Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusun tugas ini dapat terselesaikan. Tugas
ini disusun untuk memenuhi tugas Mata kuliah Reproduksi Vertebrata Yaitu
penyususnan sebuah makalah yang Berjudul “Reproduksi pada Pisces ”.

Terima kasih Disampaikan kepada Dosen Mata Kuliah Reproduksi


Vertebrata yang telah membimbing dan memberikan kuliah demi kelancaran tugas
ini .Demikian tugas ini disusun semoga bermanfaat bagi kita semua terlebih kepada
penulis.

1|Reproduksi pisces
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kemampuan berkembangbiak atau bereproduksi adalah bagian terpenting
pada makhluk hidup. Reproduksi pada makhluk hidup merupakan suatu proses
alam dalam usaha mempertahankan keturunan dan keberadaan jenisnya di alam.
Ada dua cara berbeda pada makhluk hidup dalam membentuk keturunan, yaitu
reproduksi secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi seksual terjadi karena
bertemunya gamet jantan (sperma) dengan gamet betina (sel telur) dalam suatu
proses pembuahan (fertilisasi), sedangkan pada reproduksi aseksual, keturunan
yang terbentuk tanpa melalui proses pembuahan (Kimbal, 1994).
Ikan merupakan salah satu makhluk hidup yang secara umum bereproduksi
secara seksual. Dalam proses reproduksinya, ikan mempunyai tingkah laku dan tata
cara yang berbeda-beda, mulai dari tingkah laku meminang dan kawin, memijah,
sampai penjagaan terhadap telur dan anak-anaknya. Pada tulisan ini, diuraikan
secara singkat mengenai tingkah laku reproduksi ikan tersebut.
Ikan adalah salah satu hewan air yang sama dengan makhluk hidup lain
yaitu melakukan reproduksi untuk meneruskan keturunan agar spesies ikan tersebut
tidak punah. Pada ilmu perikanan, sistem reproduksi pada ikan jauh berbeda dengan
sistem reproduksi hewan pada umumnya, mengingat reproduksi ikan terjadi pada
perairan sehingga memiliki keunikan diantaranya tingkah laku ikan menjelang
pemijahan. Ikan tergolong vertebrata, bersifat poikilotermik (berdarah dingin) yang
hidup di air dan bernafas dengan insang. Golongan ikan ini memiliki jenis yang
beraneka ragam, ada yang menyebutkan 27.000 spesies di seluruh dunia, bahkan
ada yang memperkirakan sebesar 40.000 jenis.
Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut
untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan
untuk mempertahankan populasinya. Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya
merupakan bagian dari sistem reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar

2|Reproduksi pisces
kelamin atau gonad, dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan
disebut testis beserta salurannya. Sementara beberapa kelenjar endokrin
mempunyai peranan dalam mengatur sistem reproduksi (Hoar & Randall, 1983).
Reproduksi merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup
suatu organisme. Bayangkan apabila ada suatu organisme yang tidak melakukan
reproduksi, tentu saja akan menganggu keseimbangan alam. Tentu akan tidak
seimbang proses alam ini. Yang akan menghancurkan sebuah ekosistem,atau
bahkan peradaban. Upaya untuk meningkatkan produksi ikan hias diawali dengan
berhasil tidaknya menerapkan iptek reproduksi ikan untuk menghasilkan benih.
Berbagai jenis iptek reproduksi yang telah diterapkan pada usaha pembenihan ikan,
ter masuk ikan hias air tawar, diantaranya dengan cara yang sederhana yaitu
memanipulasi ling kungan perairan. Menurut Woynarovich dan Ho varth (1980)
ikan dapat dirangsang bereproduksi dengan (1) bau-bauan, bau tanah kering yang
terkena air hujan atau feromon, (2) suhu terten tu, baik suhu hangat/panas maupun
suhu dingin, (3) adanya tempat (sarang) untuk meletakkan telurnya, serta (4)
Adanya pejantan (lawan jenisnya). Ditambahkan oleh Lam (1985), factor
lingkungan seperti fotoperiod, musim hujan/ banjir, kondisi kualitas air, pasang
surut, siklus bulan, feromon juga dapat merangsang untuk memijah.
Selain faktor lingkungan untuk merangsang ikan agar mau memijah juga telah
digunakan berbagai jenis hormon gonadotropin, Antara lain untuk merangsang
ovulasi ikan lele dumbo digunakan Gonadotropin Releasing Hormone/ GnRH
(Lukistyowati, 1990). Untuk merangsang ovulasi pada Clarias batracus digunakan
hCG/human Chorionic Gonadotropin (Zairin, 1993), dan untuk merangsang ovulasi
ikan mas koki (Carassius auratus) digunakan hCG/human Chorionic Gonadotropin.
Pengaruh hormone terhadap pemijahan ikan saat ini banyak diterapkan
dikarenakan kemampuan hormone tersebut mempercepat mekanisme reproduksi
pada ikan salah satunya yaitu pemberian inhibitor aromatase terhadap pengaruhnya
pada perkembangan oosit ikan betina.

