Anda di halaman 1dari 13

JENIS UTAMA DARI BENCANA ALAM

MAKALAH

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS KEPERAWATAN BENCANA


PENYUSUN : 1. MITA SUCI VIONITA
2. NURKHAZAINI ZIVAS
3. MAGDALENA OKTARI
4. NOVY ULI DEVIAMOND

Program Studi S1 Keperawatan


Fakultas Kesehatan Universitas MH. Thamrin
September, 2017
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat hidayah dan rahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”Jenis Utama Dari Bencana.”
dengan baik. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga makalah ini bermanfaat bagi
kita semua.
Wassalammualaikum Wr. Wb.

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………. 2

Dafrar Isi ……………………………………………………………. 3

BAB I

Latar Belakang …………………………………………………….. 4

Rumusan Masalah …………………………………………………….. 4

Tujuan Masalah …………………………………………………….. 4

BAB II

Pengertian Bencana Alam ……………………………………………. 5

Macam-Macam Bencana Alam …………………………………….. 5

Dampak Bencana Alam …………………………………………….. 11

BAB III

Kesimpulan …………………………………………………………….. 12

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………….. 13

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bencana alam apapun bentuknya memang tidak diinginkan. Sayangnya kejadian
pun terus saja ada. Berbagai usaha tidak jarang dianggap maksimal tetapi kenyataan
sering tidak terelakkan. Masih untung bagi kita yang mengagungkan Tuhan sehingga
segala kehendak-Nya bisa dimengerti, meski itu berarti derita.
Banyak masalah yang berkaitan dengan bencana alam. Kehilangan dan kerusakan
termasuk yang paling sering harus dialami bersama datangnya bencana itu. Harta benda
dan manusia terpaksa harus direlakan, dan itu semua bukan masalah yang mudah. Dalam
arti mudah difahami dan mudah diterima oleh mereka yang mengalami. Bayangkan saja
harta yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, dipelihara bertahun-tahun lenyap seketika.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definis bencana alam itu ?
2. Apa saja macam bencana alam itu ?
3. Apa saja dampak dari bencana alam ?

C. Tujuan
1. Menjelaskan definisi bencana alam.
2. Menjelaskan macam benacana alama.
3. Menjelaskan dampak bencana alam.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Bencana Alam


Bencana alam menurut UU 24 Tahun 2004 adalah peristiwa atau rangkaian
peristiwa yang mengancam dan menggangu kehidupan dan penghidupan masyarakat
yang disebabkan faktor alam dan non alam yang menyebabkan kerusakan lingkungan,
korban jiwa, dll.
Bencana alam juga dapat diartikan sebagai bencana yang diakibatkan oleh gejala
alam. Sebenarnya gejala alam merupakan gejala yang sangat alamiah dan biasa terjadi
pada bumi. Namun, hanya ketika gejala alam tersebut melanda manusia (nyawa) dan
segala produk budidayanya (kepemilikan, harta dan benda), kita baru dapat menyebutnya
sebagai bencana.
Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau
menghindari bencana dan daya tahan mereka. Pemahaman ini berhubungan dengan
pernyataan: “bencana muncul bila ancaman bahaya bertemu dengan ketidakberdayaan”.
Dengan demikian, aktivitas alam yang berbahaya tidak akan menjadi bencana alam di
daerah tanpa ketidakberdayaan manusia, misalnya gempa bumi di wilayah tak
berpenghuni. Konsekuensinya, pemakaian istilah “alam” juga ditentang karena peristiwa
tersebut bukan hanya bahaya atau malapetaka tanpa keterlibatan manusia. Besarnya
potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran,
yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang
berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia.
Namun demikian pada daerah yang memiliki tingkat bahaya tinggi (hazard) serta
memiliki kerentanan/kerawanan(vulnerability) yang juga tinggi tidak akan memberi
dampak yang hebat/luas jika manusia yang berada disana memiliki ketahanan terhadap
bencana (disaster resilience). Konsep ketahanan bencana merupakan valuasi kemampuan
sistem dan infrastruktur-infrastruktur untuk mendeteksi, mencegah & menangani
tantangan-tantangan serius yang hadir. Dengan demikian meskipun daerah tersebut rawan
bencana dengan jumlah penduduk yang besar jika diimbangi dengan ketetahanan
terhadap bencana yang cukup.

