Anda di halaman 1dari 15

Ekonomi

BAB 1 INTI MASALAH EKONOMI DAN TINJAUAN ILMU EKONOMI


A. Penyebab Kelangkaan E. Prinsip Ekonomi
1. Terbatasnya persediaan sumber daya alam. Dengan pengorbanan tertentu berusaha untuk
2. Terbatasnya kemampuan manusia untuk mengo- mendapatkan hasil semaksimal mungkin
lah.
3. Keserakahan manusia. F. Motif Ekonomi
4. Kebutuhan manusia meningkat lebih cepat dari-
Motif ekonomi adalah dorongan seseorang untuk
pada kemampuan untuk menemukan sumber/
melakukan kegiatan ekonomi, misalnya:
pemuas kebutuhan yang baru.
1. dorongan ingin makmur,
2. ingin menguasai sektor-sektor ekonomi,
B. Masalah Pokok Ekonomi Klasik
3. ingin terpandang di masyarakat,
1. Produksi 4. ingin berbakti terhadap sesama manusia (berbuat
2. Distribusi sosial).
3. Konsumsi
G. Kebijakan Pemerintah di Bidang Ekonomi
C. Masalah Pokok Ekonomi Modern
1. Bidang impor: pengenaan pajak yang tinggi untuk
1. Apa dan berapa barang/jasa yang dihasilkan. jenis barang impor tertentu.
2. Bagaimana cara memproduksi. 2. Bidang ekspor: pengenaan pajak ekspor yang
3. Siapakah pelaku produksi. rendah untuk beberapa jenis barang yang akan
4. Untuk siapa barang dan jasa diproduksi. diekspor.
3. Bidang moneter: melakukan devaluasi nilai rupiah.
D. Sistem Ekonomi (S.E.) 4. Bidang fiskal: pemerintah memberikan kebijakan
di bidang anggaran maupun perpajakan.
1. S.E. Komando: seluruh kegiatan ekonomi dise-
lenggarakan oleh pemerintah pusat.
2. S.E. Liberal: setiap individu bebas untuk berusaha
dan memiliki benda.
3. S.E. Campuran: perpaduan antara sistem ekono-
mi terpusat dan liberal.
4. S.E. Tradisional: setiap keluarga memproduksi
sendiri barang-barang kebutuhannya.

kendi_mas_media@yahoo.com
BAB 2 PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUKSI

A. Macam-Macam Nilai Guna 3. Sumber daya modal


4. Sumber daya pengusaha (perencanaan, pengor-
1. Nilai guna total: kepuasan yang dinikmati
ganisasian, pengarahan, pengendalian)
konsumen dalam mengkonsumsi barang/jasa secara
keseluruhan.
∆TP TP Keterangan:
2. Nilai guna marginal: tambahan kepuasan yang di- MP = ; AP =
∆L L MP = produksi marginal
nikmati dari setiap tambahan barang/jasa yang di-
AP = produksi rata-rata
konsumsi.
TP = total produksi
3. Nilai guna total dan marginal yang semakin
L = tenaga kerja
menurun, sesuai dengan Hukum Gossen I:
kepuasan saat mengkonsumsi suatu barang/jasa
yang dilakukan terus menerus mula-mula akan F. Macam-Macam Tenaga Kerja
meningkat sampai pada kepuasan maksimum 1. Menurut sifat kerja
dan akhirnya akan terjadi kejenuhan dan a. Tenaga kerja rohani: editor, dokter, pengacara.
penurunan kepuasan. b. Tenaga kerja jasmani: tukang batu.
4. Nilai guna yang sama, sesuai dengan Hukum 2. Menurut kualitas kerja
Gossen II: seluruh kebutuhan dipuaskan pada a. Tenaga kerja terdidik: pengacara, insinyur.
tingkat yang sama. b. Tenaga kerja terampil: masinis, mekanik.
c. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terampil:
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat tukang parkir, buruh angkut.
Konsumsi
1. Pendapatan, Y = C + S
dengan Y = pendapatan, C = konsumsi, dan G. Macam-Macam Modal
S = tabungan 1. Menurut sifat
2. Harga barang itu sendiri a. Modal tetap: bisa digunakan secara berulang-
3. Barang substitusi ulang.
4. Kebiasaan konsumen b. Modal lancar: habis digunakan dalam satu kali
5. Adat istiadat proses produksi.
6. Model barang 2. Menurut subjeknya
a. Modal perorangan: digunakan secara perso-
C. Kepuasan Marginal (MU) nal dalam proses produksi.
Tingkat bertambahnya kepuasan apabila konsumen b. Modal masyarakat: berasal dari masyarakat
dapat menambah satu unit pemuas kebutuhannya. berhubungan dengan konsumsi atau kepen-
tingan masyarakat.
dTU MU = marginal utility 3. Menurut bentuk
MU = = kepuasan marginal a. Modal konkret: dapat dilihat secara nyata
dQ
dalam proses produksi.
b. Modal abstrak: tidak dapat dilihat tetapi
D. Syarat Kepuasan Maksimum mempunyai nilai dalam perusahaan.
MU = P P = price = harga 4. Menurut sumber
a. Modal sendiri: berasal dari dalam perusahan

