Orde Lama

Orde Lama dalam sejarah politik Indonesia merujuk kepada masa pemerintahan Soekarno (1945-1965). Istilah ini tentu saja tidak digunakan pada saat itu, dan baru dicetuskan pada masa pemerintahan Soeharto yang disebut juga dengan Orde Baru. Sejarah mencatat bahwa Orde Lama gagal membangun tatanan masyarakat yang cukup rukun dan terhindar dari bahaya konflik. Pendekatan Pancasilais model Orde Lama tidak bisa banyak memberikan suara karena masalah kedaulatan bangsa masih belum jelas. Hal ini ditandai dengan banyaknya muncul pemberontakan. Pemberontakan jelas sangat tidak sehat, sebab masyarakat akhirnya begitu mudah terpola dalam banyak kelompok yang saling mencurigai. Stabilitas politik dan keamanan menjadi tidak terkendali. Akhirnya, fenomena ini membawa gejolak sosial yang lebih jauh, dan yang paling utama adalah gejolak ekonomi. Menjelang akhir Orde Lama, Indonesia benar-benar berada dalam titik rawan kehancuran ekonomi. Membayangkan toleransi dan kerukunan dalam kondisi seperti ini adalah sesuatu yang terasa absurd. Akhir tahun 1965 dan 1966, terjadi kerusuhan paling berdarah dalam sejarah Indonesia, yakni pemberontakan 30 September yang dilanjutkan dengan pemusnahan massal anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dekret Presiden 5 Juli 1959

Dekret Presiden 1959 Dekret Presiden 5 Juli 1959 adalah dekret yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno pada 5 Juli 1959. Isi dekret ini adalah pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan penggantian undang-undang dasar dari UUD Sementara 1950 ke UUD '45.

Latar Belakang
Dekret Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10 November 1956. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan. Sementara, di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembali kepada UUD '45 semakin kuat. Dalam menanggapi hal itu, Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak tetapi pemungutan suara ini harus diulang, karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Kuorum adalah jumlah minimum anggota yg harus hadir dl rapat, majelis, dan sebagainya (biasanya lebih dari separuh jumlah anggota) agar dapat mengesahkan suatu putusan. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum.

Menurut laporan di "Suara Pemuda Indonesia": Sebelum akhir tahun 1960. dan ratusan perwira angkatan rendah terlatih setiap tahun. Pada bulan 5 Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Presiden Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden. Tiap tahun AS melatih perwira-perwira militer sayap kanan.Untuk meredam kemacetan.00. Presiden Soekarno mengeluarkan dekret yang diumumkan dalam upacara resmi di Istana Merdeka. Soekarno memperkuat tangan Angkatan Bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisiposisi yang penting. Kepala Badan untuk Pembangunan Internasional di Amerika pernah sekali mengatakan bahwa bantuan AS. Antara tahun 1959 dan tahun 1965. inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah. Isi dari Dekret tersebut antara lain : 1. gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. bukan untuk mendukung Sukarno dan bahwa AS telah melatih sejumlah besar perwira-perwira angkatan bersenjata dan orang sipil yang mau membentuk kesatuan militer untuk membuat Indonesia sebuah "negara bebas". lebih dari 200 perwira tingkatan tinggi telah dilatih di AS. mereka juga mendukung penekanan terhadap perlawanan penduduk adat. Pembubaran Konstituante 2. Pengeluaran Dekret Presiden 1959 Pada 5 Juli 1959 pukul 17. Soekarno juga membubarkan Konstituante yang ditugasi untuk menyusun Undang-Undang Dasar yang baru. Gerakan 30 September . cadangan devisa menurun. Di tahun 1962. yaitu kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum borjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani. masa istirahat dr kegiatan bersidang) yang ternyata merupkan akhir dari upaya penyusunan UUD. agama (Islam) dan komunisme yang dinamakan NASAKOM. Pemberlakuan kembali UUD '45 dan tidak berlakunya UUDS 1950 3. yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya saja. perebutan Irian Barat secara militer oleh Indonesia mendapat dukungan penuh dari kepemimpinan PKI. Amerika Serikat telah melengkapi 43 batalyon angkatan bersenjata. dan sebaliknya menyatakan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945. dengan semboyan "Kembali ke UUD' 45". Amerika Serikat memberikan 64 juta dollar dalam bentuk bantuan militer untuk jendral-jendral militer Indonesia. Di antara tahun 1956 dan 1959. Konstituante memutuskan reses (masa perhentian sidang [parlemen]. tentu saja. Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya Sejarah Indonesia (1959-1966) Demokrasi terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia. PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa PKI mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara nasionalisme. Era "Demokrasi Terpimpin". Pendapatan ekspor menurun.

