Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL APPRAISAL JURNAL

Hubungan Kadar Visfatin Serum dan Tingkat Keparahan Psoriasis di


RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang

Oleh :
dr. Rio Maruli Tampubolon
04082711822001
(Departemen Dermatologi dan Venereologi)

Pembimbing :
Dr. Theodorus, M.Med. Sc

PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PALEMBANG
2018
ANALISIS JURNAL (CRITICAL APPRAISAL)

Berikut ini disajikan pembahasan tentang telaah kritis jurnal ditinjau dari
struktur dan kelengkapan isi makalahnya yang disajikan dalam bentuk tabel
berikut ini :
Tabel 1. Critical Appraisal ditinjau dari Judul Jurnal Penelitian
Critical Appraisal Point Critical Appraisal Ya Tidak Keterangan
Judul Jurnal Tidak terlalu panjang √ Judul jurnal ini tidak terlalu
Penelitian atau tidak terlalu pendek panjang dan juga tidak terlalu
“Hubungan Kadar pendek
Visfatin Serum dan Menggambarkan isi √ Judul jurnal telah
Tingkat Keparahan utama penelitian menggambarkan isi utama
Psoriasis di RSUP Dr. penelitian yaitu tentang
Mohammad Hoesin Hubungan Kadar Visfatin
Palembang” Serum dan Tingkat
Keparahan Psoriasis di RSUP
Dr. Mohammad Hoesin
Palembang
Cukup menarik √ Judul jurnal cukup menarik
karena ingin mengetahui
kejadian psoriasis sebagai
penyakit kulit kronik yang
ditandai dengan perubahan
kulit tipikal diduga
patogenesisnya berhubungan
dengan aktivasi sel T helper
Th1, Th17, Th22 serta
inhibisi regulatory T
lymphocytes (Treg) dan
visfatin diduga memiliki
peran dalam modulasi respon
imun dan inflamasi sehingga
mempengaruhi tingkat
keparahan psoriasis.
Penelitian ini masih sedikit
dikarenakan data mengenai
visfatin pada pasien psoriasis
masih terbatas sehingga judul
ini dapat memicu dokter
untuk membaca guna mencari
tahu dan menggali mengenai
hubungan kadar visfatin
serum dan tingkat keparahan
psoriasis.
Kesimpulan :
Penulisan judul jurnal dalam penelitian sudah cukup baik.
Tabel 2. Critical Appraisal ditinjau dari Penulis Jurnal
Critical Appraisal Point Critical Appraisal Ya Tidak Keterangan
Apakah nama penulis √ Penulisan jurnal ini terdiri 3
dicantumkan ? penulis yang masing –
Penulis Jurnal masing berdasarkan dari
bidangnya masing - masing
Apakah ada instansi √ Ayu Parameswari, M. Athuf
penulis dicantumkan ? Thaha, Soenarto dan R.M.
Suryadi Tjekyan
Apakah asal institusi √ 1. Bagian Ilmu Kesehatan
penulis sesuai dengan Kulit dan Kelamin
topic penelitian ? Fakultas Kedokteran
UNSRI/RSMH
Palembang
Bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas
Kedokteran UNSRI
Kesimpulan :
Pada jurnal telah dicantumkan nama penulis dan asal instiusi serta institusi penulis tersebut sudah
sesuai dengan topic penelitian

Tabel 3. Critical Appraisal ditinjau dari Bidang Ilmu


Critical Appraisal Point Critical Appraisal Ya Tidak Keterangan
Apakah bidang ilmu √ Dari judulnya yang
tercantum dalam membahas mengenai
Bidang Ilmu penelitian ? penyakit kulit yaitu psoriasis
maka dapat disimpulkan
secara tersirat bahwa judul
tersebut mencantumkan
bidang ilmu kedokteran
bagian dermatologi.
Apakah latar belakang √ Ya, karena penulis bekerja
penulis (institusi tempat sebagai dokter spesalis kulit
bekerja) sesuai dengan di Departemen Ilmu
bidang ilmu topic Kesehatan Kulit dan Kelamin
penulisan ? RSMH Palembang dan topik
yang dibahas mengenai kadar
visfatin serum dengan tingkat
keparahan penyakit kulit
yaitu psoriasis, sehingga latar
belakang penulis sesuai
dengan bidang ilmu topik
penulisan.
Kesimpulan :
Bidang ilmu sudah tercantum dalam judul penelitian

