Anda di halaman 1dari 3

LI.

Memahami dan Menjelaskan Limfoma


LO.1.1. Definisi Limfoma
Neoplasma limfoid berupa tumor yang menimbulkan massa pada klenjar
getah bening atau jaringan lain (Robbins).
Limfoma merupakan keganasan system limfatik. Penyebabnya tidak
diketahui, tetapi factor risiko yang diidentifikasi mencakup keadaan
imunodefisiensi (kongenital atau didapat), serta pajanan dengan herbisida,
pestisida, dan pelarut organic seperti benzene. Peningkatan insiden AIDS
dihubungkandengan limfoma derajat tinggi yang menunjukan imunosupresi
sebagai factor penyebab. Virus telah implikasikan, terutama virus Epstein-Barr
ditemukan pada limfoma Burkitt dan yang lebih mutakhir diimplikasikan pada
pathogenesis penyakit Hodgkin yang mungkin (Sylvia).
Limfoma maligna merupakan transformasi neoplastic sel yang terutama
berada di jaringan limfoid. Dua varian utama limfoma maligna adalah limfoma
non-Hodgkin dan penyakit Hodgkin. Walaupun kedua tumor ini menyebuk organ
retikuloendotel, secara biologis dan klinis keduanya berbeda (Freedman AS,
Nadler LM).

Varian Limfoma Maligna Definisi


Limfoma Hodgkin Termasuk dalam keganasan limforetikular yaitu
limfoma malignum. Secara histopatologis
ditemukan sel Reed-Sternberg (Sumantri R)
Limfoma Non-Hodgkin Kelompok keganasan primer limfosit yang dapat
berasal dari limfosit B, limfosit T dan kadang(amat
jarang) berasal dari sel NK (“natural killer”) yang
berada dalam system limfe; yang sangat heterogen,
baik tipe histologis, gejala, perjalanan klinis,
respon terhadap pengobatan, maupun prognosis
(Reksodiputro AH, Irawan C)

LO.1.2. Epidemiologi Limfoma


Limfoma non-Hodgkin
Sekitar 40.000 kasus baru limfoma nonHodgkin terjadi setiap tahun di
Ameika Serikat, dan angka ini tampaknya meningkat. Walaupun jumlah total
pasien relative kecil dibandingkan dengan tumor padat lain yang lebih sering
ditemukan, limfoma maligna adalah neoplasma yang paling sering ditemukan
pada pasien berusia antara 20 dan 40 tahun. Dengan makin meningkatnya
insidens AIDS, jumlah kasus limfoma non Hodgkin meningkat tajam. Insidensi
meningkat linier seiring dengan usia. (Freedman AS, Nadler LM).
Pada tahun 2000 di Amerika Serikat diperkirakan terdapat 54.900 kasus baru,
dan 26.100 orang meninggal karena LNH. Di Amerika Serikat, 5% kasus LNH
baru terjadi pada pria, dan 4% pada wanita pertahunnya. Pada tahun 1997, LNH
dilaporkan sebagai penyebab kematian akibat kanker utama pada pria usia 20 –
39 tahun. Insidensi LNH di Amerika Serikat menurut National Cancer Institute
tahun 1996 adalah 15,5 per 100.000. LNH secara umum lebih sering terjadi pada
pria. Insidensi LNH meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan mencapai
puncak pada kelompok usia 80-84 tahun. Saat ini angka pasien LNH di Amerika
semakin meningkat dengan pertambahan 5 – 10% per tahunnya, menjadikannya
urutan kelima tersering dengan angka kejadian 12-15 per 100.000 penduduk. Di
Perancis penyakit ini merupakan keganasan ke tujuh tersering. Di Indonesia
sendiri LNH Bersama-sama dengan penyakit Hodgkin dan leukimia menempati
urutan ke enam tersering. Sampai saat ini belum diketahui sepenuhnya mengapa
angka kejadian LNH terus meningkat. Adanya hubungan erat antara penyakit
AIDS dan LNH kiranya memperkuat dugaan adanya hubungan antara LNH
dengan infeksi (Reksodiputro AH, Irawan C).
Limfoma Hodgkin
Setiap tahun di Amerika Serikat didiagnosis sekitar 7500 kasus baru penyakit
Hodgkin. Pada penyakit Hodgkin di Amerika Serikat dan di negara-negara barat
yang telah berkembang, kurva insidensi spesifik-umur berbentuk bimodal,
dengan puncak awal pada orang dewasa muda (15 sampai 35 tahun) dan puncak
kedua setelah 50 tahun. Penyakit Hodgkin lebih prevalen pada laki-laki, dan bila
kurva insidensi spesifik-umur dibandingkan dengan distribusi jenis kelamin
pasien, maka peningkatan prevalensi laki-laki lebih nyata pada orang dewasa
muda. Pada penyakit Hodgkin anak, predominansi laki-laki ini lebih mencolok,
dengan lebih dari 80 persen pasien adalah laki-laki (Freedman AS, Nadler LM).
Rasio kekrapan antara laki-laki dan perempuan adaah 1,3 – 1,4 berbanding
1. Terdapat distribusi umum bimodal, yaitu pada usia 15 – 34 tahun dan usia
diatas 55 tahun (Sumantri R).