3|Reproduksi pisces
B. Keywords
Seksual, aseksual, pembuahan internal, pembuahan eksternal, ovarium,
testis, oviduk, vas deferens, saluran urogenital, mating, aromatase,
estradiol- 17 β, mikroinjeksi.
C. Abstrak
Reproduksi pada pisces umumnya secara seksual artinya terdapat
pertemuan Antara sperma dan ovum yang berlangsung diluar tubuh
induknya (eksternal) melalui suatu media cair yaitu air, terdapat beberapa
jenis ikan yang bereproduksi secara internal yang termasuk pada golongan
ikan bertulang rawan. Organ reproduksi betina ikan terdiri dari ovarium,
oviduk, dan saluran urogenital dan pada ikan jantan yaitu testis, vas
deferens, dan saluran urogenital. Setiap ikan memiliki mekanisme
reproduksi yang berbeda-beda. Tingkah laku kawin ikan terdiri dari pra
pemijahan, pemijahan, dan pasca pemijahan. Teknologi reproduksi pada
ikan meliputi pemberian hormone dan transgenic mikroinjeksi.
D. Rumusan masalah
1. Bagaimanakah struktur dan fungsi alat reproduksi pada pisces?
2. Bagaimanakah perbandingan alat kelamin jantan dan betina pada
pisces?
3. Apa saja tipe reproduksi pisces?
4. Bagaimanakah mekanisme reproduksi pada ikan mas koki?
5. Bagaimanakah tingkah laku kawin pada pisces?
6. Apa saja Teknologi reproduksi pada ikan??
E. Tujuan
1. Mengetahui struktur dan fungsi alat reproduksi pisces
2. Mengetahui perbandingan alat kelamin jantan dan betina pada pisces
3. Mengetahui tipe reproduksi pisces
4. Mengetahui mekanisme reproduksi pada pisces
5. Mengetahui tingkah laku kawin pada pisces
6. Mengetahui teknologi reproduksi pada ikan.

4|Reproduksi pisces
BAB II
PEMBAHASAN

A. Struktur dan fungsi alat reproduksi Pisces


Sebagian besar spesies ikan adalah gonokoristik (dioecious), dimana
sepanjang hidupnya memiliki jenis kelamin yang sama. Gonokoristik terdiri atas
dua kelompok: 1) kelompok yang tidak berdifferensiasi, artinya pada waktu juvenil,
jaringan gonad dalam keadaan belum dapat di identifikasi (jantan atau betina) ; 2)
kelompok yang berdiffrensiasi artinya sejak stadia juvenil sudah tampak jenis
kelamin ( jantan atau betina).
Secara umum seksualitas ikan dibedakan: Ikan jantan, ikan betina. Ikan
jantan dicirikan dengan kemampuan ikan untuk menghasilkan gamet jantan
(spermatozoa) dan Ikan betina dicirikan dengan kemampuan ikan untuk
menghasilkan gamet betina (ovum). Untuk membedakan ikan jantan dan ikan
betina dapat secara langsung melihat organ reproduksinya dengan cara membedah
dan melihat gonad yang dimiliki ikan. Umumnya gonad ikan bentuknya
memanjang, longitudinal dan berjumlah satu pasang, terletak di bawah gelembung
renang. Pada beberapa ikan golongan catfish gonad jantan berbentuk pipih seperti
pita dan bergerigi, sehingga bila dilakukan striping pada ikan jantan, sperma (milt)
sulit keluar. Pada ikan mas gonad ikan jantan berbentuk seperti tabung, sehingga
mudah keluar. Secara tidak langsung untuk menentukan jenis kelamin dengan
melihat ciri-ciri seksual sekunder, yaitu terhadap performa ikan dengan melihat
warnanya, ukuran, dan ciri-ciri lain yang dimiliki.(Yuniar, 2012).
Alat kelamin betina, yaitu ovarium. Ovarium pada Elasmoranchi padat, tapi
kurang kompak, terletak pada anterior rongga abdomen. Pada saat dewasa yang
berkembang hanya ovarium kanan. Pada Teleostei tipe ovariumnya sirkular dan
berjumlah sepasang. Saluran reproduksi Elasmoranchi berjumlah sepasang, bagian
anteriornya berfusi yang memiliki satu ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre.
Oviduk ikan, sempit pada bagian anterior dan posteriornya.Pelebaran selanjutnya
pada uterus yang bermuara di kloaka. Pada teleostei punya oviduk pendek dan