Tabel 4. Critical Appraisal ditinjau dari Abstrak


Critical Point Critical Appraisal Ya Tidak Keterangan
Appraisal
Abstrak satu paragraph atau √ Abstrak jurnal ini hanya
terstruktur terdiri satu paragraf
Mencakup komponen IMRAD √ Introduction : ada
(Introduction, Method, Result Method : ada
And Discussion) Result : ada
Discussion : ada
Abstrak Secara keseluruhan informatif √ Abstrak jurnal pada penelitian
ini sudah cukup informative
secara keseluruhan karena
menggambarkan isi jurnal
secara umum
Kurang dari 250 kata √ Abstrak pada jurnal ini terdiri
dari 172 kata
Kesimpulan :
Abstrak jurnal pada penelitian ini sudah baik

Tabel 5. Critical Appraisal ditinjau dari Pendahuluan


Critical Appraisal Point Critical Appraisal Ya Tidak Keterangan
Besaran masalah √ Pada bagian pendahuluan dari
jurnal penelitian terdapat
Pendahuluan besaran masalah, yaitu berupa
prevalensi atau jumlah kasus.
Kesenjangan √ Pada bagian pendahuluan dari
Elaborasi √ jurnal penelitian ini
Tujuan utama/tujuan √ ditemukan adanya elaborasi,
tambahan/hipotests kesenjangan, tujuan utama,
tujuan tambahan maupun
hipotesis sehingga penelaah
dapat mengetahui alasan dari
peneliti melakukan penelitian
tersebut.
Kesimpulan :
Bagian pendahuluan pada jurnal penelitian ini cukup baik.

Tabel 6. Critical Appraisal ditinjau dari Metode Penelitian


Critical Appraisal Point Critical Appraisal Ya Tidak Keterangan
Apakah tujuan penelitian √ Tujuan
disebutkan ? Tujuan umum penelitian ini
adalah:
untuk menganalisis hubungan
kadar visfatin serum dengan
tingkat keparahan psoriasis di
RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang
Apakah disebutkan √ Desain penelitian ini
desain, tempat dan waktu menggunakan desain cross
penelitian ? sectional. di Poliklinik Kulit
dan Kelamin Divisi Alergo
Imunologi RSUP Dr.
Mohammad Hoesin
Metode Penelitian Palembang. Februari sampai
dengan April 2014

Bagaimana level of Level 4 merupakan hasil peneltian dengan


evidence dari desain menggunakan metode observasional dengan
penelitian ? desain cross sectional.
Bagaimana sampel dalam Pasien psoriasis yang memenuhi kriteria
penelitian dipilih ? inklusi diikutsertakan sebagai subjek
penelitian secara consecutive sampling
dengan menandatangani persetujuan setelah
penjelasan. Kriteria inklusi semua pasien
psoriasis berdasarkan kriteria klinis. Kriteria
ekslusi pasien periode 6 bulan sebelum
diambil sampel darah penelitian mendapatkan
pengobatan sistemik berupa β blocker,
thiazide, kortikosteroid oral, retinoid,
siklosporin, dan obat penurun lipid; penyakit
inflamasi kronis lain seperti artritis reumatoid,
lupus eritematosus diskoid, dan lupus
eritematosus sistemik; diabetes mellitus;
kelainan ginjal dan hepar; kelainan
kardiovaskular; hamil serta menyusui.
Dalam bentuk apa hasil Hasil penelitian ini ditampilkan dalam bentuk
penelitian disajikan ? narasi dan tabel
Apa uji statistik yang Uji Chi-square dilakukan untuk melihat
digunakan ? hubungan tiap data demografik dengan skor
PASI.
Analisis menggunakan Student’s t-test
dilakukan untuk menentukan apakah terdapat
perbedaan signifikan kadar visfatin serum
dengan tingkat keparahan psoriasis.
Analisis korelasi Pearson digunakan untuk
menentukan hubungan kadar visfatin serum
dengan tingkat keparahan psoriasis.
Analisis multivariat dengan uji regresi ganda
digunakan untuk menentukan apakah kadar
visfatin serum merupakan faktor prediktor
yang mempengaruhi tingkat keparahan
psoriasis.
Kesimpulan :
Metode penelitian yang digunakan pada jurnal ini cukup baik

