Anda di halaman 1dari 45

LAPORAN PRAKTIKUM

MAGNOLIOPSIDA 1 DAN 2
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Botani Phanerogamae

Disusun Oleh:

Ken Tiya 1162060056


Kiki Zakiya A 1162060057
Lita Puspa D 1162060061
Lulu Desia M 1162060062
Nisa Rosalina 1162060075
Nisa Siti Nur.A 1162060076
Qisti Fadilatussaniatun 1162060081

Kelompok 1

Pendidikan Biologi IV/B

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG


2018 / 1438 H
A. Judul Praktikum : Magnoliopsida (Magnolidae)
B. Tanggal Praktikum : Kamis, 22 Maret 2018
C. Tujuan Praktikum :
1. Membandingkan perbedaan dan persamaan karakter antara anak kelas pada
magnoliopsida.
2. Menentukan tingkat keprimitifan/kemajuan yang berkaitan dengan hubungan
filetik (evolusioner) diantara anak kelas pada magnoliopsida.
3. Membandingkan perbedaan dan persamaan karakter antar suku dalam anak kelas
yang sama.
4. Menentukan tingkat keprimitifan/kemajuan yang berkaitan dengan hubungan
filetik (evolusioner) diantara suku pada anak kelas yang sama.
5. Mengenal keanekaragaman tumbuhan bunga dengan menggunkan klasifikasi
sistem cronquist.
D. Dasar Teori
Saat ini, angiospermae atau tumbuhan berbunga, sejauh ini merupakan tumbuhan
yang paling beraneka ragam dan secara geografi paling tersebar luas. Sekarang dikenal
sekitar 250.000 spesies angiospermae, dibandingkan dengan gimnospermae yang
dikenal banyak sekitar 750 spesies. Semua angiospermae ditempatkan dalam sebuah
divisi tunggal, Antophyta (Bahasa Yunani “antho” yaitu bunga). Divisi itu dibagi
menjadi dua kelas : Monokotiledon (monokotil) dan Dikotiledon (dikotil), yang
berbeda dalam beberapa hal. Contoh monokotil adalah lili, anggrek, yucca, palem dan
rumput-rumputan, yang meliputi rumput lapangan, tebu, tumbuhan berbiji (jagung,
gandum, padi dan lain-lain). Diantara banyak famili dikotil adalah mawar, kacang-
kacangan, bunga mentega, bunga matahari, jati dan mapel (Campbell, 2000: 176).
Angiospermae adalah tumbuhan biji yang tertutup. Dikatakan tumbuhan berbiji
tertutup karena bijinya selelu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun-
daun buah yang disebut dengan bakal buah. Anggota sub divisi Angiospermae
dibedakan berdasarkan jumlah daun lembaganya (cotyledon) menjadi dua kelas, yaitu
monocotyledonae dan dicotyledonae. Pada sistem klasifikasinya, tumbuhan biji
tertutup diletakkan sejajar dengan tumbuhan berbiji terbuka. Pada Monocotyledonae,
berbagai macam tipe yang membedakan kelas ini dengan Dicotyledonae salah satunya
berakar serabut. Banyak para ahli taksonomi membagikan kelas ini atas beberapa
macam ordo yang meliputi diantaranya Zingiberaceae, Liliceae, Poaceae, Aracheae
dan Orchidaceae (Hasanuddin, 2006 : 93).
Reproduksi tumbuhans secara vegetatif dapat dilakukan secara tak kawin atau
tanpa perkawinan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Sedangkan
reproduksi secara generatif terbagi menjadi 2 yaitu Angiospermae dan
Gymnospermae. Daur hidup Angiospermae, tumbuahan bunga, mirip dengan daur
hidup Gymnospermae. Pada Angiospermae, mikrospora dan megaspora terbentuk
dalam bunga. Pada umumnya, bunga itu sempuran, artinya setiap bunga mempunyai
mikrosporangia dan megasporangium, mikrospora terjadi di dalam stamen (benang
sari) dan megaspora di dalam pistillum (Kimball, 2000 : 20).
Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuahn yang alat
perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai
perhiasan yang terdiri atas kelopak (calyx) dan mahkota (corolla). Alat reproduksi
jantan dihasilkan dalam stamen yang berjumlah satu atau banyak sedangkan alat
reproduksi betina berupa putik (pistillum). Putik ada yang hanya tersusun dari satu
daun buah (karpel) tetapi ada juga yang terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin
hanya terbentuk dari satu karpel atau beberapa karpel yang bersatu, biji terdapat
didalam ovarium. Divisi magnoliophyta terdiri atas 2 kelas yaitu magnoliopsida
(dicotyledonae) dan liliopsida (monocotyledonae). Magnoliopsida mempunyai 64
ordo, 318 familia, dan kurang lebih 165.000 spesies sedangkan liliopsida mempunyai
19 ordo, 65 familia, kurang lebih 50.000 spesies (Sudarsono, 2005 : 20).
Subkelas magnolidae terdiri atas 8 ordo, 39 famili dan jumlah anggotanya kurang
lebih 12.000 spesies. Kedelapan ordo tersebut adalah magnoliales, laurales, piperales,
aristolocheales, illaciales, nyamphalles, ranunculales dan papaverales. Subkelas
magnolidae memiliki karakteristik yang beragam. Perhiasan bunga ada yang berupa
perigonium. Subkelas magnolidae memiliki polen yang termasuk uniaperture,
gynoecium apokarpnya dan berstamen banyak dalam rangkaian sentripetal. Memiliki
tipe bunga yang apocarpus, selalu polypetal atau apetal. Secara umum tumbuahan ini
mempunyai perianthum yang jelas, biasanya dengan jumlah butiran serbuk sari
ditengah, binucleate dan dengan biji embrionya kecil (Dasuki, 1992 : 29).
Habitus dari subkelas magnolidae terdiri dari :
1. Magnoliaceae

Famili ini memiliki ciri habitus berupa pohon dan semak, stipula besar dan
kadang-kadang membentuk ochrea, memiliki banyak stamen dan ovarium yang
tersusun spiral. Contoh : Michelia champaca
2. Annonaceae

Anggota famili ini memiliki habitus berupa pohon atau perdu. Calyx dan corollanya
berjumlah kelipatan 3 dengan calyx tersusun dalam 2 lingkaran. Contoh : Annona
muricata

3. Lauraceae

Habitus berupa pohon dan perdu aromatik, memiliki bunga majemuk dengan tipe
perbungaan panikula, spika, racemes, dan umbela. Contoh : Persea americana

4. Piperaceae

Anggota famili ini umumnya memiliki daun berbentuk jamur, batang berbuku, dan
memiliki bau aromatis. Conoth : Piper betle

5. Nymphaceae

Famili ini terdiri atas tumbuhan air yang bergetah, terapung dalam air dan memiliki
daun tunggal. Contoh : Nymphaea sp (Tjisoepomo, 2000: 32).

Sirsak yang termasuk dalam suku Annonaceae memiliki banyak manfaat. Salah
satunya di dalam daun sirsak yang banyak digunakan sebagai obat herbal untuk
mengobati berbagai macam penyakit, anatara lain penyakit asma di Andes peru,
diabetes dan kejang di Amozania peru. Kandungan senyawa di dalam daun sirsak
antara lain steroid/terpenoid, flavonoid, kumarin, alkaloid dan tanin. Senyawa
flavonoid berfungsi sebagai antioksidan untuk penyakit kanker, antimikroba, anti
virus, pengatur fotosintesis dan pengatur tumbuh (Adri dan Wikanastri, 2013 :1).

