Anda di halaman 1dari 1

Dalam pembahasanya terlihat bahwa program pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Orde

Baru merupakan program yang terencana dengan adanya Rencana Pembangunan Lima Tahun
(REPELITA). Melalui program tersebut setiap periodenya pemerintah dapat memfokskan pembangunan
dalam sektor tertentu untuk mendorongg sektor lainya mengaami pertumbuhan. Salah satu contoh
yang dapat dilihat dalam tulisan Mira Munawaroh asalah Pada periode Repelita I, lebih menitik
beratkan kepada sektor pertanian terutama kepada sub sektor tanaman pangan, perhatian terhadap
sektor pertanian adalah satu dar sekian banyak hal penting daam upaya awal untuk pembangunan
ekonomi. Hal tersebut didasarkan karena pada waktu itu sebagian besar penduduk Indonesia masih
tinggal di pedesan dengan mata pencaharian utamanya adalah bidang pertanian terutama pangan
sehingga pembangunan harus ditujukan kepada peningkatan produktifitas pangan yang meningkatkan
pendapatan petani dan daya beli para petani.

Jika kita lihat di daerah Timur Indonesia tahap perkembangan perekonomian masih banyak yang termasuk ke
dalam tahap masyarakat tradisional namun berbanding terbalik dengan perekonomian rakyat Jakarta yang
beberapa di antaranya termasuk ke dalam tahap konsumsi massa tingkat tinggi.

Namun jika kita lihat secara keseluruhan Indonesia masih termasuk ke dalam tahapan tinggal landas (the take-
off)yang dapat dilihat dari ciri-ciri yang sama dimiliki antara tahapan ini dengan negara Indonesia. Contoh
konkrit lainnya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2012 berdasarkan data dari kementrian
keuangan adalah 6,4% atau berdasarkan data dari Indonesian Finance Today Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
2012 Sebesar 6,3%-6,7% yang berarti Indonesia sedang memasuki tahap lepas landas.

Indonesia juga telah menerapkan teknologi dan manajemen modern yang makin luas dan
intensif. Selain itu, terjadi perubahan drastis di bidang sosial maupun politik serta terciptanya
kemajuan ekonomi yang pesat karena inovasi-inovasi dan terbukanya pasar-pasar baru.

Namun terdapat hal menarik pada saat Indonesia di masa Soeharto yang juga menerapkan teori Rostow. Di
masa itu istilah tinggal landas cukup populer. Tapi semuanya berantakan karena krisis moneter 1998. Sehingga
menurut pendapat saya teori ini tidak terbukti benar karena kondisi perekonomian sebuah negara bahkan dunia
itu bersifat tidak stabil. Yang jelas memang ketergantungan terhadap utang luar negeri terbukti berdampak
sangat negatif hingga sekarang.