Termasuk pergerakan wanita (Gerwani). Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha Kudeta yang dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia. kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani. Perdana Menteri Zhou Enlai memberikan 100. Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM. Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh). PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3.sekali lagi dengan hasutan dari PKI.000 pucuk senjata chung.Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI. ANGKATAN KE LIMA Perayaan Milad PKI yang ke 45 di Jakarta pada awal tahun 1965 Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok. Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden . organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata .5 juta. Pendapatan ekspor menurun. ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya.sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah. gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis.5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. foreign reserves menurun. penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S/PKI. Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden . Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". di luar Tiongkok dan Uni Soviet. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. G-30S/PKI. Latar belakang PKI merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia. Pada era "Demokrasi Terpimpin". PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung. Anggotanya berjumlah sekitar 3.

penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S/PKI. Angkatan kelima Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok. kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha memprovokasi bentrokanbentrokan antara aktivis massanya dan polisi dan militer. Pemimpin-pemimpin PKI juga menginfiltrasi polisi dan tentara denga slogan "kepentingan bersama" polisi dan "rakyat". Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin".000 pucuk senjata jenis chung. jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. Pada permulaan 1965. Perdana Menteri Zhou Enlai menjanjikan 100. Pendapatan ekspor menurun. PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis. Bentrokan-bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah. tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis "rakyat". gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Dari tahun 1963. di mana di sana rakyat dan partai komunis menyita milik Tsar dan membagi-bagikannya kepada rakyat. inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah. dan lain-lain). Hal ini dapat dibuktikan dengan nama jabatannya (Menpangab. . Aidit menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari "sikapsikap sektarian" kepada angkatan bersenjata. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dan polisi dan para pemilik tanah. tidak peduli tanah siapa pun (milik negara=milik bersama). Menpangad. foreign reserves menurun. Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". Tetapi petinggi Angkatan Darat tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curigamencurigai antara militer dan PKI. Pada awal tahun 1965 Bung Karno atas saran dari PKI akibat dari tawaran perdana mentri RRC. para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik Amerika Serikat. kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan nasionalis dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani. mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. mengimbau semua pengarang dan seniman sayap-kiri untuk membuat "massa tentara" subyek karya-karya mereka. Pada era "Demokrasi Terpimpin". Kemungkinan besar PKI meniru revolusi Bolsevik di Rusia. Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini. Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ribuan petani bergerak merampas tanah yang bukan hak mereka atas hasutan PKI. Di bulan Agustus 1964. Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM. Jendral-jendral tersebut masuk kabinet karena jabatannya di militer oleh Sukarno disamakan dengan setingkat mentri.dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Pada waktu yang sama.