B. Macam-Macam Bencana Alam


1. Pengertian Tsunami
a. Pengertian
Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang dibangkitkan oleh
macam-macam gangguan di dasar samudra. Gangguan ini dapat berupa gempa
bumi, pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Tsunami tidak kelihatan saat
masih berada jauh di tengah lautan, namun begitu mencapai wilayah dangkal,
gelombangnya yang bergerak cepat ini akan semakin membesar.

5
Tsunami juga sering disangka sebagai gelombang air pasang. Ini karena saat
mencapai daratan, gelombang ini memang lebih menyerupai air pasang yang tinggi
daripada menyerupai ombak biasa yang mencapai pantai secara alami oleh tiupan
angin. Namun sebenarnya gelombang tsunami sama sekali tidak berkaitan dengan
peristiwa pasang surut air laut. Karena itu untuk menghindari pemahaman yang salah,
para ahli oseanografi sering menggunakan istilah gelombang laut seismik (seismic sea
wave) untuk menyebut tsunami, yang secara ilmiah lebih akurat.

b. Penyebab
Sebab-sebab terjadinya gelombang tsunami, tsunami dapat dipicu oleh
bermacam-macam gangguan (disturbance) berskala besar terhadap air laut,
misalnya gempa bumi, pergeseran lempeng, meletusnya gunung berapi di bawah
laut, atau tumbukan benda langit. Tsunami dapat terjadi apabila dasar laut
bergerak secara tiba-tiba dan mengalami perpindahan vertikal.

2. Pengertian Banjir
a. Pengertian
Banjir adalah fenomena alam yang terjadi di kawasan yang banyak dialiri
oleh aliran sungai. Sedangkan secara sederhana,banjir didefinisikan sebagai
hadirnya air suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan
tersebut. Berdasarkan SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam Suparta 2004, bahwa
banjir adalah aliran air yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur sungai
atau saluran.

b. Macam-Macam Banjir
 Banjir Air, adalah banjir yang biasa terjadi. Penyebab banjir air adalah
meluapnya air di sungai, danau, atau diselokan sehingga air akan naik
menggenangi daratan. Pada umumnya banjir air disebabkan dari hujan
terus-menerus yang membuat sungai, danau atau selokan tidak dapat
menampung air.
 Banjir Bandang, adalah banjir yang mengangkut air dan lumpur. Banjir
bandang sangat berbahay karena tidak menyelamatkan diri. Banjir
bandang dapat menghayutkan apapun, karena itu daya rusaknya sangat
tinggi. Banjir tersebut biasanya terjadi di area pegunungan yang tanah
pegunungan seolah longsor karena air hujan ikut terbawa air ke daratan
yang lebih rendah. Umumnya banjir bandang menghayutkan pohon-pohon
atau batu-batuan berukuran besar yang dapat merusak pemukiman warga
yang berada di sekitar pegunungan.
 Banjir Lumpur, adalah banjir yang mirip banjir bandang tetapi lumpur
tersebut keluar dari dalam bumi dan mengenangi daratan. Lumpur tersebut
juga mengandung bahan dan gas kimia yang berbahaya.

6
 Banjir Rob (Laut Pasang), adalah banjir yang disebabkan oleh pasang air
laut. Banjir rop biasanya melanda kota muara baru di jakarta. Air laut yang
pasang umumnya akan menahan air sungai yang sudah menumpuk,
akhirnya mampu menjebol tanggul dan menggenangi daratan.

