Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH EKONOMI KREATIF

“Bab 7. KONDISI DAN FAKTOR PEMBENTUK


KARAKTER KREATIF DAN INOVATIF”
Dosen pengampu : Luh Dina,

Disusun Oleh :
Kelompok 6

~ Maria Wati (2014110109)


~ Maria Yunita Pale (2014110112)
~ Marseli Kurniawati (2014110115)
~ Marselina Seru (2014110116)
~ Nacha Koryana Kasanti (2014110127)
~ Nadia Reza Arrabiatul Yanuar (2014110128)
~ Nopianus Rendi (2014110130)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2015
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah sesuai dengan
yang diharapkan. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam
proses pengerjaannya, tapi kami dapat menyelesaikannya tepat pada waktu yang
telah ditetapkan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Kreatif
program S-1 pada jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi.
Tak lupa ucapan terima kasih kami kepada dosen pembimbing yang telah
membimbing dalam penyusunan makalah dengan judul “Kondisi dan Faktor
Pembentuk Karakter Kreatif dan Inovatif” ini. Kami juga mengucapkan terimakasih
kepada teman mahasiswa yang juga sudah memberikan kontribusinya baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Kami menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan pada makalah ini.
Oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sungguh kami harapkan dalam proses
untuk menyempurnakan makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat berguna bagi kita sekalian.

Malang, 27 Oktober 2015

Kelompok 6

i
Daftar Isi

Kata Pengantar ........................................................................................................................... i


Daftar Isi..................................................................................................................................... ii
Bab I.Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penulisan .................................................................................................... 2
Bab II.Pembahasan
2.1 Pengertian Kreativitas ............................................................................................. 3
2.2 Ciri ciri kreativitas.................................................................................................... 3
2.3 Faktor – faktor yang mempengaruhi berkembangnya kreativitas ........................... 4
2.4 Pengertian Inovasi .................................................................................................... 7
2.5 Perbedaan kreatif dan inovasi ................................................................................ 8
Bab III.Penutup
3.1 Kesimpulan .............................................................................................................. .9
3.2 Saran ......................................................................................................................... .9
Daftar Pustaka ............................................................................................................................ 10

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ekonomi kreatif merupakan gelombang ekonomi yang baru lahir pada awal
abad ke - 21. Gelombang ekonomi baru ini mengutamakan intelektual sebagai
kekayaan yang dapat menciptakan uang, kesempatan kerja, pendapatan dan
kesejahteraan. Inti ekonomi kreatif terletak pada industri kreatif, yaitu industri yang
digerakan oleh para kreator dan inovator. Rahasia ekonomi kreatif terletak pada
kreativitas dan keinovasian.

Kreativitas adalah berpikir ses/?uatu yang baru, sedangkan keinovasian adalah


melakukan sesuatu yang baru. Hasilnya adalah dalam bentuk cara pemecahan
masalah baru, metode, teknik, cara operasional, teknologi, model, desain, barang dan
jasa baru, serta merek dagang, cara pemasran, cara usaha, distribusi, strategi
pelayanan, komersialisasi, penampilan dan juga karakter baru lainnya yang bernilai
komersial. Hakikat kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang tidak ada atau
memperbaharui kemabli sesuatu yang telah ada. Esensi dari kreativitas terletak pada
kemampuan menghasilkan gagasan baru, mengerjakan sesuatu dengan cara yang
berbeda, dan memiliki pendekatan alternatif baru.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian kreativitas ?
2. Apa ciri-ciri kreativitas ?
3. Apa saja faktor yang mempengaruhi berkembangnya kreativitas ?
4. Apa pengertian inovasi ?
5. Apa perbedaan kreatif dengan inovatif ?

1
1.3 Tujuan Penulisan
1. Dapat mengetahui pengertian kreatifitas
2. Dapat mengetahui cirri-ciri kreatifitas
3. Dapat mengetahui faktor yang mempengaruhi berkembangnya kreatifitas
4. Dapat mengetahui pengertian inovasi
5. Dapat mengetahu perbedaan kreati dan inovatif

1.4 Manfaat Penulisan


Selain tujuan dari pada penulisan makalah, perlu pula diketahui bersama
bahwa manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penulisan makalah ini adalah
dapat menambah ilmu dan semoga keberadaan makalah ini dapat memberi masukan
bagi semua pihak.

2
BAB II

ISI/ PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kreativitas

Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu


yang baru bagi dunia berdasarkan sebuah inovasi. Misalnya, ketika Newton
merasakan ada buah Apel di kepalanya, ia merumuskan hukum gravitasi
yang merupakan dasar dari banyak perhitungan hari ini. Ketika Thomas Alva
Edison menganalisis kebutuhan cahaya untuk melawan kegelapan di malam
hari, analisis ini membimbingnya dalam penemuan bola lampu listrik.

