Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pinguin adalah salah satu burung yang tidak bisa sangat terbang, secara

umum hidupdi belahan bumi selatan. Pinguin salah satu hewan yang

mengerami terurnya oleh sang jantan selama musim dingin yang bersuhu -

400c, pasangan pinguin harus menghadapi glester pada musim ini. Pinguin

mengerami telurnya 4 bulan ,mengurus bayi pinguin sangatlah sulit jika telur

menetas padamusim dingin sulit mencari makan di karnakan laut beku.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan di atas, penulis

merumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut:

1. Apa yang di maksud pinguin?

2. Ciri-ciri pinguin?

3. Masa kawin pinguin?

4. Jenis-jenis makanan pinguin?

5. Proses pengeraman pinguin?

1
C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini:

1. Meningkatkan wawasan tentang pinguin.

2. Mengetahui jenis-jenis pinguin

3. Mengetahui bagaimana cara pengembangbiakan pinguin

4. Melatih diri dalam menyusun suatu masalah kedalam bentuk

karya tulis

5. Sebagai salah satu syarat mengikuti ujian nasional 2016/2017

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat di manfaatkan di bidang pendidikan khususnya

untuk menambah pengtahuan siswa tentang pengmbang biakan pinguin

jackass. Dan hasil penelitian ini mudah-mudahan dapat bermanfaat baik secara

teoretis mau praktis.

1. Bersifat Teoretis

a) Memperoleh pengetahuan berbagai informasi tentang

pengembangbiakan pinguin jackass.

b) Memambah wawasan keilmuan bagi pelajar tentang hewan yang hidup

di iklim dingin.

2. Bersifat Praktis

Secara praktis penelitian ini di harapkan dapat memberikan

gambaran mengenai pinguin serta cara pengebangbiakan hewan pinguin

jackaes agar bisa di kenal oleh semua lapisan masyarakat tentang

pengmbangbiakannya.

2
BAB II

KAJIAN TEORI

A. Pengertian Pinguin

Pinguin adalah hewan akuatik jenis burung yang tidak bisa terbang yang

secara umum hidup di belahan bumi selatan di seluruh dunia.

Gambar 1. Pinguin

Pinguin adalah hewan hanya hidup di daerah yang beriklim dingin,

Pinguin terdapat pula 3 spesies pinguin yang hidup di daerah tropis.salah satu

pinguin di temukan di kepulauan Galapagos.

B. Jenis – Jenis Pinguin

1. Adelie pinguin

a. Memiliki nama latin pygoscelis adeliae.

b. Ciri-ciri pinguin adelie adalah:

 Panjang tubuhnya sekitar 70 cm.

3
 Penyebarannya adalah di antartika, south shetlands, south

orkneys,bouvet, balleny dan peter island

 Jumlah populasinya saat ini ada sekitar 2,5 juta pasang

2. Pinguin afrika

a. Memiliki nama latin spheniscus demersus.

b. Ciri-ciri pinguin afrika adalah:

 Panjang tubuhnya sekitar 68 cm

 Daerah penyebaran adalah di wilayah namibia dan afrika selatan

 Populasi mereka saat ini ada sekitar 70.000 pasang

3. Chinstrap pinguin

a. Memiliki nama latin pygoscelis antarctica

b. Ciri-ciri pinguin chinstrap

 Panjang tubuhnya sekitar 74 cm

 Daerah penyebarannya adalah di kepulauan sandwich selatan,

semenangjung antartika, south georia,bouvet, balleny dan peter

island.

 Jumlah ada sekitar 7,5 juta pasang

4. Pinguin Emperor

a. Memiliki nama latin aptenodytes forsteri

b. Ciri-ciri pinguin emperor

 Memiliki panjang tubuh sekitar 120 cm

 Hanya hidup di daerah anttartika

 Jumlahnya ada sekitar 220 ribu pasang

4
5. Erect- crested pinguin

a. Memiliki nama latin eudyptes sclateri

b. Ciri-ciri pinguin Erect-crested

 Memiliki panjang tubuh sekitar 60 cm

 Penyebaran di wilayah antipodes,baunty,auckland dan kepulauan

campbell.