Tabel 7. Critical Appraisal ditinjau dari Validitas Interna Non-Kausal


Critical Appraisal Point Critical Appraisal Keterangan
ditinjau dari Validitas
Seleksi
Validitas Interna Kriteria seleksi Penelitian ini merupakan observasional
Non-Kausal analitik laboratorik dengan rancangan potong
lintang (cross sectional). Metode cross
sectional merupakan metode penelitian yang
dilakukan pada satu waktu dan satu kali, tidak
ada follow up, dan berguna untuk mencari
hubungan antara kadar visfatin serum dan
tingkat keparahan psoriasis yang dilakukan
pada bulan Februari sampai dengan April
2014 di Poliklinik Kulit dan Kelamin Divisi
Alergo Imunologi RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang dan telah mendapat
persetujuan komite etik. Pasien psoriasis yang
memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan
sebagai subjek penelitian secara consecutive
sampling dengan menandatangani persetujuan
setelah penjelasan.
Kriteria inklusi semua pasien psoriasis
berdasarkan kriteria klinis.
Kriteria ekslusi pasien periode 6 bulan
sebelum diambil sampel darah penelitian
mendapatkan pengobatan sistemik berupa β
blocker, thiazide, kortikosteroid oral, retinoid,
siklosporin, dan obat penurun lipid; penyakit
inflamasi kronis lain seperti artritis reumatoid,
lupus eritematosus diskoid, dan lupus
eritematosus sistemik; diabetes mellitus;
kelainan ginjal dan hepar; kelainan
kardiovaskular; hamil serta menyusui.
Metode Alokasi Subjek/ Jenis penelitian ini adalah observasional
Alokasi Random analitik laboratorik dengan desain cross
sectional. Sebanyak 40 pasien yang
memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan
dalam penelitian secara consecutive sampling.
Semua subjek penelitian dilakukan
pemeriksaan visfatin serum dan penilaian
tingkat keparahan klinis psoriasis berdasarkan
skor Psoriasis Area and Severity Index
(PASI).
Concealment Pada penelitian ini tidak dilakukan
Concealment
Angka Drop Out Ada angka drop out dalam penelitian ini,
karena data diambil dari data primer dan
sekunder.
Jenis Analisis Analisis data dilakukan secara univariat,
bivariat dan multivariat.
Data yang terkumpul diperiksa, diberi kode,
dan dimasukkan dalam komputer. Data
tentang karakteristik sampel penelitian
meliputi usia, jenis kelamin, tingkat
pendidikan, pekerjaan, indeks massa tubuh
(IMT), durasi menderita psoriasis, riwayat
keluarga dengan psoriasis, varian tipe, skor
PASI serta kadar visfatin serum dianalisis
secara univariat.
Analisis bivariat dengan uji Chi-square
dilakukan untuk melihat hubungan tiap data
demografik dengan skor PASI. Analisis
menggunakan Student’s t-test dilakukan untuk
menentukan apakah terdapat perbedaan
signifikan kadar visfatin serum dengan tingkat
keparahan psoriasis. Analisis korelasi
Pearson digunakan untuk menentukan
hubungan kadar visfatin serum dengan tingkat
keparahan psoriasis.
Analisis multivariat dengan uji regresi ganda
digunakan untuk menentukan apakah kadar
visfatin serum merupakan faktor prediktor
yang mempengaruhi tingkat keparahan
psoriasis.
Kesimpulan :
Penelitian ini memiliki validitas yang baik.
Tabel 8. Critical Appraisal ditinjau dari Validitas Interna Non-Kausal
Critical Appraisal Point Critical Appraisal Keterangan
ditinjau dari Validitas
Interna Non-Kausal
Validitas Interna Validitas Informasi Penelitian ini menggunakan data primer. Data
Non-Kausal primer berupa kuesioner yang dilengkapi
dengan wawancara
Validitas Analisis Jenis analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis analitik yaitu
analisis univariat, bivariate dan multivariate.
Analisis univariat yang terdiri dari proporsi
dan persentase yang disajikan dalam bentuk
tabel sedangkan analisis bivariate untuk
mengetahui hubungan antara variabel
independent dan dependent.
Kesimpulan :
1. Penelitian ini memiliki validitas informasi yang cukup baik
2. Penelitian ini memiliki validitas analisis yang baik

