Anda di halaman 1dari 27

56

BAB III
TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. TINJAUAN KASUS
1. PENGKAJIAN
a. IDENTITAS
1) Identitas klien
Nama : Ny. A
Usia : 35 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan : SD/Sederajat
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Kp. Kaum pagaden Rt 15 Rw 22
Desa pagaden, Kecamatan Pagaden
Diagnosa Medis : P3A0 PPSC Panggul Sempit
Tanggal Masuk : 23 Mei 2016
Tanggal Pengkajian : 25 Mei 2016
Nomor Medrek : 86906

2) Identitas Penanggung Jawab


Nama : Tn. S
Umur : 40 Tahun
Pekerjaan : Buruh
Pendidikan : SMP/sederajat
Alamat : Kp.kaum Rt 15 Rw 22 Desa
Pagaden Kecamatan Pagaden

b. DATA KESEHATAN KLIEN


1. Keluhan Utama
Nyeri pada luka post operasi sectio caesarea.
2. Riwayat Kesehatan Waktu Didata
Klien mengeluh nyeri pada bekas luka operasi secio caesaria
terdapat post operasi dibagian bawah perut nyeri bertambah
apabila klien banyak bergerak dan berkurang apabila klien
membatasi aktivitas, nyeri dirasakan kadang-kadang dengan
skala nyeri 3 (dari 1-5). Adanya nyeri mengakibatkan
keterbatasan aktivitas, perawatan diri terganggu sehingga
penampilan klien kurang rapih.
3. Riwayat Kesehatan Dahulu
Klien mengatakan pernah melahirkan dengan persalinan
ekstansi vakum sebanyak 2 kali, anak pertama dengan BB :
2500 gram berjenis kelamin perempuan, anak kedua dengan
BB : 3000 gram, berjenis kelamin laki-laki.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga dan Genogram
Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang menderita
penyakit menular yang dapat mempengaruhi kesehatan
57

perkembangan janin. Serta tidak ada anggota yang mempunyai


penyakit seperti Diabetes Melitus, Hipertensi dan penyakit
lainya.

Keterangan

: Perempuan

: Klien

: Laki- Laki

: Bayi

: Tinggal Satu Rumah

c. DATA KESEHATAN UMUM


1. Masalah kesehatan khusus : Tidak ada masalah
2. Konsumsi obat-obatan atau jamu-jamuan : Klien tidak
menggunakan obat-obatan atau jamu-jamuan
3. Riwayat alergi
a. Obat-obatan
Tidak mempunyai riwayat alergi obat-obatan
b. Makanan
Tidak mempunyai riwayat alergi terhadap makanan.
c. Bahan kimia tertentu.: Tidak mempunyai riwayat alergi
terhadap bahan kimia
d. Cuaca
Tidak mempunyai riwayat alergi terhadap cuaca
4. Diet khusus : Tidak menjalani diet khusus
5. Penyakit bawaan : Tidak mempunyai penyakit keturunan
6. Menggunakan alat bantu
a. Gigi tiruan : Klien tidak menggunakan gigi tiruan
b. Kaca mata : Klien tidak menggunakan kaca mata
c. Lensa kontak : Klien tidak menggunakan lensa kontak
d. Alat dengar : Klien tidak menggunakan alat dengar
58

d. PENGKAJIAN 13 DOMAIN NANDA


1. HEALTH PROMOTION : Klien mengetahui nutrisi yang baik
untuk kesehatan ibu dan bayi, selama kehamilan klien selalu
mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayuran, lauk
pauk dan buah-buahan. Klien mendapatkan imunisasi TT 2 kali
pada usia kehamilan 12 minggu dan 28 minggu, klien
memeriksakan kehamilan ke puskesmas 3 kali, kebidan 3 kali
dan USG satu kali.
2. NUTRITION : Klien makan dirumah dengan 3 kali sehari 1
porsi habis, jenis nasi, ikan asin, sayur dan sambal. Minum
dengan 7-8 gelas per hari jenis air putih, susu, teh manis. klien
makan setelah persalinan dengan 3 kali sehari ½ porsi habis
jenis nasi, telur rebus, sayur dan daging. Minum 6-7 gelas per
hari jenis air putih.
3. ELIMINATION: BAB sebelum persalinan 1 kali per hari dengan
konsistensi lembek warna kuning, BAK dengan 5-6 kali per
hari warna kuning jernih. Setelah persalinan BAB 2 kali dalam
tiga hari dengan konsistensi lembek warna kuning, BAK 4-5
kali perhari warna kuning jernih.
4. ACTIVITY ATAU REST : Dirumah tidur siang dengan 1-2 jam,
tidur malam dengan 7-8 jam. Setelah persalinan tidak bisa tidur
siang, tidur malam 4-5 jam.
5. PERCEPTION ATAU COGNITION : Klien mengatakan kurang
paham dengan proses perslinan sekarang, karna baru pertama
kali klien melahirkan dengan proses persalinan sectio caesarea.
6. SELF PERCEPTION : Klien mengatakan sudah melakukan
persalinan selama tiga kali, tapi baru pertama kali klien
melakukan persalinan dengan sectio caesarea, klien merasa
senang dengan kelahiran anak ke tiga nya.
7. ROLE RELATIONSHIP : Hubungan sosial klien dengan bidan,
perawat dan dokter baik tidak ada masalah dan hubungan klien
juga baik ditandai dengan suami yang setia menunggu istri
setelah persalinan hubungan dengan anggota keluarga juga baik
ditandai dengan banyak anggota keluarga yang menjenguk ke
Rumah sakit.
8. SEXUALITY : Klien tidak pernah mengalami masalah seksual
sebelum persalinan dan klien telah menggunakan alat
kontrasepsi Tubektomi.
9. COPING ATAU STRESS TOLERANCE : Cara mengatasi setres
sebelum persalian klien berdo’a kepada Allah SWT dan
relaksasi menarik nafas dalam.
10. LIFE PRINCIPLES : Sebelum masuk perawatan klien selalu
sholat, berdo’a kepada Allah SWT agar proses persalinanya
dilancarkan dan setelah persalian klien tidak melakukan sholat
5 waktu karena klien berada dalam masa nifas.
59