Kreativitas terletak pada diri setiap orang, tidak peduli apakah dia
adalah seorang ilmuwan terkenal atau karyawan kelas rendah. Kreativitas
terletak pada kedalaman jiwa anda dalam bentuk ide-ide inovatif yang baik.
Namun kreativitas itu akan selamanya terkubur dalam diri anda apabila anda
tidak merealisasikannya dalam sebuah inovasi konkrit yang bisa bermanfaat
untuk anda dan dimanfaatkan oleh banyak orang. Sehingga yang anda
perlukan hanyalah menciptakan sebuah inovasi dalam hidup anda. Biarkan
kreativitas itu keluar dari dalam diri anda.

2.2 Ciri ciri Kreativitas

Guilford (dalam Munandar, 2009) mengemukakan ciri-ciri dari


kreativitas antara lain:

1. Kelancaran berpikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk


menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat.
Dalam kelancaran berpikir, yang ditekankan adalah kuantitas, dan bukan
kualitas.

3
2. Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk memproduksi
sejumlah ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi,
dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari
alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta mampu menggunakan
bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran.

Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir. Mereka dengan
mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikannya dengan
cara berpikir yang baru.

2.3 Faktor-faktor yang dapat Mempengaruhi Berkembangnya Kreativitas

Menurut Utami (2004), perkembangan kreativitas dipengaruhi oleh dua


faktor, yaitu:
1. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari atau terdapat pada diri
individu yang bersangkutan. Faktor ini meliputi keterbukaan, locus of control
yang internal, kemampuan untuk bermain atau bereksplorasi dengan unsur-
unsur, bentuk-bentuk, konsep-konsep, serta membentuk kombinasi-kombinasi
baru berdasarkan hal-hal yang sudah ada sebelumnya.
2. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri individu yang
bersangkutan. Faktor-faktor ini antara lain meliputi keamanan dan kebebasan
psikologis, sarana atau fasilitas terhadap pandangan dan minat yang berbeda,
adanya penghargaan bagi orang yang kreatif, adanya waktu bebas yang cukup
dan kesempatan untuk menyendiri, dorongan untuk melakukan berbagai
eksperimen dan kegiatan-kegiatan kreatif, dorongan untuk mengembangkan
fantasi kognisi dan inisiatif serta penerimaan dan penghargaan terhadap
individual.

4
Menurut Rogers (dalam Munandar, 2009), faktor-faktor yang dapat
mendorong terwujudnya kreativitas individu diantaranya:

1. Dorongan dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik)

Menurut Roger (dalam Munandar, 2009) setiap individu memiliki


kecenderungan atau dorongan dari dalam dirinya untuk berkreativitas,
mewujudkan potensi, mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas
yang dimilikinya. Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas
ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru dengan lingkungannya
dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya (Rogers dalam Munandar, 2009).
Hal ini juga didukung oleh pendapat Munandar (2009) yang menyatakan
individu harus memiliki motivasi intrinsik untuk melakukan sesuatu atas
keinginan dari dirinya sendiri, selain didukung oleh perhatian, dorongan, dan
pelatihan dari lingkungan.

Menurut Rogers (dalam Zulkarnain, 2002), kondisi internal (interalpress)


yang dapat mendorong seseorang untuk berkreasi diantaranya:

a) Keterbukaan terhadap pengalaman

Keterbukaan terhadap pengalaman adalah kemampuan menerima


segala sumber informasi dari pengalaman hidupnya sendiri dengan
menerima apa adanya, tanpa ada usaha defense, tanpa kekakuan terhadap
pengalaman-pengalaman tersebut dan keterbukaan terhadap konsep
secara utuh, kepercayaan, persepsi dan hipotesis. Dengan demikian
individu kreatif adalah individu yang mampu menerima perbedaan.

b) Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi


seseorang (internal locus of evaluation)

5
c) Pada dasarnya penilaian terhadap produk ciptaan seseorang terutama
ditentukan oleh diri sendiri, bukan karena kritik dan pujian dari orang
lain. Walaupun demikian individu tidak tertutup dari kemungkinan
masukan dan kritikan dari orang lain.

d) Kemampuan untuk bereksperimen atau “bermain” dengan konsep-


konsep

2. Dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik)

Munandar (2009) mengemukakan bahwa lingkungan yang dapat


mempengaruhi kreativitas individu dapat berupa lingkungan keluarga,
sekolah, dan masyarakat. Lingkungan keluarga merupakan kekuatan yang
penting dan merupakan sumber pertama dan utama dalam pengembangan
kreativitas individu. Pada lingkungan sekolah, pendidikan di setiap jenjangnya
mulai dari pra sekolah hingga ke perguruan tinggi dapat berperan dalam
menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas individu. Pada lingkungan
masyarakat, kebudayaan-kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat
juga turut mempengaruhi kreativitas individu. Rogers (dalam Munandar,
2009) menyatakan kondisi lingkungan yang dapat mengembangkan
kreativitas ditandai dengan adanya :

1. Keamanan psikologis

Keamanan psikologis dapat terbentuk melalui 3 proses yang saling


berhubungan, yaitu:

a) Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala


kelebihan dan keterbatasannya.