Di indonesia terdapat tanaman sirih yang khasiat daunnya telah banyak digunakan
efek astringent bahan ini, telah diketahui sebagai obat kumur, tidak menimbulkan
iritasi selaput lendir rongga mulut. Dari hasil penelitian yang dilakukan khasiat
antibakteri infusum daun sirih 20% lebih baik dari H2O2 3% terhadap bakteri mix.
Diharapkan infusum daun sirih dapat dimanfaatkan sebagai bahan irigasi (Agusin,
2005 : 45).

Bunga teratai (Nymphaea caerulea) memiliki umur simpan yang relatif pendek
yaitu 2-3 hari, sehingga perlu dilakukan penanganan pascapanen yang baik agar bunga
teratai dapat bertaha lebih lama. Ada berbagia cara yang diterapkan dalam upaya
meningkatkan kesegaran bunga teratai, salah satunya adalah dengan menggunakan
antitranspiran, digunakan dengan menyemprotkan larutan antitranspiran pada bunga.
Salah satu jenis larutan antitranspiran yaitu chitosan. Chitosan merupakan turunan dari
deaselilasi kitin yang berasal dari dinding sel jamur, crustaceae, kutikula serangga dan
ganggang (Darmayuda dkk, 2018: 25).

E. Alat dan Bahan


No. Alat Jumlah Bahan Jumlah
1. Gunting tanaman 1 buah 1. Magnoliceae : Magnolia
dan Michelia.
2. Pisauatau cutter 1 buah 2. Annonaceae : Annona
muricata dan Cananga
odorata.
3. Kaca pembesar 1 buah 3. Lauraceae : Persea,
(lup) Cinnamommum, Masing-
Cassytha. masing 1
4. Jarum pentul 1 buah 4. Piperaceae : Piper betle, spesies dari
P. nigrum,Peperomia tiap suku.
peluccida, P. aduncum,
Peperomia tetraphyla.
F. Langkah Kerja

Amati semua morfologi batang, Untuk pengamatan bunga, lakukan


daun, daun bunga, masig-masing pengirisan bunga secara melintang dan
dengan cermat, detail, lengkap. memanjang melalui ovarium, mati dan
catatt data seluruh karakteristik bunga
dengan teliti.

Catat setiap data pada lembar atau


tabel pengamatan.
Bandingkan deskripsi tumbuhan
dengan gambar atau
menginformasikan lain yang ada.

Berikan skor sesuai dengan kriteria Hitung julah dan rata-rata skor
penskoran menurut skala sesuai dengan jumlah aspek yang
filogenetik magnoliopsida. diamati.

Tentukan keprimitifan atau Tentukan persamaan dan


kemajuan masig-masing suku dan perbedaan antar setiap suku dan
anak kelas. anak kelas yang diamati.
G. Hasil Pengamatan
Tabel 1

Gambar Klasifikasi Manfaat


Cempaka putih Kingdom : Plantae Manfaat:
(Michelia alba) Divisi : Magnoliophyta a. Bagian mahkota: Bagian mahkota
Habitus Kelas : Magnoliopsida bunga bisa digunakan untuk
Ordo : Magnoliales mengobati kepala pusing, sinusitik,
Famili : Magnoliaceae batuk, radang saluran pernafasan,
Genus : Michelia perut kembung, mual, bau badan
Spesies : Michelia alba dan keputihan
Sumber : b. Daun muda: Dapat digunakan
https://rubi77botani.wordpress.com/2017/11/03/de untuk mengobati stroke karena
Daun
skripsi-dan-klasifikasi-tanaman-cempaka/ panasterlalu tinggi dan gangguan
(Diakses pada 23Maret 2018 pukul 21:03 WIB) salran kencing
Sumber:
https://agroteknologi.web.id/khasiat-dan-
manfaat-dari-bunga-cempaka-putih/
(Diakses pada 23 maret 2018 pukul 17.29
WIB)
Bunga

Kingdom : Plantae Manfaat:


Divisi : Magnoliophyta a. Mengatasi bau mulut
Kelas : Magnoliopsida b. Haid tidak teratut
Ordo : Magnoliales c. Mengobati batu ginjal
Famili : Magnoliaceae d. Menurunkan demam
Habitus Genus : Magnolia Sumber:
Spesies : Magnolia grandifolia https://agroteknologi.web.id/khasiat-dan-
Sumber : manfaat-dari-bunga-magnolia-grandifolia/
https://agroteknologi.web.id/khasiat-dan-manfaat- (Diakses pada 23 maret 2018 pukul 17.39
dari-bunga-magnolia-grandifolia/ (Diakses pada WIB)

Bunga 23 Maret 2018 pukul 20:03 WIB)

Daun
Kingdom : Plantae Manfaat:
Divisi : Magnoliophyta a. Tanaman suruhan berguna untuk
Kelas : Magnoliopsida mengobati penyakit demam
Ordo : Piperales b. Tanaman suruhan digunakan untuk
Habitus Famili : Piperaceae menyembuhkan penyakit ginjal.
Genus : Peperomia c. Tanaman suruhan bermanfaat untuk
Spesies : Peperomia pellucida mengobati penyakit sakit perut.
Sumber : https://tanaman-- d. Tanaman suruhan berkhasiat untuk
herbal.blogspot.co.id/2015/06/manfaat-dan- menyembuhkan penyakit bisul.
khasiat-tanaman-suruhan.html(Diakses pada 23
Daun Maret 2018 pukul 20:07 WIB) Sumber: https://tanaman--
herbal.blogspot.co.id/2015/06/manfaat-
dan-khasiat-tanaman-suruhan.html
(Diakses pada 23 maret 2018 pukul 17.43
WIB)

Bunga
Michelia champaca Kingdo : Plantae Manfaat:
(Cempaka putih) Divisi : Magnoliophyta Cempaka kuning memiliki rasa pahit
Kelas : Magnoliopsida dan berbau aromatik. Beberapa bahan
Habitus Ordo : Ranales kimia yang terkandung dalam cempaka
Famili : Magnoliaceae kuning di antaranya minyak terbang,
Genus : Michelia palmitin, damar, asam damar, alkaloida,
Spesies : Michelia champaca zat samak, resin, dan tanin.
Sumber: http://erepo.unud.ac.id Efek farmakologis yang dimiliki oleh
/11185/3/407caa9c253e cempaka kuning diantaranya tonikum,
217098324647de42a036.pdf febrifugum, aromatikum, pengelat,
(Diakses 25-03-2018, pukul 14.35 WIB) menambah nafsu makan, peluruh haid
(emenagog), pelembut kulit (demulcent),
Daun pelunih kemih (diuretik), peluruh kentut.

Sumber:
http://tumbuhanektum.blogspot.co.id
/2011/12/cempaka-kuning-michelia-
cempaca-l.html (Diakses 25-03-2018,
Bunga pukul 14.46 WIB)

Buah
Annona muricata Kingdom : Plantae Manfaat:
(Sirsak) Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida Daun sirsak merupakan bagian dari
Ordo : Magnoliales tanaman sirsak yang memiliki manfaat
Habitus Familia : Annonaceae lebih yaitu daun sirsak mengandung
Genus : Anonna acetogenin yang biasa digunakan sebagai
Spesies : Anonna muricata senyawa toksik atau racun.
Sumber: http://repository.unpas.ac.id/ Sumber: http://repository.unpas.ac.id/
12537/5/BAB%20II.pdf (Diakses 25-03- 12537/5/BAB%20II.pdf
2018, pukul 14.39 WIB) (Diakses 25-03-2018, pukul 14.39 WIB)

Daun
Bunga

Buah

Srikaya (Annona Kingdom : Plantae


Manfaat:
squamosa) Subkingdom : Tracheobionta
a. Mengatasi sembelit,
Habitus Super Divisi : Spermatophyta
b. Membantu proses penyembuhan
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida disentri akut,
Sub Kelas : Magnoliidae c. Meringankan depresi mental,
Ordo : Magnoliales d. Menurunkan kadar nyeri tulang
Famili : Annonaceae pada punggung.
Genus : Annona e. Mengobati diare,
Buah
Spesies : Annona squamosa L. f. Sebagai obat luar maka dapat
Sumber : http://fredikurniawan.com/klasifikasi- digunakan untuk mengobati luka
dan-morfologi-SRIKAYA/ yang berdarah.
(Diakses 25 Maret 2018, pukul 21.38 WIB) Sumber : https://manfaat.co.id/manfaat-
buah-srikaya/