c. Penyebab Terjadinya Banjir


 Penyumbatan aliran sungai ataupun sekolah sering membuang sampah di
sungai.
 Masyarakat beranggapan dengan tingkah lakunya karena jika sampah
dibakar, maka akan menyebabkan polusi udara dan bau tidak sedap.
Sehingga masyarakat mengambil jalan pintas tanpa memikirkan sebab dan
akibatnya. Penyumbayatan yang terjadi karena sedimentasi atau
pengendapan area hilir sungai yang dapat mengurang kemampuan sungai
dalam menampung air.
 Curah hujan yang relatif tinggi dapat menyebabkan sungai tidak dapat
menampung volume air yang dapat melampau kapasitas.
 Pendirian rumah di sepanjang sungai. Masyarakat yang mendirikan rumah
di pinggir sungai biasanya mengurangi lebar sungai. Dengan
berkurangnya lebar sungai dapat menyebabkan sirkulasi air tidak optimal.
 Penggundulan hutan . Sikap manusia yang berfikir singkat tanpa berfikir
kedepannya sebelum bertindak, menyebabkan manusia bertindak
sewenang-wenang terhadap lingkungan. Tindakan tersebut berupa
penebangan hutan yang tidak menggunakan sistem tebang pilih.
Akibatnya tidak ada pohon untuk menyerap air sehingga air mengalir
tanpa terkendali.

3. Gunung Meletus
a. Pengertian Gunung Meletus.
Gunung meletus, terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang
didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Dari letusan-letusan seperti
inilah gunung berapi terbentuk. Letusannya yang membawa abu dan batu
menyembur dengan keras sejauh radius 18 km atau lebih, sedang lavanya bisa
membanjiri daerah sejauh radius 90 km. Letusan gunung berapi bisa
menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar sampai ribuan
kilometer jauhnya dan bahkan bias mempengaruhi putaran iklim di bumi
ini. Hasil letusan gunung berapi berupa:

7
 Gas Vulkanik adalah gas-gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan
gunung berapi yang dikeluarkan antara lain carbon monoksida
(CO), Carbondioksida(Co2), Hidrogen Sulfida (H2S),
sulfurdioksida(SO2) dan nitrogen (NO2) yang membahayakan
manusia.
 Lava adalah cairan magma yang bersuhu tinggi yang mengalir ke
permukaan melalui kawah gunung berapi. Lava encer mampu
mengalir jauh dari sumbernya mengikuti sungai atau lembah yang
ada sedangkan lava kental mengalir tidak jauh dari sumbernya.
 Lahar adalah merupakan salah satu bahaya bagi masyarakat yang
tingla di lereng gunung berapi. Lahar adalah banjir Bandang di
lereng gunung yang terdiri dari campuran bahan vulkanik
berukuran lempung sampai bongkah. Dikenal sebagai lahar letusan
dan lahar hujan. Lahar letusan terjadi apabila gunung berapi yang
memiliki danau kawah meletus, sehingga air danau yang panas
bercampur dengan material letusan, sedangkan lahar hujan terjadi
karena percampuran material letusan dengan air hujan di sekitar
puncaknya.
 Abu letusan gunung berapi adalah material yang sangat halus.
Karena hembusan angin dampaknya bisa dirasakan ratusan
kilometer jauhnya. Dampak abu letusan permasalahan pernafasan,
kesulitan penglihatan, pencemaran sumber air bersih,
menyebabkan badai listrik, mengganggu kerja mesin dan
kendaraan bermotor, merusak atap, merusak ladang, merusak
infrastruktur tubuh.
 Awan panas bisa berupa awan panas aliran, awan panas hembusan
dan awan panas jatuhan. Awan panas aliran adalah awan dari
material letusan besar yang panas, mengalir Turun dan akhirnya
mengendap di dalam dan disekitar sungai dari lembah. Awan panas
hembusan adalah awan dari material letusan kecil yang panas,
dihembuskan angin dengan kecepatan mencapai 90 km/jam. Awan
panas jatuhan adalah awan dari material letusan panas besar dan
kecil yang dilontarkan ke atas oleh kekuatan letusan yang
besar. Material berukuran besar akan jatuh di sekitar puncak
sedangkan yang halus akan jatuh mencapai puluhan, ratusan
bahkan ribuan km dari puncak karena pengaruh hembusan angin.
Awan panas bisa mengakibatkan luka bakar pada bagian tubuh
yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga
menyebabkan sesak sampai tidak bernafas.