6
b) Mengusahakan suasana yang didalamnya tidak terdapat
evaluasi eksternal (atau sekurang-kurangnya tidak bersifat atau
mempunyai efek mengancam.

c) Memberikan pengertian secara empatis, ikut menghayati


perasaan, pemikiran, tindakan individu, dan mampu melihat dari
sudut pandang mereka dan menerimanya.

2. Kebebasan psikologis

Lingkungan yang bebas secara psikologis, memberikan


kesempatan kepada individu untuk bebas mengekspresikan secara
simbolis pikiran-pikiran atau perasaan-perasaannya.

Munandar (dalam Zulkarnain, 2002) menyatakan faktor-faktor


yang mempengaruhi kreativitas dapat berupa kemampuan berpikir
dan sifat kepribadian yang berinteraksi dengan lingkungan tertentu.
Faktor kemampuan berpikir terdiri dari kecerdasan (inteligensi) dan
pemerkayaan bahan berpikir berupa pengalaman dan ketrampilan.
Faktor kepribadian terdiri dari ingin tahu, harga diri dan kepercayaan
diri, sifat mandiri, berani mengambil resiko dan sifat asertif (Kuwato,
dalam Zulkarnain, 2002).

2.4 Pengertian Inovasi

Schumpeter (1934) inovasi adalah mengkreasikan dan


mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi. Dengan inovasi maka
seseorang dapat menambahkan nilai dari produk, pelayanan, proses kerja,
pemasaran,sistem pengiriman, dan kebijakan, tidak hanya bagi perusahaan
tapi juga stakeholder dan masyarakat (dalam de Jong & Den Hartog, 2003).

7
Zimmerer dan Scarborough (2005), inovasi merupakan kemampuan
untuk menerapkan solusi yang kreatif terhadap suatu permasalahan berikut
dengan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan
seseorang.

2.5 Inovatif Atau Kreatif


Perbedaan kreatif dan inovatif secara singkat dapat di paparkan
sebagai berikut:
KREATIF = Memiliki daya cipta / INOVATIF = Berdaya perubahan
berdaya cipta
1. Menciptakan sesuatu yang berbeda 1. Menciptakan sesuatu yang belum
dari yang lain. ada menjadi ada.
2. Menghubungkan ide – ide / hal – 2. Pembaharuan / menciptakan
hal yang tadinya tidak berhubungan. sesuatu yang sama sekali berbeda.

Contoh ide kreatif: grup 2 tang Contoh Inovasi: Alm, tri utomo
menghasilkan produk air putih mengemas air putih dalam kemasan
dengan kemasan plastik yang plastik yang di beri merek aqua.
berbeda (tutup anti tumpah)

Ada yang bilang bahwa inovatif merupakan bakat, misalnya pada seniman
yang menghasilkan karya seni tertutup, hal ini sulit untuk dipelajari atau diajarkan.
Pada goresan kuas yang keberapakah, lukisannya bisa bagus atau sudah bisa
dinikmati oleh para penikmat seni/lukisan.

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kreatif sendiri adalah suatu aktifitas atau kegiatan yang bertujuan
menciptakan hal baru atau memperbaiki suatu hal yang sudah ada agar
memiliki nilai guna dan manfaat.

Inovasi adalah mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu


menjadi satu kombinasi. Perilaku inovatif adalah semua perilaku individu
yang diarahkan untuk menghasilkan dan mengimplementasikan hal-hal ‘baru’,
yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi; yang terdiri dari dua
dimensi yaitu kreativitas dan pengambilan resiko dan proses inovasinya
bersifat incremental.

Jadi faktor pembentuk karakter untuk mnejadi kreatif dan inovatif


saling berkaitan atau saling berhubungan satu sama lain. Kreatif dan inovatif
adalah karakteristik personal yang terpatri kuat dalam diri seorang wirausaha
sejati.

3.2 Saran

Kreatif dan inovatif akan lebih baik dan berkembang jika dilakukan
bersama-sama karena akan lebih menghasilkan kreasi yang menarik dan akan
mendapat nilai lebih

9
Daftar Pustaka

http://informasi.kemendag.go.id/glis/?collection.view.1353
http://megaretanindia.blogspot.co.id/2014/08/kreativitas-pembentukan-karakter.html
http://wikipendidikan.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-dan-karakteristik-orang.html
https://adityaramadhanim.wordpress.com/2013/06/22/character-building/
http://anharululum.blogspot.co.id/2011/01/membangun-ide-kreatif-dan-inovatif.html

10