(Diakses 25 Maret 2018, pukul 21.41


WIB)

Daun

Bunga
Kenanga (Cananga Kingdom : Plantae Manfaat:
odorata) Subkingdom : Trcacheobionta a. Untuk menghilangkan pecah-pecah
Super Divisi : Spermatophyta pada telapak kaki
Divisi : Magnoliophyta b. Untuk menghilangkan jerawat
Kelas : Magnoliopsida c. Untuk menghilangkan bau keringat
Sub kelas : Magnoliidae d. Untuk mengobati eksim, kudis, dan
Ordo : Magnoliales luka borok
Famili : Annonaceae Sumber :
Genus : Cananga http://birdbody.blogspot.co.id/2015/12/kha
Habitus Spesies : Cananga adorata ( Lamk ) Hook. siat-tanaman-kenanga-cananga-
Sumber : http://fredikurniawan.com/klasifikasi- odorata.html/
dan-morfologi-bunga-kenanga/srikaya (Diakses 25 Maret 2018, pukul 22. 4 WIB)
(Diakses 25 Maret 2018, pukul 22.z01 WIB)
Buah

Daun

Bunga
Alpukat Kingdom : Plantae Manfaat:
(Persea americana) Divisi : Magnoliophyta a. Menjaga kesehatan kardiovaskular
Habitus Kelas : Magnoliopsida b. Menurunkan berat badan
Ordo : Laurales c. Mencegah diabetes
Famili : Lauraceae d. Menjaga kesehatan dan kecantikan
Genus : Persea kulit
Spesies : Persea americana Mill. e. Mencegah penyakit radang sendi
dan encok
Sumber : f. Mencegah kanker
http://plantamor.com/species/info/persea/american g. Mencegah tekanan darah tinggi
Daun a h. Membuang radikal bebas
(diakses 24 Maret 2018 pukul 06.08 WIB) i. Membantu kesehatan mata
j. Mencegah cacat lahir
k. Mengurangi resiko stroke
l. Anti – Inflamasi

Bunga Sumber :
https://manfaat.co.id/manfaat-alpukat
(diakses 24 Maret 2018 pukul 07.40 WIB)

Buah

Kayu Manis Kingdom : Plantae Manfaat:


(Cinnamomum burmannii) Divisi : Magnoliophyta a. Mengontrol gula darah
Habitus Kelas : Magnoliopsida b. Anti infeksi
Ordo : Laurales c. Meningkatkan fungsi otak
Famili : Lauraceae d. Menurunkan kolesterol
Genus : Cinnamomum e. Mencegah pertumbuhan sel kanker
Spesies : Cinnamomum burmannii f. Menghangatkan
g. Mencegah penggumpalan darah
h. Meringankan sakit pada penderita
Sumber : rematik
- Daun http://plantamor.com/species/info/cinnamomum/b
urmannii Sumber :
(diakses 24 Maret 2018 pukul 06.13 WIB) http://doktersehat.com/10-manfaat-kayu-
manis-bagi-kesehatan/ (diakses 24 Maret
2018 pukul 07.46 WIB)

- Bunga

- Buah
Peperomia tetraphylla Kingdom : Plantae Manfaat:
Habitus Divisi : Magnoliophyta Peperomia dapat dijadikan tanaman hias
Daun Kelas : Magnoliopsida pot da1am ruangan yang dipajang sebagai
Ordo : Piperales tanaman terrarium, atau tanaman gantung.
Famili : Piperaceae
Genus : Peperomia Sumber :
Spesies : Peperomia tetraphylla https://wuryan.wordpress.com/2008/04/14/
peperomia-tetraphylla-g-forst-hook-dan-
Sumber : arn/ (diakses 24 Maret 2018 pukul 07.52
http://plantamor.com/species/info/peperomia/tetra WIB)
phylla (diakses 24 Maret 2018 pukul 06.18 WIB)

Bunga
Habitus tali putri Kingdom : Plantae Manfaat:
Divisi : Magnoliophyta a. Pengobatan penyakit kanker
Kelas : Magnoliopsida b. Pembersih darah
Ordo : Laurales c. Pereda demam (antipiretik)
Famili : Lauraceae d. Antiradang
Genus : Cassytha e. Peluruh kencing (diuretic)
Spesies : Cassytha filiformis f. Penghenti pendarahan (hemostatis)

Bunga tali putri


Sumber : Sumber :
https://www.biolob.cz/cz/taxon/id199052/ http://www.agrobisnisinfo.com/2015/06/m
Waktu akses : Sabtu, 24 Maret 2018, pukul 07:28 anfaat-tanaman-tali-putri-
cassytha.html?m=1

Waktu akses : Sabtu, 24 Maret 2018, pukul


07:42
Buah tali putri

Habitus sirih Kingdom : Plantae Manfaat:


Divisi : Magnoliophyta a. Mengatasi Skizofrenia
Kelas : Magnoliopsida b. Menjaga Kesehatan Mulut
Ordo : Piperales c. Mencegah Mulut Kering
Famili : Piperaceae d. Antiseptik Alami
Genus : Piper e. Menghilangkan bau badan
Spesies : Piper betle f. Mengobati Gatal
Sumber : g. Pengobatan Luar Luka Bakar
Daun sirih https://www.biolib.cz/cz/taxon/id127919/ h. Obat Batuk Alami
Waktu akses : Sabtu, 24 Maret 2018, pukul 07:30 i. Menjaga kesehatan orang yang
menderita masalah pernapasan
j. Pengobatan pada mimisan
k. Pengobatan pada bisul
l. Mengurangi diare
m. Pengobatan sariawan
n. Membantu Mengurangi Keputihan

Bunga sirih Sumber :


https://www.google.co.id/amp/s/manfaat.c
o.id/12-manfaat-sirih-untuk-kesehatan-
dan-pengobatan-tradisional/amp

Waktu akses : Sabtu, 24 Maret 2018, pukul


07:51

Habitus lada Kingdom : Plantae Manfaat:


Divisi : Magnoliophyta a. Menurunkan resiko kanker
Kelas : Magnoliopsida b. Membantu mempertahankan warna
Ordo : Piperales pada pakaian
Famili : Piperaceae c. Untuk menjaga kesehatan kulit
Genus : Piper d. Scrub untuk kulit
Daun lada
Spesies : Piper nigrum e. Membantu sistem pernafasa
f. Meningkatkan sistem pencernaan
Sumber : https://www.biolib.cz/cz/taxon/id61603/ dan menjaga kesehatan usus
g. Menurunkan berat badan
Waktu akses : Sabtu, 24 Maret 2018, pukul 07:33 h. Sebagai agen anti bakteri
i. Mencegah kerusakan gigi
j. Mencegah penuaan dini
k. Penurunan kognitif dan neurologis
Kesehatan
Bunga lada l. Menurunkan resiko peptic ulcer
m. Menurunkan depresi
n. Meredakan rematik
o. Menurunkan demam

