Anda di halaman 1dari 2

Metode Pelaksanaan Instalasi Fire Alarm

Lapangan Tenis Indoor & Outdoor GBK

PT. Karunia Esa Persada

PEKERJAAN ELEKTRONIKA

Pekerjaan Fire Alarm

Yang dimaksud pekerjaan Fire Alarm adalah pekerjaan pemasangan instalasi sistem deteksi
dini untuk kebakaran dalam gedung.

a. Proses Pelaksanaan.

a.1. Handling.

Untuk material – material fire alarm

- Conduit
- Tee dus
- Sok conduit
- Isolasi
- Flexible conduit
- Klem
- Lasdop
- Kabel NYA 2x1.5mm

Untuk Alat kerja Instalsi fire alarm

- Bor beton
- Gerinda
- Bending conduit
- Tangga

karena dimensinya tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat maka untuk pekerjaan yang dekat
dengan gudang, pengangkutannya dapat menggunakan tenaga manusia.

a.2. Pemasangan / Pelaksanaan.

· Pada saat setelah pengecoran plat lantai / Struktur, pekerjaan instalasi Fire Alarm dapat
segera dimulai dengan pemasangan sparing conduit sesuai shop drawing yg disetujui

· Setelah pekerjaan pemasangan sparing conduit selesai di lanjutkan dengan menginstal kabel
NYA 2x1.5mm didalam sparing counduit..
· Test tahanan kontinuitas.

· Pada saat pekerjaan bata (dinding), sparing dan wiring Fire Alarm dipasang pada dinding
dimana titik Fire Alarm (bell, manual station, dll) nanti diletakkan.

· Setelah dinding dilakukan finishing, ceiling sudah terpasang dan kondisi keamanan sudah
terjamin (ruangan terkunci) maka titik Fire Alarm dan Detector dapat segera dipasang.

· Setelah itu dilanjutkan dengan connection instalasi ke terminal box Fire Alarm di masing –
masing lantai.

· Connection terminal box per lantai dengan MDF Fire Alarm

· Test fungsi.

b. Pengetesan.

Untuk pekerjaan ini dilakukan test kontinuitas.

3. TESTING DAN COMMISIONING.

Sesuai dengan standart yang ada dalam elemen – elemen ISO 9001, maka
pekerjaan Inspection and Test adalah suatu item yang harus menjadikan concern bagi
pelaksanaan pekerjaan ini. Didalam pelaksanaan nantinya kami merencanakan Tahap
Pekerjaan Inspection and Test sebagai berikut :

1. Incoming Inspection

Adalah inspeksi yang dilakukan pada saat penerimaan barang dari vendor / supplier, hal ini
diperlukan untuk memastikan bahwa barang yang dikirim / yang kami terima adalah barang
yang benar – benar sesuai dengan spesifikasi, kebutuhan dan pesanan.

2. Inprocess Inspection

Adalah inspeksi yang dilakukan pada saat pelaksanaan pekerjaan . Dengan demikian maka
apabila terdapat kesalahan dalam proses pekerjaan dapat dideteksi sejak dini.

3. Final Inspection

Adalah inspeksi yang dilakukan pada saat pekerjaan telah selesai. Hal ini untuk memastikan
bahwa semua pekerjaan atau peralatan yang dipasang sesuai dengan rencana.

4. General Testing dan Commisioning.

Pada tahap ini pelaksanaan Partial Test maupun General Testing dan Commisioning dilakukan
oleh Kontraktor dengan disaksikan oleh Konsultan / Owner.

Anda mungkin juga menyukai