5|Reproduksi pisces
berhubungan langsung dengan ovarium. Pada bagian posterior bersatu dan
bermuara pada satu lubang.(Yuniar, 2012).

Gambar 1. Anatomi dan morfologi organ reproduksi ikan lele


Alat kelamin jantan meliputi kelenjar kelamin dan saluran kelamin. Kelenjar
kelamin jantan disebut testis. pembungkus testikular yang mengelilingi testis,
secara luas menghubungkan jaringan-jaringan testis, membentuk batasan-batasan
lobular yang mengelilingi germinal epitelium. Spermatozoa dihasilkan dalam lobul
yang dikelilingi sel-sel sertoli yang mempunyai fungsi nutritif. Saluran sperma
terdiri dari dua bagian : pertama berbatasan dengan testis, berguna untuk membuka
lobul ( juxta testicular part) dan bagian lainnya adalah saluran sederhana yang
menghubungkan bagian posterior testis ke genital papila. pada beberapa ikan,
misalnya pada ikan salmon, tidak memiliki kantong seminal, tetapi bagian luar
saluran sperma terdapat sel-sel yang berfungsi mengatur komposisi ion-ion seminal
dan mengekresi hormon.(Yuniar, 2012).

Gambar 2. Organ reproduksi ikan jantan (testis dan salurannya).

6|Reproduksi pisces
Testis adalah organ reproduksi jantan yang terdapat berpasangan dan
terletak di bawah tulang belakang. Testis ikan berbentuk seperti kantong dengan
lipatan-lipatan, serta dilapisi dengan suatu lapisan sel spermatogenik (spermatosit).
Sepasang testis pada jantan tersebut akan mulai membesar pada saat terjadi
perkawinan, dan sperma jantan bergerak melalui vas deferens menuju celah/ lubang
urogenital. Testis berjumlah sepasang, digantungkan pada dinding tengah rongga
abdomen oleh mesorsium. Bentuknya oval dengan permukaan yang kasar.
Kebanyakan testisnya panjang dan seringkali berlobus.(Yuniar, 2012).
Saluran reproduksi, pada Elasmoranchi beberapa tubulus mesonefrus, bagian
anterior akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan testis dengan mesonefrus,
yang disebut dutus deferen. Bagian posterior duktus aferen berdilatasi membentuk
vesikula seminalis, dari sini akan terbentuk kantung sperma. Dutus deferen akan
bermuara di kloaka. Pada Teleostei saluran dari sistem ekskresi dan sistem
reproduksi menggunakan lubang yang sama.(Yuniar, 2012).
Menurut Yuniar (2012) perkembangbiakan pada ikan jantan dan betina
meliputi:
1. Ikan Jantan
a. Sepasang testes, berfungsi untuk menghasilkan sel kelamin jantan atau
sperma.
b. Vas deferens (saluran sperma), yaitu saluran untuk mengalirkan sperma dari
testis menuju lubang urogenital.
c. Lubang urogenital merupakan muara tempat keluarnya sperma dan air kemih

