Anda di halaman 1dari 2

Sarasehan kebangsaan bertajuk Partai(Resume)

Aufa Nur Fahmidah/ Ekonomi Islam 1

Apabila organisasi Islam mulai membicarakan Pancasila berarti ada kemajuan,karena


antara islam dan pancasila sudah kelewat lama diperadabkan dan itu mitos dan kategorisasi
seperti itu,member dampak yang tidak produktif kehidupan bernergara.Dalam dokumen
Negara jarang disebut karena absolute.Partai-partai Islam, Partai-partai kebangsaan, Partai-
partai social ekonomi, 3 macam partai itu sepakat mencantumkan dasar Negara yang
mencerminkan semangat,revolusi, dan dalam dasar pancasila harus dicantumkan
kebebasan,kebebasan beragama, dan menjunjung tinggi keadilan.Ketika dasar agama diberi
nama kebanyakan mengusulkan agar berlandaskan islam.
Ketika pemberian nama perumusan dasar Negara orang Islam kekeh harus diberi
nama Islam, dan orang kebangsaan ingin tetap Pancasila. Secara subtantif pada waktu itu
sepakat semua dengan sila-sila Pancasila, tapi ketika diberi sil penutup itu selalu menjadi
pangkal perdebatan dari dulu,karena kategori sifat akademis.Ketika musyawarah pendirian
Negara di BPUPKI, ada dua kelompok yaitu islam dan kebangsaan, yang sebenarnya setiap
golongan itu mempunyai banyak keragaman dan varian.
Contohnya dari golongan Islam KH.Agus Salim, orang pertama yang mengusulkan
UUD perlunya updasar.Dari golongan kebangsaan Wiranata Kusuma, yang mengusulkan
baitul-mal.Mengkutu kambing hitam putihkan juga tidak menguntungkan.Lalu muncul
stigma seolah-olah Islam itu anti pancasila dan sebaliknya
Sila-sila pancasila karya bersama yang dimusyawarahkan ketika sidang
BPUPKI.Pada pembukaan UUD disana sudah tercantum sila pancasila, dan nilai-nilai
pancasila tidak bertentangan dengan syari’at islam.Sukarno orang pertama yang meletakkan
dasar Negara sesuai filosofinya. Ternyata sila-sila itu kebanyakan dirumuskan oleh orang-
orang Islam.Sukarno mengamati masukan-masukan itu kemudian dia cacat, dan usulan-
usulan itu dipadatkan menjadi 5 sila yaitu Pancasila
Setelah BPUPKI, Ir.Soekarno membentuk panitia delapan yang tugasnya
mengumpulkan bahasan masukan dalam sidang BPUPKI kedua. Sukarno ikut dalam sidang
Josan untuk menampung masukan-masukan.Lalu setelah itu membentuk pantia
Sembilan,karena dalam panitia delapan tokoh Islam hanya 2 orang itu berbahaya, jadi pada
Pembentukan panitia Sembilan diseimbangkan. Pada pidato panitia Sembilan
disempurnakan dari pidato 1 juni karena akan menjadi dasar Negara, misalnya “atas berkat
rahmat Allah yang maha kuasa yang didorong atas bangsa yang bebas”.
Lalu dibuatnya pembukaan UUD , oleh Sukarno disebut Muqoddimah, Moh Yamin
menamainya Jakarta Charter,oleh Sukiman disebut Cantelmen Agrement.Yang disebut
piagam Charter itu bukan 7 ayat saja tapi semua isinya.Jantung dari dasar Negara itu
pancasila.Pembukaan tiga kali berubah tetapi sila-silanya tetap.
Hubungan Pancasila dengan agama, seolah-olah Pancasila ingin menggantikan
agama padahal pancasila tidak ingin mencampuri segi-seg keyakinan,Pancasila hanya ingin
bagaimana moral-moral agam bisa dibagi atau memasuki nilai-nilai religious.Nilai-nilai
Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan Islam.
Seluruh anak Adam itu dimuliakan, oleh Allah.Diciptakan laki-laki dan perempuan
untuk saling bersatu.Apabila ada suatu masalah dianjurkannya untuk bermusyawarah,kata
musyawarah pertama kali dikatakan oleh Agus Salim pada sidang BPUPKI.Agus Salim
mengatakan bahwa demokrasi kita bukan seperti demokrasi barat,di barat suara mayoritas
menjadi ukuran pengambilan keputusan,disini kita harus bermusyawarah bukan
pengambilan hasil mayoritas, dan yang kalah terlibat sekalipun dalam musyawarah agar
apabila kalah menerimanya dengan lapang dada.Pada akhirnya Negara Madinah itu yang
menjunjung tinggi nilai keadilan
Dalam pancasila dulu memang keadilan yang dibicarakan, dan ada dua kata yang
diulang yaitu manusia yang adil dan beradab, dan keadilan social.Pada pembukaan keadilan
ada diseluruh alinea dimulai dari ketuhanan,kemanusiaan,persatuan ujungnya adalah tidak
hanya bisa benar Pancasila, kalau memang gagasan keadilan itu direalisasikan dikehidupan.