Anda di halaman 1dari 7

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

UNTUK MEMUDAHKAN PENCARIAN INFORMASI


FASILITAS SOSIAL DAN LOKASINYA
Maulana Nurul Hakim1, Rinda Cahyana2

Jurnal Algoritma
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : jurnal@sttgarut.ac.id
1
1106072@sttgarut.ac.id
2
rindacahyana@sttgarut.ac.id

Abstrak – Dengan semakin berkembangnya teknologi internet pada saat ini dapat dimanfaatkan
untuk memenuhi kebutuhan berbagai informasi, khususnya bagi pemerintah Garut yang hingga
saat ini belum menyediakan informasi tentang fasilitas sosial berbasis geolocation dan untuk
menyajikan informasi tentang fasilitas sosial di Garut yang seharusnya dapat diakses oleh semua
masyarakat ataupun oleh masyarakat pendatang. Karena akan kebutuhan informasi tersebut maka
dilakukan pengembangan sistem informasi geografis untuk memudahkan pencarian fasilitas sosial
dan lokasinya. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Web Modelling
Language. Adapun tahapan-tahapanya dibagi menjadi beberapa model atau tahapan yaitu
Requirements Analysis, Conceptual Modeling, Implementation dan Testing, metode ini merupakan
salah satu metode pengembangan rekayasa perangkat lunak yang berjalan pada platform web,
yakni notasi visual dan metodologi untuk menentukan struktur dari sebuah aplikasi web.
Pengembangan sistem informasi geografis untuk memudahkan pencarian informasi fasilitas sosial
dan lokasinya menghasilkan entity Relationship, desain hypertext dan implementasi hypertext yang
akan mempermudah dalam pembuatan aplikasi sehingga aplikasi ini dapat menyelesaikan masalah
yang ada dengan menyediakan berbagai informasi mengenai fasilitas sosial bagi masyarakat yang
berisikan tentang persebaran fasilitas sosial, kategori-kategori fasilitas sosial yang tersedia,
informasi nama dan alamat fasilitas sosial serta menampilkan penanda fasilitas dengan berbagai
macam icon pada maps.

Kata Kunci – Web Modelling Language, Rekayasa Perangkat Lunak, Sistem Basis Data, Analisis
dan Desain, Rekayasa WEB.
.

I. PENDAHULUAN

Garut yang secara geografis terletak bersebelahan dengan kota Bandung, merupakan wilayah
yang sedang dan terus mengalami perkembangan yang pesat dalam berbagai bidang, termasuk
fasilitas sosial yang begitu banyak seperti apotik, bank, hotel, rumah sakit, puskesmas, pom bensin,
kantor pos, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sebagainya.
Dengan semakin berkembangnya teknologi internet pada saat ini dapat dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan berbagai informasi, khususnya bagi pemerintah Garut yang hingga saat ini
belum menyediakan informasi tentang fasilitas sosial berbasis geolocation dan untuk menyajikan
informasi tentang fasilitas sosial di Garut yang seharusnya dapat diakses oleh semua masyarakat
ataupun oleh masyarakat pendatang.
Sebelumnya telah ada penelitian tentang “Sistem Informasi Geografis Berbasis Web
Mengenai Penyebaran Fasilitas Pendidikan dan Rumah Sakit Di Kota Bekasi” yang dilakukan oleh
Aliyah[1]. Sistem informasi ini hanya menyajikan beberapa fasilitas sosial saja tanpa titik
koordinatnya. Penelitian tersebut menyarankan pengembang untuk menampilkan titik koordinat
ISSN : 2302-7339 Vol. 12 No. 1 2015

peta secara akurat dan menampilkan informasi dari peta fasilitas tersebut dengan sebuah penanda.
Saran tersebut apabila dipenuhi akan menyelesaikan persoalan informasi fasilitas sosial di Garut
yang dikemukakan sebelumnya, dengan menghilangkan batasan fasilitas sosial yang tidak hanya
seputar pendidikan dan rumah sakit. Oleh karenanya penelitian yang memenuhi saran tersebut
penting untuk dilakukan jika memperhatikan kemanfaatannya bagi masyarakat Garut. Berdasarkan
pemafaran diatas, maka penelitian tugas akhir ini dilakukan dengan judul “PENGEMBANGAN
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MEMUDAHKAN PENCARIAN INFORMASI
FASILITAS SOSIAL DAN LOKASINYA.”

