Anda di halaman 1dari 2

Tugas Mandiri

Nama : Caritas Nuryanti


Nim : 1506070003
Mata Kuliah : Sensor
Hr./tgl. : Rabu, 28 Maret 2018

SENSOR PIEZOELEKTRIK UNTUK MERKURI DALAM UDARA

Salah satu masalah yang kita ketahui saat ini yakni adanya polusi atau pencemaran
udara akibat pembangunan industry yang berkembang pesat. Salah satu logam berat yang
menjadi sorotan yakni merkuri. Polusi merkuri di alam sudah banyak diketahui. Dalam beberapa
tahun terakhir banyak perhatian telah dikhususkan untuk pengembangan metode untuk
mendeteksi konsentrasi rendah merkuri di udara. Karena sifatnya yang sangat beracun,
kontaminasi merkuri harus dihindari dan pemantauan yang ketat terhadap lokasi kerja industri
harus dilakukan. Oleh sebab itu, dibutuhkan Instrumen portabel yang mampu cepat, analisis
murah sangat diinginkan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan detektor piezoelektrik sebagai teknik pengukuran dan untuk menunjukkan
kelayakannya dalam analisis uap merkuri di udara. Detektor kristal kuarsa piezoelektrik dengan
logam emas yang diuapkan ke elektroda sebagai substrat sensor telah dikembangkan untuk
mendeteksi perubahan massa kecil yang disebabkan oleh adsorpsi selektif uap merkuri dari
sampel udara. Penguapan lapisan emas ini untuk menggandakan luas permukaan yang tersedia
untuk penyerapan. Kemampuan emas sebagai adsorpsi merkuri telah diketahui selama
beberapa waktu, dan sensor ini menggabungkan adsorpsi selektif ini dengan kepekaan detektor
piezoelektrik.

Percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu sensor ditempatkan dalam oven
dengan suhu 25 ° C sambil memasukkan sampel dan kemudian dinaikkan suhu sampai 150 ° C
untuk proses desorpsi. Selama proses desopsi ini udara dilewatkan terlebih dahulu melalui
sistem pengeringan, filter, penukar panas yang terletak di dalam oven (untuk memastikan bahwa
suhu udara juga 150 "C), dengan demikian merkuri diserap dari permukaan detektor emas dan
sensornya diregenerasikan, udara panas kemudian melewati pertukaran panas lain pada suhu 25 °
C kemudian keluar melalui flowmeter dan meteran uji basah untuk mengukur volume sampel
secara akurat. Kristal detektor piezoelektrik digerakkan oleh osilator variabel dan frekuensi
dipantau dengan menggunakan pembacaan frekuensi digi-tal dengan kemampuan pembacaan 8
digit dengan ketepatan ±1 di digit terakhir. Kristal pie-zoelectric yang digunakan adalah kristal
kuarsa 9 MHz. Lapisan emas diuapkan ke elektroda kristal-kristal ini dengan teknik penyepokan
vakum menggunakan sistem vakum konvensional (10-6 torr) dengan lapisan bawah nikel dan
tidak ada pemanasan substrat.
Berdasarkan hasil yang di peroleh, sensor Kristal kuarsa piezoelektrik memiliki
kemampuan sen-sitive dan selektif untuk uap merkuri di udara. Pengukuran konsentrasi di bawah
15 ppb memiliki ketepatan 10% dengan ketidakpastian dari 5%. Namun, prosedur eksperimental
yang dilakukan diatas belum dioptimalkan untuk memberikan akurasi dan kepekaan tertinggi.
Sensitivitas yang ditunjukkan di sini dapat ditingkatkan dengan sekurang-kurangnya dua orde
magnitudo dengan penggunaan instrumen pengukur frekuensi yang lebih sensitif dan kristal
piezoelektrik yang lebih sensitif. Dengan demikian, tingkat ambient uap merkuri di udara (0,003-
2,0 pg / M3) dengan mudah dapat diukur dengan menggunakan sensor ini. Sensor ini memiliki
banyak kegunaan terutama dalam analisis pencemaran udara, kebersihan industri dan berguna
juga dalam pengukuran sejumlah kecil merkuri dalam banyak zat di mana merkuri dapat
dipisahkan secara kimia, direduksi menjadi unsur unsur, dan dilepaskan dari sampel menjadi
aliran udara.

Anda mungkin juga menyukai