LO.1.3. Etiologi Limfoma


Limfoma Hodgkin
Faktor risiko untuk penyakit ini adalah infeksi virus; infeksi virus onkogenik
diduga berperan dalam menimbulkan lesi genetic, virus memperkenalkan gen
asing ke dalam sel target. Virus-virus tersebut adalah virus Epstein-Barr,
Sitomegalovirus, HIV, dan Human Herpes Vrus-6 (HHV-6). Faktor risiko lain
adalah defisiensi imun, misalnya pada pasien transplantasi organ dengan
pemberian obat imunosupresif atau pada pasien cangkok sumsum tulang.
Keluarga dari pasien Hodgkin (adik-kakak) mempunyai risiko untuk terjadi
penyakit Hodgkin.
Limfonan non Hodgkin
Etiologi sebagian besar LNH tidak diketahui. Namun terdapat factor risiko
terjadinya LNH antara lain:
Imunodefisiensi
25% kelainan herediter langka yang berhubungan dengan terjadinya LNH antara
lain adalah: severe combined Immunodeficiency, hypogamma globulinemia,
common variable immunodeficiency, Wiskott-Aldrich syndrome, dan ataxia-
telangiectasia. Limfoma yang berhubungan dengan kelainan-kelainan tersebut
seringkali berhubungan pula dengan Virus Epstein-Barr (EBV) dan jenisnya
beragam, mulai dari hyperplasia poliklonal sel B hingga limfoma monoclonal.
Agen Infeksi
EBV DNA ditemukan pada 95% limfoma Burkitt endemic, dan lebih jarang
ditemukan pada limfoma Burkitt sporadic. Karena tidak pada semua ksus
lomfoma Burkiit ditemukan EBV, hubungan dan mekanisme EBV terhadap
tejadinya limfoma Burkitt belum diketahui. Sebuah hipotesis menyatakan bahwa
infeksi awal EBV dan factor lingkungan dapat meningkatkan jumlah precursor
yang terinfeksi EBV dan meningkatkan risiko tejadinya kerusakan genetic. EBV
juga dihubungkan dengan posttransplant lymphoproliferative disorders ( PTLDs)
dan AIDS-associated lymphomas.
Paparan lingkungan dan pekerjaan
Beberapa pekerjaan yang sering dihubungkan dengan risiko tinggi adalah
peternak serta pekerja hutan dan pertanian. Hal ini disebabkan adanya paparan
herbisida dan pelarut organic.
Diet dan paparan lainnya
Risiko LNH meningkat pada orang yang mengonsumsi makanan tinggi lemak
hewani, merokok, dan yang terkena paparan ultraviolet.

LO.1.4. Klasifikasi Limfoma


LO.1.5. Patogenesis dan Patofisiologi Limfoma
LO.1.6. Manifestasi Klinis Limfoma
LO.1.7. Diagnosis dan Diagnosis Banding
LO.1.8. Tatalaksana Limfoma
LO.1.9. Komplikasi Limfoma
LO.1.10. Prognosis Limfoma
LO.1.11. Pencegahan Limfoma