Anda di halaman 1dari 6

 Annealing : pelunakan  Las resistensi listrik : adalah suatu cara pengelasan

 Belt : Sabuk untuk penerus daya dimana permukaan pelat yang disambung
 Bending : menekuk/melipat/melengkungkan ditekankan satu sama lain dan pada saat yang
 Bending moment : momen bengkok sama arus listrik dialirkan sehingga permukaan
 Besaran gaya : besaran yang hanya memiliki tersebut menjadi panas dan mencair.
besar saja.  Modulus elastisitas : ukuran kekakuan suatu
 Besaran vector : besaran yang memiliki besar dan bahan.
arah  Momen : perkalian gaya dengan jarak garis gaya.
 Blanking : pelubangan  Nyala api karburasi : nyala api yang kelebihan gas
 Blind Rivet : paku keeling tembak karbid.
 Blower : Penghembus  Nyala api oksidasi : nyala api yang kelebihan
 Brander : Tempat bercampurnya gas karbit dengan oksigen.
oksigen (O2) untuk kemudian dinyalakan menjadi  Nyala api netral : nyala api yang terbentuk karena
busur api campuran gas karbid dan oksigen yang seimbang.
 Casting : pengecoran  Paralellogram gaya : metode menyusun gaya
 cold working : Proses pengerjaan dingin dengan metode jajaran genjang.
 Cutting methode: metode pemotongan  Penggentingan : pengurangan luas penampang
 Deep drawing : penarikan dalam terbesar yang terjadi setelah batang putus.
 Deformasi : perubahan bentuk  permanent joint : Sambungan tetap.
 Dies: komponen dasar cetakan profile yang  Plastic deformation : deformasi plastis
diinginkan.  Poligon gaya : metode menyususn gaya dengan
 Dimpling : Metode pemasangan paku keling untuk metode segibanyak
pelat-pelat yang tipis  Pressing : penekanan.
 Direct current : arus searah  Pulley : pulli.
 Duetch Industrie Normen (DIN) : Organisasi untuk  Quenching : Proses pendinginan secara cepat
standarisasi di negara Jerman  Regangan : perbandingan antara pertambahan
 Elastisitas bahan : sifat benda yang cenderung panjang setelah patah dengan panjang semula
mengembalikan keadaan ke bentuk semula setelah  Regulator las : alat yang digunakan untuk
mengalami perubahan bentuk karena pengaruh mengatur tekanan,baik tekanan gas acetelyne
gaya (tekanan atau tarikan) dari luar. maupun gas oksigen.
 Electrode wire : inti elektroda  Resistance welding : las tahanan
 Forging : penempaan  Resultante gaya : Gaya yang menggantikan
 Forming : pembentukan beberapa buah gaya
 Gear : roda gigi  Riveting : paku keling
 Heating : pemanasan  Rolled resistance welding : las tahanan rol
 Heat treatment : perlakuan panas  Rolling : pengerolan
 Impact : tumbukan  Rubber : Karet
 Joint type : jenis sambungan  screwed joint : Sambungan ulir
 Komponen : bagian - bagian  Shearing : memotong
 Konstraksi : Pengurangan luas penampang yang  Sheet : Pelat tipis(lembaran)
terjadi sampai batas kekuatan tariknya  Sheet metal : plat baja
 Kopel : Dua gaya pararel yang besarnya sama,  Spot welding : las titik
arahnya berlawanan dan dipisahkan oleh jarak  Strain : regangan
yang tegak lurus  strain-hardening : Pengerasan regangan
 Las acetelyne adalah : proses pengelasan dengan  Stress : tegangan
memanfaatkan gas acetelyne (gas karbid) sebagai  Suhu rekristalisasi : suhu pada saat bahan logam
bahan bakarnya. akan mengalami perubahan struktur mikro
 Las Listrik adalah : proses pengelasan dengan  Squeezing : mengepres
memanfaatkan suhu yang tinggi dari busur listrik  Tegangan : Gaya per satuan luas penampang
sebagai sumber panas  V Belt : Sabuk V
 Wire Drawing : Proses penarikan kawat