II. TINJAUAN PUSTAKA

Sistem adalah suatu konsep kerja berdasarkan prosedur-prosedur yang saling berkaitan untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk melakukan sasaran tertentu. Informasi adalah sekumpulan
data yang diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi penerimanya[2].
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengelolaan transaksi dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan pihak tertentu dengan laporan-
laporan yang dibutuhkan[2]. Sistem informasi geografis merupakan suatu komponen yang berkaitan
antara hardware dan software yang berisikan data geografis dan sumberdaya manusia yang saling
berkaitan dan bekerja secara bersamaan untuk memproses dan menampilkan data dalam suatu
informasi berbasis geografis[3], sedangkan fasilitas sosial adalah sarana prasarana yang diadakan
untuk kepentingan sosial. Jadi fasilitas sosial adalah fasilitas yang disediakan oleh pemerintah atau
pihak swasta yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dalam lingkungan.
Untuk mengembangkan aplikasi sistem informasi geografis untuk memudahkan pencarian
fasilitas sosial dan lokasinya digunakan metode pengembangan. Diantara metode pengembangan
yang terkenal yaitu dengan menggunakan metode pengembangan WebML adalah sebuah notasi
visual dan metodologi untuk menentukan struktur dari aplikasi web termasuk didalamnya proses
organisai serta penyajian kontek web tersebut kedalam format hypertext[4]. Salah satu metode yang
cocok untuk perancangan dan penerapan web application yaitu menggunakan WebML. WebML ini
memiliki tahapan-tahapan atau fase pengembangan yang terdiri dari Requirements Analysis,
Conceptual Modeling, Implementation dan Testing
.
III. KERANGKA KERJA KONSEPTUAL

Penelitian sistem informasi geografis untuk memudahkan pencarian fasilitas sosial dan
lokasinya, dapat digambarkan dalam WBS (Work Breakdown Structure) seperti pada gambar 1 ,
dengan mengikuti tahapan WebML (Web Modelling Language). Berdasarkan teori dari
metodologi tersebut, dapat dirumuskan WBS sebagai berikut :
Tahap penentuan Reuirements Analysis dilakukan untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang
diperlukan dalam pengembangan Sistem Informasi Geografis untuk Memudahkan Pencarian
Informasi Fasilitas Sosial dan Lokasinya. Unruk proses pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan kuesioner sebagai penilaian dari tanggapan pengguna mengenai fitur-fitur dan
informasi yang diperlukan dalam pengembangan aplikasi ini. Penyebaran kuesioner dilakukan
dengan dibagikan secara langsung, khususnya kepada masyarakat umum yang membutuhkan
tentang informasi fasilitas sosial dan lokasinya di daerah Kabupaten Garut secara online. Sementara
untuk mendapatkan data dan informasi mengenai tempat atau lokasi fasilitas sosial yang terdapat di
wilayah Garut diperoleh dari pencarian langsung dengan datang ke tempat lokasi fasilitas yang akan
ditampilkan untuk mengetahui alamat yang akan dimasukan..
Tahapan Pemodelan konseptual dilakukan setelah kebutuhan aplikasi diketahui dengan cara
mengolah data yang sudah didapat dan terkumpul yang selanjutnya akan ditarik kesimpulan apa
saja yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sistem yang akan dibuat. Pada pemodelan
dilakukan dengan tahap data design dan hypertext design.
Tahap model implementasi merupakan tahap pembuatan aplikasi dengan berpedoman pada

http://jurnal.sttgarut.ac.id 2
Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut

hasil perancangan pemodelan data design dan hypertext yang telah dilakukan pada tahap
sebelumnya. Pada tahap ini digunakan Laravel sebagai hypertext desain yaitu untuk tampilan situs
yang berupa komposisi konten dan layanan untuk SIG fasilitas sosial dan lokasinya disertai
penggunaan MySql untuk basis data/ penyimpanan datanya, dan aplikasi Sublime Text untuk text
editor.
Tahapan pengujian dilakukan untuk proses pengujian aplikasi dengan menggunakan metode
Black box, dimana pengujian aplikasi ini merupakan tahapan penilaian yang dilakukan pengguna
untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan dari sistem, serta metode ini memfokuskan pada
keperluan fungsional sebuah perangkat lunak. Dalam pengujian tersebut dilakukan dua pengujian
yaitu Funsionality Testing dan Interoperability Testing. Fungsionality testing yang dilakukan oleh
pengguna yang bisa menggunakan teknologi informasi khususnya web untuk mengetahui apakah
kode sistem yang dibuat berjalan sesuai dengan harapan berdasarkan input dan output dengan cara
menjalankan program/ fungsi pada program untuk mencari kesalahan. Sementara interoperability
testing sama halnya dengan fungsionality testing dilakukan oleh penguna yang bisa menggunakan
tekhnologi informasi berbasis web serta yang membutuhkan informasi fasilitas sosial dan lokasinya
untuk mengetahui apakah program tersebut dapat dijalankan dalam beberapa jenis browser seperti
Google Chrome dan Mozila Firefox.

