Anda di halaman 1dari 13

MEMAHAMI KANKER PAYUDARA DAN KANKER CERVIX UTERI

I. KANKER PAYUDARA
Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling ditakuti oleh seluruh wanita di dunia, kanker
yang umumnya diderita oleh wanita yang cukup mematikan. Fakta mengejutkan, kanker jenis ini
tidak hanya menyerang wanita, melainkan para pria. Kasus baru yang dan kematian yang
diakibatkan oleh kanker payudara di amerika serikat pada tahun 2014 diperkirakan mencapai
lebih dari 200,000 penderita (Cancer.Gov, Breast Cancer, diakses 20 Oktober 2014)), berikut
detilnya : Kasus baru: 232.670 (perempuan); 2360 (Pria). Kematian: 40.000 (perempuan); 430
(laki-laki)
Bagaimana dengan jumlah penderita kanker di Indonesia? dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia
2008, kasus jumlah penderita kanker payudara sebanyak 5.207 kasus, tiga tahun sebelumnya
sebesar 7.850 kasus. Data ini merupakan data penderita yang melakukan diagnosis saja,
sedangkan penderita yang tidak melakukan diagnosis, jumlahnya diprediksi lebih banyak
menggenapi jumlah penderita yang melakukan diagnosis.

PENYEBAB KANKER PAYUDARA YANG PERLU DIWASPADAI


Pada dasarnya belum dapat dipastikan bahwa seorang wanita dapat mengembangkan penyebab
kanker payudara dalam dirinya atau tidak. Namun ada beberapa penyebab yang mempengaruhi
kemungkinan berkembangnya kanker payudara. Beberapa faktor penyebab kanker payudara ini
ada yang tidak dapat di ubah dan beberapa faktor lainnya dapat diubah untuk mencegah
timbulnya kanker payudara ini. Berikut ini penyebab umum kanker payudara yang perlu para
wanita ketahui :
1. Jenis Kelamin
Faktor genetik yang satu ini sudah tentu tidak asing lagi, Betul.. Wanita 100 kali lebih berisiko
terkena kanker payudara dibandingkan dengan pria.
2. Usia
Kanker payudara dapat timbul seiring dengan meningkat dengan usia. Sekitar 8 dari 10 kasus
kanker payudara terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun dan kondisi ini paling banyak
menyerang para wanita yang telah mengalami menopause
3. Riwayat Dalam Keluarga
Di dalam keluarga yang di dalamnya terdapat kerabat dekat yang menderita kanker payudara
atau kanker ovarium, kemungkinan besar terkena kanker payudara ini menjadi lebih tinggi.
Beberapa kasus kanker payudara tidak mengalami herediter atau diturunkan dalam keluarga,
namun gen tertentu dapat meningkatkan resiko kanker payudara.
4. Ras
Masalah ras mungkin perlu menjadi pertimbangan, dari data yang dihimpun dari National
Breast Cancer wanita “Bule” lebih banyak terkena jenis kanker payudara.
5. Masa Menstruasi & Menopause
Jika anda telah mengalami menstruasi dini pada usia kurang dari 12 tahun dan menopause
terlambat (lebih dari 55 tahun) kemungkinan lebih tinggi terkena risiko kanker payudara.
Faktor lain adalah tidak memiliki anak dan melahirkan di usia yang cukup tua menjadikan
risiko terkena kanker payudara lebih besar.
6. Kepadatan Payudara
Wanita memiliki payudara yang di dalamnya terdapat jaringan kelenjar yang menghasilkan
susu (lobulus). Jaringan payudara yang padat mengandung sel-sel payudara yang lebih
tinggi dan memungkinkan terjadinya kanker payudara karena lebih banyak sel-sel yang dapat
menjadi kanker. Pemeriksaan jaringan payudara dengan mammogram (scan payudara) juga
sulit untuk mendeteksi keberadaan jaringan abnormal.
7. Radiasi
Paparan sinar radiasi merupakan salah satu tindakan medis dalam dunia kodokteran, seperti
sinar-X dan computerized tomography (CT) scan, dapat menjadi penyebab kanker payudara.
8. Kelebihan Berat Badan
Terkait dengan hormon estrogen dalam tubuh, ternyata menjadi penyebab kanker payudara,
terutama seseorang yang mengalami kelebihan berat badan dan telah mengalami menopause
lebih berisiko terkena kanker payudara. Hal ini diduga terkait dengan jumlah estrogen dalam
tubuh, karena kelebihan berat badan atau obesitas setelah menopause menyebabkan lebih
banyak estrogen yang akan diproduksi.
11. Implan Payudara
Implan sering ditanam dalam tubuh, tak terkecuali pada bagian payudara. Wanita yang
menggunakan implan payudara dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara lebih tinggi
dibandingkan dengan perempuan yang tidak memakainya.
12. Konsumsi Alkohol
Bahaya alkohol salah satunya adalah dapat menjadi penyebab berkembangnya sel kanker,
seperti kanker payudara. Sebuah penelitian kanker mengemukakan bahwa setiap 200 wanita
yang secara teratur mengkonsumsi minuman beralkohol setiap sehari, terdapat tiga wanita
yang terkena kanker payudara, dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi
alkohol sama sekali.