sendiri.
b. Modal asing: berasal dari luar perusahaan
E. Faktor-Faktor Produksi (berupa pinjaman).
1. Sumber daya alam (tanah, air, tumbuhan, dll)
2. Sumber daya manusia

kendi_mas_media@yahoo.com
BAB 3 PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUKSI
A. Permintaan • Hukum Penawaran
Apabila harga barang tertentu naik maka
• Permintaan adalah jumlah barang yang dibeli
penawaran barang yang bersangkutan akan
pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu.
meningkat.
Permintaan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu
• Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran
permintaan efektif, absolut, dan potensial.
1. Biaya produksi
P 2. Teknologi
Keterangan: 3. Munculnya produk baru
P = harga 4. Harga barang
D Q = jumlah barang 5. Harga faktor-faktor produksi
D = permintaan • Fungsi Penawaran
Hubungan antara variabel harga dengan jumlah
barang yang ditawarkan. Bentuknya: Q = aP - b
O Q
Kurva permintaan
C. Harga Keseimbangan
• Hukum Permintaan Harga keseimbangan adalah tingkat harga yang disepa-
Apabila harga suatu jenis barang naik, maka per- kati oleh produsen dan konsumen atas suatu jenis
mintaan barang tersebut akan turun, begitu juga barang tertentu.
sebaliknya. P
• Cateris Paribus D S
Hal-hal yang mempengaruhi permintaan barang
selain harga barang yang bersangkutan dianggap Titik keseimbangan
tetap.
• Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Barang O Q
1. Pendapatan masyarakat Kurva keseimbangan
2. Selera konsumen
3. Barang substitusi • Pergeseran Kurva Permintaan dan Penawaran
4. Intensitas kebutuhan P P D2
S1
• Fungsi Permintaan D1 S
Hubungan antara variabel harga dengan jumlah S2
barang yang diminta. Bentuknya: Q = -aP + b
D

B. Penawaran O Q O Q
Kurva pergeseran penawaran Kurva pergeseran permintaan
• Penawaran adalah jumlah barang yang dijual pada
tingkat harga tertentu.
• Golongan Pembeli dan Penjual
P Keterangan:
Pe per

P
su
m ma

P = harga
be rg

al
gin
bm al
li

S Q = jumlah barang
su nju
ar

Pembeli dan penjual


Pe

S = penawaran
ina

Pe marginal
l

al su mb
in bm eli
al g
n ju mar ar
gin
O Q Pe per al
su S
Kurva penawaran D
O Q
Gambar golongan pembeli dan penjual

kendi_mas_media@yahoo.com
- Pembeli b. Penjual submarginal: biaya produksi >
a. Pembeli marginal: harga subjektifnya = harga pasar.
harga pasar. c. Penjual supermarginal: biaya produksi <
b. Pembeli submarginal: harga subjektifnya < harga pasar.
harga pasar. • Kebijakan Pemerintah
c. Pembeli supermarginal: harga subjektif > - Harga eceran tertinggi: untuk melindungi
harga pasar. konsumen.
- Penjual - Harga eceran terendah: untuk melindungi
a. Penjual marginal: biaya produksi = harga produsen.
pasar.

BAB 4 ELASTISITAS HARGA


A. Elastisitas Permintaan B. Elastisitas Penawaran
Rumus umum: Rumus umum:
Keterangan: Keterangan:
∆Q P1 ED = elastisitas permintaan ∆Q P1 ES = elatisitas penawaran
ED = − × ES = ×
∆P Q 1 ∆Q = perubahan permintaan ∆P Q 1 ∆Q = perubahan penawaran
∆P = perubahan harga ∆P = perubahan harga
P1 = harga awal P1 = harga awal
Q1 = jumlah permintaan awal Q1 = jumlah yang ditawarkan awal
Macam-macam elastisitas permintaan Macam-macam elastisitas penawaran:
1. Elastis, ED > 1 1. Elastis, ES > 1
2. Inelastis, ED < 1 2. Inelastis, ES < 1
3. Uniter elastis, ED = 1 3. Uniter elastis, Es = 1
4. Inelastis sempurna, ED = 0 4. Elastis sempurna, ES = ~
5. Elastis sempurna, ED = ~ 5. Inelastis sempurna, ES = 0
P P
P P S S
D D
O Q O Q
O Q O Q Kurva penawaran Kurva penawaran inelastis
Kurva permintaan Kurva permintaan inelastis elastis
elastis P P
P P S
S
D D
O Q O Q
O Q O Q Kurva penawaran uniter Kurva penawaran elastis
elastis sempurna
Kurva permintaan Kurva permintaan elastis
uniter elastis sempurna P
P
S
D
O Q
O Q Kurva penawaran inelastis
Kurva permintaan inelastis sempurna
sempurna

kendi_mas_media@yahoo.com
BAB 5 PENERIMAAN DAN BIAYA

A. Macam-macam Penerimaan yang Diperoleh 2. Variable Cost (VC)


Pemilik Faktor Produksi P P

1. Sewa: pemilik faktor produksi alam/tanah. TVC AVC


2. Upah: pemilik faktor produksi tenaga kerja.
O Q O Q
3. Bunga: pemilik faktor produksi modal.
4. Laba: pemilik faktor produksi kewirausahaan. Kurva variable cost Kurva average variable
cost
B. Macam-macam Penerimaan TVC
Average Variable Cost (AVC) =
1. Total Revenue (TR) Q
TR = P x Q P = harga 3. Total Cost (TC) = TFC + TVC
Q = jumlah barang C C
TC
2. Average Revenue (AR)
TR AC
AR =
Q O Q O Q
3. Marginal Revenue (MR) Kurva total cost Kurva average cost
∆TR
MR = Average Cost (AC) = AFC + AVC
∆Q
P 4. Marginal Cost (MC)
C

