Anda di halaman 1dari 5

Algoritma Non Matematika

By : Asep Rochman
Medialogika.org

Dalam banyak buku, algoritma pada umumnya dicontohkan dengan persoalan-persoalan


matematika. Hal ini mengesankan bahwa algoritma identik dengan matematika. Tapi
sejatinya tidak demikian. Algoritma merupakan disiplin ilmu yang berbeda dari matematika,
dan penerapannya dapat dilakukan terhadap matematika, bidang administrasi keuangan,
akuntansi, politik, sosial, filsafat dan lain sebagainya.

Berikut ini saya buatkan contoh sederhana algoritma non matematika.

Misalnya, algoritma untuk mengisi form catatan. Bentuk Form nya sebagai berikut :

NO Label ISI
1 Judul :

2 Catatan :

3 Kategori :
4 Parent :
5 Level :
6 Tags :

Kalau kita perhatikan, form ini sederhana. Dengan melihat Field-field yang ada, Anda akan
sudah mengerti dan dapat dengan mudah mengisi form tersebut. Anda hanya perlu menulis
sebuah catatan dan memberinya judul. Sehingga apabila saya memberi instruksi kepada
Anda, “istilah form ini !” maka Anda dapat mengerjakannya dengan mudah.

Tetapi, Anda bisa saja melakukan prosedur yang tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh
saya, si pembuat form atau yang memberi instruksi. Misalnya Anda mengisi kolom tags
terlebih dahulu sebelum mengisi judul atau Anda membuat tags yang sama dengan judul, di
mana itu semua tidak sesuai dengan prosedur yang dikehendaki oleh si pembuat form atau
oleh pihak yang memberi instruksi kepada Anda. Anda juga tidak mengetahui apakah form
mana saja yang wajib di isi dan mana yang boleh dikosongkan. Juga perlu kejelasan,
bagaimana aturan dalam pengisian kolom-kolom lainnya seperti Kategori, Parent dan Level.
Karena itu, agar Anda tidak melakukan kesalahan dalam menjalankan prosedur pengisian
forum tersebut, maka saya perlu menyusun algoritmanya melalui lisan atau tulisan. Untuk
prosedur yang panjang dan resmi, ada baiknya algoritma ditampilkan dalam bentuk tulisan,
sehingga pihak yang memberi instruksi tidak harus menjelaskannya melalui lisan secara
berulang-ulang. Cukup sekali menulis, dan siapapun yang nantinya mengisi form dapat
melihat ke arsip algoritma sebagai pedoman dalam mengisi form.
Algoritmanya untuk mengisi form di atas adalah sebagai berikut :
Algo Entry Catatan
1) Mulai
2) Tentukan di mana Anda hendak menulis
3) Jika Anda hendak menulis di kolom 1 (kolom isi baris 1), maka tentukan “Judul”
4) Setelah itu, pindahlah ke ke kolom 2 (kolom isi baris 2)
5) Isilah catatan
6) Simpan data
7) Selanjutnya, tentukan lagi, di “Kolom” mana Anda hendak menulis
8) Jika Anda hendak menulis di kolom 6 (Kolom isi baris 6), maka tulis lah tag di situ.
Lihat prosedur pengisian Entry Tags.
9) Selesai

Prosedur pengisian Entry Tags


Algo Entry Tag
1) Mulai
2) Tags=””, Term=””
3) Jika Term = Judul, maka tampilkan pesan “Tags tidak boleh sama dengan term”
4) Jika term <> Judul, maka Jika Term =”” (kosong), maka tulis term untuk tags
5) Tetapi jika term tidak kosong, maka Tags=Tags + Term
6) Sekarang tentukanlah term untuk tags yang Anda inginkan
7) Jika Term = X, maka proses entry tags selesai
8) Jika Term <> X, ulangi prosedur, kembali pada point ke-3
9) selesai

X didefinisikan bahwa “Anda tidak ingin menambahkan Tags”.

Algoritma di atas merupakan gabungan dari Struktur Sekuensial, Struktur Seleksi dan
Perulangan, serta menggunakan Subchart atau prosedur di dalam prosedur. Karena
algoritma pengisian Entry Tags dibuat terpisah dengan algoritma Entry Catatan.
Kemudian keduanya digabungkan dengan sistem Calling Prosedur. Teknik ini akan
memudah kita dalam menyusun prosedur yang panjang dan kompleks dalam sebuah
sistem organisasi atau perusahaan.

Tidak semua prosedur saya buatkan contohnya, seperti prosedur pengisian kategori,
level dan parent. Karena ini sekedar contoh saja. Tapi dengan satu dua prosedur yang
ditampilkan, sudah cukup memberi kejelasan, jelas awal dan akhirnya, serta dapat
dieksekusi. Selanjutnya seluruh prosedur lainnya dapat dibuat, apabila memang
diperlukan.
Apabila dua algoritma di atas dikonversi ke dalam bentuk FlowChart, maka hasilnya
sebagai berikut :

Algo Entry Catatan

Ada sedikit perbedaan bahasa. Dalam flowChart terdapat kalimat “letakan kursor
pada kolom.” Get Kolom, itu bila dikonversi ke dalam bahasa sehari-hari, artinya “Di
manakah Anda hendak menulis ?”
Algo Entry Tags

Dalam Algoritma di atas, prosedur pengisian Form selalu harus dimulai dari menulis
judul. Jika Anda ingin mulai menulis dari kolom lain, maka algoritma di atas tidak
menyediakan petunjuk prosedurnya. Jika semua prosedur dibuat, maka algoritmanya
akan menjadi lebih banyak. Misalnya, jika Anda memulai dari kolom satu, maka
langkah selanjutnya menulis di kolom kedua. jika mulai dari kolom kedua, maka
selanjutnya menulis di kolom satu. Jika mulai dari kolom ketiga, maka selanjutnya
menulis di kolom satu, dan seterusnya. Jika memang diperlukan, seluruh prosedur
dapat dibuat dengan menambahkan prosedur yang harus dilakukan apabila Anda tidak
ingin memulai dari kolom ke satu.
Demikian itulah contoh algoritma yang non matematika. Maksudnya, algoritma ini
dibuat tidak untuk tujuan memecahkan suatu persoalan matematika, melainkan untuk
memberi petunjuk tentang prosedur pengisian sebuah form.

Algoritma yang sama dapat kita buat untuk keperluan-keperluan lainnya seperti
menyusun SOP Produksi, SOP Administrasi, Alur Diskusi, Menjelaskan Struktur
Konsep Berpikir, Prosedur Diskusi dan lain sebagainya.

Kesimpulannya, Fungsi Algoritma adalah untuk menjelaskan langkah-langkah


sistematis dan terstruktur dalam proses mengerjakan sesuatu, sehingga penerapannya
tidak terbatas hanya pada bidang matematika saja.

Sebagai penutup,
kepada Anda yang berminat untuk diskusi seputar algoritma, mari bergabung dengan
grup kami, linknya sebagai berikut :

https://t.me/LogikaFilsafat

Group tersebut merupakan link grup Logika Filsafat dengan topik-topik utama diskusi
sebagai berikut :

1) Ilmu Logika
2) Algoritma
3) Matematika
4) Pemrograman
5) Filsafat

Adapun topik-topik lainnya seperti topik Agama, Politik, Psikologi, Mistik, dll,
merupakan selingan untuk “Bumbu Penyedap” saja.