Sumber :
https://www.google.co.id/amp/s/manfaat.c
o.id/manfaat-lada/amp

Waktu akses : Sabtu, 24 Maret 2018, pukul


08:04
Biji lada
Tabel 2. Data Hasil Pengamatan Perbedaan Suku dan Jenis

Anak kelas Magnolidae


Suku Annonaceae Magnoliaceae

No Jenis Annona squamosa Cananga odorata Annona muricata Michelia


champaca

Aspek / ciri :
1. Habitus Pohon 1 Perdu 2 Pohon 1 Pohon 1

2. Pola percabangan Simpodial 5 Simpodial 5 Simpodial 5 Simpodial 5

3. Jenis daun Tunggal 1 Tunggal 1 Tunggal 1 Tunggal 1

4. Duduk daun Tersebar 1 Berseling 2 Berseling 2 Berseling 2

5. Pertulangan daun Brachidodrom 2 Brachidodrom 2 Brachidodrom 2 Brachidodrom 2

6. Perbungaan Majemuk 3 Majemuk 3 Tunggal 1 Tunggal 1

7. Jenis kelamin Biseksual 1 Biseksual 1 Biseksual 1 Biseksual 1

8. Calyx / corolla Lepas 1 Lepas 1 Lepas 1 Lepas 1

9. Stamen Lepas 1 Bagian dasar 3 Bagian dasar 3 Bagian dasar 3


bersatu bersatu bersatu
10. Pistillum / karpel Banyak, lepas, 2 Banyak, lepas, 2 Stigma bersatu 5 Banyak, lepas 1
sebagian bersatu sebagian bersatu
11. Ovarium Superum 2 Inferum 5 Superum 2 Superum 2

12. Simetri bunga Actinomorph 1 Zygomorph 5 Actinomorph 1 Actinomorph 1

13. Kelamin tumbuhan Monoecious 1 Monoecious 1 Monoecious 1 Monoecious 1

14. Perlekatan karpel Apocarpus 1 Apocarpus 1 Apocarpus 1 Apocarpus 1

15. Jenis buah Majemuk 5 Ganda 1 Ganda 1 Ganda 1

16. Tipe plasenta Centralis 4 Basalis 5 Parietalis 2 Marginalis 1

17. Umur tumbuhan Tahunan 1 Tahunan 1 Tahunan 1 Tahunan 1

Jumlah skor 33 / 17 = 1,94 47 / 17 = 2,76 26/17=1,53 31/17=1,82

Anak kelas Magnolidae


Suku Magnoliaceae Laurales
No
Jenis Magnolia grandifolia Persea americana Cinnamomum burmannii Cassytha filiformis

Aspek / ciri :
1. Habitus Pohon 5 Pohon 1 Pohon 1 Liana 4
2. Pola percabangan Sympodial 1 Monopodial 1 Monopodial 1 Simpodial 5

3. Jenis daun Tunggal berbagi, 1 Tunggal 1 Tunggal 1 Majemuk 5


ada bakal pulvinus

4. Duduk daun Berseling 2 Tersebar 1 Berseling 2 Roset 5

5. Pertulangan daun Campilodrom 4 Brachiododrom 2 Acrodromous 3 Brachidodrom 2

6. Perbungaan Tunggal 3 Majemuk 3 Majemuk 3 Majemuk 3

7. Jenis kelamin Biseksual 1 Biseksual 1 Biseksual 1 Biseksual 1

8. Calyx / corolla Lepas 5 Lepas 1 Lepas 1 Perigonium 4

9. Stamen Berkelompok 1 Bagian dasar 3 Bagian dasar bersatu 3 Lepas 1


bersatu

10. Pistillum / karpel Banyak, lepas 5 Banyak, lepas 1 Stigma bersatu 5 Banyak, lepas 1

11. Ovarium Superum 2 Superum 2 Superum 2 Superum 2

12. Simetri bunga Actinomorf 5 Actinomorpus 1 Actinomorpus 1 Aktinomorph 1

13. Kelamin tumbuhan Monoecious 1 Monoecious 1 Monoecious 1 Monoecious 1

14. Perlekatan karpel Pericarpus 5 Apokarpus 1 Apokarpus 1 Apokarpus 1


15. Jenis buah Majemuk 5 Tunggal 3 Tunggal 3 Ganda 1

16. Tipe plasenta Sentralis 5 Marginal 1 Axilaris 3 Basalis 5

17. Umur tumbuhan Tahunan 2 Tahunan 1 Tahunan 1 <1 tahun 5

Jumlah skor 50:17= 2,94 25 / 17 = 1,47 33 / 17 = 1,94 47/17=2,76


Anak kelas Magnolidae
Suku Paperaceae Magnoliaceae
No
Jenis Peperomia tetraphylla Piper betle Piper nigrum Michelia alba

Aspek / ciri :
1. Habitus Liana 4 Liana 4 Liana 4 Pohon 1

2. Pola percabangan Simpodial 5 Monopodial 1 Monopodial 1 Sympodial 5

3. Jenis daun Tunggal 1 Tunggal 1 Tunggal 1 Tunggal 1

4. Duduk daun Berkarang 4 Berseling 2 Berseling 2 Tersebar 2

5. Pertulangan daun Actinodrom 3 Brachidodrom 2 Brachidodrom 2 Brachiododrom 2

6. Perbungaan Tunggal 1 Majemuk 3 Majemuk 3 Tunggal 1

7. Jenis kelamin Biseksual 1 Biseksual 1 Biseksual 1 Biseksual 1

8. Calyx / corolla Tanpa perhiasan 5 Tanpa perhiasan 5 Bersatu 3 Lepas 1

9. Stamen Lepas 1 Lepas 1 Berkelompok 4 Berkelompok 4

10. Pistillum / karpel Banyak, lepas, 2 Banyak, lepas, 2 Banyak, lepas 1 Banyak, lepas 1
sebagian bersatu sebagian bersatu

11. Ovarium Superum 2 Superum 2 Superum 2 Superum 2


12. Simetri bunga Actinomorpus 1 Zigomorph 5 Zigomorph 5 Actinomorf 1

13. Kelamin tumbuhan Monoecious 1 Monoecious 1 Monoecious 1 Monoecious 1

14. Perlekatan karpel Apokarpus 1 Syncarpus 5 Syncarpus 5 Apokarpus 1

15. Jenis buah Tunggal 3 Tunggal 3 Tunggal 1

16. Tipe plasenta Basalis 5 Marginalis 1 Marjinal 1

17. Umur tumbuhan Tahunan 1 Beberapa tahun 2 Beberapa tahun 2 Beberapa tahun 2

Jumlah skor 33 / 17 = 1,94 33 / 17 = 1,94 41/17=2,41 28/17= 1,65

Anak kelas Magnolidae


Suku Piperaceae
No
Jenis Peperomia pellucida

Aspek / ciri :
1. Habitus Herba 5

2. Pola percabangan Monopodial 1

3. Jenis daun Tunggal 1

4. Duduk daun Berseling 2


5. Pertulangan daun Camilodrom 4

6. Perbungaan Majemuk 3

7. Jenis kelamin Biseksual 1

8. Calyx / corolla Tanpa perhiasan 5

9. Stamen Lepas 1

10. Pistillum / karpel Bersatu 5

11. Ovarium Superum 2

12. Simetri bunga Zigomorph 5

13. Kelamin tumbuhan Monoecious 1

14. Perlekatan karpel Syncarpus 5

15. Jenis buah Majemuk 5

16. Tipe plasenta Basalis 5

17. Umur tumbuhan Beberapa tahun 2

Jumlah skor 50/17= 2,94


H. Pembahasan
1. Cempaka putih (Michelia alba)
a. Daun

Daun tanaman cempaka putih adalah daun tunggal, letaknya berselang seling atau
spiral dan kadang bercuping. Bagian tepi daun merata daun penumpu menyelubungi
kuncup daun. Bentuk daun cempaka putihi menyerupai bulat oval memanjang dengan
bagian pangkal daun ujung runcing.

b. Batang

Tanaman cempaka putih adalah tanaman pohon yang berkayu ketinggiannya mencapai
kira-kira 30 meter. Kayu cempaka putih berkualitas cukup baik dan sering digunakan
dalam industri mebel karena mempunyai struktur yang indah, namun di Indonesia, kayu
cempaka putih lebih menghargai bunganya yang harum. Kayu yang digunkan dalam
tanaman cempaka putih biasanya dari pohon yang sudah tidak berbunga lagi.

c. Bunga

Perbungaan tanaman cempaka putih yaitu bunga tunggal yang terminal, biseksual,
aktinomorf dengan reseptakulum yang memanjang. Daun tendanya berjumlah 6 hingga
banyak, terlihat jelas, kadang 3 tenda terluar termodifikassi seperti daun kelopak dan
menyirap. Benang sarinya berjumlah banyak dengan tangkai sari tebal dan pendek, dan
serbuk sari monosulkat.