D MC
TR O Q
AR Kurva marginal cost
O MR Q
Macam-macam kurva penerimaan
• BEP (Break Event Point)
TR = TC
C. Macam-macam Biaya
• Keuntungan Maksimum
1. Fixed Cost (FC) MR = MC
C
TFC

O Q
Kurva fixed cost
TFC
Average Fixed Cost (AFC) =
Q

kendi_mas_media@yahoo.com
BAB 6 PASAR DAN PASAR ABSTRAK
A. Pasar B. Pasar Abstrak
Pasar adalah pertemuan antara permintaan dan pena- 1. Pasar uang: bertemunya permintaan dan
waran. penawaran surat-surat berharga yang mempunyai
1. Pasar persaingan sempurna jangka waktu kurang dari satu tahun.
Penjual dan pembeli banyak, price taker. 2. Bursa valuta asing: tempat diperjualbelikannya
Ciri-cirinya: bermacam-macam mata uang asing.
a. jumlah penjual dan pembeli banyak, Fungsi bursa valas:
b. barang atau jasa yang diperjualbelikan bersifat - memperoleh informasi tentang keadaan pasar
homogen, valas,
c. informasi sempurna, - sebagai tempat dan alat untuk mengetahui
d. pembeli dan penjual bebas keluar masuk kurs-kurs mata uang asing.
pasar. 3. Pasar modal (bursa efek): tempat jual beli surat-
2. Pasar persaingan tidak sempurna surat berharga jangka panjang.
a. Monopoli Surat berharga yang diperjualbelikan antara lain
Satu penjual, banyak pembeli, price maker. saham dan obligasi.
Penyebab monopoli: Lembaga pengelola pasar modal:
- alami: adanya kondisi alam yang khas, - Badan Pembina Pasar Modal
- dari masyarakat: adanya kepercayaan - Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam)
masyarakat terhadap satu jenis barang - PT. Danareksa
tertentu, 4. Bursa tenaga kerja: tempat bertemunya para
- karena undang-undang: berdasarkan pencari kerja dan penyedia lapangan kerja.
kebijakan pemerintah. 5. Bursa komoditi: tempat jual beli barang-barang
b. Duopoli: dua penjual, banyak pembeli. dagangan di pasar dunia.
c. Oligopoli: beberapa penjual, banyak pembeli.
d. Monopsoni: satu pembeli.
e. Oligopsoni: beberapa pembeli.

BAB 7 KETENAGAKERJAAN
- Jumlah penduduk: banyaknya orang yang - Jenis-Jenis Pengangguran
mendiami suatu wilayah negara. 1. Menurut penyebabnya
- Penduduk usia kerja: penduduk dalam usia 15-64 a. Pengangguran konjungtur/siklis: akibat
tahun. adanya penurunan kondisi ekonomi
- Kesempatan kerja: tersedianya lapangan bagi ang- (resesi, depresi, krisis).
katan kerja yang membutuhkan pekerjaan. b. Pengangguran struktural: akibat adanya
- Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perubahan struktur ekonomi.
Angkatan ker ja c. Pengangguran friksional: karena sulit
× 100%
Jumlah penduduk mempertemukan pemberi kerja dan pela-

mar kerja.
- Ketergantungan/Dependency Ratio
d. Pengangguran musiman: karena pergan-
Penduduk di luar usia kerja
× 100% tian musim.
Penduduk usia kerja 2. Menurut lama waktu bekerja

a. Pengangguran terbuka: sama sekali tidak
Semakin tinggi Dependency Ratio, semakin besar
bekerja.
tanggungan penduduk produktif.
b. Setengah menganggur: bekerja tetapi

kendi_mas_media@yahoo.com
tenaganya kurang termanfaatkan diukur - Cara Mengatasi Pengangguran
dari curahan jam kerja. 1. Pengangguran siklis: dengan meningkatkan
c. Pengangguran terselubung: tidak ada kese- daya beli masyarakat.
suaian antara pekerjaan dengan kemampuan- 2. Pengangguran struktural: dengan pengadaan
nya, sehingga tidak bisa bekerja secara optimal. pelatihan, mobilitas tenaga kerja, mendirikan
- Dampak Pengangguran industri padat karya.
a. Pendapatan nasional semakin kecil. 3. Pengangguran friksional: menyediakan infor-
b. Penerimaan negara (pajak) akan berkurang. masi yang lengkap bagi permintaan dan pena-
c. Beban psikologis bagi yang bersangkutan. waran tenaga kerja.
d. Biaya sosial akan semakin meningkat. 4. Pengangguran musiman: melatih keterampil-
an agar dapat tetap bekerja saat menunggu
musim tertentu.