CIRI CIRI KANKER PAYUDARA


1. Benjolan / Penebalan di Sekitar Payudara

Benjolan di sekitar payudara merupakan salah satu ciri atau tanda paling awal yang harus anda
perhatikan. Sebagian wanita memiliki benjolan di daerah ketiak atau sekitar payudara sebagai
tanda awal mereka telah terkena kanker payudara stadium awal.
Walau tidak 100 % benjolan ini menandakan bahwa anda terkena kanker, namun setidaknya
anda harus waspada, mulai dari yang terasa kecil atau yang sudah mengganggu, sebaiknya
langsung berkonsultasi ke dokter terkait.
Untuk membedakan mana benjolan yang kemungkinan besar adalah kanker payudara dan mana
yang tidak, berikut adalah beberapa karakteristiknya:

Tanda Benjolan Yang Kemungkinan Kanker


 Benjolan terasa keras
 Benjolan ini tidak rata, tak jelas batasnya
 Benjolan tetap di payudara; tidak bergerak
 Hanya ada satu benjolan
 Tidak ada benjolan yang sama di payudara sebelahnya
 Kulit payudara berlesung pipit
 Benjolan disertai dengan keluarnya cairan

Benjolan Yang Kemungkinan Kecil Menjadi Kanker


 Benjolan lunak
 Benjolan rata, batasnya jelas
 Benjolan bergerak di payudara
 Ada beberapa benjolan payudara
 Ada benjolan di payudara sebelahnya.
 Benjolan menghilang setelah siklus menstruasi

Selain benjolan, penebalan payudara di bawah ketiak juga wajib anda waspadai dan segera
konsultasi di dokter terkait jika anda merasakan hal ini.

2. Perubahan Ukuran dan Bentuk Payudara

Jika anda melihat ada keanehan dalam salah satu bentuk payudara anda maka anda harus
khawatir karena ini merupakan tanda umum kedua yang paling sering terjadi. Tidak hanya
bentuk, ukuran payudara juga menjadi tanda yang umum. Dari yang sebelumnya mancung,
sekarang menjadi tengkulai ke bawah.

3. Terdapat Kerutan di Sekitar Payudara

Kerutan biasanya dialami oleh orang yang sudah tua, namun tidak halnya jika anda mengalami
atau terkena gejala awal kanker payudara, kerutan mungkin saja terdapat di bagian tertentu di
payudara anda. Kerutan tanda kanker payudara ini dapat anda rasakan dengan tangan
perbedaannya, permukan kasar dan spesifik di daerah tertentu pada kulit payudara.
Biasanya kerutan ini akan berwarna sedikit hitam dan tidak terlalu besar lingkupnya.

4. Keluarnya Cairan Dari Puting Secara Tiba Tiba


Ketika tanpa sebab yang jelas (tidak sedang menyusui) tiba tiba keluar cairan dari puting, maka
ini adalah salah satu gejala anda terkena kanker payudara.Cairan yang keluar dari puting ini
dapat berwarna putih dan bening, agak kental atau encer.Jika puting mengeluarkan cairan coklat
atau bahkan berupa cairan berwarna merah darah, ini sudah tahap kronis dimana anda harus
segera berkonsultasi ke dokter. Kemungkinan besar anda mengalami gejala awal kanker
payudara.Namun secara garis besar, apapun cairan yang keluar dari puting tanpa sebab yang
jelas sebaiknya anda beri perhatian khusus, periksa ke dokter.

