Anda di halaman 1dari 6

SIFAT KEULETAN (DUCTILITY) DAN

KETANGGUHAN (TOUGHNESS) BAHAN TEKNIK

DI SUSUN OLEH ;
NAMA : MUHAMAD SYAFEI ILHAM
NIM : 5201417004
ROMBEL :1
PRODI : PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


SEMARANG

2017
A. Keuletan (ductility)
 Pengertian keuletan menurut beberapa sumber.
1. Menurut Dipl. Ing. Soedihono, ST, MT keuletan adalah ialah salah satu sifat logam
yang menunjukkan mudah tidaknya logam tersebut berdeformasi tanpa patah atau
menunjukkan kemampuan logam untuk mengalir secara plastis tanpa patah ketika
dilakukan proses pengubahan bentuk.
2. Di ambil dari ebook Materials Science and Engineering, An introduction, William D.
Callister Jr, Wiley, Keuletan adalah ukuran derajat deformasi plastis yang telah dialami
saat patah.
3. Pada buku “Doe Fundamentals Handbook Material Science Volume 2 of 2” U.S
department energy menjelaskan bahwa suatu keuletan adalah kemampuan dasar
material yang berguna untuk mengurangi tegangan tarik dan tekan. Keuletan adalah hal
yang penting di konstruksi dari tempat reactornya.
 Pembahasan Tentang Keuletan
Material yang mengalami deformasi plastis yang tinggi disebut material yang
liat. Sedang material yang mengalami sedikit atau tidak mengalami deformasi plastis
disebut material getas. Untuk mengukur keliatan (membedakan material liat atau getas)
secara skematis diilustrikan pada gambar di bawah ini.

Gambar. Sekema atau gambaran


dari perilaku regangan tegangan
tarik untuk bahan getas dan ulet
dimuat sampai patah

Keuletan dapat dinyatakan secara kuantitatif sebagai perpanjangan persen atau penurunan
persen di areanya.
1. Persentase perpanjangan % EL adalah presentase dari regangan plastis pada saat material
Ɩf – Ɩ0
patah atau % EL = ( ) X 100 %
Ɩ0

Dimana:

Ɩf : panjang material saat patah

Ɩ0 : panjang uji awal

Semakin tinggi harga (%EL) maka material akan semakin liat dan jika harga (%EL) semakin
rendah maka material akan semakin getas. Karena proporsi deformasi plastis yang signifikan
pada fraktur adalah terbatas pada daerah leher, besarnya% EL akan tergantung pada alat
pengukur spesimen panjangnya. Semakin pendek l0, semakin besar fraksi perpanjangan total
dari leher dan, Akibatnya, semakin tinggi nilai% EL.

2. Persentase pengurangan area (%AR)

Persentase pengurangan area (%AR) rumuskan sebagai berikut :

𝐴0 −𝐴𝑓
% AR = ( ) X 100 %
𝐴0

Dimana :

𝐴𝑓 : luas penampang material saat patah

𝐴0 : luas penampang awal

Persen penguranga terhadap nilai area tidak bergantung pada l0 dan A0. Selanjutnya, untuk
bahan tertentu, besaran% EL dan% RA pada umumnya akan berbeda. Sebagian besar logam
memiliki tingkat daktilitas derajat sedang pada suhu kamar, logam akan menjadi rapuh jika
suhu diturunkan.
Tabel Sifat Mekanik Khas dari Beberapa Logam dan panduan yang umum

LOGAM KEKUATAN KEKUATAN KEULETAN.


LULUH TARIK % EL
(PSI(MPa)) (PSI(MPa)) (in : 2 INCHI)
EMAS - 19.000 (130) 45
ALUMINIUM 400 (28) 10.000 (69) 45
TEMBAGA 10.000 (69) 29.000 (200) 45
BESI 19.000 (130) 38.000 (262) 45
NIKEL 20.000 (138) 70.000 (480) 40
TITANIUM 35.000 (240) 48.000 (330) 30
MOLIB DENUM 82.000 (565) 95.000 (655) 35

B. KETANGGUHAN ( TOUGHNESS )
 Pengertian ketanguhan dari beberapa sumber.
1. Menurut Dipl. Ing. Soedihono, ST, MT Ketangguhan adalah kemampuan material
untuk menyerap energi didaerah plastis, atau kemampuan memikul tegangan diatas
tegangan yield tanpa patah.
2. Di ambil dari ebook Materials Science and Engineering, Ketangguhan (atau lebih
tepatnya, ketangguhan patah) adalah properti yang bersifat indikatif ketahanan material
terhadap patahan saat retak dengan adanya kecacatan.
3. Pada buku “manufacturing properties of engineering materials lecture Notes” Prof. Dr.
Ahmet Aran menuliskan bahwa ketangguhan adalah kemampuan dari suatu material
untuk menyerap energy tanpa mengalami patah.

 Pembahasan Tentang ketangguhan

Ketangguhan adalah kemampuan atau kapasitas bahan untuk menyerap energy hingga
patah atau Ketangguhan adalah penahanan suatu material terhadap pecah menjadi dua, dengan
suatu retakan melintang- ini disebut " retak" serta menyerap energi. Jumlah energi yang diserap
selama retak tergantung pada ukuran komponen yang pecah menjadi dua. Jumlah energi yang
diserap setiap satuan luas dari retakan adalah tetap untuk material yang ditentukan, dan ini
disebut ketangguhan juga. Suatu material tangguh memerlukan banyak energi untuk pecah
contoh, baja lembut (mild steel), yang pada umumnya sebab proses retak menyebabkan banyak
kelainan bentuk plastis, suatu material rapuh mungkin kuat tetapi sekali sebuah retakan telah
mulai retak, material itu dengan mudah terjadi patah sebab energi sedikit diserap (contoh:
gelas/kaca)

Ketangguhan suatu material dapat dikaitkan dengan keuletan suatu bahan jika bahan
tersebut ulet berarti bahannya tangguh, sedangkan jika bahan tersebut getas atau tidak ulet
berarti bahannya tidak tangguh

 Perbedaan antara kurva tegangan


dan regangan hasil uji tarik utk
material yang getas dan ulet

 ABC : ketangguhan material getas

 AB’C’ : ketangguhan material ulet

Tabel. . Data Uji Tegangan Regangan untuk Beberapa Logam Hipotesis yang Akan
Digunakan untuk Cek Ketangguhan Material
DAFTAR PUTAKA
 William D Callister. 1998. Material Science and Engineering - an Introduction.
German. Eighth Edition.
 DOE FUNDAMENTALS HANDBOOK MATERIAL SCIENCE Volume 2 of 2
 Sifat Material.Dipl. Ing. Soedihono, ST, MT