Anda di halaman 1dari 9

BAB V

CARA UJI PENENTUAN KADAR AIR UNTUK TANAH DAN


TANAH BEBATUAN DI LABORATORIUM

I. Hari / Tanggal : 21 April 2014

Tempat : Laboratorium Fakultas Teknik UMSU

II. TUJUAN PERCOBAAN


Percobaan ini bertujuan untuk membuat korelasi antara perilaku tanah dan
sifat-sifatnya.Untuk menyatakan hubungan antara fase udara, air dan butiran padat
yang berada dalam volume material serta untuk menyatakan konsistensi relative atau
indeks kecairan.

III. PERALATAN
 Cawan
 Timbangan
 Scrap
 Kain lap

IV. TEORI DAN TEORI TAMBAHAN


A. TEORI
Untuk kadar air yang ditentukan dengan cara gabungan maka berat benda uji
yang dibutuhkan diambil berdasarkan ketentuan tersebut. Jika tidak tersedia maka
tentukan nilainya sebelum dilakukan pengujian.
Berat minimum material basah yang dipilih mewakili contoh benda uji total
sesuai dengan ketentuan dibawah ( tabel ). Menggunakan benda uji yang lebih kecil
dan berat minimum padata bel perlu di pertimbangkan kemudian harus dicatat.
Bila benda uji sedikit atau 200 gram, sedangkan benda uji mengandung
kerikil yang relative banyak ( kerikil ) tidak termasuk sebagai benda uji walau
dibuang tetap harus dicatat.
Table Berat Minimum Material Basah
Berat min.
Benda UjiBasah
Berat min. Benda
yang
UkuranParti UjiBasah yang
UkuranSaringanSta Direkomendasiu
kel max ( 100 Direkomendasikanu
ndart ntuk Kadar Air
) % lolos ntuk Kadar Air
yang
yang Dilaporkan
Dilaporkanpada
10,1%
< 20 mm 10 20 gram 20 gram
4,75 4 100 gram 20 gram
9,5 3/8 inchi 500 gram 50 gram
19,5 ¾ inchi 2500 gram 250 gram
37,5 1 ½ inchi 10000 gram 1000 gram
75,0 3 inchi 50000 gram 5000 gram
Sumber Modul Praktikum.

Berat uji dibuat minimal 2 buah agar dirata-ratakan, rumus kadar air :

Dimana :
W = Kadar Air ( % )
W1 = Berat Cawandan Tanah Basah ( gram )
W2 = Berat Cawandan Tanah Kering ( gram )
W3= Berat Cawan ( gram )
(W1-W2) = Berat Air ( gram )
(W2-W3) = Berat Tanah Kering ( gram )
B. TEORI TAMBAHAN
Kapasitas tanah untuk menahan air dihubungkan baik dengan luas permukaan
maupun volume ruang pori, kapasitas menahan air karena adanya hubungan struktur
dan tekstur. Tanah dengan tekstur halus mempunyai maksimum kapasitas menahan air
maksimum, tetapi air tersedia yang di tanah maksimum pada tanah dengan tekstur
sedang, tanah bertekstur halus menahan air lebih banyak pada selang energi di banding
dengan tanah bertekstur kasar. Jumlah air tanah sangat di pengaruhi oleh iklim.
Tanah dengan lapisan keras mempunyai kadar air yang sangat rendah karena di
pengaruhi oleh pengaruh pergerakan air yang sangat lambat di dalam lapisan tanah
tersebut. Dan dapat disimpulkan kadar air dalam tanah tergantung pada halus kasarnya
bentuk tanah tersebut. Bentuk tanah halus adalah jenis tanah lempung atau liat
sedangkan tanah kasar adalah tanag pasir atau tanah gambut.
(SNI 1971-2011)
V. PROSEDUR PERCOBAAN

1. Menimbang dan mencatat berat cawan kering yang kosong tempat benda uji
( W3).
2. Mengambil benda uji yang akan digunakan dalam percobaan, gunakan 2
sample untuk percobaan ini.
3. Memasukkan benda uji 1 kedalam cawan kemudian menimbang berat cawan
yang berisi benda uji dalam kondisi basah( W1 ).
4. Setelah itu benda uji tersebut dikeringkan menggunakan kompor dan wajan,
lalu menimbang benda uji kering di dalam cawan( W2 ).
5. Setelah semua diperoleh, lalu mencari kadar air benda uji tersebut (W).
6. Melakukan prosedur 3 sampai 5 untuk jenis sample ke-2 dengan
menggunakan cawan yang sama.
VI. GAMBAR ALAT KADAR AIR

CAWAN

untuk meletakkan sempel


WAJAN DAN KOMPOR
untuk mengeringkn sempel tanah

KAIN LAP
TIMBANGAN DIGITAL

Untuk menimbang sempel untuk membersihkan alat


VII. ANALISA DATA

A. Berat Air : ( Berat Cawan + tanah basah )


( Berat Cawan + tanah Kering )
Cawan I : 99 – 82 = 17 gram

Cawan II : 98 – 81 = 17 gram
B. Berat Tanah Kering : ( Berat Cawan + Tanah Kering ) – ( Berat Cawan )
Berat Tanah Kering I : 82 – 13 = 69 gram
Berat Tanah Kering II : 81 – 13 = 68 gram

(W 1  W 2)
C. Kadar Air ( W ) : × 100
(W 2  W 1)
(99  82)
 Kadar Air Cawan I : × 100
(82  13)

(17)
: × 100 = 24,63%
(69)
(98  81)
 Kadar Air Cawan I : × 100
(81  13)
(17)
: (68) × 100 = 25%

D. Kadar air Rata – rata


( KadarAirCawanI  KadarAirCawanII )
2
24,63  25
= = 24,815 %
2
KADAR AIR UNTUK TANAH DAN BEBATUAN
Lokasi : LABORATORIUM MEKTAN UMSU
Tanggal : 21 April 2014
Kelompok : XI (sebelas)

No Nomorcawan 1 2
1 BeratCawan + Tanah Basah (W1) gr 63 57
2 Beratcawan + Tanah Kering (W2) gr 48 47
3 Berat Air = (W1 – W2) gr 15 10
4 BeratCawan (W3) 8 7
5 Berat Tanah kering = (W2 - W3) gr 40 40
6 Kadar air (W) 37,5 % 25 %
7 Kadar air rata-rata (w) = (a + b) / 2 31,25 %

Asisten

( HARTAWAN CHANDARA NST )

A. KESIMPULAN
1. Setelah melakukan perobaan didapat hasil kadar air rata-rata ( W ) adalah =
31,25 %.
2. Dengan melakukan percobaan ini, kita dapat menentukan kadar air untuk tanah
dan tanah batuan.
3. Benda uji yang dipraktekan dilakukan dengan 2 sampel agar dapat dibandingkan
dan di rata-ratakan.

B. SARAN
1. Mohon alat di perbanyak agar lebih menghemat waktu.
2. Jadawal praktikum sebaiknya dibuat dengan baik agar tidak bentrok dengan
jadwal perkuliahan.
3. Asistennya lebih bersatu lagi, jangan ada berbeda untuk pengisian data.