Dasar dasar Mesin


Joko prayitno
Momen
1. Pengertian Momen
Momen gaya F terhadap titik pusat O adalah hasil kali Antara besarnya gaya F dengan jarak garis gaya, ke titik
pusat O. Besarnya momen tergantung dari besarnya gaya F dan jarak garis gaya terhadap titik putarnya (L). Dalam
bidang teknik mesin momen sering terjadi pada saat mengencangkan mur atau baut, pengguntingan pelat, dan
sebagainya. Jadi momen suatu gaya terhadap suatu titik ditentukan oleh besarnya gaya dan jaraknya terhadap titik itu.
Dalam satuan SI (standar international), momen memiliki satuan Newton meter (N.m).
Ketentuan
1) Apabila momen tersebut bekerja ke arah kanan (searah dengan jarum jam) dinamakan momen positif (isbat) dan
diberi tanda (+).
2) Apabila momen tersebut bekerja ke arah kiri dinamakan momen negatif (napi) dan diberi tanda (-).

2. Momen Kopel
Sebuah kopel dapat didefinisikan sebagai dua gaya yang pararel yang mempunyai besar yang sama, arahnya
berlawanan dan dipisahkan oleh jarak yang tegak lurus.
Contoh

Bila kedua gaya tangan kanan dan tangan kiri untuk


memutarkan alat itu sama besarnya, arahnya berlawanan, satu
mendorong dan satunya lagi menarik maka pasangan gaya-
pasangan gaya itu disebut pasangan atau Gaya kopel.

Contoh Soal
Dengan gaya kopei sebesar 10 N kita memutar tangkai tap ke kanan. Hitunglah momen kopel yang terjadi bila panjang
tangki 15 cm!
Penyelesaian:
M =F.a
= 10 N . 0,15 m
= 1,5 N m
 Sifat gaya kopel
Gaya kopel dapat diganti dengan kopel lain apabila momennya tidak berubah.
Misalnya, F = 10 N dengan panjang tangkai a = 15 cm dapat diganti dengan F = 5 N dengan panjang tangkainya a = 30 cm
karena 10 N . 0,15 m = 5 N . 0,30 m

Kesimpulan:
1. Momen suatu gaya terhadap suatu titik ditentukan oleh besar gaya dan jarak dari titik tersebut. Momen merupakan
perkalian anatara gaya F dengan jaraknya, satuan momen adalam Newton meter(Nm).
2. Jika sebuah batang dikatakan seimbang maka momen gaya yang terjadi disebelah kiri sama dengan momen yang
terjadi disebelah kanan.
3. Bila kita memutarkan roda kemudi pada mobil, gaya yang diberikan tangan kanan dan tangan kiri, sama besarnya,
arahnya berlawanan, satu mendorong dan satunya lagi menarik maka pasangan gaya-pasangan gaya itu disebut
pasangan atau Gaya kopel. Sedang momen yang terjadi akibat memutar roda kemudi disebut momen kopel.

Dasar dasar Mesin


Joko prayitno
Tegangan
Dalam material tidak lepas dari tegangan dan regangan, karena dari dua hal tersebut dapat dicari kekuatan dari
bahan, seperti kekuatan tarik, bending dan puntir.

1. Tegangan Tarik dan tekan

 kekuatan tarik tidak lepas dari tegangan dan regangan. Kedua sifat ini diukur saat melakukan uji tarik atau tekan

 Dalam tarik, regangan adalah pertambahan panjang dari material, sedangkan dalam tekan adalah pemendekkan
dari bahan yang ditekan

Tegangan Regangan

Hasil dari tegangan dan regangan jika dibagikan akan menghasilkan sebuah Modulus Young (E). Mudulus Young
ini hanya berlaku pada daerah elastis dari sifat bahan.