Di bulan Mei 1965. Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk memecilkan aspek anti-rakyat dalam alat-alat negara. Rejim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksi-aksi mogok di industri. Hal ini meningkatkan kasak-kusuk dan isu perebutan kekuasaan apabila Bung Karno meninggal dunia. Mereka. Aidit tahu persis bahwa Bung Karno hanya sakit ringan saja. berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. menyatakan keperluan untuk pendirian "angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata. Tahunya Aidit akan jenis sakitnya Sukarno membuktikan bahwa hal tersebut sengaja dihembuskan PKI untuk memicu ketidakpastian di masyarakat. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu. Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa "NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan "angkatan kelima". Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan untuk pembentukan rejim militer. termasuk para komunis". jadi hal ini bukan merupakan alasan PKI melakukan tindakan tersebut. kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas hukum kapitalis negara. Namun menurut Subandrio. Panitia Agraria yang menghasilkan UUPA . Isu masalah tanah dan bagi hasil Pada tahun 1960 keluarlah Undang-Undang Pokok Agraria (UU Pokok Agraria) dan UndangUndang Pokok Bagi Hasil (UU Bagi Hasil) yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari Panitia Agraria yang dibentuk pada tahun 1948. yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata.Pengangkatan Jenazah di Lubang Buaya Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan unsur-unsur masyarakat Indonesia. Isu sakitnya Bung Karno Sejak tahun 1964 sampai menjelang meletusnya G30S telah beredar isu sakit parahnya Bung Karno. depan jendraljendral militer.

menjelaskan motivasi para tentara yang menggabungkan diri dalam gerakan G30S/Gestok (Gerakan Satu Oktober). Peristiwa yang menonjol dalam rangka ini antara lain peristiwa Bandar Betsi di Sumatera Utara dan peristiwa di Klaten yang disebut sebagai ‘aksi sepihak’ dan kemudian digunakan sebagai dalih oleh militer untuk membersihkannya. Walaupun undang-undangnya sudah ada namun pelaksanaan di daerah tidak jalan sehingga menimbulkan gesekan antara para petani penggarap dengan pihak pemilik tanah yang takut terkena UUPA. Soekarno merasa kecewa dan berbalik mencari dukungan PKI untuk melampiaskan amarahnya kepada Malaysia. Di satu pihak Letjen Ahmad Yani tidak ingin melawan Malaysia yang dibantu oleh Inggris dengan anggapan bahwa tentara Indonesia pada saat itu tidak memadai untuk peperangan dengan skala tersebut. Jawa Timur. Nasution setuju dengan usulan Soekarno karena ia mengkhawatirkan isu Malaysia ini akan ditunggangi oleh PKI untuk memperkuat posisinya di percaturan politik di Indonesia. Hal ini juga dapat dilihat dari kegagalan operasi gerilya di Malaysia. Tak heran. dan di propinsi-propinsi lain juga terjadi hal demikian. tapi juga dengan Persis dan Muhammadiya) itu pada dasarnya terjadi di hampir semua tempat di Indonesia. merobek-robek foto Soekarno. seperti yang ditulis di otobiografinya. PKI di beberapa tempat bahkan sudah mengancam kyai-kyai bahwa mereka akan disembelih setelah tanggal 30 September 1965 (hal ini membuktikan bahwa seluruh elemen PKI mengetahui rencana kudeta 30 September tersebut). padahal tentara Indonesia sebenarnya sangat mahir dalam peperangan gerilya. Brigadir Jenderal Suparjo. membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda. mengeluh. Mengetahui bahwa tentara Indonesia tidak mendukungnya. ” Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan Tunku yang menginjak-injak lambang negara Indonesia[2] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan sebutan "Ganyang Malaysia" kepada negara Federasi Malaysia yang telah sangat menghina Indonesia dan presiden Indonesia. Posisi Angkatan Darat pada saat itu serba salah karena di satu pihak mereka tidak yakin mereka dapat mengalahkan Inggris. Akhirnya para pemimpin Angkatan Darat memilih untuk berperang setengah hati di Kalimantan.H. mengakui bahwa ia adalah seorang yang memiliki . dan juga pada akhirnya menyebabkan PKI melakukan penculikan petinggi Angkatan Darat. Perintah Soekarno kepada Angkatan Darat untuk meng"ganyang Malaysia" ditanggapi dengan dingin oleh para jenderal pada saat itu. di mana para demonstran menyerbu gedung KBRI.terdiri dari wakil pemerintah dan wakil berbagai ormas tani yang mencerminkan 10 kekuatan partai politik pada masa itu. di Jawa Barat. komandan pasukan di Kalimantan Barat. Soekarno. melibatkan sebagian massa pengikutnya dengan melibatkan backing aparat keamanan. Konfrontasi Indonesia-Malaysia merupakan salah satu penyebab kedekatan Presiden Soekarno dengan PKI. konfrontasi tak dilakukan sepenuh hati dan ia merasa operasinya disabotase dari belakang[3]. sedangkan di pihak lain Kepala Staf TNI Angkatan Darat A. Keributan antara PKI dan islam (tidak hanya NU. amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak. Faktor Malaysia Negara Federasi Malaysia yang baru terbentuk pada tanggal 16 September 1963 adalah salah satu faktor penting dalam insiden ini[1]. “ Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur. dan di lain pihak mereka akan menghadapi Soekarno yang mengamuk jika mereka tidak berperang.