5. Nyeri Tidak Kunjung Hilang Di Bagian Tertentu Payudara

Payudara mungkin saja terasa nyeri ketika anda mengalami menstruasi ataupun ketika sedang
hamil. Namun tentu rasa nyeri tersebut dapat hilang seiring dengan selesainya siklus yang anda
lalui. Lalu bagaimana jika rasa nyeri tersebut tidak kunjung hilang? Jika tidak kunjung hilang coba
teliti lagi apakah bagian yang nyeri tersebut terletak pada posisi yang sama atau tidak ? jika pada
bagian yang sama maka akan semakin besar kemungkinan bahwa itu merupakan gejala kanker
payudara yang harus anda waspadai.

6. Payudara Nampak Kemerahan dan Bengkak

Jika anda mengalami perubahan drastis dari warna kulit sekitar payudara seperti memerah,
bengkak, atau terlihat gelap di salah satu sisi dan bagian tertentu pada payudara anda, maka
sebaiknya anda mulai berkonsultasi pada dokter spesialis terkait. Amati kulit sekitar payudara
anda, lihat apakah ada warna aneh di bagian bawah, atas, atau samping. Tanda merah ini
biasanya akan membawa kehangatan jika di sentuh. Seperti orang pada saat demam, namun
hanya pada daerah tersebut saja. Selain benjolan ada juga bengkak yang lunak, tidak seperti
benjolan yang keras bengkak ini cenderung lebih lunak sifatnya.
7. Puting Masuk Ke Dalam

Puting susu biasanya akan timbul, kalau pun sedang mengecil setidaknya dia akan sejajar
dengan kulit. Namun keanehan harus anda perhatikan ketika ia telah menukik ke dalam dan tidak
sewajarnya. Tidak. Semua bagian di payudara yang menukik di dalam harus anda waspadai
sebagai gejala kanker payudara yang patut dilakukan pengecekan lebih lanjut agar tidak menjadi
lebih bahaya.Puting susu yang ‘bersembunyi’ di dalam dapat terjadi di hanya salah satu bagian
saja atau di kedua bagian sekali gus.Ingat!! Tidak hanya puting susu, bagian lain selain puting
juga dapat menukik ke dalam yang tandanya harus anda perhatikan agar tidak berdampak
kronis.

8. Gatal, Bersisik Sakit, dan Ruam di Puting Susu

Faktor lain yang dapat menjadi ciri ciri penyakit kanker payudara adalah timbulnya gatal yang
tidak terduga di sekitar daerah payudara. Gatal ini dapat terjadi dalam skala kecil dan tidak terlalu
mengganggu sampai yang cukup mengganggu karena sulit hilang serta intensitasnya sudah
SANGAT TINGGI. DI KULIT PAYUDARA JUGA TIMBUL SEMACAM SISIK YANG CUKUP
MENGGANGGU KARENA SAKIT jika di kelupas atau di pegang. Bersisik pada bagian kulit mana
pun tentu harus mendapat treatment yang lebih karena sewajarnya kulit manusia tidak akan
bersisik, terlebih jika terjadi di daerah payudara. Khusus untuk ruam hanya terjadi di sekitar
puting susu, jika terjadi ruam, sebaiknya berkonsultasi di dokter terkait.

Setidaknya anda dapat melakukan beberapa hal ini untuk melakukan pencegahan kanker
payudara:
1. Tidak minum alkohol
2. Mengurangi berat badan
3. Tidak merokok
4. Olahraga secara teratur
5. Menghindari radiasi
6. Menghindari Deodoran
7. Menghindari penggunaan BH yang ketat
JENIS KANKER PAYUDARA

1. Duktal Karsinoma In Situ (DCIS)


Secara ilmiah, kanker payudara jenis Duktal Karsinoma adalah sel-sel kanker yang berada
di dalam duktus dan belum menyebar ke jaringan sekitar payudara.

2. Lobular Karsinoma In Situ (LCIS)


Lobular Karsinoma digolongkan sebagai kanker payudara non invasif, tetapi wanita yang
terdiagnosis terkena Lobular Karsinoma disarankan untuk melakukan mamografi secara
rutin.

3. Invasif atau Infiltrating Duktal Karsinoma (IDC)


Kanker invasif Duktal Karsinoma adalah dampak lanjut dari Duktal Karsinoma, karena sel-
sel kanker yang terdapat dalam Duktal akhirnya keluar dan menyebar di sekitar jaringan
lemak payudara. Kanker payudara jenis invasif ini lalu menyebar ke sistem getah bening
dan aliran darah.

4. Invasif atau Infiltrating Lobular Karsinoma (ILC)


Sama seperti Lobulus, kanker Infiltrating Lobular Karsinoma dapat menyebar
atau bermetastatis[5]ke bagian tubuh lainnya.