7|Reproduksi pisces
2. Ikan Betina:
a. Sepasang ovarium (indung telur), berfungsi untuk menghasilkan ovum (sel
telur)
b. Oviduk (saluran telur) merupakan saluran keluarnya sel telur dari ovarium
menuju lubang urogenital.
c. Lubang urogenital, yaitu lubang atau muara tempat keluarnya sel telur dan
air kemih
B. Organ reproduksi jantan dan betina pisces
Organ reproduksi ikan dinamakan dinamakan gonad. Pada ikan jantan gonad
disebutt dengan testis, pada ikan betina disebut dengan ovarium.
1. Testis (gonad jantan) bersifat internal dan bentuknya memanjang (longitudinal)
pada umumnya berpasangan. Kebanyakan testis berwarna putih atau
kekuningan. Ciri-ciri testis yaitu:
 Lonjong, licin, kuat, lebih kecil daripada ovarium.
 Terletak pada dinding dorsal bagian tubuh
 Warna putih kekuningan dan halus.
 Berat dapat mencapai 12 % dari berat tubuh atau lebih.
Beberapa tipe testis pada ikan yaitu:
 Lobular (Teleostei)
Biasanya tipe ini dimiliki oleh ikan telostei. Gabungan lobul – lobul yang
terpisah, kulit luar berupa jaringan fibrious.
Lobul : proses meiosis spermatogonia primer --- spermatozoa.
 Tubular (Guppy)
Biasanya tipe ini dimiliki oleh ikan guppy. Merupakan bagian yang berdiri
sendiri
2. Ovarium berbentuk longitudinal. Letaknya internal dan biasanya berjumlah
sepasang. Warnanya pun berbeda-beda, sebagian besar berwarna keputih-
putihan dan menjadi kekuning-kuningan pada waktu matang. Kematangan testis
dan ovarium dipengaruhi oleh umur, spesies dan, ukuran. Ciri – ciri ovarium
ikan:
 Berpasangan dalam coeloem

8|Reproduksi pisces
 Bentuk lonjong dan berubah saat matang telur.
 Tergantung pada dorsal messenterium (mesovarium).
 Berwarna putih sebelum matang, dan berwarna kekuningan pada saat
matang.
 Berat pada saat matang dapat mencapi 70 % dari berat tubuh.
Beberapa tipe ovarium ikan yaitu :
 Syncronic
Ovarium mengandung oocyte dengan stadia perkembangan yang sama ---
berpijah sekali. Contoh: Anguilla (sidat).
 Syncronic sebagian
Ovarium mengandung dua populasi oocyte dengan stadia perkembangan
yang berbeda --- musim berpijah pendek. Contoh : ikan trout.
 Asyncronic (Metachrome)
Ovarium mengandung oocyte dengan seluruh perkembangan stadia ---
memijah beberapa kali selam musim pemijahan yang lama. Contoh :
Oreochromis.
C. Pola reproduksi dan Tipe-tpe Reproduksi pada pisces
Mayoritas ikan, jantan dan betina merupakan individu yang terpisah, untuk
kemudian mereka harus bertemu atau bersamasama pada masa kawin (reproduksi).
Reproduksi seksual pada ikan dibedakan menjadi dua macam, yaitu reproduksi
secara internal dan reproduksi secara eksternal. Pada reproduksi seksual secara
internal, sperma individu jantan membuahi sel telur di dalam tubuh individu betina.
Sedangkan pada reproduksi secara eksternal. sperma dilepaskan ke perairan
bersamaan atau setelah betina melepaskan atau menempatkan telur-telurnya
(Patent, 1976).
1. Pembuahan Internal
Pembuahan internal (di dalam tubuh) relatif jarang terjadi pada ikan.
Beberapa modifikasi pada tubuh ikan jantan diperlukan untuk mentransfer sperma
ke dalam organ reproduksi betina. Semua ikan bertulang rawan (Chondroichthyes).
yaitu bangsa ikan cucut dan pari, mempunyai pola reproduksi dengan pembuahan
internal. Sirip perut pada ikan jantan telah dimodifkasi menjadi lebih lancip dan