 Populasinya sekitar 170 ribu pasang

6. Pinguin fiordland

a. Memilikinama latin eudyptes pachyrhynchus.

b. Ciri-ciri pinguin fiordland:

 Panjang tubuhnya hanya sekitar 55 cm

 Berat badan 4kg

 Dapat di temukan di selandia baru

 Populasinya hanya sekitar 3.000 pasang saja

7. Pinguin Galapagos

a. Memiliki nama latin spheniscus mendiculus

b. Ciri-ciri pinguin galapagos:

 Panjang tubuhnya hanya 49 cm

 Hanya hidup di kepulauan galapagos

 Populasinya hanya ada sekitar 1.000 pasang saja

8. Pinguin Gentoo

a. Memiliki nama latin pygoscelis papua\

b. Ciri-ciri pinguin gentoo:

 Badannya lumayan besar dengan panjang tubuh sekitar 80 cm

5
 Daerah penyebaranya adalah daerah semenanjung antartika, dan

kepulauan subantartika.

 Populasinya saat ini sekitar 320.000 pasang

9. Pinguin Humboldt

a. Memiliki nama latin spheniscus humboldti

b. Ciri-ciri pinguin humboldt:

 Panjang tubuhnya sekitar 70 cm

 Daerah penyebarannya meliputi chili bagian utaradan peru

 Jumblahnya hanya sekitar 12.000 pasang

10. Pinguin Raja (King Pinguin)

a. Memiliki nama latin aptenodytes patagonicus

b. Ciri-ciri pinguin raja(king pinguin)

 Badannya cukup besar dengan panjang tubuh sekitar 90 cm

 Daerah penyebarannya meliputi kepulauan marion, heard,

macquarie, south georgia dan falkland

 Populasi mereka saat ini sekitar2 juta pasang

11. Little (Blue Or Fairy) Pinguin

a. Memilliki nama latin eudyptula minor

b. Ciri-ciri little (blue or fairy) pinguin

 Panjang tubuhnnya hanya sekitar 43 cm

 Mereka hidup di wilayah australia dan selandia baru

 Populasi mereka diperkirakan ada sekitar 500 ribu pasang

12. Pinguin Macaroni

a. Memiliki nama latin eudyptes chrysolophus

6
b. Ciri-ciri pinguin macaroni:

 Memilik panjang tubuh sekitar 70 cm

 Daerah panyebarannya meliputi georgia selatan, sandwich selatan,

bouvet, prince edward, marion, crozet, kerguelen, heard, falklands,

chili, argentina dan semenanjung antartika

 Populsainya saat ini sekitar 9 juta pasang

13. Pinguin Magellanic

a. Memiliki nama latin spheniscus magellanicus

b. Ciri-ciri pinguin magellanic:

 Panjang tubuhnya serkitar 70 cm

 Hidup di wilayah chili, argentina, dan kepulauan faikland

 Populasinya saat ini sekitap1,8 pasang

14. Pinguin Rockhopper

a. Ciri-ciri pingiin rockhopper :

 Panjang tubuh sekitar 52cm

 Populasi mereka saat ini 650.000pasang

15. Pinguin Royal

a. Memiliki nama latin eudyptes schlegeli

b. Ciri-ciri pinguin royal:

 Panjang tubuhnya rata-rata sekitar 70 cm

 Daerah penyebarannya diantara australia dan antartika

 Mereka merupakan jenis pinguin yang melakukan migrasi pada

musim kawin

 Populasi mereka sekitar 850.000 pasang

7
16. Pinguin Snares

a. Memiliki nama latin eudyptes robustus

b. Ciri-ciri pinguin snares:

 Panjang tubuh mereka rata-rata sekitar 50 cm

 Berat badan sekitar 3 kg

 Daerah penyebarannya di kepulauan snares, selandia baru

 Jumlah mereka di dunia hanya sekitar 30 ribu pasang

17. Pinguin Mata Kuning

a. Memiliki nama latin megadyptes antipodes

b. Ciri-ciri pinguin mata kuning;

 Panjang tuduhnya hanya sekitar 55 cm

 Mereka hidup di selandia baru

 Populasinnya saat ini sekitar 1,500 pasanng

8
BAB III

PROSEDUR PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Sebelum penulis membuat karya tulis, terlebih dahulu mengadakan

pengumpulan data dari berbagai sumber yang berhubungan dengan masalah

yang diambil untuk pembuatan karya tulis ini. Sesuai dengan permasalahan

dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, metode penelitian dalam

pembuatan karya tulis adalah dengan:

1. Tinjauan langsung ke lingkungan sekitar gembiraloka yogyakarta.

2. Sumber-sumber dari buku dan intrnet tentang pinguin.

B. Sumber Data

Sumber data dajam penelitian ini adalah jenis pinguin

yang hidup di gembiraloka. Selain itu juga mencari data-data dari buku dan

internet tentang pinguin trsebut.

C. Teknik Pengumpulan Data

Sesuai dengan permasalahan penelitian, teknik pengumpulan data yang

digunakan dlam penelitian ini meliputi:

1. Teknik Observasi

Teknik observasi digunakan untuk mengunpulkan data awal selama

penelitian di gembiraloka

9
2. Teknik Wawancara

digunakan untuk mengetahui lebih lanjut dari petugas tentang pinguin

3. Studi Pustaka

Teknik studi pustaka merupakan pengympulan data dan informasi

yang dilakukan dengan menggunakansemua bahan tertulis yang relevan

dengan pembahasan karya tulis ini. Didalam hal ini penulis membaca

buku-buku yang berkaitan dengan pinguin

D. Langkah-Langkah Penelitian

Untuk melaksanakan penelitian ini penulis melaksanakan langkah-

langkah sebagai berikiut:

1. Tahap Perencanaan

2. Observasi c.

3. Pengumpulan Data

E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Penulis akan mengolah data-data penelitian ini dengan menggunakan

langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mengklarifikasi data

2. Menkoding data

3. Menganalisis data

4. Menafsirkan data dan menjelaskan

5. Membuat kesimpulan

10
F. Waku Penelitian

Penulis melakukan penelitian ini di gembiraloka yogyakarta. Jawa

Tengah yaitu pada tanggal 14 Januari 2016.

11
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Klasifikasi Penguin Afrika

Penguin Afrika adalah kecil dan menengah spesies Penguin berukuran

yang ditemukan di sepanjang pantai Afrika Selatan dan pada sejumlah itu

pulau-pulau sekitarnya. Penguin Afrika ini dianggap paling dekat terkait

dengan Humboldt dan Magellan Penguin ditemukan di selatan Amerika

Selatan, dan Galapagos Penguin yang ditemukan di Samudera Pasifik dekat

Khatulistiwa. Penguin Afrika bernama untuk fakta bahwa itu adalah satu-

satunya spesies Penguin yang ditemukan berkembang biak di pantai Afrika,

dan diyakini menjadi salah satu spesies Penguin pertama yang ditemukan oleh

manusia.

1. Anatomi dan Penampilan Penguin Afrika

Penguin Afrika adalah spesies yang cukup khas penguin dengan

tanda hitam dan putih bersih dan paruh hitam menunjuk tajam. Penguin

Afrika juga memiliki kaki hitam dan sejumlah titik seperti tanda bebercak

di dada itu putih yang dikatakan sebagai unik untuk individu Penguin

sebagai sidik jari manusia adalah, bersama dengan pita hitam yang sempit.