BAB 8 PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

- Pertumbuhan ekonomi: suatu keadaan di mana 4. W.W. Rostow


terjadi kenaikan PDB tanpa memandang apakah Tahapan pertumbuhan ekonomi menurut
kenaikan tersebut lebih besar atau lebih kecil dari Rostow
tingkat pertumbuhan penduduk. a. Perekonomian tradisional
- Pembangunan ekonomi: suatu proses yang b. Perekonomian transisi
bertujuan untuk menaikkan PDB suatu negara c. Perekonomian lepas landas
melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi. d. Perekonomian menuju kedewasaan
- Teori Pertumbuhan Ekonomi e. Perekonomian dengan tingkat konsumsi
1. Klasik (Adam Smith, David Ricardo) tinggi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuh- - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembangunan
an ekonomi: Ekonomi
a. jumlah penduduk, • Sumber daya alam
b. persediaan barang-barang modal, • Jumlah dan kualitas penduduk
c. luas tanah dan kekayaan alam, • Modal
d. penerapan teknologi. • Sikap/mental masyarakat
2. Schumpeter, menurut teorinya peranan peng- - Rumus Menghitung Pertumbuhan Ekonomi
usaha/wirausahawan sangat penting dalam PDBt − PDBt −1
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi r= × 100%
PDBt −1
3. Neoklasik (Harrod Domar, Solow)
- Asumsi Harrod Domar r = Tingkat pertumbuhan ekonomi
a. Barang modal sudah secara penuh. PDBt = Produk Domestik Bruto tahun yang dihitung
b. Besarnya tabungan proporsional de- PDBt-1 = Produk Domestik Bruto tahun sebelumnya
ngan fluktuasi pendapatan nasional. - Indikator Pembangunan
c. Perbandingan antara modal hasil 1. Pertumbuhan pendapatan nasional
produksi adalah tetap. 2. Pendapatan per kapita
d. Perekonomian hanya terdiri dari dua 3. Kesejahteraan ekonomi bersih
sektor (perekonomian tertutup). 4. Indeks kualitas hidup
- Menurut Solow, faktor-faktor yang 5. Indeks pembangunan manusia
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi: 6. Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok
a. pertumbuhan modal
b. pertumbuhan penduduk
c. pertumbuhan teknologi

kendi_mas_media@yahoo.com
BAB 9 SISTEM ANGGARAN DI INDONESIA
A. APBN 2. Fungsi regulend/mengatur: sebagai alat untuk
mengatur dan melaksanakan kebijaksanaan
- APBN adalah suatu daftar yang memuat rincian pemerintah dalam bidang sosial ekonomi.
pendapatan dan pengeluaran negara untuk waktu
- Pengelompokan Pajak
tertentu.
1. Menurut golongannya
- Fungsi APBN
a. Pajak langsung: pajak yang harus dipikul
1. Fungsi alokasi, digunakan untuk membangun
sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat
sarana umum (jembatan, jalan, taman umum).
dibebankan kepada orang lain. Contoh:
2. Fungsi distribusi, digunakan untuk dana
pajak penghasilan.
subsidi, dana pensiun.
b. Pajak tidak langsung: pajak yang dapat
3. Fungsi stabilisasi, sebagai pedoman agar
dibebankan kepada orang lain. Contoh:
pendapatan dan pengeluaran keuangan negara
pajak pertambahan nilai.
bisa sesuai dengan yang telah ditetapkan.
2. Menurut sifatnya
- Asal Pendapatan Negara dalam APBN/APBD
a. Pajak subjektif: pajak yang berpangkal
- Penerimaan pajak: luar negeri dan dalam
pada subjeknya. Contoh: pajak pengha-
negeri.
silan.
- Penerimaan bukan pajak: bagian dari BUMN,
b. Pajak objektif: pajak yang berpangkal pada
penerimaan SDA.
objeknya. Contoh: pajak pertambahan
- Pengeluaran Negara dalam APBN/APBD
nilai dan pajak penjualan atas barang
1. Belanja pemerintah pusat: belanja pegawai
mewah.
negeri dan TNI, belanja barang, belanja modal,
3. Menurut lembaga pemungutnya
bunga dan cicilan utang, subsidi, belanja
a. Pajak pusat: pajak yang dipungut oleh
hibah, bantuan sosial.
pemerintah pusat. Contoh: pajak peng-
2. Belanja pemerintah daerah: dana perim-
hasilan, pajak pertambahan nilai dan pa-
bangan, dana otonomi khusus.
jak penjualan atas barang mewah, PBB,
- Kebijakan fiskal (anggaran): kebijakan penyesuaian
bea materai.
di bidang pengeluaran dan penerimaan negara
b. Pajak daerah: pajak yang dipungut oleh
untuk memperbaiki keadaan ekonomi.
pemerintah daerah. Contoh: pajak
- Tujuan kebijakan fiskal: memperbaiki keadaan
propinsi:pajak kendaraan bermotor, pajak
ekonomi, mengusahakan kesempatan kerja dan
bahan bakar kendaraan bermotor, bea
menjaga kestabilan harga-harga secara umum.
balik nama kendaraan bermotor; pajak
- Macam-Macam Kebijakan Fiskal
kabupaten: pajak hiburan, pajak reklame,
1. Pembiayaan fungsional
pajak restoran, pajak hotel, pajak
2. Pengelolaan anggaran
penerangan jalan.
3. Stabilisasi anggaran otomatis
- Tarif Pajak
4. Anggaran belanja seimbang
1. Tarif sebanding/proporsional: persentase
- Alat/instrumen kebijakan fiskal: pajak, pinjaman
tetap terhadap berapapun jumlah yang dike-
publik, pengeluaran negara.
nai pajak.
2. Tarif tetap: jumlah yang tetap terhadap bera-
B. Pajak papun jumlah yang dikenai pajak.
- Pajak: iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan 3. Tarif progresif: persentase tarif yang digunakan
undang-undang dengan tidak mendapat kontra- semakin besar bila jumlah yang dikenai pajak
prestasi secara langsung. semakin besar.
- Fungsi Pajak 4. Tarif degresif: persentase tarif yang digunakan
1. Fungi budgeter: sebagai sumber dana bagi semakin kecil bila jumlah yang dikenai pajak
pemerintah untuk membiayai pengeluaran- semakin besar.
pengeluarannya.