Bakal buah banyak dan terlihat jelas pada reseptakulum yang memanjang, menumpang
dengan plasentasi lateral. Bakal biji biasanya berjumlah dua tiap bakal buah, kadang
kadang banyak. Tidak ada kelenjar madu. Buah ganda atau bumbung dan kadang-kadang
berdaging.

2. Magnolia grandifolia
a. Batang

Magnolia grandifolia merupakan tumbuhan purba yang sudah ada sejak jutaan tahun
yang lalu. Pernyataan tersebut muncul dengan adanya fosil. Tanaman ini tumbuh sebagai
pohon yang besar yang tinggi batangnya diatas 15 meter.

b. Bunga

Bunga ini memiliki aroma wangi yang tercium saat menjelang malam. Saat mekar
diameter bunganya bisa mencapai lebih dari 15 cm. Bunga magnolia ini sejenis dengan
bunga cempaka

3. Tanaman Suruhan (Peperomia pellucida)


a. Batang

Tanaman suruhan merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk dalam keluarga
tanaman Piperaceae (sirih-sirihan). Tanaman suruhan merupakan tanaman semusim
tumbuh tegak dengan ukuran tinggi tanaman 30-50 cm. Batang tanaman suruhan
berbentuk bulat silindris, beralur, bercabang berwarna hijau muda keputihan mengkilap
dan berair.

b. Daun
Daun tanaman suruhan berbentuk seperti hati dengan tulang daun berjumlah tiga
berwarna hijau muda. Seluruh bagian daun tumbuhan ini mengandung kadar air yang
tinggi dan ukuran daun cukup tebal, dibagian atas seperti terdapat lapisan lilin sehingga
daun tumbuhan ini mengkilap.

c. Bunga

Tanaman suruhan ini bunganya berbentuk bulir yang tersusun dalam rangkaian berwarna
hijau. Bunga tanaman suruhan muncul pada bagian ujung tangkai dan ketiak daun.
Bentuknya seperti buah lada, tersusun dalam rangkaian bulir dengan panjang 1-5 cm,
bunganya tegak keatas dengan ujung bunga runcing.

d. Buah dan biji

Buah tanaman suruhan berbentukbulat lonjong ujung runcing berwarna kecoklatan dan
tersusun dalam tongkol seperti tanaman lada. Tanaman suruhan hidup pada daerah yang
lembang dengan intensitas sinar matahari yang sedikit. Habitat tanaman suruhan berada
pada daerah dataran rendah dan tinggi. Tanaman suruhan berkembang biak menggunakan
biji.

4. Michelia champaca

Michelia adalah genus tanaman berbunga dari suku Magnoliaceae. Genus ini
memiliki sekitar 50 spesies pohon selalu hijau, semak-semak, yang tumbuh di daerah
tropis dan subtropis di Asia Selatan dan Asia Tenggara serta Tiongkok selatan. Tanaman
ini juga disebut Bunga Cempaka. Daun dan bunga Michelia masih menyerupai daun dan
bunga Magnolia. Walau bunga Michelia lebih tersebar di sepanjang batang tumbuhan,
sedangkan bunga Magnolia hanya tumbuh di ujung batang, (Anonim. 2009)

Michelia champaca adalah salah satu contoh spesies dari ordo Magnoliales family
Magnoliaceae. Spesies ini memiliki habitus pohon dengan pola percabangan simpodial
serta segi penampang batangnya bulat berkambium. Memiliki daun tunggal berwarna
hijau mengkilat, permukannya kasar, daging daun tebal dengan duduk daun tersebar
berselang seling dan sudah memiliki pola pertulangan daun menyirip (pinnatus), bentuk
daun lanset, ujung dan pangkal daun runcing (acutus), dan tepi daun (entire). Cempaka
ini adalah tumbuhan yang biseksual dan termasuk berumah satu (monocieus) dengan
perbungaan tunggal, Calyx dan Corolanya lepas-lepas begitu juga dengan stamennya,
memiliki simetri bunga yang aktinomorf, kepala putik clafate. Pistilumnya banyak dan
lepas-lepas, kedudukan ovariumnya adalah superum. Perlekatan karpel ini apokarp
dengan tipe plasenta yang marginalis dan memiliki buah dengan jenis buah ganda. Rata-
rata umur tumbuhan ini adalah tahunan. kulit batang, daun, dan bunga cempaka kuning
dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit dan mengatasi gangguan
kesehatan. (Tjitrosoepomo. 2009: 7-191).

5. Annona muricata
Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah jenis tanaman dari familia Annonaceae
yang mempunyai manfaat besar bagi kehidupan manusia, yaitu sebagai tanaman buah
yang syarat dengan gizi dan merupakan bahan obat tradisional yang memiliki
multikhasiat (Jannah, 2010).

Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sampai 1200 m dari permukaan laut.
Tanaman sirsak akan tumbuh sangat baik pada keadaan iklim bersuhu 22-28oC, dengan
kelembaban dan curah hujan berkisar antara 1500-2500 mm per tahun (Herliana dan
Rifai, 2011).

Tanaman sirsak memiliki dasar bunga berbentuk cekung dan benang sarinya banyak.
Tangkai putik dengan bentuk silindris. Buah majemuk tidak beraturan dengan bentuk
seperti telur miring atau bengkok dengan panjang buah 15-35 cm dan lebar buah 10-15
cm. Bijinya berwana hitam dan daging buah berwana putih. Kandungan kimia dalam
tanaman sirsak (Annona muricata L.) yang memiliki famili Annonaceae ini adalah
alkaloid, glikosida antra kuinon, polifenol, saponin, flavonoid, dan tanin (Amelia dkk.,
2012).

6. Srikaya (Annona squamosa)


Berdasarkan pengamatan yang telah diamati tanaman srikaya, sebagai tanaman
tingkat tinggi memiliki bagian-bagian tanamanyang lengkap yaitu terdapat daun, batang,
bunga, buah dan biji yang lengkap. Tanaman srikaya memiliki daun berbentuk lanset,
ujungnya meruncing, serta berwarna hijau muda. Batang tanaman ini berkayu, berbentuk
perdu, memiliki percabangan yang banyak dan tingginya dapat mencapai 8 meter serta
memiliki bunga dengan warna kuning keputih-putihan dan keluar dari ketiak daun pada
ujung cabang atau ranting.
Tanaman ini berupa perdu sampai pohon, berumah satu, berkelamin banci, tinggi 2-
7, m. Batang gilik, percabangan simpodial, ujung rebah, kulit batang coklat muda. Daun
tunggal, berseling, helaian bentuk elips memanjang sampai bentuk lanset, ujung tumpul,
sampai meruncing pendek, panjang 6-17 cm, lebar 2,5-7,5 cm, tepi rata, gundul, hijau
mengkilat. Bunga tunggal, dalam berkas, 1--2 berhadapan atau di samping daun. Daun
kelopak segitiga, waktu kuncup bersambung seperti katup, kecil. Mahkota daun mahkota
segitiga, yang terluar berdaging tebal, panjang 2-2,5 cm, putih kekuningan, dengan
pangkal yang berongga berubah ungu, daun mahkota yang terdalam sangat keeil atau
mereduksi (Higuchia, 1997 : 25).
7. Kananga (Cananga odorata)
Kenanga adalah salah satu tumbuhan yang berjenis Pohon, biasanya tumbuh sangat
cepat sekitar 5 meter per tahun, berbatang besar dengan diamater 0,1 -0,7 m. Usia nya
bisa mencapai puluhan tahun.
Batang pohon kenanga lurus, dengan kayu keras dan cocok untuk bahan peredam
suara (akustik). Memerlukan sinar matahari penuh atau sebagian, dan lebih menyukai
tanah yang memiliki kandungan asam di dalam habitat aslinya di dalam hutan tadah
hujan. Daunnya panjang, halus dan berkilau. Bunganya hijau kekuningan (ada juga yang
bersemu dadu, tetapi jarang), menggelung seperti bentuk bintang laut, dan mengandung
minyak biang, cananga oil yang wangi (Hidayah, 1995 : 34).
8. Persea americana