Gambar 2. Bagin tubuh pinguin

12
Para Penguin Afrika laki-laki umumnya sedikit lebih besar dari

rekan-rekan perempuan mereka, tetapi keduanya cukup mirip dalam

penampilan. Salah satu fitur yang paling khas Penguin Afrika adalah

bahwa mereka memiliki kelenjar merah muda di atas mata mereka yang

membantu mereka untuk mengatasi dengan daerah beriklim sedang. Para

panas Penguin Afrika, semakin darah dikirim ke kelenjar ini sehingga

dapat didinginkan oleh udara sekitarnya, yang pada gilirannya, membuat

kelenjar ini lebih merah muda.

Penguin Afrika ditemukan di pantai selatan-barat Afrika, yang

tinggal di 27 koloni pada 24 pulau antara Namibia dan Algoa Bay, dekat

Port Elizabeth, Afrika Selatan, dengan koloni terbesar ditemukan di Dyer

Island, dekat Kleinbaai. Penguin Afrika yang paling padat didistribusikan

di sekitar dingin, perairan kaya nutrisi dari Benguela Current mana ada

pasokan makanan.

Meskipun mereka menghabiskan banyak waktu mereka di laut,

Penguin Afrika berkumpul di lokasi sarang di pulau-pulau berbatu di mana

mereka menghabiskan hari-hari mereka di liang terlindung untuk

menghindari panas matahari. Mereka adalah satu-satunya spesies Penguin

dapat ditemukan dalam kondisi non-pembekuan dan mengatasi ini dengan

menggali, muncul di senja dan fajar, dan menggunakan kelenjar merah

muda di atas mata mereka untuk mendinginkan darah turun.

2. Perilaku dan Gaya Hidup Penguin Afrika

Seperti banyak spesies Penguin lainnya, Penguin Afrika sangat

burung bergaul dengan orang dewasa membentuk ikatan pasangan yang

13
berlangsung seumur hidup (selama 10 tahun). Penguin Afrika sering

terlihat dandan satu sama lain, yang tidak hanya praktis untuk tujuan

membersihkan, tetapi juga untuk menghilangkan parasit dan bahkan hanya

menata ulang bulu, terus memperkuat ikatan sosial antara pasangan.

Pacaran layar mereka sering sangat bising seperti panggilan

Penguin jantan dan betina saling menggunakan serangkaian suara keledai-

seperti. Penguin Afrika juga dikenal untuk mengirimkan ke tempat

memandikan hanya beberapa meter dari pantai, yang mereka berpikir

untuk melakukan cukup teratur untuk bersih dan untuk mendinginkan diri

ke dalam panas.

3. Reproduksi dan Siklus Hidup Penguin Afrika

Penguin Afrika mulai berkembang biak pada usia rata-rata empat,

ketika pria dan wanita akan berpasangan, dan cenderung untuk

berkembang biak bersama untuk sisa hidup mereka. Para Penguin Afrika

perempuan baik menggali liang dirinya atau menemukan berenang di

bawah batu atau semak, di mana ia meletakkan dua telur. Telur diinkubasi

oleh kedua orang tua untuk 40 hari, ketika hanya satu telur biasanya akan

menetas.

Gambar 3. Kehidupan bayi Pinguin

14
Penguin Afrika ayam diberi makan dan terus hangat oleh orang tua

mereka terus-menerus sampai mereka berumur satu bulan ketika mereka

mulai ditinggalkan sendiri, membentuk crèches dengan anak ayam lainnya

untuk perlindungan dari predator. Mereka cenderung untuk tetap dengan

orang tua mereka sampai mereka berusia antara 3 dan 5 bulan, ketika

mereka akan meninggalkan koloni (ini tergantung meskipun pada pasokan

dan kualitas makanan di daerah). Anak ayam kembali ke koloni setelah

beberapa tahun untuk rontok ke bulu dewasa mereka. Penguin Afrika

umumnya hidup antara 10 dan 15 tahun.