5. Kanker Payudara Terinflamasi (IBC)


Kanker payudara terinflamasi jenis IBC ini sulit dideteksi karena untuk mengenali gejalanya
tidak melalui pengecekan benjolan pada payudara. Salah satu deteksi dini yang dapat
dilakukan untuk mengenali kanker payudara jenis IBC adalah kulit payudara menjadi tebal
dan memerah serta terasa hangat.

Kapan Sebaiknya Operasi Kanker Payudara?


Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang pasien perlu mengkonsltasikan lebih lanjut dengan
dokter spesialis terlebih dahulu. Setelah melakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan
dokter, akan dijelaskan tipe kanker payudara pasien, dan penanganan apa yang akan
dilakukan. Oleh karena itu yang perlu diketahui pasien adalah jenis kanker payudara yang
dialami dan jenis operasi yang dilakukan sesuai penyakit pasien. Berikut jenis-jenis operasi
kanker payudara yang dapat jadi referensi pasien:
1. Operasi Konservasi Payudara.
Pada tahap ini dilakukan pembedahan dan sebagian dari payudara akan diangkat, besar
bagian yang diangkat tergantung pada ukuran dan tempat tumor tumbuh. Pada operasi
konservasi payudara dikenal dua jenis operasi yakni Lumpektomi dan Mastektomi.
Lumpektomi yaitu operasi pengangkatan benjolan dan beberapa jaringan normal di
sekitarnya. Sedangkan Mastektomi adalah pembedahan yang menghapus lebih banyak
jaringan kanker pada payudara, tidak sebanyak operasi Lumpektomi.
2. Mastektomi Total atau sederhana.
Pada operasi ini dokter akan melakukan pengangkatan payudara secara keseluruhan tetapi
tidak mengangkat kelenjar getah bening.
3. Mastektomi radikal.
Operasi ini akan menghilangkan seluruh payudara, kelenjar getah bening di bawah ketiak
dan otot dinding pada bagian bawah payudara.
4. Mastektomi radikal termodifikasi.
Operasi ini dilakukan dengan mengangkat seluruh payudara serta beberapa kelenjar getah
bening di bawah ketiak.
DIAGNOSIS KANKER PAYUDARA
Ada beberapa diagnosis kanker payudara yang dapat dilakukan yaitu :
1. Mammografi
2. USG
3. Biopsi
4. CT-Scan

STADIUM KANKER PAYUDARA


Stadium adalah fase dimana kita bisa mengetahui dimana letak kanker, kondisi kankernya, serta
sampai di mana kanker menyebar.

Kanker Payudara Stadium 0


Dikatakan stadium 0 karena kanker masih berada di pembuluh/saluran payudara serta
kelenjar susu, belum mengalami penyebaran keluar dari area tersebut.

Kanker Payudara Stadium 1A


Ukurannya masih sangat kecil dan tidak menyebar serta belum ditemukannya pada pembuluh
getah bening.

Kanker Payudara Stadium 1B


Kanker payudara stadium 1B berarti bahwa sel kanker payudara dalam bentuk yang kecil
ditemukan pada kelenjar getah bening dekat payudara.
 Tidak ada tumor dalam payudara, atau
 Tumor memiliki ukuran lebih kecil dari 2cm

Kanker Payudara Stadium 2A


 Kanker berukuran lebih kecil dari 2cm, mulai ditemukan titik-titik pada getah bening di area
sekitar ketiak.
 Kanker telah berukuran 2-5 cm, pada pembuluh getah bening belum terjadi penyebaran
titik-titik sel kanker
 Titik-titik di pembuluh getah bening ketiak mulai ditemukan namun tidak ada tanda tumor
pada bagian payudara

Kanker Payudara Stadium 2B


 Kanker berukuran 2-5 cm
 Titik-titik pembuluh getah bening pada ketiak telah tersebar sel-sel kanker payudara
 Tumor telah berukuran 5 cm namun belum terjadi penyebaran

Kanker Payudara Stadium 3A


Kanker telah berukuran < 5cm dan telah terjadi penyebaran sel-sel kanker pada titik-titik
pembuluh getah bening di ketiak
Tumor lebih besar dari 5cm dan bentuk kecil sel kanker payudara berada di kelenjar getah
bening.
Tumor lebih dari 5 cm dan telah menyebar ke hingga 3 kelenjar getah bening di ketiak atau ke
kelenjar getah bening di dekat tulang dada.

