Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH GAWAT DARURAT 2

KEGAWATAN OBSTETRI

Disusun Oleh :
1. Dina Windiarti (141.0035)
2. Erlina Dwi Jayanti (141.0041)
3. Meilani Sita Dewi (141.0061)
4. Nasa Fasalino (141.0067)
5. Niko Catur S (141.0069)
6. RoyAllam F.N (141.0089)

PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan

hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul

“Kegawatan Obstetri” dengan tepat waktu.

Makalah “Kegawatan Obstetri” disusun untuk melengkapi tugas Mata

Kuliah Gawat Darurat 2. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada

Pembimbing Mata Kuliah Gawat Darurat 2 serta pihak yang tidak bisa kami

sebutkan satu persatu karena Beliau banyak membantu dalam proses penulisan,

penyusunan dan diskusi.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada

makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran

serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat

kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.

Surabaya, 1 April 2018

Penulis
DAFTAR ISI
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kegawatan adalah sesuatu yang memerlukan pertolongan cepat, tepat dan
cermat untuk menolong seseorang yang teracam jiwanya. Kasus gawat darurat
obstetri adalah kasus obstetri yang apabila tidak segera ditangani akan berakibat
kematian ibu dan janinnya. Kasus ini menjadi penyebab utama kematian ibu janin
dan bayi baru lahir. (Saifuddin, 2002). Kedaruratan Obstetrik adalah suatu
keadaan klinik yang apabila tidak segera ditangani akan berakibat kesakitan yang
berat bahkan kematian ibu dan janinnya. Secara umum terdapat 4 penyebab utama
kematian ibu, janin dan bayi baru lahir,yaitu (1)perdarahan (2)infeksi, sepsis
(3)hipertensi, preeklampsia, eklampsia (4) persalinan macet (distosia). Persalinan
macet hanya terjadi pada saat persalinan berlangsung, sedangkan ketiga penyebab
lain dapat terjadi dalam kehamilan, persalinan, dan masa nifas (Wantania, 2015).
Kematian maternal merupakan suatu fenomena puncak gunung es karena
kasusnya cukup banyak namun yang nampak di permukaan hanya sebagian kecil.
Diperkirakan 50.000.000 wanita setiap tahunnya mengalami masalah kesehatan
berhubungan dengan kehamilan dan persalinan. Komplikasi yang ada kaitannya
dengan kehamilan berjumlah sekitar 18 persen dari jumlah global penyakit yang
diderita wanita pada usia reproduksi. Diperkirakan 40 persen wanita hamil akan
mengalami komplikasi sepanjang kehamilannya. Disamping itu 15 persen wanita
hamil akan mengalami komplikasi yang bisa mengancam jiwanya dan
memerlukan perawatan obstetri darurat, dan perawatan tersebut biasanya masih
belum tersedia (Lawn J, Rrian J, McCarthy, Susan Rae Ross, 2002 dalam Hasnah,
Triratnawati, 2003). World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa
ada 500.000 kematian ibu melahirkan di seluruh dunia setiap tahunnya, 99 persen
diantaranya terjadi di negara berkembang (WHO, 1992 dalam Hasnah,
Triratnawati, 2003). Dari angka tersebut diperkirakan bahwa hampir satu orang
ibu setiap menit meninggal akibat kehamilan dan persalinan. Angka kematian
maternal di negara berkembang diperkirakan mencapai 100 sampai 1000 lebih per
100.000 kelahiran hidup, sedang di negara maju berkisar antara tujuh sampai 15
per 100.000 kelahiran hidup. Ini berarti bahwa di negara berkembang risiko
kematian maternal satu diantara 29 persalinan sedangkan di negara maju satu
diantara 29.000 persalinan.
Setiap kehamilan berpotensi mengalami risiko kedaruratan. Pengenalan
kasus kedaruratan obstetri secara dini sangat penting agar pertolongan yang cepat
dan tepat dapat dilakukan. Mengingat klinis kasus kedaruratan obstetri yang
berbeda-beda dalam rentang yang cukup luas, setiap kasus sebaiknya ditangani
seyogyanya kasus gawat darurat lewat triase awal, sampai pemeriksaan
menunjukkan bahwa kasus tersebut bukan kedaruratan. Dalam menangani kasus
kegawatdaruratan, penentuan permasalahan utama (diagnosis) dan tindakan
pertolongan harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan segera mungkin (Wantania,
2015).
Mengenal kasus kegawatdaruratan obstetri secara dini sangat penting agar
pertolongan yang cepat dan tepat dapat dilakukan. Mengingat klinis kasus
kegawatdaruratan obstetri yang berbeda-beda dalam rentang yang cukup luas,
mengenal kasus tersebut tidak selalu mudah dilakukan, bergantung pada
pengetahuan, kemampuan daya pikir dan daya analisis, serta pengalaman tenaga
penolong. Kesalahan ataupun kelambatan dalam menentukan kasus dapat
berakibat fatal. Dalam prinsip, pada saat menerima setiap kasus yang dihadapi
harus dianggap gawatdarurat atau setidaknya dianggap gawatdarurat, sampai
setelah pemeriksaan selesai kasus itu ternyata bukan kasus gawatdarurat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana definisi dari kegawatan obstetri ?
2. Bagaimana jenis dari kegawatan obstetri :
3. Bagaimana penatalaksanaan pada kegawatan obstetri ?

1.3 Tujuan penulisan


1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui konsep keperawatan kegawatan obsetri serta pertolongan
pertama kegawatdaruratan obstetric dan neonatal.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui definisi kegawatan obstetri
2. Untuk mengetahui jenis kegawatan obstetri
3. Untuk mengetahui penatalaksanaan pada kegawatan obstetri

1.4 Manfaat Penulisan


1.4.1 Bagi Mahasiswa
Mahasiswa dapat menjadikan makalah ini sebagai salah satu media
pembelajaran tentang kasus kegawatan obstetri serta dapat mengaplikasikannya
ketika praktik di lapangan atau Rumah Sakit.
1.4.2 Bagi Perawat
Perawat dapat memperoleh tambahan ilmu pengetahuan melalui makalah ini
serta dapat meng-update ilmu tentang penatalaksanaan pada kasus kegawatan
obstetri berdasarkan jurnal penelitian yang telah dilampirkan dalam makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

Saifudin. 2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan


Neonatal. Jakarta : YBP-SP