9|Reproduksi pisces
bercelah, yang disebut dengan clasper, dan digunakan untuk menyalurkan sperma
selama kopulasi (pembuahan). Sedangkan pada ikan-ikan bertulang sejati yang
melakukan pembuahan secara internal, ikan jantan memodifikasi sirip anal menjadi
lebih panjang dan lancip, atau pada ujung saluran tempat sperma dilepaskan
bentuknya membesar dan berubah (Patent, 1976). Pada pembuahan secara internal
ini, kebanyakan telur-telur yang telah dibuahi di dalam tubuh ikan betina tetap
berada di dalam tubuh induknya hingga menetas. Telur-telur tersebut mempunyai
kuning telur yang cukup banyak sebagai cadangan makanan bagi embrio yang
sedang berkembang. Banyak ikan yang bereproduksi secara internal, membiarkan
anak-anaknya yang telah menetas tetap berada di dalam tubuh induknya untuk
berkembang hingga menjadi cukup besar dan kuat untuk dilahirkan. Dalam
beberapa kasus, organ reproduksi pada ikan betina dimodifikasi agar dapat
memberikan zat-zat makanan pada embrio yang berkembang di dalam tubuh induk.
sementara tubuh embrio tersebut telah diadaptasikan untuk menerima dan
menggunakannya.
2. Pembuahan secara Eksternal
Kebanyakan ikan laut, melakukan pembuahan secara eksternal. yaitu individu
jantan dan betinanya sama-sama melepaskan sperma dan sel telurnya di perairan.
Telurtelur yang dilepaskan ke perairan, ada yang mengapung di permukaan dan ada
pula yang tenggelam di dasar perairan. Banyak jenis ikan dasar dan ikan-ikan yang
hidup di lautan terbuka melepaskan telur dengan cara mengapungkannya di
permukaan perairan. Telur-telur yang dilepaskan dengan cara seperti ini cenderung
berukuran kecil sehingga mudah untuk mengapung dan dikeluarkan dari dalam
tubuh induknya dalam jumlah yang cukup banyak, untuk kemudian mengapung
bersama-sama dengan planktonplankton yang berukuran kecil. Sebagai contoh
adalah ikan Makarel Atlantik, ikan ini melepaskan sekitar 500.000 telur dalam satu
tahun di permukaan perairan. Sejak ikan betina berusia 4 tahun, mereka
mengeluarkan sekitar 2 juta telur sepanjang hidupnya. Contoh lain adalah pada
kelompok ikan Acanthuridae, mereka biasa memijah dalam kelompok-kelompok
kecil dan berenang lebih ke arah permukaan. Telur-telurnya dibiarkan mengapung

10 | R e p r o d u k s i p i s c e s
di permukaan untuk kemudian menetas dan menjadi larva yang berbentuk
transparan dan hidup secara planktonic (Patent, 1976).
Berdasarkan tipe-tipe reproduksi dan seksualitas, ikan dapat di bedakan
menjadi 3 tipe, yaitu :
1. Biseksual
Biseksual dapat di artikan sebagai jenis ikan yang memiliki dua kelamin
dalam satu spesies atau dengan kata lain dapat di bedakan menjadi jantan dan
betina. Pembedaan ini dapat dilakukan dengan melihat ciri seksual primer dan
sekunder nya. Ciri seksual primer hanya bisa di lihat dengan melakukan
pembedahan. Ciri seksual primer hanya dapat ditandai oleh organ yang
berhubungan langsung dengan proses reproduksi; yaitu testis dan saluran pada ikan
jantan, dan ovarium dan saluranya pada ikan betina. Sedangkan ciri seksual
sekunder dapat dibedakan oleh dimorfise seksual atau melihat ciri morfologi dari
ikan tersebut dan dikromatisme seksual dengan melihat warna dari ikan
tersebut.(Yuniar, 2012).
2. Uniseksual
Uniseksual dapat diartikan sebagai organisme yang berkelamin tunggal. Pada
beberapa spesies ikan penentuan kelamin lebih mudah dilakukan karena semua
individu berkelamin betina. Contoh yang tepat mengenai fenomenan ini adalah
kelompok ikan molly-amazon (Poecillia formosa) merupakan ikan yang ditemukan
pertama kali sebagai ikan yang berkelamin betina. Molly-amazon bertindak sebagai
parasit seksual terhadap dua spesies lain dari genus yang sama. Sperma dari jantan
dari jenis ikan inang diperlukan untuk mengaktifkan perkembagan telur-telur
molly-amazon, tetapi penyatuan kromosom jantan dan betina tidak terjadi sehingga
hanya terbentuk betina yang secara genetik seragam. Pembentukan keturunan
uniseksual ini disebut dengan partenogenesis (partenos,perawan, dan genesis,
kejadian) .(Yuniar, 2012).
3. Hermaprodit
Hermaprodit dapat diartikan sebagai sebuah organisme yang memiliki
kelamin ganda. Hermaprodit dapat dibedakan menjadi tiga tipe yaitu hermaprodit
singkroni, hemaprodit protandi, dan hemaprodit protogini. Hermaprodit singkroni