Kanker Payudara Stadium 3B


Terjadinya pembengkakan pada dinding dada yang juga sudah mulai adanya luka yang
menghasilkan nanah pada dada. Penyebarannya bisa sudah mengenai getah bening di ketiak
dan lengan atas.
Kanker Payudara Stadium 3C
Telah dideteksi bahwa sel-sel kanker telah menyebat ke titik-titik pembuluh getah bening yaitu
sekitar 10 area getah bening telah tersebar sel-sel kanker, tepatnya dibawah tulang selangka.
Kanker Payudara Stadium IV
Tidak diketahui telah berapa ukuran pasti sel kanker pada fase ini. Karena sel kanker telah
menyebar ke jaringan lainnya yang sulit untuk diketahui. Sel kanker yang menyebar telah
mulai menyebar ke berbagai lokasi, seperti tulang, paru-paru, hati dan juga tulang rusuk.

CARA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA


1. SARARI
Apa sih SARARI itu?
SARARI merupakan singkatan dari "pemerikSAan payudaRA sendiRI"

Apa gunanya SARARI?


SARARI berfungsi sebagai deteksi dini terhadap kanker payudara

Siapa saja yang perlu SARARI?


SARARI perlu dilakukan oleh setiap wanita, mulai dari pertama kali mendapat haid hingga
akhir hayatnya

Siapa yang dapat melakukan SARARI?


SARARI tidak perlu dilakukan oleh dokter ataupun tenaga medis. Pemeriksaan SARARI dapat
dilakukan oleh diri kita sendiri.

Kapan SARARI dilakukan?


SARARI sebaiknya dilakukan sekali setiap bulan, dilakukan pada hari ke-7 setelah haid
pertama. Jadi contohnya darah haid pertama kali keluar tangal 1, maka pemeriksaan payudara
dilakukan pada tanggal 7 atau 8.

SARARI dilakukan dimana?


SARARI dapat dilakukan di mana pun, selama di sana merupakan ruang tertutup, terdapat
cermin yang dapat memperlihatkan tubuh mulai dari leher hingga pinggang, dan didukung
dengan pencahayaan yang baik. Pemeriksaan ini juga membutuhkan kasur atau alas tidur
untuk berbaring.

Bagaimana cara melakukan SARARI?


Ada beberapa tahap, yaitu:
1. Melihat
a. Dengan posisi berdiri dengan tangan di samping, lihat payudara di depan cermin
b. Perhatikan apakah payudara kita sama besar?
c. Angkat kedua tangan ke atas kepala
d. Perhatikan apakah kedua payudara mengangkat secara bersamaan
e. Kemudian kedua tangan berkacak pinggang
f. Perhatikan kulit payudara, apakah ada luka, kemerahan, pori-pori yang membersar
g. Perhatikan daerah areola, apakah warnanya berubah merah muda, ada luka
h. Perhatikan puting susu, apakah tertarik ke salah satu sisi

2.Meraba Ketiak
a. Raba kedua ketiak dengan ujung jari
b. Rasakan apakah ada benjolan yang teraba

3.Memencet Puting Susu


a. Pencet puting susu seperti memencet untuk ASI
b. Perhatikan apakah didapatkan cairan yang keluar
4.Meraba Payudara
a. Sambil berbaring, raba payudara
b. Bila ingin memeriksa payudara kanan, angkat tangan kanan di atas kepala
c. Kemudian raba payudara kanan dengan telapak tangan kiri
d. Perhatikan apabila diraba terdapat benjolan

Bila pada saat pemeriksaan didapatkan tanda- tanda mencurigakan seperti di atas, segera
periksakan payudara anda ke dokter

2. SARANIS
Ketika mulai adanya keragunan dengan penemuan sendiri, atau ditemukan benjolan kecil
yang dimungkinkan oleh yang telah menginjak usia 40 tahunan atau memang memiliki factor
beresiko, maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara secara klinis (SARANIS)
dengan datang menemui dokter, bidan ataupun medis lainnya yang mengerti akan penyakit
kanker.

Cara pengobatan
 OPERASI
Terapi operatif adalah terapi dengan cara pengangkatan kanker. Macam operasi tergantung
dari jenis dan stadium tumor

 RADIASI
Biasanya merupakan tindak lanjut dari operasi.

 KEMOTERAPI
Kemoterapi kini menjadi pilihan bagi kebanyakan penderita kanker, karena terapi ini sama
seperti dengan orang yang dirawat inap dirumah sakit. Infuse menjadi media untuk
memasukkan obat secara keseluruhan kedalam tubuh melalui darah. Kemoterapi merupakan
program lanjutan setelah dilakukan operasi. Bila operasi menganggat, namun kemoterapi
adalah mengontrol sel-sel kanker.

