah
 Unfreezing: menciptakan kesadaran akan kebutuhan dan perubahan dan sebuah iklim
yang menerima perubahan
 Moving: Mengubah tekanan dan atau arah kekuatan yang menentukan kebutuhan atau
perubahan awal dengan mengembangkan metode-metode baru dan memelajari sikap
dan perilaku baru
 Refreezing: Memperkuat perubahan yang diinginkan yang telah terjadi dan membangun
sebuah ekuilibrium yang daat dipelihara dan stabil.

6.7) PERANTI DAN TINGKAT TEKNOLOGI DSS

a) Peranti Primer DSS : Digunakan untuk menulidksn program yang memengaruhi infrastruktur
Web dan protokol serta mekanisme perlewatan pesan dan e-commerce.
b) Peranti (generator) Terintegrasi DSS : adalah sebuah paket perangkat lunak pengembangan
terintegrasi yang menyediakan satu set kemampuan untuk membangun sebuah DSS spesifik
dengan cepat, murah, dan mudah.
c) DSS Spesifik (Aplikasi DSS): Ada banyak contoh DSS/BI yang telah tersebar pada Web.
Sebagai contoh, lihat Website Desicion Support Inc. (www.desicionsupport.com) dan
Yankelovich Partners (secure.yankelovich.com/info/desicion_supportsystem.html)

6.8) PLATFORM PENGEMBANGAN DSS

 Menulis sebbuah DSS terkustomiasi dalam sebuah bahasa pemrograman general purpose
seperti Visual Basic atau COBOL
 Menggunakan bahasa generasi-keempat (4GL)
 Menggunakan OLAP dengan sebuah data warehouse atau database besar.
 Menggunakan peranti (generator atau mesin) pengembangan terintegrasi DSS
 Menggunakan generator DSS spesifik-domain
 Mengembangkan DSS dengan menggunakan metode CASE
 Mengembangkan sebuah DSS kompleks dengan mengintegrasikan beberapa pendekatan
tersebut

6.9) MEMILIH PERANTI PENGEMBANGAN DSS

Memilih Perangkat Keras

DSS berjalan pada platform dari PC individual sampai komputer multiprosesor yang paling besar
seperti komputer yang digunakan oleh National Oseanic and Atmosphere Administration
(NOAA) untuk menjalankan ramalan cuaca di AS> Beberapa berjalan pada jaringan stasiun-kerja
Unic (termasuk jaringan grid computing), sementara yang lain menggunakan PC sebagai klien
Web yang dipasang pada sebuah server Web.

Memilih Perangkat Lunak

Memilih perangkat lunak menjadi proses kompleks karena


 Sama sekali tidak mengetahui persyaratan dan output informasi DSS ketika melakukan
pemilihan
 Ada ratusan paket perangkat lunak di pasar
 Paket perangkat lunak dibarui dengan sangat cepat
 Sering terjadi perubahan harga
 Tim evaluasi mungkin melibatkan beberapa orang
 Mempertimbangkan semua isu teknis, fungsional, pengguna akhir, dan manajerial
 Keinginan untuk mempertahankan beberapa vendor dan tidak tersedianya lingkungan
sistem terbuka klient/server membuat produk bongkar paang dari berbagai vendor
harus dipertimbangkan.
 dsb.

Memilih Generator DSS

Organisasi umumnya menggunakan beberapa generator. Karena ada banyak kriteria,


beberapa diantaranya kualitatif, dan sering juga alternatif, maka sebuah alat bantu keputusan
seperti Expert Choice (Expert Choice Inc.) dapat sangat meningkatkan proses pemilihan.

Menggunakan Kembali Komponen

Jika Anda dapat ,mendesain komponen untuk melakukan tugas-tugas standar, maka gunakan
kembali komponen tersebut. Pada sisi lain, mengelola dan mendokumentasikan komponen-
komponen dapat menjadi proses yang sangat kompleks. Komponen terpaket dan homegrown
harus terintegrasi dengan erat untuk pengembangan berbasis-komponen untuk memenuhi
potensinya. Sekarang komponen ini lebih mudah dari sebelumnya, tetapi tetap sangat
menantang. Harapannya adalah aplikasi baru (dalam persentase yang cukup besar) akan dirakit
terutama dari komponen-komponen (lihat Williams, 2000).Masalah integrasi yang kompleks
meliputi:

 Application-to-application (A2A)
 Business-to-business (B2B)
 Business-to-consumer (B2C)
 Web-to-host
 Wireless-to-host
 Window-to-host