11 | R e p r o d u k s i p i s c e s
adalah golongan ikan yang gonadnya terdapat sel kelamin jantan dan betina yang
dapat aktif secara bersamaan. Hemaprodit protandi adalah golongan ikan yang
dalam hidupnya mengalami perubahan jenis kelamin dari jantan menjadi betina
misalnya ikan black porgy, ikan ini pada umur tiga tahun berubah dari kelamin
jantan ke betina. Hermaprodit Protogini adalah golongan ikan yang dalam hidupnya
mengalami perubahan dari jenis betina menjadi jantan misalnya Labroides
dimidiatus. Berdasarkan tempat embrio berkembang dan tempat terjadinya
pembuahan digolongkan menjadi tiga tipe, yaitu:
1. Ovivar (bertelur)
Golongan ikan ovivar adalah ikan yang mengeluarkan telur pada saat
pemijahan, sebagian besar jenis ikan termasuk golongan ini.
2. Vivipar (beranak)
Golongan ikan vivipar adalah ikan yang perkembangan embrionya berada
dalam tubuh induknya dan perkembangan embrionya dipengaruhi oleh tali
plasenta, contohnya beberapa ikan elasmobranchii.
3. Ovovivipar (bertelur beranak)
Golongan ikan ovovivipar adalah golongan ikan yang perkembangan
embrionya berada dalam tubuh, namun perkembangan embrionya tidak
dipengaruhi oleh tali plasenta, namun oleh kuning telur, contohnya ikan
rockfish (Scorpaenidae).
D. Mekanisme reproduksi pada ikan mas koki
Mekanisme reprodusksi setiap ikan berbeda-beda, setiap ikan memiliki
waktu yang tidak sama dalam hal pemijahan,kelahiran, hingga mencapai dewasa.
Menurut beberapa pembenih ikan mas koki, ikan mas koki memiliki siklus
pemijahan sampai 2 bulan dan dapat memijah sebanyak 5 kali dalam setahun.
Frekuensi pemijahan ikan mas koki relative lama jika dibandingkan dengan ikan
yang lainnya. Derajat pembuahan ikan mas koki masih berkisar Antara 50%-60%,
dan derajat penetasan ikan mas koki ini hanya sekitar 40%-50%.(Fajrin, 2012).
Indukan ikan mas koki berusia 8 bulan dan sudah matang gonad. Indukan
yang baik adalah ikan Mas Koki yang memiliki kepala kecil dengan tubuh bulat,

12 | R e p r o d u k s i p i s c e s
sisik utuh dan tersusun rapih. Jika ikan sedang bergerak, ekor dan sirip akan
kelihatan tegak.
Perbedaan jantan dan betina Induk Jantan Induk Betina Pada sirip dada
terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar. Pada sirip dada
terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba. Induk yang telah matang jika
diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih Jika diurut,
keluar cairan kuning bening. Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek
dan lubang genital kemerah-merahan.
Pada proses pembesaran diperlukan waktu 4 hingga 6 minggu, Ikan Mas
koki mencapai usia dewasa setelah berumur 4 bulan. Jika ingin dijadikan indukan
Ikan Mas Koki harus dipelihara sampai usia 8 bulan. Pada usia 8 bulan ikan Koki
sudah siap untuk dijadikan indukan. Biasanya mulai 4 bulan calon indukan jantan
dan betina dipelihara secara terpisah.
Pemijahan ikan mas Koki bisa dilakukan di akuarium, kolam semen atau
bak fiber. Media untuk bertelur berupa tanaman enceng gondok. Proses pemijahan
ikan Mas Koki akan berlangsung pada malam hari. Pada pagi hari bisa diamati pada
akar tanaman enceng gondok dan perhatikan perubahan perut ikan Mas Koki
Betina, 2-3 hari untuk telur ikan mas Koki menetas dengan sendirinya.
E. Tingkah laku kawin pada pisces
Ikan mempunyai cara yang berbeda-beda dalam tingkah laku meminang
(courtship) dan tingkah laku kawinnya (Mating). Dalam tingkah laku tersebut, ikan
jantan dan betina dewasa sama-sama melepaskan sperma dan telur melalui
bermacam cara agar terjadi pembuahan dengan tingkat keberhasilan yang
tinggi.(Fahmi,2001). Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan reproduksi dapat
dibagi menjadi tiga fase yaitu fase pra pemijahan, fase pemijahan, fase pasca
pemijahan. Berdasarkan hal ini maka tingkah laku ikan itu dapat Pula dibagi
menjadi tiga yaitu tingkah laku pada fase pra pemijahan, tingkah laku ikan pada
fase pemijahan dan tingkah laku ikan pada fase pasca pemijahan. Tingkah laku
reproduksi ini berhubungan erat dengan sifat ikan itu sendiri. Apakah ikan itu
melakukan perlindungan terhadap keturunannya atau tidak. Tingkah laku ikan yang