Tanaman alpukat memiliki sistem perakaran tunggang, yang memiliki panjang


mencapai 5-10 meter bahkan lebih tergantung dengan varietes. Perakaran ini juga
menyebar luas di permukaan tanah dengan panjang mencapai 5 – 6 meter bahkan lebih.
Perakaran ini berguna untuk menyerap media air yang ada di dalam tanah.
Tanaman alpukat memiliki batang berbentuk bulat memanjang dengan panjang
mencapai 5-10 meter, berwarna kecoklatan, memiliki perkulitan keras dan batang yang
keras. Batang tanaman ini juga memiliki percabangan atau ranting yang banyak yang
menyokong daun tanaman alpukat.
Daun tanaman ini adalah tunggal dan simetris, yang memiliki tangkai dengan panjang
1-1,5 cm. Biasanya daun ini terletak pada bagian ujung ranting, daun ini berbentuk bulat
telur atau oval yang memiliki tebal hampir seperti kertas. Pangkal daun meruncing,
dengan bagian tepu merata dan juga menggulung keatas. Permukaan daun halus dengan
pertulangan yang menyirip, lebar daun ini 3-10 cm dengan rata – rata panjang 10-20 cm
berwarna kemerahan hingga kehijauan.
Bunga alpukat termasuk bunga majemuk, yang mempunyai bentuk hampir
menyerupai bintang dan memiliki kelamin ganda. Bunga ini tersusun dari beberapa malai
yang muncul pada ketiak daun atau tanting berwarna kekuningan dan kehijauan.
Biasanya dalam penyerbukan bunga ini dibantu dengan angin maupun binatang yang ada
disekitarnya.
Buah alpukat ini hampir sama dengan buah buni, memiliki bentuk bulat oval dengan
panjang 10-20 cm berwarna kehijauan atau kekuningan. Buah alpukat ini juga memiliki
bercak atau bintik halus berwarna keunguan, memiliki daging lunak, ketika sudah matang
dan biji tunggal berwarna putih berbentuk bulat.
Biji buah alpukat ini berbentuk bulat oval atau telur dengan diameter 2,5-5 cm dan
berwaran keputihan. Perkembangbiakan biji alpukat ini termasuk kedalam tipe hipogeal,
yaitu perkecambahan yang tumbuh diberada didalam tanah. Sebagian besar masyarakat
memanfaatkan alpukat pada buahnya saja sedangkan bagian lain seperti biji kurang
dimanfaatkan. Biji alpukat memiliki efek hipoglikemik dan dapat digunakan untuk
pengobatan secara tradisional dengan cara dikeringkan kemudian dihaluskan, dan air
seduhannya dapat diminum. Menurut (Monica, 2006) biji alpukat dipercaya dapat
mengobati sakit gigi, maag kronis, hipertensi dan diabetes melitus. Beberapa penelitian
yang telah dilakukan (Zuhrotun,2007) menunjukkan bahwa biji alpukat memiliki
kandungan berbagai senyawa berkhasiat, salah satunya adalah efek antidiabetes melalui
kemampuannya menurunkan kadar glukosa darah. (Liberty, 2012: 5-6).
9. Cinnamomum burmannii

Tinggi tanaman kayu manis berkisar antara 5-15 m, kulit pohonnya berwarna abu-abu
tua berbau khas, kayunya berwarna merah coklat muda. Daun tunggal, kaku seperti kulit,
letak berseling, panjang tangkai daun 0,5 – 1,5 cm, dengan 3 buah tulang daun yang
tumbuh melengkung.
Bunganya berkelamin dua atau bunga sempurna dengan warna kuning dan berukuran
kecil. Kelopak bunga berjumlah 6 helai dalam dua rangkaian. Bunga ini tidak bertajuk
bunga. Persarian berlangsung dengan bantuan serangga. Buahnya buah buni berbiji satu
dan berdaging. Bentuknya bulat memanjang. Warna buah muda hijau tua dan buah tua
ungu tua. Panjang buah sekitar 1,30 – 1,60 cm, dan diameter 0,35 – 0,75 cm. Panjang biji
0,84 – 1,32 cm dan diameter 0,59 – 0,68 cm.
Syarat tumbuh bagi tanaman ini antara lain dipengaruhi oleh ketinggian. Kayu manis
dapat tumbuh pada ketinggian hingga 2.000 m dpl. Ketinggian tempat penanaman kayu
manis dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman serta kualitas kulit seperti ketebalan
dan aroma.
Keunggulan dari kayu manis sama seperti dengan tanaman obat lainnya. Kayu manis
secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit, misalnya untuk
pengobatan penyakit radang sendi, kulit, jantung, dan perut kembung. Kayu manis yang
telah diteliti oleh para ahli memiliki efek antidiabetes. Tanaman ini juga dapat mengontrol
glukosa darah karena mengandung senyawa polimer tipe-A polifenol. Oleh karena itu,
tanaman kayu manis sangat cocok digunakan untuk pengobatan diabetes secara alternatif.
Menurut Kasahara dan Hemmi (1986) dan juga Perry dan Metzger (1980) dalam
Pratiwi, (2011) menyebutkan bahwa pada beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan
berhasil mengungkap khasiat lain dari kayu manis, yakni menurunkan kadar gula darah.
Kandungan kulit kayu manis adalah alkaloid, flavonoid, tanin dan minyak atsiri yang
terdiri dari kamfer, safrol, eugenol, sinamaldehid, sinamilasetat, terpen, sineol, sitral,
sitronelal, polifenol dan benzaldehid (Pratiwi, 2011).
Selain menjadi tanaman obat unggulan, kayu manis justru digunakan sebagai bahan
alamiah pengusir semut. Berdasarkan informasi yang didapat, semut yang terkenal
menyukai makanan manis nyatanya malah tidak menyukai dan menghindari aroma yang
ada pada kayu manis. Untuk mengusir semut di rumah, langkah ini dapat dilakukan yaitu
menaburkan bubuk kayu manis di sekitar pintu, jendela dan lantai dimana menjadi jalan
masuk semut ke dalam rumah.