II. KANKER SERVIKS


PENGERTIAN KANKER SERVIKS
Kanker Serviks adalah sebuah kanker ganas yang menyerang organ reproduksi wanita (rahim).
Penyakit Kanker Serviks ini menempati peringkat paling teratas diantara kanker yang lainnya.
Kanker ini menjadi musuh besar bagi kaum Hawa, karena banyak kaum hawa yang meninggal
akibat terserang kanker Serviks. Perlu di garis bawahi, penyakit Kanker Serviks ini mematikan
jika tidak ditangani dengan serius. Untuk para kaum hawa, segera cek kesehatan organ
kewanitaan sebelum terlambat. Serviks merupakan nama lain dari leher rahim, dapat dikatakan
kanker serviks nama lainnya adalah kanker leher rahim.

GEJALA
a. Keputihan yang diwarnai dengan darah
Biasanya, pada saat keadaan normal, keputihan berwarna putih susu atau putih bening.
Jika anda mengalami keputihan disertai dengan darah, segera cek dan konsultasikan
ke dokter.

b. Nyeri saat berhubungan intim


Nyeri pada saat berhubungan intim mungkin bisa dianggap normal, namun jika nyeri
secara berlebihan, mungkin itu tanda anda mengidap kanker serviks. Anda jangan
sepelekan hal ini, segera periksakan diri ke dokter.
c. Pendarahan yang abnormal pada vagina
Wanita pada umumnya harus menyadari siklus menstruasi mereka. Pendarahan yang
sering terjadi di luar masa mensturasi bukan hal yang wajar lagi, melainkan suatu hal
yang abnormal. Hal ini merupakan suatu gejala Kanker Serviks. Anda harus segera
periksakan diri ke dokter sebelum terlambat.

d. Gejala-gejala penyerta seperti:


 Penurunan berat badan & hilangnya nafsu makan
 Kelelahan yang berlebihan
 Nyeri pada panggul
 Gangguan pencernaan

PENYEBAB
Penyebab kanker serviks dapat berasal dari eksternal dan internal tubuh kita, pola hidup,
kebiasaan, sampai faktor pernikahan dapat menjadi faktor yang memainkan peranan penting
terhadap kanker serviks.
 Infeksi Virus HPV
 Banyaknya pasangan seksual
 Merokok
 Rendahnya sistem imun
 Hubungan seks usia dini
 Riwayat keluarga
 Pengetahuan tentang kanker serviks
 Usia dini memiliki anak

1. Human Papillomavirus (HPV)


Penyebab kanker serviks paling utama infeksi dari virus HPV. HPV merupakan virus
yang menjadi penyebab utama terjadinya kanker serviks yang mematikan di dunia,
tercatat lebih dari 99 % kasus kanker serviks terjadi setelah terinfeksi virus HPV. HPV
banyak macamnya, yang dicurigai sebagai penyebab kanker Serviks adalah type:
 HPV 16
 HPV 18
 HPV 31
 HPV 33
 HPV 45

2. Banyaknya Pasangan Seks


Penyebab kanker serviks kedua adalah banyaknya pasangan yang memungkinkan anda
terinfeksi risiko tertular HPV. Punya banyak pasangan seks akan menjadi salah satu
penyebab utama terkena kanker serviks, infeksi virus HPV akan semakin tinggi
menyasar diri anda. Setia pada pasangan / istri dan mendekatkan diri dengan agama
dan Tuhan sedikit banyak akan membantu anda mengurangi risiko tersebut.

3. Kebiasaan Merokok
Wanita perokok dua kali lipat lebih rentan terkena kanker serviks dibandingkan dengan
non perokok, zat yang terdapat pada rokok merupakan pemicu utama kanker, terutama
kanker paru paru.
Apa kaitan merokok dengan kanker serviks, riset telah menunjukkan bahwa zat
tembakau terdapat pada lendir leher rahim perempuan yang merokok (perokok aktif).
Periset juga percaya bahwa zat ini dapat membantu meningkatkan kerusakan sel DNA
yang terdapat dalam leher rahim wanita sehingga dapat menyebabkan faktor tinggi
terkena kanker serviks.
4. Sistem Imun / Kekebalan Tubuh Yang Rendah
Ketika seorang wanita terkena infeksi dari virus HPV, maka ia tidak akan secara otomatis
terkena kanker serviks ketika ia memiliki sistem imun yang kuat. Namun sebaliknya,
sistem imun yang lemah akan memudahkan wanita terkena virus HPV.

