Anda di halaman 1dari 2

Artikel 2

Determinants of Moral Judgements Regarding Budgetary Slack: An Experimental


Examination of pay Scheme and Personal Values

A. Motivasi penulis
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penilaian moral mengenai
kelonggaran anggaran yang dilakukan oleh peserta pada akhir percobaan penganggaran
parsitipatif dimana harapan akan adanya anggaran yang jujur.

B. Perumusan masalah
Bagaimana pengaruh skema pembayaran dan nilai pribadi mengenai moral Penilaian
mengenai kelonggaran anggaran?

C. Teori yang digunakan


Teori pengambilan keputusan moral.

D. Metode yang digunakan


Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental.

E. Hasil
Hasil mendukung tiga dari empat hipotesis kami. Sesuai dengan H1, kami menemukan
bahwa peserta yang menetapkan anggaran yang dibawah skema pembayaran yang
mendorong kendor lebih cenderung menilai kelonggaran anggaran yang signifikan lebih
menjadi tidak etis daripada peserta yang menetapkan anggaran dibawah skema
pembayaran yang mendorong kebenaran. Dalam analisis tindak lanjut, kami
menemukan bahwa hasil skema gaji ini tidak disebabkan oleh perbedaan dalam
kewajiban moral yang dirasakan mengenai kebenaran anggaran atau bias pembenaran.
Konsisten dengan H2, kami menemukan bahwa peserta yang mendapatkan nilai tinggi
dalam nilai Tradisional di JPI-R Jackson 1994 lebih cenderung menilai kelonggaran
anggaran yang signifikan menjadi tidak etis. Tidak konsisten dengan H3, bagaimanapun
kami tidak menemukan kekuatan penjelas untuk skala tanggung jawab JPI-R dengan
variable lain dalam model. Hasil ini kemungkin disebabkan oleh tingginya korelasi antara
tanggung jawab dan dua nilai pribadi lainnya dalam model. Akhirnya konsisten dengan
H4, kami mendapati bahwa peserta yang memiliki empati tinggi cenderung menilai
kelonggaran anggaran yang signifikan menjadi tidak etis. Hasil ini bertahan dibawah
model penilaian moral altenatif, yaitu dengan atau tanpa variable control kami termasuk
dalam model dan kelompok skema gaji yang mendorong kendur saja, yang merupakan
satu-satunya skema gaji yang setuju, rata-rata, bahwa kelonggaran anggaran yang
signifikan tidak etis.

F. Kesimpulan
Kesimpulannya kami menemukan bahwa peserta yang menetapkan anggaran dibawah
skema pembayaran yang longgar, dan karena itu membuat tingkat kelonggaran budget
yang relative tinggi, menilai kelonggaran anggaran yang masuk akal menjadi rata-
ratayang tidak etis, sementara peserta yang menetapkan anggaran dibawah skema
pembayaran tanpa kebenaran sebenarnya tidak. Ini menunjukan bahwa skema
pembayaran yang mendorong kendor menghasilkan kerangka moral dengan
menetapkan kepentingan ekonomi terhadap norma social umum seperti kejujuran atau
tanggung jawab. Hasil ini menunjukan bahwa insensif finansial berperan dalam
menentukan kerangka moral penetapan anggaran dan bahwa nilai pribadi berperan
dalam menentukan bagaimana individu merespons kerangka moral tersebut.

G. Saran

Faktor Penentu Penilaian Moral Mengenai Slack Anggaran: Eksperimental Pemeriksaan


Pay Scheme, Personal Nilai , dan kinerja karyawan