2. Profil tegangan dan regangan

3. Tegangan Geser

Pergeseran terjadi akibat adanya gaya yang menggeser benda sehingga terjadi tegangan dan regangan geser.
Tegangan dan regangan geser dapat dihitung dengan menggunakan persamaan di bawah ini:

4. Tegangan Bending

Suatu kontruksi dari bahan tidak lepas dari beban atau gaya yang menekan tidak pada titik pusat sehingga terjadi
bending. Akibat dari gaya ini terjadi tegangan bending yang dapat dihitung seperti di bawah ini:

M = Momen bending
I = Momen kedua dari area
Y = Jarak titik pusat dari titik beban

Dasar dasar Mesin


Joko prayitno
Tegangan Maksimum

Sifat Elastisitas Bahan


Pada saat batang mengalami beban tarik, batang akan bertambah panjang. Keadaan ini dikatakan batang
tersebut meregang. Besarnya regangan dipengaruhi oleh besarnya beban. Apabila batas kekuatan bahan tidak
dilampaui maka jika beban yang diberikan dilepaskan, batang tersebut akan kembali ke ukuran semula. Akan tetapi, bila
bebannya ditambah sedikit saja, batang tersebut tidak mampu kembali ke ukuran panjang semula meskipun beban
sudah dilepaskan. Jadi. pertambahan panjangnya tetap

Modulus Young Untuk Beberapa Jenis Logam

Tegangan Lengkung/bengkok

Tegangan lengkung adalah tegangan yang diakibatkan karena adanya gaya yang menumpu pada titik tengah
suatu beban sehingga mengakibatkan benda tersebut seakan-akan melengkung.

rumus untuk tegangan lengkung ini adalah :

dimana:
= Tegangan lengkung/bengkok
Mb = momen lengkung/momen bengkok
Wb = momen tahanan lengkung/bengkok

Momen lentur pada berbagai balok yang dibebani


Momen lentur = Gaya dikalikan Jarak
Mb = F . l

Balok yang dibebani dengan gaya tunggal


Dijepit pada satu sisi Diletakkan pada 2 tumpuan Dijepit pada kedua sisi

Dasar dasar Mesin


Joko prayitno
Besarnya tegangan lentur tergantung dari :
 Besar gaya atau cara Pembebanan
 Panjang lengan tuas
 Cara penjepitan lengan tuas
 Bentuk dan besarnya penampang balok

Balok yang dibebani muatan terbagi rata


Dijepit pada satu sisi Diletakkan pada 2 tumpuan Dijepit pada kedua sisi

Untuk penampang sederhana maka momen tahanan aksial dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Dasar dasar Mesin


Joko prayitno
Torsi
Batang yang digunakan sebagai penghubung yang berputar akan terjadi momen puntir yang juga disebut Torsi.
Untuk batang ini ada yang menggunakan batang pejal dan batang berlubang, keduanya mempunyai kelebihan dan
kelemahan masing-masing.

1. Batang Pejal

Pada batang pejal perhitungan kapasitas daya yang diterima dapat dihitung sebagai berikut:

Maksimum tegangan geser

Dengan D = diameter, T = torsi

Kapasitas torsi

Kapasitas daya
dengan N = jumlah putaran per detik

Sudut putaran
Dengan G = shear modulus, L = panjang

2. Batang Berlubang

Batang pejal mempunyai kelemahan beban lenturnya yang lebih kecil. Untuk mengatasinya dapat dipakai batang
berlubang.

Batang berlubang ini dapat memakai bahan yang lebih sedikit, tetapi kelemahan dari batang ini adalah lebih kaku
dari batang pejal, sehingga lebih mudah patah.

Perhitungan untuk mengetahui beban maksimum dapat dipakai persamaan di bawah ini:

Dengan, D = diameter luar, d = diameter dalam

Dasar dasar Mesin


Joko prayitno