5. Hubungan Seksual Usia Dini


Ada yang bilang bahwa penyebab kanker serviks adalah menikah usia dini, pemahaman
tersebut mungkin harus lebih dispesifikasikan menjadi hubungan seksual usia dini. Jika
anda pernah melakukan hubungan seksual pada usia yang masih muda (di bawah 17
tahun) dimana sel belum bertumbuh dengan sempurna, maka anda memiliki resiko 2x
lebih besar terserang kanker serviks

6. Banyaknya Anak dan Kapan Pertama Memiliki Anak


Riset unik mengenai pengaruh banyaknya anak dan pertama kali anda memiliki anak
adalah dua faktor yang berpengaruh terhadap risiko terkena kanker serviks. Penelitian
lain menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki anak memiliki risiko lebih tinggi
terkena serviks. Perempuan yang memiliki 7 anak atau lebih memiliki faktor risiko lebih
tinggi terkena kanker serviks di bandingkan dengan yang jumlahnya di bawah 7. Apakah
hubungan dari banyak dengan kanker serviks ? walaupun belum ada bukti empiris nyata,
namun peneliti yakin dari responden riset yang mereka lakukan. Hal ini mungkin karena
adanya sistem imun yang berpengaruh serta leher rahim yang rentan terkena infeksi
dari banyaknya jumlah anak.Namun faktor paling penting dari penelitian ini adalah kapan
anda memiliki anak pertama? jika anda memiliki anak pertama pada usia yang sangat
dini, tentu anda telah berhubungan pada usia dini, yang menyebabkan anda lebih tinggi
faktor risiko terkena kanker serviks.

7. Riwayat Keluarga
Riwayat keluarga juga menentukan tingginya potensi terkena kanker serviks, ibu, dan
saudara perempuan termasuk dalam kategori tersebut. Setidaknya risiko meningkat 2x
lipat di bandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat keluarga. Mengapa bisa ? hal ini
dikarenakan biasanya dalam riwayat keluarga terdapat sistem imun yang sama, daya
tahan tubuh serta faktor terinfeksi yang sama. Walaupun banyak jenis kanker yang tidak
berkorelasi langsung dengan kanker, namun ada beberapa yang sangat berhubungan. Hal
yang mempengaruhi adalah sistem imun tubuh dan sel yang di bawa oleh faktor keturunan
tersebut.

8. Kemiskinan & Pengetahuan Mengenai Kanker Serviks


Mengapa kemiskinan menjadi salah satu faktor penyebab resiko terkena kanker serviks?
setidaknya penelitian yang dilakukan di Inggris menyebutkan bahwa 1% dari berbagai
kasus kanker ini disebabkan oleh ketidakmampuan dalam melakukan tes pap smear, yang
menyebabkan lambat ditangani sehingga telah berdampak serius. Selain itu pengetahuan
mengenai prosedur pencegahan kanker serviks serta cara deteksi dini mengenai seluk
beluknya menjadi penyebab tersendiri banyaknya kematian akibat baru diketahui setelah
mencapai stadium lanjut.

STADIUM KANKER SERVIKS


Karsinoma in situ (CIS)
Karsinoma in situ berarti bahwa beberapa sel serviks mengalami perubahan. Namun sel-sel
abnormal mulai terdapat dan terkandung dalam lapisan permukaan serviks. Karsinoma in
situ bukan kanker tetapi pada beberapa wanita perubahan akan berkembang menjadi
kanker setelah beberapa tahun. Hal ini penting untuk memiliki pengobatan sesegera
mungkin untuk karsinoma in situ
Kanker Serviks Stadium 1
Stadium satu ditandai dengan sel kanker yang hanya ada di serviks dan ukuran kelainan
nya kurang dari 3 mm. Penderita kanker pada stadium ini biasanya diobati dengan metode
radikal histerektomi atau radioterapi. Tahap 1 berarti bahwa kanker hanya terdapat dalam
leher rahim.

Kanker Serviks Stadium 2


Pada kanker serviks stadium 2, kanker telah mulai menyebar di luar leher rahim ke dalam
jaringan sekitarnya. Tapi belum tumbuh ke dalam otot atau ligamen yang melapisi pelvis
(dinding panggul), atau bagian bawah vagina.