13 | R e p r o d u k s i p i s c e s
menjaga keturunannya dapat dikatakan relatif lebih banyak variasinya dari pada
ikan ovipar, terutama tingkah laku pasca pemijahan.
1. Pra Pemijahan
Macam-macam tingkah laku ikan pada fase pra pemijahan diantaranya
ialah: aktifitas mencari makan, ruaya, pembuatan sarang, sekresi feromon
(pengenalan lawan jenis, mencari pasangan), gerakan-gerakan rayuan dan lain-lain.
Pada ikan yang bertelur di sarang, maka kegiatan pra pemijahan meliputi
pembuatan sarang busa (pada ikan sepat), sarang dari anyaman rumput-rumput
kering dan akar (pada ikan gurame). Ikan cupang jantan akan menampilkan atraksi-
atraksi yang atraktif di depan betina, diantaranya membuka tutup insangnya sambil
digetar- getarkan hingga insangnya yang berwarna merah akan nampak jelas. Pada
sebagian ikan yang lain, pada fase ini si jantan akan membersihkan permukaan
substrat sebagai tempat menempelnya telur dengan cara meniup-niupkan udara dari
mulutnya.(Yuniar, 2012)
2. Pemijahan
Tingkah laku ikan pada fase pemijahan diantaranya ialah: Bersamaan
dengan pengeluaran produk seksual ada ikan yang melakukan sentuhan bagian-
bagian tubuh, gerakan eksotik dengan menggetarkan seluruh bagian tubuh, gerakan
pembelitan tubuh ikan jantan atau ikan betina oleh ikan jantan, penyimpanan telur
oleh ikan jantan atau ikan betina ke dalam sarang, gua, bagian pada tubuh, pada
busa, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Pada waktu pemijahan ini si ikan betina
berenang lebih cepat, diikuti ikan jantan, hingga nampak seperti berkejarkejaran.
Sekali waktu ikan betina akan melompat-lompat dan diikuti pengeluaran telurnya
(spawning) disusul si jantan mengeluarkan spermanya dekat dengan sel telur
dikeluarkan. Hal ini dimungkinkan agar proses pembuahan dapat terjadi dengan
baik.(Yuniar, 2012)
3. Pasca Pemijahan
Tingkah laku ikan pada fase pasca pemijahan diantaranya ialah
penyempurnaan penutupan sarang, penjagaan sarang yang berisi telur yang telah
dibuahi atau telur yang sedang berkembang, menjauhi daerah pemijahan dan lain-
lain. Semua tingkah laku ikan itu merupakan resultante sejumlah rangsangan

14 | R e p r o d u k s i p i s c e s
motoris yaitu rangsangan eksternal dan rangsangan internal berasal dari sekresi
hormon, sedangkan rangsangan luar berasal dari berbagai macam sumber seperti
faktor lingkungan, zat kimia dan lain-lain yang dimediasikan melalui organ-organ
sensori dari visual. Begitu ikan memperlihatkan suatu tindakan sebenarnya
merupakan suatu fenomena yang dinamik, termasuk tingkah laku "hibernasi" dan
"aestivasi" musim panas. Sebagai tambahan terhadap fungsi dalam pengaturan
tingkah laku, sistem hormon juga mengatur perkembangan sifat seksual sekunder
yang berhubungan erat dengan interaksi tingkah laku. Yang memegang peranan
penting dalam sifat seksual sekunder ini adalah steroid yang dihasilkan gonad. Hal
ini meliputi pewarnaan tubuh dalam pemijahan sebagai daya tarik pasangannya,
persaingan antara ikan-ikan jantan, mempertahankan isolasi reproduksi dan bentuk-
bentuk structural pada tubuh yang mrliputi timbulnya semacam jerawat di atas
kepala pada masa pemijahan , modifikasi sirip seperti gonopodium ikan famili
poeciliidae temasuk sifat seksual pada ikan yang dipengaruhi steroid..(Yuniar,
2012)
F. Teknologi Reproduksi pada Ikan
1. Pemberian hormon Aromatese
Upaya untuk meningkatkan produksi ikan hias diawali dengan berhasil
tidaknya menerapkan iptek reproduksi ikan untuk menghasilkan benih. Berbagai
jenis iptek reproduksi yang telah diterapkan pada usaha pembenihan ikan, termasuk
ikan hias air tawar, diantaranya dengan cara yang sederhana yaitu memanipulasi
lingkungan perairan. Selain faktor lingkungan untuk merangsang ikan agar mau
memijah juga telah digunakan berbagai jenis hormon gonadotropi. Tahap oogenesis
pada ikan terdiri dari dua tahap yaitu perkembangan (vitelogenesis) dan matang
tahap akhir.
Pemberian hormon Inhibitor Aromatase (IA) dapat merangsang oosit pada
tahap vilatolegenis menuju pada kematangan dan ovulasi oosit. IA sebagai bahan
alternative pengganti hormon gonadotropin sebagai hormone yang mengontrol
kematangan oosit. Penyuntikan IA telah mampu menurunkan level hormon
estradiol- 17 β dalam darah. Penuruan level hormon estradiol-17 β diikuti