kendi_mas_media@yahoo.com
- Penghitungan PBB
Tarif pajak × persentase NJKP × (NJOP - NJOPTKP)


• NJKP = Nilai Jual Kena Pajak (20% jika aset < Rp
M, 40% jika asset > Rp 1 M)
• NJOP = Nilai Jual Objek Pajak
• NJOPTKP = Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena
Pajak maksimal Rp 12.000.000,00

BAB 10 PERDAGANGAN INTERNASIONAL


- Faktor-faktor Pendorong Terjadinya Perdagangan ta asing akan menaikkan harga valas terse-
Internasional but, begitu juga sebaliknya.
1. Perbedaan sumber daya alam - Sistem Kurs Valuta Asing
2. Selera 1. Sistem kurs tetap (Fixed Exchange Rate
3. Penghematan biaya produksi (efisiensi) System)
4. Perbedaan teknologi Ditetapkan oleh pemerintah.
5. Perbedaan iklim 2. Sistem kurs bebas (Free-Floating Exchange
6. Adanya keuntungan jika menggunakan produk Rate System)
negara lain Kurs bergerak sesuai dengan mekanisme
- Manfaat Perdagangan Internasional pasar, tanpa campur tangan pemerintah.
1. Memperoleh devisa 3. Sistem kurs mengambang (Managed Floating
2. Memperluas kesempatan kerja Exchange Rate System)
3. Menstabilkan harga-harga Kurs ditentukan oleh mekanisme permintaan
4. Meningkatkan kualitas konsumsi dan penawaran, namun pemerintah dapat
5. Mempercepat alih teknologi juga mempengaruhi melalui intervensi pasar.
- Teori Perdagangan Internasional - Cara Pembayaran Internasional
1. Teori keunggulan mutlak Adam Smith 1. Tunai
Suatu negara mampu memproduksi lebih Importir membayar secara tunai barang yang
banyak daripada negara lain, dengan meng- diimpor.
gunakan sumber daya produksi yang sama. 2. Transfer telegrafis (cable order)
2. Teori keunggulan komparatif David Ricardo Perintah pembayaran yang dikeluarkan bank
Kedua negara yang melakukan perdagan- di dalam negeri melalui faksimili, radiogram,
gan tetap akan memperoleh keuntungan jika telepon atau alat komunikasi lain pada bank di
melakukan perdagangan setelah berspesialisa- luar negeri.
si pada produksi barang yang memiliki keung- 3. Wesel (commercial bill of exchange)
gulan komparatif lebih besar. Surat perintah untuk membayar sejumlah
• Kurs: jumlah satuan mata uang yang harus uang kepada pihak yang namanya tertulis
diserahkan untuk mendapatkan satu sa- pada surat wesel atau order.
tuan mata uang asing. 4. Letter of credit (L/C)
• Meningkatnya penawaran valuta asing Surat yang ditandatangani oleh bank yang
mengakibatkan harga valuta asing terse- menyetujui akan membayar wesel yang ditarik
but turun, begitu juga sebaliknya. oleh eksportir.
• Meningkatnya permintaan terhadap valu-

kendi_mas_media@yahoo.com
- Kebijakan Perdagangan Internasional di Bidang - Kebijakan Perdagangan Internasional di Bidang
Impor Ekspor
1. Kuota 1. Diskriminasi harga
Pembatasan jumlah barang yang diimpor agar Penetapan harga atas suatu jenis barang
tidak mengganggu industri dalam negeri. berbeda antara satu negara dengan negara
2. Tarif lain, sesuai perjanjian dengan negara yang
Pemberlakuan tarif tinggi untuk barang-barang bersangkutan.
impor agar barang-barang sejenis produksi da- 2. Pemberian premi/subsidi
lam negeri dapat bersaing. Subsidi diberikan kepada pengusaha yang
3. Subsidi akan melakukan ekspor, agar barang yang
Diberikan kepada produsen dalam negeri agar dihasilkan bisa bersaing di pasar internasional.
harga barang dalam negeri bisa menjadi lebih 3. Dumping
murah. Kebijakan menjual barang lebih tinggi di pasar
4. Larangan impor dalam negeri daripada pasar internasional.
Diberlakukan untuk barang-barang tertentu 4. Politik dagang bebas
yang dianggap membahayakan masyarakat. Pemerintah memberikan kebebasan dalam
ekspor-impor.
5. Larangan ekspor
Diberlakukan untuk barang-barang tertentu
dengan alasan ekonomi, sosial, budaya dan
politik.