Kanker Serviks Stadium 3


Kanker serviks stadium 3 telah menyebar keluar rahim tapi masih berada didalam rongga
panggul dan belum masuk sampai kandung kemih atau rektum. Namun kelenjar getah
bening nya bisa saja sudah mengandung sel kanker. Kanker pada stadium ini adalah kanker
yang tingkat dan gejalanya sudah semakin parah.

Kanker Serviks Stadium 4


Kanker serviks stadium 4 telah menyebar ke kandung kemih, rectum atau yang lainnya.

DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

1. PAPSMEAR
Papsmear adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan pada sel permukaan pada leher rahim
untuk mendeteksi adanya kanker leher rahim. Tes ini dilakukan pada wanita yang
telah melakukan hubungan seks dan dengan memenuhi syarat :
 Telah selesai haid paling tidak 3 hari
 Tidak berada dalam kegiatan seksual paling tidak 3 hari
 Tidak menggunakan obat obatan yang berhubungan dengan intravagina.
Tes ini digunakan untuk mendeteksi apakah terdapat perubahan perubahan pada sel leher
rahim yang dalam kondisi abnormal. Tahap pemeriksaannya dilakukan dengan cara
mengambil cairan yang ada di leher rahim dengan menggunakan spatula yang kemudian
sample tes ini diperiksa dengan menggunakan mikroskop.

2. IVA Test
IVA test memiliki pengertian inspeksi visual dengan asam asetat adalah suatu metode cara
lain yang dapat digunakan untuk mengetahui dan mendeteksi mengenai adanya tanda tanda
terdapat kanker serviks. Caranya adalah dengan menyemprotkan cairan asam asetat dalam
konsentrasi 3% sampai 5% di daerah mulut rahim. Kemudian dari semprotan ini, dilihat
apakah terdapat suatu perubahan warna menjadi warna putih ke daerah yang disemprotkan
tadi.

3. PEMERIKSAAN DENGAN KOLPOSKOPI


Suatu alat untuk melihat kondisi cerviks secara langsung. Ujung alat dilengkapi dengan
kamera sehingga kondisi cerviks bisa diamati dengan jelas. Jika diperlukan, biopsi juga bisa
menggunakan alat ini.

PENCEGAHAN
a) Mengkonsumsi makanan sehat
Mulailah berani untuk mengatakan “Say No Junk Food and Fast Food”. Mulailah
mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, E, asam folat dan beta karoten.
Sayuran dan buah ini sangat ampuh menangkal pertumbuhan kanker pada rahim.
b) Menjaga organ intim dengan baik
Sudahkah Anda menjaga organ intim dengan baik? Anda cukup menggunakan air bersih
untuk membersihkan organ intim anda dan mencuci tangan sebelum menyentuh organ
intim Anda. Dengan melakukan proses alami ini Anda akan terhindar dari kanker serviks.

c) Menghindari berganti-ganti pasangan


Berganti-ganti pasangan adalah suatu penyebab munculnya kanker serviks yang rentan
terjadi pada kaum hawa. Oleh sebab itu, menjaga sebuah kesetiaan pada pasangan
merupakan cara mencegah yang paling ampuh akan terjadinya kanker serviks.

d) Menghindari hubungan intim sejak dini


Untuk anda yang masih sangat muda, hindari hubungan intim sejak dini. Karena
berhubungan badan di bawah umur 20 tahun lebih beresiko dibandingkan diatas 20
tahun. Mengapa? Hal ini berkaitan dengan kematangan sel-sel mukosa, yang pada
umumnya sel-sel mukosa matang pada umur 20 tahun ke atas.

e) Olahraga secara teratur


Mungkin oleh sebagian orang, berolahraga adalah hal yang paling memalaskan. Namun,
Anda harus tahu, olahraga secara teratur dapat membuat tubuh kita menjadi bugar dan
terhindar dari penyakit kanker serviks.

f) Minum air putih


Mungkin kita sering menyepelekan hal ini. Meminum air putih minimal 1 sampai 2 liter air
sehari, berarti anda akan membuang zat-zat berbahaya dalam tubuh. Air putih
mengandung banyak manfaat, selain untuk keseimbangan tubuh, air putih juga
bermanfaat untuk menghindari kanker serviks.

g) Melakukan Suntik Vaksin HPV


Vaksinasi untuk kanker serviks baiknya di lakukan untuk pencegahan sejak awal karena
70-80 % kanker serviks disebabkan adanya infeksi virus HPV tipe 16 dan 18.

--ooOoo—

Sumber: Pusat info dan studi kanker.