4. Makanan dan mangsa Penguin Afrika

Penguin Afrika adalah hewan karnivora yang, seperti semua spesies

penguin lainnya, bertahan pada diet yang hanya terdiri dari organisme laut.

Ikan shoaling termasuk anchovy, sarden, makarel kuda dan Ikan-ikan

haring Putaran membuat sebagian besar diet Afrika Penguin, bersama

dengan Squid sesekali atau Crustacean ketika makanan yang normal dalam

pasokan pendek.

Gambar 4. Seorang aktivis lingkungan memberi makan anak penguin

15
Para streamline tubuh Penguin Afrika memungkinkan untuk

bergerak melalui air seperti roket, mampu mencapai kecepatan tertinggi

sekitar 20 kilometer per jam ketika berburu untuk makanan. Penguin

Afrika menangkap mangsanya dengan menyelam ke kedalaman laut

sekitar 2 menit pada suatu waktu. Meskipun mereka biasanya pergi ke

kedalaman sekitar 30 meter, tidak jarang bagi mereka untuk menemukan

berburu lebih dari 100 meter di bawah permukaan air.

5. Pemangsa dan Ancaman Penguin Afrika

Ukuran yang lebih kecil Penguin Afrika berarti bahwa ia memiliki

banyak predator baik di air dan juga di lahan kering. Predator laut mereka

terutama Hiu dan Cape Fur Seal, namun ancaman terbesar bagi mereka di

darat tidak hanya untuk Penguin dewasa, tetapi lebih telur rentan dan anak

ayam.

Gambar 5. Kelp camar sebuah ancaman bagi Pinguin

Kelp camar dan Takut Ibises memangsa mereka dari udara dan

Mongooses, Ular, dan macan tutul telah diamati memburu mereka di

tanah. Para Penguin Afrika juga telah dipengaruhi oleh aktivitas manusia

di daerah asal mereka, dengan populasi diperkirakan telah mengambil

penurunan drastis, terutama disebabkan oleh eksploitasi telur mereka

16
untuk makanan ketika mereka pertama kali ditemukan. Mereka juga

dipengaruhi oleh gangguan habitat alami mereka.

Penguin memiliki lebih bulu daripada burung lainnya, yang

bertindak sebagai lapisan tahan air menjaga kulit kering mereka. Penguin

Afrika rontok setahun sekali yang mereka lakukan kembali koloni mereka.

Seluruh proses berlangsung selama sekitar 20 hari, di mana waktu,

Penguins Afrika tidak bisa berenang atau makan, dan bisa kehilangan

hampir setengah dari berat badan mereka.

Penguin Afrika dikenal untuk menghabiskan waktu yang lama

memancing di laut, dan tergantung pada daerah, dapat melakukan

perjalanan antara 30 dan 110 km dalam satu perjalanan. Namun, orang-

orang Penguin Afrika yang memiliki ayam untuk makan, jarang akan pergi

sejauh itu, menangkap makanan lebih dekat ke pantai, dan secepat

mungkin. Penguin Afrika juga dikenal sebagai penguin Jackass, karena

panggilan keledai-seperti yang mereka buat selama ritual pacaran mereka.

6. Hubungan Penguin Afrika dengan Manusia

Hal ini secara luas diyakini bahwa Penguin Afrika adalah salah satu

spesies Penguin pertama yang datang ke dalam kontak dengan manusia,

karena fakta bahwa mereka ditemukan di pantai Afrika Selatan beriklim

daripada di jantung Antartika. Namun ini, tampaknya tidak telah bekerja

untuk keuntungan burung telur mereka dicuri untuk makanan

(memperlambat laju reproduksi), dan guano digunakan dalam membangun

sarang dipanen untuk pupuk.