BAB 11 PENDAPATAN NASIONAL

Pendapatan nasional yaitu penjumlahan seluruh nilai 3. Pendekatan produksi, dilakukan dengan cara
barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sektor menjumlahkan nilai tambah seluruh barang dan
ekonomi masyarakat suatu negara dalam periode ter- jasa yang dihasilkan oleh berbagai sektor dalam
tentu yang dinilai dengan uang. perekonomian.

A. Metode Penghitungan Pendapatan Nasional B. Komponen Pendapatan Nasional


1. Pendekatan pendapatan 1. PDB (Produk Domestik Bruto)/GDP: nilai barang
Y=w+r+i+p dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara baik
oleh WNI maupun warga negara asing dalam
Y = pendapatan nasional waktu satu tahun.
w = upah 2. GNP (Produk Nasioanl Bruto): nilai barang dan
r = sewa jasa yang dihasilkan oleh WNI baik yang berada
i = bunga modal di dalam maupun luar negeri dalam waktu satu
p = laba pegusaha tahun.

2. Pendekatan pengeluaran GNP = GDP – produk netto terhadap luar negeri


Y=C+I+G+X+M 3. NNP (Netto National Product)

NNP = GNP – penyusutan
Y = pendapatan nasional
C = konsumsi 4. NNI (Netto National Income)
I = investasi
NNI = NNP – pajak tidak langsung
G = pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M = impor

kendi_mas_media@yahoo.com
5. PI (Personal Income) D. Indikator untuk Mengukur Distribusi
PI = NNI – (laba ditahan – jaminan sosial + Pendapatan
transfer payment) 1. Indeks Gini (dengan kurva Lorenz)
6. DI (Disposable Income)
DI = PI – pajak langsung Semakin jauh kurva Lorenz
7. Pendapatan per kapita dari sumbu diagonal maka
distribusi pendapatan sema-
GNP
Pendapatan per kapita = kin tidak merata.
jumlah penduduk Kurva Lorenz

C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi 2. Kriteria bank dunia


Pendapatan Nasional Distribusi pendapatan
Tingkat
1. Konsumsi dan tabungan, Y = C + S kelompok 40% penduduk
ketimpangan
2. Konsumsi dan investasi, Y = C + I termiskin
3. Multiplier (k) < 12 % Tinggi
MPS: Marginal Propensity to Saving 12 – 17 % Sedang
MPC: Marginal Propensity to Consume
> 17 % Rendah
MPI: Marginal Propensity to Invest

BAB 12 INFLASI
A. Inflasi b. Politik pasar terbuka
Menjualbelikan surat-surat berharga.
Inflasi yaitu kondisi yang menunjukkan kemerosotan
c. Penetapan persediaan kas pada bank-
nilai uang karena banyaknya uang yang beredar
bank (cash ratio).
sehingga menyebabkan kenaikan harga barang secara
d. Kebijakan kredit
umum.
Pinjaman kepada masyarakat diperketat.
- Jenis-Jenis Inflasi 2. Kebijakan fiskal
a. Berdasarkan tingkatannya
a. Menaikkan tarif pajak
- Inflasi ringan, < 10%
b. Menghemat pengeluaran pemerintah
- Inflasi sedang, 10% - 30%
3. Kebijakan yang lain
- Inflasi berat, 30% - 100%
a. Menaikkan hasil produksi
- Hiperinflasi, > 100%
b. Menetapkan harga maksimum untuk
b. Berdasarkan sumbernya
bebe-rapa jenis barang tertentu
- Luar negeri, ada kenaikan harga di luar
- Cara Menghitung Inflasi
negeri.
- Dalam negeri, adanya pencetakan uang baru
oleh pemerintah, penerapan ang-garan a. IHK =
∑P × Q
t 0

defisit, kegagalan panen. ∑P × Q


0 0

c. Berdasarkan penyebabnya
- Karena kenaikan permintaan (demand b. IHP =
∑P × Q
t 0

pull inflation) ∑P × Q
0 0
- Karena kenaikan biaya produksi (cost push
inflation) c. GDP Deflator =
∑P × Q
t 0

- Cara Mengatasi Inflasi



∑P × Q
0 t
1. Kebijakan moneter
a. Politik diskonto
Menaikkan tingkat suku bunga pinjaman.

