Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS

DINAS KESEHATAN
BLUD UPT PUSKESMAS JEKULO
Jl. Raya Klaling No. 24. Klaling, Jekulo, Kudus
Telp. (0291) 4246117, 4246118
Email: puskesmasjekulo@gmail.com

KERANGKA ACUAN
PEMBERIAN OBAT CACING UPT PUSKESMAS JEKULO

A. PENDAHULUAN

Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan masyarakat

telah dibangun Puskesmas. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan

kabupaten / kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di

suatu wilayah kerja tertentu. Puskesmas merupakan ujung tombak terdepan dalam

pembangunan kesehatan, mempunyai peran cukup besar dalam upaya mencapai tujuan

pembangunan kesehatan. Salah satu upaya pembangunan kesehatan yang

diselenggarakan oleh puskesmas adalah pemberian obat cacing pada anak-anak usia

sekolah dasar.

Salah satu dampak pembangunan kesehatan adalah meningkatnya umur harapan hidup

waktu lahir yang berakibat meningkatnya tingkat kesehatan dan menurunnya tingkat

kesakitan cacingan.

Cacing dewasa hidup di usus manusia dan menghasilkan ribuan telur setiap hari. Di

daerah yang tidak memiliki sanitasi yang memadai, telur pada tinja ini mencemari tanah.

Penularan cacing ini dapat terjadi dalam beberapa cara, misalnya telur yang melekat pada

sayuran atau buah yang tertelan, ketika sayuran atau buah tersebut tidak dicuci, dikupas,

atau dimasak secara berhati-hati. Selain itu, telur cacing dapat juga tertelan dari sumber air

yang terkontaminasi dan telur yang tertelan langsung. Cara terakhir biasanya terjadi pada

anak yang bermain di tanah yang terkontaminasi, dan kemudian memasukkan tangan

mereka di mulut, tanpa mencucinya. Telur cacing tambang (Necator americanus dan

Ancylostoma duodenale) menetas di dalam tanah, lalu melepaskan larva yang dapat aktif

menembus kulit telapak kaki. Orang akan mudah terinfeksi cacing tambang, terutama saat

berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi.

B. LATAR BELAKANG

Lebih dari 1,5 miliar orang atau 24% dari populasi dunia, terinfeksi cacing tanah di

seluruh dunia. Infeksi tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, dengan angka terbesar
terjadi di sub-Sahara Afrika, Amerika, Cina dan Asia Timur. Lebih dari 270 juta anak usia

prasekolah dan lebih dari 600 juta anak usia sekolah tinggal di daerah, dimana parasit

cacing ini secara intensif ditularkan, sehingga membutuhkan pengobatan dan intervensi

pencegahan.

Menimbang bahwa cacingan merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah

kesehatan masyarakat di Indonesia karena berjangkit di sebagian besar wilayah Indonesia

dan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, dan

produktifitas ; bahwa dalam rangka upaya reduksi cacingan pada masyarakat terutama

kelompok anak balita dan anak usia sekolah perlu dilakukan peningkatan pemberdayaan

masyarakat dan komitmen lintas program dan lintas sector.

Program eliminasi filariasis di Indonesia dilakukan atas dasar kesepakatan global tahun

2000 yaitu “The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health

Problem the year 2020” yang merupakan realisasi dari resolusi WHA pada tahun 1997.

Program eliminasi dilaksanakan melalui dua pilar kegiatan yaitu : pemberian obat

pencegahan massal (POPM) filariasis kepada seluruh penduduk di kabupaten endemis

filariasis, kedua dengan tatalaksana kasus klinis filariasis guna mencegah dan mengurangi

kecacatan. Di Provinsi Jawa Tengah terdapat 9 kabupaten/kota yang endemis filariasis yaitu

Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Brebes, Wonosobo, Semarang, Grobogan,

Blora, Pati dan Demak. Kota Pekalongan sudah melaksanakan POPM mulai tahun 2011

dan sudah 5 tahun berturut-turut sampai dengan tahun 2015. Pelaksanaan POPM Kota

Pekalongan menggunakan dana APBD II. Kabupaten Pekalongan, Blora dan Pati

melaksanakan POPM mulai tahun 2015 menggunakan dana Dekon. Menyisakan 5

kabupaten endemis yang belum melaksanakan POPM.