17
Hari ini, ancaman lainnya menghadapi Penguin Afrika termasuk

kompetisi untuk makanan dari penangkapan ikan komersial dan

pencemaran minyak di dalam air. Hanya segelintir kecil situs bersarang

dapat diakses oleh wisatawan, tetapi sifat saraf Penguin orang berarti

bahwa daerah ini harus dipantau ketat.

B. Taksonomi Pinguin Afrika

1. Taksonomi

Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Sphenisciformes

Famili : Spheniscidae

Genus : Aptenodytes

Spesies : A. Forsteri

2. Karakteristik Umum

Penguin kaisar yang mempunyai nama latin Aptenodytes forsteri,

termasuk jenis yang terbesar di antara famili penguin, yaitu dengan tinggi

badan mencapai lebih dari 1 meter dan bobot lebih dari 35 kg. Sama

seperti jenis penguin lainnya, penguin kaisar juga memiliki kaki yang

berjaring dan bulu tebal di seluruh tubuhnya yang kedap air, dan

merupakan spesies burung yang tidak dapat terbang.

Namun ciri yang paling terlihat untuk membedakan penguin kaisar

dengan jenis penguin lain adalah garis kuning samar pada bagian lehernya.

18
Berbeda dengan penguin raja, di mana garis kuning pada leher penguin ini

lebih mencolok dan membentuk lengkungan tegas di lehernya daripada

Penguin kaisar. Makanan utama penguin kaisar adalah ikan, udang, dan

cumi-cumi. Anatomi sayap yang pendek memungkinkan penguin jenis ini

untuk berenang hingga sejauh 15 km dan menyelam sampai pada

kedalaman 900 kaki selama 18 menit. Oleh karena itu, ikan yang

dimakannya lebih besar daripada yang dimakan oleh penguin-penguin

dengan ukuran tubuh lebih kecil.

Populasi penguin kaisar bergantung pada jumlah ikan yang ada di

laut, jika penangkapan ikan oleh manusia terus dilakukan secara besar-

besaran maka populasi penguin pun dapat berkurang jumlahnya. Secara

umum penguin tidak memiliki banyak musuh, singa laut adalah musuh

utama mereka. Akan tetapi dengan kelincahan mereka di dalam air,

penguin dapat dengan mudah menghindarinya.

3. Persebaran

Populasi Penguin kaisar hanya terdapat di Benua Antartika - kutub

selatan bumi, merupakan daerah terdingin di belahan dunia paling selatan

dengan suhu terendah mencapai -73° celcius. Mereka bersarang di

sepanjang wilayah tepi pantai benua Antartika. Penguin kaisar dapat bertahan

hidup di suhu dingin tersebut karena lapisan lemak setebal 2–3 cm pada tubuhnya

berguna untuk menyimpan panas dan memisahkan udara dingin dari luar

19
BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

1. Pinguin adalah hewan akuatik jenis burung yang tidak bisa terbang yang

secara umum hidup di belahan bumi selatan di seluruh dunia.

2. Pinguin adalah hewan hanya hidup di daerah yang beriklim dingin,

Pinguin terdapat pula 3 spesies pinguin yang hidup di daerah tropis.salah

satu pinguin di temukan di kepulauan Galapagos.

3. Pinguin hanya bisa hidup di iklim dingin Ada tiga jenis pinguin yang

dapat hidup di iklim tropis Pinguin hidupnya selalu berkelompok

B. Saran

Dalam proses pembutan kita harus memahami langkah-langkah

pembuatannya agar memperoleh hasil yang maksimal Untuk meningkatkan

pengetahuan tentang pinguin kita harus mendalami suatu objek yang berkaitan

dengan pinguin

20
DAFTAR PUSTAKA

http://www.peterparkerblog.com/3403/pinguin-jackass/

http://yuripeace.blogspot.com/

https://pinguin.wordpress.com/lebih-lengkap-tentang-pinguin/

http://jenispinguin.com/2013/01/05/

21
RIWAYAT HIDUP PENULIS

22