kendi_mas_media@yahoo.com
B. Fungsi Konsumsi dan Tabungan C. Uang
- Secara matematis dapat ditulis dengan: Uang yaitu suatu benda yang diterima umum oleh ma-
syarakat sebagai alat pembayaran.
C = a + b Yd
- Fungsi Uang
C = konsumsi a. Alat tukar
a = konsumsi otonom b. Satuan hitung
b = MPC c. Alat pembayaran di masa yang akan datang
Yd = pendapatan disposable d. Pengalihan nilai
e. Penimbun kekayaan
Y=C+S - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
S = –a + (1 – b) Yd Uang
MPS = 1 – MPC 1. Untuk transaksi
2. Untuk berjaga-jaga
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi dan 3. Untuk spekulasi
Tabungan - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran
1. Kekayaan yang telah terkumpul Uang
2. Sikap hemat 1. Pendapatan
3. Tingkat suku bunga 2. Tingkat suku bunga
4. Kondisi perekonomian 3. Harga barang
5. Program dana pensiun 4. Selera
5. Tingkat inflasi
6. Kondisi kesehatan perbankan
7. Tingkat produksi dan pendapatan nasional
8. Nilai tukar rupiah
9. Kekayaan masyarakat

BAB 13 PERBANKAN
- Bank adalah badan usaha yang menghimpun B. Jasa-jasa Perbankan
dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
1. Jual beli valuta asing
dan menyalurkannya lagi pada masyarakat dalam
2. Jasa penyimpanan
bentuk pinjaman.
3. Pengiriman/transfer uang
4. Pemberian jaminan
A. Jenis-jenis Bank
5. Kartu kredit
1. Berdasarkan fungsinya 6. Cek perjalanan
a. Bank sentral (Bank Indonesia) 7. Inkaso (penagihan piutang)
b. Bank umum 8. ATM
c. Bank syariah 9. Kartu debit
d. Bank perkreditan rakyat
2. Berdasarkan kepemilikan
a. Bank pemerintah, contoh: BTN
b. Bank swasta, contoh: NISP, Bank Mega, Bank
Niaga
c. Bank campuran, contoh: BNI 46, Mandiri, BRI
d. Bank pemerintah daerah, contoh: Bank DKI,
Bank Jatim, BPD
e. Bank asing, contoh: City Bank, Bank of Tokyo

kendi_mas_media@yahoo.com
BAB 14 PERUSAHAAN JASA DAN DAGANG

A. Perusahaan Jasa - Jurnal


Jurnal adalah media dalam proses akuntansi yang
- Persamaan Dasar Akuntansi menjadi dasar bagi penentuan ke akun mana

suatu transaksi dicatat, beberapa jumlah uang
H = M : jika tidak mempunyai utang
yang dicatat, di sisi mana dicatat, dan keterangan
H = U + M : jika mempunyai utang
singkat tentang transaksi.
Fungsi jurnal
• Setiap transaksi yang dilakukan oleh perusa-
1. Fungsi pencatatan
haan akan mempengaruhi dua sisi pada persa-
2. Fungsi historis: pencatatan dilakukan secara
maan akuntansi dalam jumlah yang sama.
berurutan
• Transaksi yang dilakukan secara tunai akan
3. Fungsi analisis
langsung berpengaruh pada kas.
4. Fungsi instruktif
• Kedua sisi persamaan harus selalu seimbang.
5. Fungsi informatif
- Laporan Laba Rugi
• Setelah dicatat pada jurnal, transaksi
Unsur-unsur laba rugi:
dimasukkan ke dalam buku besar.
1. pendapatan usaha
• Neraca saldo: daftar yang memuat saldo dari
2. beban usaha
akun-akun yang terdapat dalam buku besar.
3. pendapatan di luar usaha
• Jurnal penyesuaian berfungsi untuk mengubah
4. beban di luar usaha
sedemikan rupa nilai akun sehingga neraca
- Laporan perubahan modal: daftar yang menjelas-
saldo memperlihatkan saldo sebenarnya dari
kan perubahan modal setelah perusahaan melaku-
harta, utang, pendapatan, dan beban.
kan kegiatan selama periode tertentu.
• Akun–akun yang disesuaikan pada akhir
Unsur-unsur laporan perubahan modal:
periode akuntansi adalah:
1. modal awal
1. beban dibayar di muka
2. prive (penarikan pribadi)
2. pendapatan diterima di muka
3. saldo laba rugi
3. piutang penghasilan
4. modal akhir
4. beban yang masih harus dibayar
- Neraca
5. penyusutan aktiva tetap
Unsur-unsur neraca
6. pemakaian perlengkapan
1. Harta: harta lancar
• Kertas kerja: media pencatatan neraca
a. Investasi jangka panjang
saldo, jurnal penyesuaian laporan laba
b. Harta tetap
rugi dan neraca yang disusun secara logis
c. Harta tak berwujud
untuk mempermudah penyusunan laporan
2. Utang
keuangan.
a. Utang jangka pendek
• Jurnal penutup: jurnal yang dibuat pada akhir
b. Utang jangka panjang
periode akuntansi untuk menutup akun pada
3. Modal
laporan laba-rugi dan akun prive.
- Macam-Macam Bukti Transaksi
1. Eksternal
a. Faktur: bukti transaksi penjualan secara
B. Perusahaan Dagang
kredit
b. Kuintansi Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan-
c. Nota kredit: bukti transaksi yang bersifat nya melakukan pembelian barang kemudian disimpan
mengurangi hasil transaksi yang mendahu- dan dijual lagi tanpa mengubah bentuknya.
luinya. • Ciri-ciri Perusahaan Dagang
2. Internal 1. Melakukan pembelian barang untuk dijual lagi
a. Memo antarbagian tanpa diolah kembali
b. Memorial post