15 | R e p r o d u k s i p i s c e s
penyerapan protein gonad, dan mengakibatkan perkembangan oosit
terhambat.(Basuki, dkk,2006).
2. Transgenik Mikroinjeksi
Teknik transfer gen dengan mikroinjeksi dimaksudkan untuk mengkode suatu
gen yang memiliki karakter tertentu yang diinginkan untuk diinduksi pada suatu
individu. Karakter genetic yang dapat muncul yaitu peningkatan laju pertumbuhan,
ketahanan terhadap suhu dingin dan penyakit, daya than tehadap oksigen rendah
dan membuat ikan dengan warna berbeda. Gen yang akan diintroduksi disuntikan
ke sel mengunakan gelas pipet yang sangat kecil (diameter ujung jarum sekitar
0,05–0,15 mm). Pekerjaan ini dilakukan di bawah mikroskop dengan bantuan
sebuah mikromanipulator pengatur gerak jarum suntik dan volume larutan DNA
yang akan disuntikkan (Alimuddin, dkk,2003).

16 | R e p r o d u k s i p i s c e s
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem
reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad, dimana pada
ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya.
Pada prinsipnya, seksualitas pada ikan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan
dan betina. Ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma,
sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. Sifat
seksual primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung
berhubungan dengan proses reproduksi, yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan
betina, dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. Sifat seksual sekunder
ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan
betina. Ikan memiliki perilaku tersendiri untuk menarik perhatian lawan jenisnya
dengan cara merubah warna, bergerak lincah dan sebagainya.
B. Saran
Dengan perkiraan jumlah populasi dunia mencapai 11 milyar pada tahun
2050, sektor pertanian (termasuk perikanan) ditantang untuk bisa melipatgandakan
produksi pangan di tahun 2025 dan tiga kali lipat di tahun 2050, dengan kondisi
lahan dan air per kapita berkurang dan tantangan kondisi lingkungan meningkat.
Peningkatan produksi perikanan, dalam hal ini seafood, diperlukan sekitar 7
kali lipat di tahun 2020, maka dari itu semua elemen termasuk mahasiswa sebagai
seorang peneliti mampu mengembangkan suatu teknologi yang dapat
melipatgandakan produksi sehingga kebutuhan akan pangan tetap terpenuhi.

17 | R e p r o d u k s i p i s c e s
DAFTAR PUSTAKA

Basuki, F, Zairin J, Agus OS, Tuty LY, Bambang P, Mozez RT.2006. Pengaruh
inhibitor aromatase (IA) terhadap perkembangn oosit pada ikan mas koki
(Carassius auratus). Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia,
Desember 2006, Jilid 13, Nomor 2: 171-175
Djarijah. A. S. 1994. Budidaya Nila Gift Secara Intensif. Kanisius: Yogyakarta.
Fahmi.2001. Tingkah laku reproduksi pada ikan. Oseana, Volume XXVI no.1.
ISSN 0216 – 1877
Patent, D.H. 1976. Fish and how they reproduce. Holiday House, New York : 128
pp.
Yuniar, Is.2012.Biologi Reproduksi Ikan.Hang Tua University Press:Surabaya.
Fajrin, chaerul Nurul.2012.Penambahan ekstrak tauge dalam pakan untuk
meningkatkan keberhasilan pemijahan ikan mas koki (Carussius auratus).
Jurnal perikanan dan kelautan. ISSN:2088-3137
Alimuddin, G. Yoshizaki, O. Carman, dan K. Sumantadinata.2003.Aplikasi
Transfer gen dalam Akuakultur. Jurnal Akuakultur Indonesia, 2(1): 41–50

18 | R e p r o d u k s i p i s c e s