11. SAFETY ATAU PROTECTION : Hari pertama setelah


persalinan klien istirahat total ditempat tidur tidak banyak
beraktivitas karena klien telah dilakukan operasi sectio
caesarea, hari kedua aktivitas klien dibantu oleh suami dan
keluarganya.
12. COMFORT : Klien merasa nyaman dengan proses persalinan
sekarang dan klien merasa senang dan tenang telah bersama
bayinya.
13. GROWTH ATAU DEVELOPMENT : Berat badan sebelum
persalinan hamil 64 kg, setelah persalinan berat badan klien 61
kg sehingga penambahan berat badan klien adalah 9 kg.

e. DATA UMUM MATERNITAS


1. Kehamilan klien di rencanakan
2. Nifas hari ke-3
3. Menikah satu kali selama 16 tahun
4. Status Obstetri : P3A0 Post partum sectio caesarea atas indikasi
cephalo pelvic disproportion
5. Anak Sebelumnya

No Jenis Cara Ditolong BB dan Penyulit Ket


kelamin lahir Oleh TB persalinan

I Perempuan Vakum Bidan 2500 gr Panggul Hidup


TB - sempit
II Laki-laki Vakum Bidan 3000 gr Panggul Hidup
TB - sempit
III Laki-laki Secio Dokter 3000 gr Panggul Hidup
caesarea TB 49 cm sempit

6. Tinggi badan : 144 cm


7. Berat badan : 61 Kg
8. Kenaikan berat badan selama kehamilan : 9 kg
9. Masalah kehamilan sekarang : Cephalo pelvic disproportion
10. Alat kontasepsi yang telah di pakai
KB suntik 3 bulan 1 kali selama 8 tahun. KB Pil selama ± 6
tahun
a. Masalah yang pernah dialami selama menggunakan alat
kontrasepsi : Tidak ada masalah
b. Kontrasepsi setelah kehamilan klien menggunaka dengan
kontrasepsi Tubektomi yang dilakukan bersamaan dengan
persalinan melalui operasi sectio caesarea

f. DATA PSIKOSOSIAL UMUM


60

1. Perasaan ibu dan pasangan setelah proses persalinan sekarang


Ibu dan suaminya merasa senang dengan proses kelahiran anak
ketiganya.
2. Perasaan ibu terhadap rooming in (Rawat gabung)
Klien merasa senang bisa dekat dengan anaknya.
3. Respon sibling (Respon anak sebelumnya dengan kelahiran
saudaranya terhadap kehamilan sekarang respon anak pertama
klien terhadap adiknya dirasakan cukup mengembirakan.

g. PEMERIKSAAN FISIK UMUM


1. Keadaan umum : Lemah
Tanda-tanda vital:
- Tekanan Darah : 110/80 MmHg
- Suhu : 36,5° C
- Nadi : 82x/menit
- Respirasi : 22x/menit
2. Neurologis : E4 V5 M6
3. Kesadaran : Compos mentis
1) Bagian kepala atas
Bagian kepala atas tidak ada nyeri tekan, rambut lurus,
warna hitam distribusi rambut merata, tidak ada kebotakan.
2) Mata
Bentuk simetris, konjungtiva anemis, pupil isokhor, sklera an
ikterik, lapang pandang baik dibuktikan dengan bola mata
klien dapat mengikuti arah jari bergerak ke atas, ke bawah,
ke samping kanan dan samping kiri.
3) Telinga
Bentuk simetris, tidak terdapat serumen, fungsi pendengaran
baik dibuktikan dengan klien dapat menjawab pertanyaan
secara kooperatif.
4) Hidung
Tidak terpasang alat bantu nafas, nafas cuping hidung tidak
ada, tidak terdapat polip, tidak terdapat sekret, fungsi
penciuman baik dapat dibuktikan dengan klien bisa
membedakan aroma kayu putih.
5) Bibir dan mulut
Tidak ada sianosis, tidak terdapat sariawan, tidak
menggunakan gigi palsu, mukosa bibir lembab.

6) Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, nadi karotis teraba.
tidak ada peningkatan vena jugularis, tidak ada nyeri tekan,
fungsi menelan baik.
61

7) Thorak
Bentuk simetris, tidak ada suara ronchi, tidak ada suara
wheezing, suara nafas vesikuler, respirasi 22x/menit, irama
jantung reguler, tidak terdapat bunyi tambahan.
8) Mamae
Tidak ada nyeri tekan, payudara simetris, putting susu
menonjol, areola hitaman, kolostrum keluar, ASI ada lancar
dan keluar banyak.
9) Abdomen
Ada bekas operasi sectio caesarea di daerah abdomen,
terdapat linea nigra (Garis memanjang dari pusar sampai
simfisis pubis) bising usus 10x/menit, turgor kulit elastis, ada
nyeri tekan di lapang abdomen, tinggi fundus uteri 3 cm,
panjang fundus uteri 10 cm, uterus teraba keras.
10) Genitalia
Terdapat lochea rubra, warna kemerahan dan berbau amis.
Perdarahan hanya sekitar 2,5 cm pada pembalut, tidak
terpasang kateter. Klien sudah BAK sebanyak 2 kali yaitu
pada tanggal 23 Mei 2016 pukul 05.30 WIB dan 08.30 WIB.

11) Ekstrimitas
a) Superior (atas)
Tidak ada edema, tidak terpasang infus, nadi radialis
82x/menit, kekuatan otot lemah, CRT (capilarry refill
time) < 3 detik, refleks biseps dan triseps baik.
b) Inferior (bawah)
Tidak ada oedema, akral hangat, refleks fatella baik,
refleks patologis baik, tidak ada tanda homan, kekuatan
otot baik dengan nilai.
5 5
5 5

h. LAPORAN BAYI BARU LAHIR


1. Keadaan umum bayi baru lahir
a) Berat badan : 3000 gram
b) Panjang badan : 49 cm
c) Lingkar kepala : 34 cm
d) Lingkar dada : 34 cm
e) Lingkar perut : 34 cm
f) Lingkar lengan :12 cm

2. APGAR SCORE
62

No Tanggal/jam Karakteristik yang dinilai 1 menit 5 menit


1. 23-052016 Appearance (Warna kulit) 1 2
2. 23-05-2016 Pulse (Nadi) 2 2
3. 23-05-2016 Grimace (Tonus otot) 1 2
4. 23-05-2016 Approximately (Usaha nafas) 2 2
5. 23-05-2016 Refleks (Refleks) 1 1
Total 7 9

i. DATA LABORATORIUM
Hasil laboratorium pada tanggal 23 Mei 2016

Jenis pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal


Leukosit 9.700 Permm³ L: 400-10000 P: 400-1
Hemoglobin 13.3 gr % L: 11.0-17.0 P: 11.0-7
Hematokrit 38,5 % L: 350-55.0 P: 35.0-55

j. TERAPI YANG DIBERIKAN


Cefadroxil 500 mg 2x1 per oral
Asam Mefenamat 500 mg 3x1 per oral

k. ANALISA DATA

No Data senjang Etiologi Masalah


63

1. Ds: Adanya luka post operasi Nyeri


- Klien mengatakan nyeri
sectio caesarea
pada luka post operasi ↓
Terputusnya kontinuitas
di daerah abdomen
DO: jaringan
- Terdapat luka post ↓
Merangsang hipotalamus
operasi di perut bagian

bawah yang masih Persepsi nyeri
tertutup.
- Adanya nyeri tekan
- Terlihat luka horizontal
pada abdomen ± 15 cm
- Skala nyeri 3

2. Ds: Lingkungan bising Gangguan


- Klien mengatakan tidak ↓
pemenuhan
Klien terjaga
bisa tidur istirahat

Do:
Istirahat tidur tidak tidur
- Kantung mata terlihat
terpenuhi
hitam
- Klien menguap
- Klien mengantuk
- Tidur malam 3-4
jam/hari tidak tidur
siang
3. Do: Adanya luka post operasi Intoleransi
- Klien mengatakan
sectio caesarea aktivitas
badan lemas tidak ↓
Lemas, aktivitas
mampu beraktivitas
Do: terganggu
- Post operasi hari ke-3 ↓
- Aktivitas dibantu oleh Kelemahan fisik
keluarga
4. Ds: Adanya luka post operasi Defisit
64

- Klien mengatakan sectio caesarea perawatan



belum pernah mandi diri
Menahan nyeri
karena takut lukanya ↓
Mobilisasi terganggu
basah

Do:
Perawatan diri tidak
- Badan lengket
- Kuku panjang dan terpenuhi
kotor
- Post operasi hari ke-3

5. Ds: Rendahnya pendidikan Kurang


- Klien mengatakan tidak ↓
pengetahuan
Kurangnya informasi
tau jenis gizi untuk ibu
mengenai gizi untuk ibu
menyusui
Do: menyusui
- Klien selalu bertanya ↓
Kebutuhan gizi kurang
mengenai gizi untuk
efektif
ibu menyusui.