. agen CIA menyatakan ketidakpercayaan kepada tindakan PKI yang dirasa tidak masuk akal karena situasi politis Indonesia yang sangat . Peranan badan intelejen Amerika Serikat (CIA) pada peristiwa ini sebatas memberikan 50 juta rupiah (uang saat itu) kepada Adam Malik dan walkie-talkie serta obat-obatan kepada tentara Indonesia. Malaysia itu musuh nomor satu. Untukku. Pada saat PKI memperoleh angin segar. tetapi tidak sekarang.harga diri yang sangat tinggi. namun ia memutuskan untuk mendiamkannya karena ia masih ingin meminjam kekuatan PKI untuk konfrontasi yang sedang berlangsung. dan berkhianat terhadap misi yang diberikan Soekarno. Faktor Amerika Serikat Amerika Serikat pada waktu itu sedang terlibat dalam perang Vietnam dan berusaha sekuat tenaga agar Indonesia tidak jatuh ke tangan komunisme. Salah satu pandangan mengatakan bahwa peranan Amerika Serikat dalam hal ini tidak besar. mereka melihat posisi PKI yang semakin menguat sebagai suatu ancaman. Mereka memutuskan untuk berhubungan dengan orang-orang dari PKI untuk membersihkan tubuh Angkatan Darat dari para jenderal ini. dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk merubah keinginannya meng"ganyang Malaysia". justru para penentangnyalah yang menghadapi keadaan yang buruk. Itu terserah kamu. Dalam telegram kepada Presiden Johnson tanggal 6 Oktober. manusia jang mengakui bahwa ia mentjintai dirinja sendiri tidak mungkin mendjadi satelit jang melekat pada bangsa lain. Soekarno juga mengetahui hal ini. ” Di pihak PKI. Suatu saat saya akan membereskan PKI. Dia tidak mungkin menjadi boneka. PKI juga memanfaatkan kesempatan itu untuk keuntungan mereka sendiri. "Soekarno berkata. berperang hanya dengan setengah hati. Soekarno tidak mungkin menghambakan diri pada dominasi kekuasaan manapun djuga. hal ini dapat dilihat dari telegram Duta Besar Green ke Washington pada tanggal 8 Agustus 1965 yang mengeluhkan bahwa usahanya untuk melawan propaganda anti-Amerika di Indonesia tidak memberikan hasil bahkan tidak berguna sama sekali.. mereka menjadi pendukung terbesar gerakan "ganyang Malaysia" yang mereka anggap sebagai antek Inggris. Politisi Amerika pada bulan-bulan yang menentukan ini dihadapkan pada masalah yang membingungkan karena mereka merasa ditarik oleh Sukarno ke dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia ini."[2] Dari pihak Angkatan Darat. Manusia jang tjongkak dengan suara-batin yang menjala-njala. jadi motif PKI untuk mendukung kebijakan Soekarno tidak sepenuhnya idealis.. khususnya dengan adanya poros Jakarta-Beijing-Moskow-Pyongyang-Phnom Penh. karena posisi Indonesia yang melemah di lingkungan internasional sejak keluarnya Indonesia dari PBB (20 Januari 1965). Namun ia juga menegaskan bahwa suatu waktu "giliran PKI akan tiba. “ Soekarno adalah seorang individualis. perpecahan internal yang terjadi mulai mencuat ketika banyak tentara yang kebanyakan dari Divisi Diponegoro yang kesal serta kecewa kepada sikap petinggi Angkatan Darat yang takut kepada Malaysia. "Kamu bisa menjadi teman atau musuh saya. Dari sebuah dokumen rahasia badan intelejen Amerika Serikat (CIA) yang baru dibuka yang bertanggalkan 13 Januari 1965 menyebutkan sebuah percakapan santai Soekarno dengan para pemimpin sayap kanan bahwa ia masih membutuhkan dukungan PKI untuk menghadapi Malaysia dan oleh karena itu ia tidak bisa menindak tegas mereka. ditambah hubungan internasional PKI dengan Partai Komunis sedunia. antek nekolim.