Gambar 1: Work Breakdown Structure

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dengan merujuk pada permasalahan yang telah teridentifikasi yaitu, pada penelitian
sebelumnya pembahasannya hanya membahas fasilitas pendidikan dan rumah sakit tanpa
menampilkan informasi lokasi dan koordinat yang ditampilkan langsung pada peta. Penelitian ini
berhasil mencapai tujuan yaitu mengembangkan sistem informasi geografis untuk memudahkan
pencarian fasilitas sosial dan lokasinya.
Adapun proses tercapainya tujuan dalam penelitian, hasil yang diperoleh dari tahapan-tahapan
metode pengembangan perangkat lunak serta mengikuti susunan kerangka kerja konseptual dapat
dilihat pada tabel 1. Tabel rincian hasil tahapan tersebut, disesuaikan dengan teknis pembuatan
model pada metode WebML.S

3 © 2015 Jurnal STT-Garut All Right Reserved


ISSN : 2302-7339 Vol. 12 No. 1 2015

Tabel 1: Hasil Tahapan Pengembangan Aplikasi

Tahapan Pengembangan
Hasil
WebML
1. Analisis Kebutuhan a. Requirement Analysis dengan melakukan penyebaran kuisioner
2. Pemodelan Konseptual 1. Perancangan Data
a. ER GIS Fasilitas Sosial
b. ERD Daftar Akun
c. ERD Tambah Fasilitas Sosial
2. Desain Hypertext
a. Struktur Situs Public
b. Struktur Situs Admin
c. Struktur Situs Member
d. Desain Hypertext Public
e. Desain Hypertext Admin
f. Desain Hypertext Member
3. Implementasi 1. Desain database GIS Fasilitas Sosial
2. Implementasi Hypertext Halaman Utama
3. Implementasi Hypertext Halaman Admin
4. Implementasi Hypertext Halaman Member
4. Pengujian 1. Fungsionality Test
2. Interopability Test

A. Perancangan Data
Tahapan perancangan data ini dilakuan setelah proses analisis kebutuhan yang didapatkan dari
proses pengumpulan data dengan cara penyebaran kuisioner, dari analisis kebutuhan tersebut maka
didapat spesifikasi yang akan menjadi bahan untuk perancangan data yang selanjutnya akan dimuat
kedalam diagram ER. Spesifikasi yang menjadi kebutuhan data dan informasi dapat dihasilkan
karena adanya keterhubungan antara tabel dan bisa dimanipulasi sedemikian rupa agar data bisa
menjadi sebuah informasi yang bermanfaat.

Gambar 2 Diagram ER GIS Fasilitas Sosial

B. Perancangan Hypertext
Tahapan ini berguna untuk menggambarkan keterhubungan antara halaman dalam GIS fasilitas
sosial termasuk pada struktur situsnya. Karena sistem ini merupakan sistem Client yang didalamnya

http://jurnal.sttgarut.ac.id 4
Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut

terdapat akun member, maka struktur situs ini dibagi menjadi dua yaitu Front End dan Back End,
Front End merupakan tampilan awal dari situs sedangkan Back End merupakan tampilan dashboard
ketika admin dan member melakukan Login.

Tabel 4.2 Struktur Situs


No Kategori Struktur Situs
1. Front End Public
2. Back End Admin
Member

Selanjutnya dari struktur situs diatas akan dibuat hypertext dengan menggunakan ERD dengan
struktur Situs GIS Fasilitas Sosial. Hypertext yang dihasilkan adalah sebagai tertera pada tabel
dibawah ini :

Tabel 4.3 Hypertext


No Hypertext
1. Public
2. Admin
3. Member

Gambar 4.7 Struktur situs GIS Failistas Sosial Front End

Struktur situs public merupakan susunan menu yang ada pada halaman utama aplikasi GIS
untuk memudahkan pencarian fasilitas sosial dan lokasinya, dimana setiap menu yang tersedia pada
halaman utama ini adalah sebagai link yang menghubungkan ke page lain. Pada gambar di atas
terdapat beberapa simbol diantaranya yaitu Lambang rumah itu mewakili/ melambangkan sebagai
home page, kemudian ada simbol peta yaitu untuk simbol peta karena pada halaman utama
menampilkan peta untuk menampilkan persebaran fasilitas sosial yang ada, lambang kertas untuk
simbol form masukan pada menu daftar yang memang mekanismenya harus melakukan pengisian
terlebih dahulu data ketika masuk menu daftar. Dari struktur menu GIS Fasilitas sosial ini
selanjutnya akan dibuat desain hypertext dengan menggabungkan ERD, pembuatan desain hypertext
ini dikembangkan dari struktur situs diatas yang akan menghasilkan struktur menu yang akan dibuat
pada desain hypertext.