8
4. Gempa Bumi
a. Pengertian Gempa Bumi
Gempa bumi adalah pergerakan (bergesernya) lapisan batu bumi yang
berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Tektonisme keragaman muka
bumi dipengaruhi oleh adanya gerakangerakan di kerak bumi, baik gerakan
mendatar maupun gerakan tegak. Gerakan gerakan tersebut mengakibatkan
terjadinya perubahan bentuk yang menghasilkan pola baru yang disebut
struktur diastropik. Bentuk baru yang termasuk dalam struktur diastropik
adalah pelengkungan, pelipatan, patahan, dan retakan.Pelengkungan : lapisan
kulit bumi yang semula mendatar jika mendapat tekanan vertikal akan
membentuk struktur melengkung. Lengkungan tersebut dapat mengarah ke
atas yang disebut kubah (dome) dan dapat mengarah ke bawah yang disebut
basin.
Vulkanisme merupakan proses keluarnya magma ke permukaan bumi.
Keluarnya magma ke permukaan bumi umumnya melalui retakan batuan,
patahan, dan pipa kepundan pada gunung api. Jika magma yang berusaha
keluar tidak mencapai permukaan bumi, proses ini disebut intrusi magma. Jika
magma sampai di permukaan bumi, proses ini disebut ekstrusi magma.
Magma yang sudah keluar ke permukaan bumi disebut lava.

b. Klasifikasi Gempa
 Gempa tektonik: terjadi akibat tumbukan lempeng-lempeng di litosfer
kulit bumi oleh tenaga tektonik. Tumbukan ini akan menghasilkan
getaran. Getaran ini yang merambat sampai ke permukaan bumi.
 Gempa vulkanik: terjadi akibat aktivitas gunung api. Oleh karena itu,
gempa ini hanya dapat dirasakan di sekitar gunung api menjelang
letusan, pada saat letusan, dan beberapa saat setelah letusan.
 Gempa runtuhan atau longsoran: terjadi akibat daerah kosong di
bawah lahan mengalami runtuh. Getaran yang dihasilkan akibat
runtuhnya lahan hanya dirasakan di sekitar daerah yang runtuh.

5. Angin Topan
a. Pengertian
Angin topan, pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam
atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis di antara garis balik utara dan
selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa.
Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem
cuaca.Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya
berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan
rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam.

9
Secara singkat dapat dijelaskan bahwa angin adalah udara yang bergerak.
Menurut Buys Ballot, ahli ilmu cuaca dari Perancis, angin adalah massa udara
yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan
minimum. Gerakan massa udara yang arahnya horizontal dikenal dengan
istilah angin. Anemometer mangkok adalah alat yang digunakan untuk
mengukur kecepatan angin. Satuan yang biasa digunakan dalam menentukan
kecepatan angin adalah km/jam atau knot (1 knot = 0,5148 m/det = 1,854
km/jam). Sisteman penamaan angin biasanya dihubungkan dengan arah
datangnya massa udara tersebut.

b. Macam macam angin Badai Di dunia:


1. Hurricane (angin ribut)
Hurricane adalah badai berskala besar yang mempunyai kisaran
wilayah 100-1000 mil. dihasilkan dari tekanan rendah yang terjadi pada
lautan yang sedang hangat. Jika angin bertiup pada lautan tersebut, dan
dengan tidak memperhatikan faktor2 yang lain maka angin ribut
cenderung akan terjadi. angin ribut terjadi di samudra ATLANTIK dan
juga samudra PASIFIK bagian TIMUR.
angin ribut menghasilkan hujan dan kecepatan angin antara 74-160
mil per jam. Banjir yang besar biasanya diasosiasikan dengan angin jenis
ini. angin ribut mempunyai putaran yang berlawanan arah jarum jam
(siklonis) di belahan bumi bagian utara dan sebaliknya di belahan bumi
bagian selatan.

2. Angin topan (typhoon)


Angin topan punya pengertian yang hampir sama dengan angin
ribut, hanya saja angin ini terjadi di samudra PASIFIK bagian BARAT
dan dengan demikian cenderung lebih besar intensitasnya dibandingkan
angin ribut mengingat samudra pasifik bagian barat memiliki lautan
yang lebih luas dari atlantik.