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan akibat

post operasi sectio caesarea.


b. Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur berhubungan

dengan lingkungan bising.


c. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.
d. Defisit perawatan diri berhubungan dengan imobilisasi fisik akibat

adanya luka post operasi sectio caesarea.


e. Kurangnya pengetahuan tentang gizi ibu menyusui berhubungan

dengan kurangnya informasi.


65

3. INTERVENSI KEPERWATAN

NAMA : Ny. A USIA : 35 TAHUN

DIAGNOSA MEDIS : P3A0 PPSC NO. MEDREK : 86906

No Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional


1 Nyeri berhubungan dengan Tupan: Nyeri teratasi. 1. Observasi tanda-tanda 1. Mengetahui
terputusnya kontinuitas Tupen: Setelah dilakukan vital perkembangan dan
jaringan akibat post operrasi perawatan ± 7 hari nyeri keadaan umum klien
sectio caesarea berkurang dengan selama masa nifas
Ds: Klien mengatakan nyeri kriteria hasil 2. Anjurkan klien untuk 2. Dengan teknik
pada luka post operasi di - Nyeri berkurang teknik relaksasi nafas relaksasi nafas dalam
daerah abdomen - Luka kering dalam di harapkan nyeri
Do: - Klien tidak mengeluh berkurang
- Terdapat luka post nyeri dengan skala 3. Atur posisi sesuai 3. Menahan peregangan
operasi di perut bagian nyeri 2 kenyamanan klien pada luka post operasi
bawah yang masih 4. Anjurkan klien 4. Asam mefenamat
tertutup. meminum obat asam bekerja pada pusat
- Adanya nyeri tekan mefenamat secara teratur otak lebih tinggi
- Terlihat luka horizontal 2x1 500 mg sesuai advis untuk menurunkan
pada abdomen ± 15 cm dokter persepsi nyeri, asam
- Skala nyeri 3 mefenamat
merupakan obat
analgetik dimana
kegunaanya untuk
mengatasi nyeri
66

2 Gangguan pemenuhan Tupan: Kebutuhan 1. Batasi jumlah pengunjung 1.Membatasi jumlah


kebutuhan istirahat tidur istirahat tidur teratasi yang datang ( 1 pasien 1 pengunjung dapat
berhubungan dengan Tupen: ± 1 hari selama penunggu) mencegah kebisingan
linkungan bising perawatan gangguan 2. Ciptakan lingkungan yang 2.Dengan lingkungan
Ds:Klien mengatakan tidak istirahat tidur berkurang nyaman yang nyaman klien
bisa tidur dengan kriteria hasil: dapat tidur dengan
Do: - Klien dapat tidur nyenyak
- Kantung mata nyenyak 3. Atur posisi senyaman 3. Posisi yang baik dapat
terlihat hitam - Frekuensi tidur mungkin menjelang tidur memberi kenyamanan
- Klien menguap malam5-6 jam/hari menjelang tidur
- Klien mengantuk tidur siang 1-2
- Tidur malam 3-4 jam/hari
jam/hari tidak tidur
siang 4. Anjurkan mematikan 4. Mematikan lampu saat
lampu saat tidur tidur bisa
memproduksi hormon
melatonin yang
mampu memerangi
dan mencegah
berbagai penyakit
3 Intoleransi aktivitas Tupan: Intoleransi 1. Atur posisi 1 batal 1. Dengan mengatur
berhubungan dengan aktivitas teratasi dibawah lutut posisi 1 batal dibawah
kelemahan fisik Tupen: ± 3 hari selama lutut dapat terjadi
Ds: Klien mengatakan tidak perawatan intoleransi peregangan pada
bisa tidur aktivitas berkurang uterus sehingga dapat
Do: dengan kriteria hasil : mengurangi nyeri
- Kantung mata terlihat - klien mampu 2. Anjurkan klien 2. Memandirikan klien
hitam melakukan aktivitas melakukan aktivitas melakukan aktivitas
67

- Klien menguap mandiri secara mandiri secara bertahap secara bertahap


- Klien mengantuk bertahap 3. Beri penkes tentang 3. Memotivasi klien agar
- Frekuensi tidur malam 3- pentingnya mobilisasi mau melakukan
4 jam/hari tidak tidur mobilisasi
siang

4 Defisit perawatan diri Tupan: Defisit perawatan 1. anjurkan klien untuk 1. klien merasa nyaman
berhubungan dengan diri teratasi mandi (diseka) jika sudah mandi
imobilisasi fisik akibat Tupen: ± 1 hari selama 2. berikan penkes tentang 2. menambah
adanya luka post operasi perawatan defisit personal hygine pengetahuan klien
sectio caesarea perawatan diri berkurang tentang pentingnya
Ds: Klien mengatakan dengan kriteria hasil: personal hygine
belum pernah mandi karena - Klien bersih dan segar 3. motivasi klien untuk 3. memberi semangat
takut lukanya basah - Kuku klien pendek melakukan personal pada klien supaya mau
Do: dan bersih hygine secara mandiri melakukan personal
- Badan lengket hygine secara mandiri
- Kuku panjang dan kotor 4. Lakukan tindakan 4. Menjaga kebersihan
- Post operasi hari ke-3 memotong kuku pada kuku dapat mencegah
klien klien terserang penyakit