Tabel 9. Critical Appraisal ditinjau dari Validitas Interna Kausal


Critical Appraisal Point Critical Appraisal Keterangan
ditinjau dari Validitas
Interna Kausal
Temporality Tidak dapat dinilai
Spesifikasi Tidak dapat dinilai
Validitas Interna Kekuatan Hubungan Tidak dapat dinilai
Kausal Dosis Respon Tidak dapat dinilai
Konsistensi Internal Tidak dapat dinilai
Konsistensi Eksternal Tidak dapat dinilai
Biological Plausibility Tidak dapat dinilai
Kesimpulan :
Pada penelitian ini, validitas interna kausal tidak dapat dinilai karena bukan merupakan uji klinis

Tabel 10. Critical Appraisal ditinjau dari Validitas Interna Eksterna


Critical Appraisal Point Critical Appraisal ditinjau Keterangan
dari Validitas Interna Eksterna
Validitas Eksterna 1 Sampel Kasus adalah pasien
 Besar sampel psoriasis di Poli Klinik IKKK Divisi
 Participation Rate Alergo Imunologi RSUP Dr.
Mohammad Hoesin Palembang dari
bulan Februari sampai April 2014
Validitas Interna yang memenuhi kriteria inklusi yaitu
Eksterna 40 orang.
Penelitian ini berdesain cross
sectional sehingga tidak ditemukan
jumlah subyek drop out. Metode
pengambilan sampel adalah secara
consecutive sampling.
Validitas eksterna pada penelitian ini
cukup baik karena menurut penelaah
beberapa sudah sesuai dengan logika
akademis dan penelitian terdahulu
sehingga hasil dapat diterapkan.
Validitas Eksterna 2 Pada jurnal penelitian ini
 Validitas eksterna 1 menampilkan hasil penelitian dengan
 Logika akademis untuk disertai pembahasan yang dikaitkan
generalisasi penelitian dengan teori.
Kesimpulan :
Aspek penelitian validitas eksterna pada jurnal penelitian ini sudah cukup baik

Tabel 11. Critical Appraisal ditinjau dari Importancy


Critical Appraisal Keterangan
Importancy Pada penelitian ini, peneliti berhasil menemukan bahwa ada hubungan
antara kadar visfatin serum dan tingkat keparahan psoriasis. Hasil
penelitian ini menyatakan bahwa jika kadar visfatin normal maka skor
PASI ringan sedangkan jika kadar visfatin tinggi maka skor PASI
sedang hingga berat. Pada analisis regresi ganda menyatakan bahwa
skor PASI memiliki hubungan dengan kadar visfatin serum .Peneliti ini
berhasil membangun hubungan kausal antara kadar visfatin serum dan
tingkat keparahan psoriasis.
Kesimpulan :
Aspek importancy pada penelitian sudah cukup baik dan terpenuhi.