kendi_mas_media@yahoo.com
2. Pendapatan pokok berasal dari penjualan • Potongan penjualan
barang tersebut • Biaya angkut pembelian
3. Harga pokok penjualan: persediaan awal + 2. Jurnal khusus
pembelian bersih – persediaan akhir Macam–macam jurnal khusus:
4. Laba kotor: penjualan bersih – harga pokok a. Jurnal pembelian
penjualan b. Jurnal penjualan
- Akun-akun Perusahaan Dagang c. Jurnal penerimaan kas
Dicatat di sisi D Dicatat di sisi K d. Jurnal pengeluaran kas
1. Pembelian 1. Penjualan Perbedaan jurnal umum dan jurnal khusus
2. Potongan penjualan 2. Potongan pembelian
3. Retur penjualan 3. Retur pembelian No Jurnal umum Jurnal khusus
4. Biaya angkut pembelian 4. Utang usaha
5. Biaya pengiriman
1. Digunakan untuk Digunakan untuk
mencatat semua mencatat transaksi yang
6. Persediaan barang dagangan transaksi sejenis saja
7. Piutang usaha
8. Harga pokok penjualan 2. Bentuk jurnal dua kolom Bentuk jurnal banyak
kolom

- Syarat Penyerahan Barang yang Diperjualbelikan 3. Posting dilakukan setiap Posting dilakukan secara
transaksi berhimpun dan periodik
1. Franko Gudang Penjual: ongkos angkut
tanggung jawab pembeli. 4. Pencatatan dilakukan oleh Pencatatan dilakukan
satu orang oleh banyak orang
2. Franko Gudang Pembeli: ongkos angkut
tanggung jawab penjual. 5. Tidak menciptakan Dapat menciptakan
pengendalian intern pengendalian intern
3. FOB Tempat Pengapalan (Free on Board
Shipping Poin): ongkos dari gudang penjual 3. Buku besar utama
dan menaikkan barang ke kapal tanggung Cara melakukan posting:
jawab penjual, setelah itu tanggung jawab a. melalui rekapitulasi jurnal khusus, baru di-
pembeli. posting ke buku besar,
4. FOB Tempat Tujuan (Free on Board Destination b. langsung dari jurnal khusus ke buku besar.
Point): ongkos dari gudang penjual, menaikkan Buku besar pembantu: buku tambahan yang
barang ke kapal dan ongkos ke kapal dan beisi sekelompok akun dengan karakteristik
ongkos kapal tanggung jawab penjual, setelah yang sama dengan rincian masing-masing
itu tanggung jawab pembeli. saldo.
5. CIF (Cost Frieght and Insurance): penjual Perbedaan buku besar utama dan buku besar
menanggung semua biaya angkut dan premi pembantu
asuransi selama dalam perjalanan.
6. CIFIC (Cost Freight and Insurance Comission): Buku besar Buku besar
Perbedaan
sama dengan CIF + tanggungan biaya komisi. utama pembantu
- Siklus Akuntasi Perusahaan Dagang Sumber
Jurnal khusus Bukti transaksi
1. Jurnal umum pencatatan
a. Pembelian Metode Setiap
• Pembelian tunai Secara kolektif
pencatatan transaksi
• Pembelian kredit
• Pembelian sebagian tunai dan Diikhtisarkan Ke neraca sisa Ke daftar sisa
sebagian kredit
• Retur pembelian 4. Tahap pengikhtisaran akuntansi perusahaan
• Potongan pembelian dagang
• Biaya angkut pembelian Tahap-tahap pengikhtisaran
b. Penjualan a. Neraca saldo, bermanfaat untuk:
• Penjualan tunai 1) mempermudah penyusunan laporan
• Penjualan kredit keuangan,
• Penjualan sebagian tunai dan seba- 2) mengontrol jumlah saldo dari seluruh
gian kredit akun pada buku besar.
• Retur penjualan

kendi_mas_media@yahoo.com
b. Jurnal penyesuaian, dibuat untuk
menyesuaikan agar dalam akun–akun
yang ada menunjukkan aktiva, kewajiban,
ekuitas, beban, dan pendapatan yang
sebenarnya.
Dikerjakan dengan 2 cara:
1) pendekatan ikhtisar laba/rugi
2) pendekatan HPP
c. Kertas kerja, berisi kolom-kolom neraca
sisa jurnal penyesuaian dan laporan
keuangan.
d. Jurnal penutup
e. Neraca saldo setelah penutupan
5. Harga pokok penjualan
* Rumus menghitung HPP:
Persediaan awal + pembelian bersih –
persediaan akhir

atau

Persediaan awal + pembelian + beban


angkut – retur pembelian – potongan
pembelian – persediaan akhir

* Pembelian bersih:
Pembelian + beban angkut pembelian –
retur pembelian – potongan pembelian

kendi_mas_media@yahoo.com