5 Kurang pengetahuan Tupan: Pengetahuan gizi 1. Berikan penkes tentang 1. Menambah


tentang gizi ibu menyusui ibu menyusui teratasi gizi ibu menyusui pengetahuan klien
berhubungan dengan Tupen:Setelah dilakukan tentang gizi ibu
kurangnya informasi tindakan keperawatan ± 2 menyusui
Ds: Klien mengatakan tidak hari klien mengerti 2. Evaluasi setelah 2. Mengetahui sejauh
tau jenis makanan bergizi makanan apa yang harus dilakukan penkes mana klien dapat
untuk ibu menyusui. dikonsumsi untuk ibu mengerti tentang gizi
68

Do: menyusui. ibu menyusui


- Klien selalu bertanya
mengenai makanan
bergizi untuk ibu
menyusui

4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


NAMA : Ny. A USIA : 35 TAHUN
DIAGNOSA MEDIS : P3A0 PPSC NO. MEDREK : 86906
No DX Tanggal& jam Implementasi Evaluasi Paraf
Kep
1 I Rabu 25/05/2016 I : Mengukur tanda-tanda vital S :Klien mengatakan masih nyeri Ratna
10.00 WIB E : TD : 110/80 mmHg O :Ekspresi wajah klien masih
S : 36,5 o C meringis kesakitan
N : 86 x/menit A : Masalah belum teratasi
R : 22 x/menit P : Menganjurkan teknik relaksasi
I :Mengajarkan klien teknik relaksasi nafas jika nyeri dirasakan
dalam dengan cara tarik nafas lewat - Menganjurkan klien untuk
hidung, tahan 3 detik lalu hembuskan minum obat secara teratur
perlahan lewat mulut
E : Klien dapat mempraktekan kembali teknik
relaksasi nafas dalam
I : Atur posisi sesuai kenyamanan Klien
E : Klien dapat beristirahat dengan nyaman
I : Menganjurkan klien minum obat asame
fenamat secara teratur 2x1 500 mg sesuai
69

advis dokter
E : Klien dapat minum obat secara teratur
sesuai advis dokter, pagi pukul 07.00 WIB,
siang pukul 14.00 WIB, dan malam pukul
21.00 WIB
2 II Rabu 25/05/2016 I :Batasi jumlah pengunjung yang S : Klien mengatakan sudah bisa Ratna
10.20 WIB datang (1 pasien 1 penunggu) tidur
E : klien dapat tidur dengan tenang O:
I : Atur posisi senyaman mungkin bagi klien - Tidur malam 5-6 jam
E :Klien dapat tidur dengan nyaman - Klien tampak segar
I : Anjurkan mematikan lampu saat tidur A:Gangguan pemenuhan
E: Klien mengatakan merasa nyaman dengan kebutuhan istirahat tidur
suasana gelap saat tidur teratasi
P : Pertahankan hasil
3 III Rabu 25/05/2016 I : Megatur posisi satu bantal dibawah lutut S : klien mengatakan masih lemas Ratna
10.35 WIB E: klien mengatakan nyeri berkurang saat O: klien tidak bisa melakukan
dilakukan posisi tersebut aktivitas secara mandiri
I: Anjurkan klien melakukan aktivitas secara A: Masalah belum teratasi
bertahap P: Bantu klien dalam beraktivitas
E : Klien mulai melakukan aktivitas secara - Anjurkan pada klien melakukan
bertahap aktivitas secara bertahap
-Libatkan keluarga dalam
aktivitas
IV Rabu 25/05/2016 I : Membantu klien untuk mandi (Diseka) S : Klien mengatakan sudah Ratna
10.45 WIB E :Klien terlihat lebih rapi dan wangi setelah merasa nyaman setelah mandi
mandi (Diseka)
I :Memberikan penked tentang pentingnya O :
personal hygeine - Klien terlihat bersih dan
70

E :Klien memahami tentang pentingnya wangi


personal hygine - Aktivitas dibantu keluarga
I :Memotivasi klien untuk melakukan A : Masalah teratasi
personal hygine secara mandiri P : Pertahankan hasil
E: Klien mengatakan ingin melakukan
perawatan kebersihan diri secara mandiri
I : Lakukan tindakan motong kuku pada klien
E: Kuku klien terlihat bersih

5 V Rabu 25/05/2016 I : Berikan penkes tentang gizi ibu menyusui S :klien mengatakan sudah Ratna
11.05 WIB E :klien memahami tentang gizi ibu menyusui mengerti tentang manfaat
dan klien dapat menyebutkan maanfaat gizi ibu menyusui
gizi ibu menyusui O : Klien bisa menyebutkan jenis
I : Evaluasi setelah dilakukan penkes makanan gizi pada ibu menyusui
E : Klien dapat menyebutkan pengertian gizi A : Masalah teratasi
paada ibu menyusui dan makanan pada P : Pertahankan hasil
ibu menyusui
71

CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE 3


No DX Tanggal Jam Catatan perkembangan Paraf
kep
1 I Rabu 10.00 S : Klien mengatakan mengatakan Ratna
25/05/ 2016 WIB masih nyeri
O : Luka post operasi masih basah,
ekspresi wajah klien meringis
A : Masalah belum teratasi.
P:
- Anjurkan klien untuk teknik
relaksasi nafas dalam
- Anjurkan klien untuk
melakukan teknik distraksi
saat merasa nyeri
- Anjurkan klien minum obat
Asam Mefenamat 500 mg 3x1
per oral secara teratur
I :
- Mengajarkan klien teknik
relaksasi nafas dalam dengan
cara tarik nafas lewat hidung,
tahan 5 detik lalu hembuskan
perlahan lewat mulut
- Menganjurkan klien untuk
melakukan teknik distraksi
dengan cara menonton
televisi, berbincang-bincang,
dll
E : Nyeri belum teratasi
2 II Rabu S: Klien mengatakan sudah bisa Ratna
25/05/2016 tidur
O : Tidur malam 5-6 jam
- Klien tampak segar
A : Gangguan pemenuhan
kebutuhan istirahat tidur teratasi
72

P : Pertahankan hasil
3 III Rabu S : Klien mengatakan lemas Ratna
25/05/2016 berkurang namun masih
merasakan nyeri
O : Mampu melakukan aktivitas
ringan
A: Intoleransi aktivitas teratasi
P: Pertahankan hasil
4 IV Rabu S: Klien mengatakan badanya Ratna
25/05/2016 sudah bersih dengan cara diseka
yang dibantu oleh keluarga
O : Klien terlihat segar dan wangi
A : Masalah teratasi sebagian
P : Pertahankan hasil
5 V Rabu S: klien mengatakan sudah Ratna
25/05/2016 mengerti tentang gizi ibu
menyusui
O : Saat ditanya klien dapat
menjawab pertanyaan tentang
pengertian gizi ibu menyusui
dan manfaat gizi ibu menyusui
A : Masalah teratasi.
P : Pertahankan hasil

CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE 4


No DP Hari/Tanggal Catatan perkembangan Paraf
1 I Kamis S : Klien mengatakan nyeri berkurang Ratna
26/05/2016 O : Ekspresi wajah klien tidak meringis
10.00 WIB lagi
A : Masalah teratasi.
P : Pertahankan hasil
2 IV Kamis I: Klien mengatakan sudah mandi Ratna
73

26/05/2016 (diseka) personal hygine secara


10.15 WIB mandiri
O : Klien terlihat segar dan wangi
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan hasil

CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE 5


No Dx Hari/Tanggal Catatan perkembangan Paraf
1 I Jumat S : Klien mengatakan sudah tidak Ratna
27/05/2016 merasakan nyeri pada luka post
09.30 WIB operasi
O : Luka operasi kering
A : Masalah teratasi
P : Anjurkan kepada keluarga untuk
untuk kontrol ke bidan atau
puskesmas terdekat jika ada keluhan
74

B. Pembahasan
Setelah penulis melakukan Asuhan keperawatan pada klien Ny. A post

operasi sectio caesarea hari ke 3 atas indikasi cephalo pelvic

disproportion di Ruang Flamboyan Rumah sakit Umum Daerah

Kabupaten Subang dari tanggal 23 sampai denga 24 Mei 2016. Penulis

menggunakan metode pendekatan proses keperawatan yang meliputi

pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi.

1. Pengkajian
Pengkajian merupakan langkah pertama dari proses keperawatan

yaitu perawat menerapkan pengetahuan dan pengalaman untuk

mengumpulkan data tentang klien. Pengkajian dan pendokumentasian

yang lengkap tentang kebutuhan klien dapat meningkatkan efektivitas

asuhan keperawatan (Potter & Perry, 2006). Hal ini penting dilakukan

karena menunjang tahap proses perawatan berikutnya. Fokus utama

pengkajian pada kllien dengan post operasi sectio caesarea hari ke 3

atas indikasi cephalo velvic dispropotion adalah adanya nyeri.


Pemeriksaan fisik dilakukan secara head to toe dengan fokus pada

keadaan luka post operasi klien. Pemeriksaan dari ujung rambut

sampai ujung kaki merupakan cara pendekatan yang sistematis dan

cara yang paling sering digunakan pemeriksaan fisik dilakukan

melalui inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi (Potter & perry,

2006).
Berdasarkan pengkajian yang penulis lakukan, ditemukan

permasalahan diantaranya terdapat luka pos operasi sectio caesarea

dan terasa nyeri. Masalah tersebut dikarenakan terputusnya


75

kontinuitas jaringan yang menyebabkan keluarnya zat bradikinin,

serotin, dan histamin. Klien mengeluh tidak bisa tidur. Hal ini

menyebabkan gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur. Klien

mengatakan aktivitasnya terganggu karena keadaan fisiknya yang

lemah akibat menahan nyeri yang dirasakan, sehingga menjadi

intoleransi aktivitas dan klien belum mandi karena terdapat luka post

operasi diperutnya merasa nyeri ketika menggerakan badanya dan

kurangnya pengetahuan gizi ibu menyusui.

2. Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah proses menganalisis data subjektif

dan objektif yang telah diperoleh pada tahap pengkajian untuk

menegakan diagnosa keperawatan. Diagnosa keperawatan melibatkan

proses berfikir kompleks tentang data yang dikumpulkan dari klien,

keluarga. Rekam medik, dan pemberi pelayanan kesehatan yang lain

(Potter & Perry, 2006).


Adapun diagnosa yang mungkin timbul pada klien post operasi

sectio caesarea menurut teori diantaranya:


a. Gangguan pola nafas berhubungan dengan posisi klien.
b. Kurang volume cairan berhubungan dengan pertahanan primer

tidak adekuat (kulit tak utuh).


c. Resiko infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak

adekuat.
d. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan efek anestesi.
e. Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan

akibat post operasi sectio caesarea.


f. Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur berhubungan

dengan lingkungan bising.


g. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.
76

h. Defisit perawatan diri berhubungan dengan imobilisasi fisik akibat

adanya luka post operasi sectio caesarea.


Sedangkan diagnosa keperawatan yang ditemukan pada saat

pengkajian pada klien Ny. A tanggal 23 Mei 2016 adalah sebagai

berikut:
b. Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan akibat

post operasi sectio caesarea


c. Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur berhubungan

dengan lingkungan bising.


d. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.
e. Defisit perawatan diri berhubungan dengan imobilisasi fisik akibat

adanya luka post operasi sectio caesarea.


f. Kurang pengetahuan tentang gizi berhubungan kurangnya

informasi.
Adapun diagnosa yang tidak diangkat sesuai dengan teorinya

adalah :
a. Gangguan pola nafas berhubungan dengan posisi klien, karena

saat mengkaji klien tidak mengeluh sesak, tidak menggunakan

alat bantu pernafasan, dan setelah dilakukan pemeriksaan

tanda-tanda vital, pernafasan klien dalam batas normal yaitu

22x/menit. Hal ini dilihat dari sumber Buku Diagnosa

Keperawatan NANDA karangan (M, Judith dkk, 2011), yaitu

gangguan pola nafas adalah pertukaran udara atau ekspirasi

tidak adekuat, dengan karakteristik adanya penurunan tekanan

inspirasi atau ekspirasi dan menggunakan otot pernafasan

tambahan.
b. Kurang volume cairan berhubungan dengan perdarahan,

karena pada saat dikaji klien tidak mengalami perdarahan,


77

tekanan darah normal 110/80 mmHg, nadi normal 86x/menit

dan suhu normal 36,5° C. Hal ini dilihat dari sumber buku

Diagnosa NANDA karangan (M, judith, dkk, 2011), yaitu

kurang volume cairan adalah keadaan individu yang

mengalami penurunan cairan intravaskilar, intersitial, atau

cairan intrasel, dengan karakteristik adanya penurunan tekanan

darah, penurunan tekanan nadi, dan suhu tubuh meningkat.


c. Resiko infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak

adekuat (kulit tak utuh), karena pada saat dikaji klien tidak

mengalami tanda-tanda infeksi. Luka operasi tampak kering,

tidak ada kemerahan, tidak ada panas maupun bengkak. Hal

ini dilihat dari Buku Sumber (M, judith, dkk, 2011), yaitu

resiko infeksi adalah peningkatan resiko masuknya organime

patogen dengan karakteristik adanya kalor (panas), dolor (rasa

sakit), rubor (kemerahan). Tumor (pembekakan), functiolaesa

(perubahan fungsi).
d. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan efek anestesi,

karena pada saat dikaji klien tidak mengalami gangguan

pertukaran gas. Pernafasan dalam batas normal yaitu

22x/menit dan tidak tampak adanya sianois. Hal ini dilihat dari

sumber buku NANDA karangan (M, judith, dkk, 2011), yaitu

gangguan pertukaran gas adalah kelebihan atau kekurangan

dalam oksigenasi atau pengeluaran karbondioksida di dalam


78

membran kapiler alveoli dengan karakteristik adanya

takikardi, sianosis dan pernafasan abnormal.


Sedangkan diagnosa baru ditemukan yang tidak terdiri diteori

adalah :
a. kurangnya pengetahuan tentang gizi ibu menyusui

berhubungan dengan kurangnya informasi.


Setiap manusia memiliki keunikan masing-masing dan

pengetahuan yang berbeda-beda dipengaruhi oleh ras, tingkat

pendidikan dan wilayah, jadi tidak semua orang mengetahui

tentang gizi ibu menyusui.