10. Peperomia tetraphylla


Tanaman berair, tahunan, tumbuh tegak atau merambat batang bercabang banyak,
bergerombo1, halus dan tidak berbulu. Dari stolon muncul tunas-tunas bunga, berbatang
lunak, tungga1 atau bercabang, berakar di bawah ruas-ruas buku bagian bawah lebih
panjang daripada yang ujung. Daun 4 tersusun membentuk lingkaran; tidak bertangkai
atau panjang tangkai 15-30 mm; helaian menjorong sampai membundar telur, panjang 6-
12 mm, lebar 5-10 mm, ujung tumpu1 sampai tajam membulat. Perbungaan terminal,
bunga berkelompok membentuk cluster, warna hijau, panjang bunga 8-40 mm, berrambut
pendek, panjang tangkai bunga 6-25 mm dengan tekstur ha1us. Buah 1 mm panjangnya.
Pertumbuhan Peperomia lambat. Perawatannya re1atif mudah sebagai tanaman hias di
da1am ruangan. Tanaman memerlukan media yang lembap, akan gugur bila kekurangan
air. Menyukai kondisi hangat, cahaya 1/2 ternaungi, hidup di hutan tropik basah yang
hijau sepanjang tahun, epifit pada pohon dan pada batu basah sepanjang aliran sungai
pada ketinggian 900-3.100 mdpl. Peperomia dapat dijadikan tanaman hias pot da1am
ruangan yang dipajang sebagai tanaman terrarium, atau tanaman gantung.
11. Cassytha filiformis
Cassytha filiformis termasuk kedalam tumbuhan parasit yang tersebar didaerah
tropis, tumbuh merambat dan membelit pada bagian atas tanaman lain. Tumbuhnya tidak
teratur. Batangnya bulat halus seperti benang, lemas, bercabang, panjang 3-8 m, diameter
kurang dari 0,55 mm. Warnanya coklat muda kekuningan melekat pada tanaman lain
dengan alat penghisap. Daun berupa sisik kecil. Bunga kecil berwarna putih kekuningan,
berkelamin dua. Buahnya bulat, berdaging, diameter 7 mm. Tumbuhan ini mempunyai
khasiat, terutama bagi kesehatan.

Cassytha filiformis adalah tanaman merambat dengan batang berwarna oranye


sampai hijau pucat. Daun nya tereduksi menjadi sisik yang panjangnya sekitar 1 mm.
Bunga nya soliter, terdapat 6 petal masing-masing panjangnya 0,1-2,0 mm. Buah nya
berbentuk drupe (www.efloras.org/).

12. Piper betle


Tumbuhan ini berhabitus liana. Bentuk batangnya bulat dan termasuk tumbuhan
monopodial. Jenis daunnya tunggal. Pada bagian bawah daun terdapat daun penumpu
yang disebut dengan stipula, letak daunnya berseling. Bunga nya majemuk. Buahnya
buni bertangkai pendek panjang bulirnya antara 12-14 cm.
Manfaat sirih bila dicampur dengan jambe dan kapur bisa digunakan untuk
menyirih. Daun, akar dan bijinya juga digunakan untuk obat. Daunnya digunakan untuk
sakit perut, obat kumur, obat cacing dan mengandung obat perangsang. Daunnya yang
sudah direbus digunakan untuk mencuci luka memar dan dapat digunakan sebagai obat
keputihan oleh para wanita. Sirih dapat digunakan sebagai bahan pestisida alternatif
(Irnaningtyas, 2011).

13. Piper nigrum


Tanaman ini berhabitus liana atau bersifat memanjat dengan batang berbuku. Akar
lada akan terbentuk pada buku-buku serabut yang tebalnya kira-kira 30 cm berada
diatas lapisan tanah. Jenis daunnya tunggal, bertangkai dengan panjang 2-5 cm dan
membentuk aluran di bagian atasnya, berwarna hijau tua. Buah lada berbentuk bulat dan
mempunyai biji yang keras dengan kulit buah yang lunak.
Batang tanaman lada tumbuh merambat pada satu tiang, terkadang menjalar
dipermukaan tanah. Panjang batang bisa mencapai 15 meter. Bentuk batang dari
tanaman lada beruas-ruas seperti tanaman tebu dan panjang ruas bukunya antara 4-7 cm
(Sarpian, 2003 : 23).

I. Daftar Pustaka

Adri dan Wikanastri. 2013. Aktivitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Teh Daun Sirsak
(Annona muricata Linn). Berdasarkan Variasi Lama Pengeringan. Jurnal Pangan
dan Gizi Vol 4 (7) : 1-12.
Sumber :
https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=daun+sirsak&oq=daun/
(diakses 24 maret 2018, pukul 00.17 WIB).
Agustin, Dian. 2005. Perbedaan Khasiat Antibakteri Bahan Irigasi Antara Hidrogen
Peroksida 3% dan Infusum Daun Sirih 20% Terhadap Bakteri Mix. Jurnal
Kedokteran Gig Vol 38 (1) : 45-47.
Sumber :
https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%25C&q=manfaat+daun+siri
h&oq=manfaat+daun#d/ (diakses 24 maret 2018, pukul 00.21 WIB).
Campbell, Neil A. 2000. BIOLOGI edisi kelima jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Darmayanto. Dkk. 2018. Pengaruh Pemberian Beberapa Konsentrasi Antitranspiran
Chitosan Terhadap Kesegaran Bunga Teratai (Nymphaea caerulea). E-jurnal
Agroteknologi Tropika Vol 7 (1) : 24-33 ISSN 2301-6515.
Sumber :
https://scholar.google.co.id/scholar?hl=&as.dt=0%=stomata+pada+teratai+btnG=
#d=gs_qabs&p/ (diakses 24 Maret 2018, pukul 00.28 WIB).
Dasuki, Undang Ahmad. 1992. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Bandung : IKIP.
Hasanuddin. 2014. Botani Tumbuahan Tinggi. Banda Aceh : FKIP Universitas Syiah Kuala.
Kimball, John W. 2000. BIOLOGI. Jakarta : Erlangga.
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang : UM Press.
Tjitrisoepomo, Gembong. 2000. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta :
UGM Press.

Higuchia H, et al., 1997. Effects of temperature on growth, dry matter productionand CO2
assimilation in cherimoya (Annona cherimola Mill.) and sugarapple (Annona squamosa L.)
seedlings. J. Scientia HorticulturaeVolume 73: 89-97. Diakses
darihttp://www.sciencedirect.com . Tanggal 7 Juli 2010
Hidayah, E. B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. ITB. Bandung.
Liberty P. Malangngi, dkk. 2012. Penentuan Kandungan Tanin dan Uji Aktivitas
Antioksidan Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana). JURNAL MIPA
UNSRAT ONLINE 1 (1) 5-10 (diakses 25 Maret 2018 pukul 07.43 WIB)

Pratiwi, Ika Yohanna. 2011. Pengaruh Variasi Maltodekstrin Terhadap Kualitas Minuman
Serbuk Instan Kayu Manis (Cinnamomum burmanii). Yogyakarta : Universitas
Atma Jaya

Irnaningtyas. 2011. Dunia Tumbuhan. Jakarta : Erlangga

www.efloras.org/florataxon.aspx?flora_id=1&takon_id=200008689 (Minggu, 25 Maret


2018. Pukul 08:00)

T, Sarpian. 2003. Pedoman Berkebun Lada dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta : Kanisius

Amelia F, Angeline E, Wahyu K. 2012. Tablet salut enterik ekstrak etanol daun sirsak
(Annona muricata L.) sebagai anti kanker kolon yang potensial. [Skripsi].
Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada

Anonim.2010.”Magnoliidae”[online] Tersedia di:


http://chubbyrha.blogspot.co.id/2011/09/laporan-praktikum-subkelas-
magnollidae.html. Diakses 25 Maret 2018 Pukul 15.04

Herliana E, Rifai N. 2011. Khasiat dan Manfaat Daun Sirsak Menumpas Kanker. Jakarta:
Mata Elang Media.

Jannah RN. 2010. Uji Efektifitas Daun Sirsak (Annona muricata L.) Sebagai Peptisida
Nabati Terhadap Pengendalian Hama Tanaman Sawi (Brassica juncea L.).
[Skripsi]. Jurusan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Muhammadiyah Surakarta.