5 © 2015 Jurnal STT-Garut All Right Reserved


ISSN : 2302-7339 Vol. 12 No. 1 2015

Gambar 4.8 Hypertext Public

Gambar Hypertext public diatas adalah merupakan struktur menu pada sebuah page serta
menggambarkan link menu lain berupa page juga dengan diperjelas oleh tanda panah yang
menunjukan hubungan antara menu dan link yang dituju.
Model perancangan yang telah dijelaskan diatas, merupakan acuan dalam pembuatan
prototype aplikasi yang dihasilkan pada penelitian ini. Fitur-fitur yang tersedia sesuai dengan
identifikasi permasalahan. Berikut ini merupakan tampilan menu utama dan penjelasan fitur
ataupun fasilitas dari aplikasi yang dihasilkan :

Gambar 2: Tampilan menu utama

Terdapat beberapa fitur ataupun fasilitas yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan
pengguna dalam aplikasi tersebut, diantaranya :
1. Menu Login, menu untuk masuk pada page member atau admin
2. Menu Daftar, menu isian daftar untuk user agar dapat memiliki akun dan kemudian dapat
melakukan proses login
3. Menu Tentang, Menu yang berisikan deskripsi tentang aplikasi yang dibuat
4. Menu Kontak, Menu yang berisikan informasi kontak pengembang aplikasi yang dibuat

http://jurnal.sttgarut.ac.id 6
Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut

5. Menu Help, Menu yang berisikan informasi seputar petunjuk penggunaan aplikasi
6. Terdapat 15 icon dimana icon-icon tersebut adalah fasilitas sosial yang sudah tersedia di
aplikasi ini
Penelitian ini telah menyelesaikan permasalahan yaitu pada penelitian sebelumnya sistem
geografis fasilitas sosial hanya menampilkan fasilitas pendidikan dan rumah sakit, serta tidak
menampilkan informasi tempat dan lokasi fasilitas dengan titik koordinat yang akurat serta
langsung ditampilkan pada map Terkait dengan hal tersebut, fitur aplikasi yang dihasilkan dalam
penelitian ini diantaranya :
i. Pada gambar 1. Aplikasi fasilitas sosial ini sudah menyajikan 15 fasilitas sosial melengkapi
penelitian sebelumnya yang hanya menyajikan fasilitas pendidikan dan rumah sakit.
ii. Pada tampilan utama yang ditampilkan gambar 1 sudah menampilkan informasi nama dan
tempat fasilitas sosial pada peta degan titik koordinat yang disesuaikan secara akurat

V. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan tinjauan teori yang ada, kesimpulan yang dapat diambil dari
pengembangan sistem informasi geografis untuk memudahkan pencarian fasilitas sosial dan
lokasinya adalah sebagai berikut:
1. Dengan adanya aplikasi GIS fasilitas sosial ini akan mempermudah masyarakat dalam
pencarian informasi berbagai macam fasilitas sosial yang berada di kota Garut.
2. Dalam aplikasi fasilitas sosial ini sudah menyajikan 15 fasilitas sosial yang tersebar di kota
Garut.
3. Pengembangan sistem informasi geografis untuk memudahkan pencarian fasilitas sosial dan
lokasinya ini telah menampilkan informasi tentang fasilitas sosial yang di perjelas dengan
menampilkan berbagai macam kategori fasilitas sosial serta menampilkan marker/ penanda
fasilitas dengan berbagai macam icon
4. Aplikasi ini menyediakan fitur untuk menambahkan informasi fasilitas, dimana penambahan
informasi fasilitas sosial bukan hanya admin saja yang dapat menambahkan tetapi semua
masyarakat pun dapat berpartisifasi untuk menambahkan informasi fasilitas yang belum
ditampilkan pada aplikasi ini dengan cara daftar terlebih dahulu agar mendapatkan akun untuk
bisa menambahkan informasi fasilitas.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu dan ayah yang telah membantu
secara moril maupun materil dan sudah tidak terhitung lagi sejak dalam kandungan sampai saat ini
diperkuliahan. Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Rinda
Cahyana,MT. selaku pembimbing yang telah memberikan arahan serta bimbingan selama
penyelesaian laporan penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Gunadarma . (2009). Jurnal Sistem Informasi Geografis (SIG). Sistem Informasi Geografis
Berbasis Web Mengenai Penyebaran Fasilitas Pendidikan dan Rumah Sakit Di Kota Bekasi.
[2] Hutahaean, J. (2015). Konsep Sistem Informasi: Deepublish
[3] Marjuki, B. (2005). Sistem Informasi Geografi Menggunakan QGIS 2.0.1: Bramantiyo
Marjuki
[4] Ceri. (2002). Designing Data-Intensive Web Application, USA : Morgan Kaufmann Publisher

7 © 2015 Jurnal STT-Garut All Right Reserved