3. Angin puting beliung (tornado).


Tornado merupakan badai lokal yang mempunyai diameter
wilayah antara 50 m sampai lebih dari 1,5 mil. Sering muncul di USA
pada saat udara dingin dari Canada bertemu dengan udara hangat dari
mexico. angin dapat bertiup pada kecepetan 60 sampai lebih dari 320
mil per jam, menyebabkan lebih banyak kerusakan dibandingkan angin
ribut. tornado biasanya diikuti oleh hujan es dan petir. Jenis badai ini
sangat sulit diprediksi karena durasinya yang pendek.
Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu
sistem cuaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini
umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah
sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20
Km/jam. Di Indonesia dikenal dengan sebutan angin badai.

10
6. Tornado
a. Pengertian
Tornado terjadi karena udara hangat semakin tersedot ke awan. Kemudian,
akan terbentuk sel badai pada awan kumulonimbus. Terkadang, di dalam sel
badai bisa terbentuk putaran udara yang cepat akibat arah pergerakan angin
yang berbeda dan kecepatan angin yang berbeda pula. Putaran udara ini (yang
sering disebut vorteks) akan mencapai tanah dan terjadilah tornado.
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, tornado bisa merusak apa pun
termasuk menghilangkan nyawa manusia. Oleh karena itu, pasti timbul suatu
pertanyaan, "Bagaimana cara menghindari tornado?". Kami menemukan
beberapa cara untuk bertahan dari tornado. Apabila belum terjadi tornado,
sering-seringlah memperhatikan ramalan cuaca sehingga bisa mengevakuasi
diri terlebih dahulu dan simpanlah lilin atau senter untuk penerangan apabila
listrik padam. Selain itu, pelajarilah banyak hal mengenai tornado. Misalnya
tanda-tandanya, bagaimana suaranya, dan bagaimana keadaan angin
disekitarnya.

C. Dampak Bencana Alam


Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau
menghindari bencana dan daya tahan mereka. Pemahaman ini berhubungan dengan
pernyataan: “bencana muncul bila ancaman bahaya bertemu dengan ketidakberdayaan”.
Dengan demikian, aktivitas alam yang berbahaya tidak akan menjadi bencana alam di
daerah tanpa ketidakberdayaan manusia, misalnya gempa bumi di wilayah tak
berpenghuni. Konsekuensinya, pemakaian istilah “alam” juga ditentang karena peristiwa
tersebut bukan hanya bahaya atau malapetaka tanpa keterlibatan manusia. Besarnya
potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran,
yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang
berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia.
Namun demikian pada daerah yang memiliki tingkat bahaya tinggi (hazard) serta
memiliki kerentanan/kerawanan(vulnerability) yang juga tinggi tidak akan memberi
dampak yang hebat/luas jika manusia yang berada disana memiliki ketahanan terhadap
bencana (disaster resilience). Konsep ketahanan bencana merupakan valuasi kemampuan
sistem dan infrastruktur-infrastruktur untuk mendeteksi, mencegah & menangani
tantangan-tantangan serius yang hadir. Dengan demikian meskipun daerah tersebut rawan
bencana dengan jumlah penduduk yang besar jika diimbangi dengan ketetahanan
terhadap bencana yang cukup.
Bencana berarti juga terhambatnya laju pembangunan. Berbagai hasil
pembangunan ikut menjadi korban sehingga perlu adanya proses membangun ulang.
Kehidupan sehari-hari juga menjadi tersendat-sendat. Siswa yang hampir menempuh
ujian terpaksa berhenti bersekolah. Kenyataan seperti ini berarti pula muncul
kemungkinan kegagalan di masa mendatang. Pemenuhan kebutuhan seharihari juga
menjadi sulit padahal penggantinya juga tidak bisa diharapkan segera ada.

11
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik,
seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia. Karena
ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga
menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian.
Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari
bencana dan daya tahan mereka.

Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari
kebakaran, yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang
berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia.

Banyak masalah yang berkaitan dengan bencana alam. Kehilangan dan kerusakan
termasuk yang paling sering harus dialami bersama datangnya bencana itu. Harta benda dan
manusia terpaksa harus direlakan, dan itu semua bukan masalah yang mudah. Dan juga
terhambatnya laju perekonomian daerah tersebut.

12
DAFTAR PUSTAKA

 http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_alam
 http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi
 http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir
 http://id.wikipedia.org/wiki/Tornado
 http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami

13