menyebutkan bahwa Amerika menjadi aktor di balik layar dan setelah dekrit Supersemar Amerika memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada militer untuk dibunuh. Untung. Bali serta tempat-tempat lainnya. gaplek. Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha Kudeta yang dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia. Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut. Jawa Timur. Namun hingga saat ini kedua pandangan tersebut tidak memiliki banyak bukti-bukti fisik. Inflasi yang mencapai 650% membuat harga makanan melambung tinggi. banyak rakyat Indonesia yang sehari-hari hanya makan bonggol pisang. dan Bali dilakukan oleh PKI atau NU/PNI. Beberapa faktor yang berperan kenaikan harga ini adalah keputusan Suharto-Nasution untuk menaikkan gaji para tentara 500% dan penganiayaan terhadap kaum pedagang Tionghoa yang menyebabkan mereka kabur. enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. terutama dari kalangan korban dari insiden ini. Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI. Faktor ekonomi Ekonomi masyarakat Indonesia pada waktu itu yang sangat rendah mengakibatkan dukungan rakyat kepada Soekarno (dan PKI) meluntur. Peristiwa Sumur Lubang Buaya Pada 30 September 1965. Pandangan lain. serta bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi lainnya. Mereka tidak sepenuhnya menyetujui kebijakan "ganyang Malaysia" yang dianggap akan semakin memperparah keadaan Indonesia. Jawa Timur. gula. Sebagai akibat dari inflasi tersebut. minyak. umbi-umbian. Faktor ekonomi ini menjadi salah satu sebab kemarahan rakyat atas pembunuhan keenam jenderal tersebut. dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. G-30S/PKI. Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh). yang berakibat adanya backlash terhadap PKI dan pembantaian orangorang PKI di Jawa Tengah. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu. Isu Dewan Jenderal Pada saat-saat yang genting sekitar bulan September 1965 muncul isu adanya Dewan Jenderal yang mengungkapkan adanya beberapa petinggi Angkatan Darat yang tidak puas . rakyat kelaparan dan terpaksa harus antri beras. dan hingga akhir Oktober masih terjadi kebingungan atas pembantaian di Jawa Tengah.menguntungkan mereka. pun mereka menggunakan kain dari karung sebagai pakaian mereka.

Isu Dokumen Gilchrist Dokumen Gilchrist yang diambil dari nama duta besar Inggris untuk Indonesia Andrew Gilchrist beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jenderal. dan Harjono. Kedutaan Amerika Serikat juga dituduh memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada tentara untuk "ditindaklanjuti". berbeda dengan sekarang) dengan Kolonel Abdul Latief di Rumah Sakit Angkatan Darat Korban Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah: • • • • • • Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi) Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi) Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan) Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen) Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik) Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat) Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama. Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut. wartawan The Nation yang menulis buku "Indonesian Upheaval". Soekarno disebut-sebut memerintahkan pasukan Cakrabirawa untuk menangkap dan membawa mereka untuk diadili oleh Soekarno. Satu-satunya bukti yang bisa dielaborasi adalah pertemuan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad (pada zaman itu jabatan Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat tidak membawahi pasukan. yang oleh beberapa pihak disebut sebagai pemalsuan oleh intelejen Ceko di bawah pengawasan Jenderal Agayant dari KGB Rusia. selamat dari upaya pembunuhan tersebut.J. Leimena) . terjadi tindakan beberapa oknum yang termakan emosi dan membunuh Letjen Ahmad Yani. Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban: • Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr. Namun yang tidak diduga-duga. Panjaitan. salah satunya seperti yang ditulis John Hughes. putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau.terhadap Soekarno dan berniat untuk menggulingkannya. yang dijadikan basis skenario film "The Year of Living Dangerously". dalam operasi penangkapan jenderal-jenderal tersebut. ia sering menukar data-data apa yang ia kumpulkan untuk mendapatkan fasilitas teleks untuk mengirimkan berita. Dokumen ini. menyebutkan adanya "Teman Tentara Lokal Kita" yang mengesankan bahwa perwira-perwira Angkatan Darat telah dibeli oleh pihak Barat[4]. Dinas intelejen Amerika Serikat mendapat data-data tersebut dari berbagai sumber. Menanggapi isu ini. Isu Keterlibatan Soeharto Hingga saat ini tidak ada bukti keterlibatan/peran aktif Soeharto dalam aksi penculikan tersebut. Sebaliknya.