Outsourcing

Ketika memilih perangkat lunak, orang harus mempertimbangkan apakah mengembangkan in-
house atau dikerjakan di luar (outsourcing). Kesulitan utama pada outsourcing adalah organisasi
yang menginginkan pengembangan perangkat lunak—bukan pihak luar (perusahaan) yang
mengembangkannya –bertanggung jawab terhadap produk akhir. Karena organisasi
bertanggung jawab untuk sistem, maka anggota organisasi (para pengguna, manajer, sponsor
eksekutif) haeus dilibatkan seolah-olah sistem dikembangkan in-house. Outsourcing perlu
meningkatkan sebuah operasi yang tidak efisien. Pentin juga untuk menyadari bahwa
perusahaanlah yang memiliki proyek dan bertanggung hawab untuk proyek tersebut.

6.10) DSS YANG DIKEMBANGKAN OLEH TIM


DSS yang dikembangkan oleh tim memerlukan usaha substansial, meskipun tim dapat terdiri
dari hanya sedikit orang, seperti tim yang mengembangkan HR InfoNet pada Sketsa
Pembukaan. DSS yang dikembangakan tim membutuhkan organisasi dan perencanaan yang
ekstensif. Perencanaan dan organisasi tergantung pada DSS spesifik, organisasi di mana DSS
akan digunakan, dan seterusnya. Aktivitas tertentu adalah umum dan dapat dilakukan oleh
semua tim.

Proses yang diikuti oleh tim DSS tergantung pada aplikasi spesifik. Kelompok mungkin temporer,
dibuat untuk sebuah DSS spesifik, atau mungkin saja permanen, dalam hal anggota kelompok
ditugaskan pada proyek spesifik DSS.

611) DSS YANG DIKEMBANGKAN OLEH PENGGUNA AKHIR

DSS yang dikembangkan-pengguna memiliki definisi yang lebih sempit. Ia meliputi para
pengambil keputusan dan profesional (para pekerja pengetahuan, seperti keuangan atau analis
pajak dan insinyur) yang membangun atau menggunakan komputer untuk memecahkan
permasalahan atau meningkatkan produktivitas mereka.

DSS Hasil Pengembangan Pengguna: Keuntungan dan Risiko

Ada beberapa keuntungan yang menjelaskan mengapa para pengguna ingin mengembangkan
DSS mereka sendiri:

 Waktu penyerahan pendek/singkat


 Prasyarat dan spesifikasi persyaratan pengguna ekstensif dan formal dapat disesuaikan/
 Berukurangnya beberapa masalah implementasi DSS
 Biaya pada umumnya sangat rendah

Beberapa risiko serius pad a DSS yang dikembangkan pengguna:

 DSS dikembangkan-pengguna kualitasnya buruk karena kurangnya pengalaman desain


DSS formal
 Adatiga kategori risiko kualitas potensial: digunakannya fasilitas dan peranti di bawah
standar atau tidak sesuai di dalam pengembangan DSS
 Risiko keamanan mungkin meningkat karena pengguna kurang mengenali ukuran
keamanan
 Tidak adanya prosedur dokumentasi dan pemeliharaan

Mengurangi Risiko Komputasi Pengguna Akhir

Satu pendekatan yang bekerja dengan baik dalam praktik adalah aplikasi yang dikembangkan
pengguna akhir yang memiliki lisensi. Ketika sebuah DSS pengguna-akhir baru diciotakan,
pengguna dapat mengembangkannya dengan sebuah metodologi yang disetujui secara
organisasional. Pada permulaan, fitur-fitur dasar harus digambarkan pada sebuah laporan satu
halaman, untuk kelompok lisensi DSS – disebut DLG. Satu anggota DLG membantu pengembang
dengan menyediakan data dan peranti yang sesuai, juga menyediakan metode untuk
mengakses data jila mereka berada pada sistem lain. Dengan cara ini, keamanan akan
terpelihara.
6.12) MENGGABUNGKAN DSS BERSAMA-SAMA

DSS lebih dari sekedar DBMS, MBMS, antarmuka pengguna, dan komponen pengetahuan. Ada
antarmuka di antara komponen dan dengan sistem eksternal. Umumnya, database DSS harus
diperbarui secara teratur dari database sumber lainnya. Mungkin ada peranti khusus untuk
fungsi-fungsi penting, misal pembuatan laporan. Mungkin ada beberapa database dan model
yang masing-masing dikembangkan dan digunakan dengan cara yang berbeda – dan mungkin
ada banyak orang yang terlibat di dalam pengembangan dalam hal pengumpulan data.
Komponen tidak hanya harus dibangun, tetapi generator dan peranti spesifik untuk
pengembangan juga harus dipilih, diinstal, dan dikelola.