Anda di halaman 1dari 6

CARA UJI PENENTUAN KADAR AIR UNTUK TANAH DAN

TANAH BEBATUAN DI LABORATORIUM

I. Hari / Tanggal : 21 April 2014

Tempat : Laboratorium Fakultas Teknik UMSU

II. TUJUAN PERCOBAAN


Percobaan ini bertujuan untuk membuat korelasi antara perilaku tanah dan
sifat-sifatnya.Untuk menyatakan hubungan antara fase udara, air dan butiran padat
yang berada dalam volume material serta untuk menyatakan konsistensi relative
atau indeks kecairan.

III. PERALATAN
 Cawan
 Timbangan
 Kompor
 Wajan
 Scrap
 Kain lap

IV. TEORI
Untuk kadar air yang ditentukan dengan cara gabungan maka berat benda
uji yang dibutuhkan diambil berdasarkan ketentuan tersebut. Jika tidak tersedia
maka tentukan nilainya sebelum dilakukan pengujian.
Berat minimum material basah yang dipilih mewakili contoh benda uji total sesuai
dengan ketentuan dibawah ( tabel ). Menggunakan benda uji yang lebih kecil dan
berat minimum padata bel perlu di pertimbangkan kemudian harus dicatat.

Bila benda uji sedikit atau 200 gram, sedangkan benda uji mengandung
kerikil yang relative banyak ( kerikil ) tidak termasuk sebagai benda uji walau
dibuang tetap harus dicatat.
Table Berat Minimum Material Basah
Berat min. Benda
Berat min. Benda
Ukuran Uji Basah yang
Ukuran Uji Basah yang
Partikel Direkomendasi
Saringan Direkomendasikan
max ( 100 ) untuk Kadar Air
Standart untuk Kadar Air
% lolos yang Dilaporkan
yang Dilaporkan
pada 10,1%
< 20 mm 10 20 gram 20 gram
4,75 4 100 gram 20 gram
9,5 3/8 inchi 500 gram 50 gram
19,5 ¾ inchi 2500 gram 250 gram
37,5 1 ½ inchi 10000 gram 1000 gram
75,0 3 inchi 50000 gram 5000 gram
Sumber Modul Praktikum.

Berat uji dibuat minimal 2 buah agar dirata-ratakan, rumus kadar air :

Dimana :
W = Kadar Air ( % )
W1 = Berat Cawandan Tanah Basah ( gram )
W2 = Berat Cawandan Tanah Kering ( gram )
W3= Berat Cawan ( gram )
(W1-W2) = Berat Air ( gram )
(W2-W3) = Berat Tanah Kering ( gram )

Teori Tambahan
Kapasitas tanah untuk menahan air dihubungkan baik dengan luas
permukaan maupun volume ruang pori, kapasitas menahan air karena adanya
hubungan struktur dan tekstur. Tanah dengan tekstur halus mempunyai maksimum
kapasitas menahan air maksimum, tetapi air tersedia yang di tanah maksimum
pada tanah dengan tekstur sedang, tanah bertekstur halus menahan air lebih
banyak pada selang energi di banding dengan tanah bertekstur kasar. Jumlah air
tanah sangat di pengaruhi oleh iklim.
Tanah dengan lapisan keras mempunyai kadar air yang sangat rendah
karena di pengaruhi oleh pengaruh pergerakan air yang sangat lambat di dalam
lapisan tanah tersebut. Dan dapat disimpulkan kadar air dalam tanah tergantung
pada halus kasarnya bentuk tanah tersebut. Bentuk tanah halus adalah jenis tanah
lempung atau liat sedangkan tanah kasar adalah tanag pasir atau tanah gambut.
V. PROSEDUR PERCOBAAN

1. Menimbang dan mencatat berat cawan kering yang kosong tempat benda
uji ( W3).
2. Mengambil benda uji yang akan digunakan dalam percobaan, gunakan 2
sample untuk percobaan ini.
3. Memasukkan benda uji 1 kedalam cawan kemudian menimbang berat
cawan yang berisi benda uji dalam kondisi basah( W1 ).
4. Setelah itu benda uji tersebut dikeringkan menggunakan kompor dan
wajan, lalu menimbang benda uji kering di dalam cawan( W2 ).
5. Setelah semua diperoleh, lalu mencari kadar air benda uji tersebut (W).
6. Melakukan prosedur 3 sampai 5 untuk jenis sample ke-2 dengan
menggunakan cawan yang sama.
VI. ANALISA DATA

A. Berat Air : ( Berat Cawan + tanah basah )


( Berat Cawan + tanah Kering )
Cawan I : 99 – 82 = 17 gram

Cawan II : 98 – 81 = 17 gram
B. Berat Tanah Kering : ( Berat Cawan + Tanah Kering ) – ( Berat Cawan )
Berat Tanah Kering I : 82 – 13 = 69 gram
Berat Tanah Kering II : 81 – 13 = 68 gram

(W 1  W 2)
C. Kadar Air ( W ) : × 100
(W 2  W 1)
(99  82)
 Kadar Air Cawan I : × 100
(82  13)
(17)
: × 100 = 24,63%
(69)
(98  81)
 Kadar Air Cawan I : × 100
(81  13)
(17)
: (68) × 100 = 25%

D. Kadar air Rata – rata


( KadarAirCawanI  KadarAirCawanII )
2
24,63  25
= = 24,815 %
2
VII. KESIMPULAN
1. Setelah melakukan perobaan didapat hasil kadar air rata-rata ( W )
adalah = 24,815 %.
2. Dengan melakukan percobaan ini, kita dapat menentukan kadar air
untuk tanah dan tanah batuan.
3. Benda uji yang dipraktekan dilakukan dengan 2 sampel agar dapat
dibandingkan dan di rata-ratakan.

SARAN
1. Mohon alat di perbanyak agar lebih menghemat waktu.
2. Jadawal praktikum sebaiknya dibuat dengan baik agar tidak bentrok
dengan jadwal perkuliahan.
3. Asistennya lebih bersatu lagi, jangan ada berbeda untuk pengisian
data.