C. TUJUAN

1. Umum

 Mencapai target dari pemerintah pusat dalam rangka program Penanggulangan

Cacingan berupa reduksi Cacingan pada tahun 2019 sampai dengan di bawah

10% (sepuluh persen) di setiap daerah kabupaten/kota

2. Khusus

 menurunkan prevalensi Cacingan pada anak balita, anak usia pra sekolah dan

anak usia sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah sebesar 10% secara bertahap

dan meningkatkan cakupan POPM Cacingan minimal 75%.

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Kepada Penderita dan keluarganya diberikan edukasi tentang upaya-upaya

pencegahan penularan Cacingan seperti cuci tangan pakai sabun,menggunakan air

bersih untuk keperluan rumah tangga, menjaga kebersihan dan keamanan makanan,

menggunakan jamban sehat, dan mengupayakan kondisi lingkungan yang sehat.

2. Pada kegiatan POPM Filariasis diberikan pula obat Albendazol yang dikombinasikan

dengan obat Diethylcarbamazine Citrate, sehingga kabupaten/kota yang prevalensi

Cacingannya ≥ 50% cukup diberikan satu kali pemberian massal obat cacing 6 bulan

setelah POPMFilariasis. Untuk kabupaten/kota dengan prevalensi Cacingan≥ 20% - <

50% pemberian obat massal Cacingan di daerah POPMFilariasis, tidak perlu diberikan

lagi.

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

Metode pelaksanaan kegiatan di laksanakan system 5 meja:

 Meja 1 : Registrasi pemberian nomer kode/ urut yang sama serta pencatatan ulang hasil

pengisian KMS FR PTM ke buku pencatatan oleh kader.

 Meja 2 : wawancara oleh kader

 Meja 3 : pengukuran TB, BB, IMT, Lingkar perut, analisa dll

 Meja 4 : pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolestrol dll

Meja 5 : identifikasi factor resiko PTM, konseling/ edukasi, serta tindak lanjut lainnya.

F. SASARAN

Sasaran pedoman Penanggulangan Cacingan adalah pihak-pihak yang berkompeten

dalam Penanggulangan Cacingan, antara lain:

1. Tenaga kesehatan yang melaksanakan Penanggulangan Cacingan di Puskesmas;

2. Tenaga kesehatan yang melaksanakan Penanggulangan Cacingan di

Kabupaten/Kota;
3. Tenaga kesehatan yang melaksanakan Penanggulangan Cacingan di Provinsi;

4. Tim Pembina UKS dan Tim Pelaksana UKS; dan

5. Instansi lintas program dan lintas sektor terkait yang melakukan perencanaan,

pembinaan, pengawasan dan penilaian terhadap Penanggulangan Cacingan pada balita,

anak usia pra sekolah dan anak usia sekolah

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

NO TANGGAL DESA MATERI PENYULUHAN KETERANGAN


1 4 Agustus 2016 Gondoharum (Tp) Berganti perbulan Tim posbindu :
2 6 Agustus 2016 Gondoharum (Kw)
3 9 Agustus 2016 Sidomulyo Macam penyuluhan : 1.Dokter
4 11 Agustus 2016 Terban (Wp)
5 15 Agustus 2016 Bulung Kulon 1. Rematik 2. Perawat
6 20 Agustus 2016 Klaling
3. Bidan

4. Pemegang

program

5.Promkes

6.Gizi

7.Petugas laborat

H. MONITORING EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Monitoring dilakukang dengan mencatat jumlah kunjungan harapannya dari besarnya

jumlah kunjungan , semakin meningkatkan kesadaran lansia terhadap kesehatan.

I. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

1. KMS lansia

2. Register pencatan hasil kegiatan posyandu

3. Buku pemantauan kesehatan pribadi lansia