3. Perencanaan
Pada tahap ini penuli menyusun rencana tindakan yang disesuaikan

dengan permasalahan yang ditemukan antara lain:


a. Pada diagnosa pertama yaitu nyeri berhubungan dengan

terputusnya kontinuitas jaringan akibat pos operasi sectio

caesarea, tindakan yang diberikan adalah klien dibantu untuk

melakukan teknik relaksasi nafas dalam, atur posisi sesuai

kenyamanan klien, anjurkan klien meminum obat asam mefenamat

secara teratur 2x1 500 mg sesuai advis dokter.


b. Pada diagnosa kedua yaitu gangguan pemenuhan kebutuhan

istirahat tidur berhubungan dengan lingkungan bising, untuk

mengatasinya yaitu batasi jumlah pengunjung yang datang ( 1

pasien 1 penunggu), ciptakan lingkungan yang nyama, atur posisi

senyaman mungkin menjelang tidur, anjurkan mematikan lampu

saat tidur.
c. Pada diagnosa ketiga yaitu Intoleransi aktivitas berhubungan

dengan kelemahan fisik, tindakan yang diberikan adalah atur posisi


79

1 batal dibawah lutut, anjurkan klien melakukan aktivitas mandiri

secara bertahap, beri penkes tentang pentingnya mobilisasi.


d. Pada diagnosa keempat yaitu defisit prawatan diri berhubungan

dengan imobilisasi fisik akibat adanya luka post operasi sectio

caesarea tindakan yang dilakukan yaitu anjurkan klien untuk

mandi (diseka), berikan penkes tentang personal hygine, motivasi

klien untuk melakukan personal hygine secara mandiri, lakukan

tindakan memotong kuku pada klien .


e. Diagnosa kelima yaitu kurangnya pengetahuan tentang gizi

berhubungan dengan kurangnya informasi, tindakan yang

diberikan yaitu berikan penkes tentang gizi ibu menyusui,

evaluasi setelah dilakukan penkes.

4. Implementasi
Pada dasarnya rencana tindakan (intervensi) keperawatan yang

dibuat dipublikasikan ke dalam tahap pelaksanaan implementasi

keperawatan yang diberikan pada klien Ny. A dengan kasus post

partum sectio caesarea atas indikasi cephalo pelvic disproportion

yang merupakan pengkajian dari seluruh tindakan keperawatan yang

dibuat sebelumnya :
a. Pada diagnosa pertama yaitu nyeri berhubungan dengan

terputusnya kontinuitas jaringan akibat pos operasi sectio

caesarea, tindakan yang diberikan adalah klien dibantu untuk

melakukan teknik relaksasi nafas dalam, atur posisi sesuai

kenyamanan klien, anjurkan klien meminum obat asam mefenamat

secara teratur 2x1 500 mg sesuai advis dokter.


80

b. Pada diagnosa kedua yaitu gangguan pemenuhan kebutuhan

istirahat tidur berhubungan dengan lingkungan bising, untuk

mengatasinya yaitu batasi jumlah pengunjung yang datang ( 1

pasien 1 penunggu), ciptakan lingkungan yang nyaman, atur posisi

senyaman mungkin menjelang tidur, anjurkan mematikan lampu

saat tidur.
c. Pada diagnosa ketiga yaitu intoleransi aktivitas berhubungan

dengan kelemahan fisik, tindakan yang diberikan adalah atur posisi

1 batal dibawah lutut, anjurkan klien melakukan aktivitas mandiri

secara bertahap, beri penkes tentang pentingnya mobilisasi.


d. Pada diagnosa keempat yaitu defisit prawatan diri berhubungan

dengan imobilisasi fisik akibat adanya luka post operasi sectio

caesarea tindakan yang dilakukan yaitu anjurkan klien untuk

mandi (diseka), berikan penkes tentang personal hygine, motivasi

klien untuk melakukan personal hygine secara mandiri, lakukan

tindakan memotong kuku pada klien.


e. Diagnosa kelima yaitu kurangnya pengetahuan tentang gizi

berhubungan dengan kurangnya informasi tindakan yang diberikan

yaitu berikan penkes tentang gizi ibu menyusui, evaluasi setelah

dilakukan penkes.
5. Evaluasi
Evaluasi Merupakan tahap akhir dari proses keperawatan yang

berguna untuk mengukur keberhasilan dari rencana dan pelaksanaan

keperawatan yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan klien. Pada

tahap ini penulis tidak mendapat hambatan karena klien dapat di

evaluasi segera setelah pelaksanaan tindakan, juga penulis melakukan


81

evaluasi hasil (sumatif) yaitu penilaian terhadap kriteria yang dapat

dalam tujuan.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan dari tanggal 23 Mei 2016

di RSUD Kabupaten Subang, dan tanggal 25 sampai 28 Mei 2016

melakukan home visite hasilnya menunjukan kemajuan bagi

kesehatan klien. Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur,

intoleransi aktivitas dan kurangnya pengetahuan teratasi pada tanggal

26 Mei 2016, sedangkan nyeri dan defisit perawatan diri teratasi pada

tanggal 27 Mei 2016, selanjutnya penulis menganjurkan klien untuk

kontol ke Bidan atau Puskesmas terdekat apabila ada keluhan.


82

Anda mungkin juga menyukai