Tabel 12. Critical Appraisal ditinjau dari Applicability


Critical Appraisal Keterangan
Applicability Pada penelitian ini, peneliti berhasil menemukan bahwa ada hubungan
antara kadar visfatin serum dan tingkat keparahan psoriasis. Kekuatan
korelasi skor PASI dan kadar visfatin serum didapat dengan Pearson
correlation 0.829 yang menyatakan terdapat korelasi positif kuat
antar keduanya.
Hasil penelitian utama mampu membuktikan bahwa ada hubungan
antara psoriasis dan kadar visfatin serum yang berkaitan dengan sistem
imun sehingga dokter memberikan terapi secara lebih spesifik untuk
menurunkan kadar visfatin serum pada penderita psoriasis. Hal ini
menandakan bahwa unsur applicability pada penelitian ini sudah
terpenuhi.
Kesimpulan :
Aspek Applicability pada penelitian ini sudah terpenuhi dan baik

Tabel 13. Critical Appraisal ditinjau dari Hasil Penelitian


Critical Appraisal Point Critical Appraisal Ya Tidak Keterangan
Hasil Penelitian Apakah hasil penelitian √ Hasil penelitian dapat
dapt diimplementasikan diimplementasikan di
di kedokteran ? kedokteran sebagai tambahan
Apakah ada rekomendasi √ sumber ilmu pengetahuan
khusus terhadap hasil yang valid
penelitian?

Hasil penelitian pada jurnal ini sudah baik

Tabel 14. Critical Appraisal ditinjau dari Kesimpulan dan Saran Penelitian
Critical Appraisal Point Critical Appraisal Ya Tidak Keterangan
Kesimpulan dan Apakah jurnal disertakan √ Kesimpulan penelitian ini
Saran Penelitian kesimpulan utama adalah memperoleh hasil
penelitian ? bahwa penelitian ini
Apakah kesimpulan √ menyatakan kadar visfatin
didasarkan pada data serum merupakan faktor
penelitian ? prediktor tingkat keparahan
Apakah jurnal disertakan √ psoriasis hal ini sesuai
saran penelitian dengan hipotesis penelitian
selanjutnya ? yang menyatakan terdapat
hubungan kadar visfatin
serum dengan tingkat
keparahan psoriasis.
Saran penelitian ini adalah
untuk dilakukan penelitian
lebih lanjut dengan
distribusi sampel lebih
proporsional, ruang lingkup
lebih luas atau multisenter
serta dengan populasi berbeda
yaitu penelitian berbasis
populasi karena penelitian ini
kurang proporsional dan
berbasis rumah sakit.
Penelitian lebih lanjut juga
dianjurkan untuk
mempertimbangkan
pemberian atorvastatin
sebagai terapi tambahan
untuk menurunkan kadar
visfatin guna menurunkan
skor PASI pada pasien
psoriasis.
Kesimpulan :
Kesimpulan dan saran pada jurnal dalam penelitian ini sudah cukup baik.
Tabel 15. Critical Appraisal ditinjau dari Daftar Pustaka
Critical Appraisal Point Critical Appraisal Ya Tidak Keterangan
Daftar Pustaka Apakah daftar pustaka √ Sumber pustaka up to date,
yang digunakan up to masih dalam rentang waktu
date ? 10 tahun terakhir. Daftar
Apakah daftar pustaka √ pustaka yang digunakan
yang digunakan sesuai sesuai dengan topik penelitian
dengan topic penelitian ?
Apakah daftar pustaka √
disusun sesuai dengan
aturan jurnal ?
Apakah daftar pustaka √
yang digunakan dari
sumber yang dapat
dipercaya ?
Kesimpulan :
Daftar pustaka dalam jurnal ini cukup baik,