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada


University Press.
Pertanyaan :

1. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap semua anak kelas Magnoliopsida, anak kelas
manakah yang paling primitif dan yang paling maju? Berikan alasan filogenetis yang
mendukung kesimpulan anda?
Jawab:
Suku yang paling primitif adalah suku Laurales dan suku yang paling maju adalah suku
Magnolidaceae.
2. Dalam setiap anak kelas yang diamati, suku manakah yang paling primitif dan yang paling
maju? Kemukakan alasan anda?
Jawab:

Keprimitifan/kemajuan suatu takson dalam suku laurales adalah suku yang paling
primitif dan suku yang paling maju adalah suku magnoliaceae, karena Suku lauraceae telah
dikenal sejak ribuan tahun sebagai produk ekspor dari Sumatera. Hal itu dapat dibuktikan
dari beberapa ciri yang di miliki, tanaman yang berasal dari famili lauraceae lebih primitif
dibandingkan dengan suku yang lain.

3. Urutkan anak kelas dari yang paling primitif sampai yang paling maju?
Jawab:
1. Persea americana
2. Annona muricata
3. Michelia alba
4. Michelia champaca
5. Annona squamosa, cinnamomum burmannii, paperomia tetraphylla, dan piper betle.
6. Piper nigrum
7. Cananga odorata dan cassytha filiformis
8. Magnolia grandifoliai dan Paperomia pellucida
4. Urutkan suku-suku dalam anak kelas yang sama dari yang paling primitif sampai yang
paling maju, jelaskan karakteristik fenetik masing-masing.
Jawab:
a. Suku Magnoliceae, spesies Michelia champaca, Michelia alba dan Magnolia grandifolia
Michelia champaca adalah tumbuhan yang biseksual dan termasuk berumah satu
(monocieus) dengan perbungaan tunggal, Calyx dan Corolanya lepas-lepas begitu juga
dengan stamennya, memiliki simetri bunga yang aktinomorf, kepala putik clafate.
Pistilumnya banyak dan lepas-lepas, kedudukan ovariumnya adalah superum. Perlekatan
karpel ini apokarp dengan tipe plasenta yang marginalis dan memiliki buah dengan jenis
buah ganda. Rata-rata umur tumbuhan ini adalah tahunan.
Michelia alba daun tanaman cempaka putih adalah daun tunggal, letaknya berselang
seling atau spiral dan kadang bercuping, tanaman cempaka putih adalah tanaman pohon
yang berkayu ketinggiannya mencapai kira-kira 30 meter. Perbungaan tanaman cempaka
putih yaitu bunga tunggal yang terminal, biseksual, aktinomorf dengan reseptakulum yang
memanjang, dan bakal buah banyak dan terlihat jelas pada reseptakulum yang memanjang,
menumpang dengan plasentasi lateral.
Magnolia grandifolia merupakan tumbuhan purba yang sudah ada sejak jutaan tahun
yang lalu. Pernyataan tersebut muncul dengan adanya fosil. Tanaman ini tumbuh sebagai
pohon yang besar yang tinggi batangnya diatas 15 meter. Bunga ini memiliki aroma wangi
yang tercium saat menjelang malam. Saat mekar diameter bunganya bisa mencapai lebih
dari 15 cm. Bunga magnolia ini sejenis dengan bunga cempaka.

b. Suku Annonaceae, spesies Annona squamosa, Cananga odorata, dan Annona muricata.
Annona squamosa tanaman ini berupa perdu sampai pohon, berumah satu, berkelamin
banci, tinggi 2-7, m. Batang gilik, percabangan simpodial, ujung rebah, kulit batang coklat
muda. Daun tunggal, berseling, helaian bentuk elips memanjang sampai bentuk lanset,
ujung tumpul, sampai meruncing pendek, panjang 6-17 cm, lebar 2,5-7,5 cm, tepi rata,
gundul, hijau mengkilat. Bunga tunggal, dalam berkas, 1--2 berhadapan atau di samping
daun.

Cananga odorata Kenanga adalah salah satu tumbuhan yang berjenis Pohon, biasanya
tumbuh sangat cepat sekitar 5 meter per tahun, berbatang besar dengan diamater 0,1 -0,7
m. Usia nya bisa mencapai puluhan tahun.
Annona muricata Tanaman sirsak memiliki dasar bunga berbentuk cekung dan benang
sarinya banyak. Tangkai putik dengan bentuk silindris. Buah majemuk tidak beraturan
dengan bentuk seperti telur miring atau bengkok dengan panjang buah 15-35 cm dan lebar
buah 10-15 cm. Bijinya berwana hitam dan daging buah berwana putih.
c. Suku Laurales, spesies Persea americana, Cinnamomum burmannii dan Cassytha
filiformis.
Persea americana daun tanaman ini adalah tunggal dan simetris, yang memiliki
tangkai dengan panjang 1-1,5 cm. Bunga alpukat termasuk bunga majemuk, yang
mempunyai bentuk hampir menyerupai bintang dan memiliki kelamin ganda. Bunga ini
tersusun dari beberapa malai yang muncul pada ketiak daun atau tanting berwarna
kekuningan dan kehijauan.

Cinnamomum burmannii daunnya tunggal, kaku seperti kulit, letak berseling, panjang
tangkai daun 0,5 – 1,5 cm, dengan 3 buah tulang daun yang tumbuh melengkung.
Bunganya berkelamin dua atau bunga sempurna dengan warna kuning dan berukuran kecil.
Kelopak bunga berjumlah 6 helai dalam dua rangkaian. Bunga ini tidak bertajuk bunga.
Buahnya buah buni berbiji satu dan berdaging.
Cassytha filiformis tanaman merambat dengan batang berwarna oranye sampai hijau
pucat. Daunnya tereduksi menjadi sisik yang panjangnya sekitar 1 mm. Bunga nya soliter,
terdapat 6 petal masing-masing panjangnya 0,1-2,0 mm. Buah nya berbentuk drupe.
d. Suku Paperaceae, spesies Paperomia tetraphylla, Peperomia pellucida, Piper betle, dan
Piper nigrum.
Paperomia tetraphylla tanaman berair, tahunan, tumbuh tegak atau merambat batang
bercabang banyak, bergerombol, halus dan tidak berbulu. Dari stolon muncul tunas-tunas
bunga, berbatang lunak, tungga1 atau bercabang, berakar di bawah ruas-ruas buku bagian
bawah lebih panjang daripada yang ujung. Daun 4 tersusun membentuk lingkaran; tidak
bertangkai atau panjang tangkai 15-30 mm; helaian menjorong sampai membundar telur,
panjang 6-12 mm, lebar 5-10 mm, ujung tumpu1 sampai tajam membulat. Perbungaan
terminal, bunga berkelompok membentuk cluster, warna hijau, panjang bunga 8-40 mm,
berrambut pendek, panjang tangkai bunga 6-25 mm dengan tekstur ha1us. Buah 1 mm
panjangnya.

Peperomia pellucid daun tanaman suruhan berbentuk seperti hati dengan tulang
daun berjumlah tiga berwarna hijau muda, bunganya berbentuk bulir yang tersusun dalam
rangkaian berwarna hijau. Bunga tanaman suruhan muncul pada bagian ujung tangkai dan
ketiak daun. Bentuknya seperti buah lada, tersusun dalam rangkaian bulir dengan panjang
1-5 cm, bunganya tegak keatas dengan ujung bunga runcing.

Piper betle tumbuhan ini berhabitus liana. Bentuk batangnya bulat dan termasuk
tumbuhan monopodial. Jenis daunnya tunggal. Pada bagian bawah daun terdapat daun
penumpu yang disebut dengan stipula, letak daunnya berseling. Bunga nya majemuk.
Buahnya buni bertangkai pendek panjang bulirnya antara 12-14 cm.
Piper nigrum jenis daunnya tunggal, bertangkai dengan panjang 2-5 cm dan
membentuk aluran di bagian atasnya, berwarna hijau tua. Buah lada berbentuk bulat dan
mempunyai biji yang keras dengan kulit buah yang lunak.