Tampak Mayjen Soeharto di sebelah kanan Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan. sekarang Angkatan Darat pimpinannya saya berikan kepadamu." Pada tanggal 16 Oktober 1965.Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam. Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan nasional". yang sama sekali berdiri diatas Nasakom. Berikut kutipan amanat presiden Sukarno kepada Suharto pada saat Suharto disumpah[5]: “ Saya perintahkan kepada Jenderal Mayor Soeharto. pemimpin-pemimpin Uni-Sovyet Brezhnev. yang sama sekali berdiri atas prinsip Manipol-USDEK.Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari kekacauan. Pasca kejadian Pemakaman para pahlawan revolusi.. dan penghentian kekerasan. Dan oleh karena Manipol-USDEK ini adalah haluan . yang sama sekali berdiri diatas Trisakti.. Yogyakarta) Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede. Pada tanggal 12 Oktober 1965. Angkatan Bersenjata daripada Republik Indonesia yang sama sekali menjalankan Panca Azimat Revolusi. yang sama sekali berdiri diatas prinsip Berdikari. Sukarno melantik Mayjen Suharto menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat di Istana Negara.. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober. Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas. ” Manipol-USDEK telah ditentukan oleh lembaga kita yang tertinggi sebagai haluan negara Republik Indonesia.• • Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Yogyakarta) Korem 072/Pamungkas. Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasiorganisasi massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata. Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: "Kita dan rekan-rekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik. buatlah Angkatan Darat ini satu Angkatan dari pada Republik Indonesia. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama "Tribune". yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya..

Saya doakan Tuhan selalu beserta kita dan beserta engkau! Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan Februari 1966. kita semuanya. terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. menyatakan "penghargaan penuh" atas usaha-usaha perwakilan-perwakilan dari Nepal. dan para pemimpin dan pelindung mereka. antara 500. kelompok-kelompok pemuda dari organisasi-organisasi muslim sayap-kanan seperti barisan Ansor NU dan Tameng Marhaenis PNI melakukan pembunuhan-pembunuhan massal. Pendirian mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. perwakilan UniSovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduh sebagai PKI. Namun diduga setidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu. Oleh Angkatan Darat. yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia. Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis . untuk bercampur-tangan di dalam urusan dalam negeri Indonesia." Asumsi Penangkapan dan pembunuhan Penangkapan Simpatisan PKI Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan ratusan ribu lainnya dipenjarakan di kamp-kamp . Asia dan Amerika Latin. Jawa Timur (bulan November) dan Bali (bulan Desember). dijalankan. dan sebagai Menteri dalam kabinetku.daripada negara Republik Indonesia. saya perintahkan engkau. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah (bulan Oktober). dipupuk oleh semua kita. yang berhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan 30 September. Ada laporanlaporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu "terbendung mayat". Hanya jikalau kita berdiri benar-benar di atas Panca Azimat ini. Pada akhir 1965. sementara perkiraan lain menyebut dua sampai tiga juga orang. kerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dengan sebaik-baiknya. Angkatan Kepolisian Negara.perkiraan yang konservatif menyebutkan 500. Angkatan Laut. semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kampkamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. sebagai panglima Angkatan Darat. maka barulah revousi kita bisa jaya. Mongolia. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari. Dihasut dan dibantu oleh tentara. Angkatan Udara. semua anggota dan pendukung PKI. atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI. maka dia harus dijunjung tinggi. UniSovyet dan negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika.000 orang. Soeharto.

