Anda di halaman 1dari 2

KOPI ROBUSTA

TAKSONOMI
 Kingdom : Plantae
 Sub kingdom : Tracheobionta
 Divisi : Magnoliophyta
 Kelas : Magnoliopsida
 Sub Kelas : Asteridae
 Ordo : Rubiaceae
 Genus : Coffea
 Spesies : Coffea canephora. L

MORFOLOGI
Kopi Robusta memiliki karakteritik biji bentuknya agak bulat, lengkungan biji lebih
tebal dibandingkan jenis Arabika, dan garis tengah (parit) dari atas ke bawah hampir rata atau
lurus (Panggabean 2011). Ciri-ciri dari tanaman kopi robusta yaitu tinggi pohon mencapai 5
meter, sedangkan ruas cabangnya pendek. Batangnya berkayu, keras, tegak, putih ke abu
abuan. Seduhan kopi robusta memiliki rasa seperti cokelat dan aroma yang khas, warna
bervariasi sesuai dengan cara pengolahan. Kopi bubuk robusta memiliki tekstur lebih kasar dari
kopi arabika. Kadar kafein biji mentah kopi robusta lebih tinggi dibandingkan biji mentah kopi
arabika, kandungan kafein kopi robusta sekitar 2,2 % (Spinale dan James, 1990).

KANDUNGAN DAN MANFAAT


Dalam biji kopi terkadung lebih dari 500 senyawa kimia, tetapi komponen kimia yang
terpenting tedapat di dalam kopi adalah kafein dan kafeol. Kafein yang menstimuli kerja saraf
dan kafeol memberikan flavor dan aroma yang baik. Kandungan kafein dalam kopi memiliki
efek positif dan efek negatif pada tubuh. Kandungan kafein biji mentah kopi arabika lebih
rendah dibandingkan biji mentah kopi robusta, kandungan kafein kopi robusta sekitar 2,2 %
dan Arabika sekitar 1,2 % (Spinale dan James, 1990). Kafein kopi bermanfaat dalam stimulasi
otak dan sistem syaraf serta mempertinggi denyut jantung, karena itu setelah meminum kopi
akan terasa sensasi kesegaran psikis. Kandungan kafein yang tinggi dapat menyebabkan
jantung berdebar, pusing, dan tekanan darah meningkat serta menyebabkan susah tidur.
Menurut Winarno (1992), kafein dapat meningkatkan sekresi asam lambung, memperbanyak
produksi urine, memperlebar pembuluh darah, dan meningkatkan kerja otot.

Kandungan kopi selain kafein berupa asam klorogenat, trigonelin, senyawa mudah
menguap, asam amino, dan karbohidrat mempengaruhi cita rasa kopi yang dihasilkan.
Perbedaan komposisi pada masing-masing jenis kopi akan menghasilkan cita rasa kopi yang
berbeda sehingga setiap jenis kopi bersifat unik. Masing-masing senyawa kimia dalam kopi
memiliki andil dalam pembentukan cita rasa dan aroma seduhan kopi. Rasa pahit pada ekstrak
kopi disebabkan oleh kandungan mineral bersama dengan pecahan serat kasar, asam
klorogenat, kafein, tanin, dan beberapa senyawa organik dan anorganik lainnya (Varnam dan
Sutherland 1994).

CARA EKSTRAKSI
Ekstraksi yang optimum tergantung pada suhu air ekstraksi dan laju alir melalui ampas
kopi. Pada prakteknya air panas dimasukkan dengan tekanan dan suhunya 180 °C. Suhu dari
cairan pada setiap kolom makin turun sampai cairan berhubungan dengan kopi pada suhu 100
°C. Penggunaan suhu air yang tinggi memungkinkan hasil konsentrasi ekstrak yang tinggi.
Penggunaan suhu tinggi akan menjaga tekanan sistem tetap rendah untuk mempertahankan
kondisi hidroulik (suhu air 173 °C, dibutuhkan tekanan 120 psig atau 828 kPa) dan kolom yang
dihubungkan oleh pipa harus didesain pada tekanan sedemikian rupa sehingga tidak melebihi
hidraulik minimum.
DAFTAR PUSTAKA
Spinale and J. James 1990. Komoditi Kopi dan Peranannya Dalam Perekonomian Indonesia.
Yogyakarta : Kanisius.