000 orang pekerja dan petani dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia. paling sedikit 35.000 orang menjadi korban di permulaan 1966. Empat tapol. Simon Petrus Sulaeman dan Nobertus Rohayan. tetapi pekerjaannya diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto. Di kota-kota besar pemburuan-pemburuan rasialis "antiTionghoa" terjadi. yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI. Ia memerintah Suharto untuk mengambil "langkah-langkah yang sesuai" untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi dan wibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Suharto untuk melarang PKI. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya. Transportasi sungai menjadi terhambat secara serius. Eksekusi-eksekusi masih dilakukan sampai sekarang. Orang-orang dari daerah-daerah ini bercerita kepada kita tentang sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat. Di daerah-daerah lain. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA [1] menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji terhadap mereka. yang telah melarikan diri. Safar Suryanto. Pekerja-pekerja dan pegawai-pegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadian kontra-revolusioner ini dipecat. Kepemimpinan PKI terus mengimbau massa agar menuruti kewenangan rejim SukarnoSuharto. Johannes Surono Hadiwiyino. Aidit. para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. ditangkap dan dibunuh oleh TNI pada tanggal 24 November.konsentrasi. Peringatan . Sukarno memberi Suharto kekuasaan tak terbatas melalui Surat Perintah Sebelas Maret. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam galian-galian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak berani meninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus. majalah "Time" memberitakan: "Pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang serius di Sumatra Utara. adalah pelaku pembunuhan-pembunuhan ini. termasuk belasan orang sejak tahun 1980-an. tanpa adanya perlawanan sama sekali. dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu." Di pulau Bali.000 orang masih dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. Di sana para Tamin. di mana udara yang lembab membawa bau mayat membusuk. Supersemar Lima bulan setelah itu. Diperkirakan sekitar 110. pada tanggal 11 Maret 1966. Paling sedikit 250. Sukarno dipertahankan sebagai presiden tituler diktatur militer itu sampai Maret 1967.

diadakan rangkaian acara peringatan untuk mengenang peristiwa pembunuhan terhadap ratusan ribu hingga jutaan jiwa di berbagai pelosok Indonesia. Murad Aidit. antara lain Setiadi. Selain civitas academica Universitas Indonesia.4 Oktober 2006. Depok. Lubang Buaya Sesudah kejadian tersebut. Hari berikutnya. Namun sejak era Reformasi bergulir. acara itu juga dihadiri para korban tragedi kemanusiaan 1965. Acara yang bertajuk "Pekan Seni Budaya dalam rangka memperingati 40 tahun tragedi kemanusiaan 1965" ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.Monumen Pancasila Sakti. Haryo Sasongko. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. . film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan. Sasuke. ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Pada masa pemerintahan Soeharto. Pada 29 September . dan Putmainah. biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. 1 Oktober.

ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. antara lain Setiadi. diadakan rangkaian acara peringatan untuk mengenang peristiwa pembunuhan terhadap ratusan ribu hingga jutaan jiwa di berbagai pelosok Indonesia. Depok. Pada masa pemerintahan Soeharto. Pada 29 September .Peringatan Monumen Pancasila Sakti. biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. Acara yang bertajuk "Pekan Seni Budaya dalam rangka memperingati 40 tahun tragedi kemanusiaan 1965" ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir. dan Putmainah. film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.4 Oktober 2006. Haryo Sasongko. . Hari berikutnya. acara itu juga dihadiri para korban tragedi kemanusiaan 1965. Murad Aidit. Selain civitas academica Universitas Indonesia. 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Lubang Buaya Sesudah kejadian tersebut. Sasuke. 1 Oktober.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful