Anda di halaman 1dari 13

Tugas Pendahuluan Fisika Inti

MAKALAH

HUKUM PELURUHAN BERURUTAN

OLEH :

SARI PAGANDA SINAMBELA

4153321033

Mata Kuliah: Pendahuluan Fisika Inti

Dosen Pengampu : Irfandi, S.Pd, M.Si

FISIKA EKSTENSI 2015

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
pertolonganNya saya dapat menyelesaikan Makalah Hukum Peluruhan Berurutan mata kuliah
Pendahuluan Fisika Inti. Penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini. Dan penulis juga menyadari pentingnya akan
sumber bacaan dan referensi internet yang telah membantu dalam memberikan informasi
yang akan menjadi topik pembahasan.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang "Hukum
Peluruhan Berurutan", yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca
khususnya para guru dan seluruh tenaga kependidikan.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini sehingga
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan
makalah ini. Penulis mohon maaf jika di dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan dan
kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, dan kekurangan pasti milik kita
sebagai manusia. Semoga tulisan ini dapat bemanfaat bagi kita semuanya.

Medan, Maret 2018

Penyusun

Sari Paganda S

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... 2

DAFTAR ISI ..................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 4

A. Latar Belakang ............................................................................................................ 4


B. Rumusan Masalah ...................................................................................................... 4
C. Tujuan .......................................................................................................................... 4
D. Manfaat ........................................................................................................................ 5
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................................

A. Aturan Umum Proses Peluruhan ............................................................................... 6


B. Peluruhan Radioaktif Berurutan ................................................................................. 6
BAB III PENUTUP ....................................................................................................... 12

Kesimpulan ...................................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 16

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bidang ilmu kimia yang memperlajari efek radiasi dan radioisotop pada materi serta
perubahan dalam materi disebut kimia radiasi. Pengunaan teknik-teknik kimia dalam
mempelajari zat radioaktif dan pengaruh kimiawi dari radiasi zat radioaktif dipelajari
dalam bidang radiokimia.
Unsur yang inti atomnya mampu melakukan aktivitas radiasi spontan berupa
pemancaran sinar-sinar radioaktif dinamakan unsur (zat) radioaktif. Pemancaran sinar-
sinar radioaktif (berupa partikel atau gelombang elektromagnetik) secara spontan oleh
inti-inti berat yang tidak stabil menjadi inti-inti yang stabil disebut Radioaktivitas. Inti
yang memancarkan sinar radioaktif disebut inti induk dan inti baru yang terjadi disebut
inti anak.
Proses pemancaran partikel α oleh inti atom disertai perubahannya inti menjadi inti
atom lain, disebut peluruhan α. Partikel alfa sebenarnya adalah sebuah inti helium. Inti
helium merupakan inti stabil dengan nomor massa dan nomor atom yang kekal.
Peluruhan alfa dapat dianggap sebagai sebuah reaksi fisi nuklir sebab inti induk terpecah
menjadi dua inti “anak” (daughter). Peluruhan alfa adalah salah satu contoh dari efek
terowongan dalam mekanika kuantum. Tidak seperti peluruhan beta, peluruhan partikel
alfa diatur oleh gaya nuklir kuat.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana aturan umum proses peluruhan ?
2. Bagaimanakah terjadinya peluruhan berurutan ?
3. Bagaimanakah terjadinya peluruhan Alpha ?
4. Bagaimanakah terjadinya peluruhan Beta ?
5. Bagaimanakah terjadinya peluruhan Gamma ?

C. Tujuan
1. Mengetahui bagaimana aturan umum proses Peluruhan.
2. Mengetahui terjadinya peluruhan berurutan.
3. Mengetahui terjadinya peluruhan alpha, beta dan gamma.

4
D. Manfaat
1. Memenuhi tugas perkuliahan dari dosen pengampu dalam mata kuliah Pend.
Fisika Inti
2. Meningkatkan pengetahuan tentang proses dan hal-hal yang bersangkutan
dengan peluruhan radioaktif.
3. Menambah pemahaman bagi pembaca, serta dapat lebih mengaplikasikan hal-
hal yang terdapat dalam makalah ini.

5
BAB II

PEMBAHASAN

1. ATURAN UMUM PROSES PELURUHAN


a. Proses perubahan suatu unsur menjadi unsur lain, dinamakan peluruhan
spontan (spontaneous decay) atau transmutasi (transmutation)
b. Nomor massa unsur, A, kedua ruas persamaan harus sama.
c. Nomor atom unsur, Z, kedua ruas persamaan juga harus sama
d. Harus dipenuhi Hukum Kekekalan Massa-Energi dan kekekalan Momentum.

2. PELURUHAN RADIOAKTIF BERURUTAN


Jika ada suatu radionuklida yang meluruh menjadi anak luruhnya, dan anak luruh
tersebut bersifat radioaktif sehingga akan meluruh menjadi radionuklida berikutnya, maka
peluruhan tersebut disebut dengan peluruhan radioaktif berturutan Jika dibuat dalam suatu
reaksi, maka

𝜆1 𝜆2

𝐴→𝐵→𝐶

Radionuklida A adalah radionuklida induk yang meluruh dengan konstanta peluruhan


𝜆1 menjadi radionuklida B (radionuklida anak). Radionuklida B akan menjadi C dengan
konstanta peluruhan 𝜆2 . Banyaknya nuklida A yang meluruh dihitung dengan menggunakan
persamaan (3-2), yaitu

𝑁1 = 𝑁10 𝑒 −𝜆1 𝑡

Dengan 𝑁10 adalah banyaknya nuklida pada waktu t = 0. Nuklida anak akan terbentuk dengan
laju sebesar laju peluruhan nuklida induk dan nuklida anak akan dengan laju 𝜆2 𝑁2 , atau

𝑑𝑁2
= 𝜆1 𝑁1 − 𝜆2 𝑁2
𝑑𝑡

𝑑𝑁2
+ 𝜆2 𝑁2 = 𝜆1 𝑁10 𝑒 −𝜆1 𝑡
𝑑𝑡

Persamaan diferensial linier orde satu tersebut dapat diselesaikan dengan metode
standar yang hasilnya adalah sebagai berikut,

6
𝜆1
𝑁2 = 𝑁 0 (𝑒 −𝜆1 𝑡 − 𝑒 −𝜆2 𝑡 ) + 𝑁20 𝑒 −𝜆2 𝑡
𝜆2 − 𝜆1 1

Jika pada awalnya hanya ada nuklida A saja atau 𝑁20 = 0 pada t = 0, maka

𝜆1
𝑁20 = 𝑁 0 (𝑒 −𝜆1 𝑡 − 𝑒 −𝜆2 𝑡 )
𝜆2 − 𝜆1 1

Tidak ada gejala lain yang peranannya dalam perkembangan fisika nuklir seperti
radioaktivitas. Inti tak-mantap meluruh supaya memperoleh konfigurasi baru yang mantap
atau menuju ke yang mantap. Aktivitas sebuah sampel nuclide radioaktif ialah laju peluruhan
inti atom pembentuknya jika N menyatakan banyaknya inti dalam sampel pada suatu saat,
aktivitasnya R ialah sebagai berikut :

𝑑𝑁
𝑅=− (Aktivitas)
𝑑𝑡

Tanda minus dipakai supaya R menjadi kualitas positif karena dN/dt tentu saja secara
intrinsic berharga negative. Satuan SI dari aktivitas diberi nama menurut nama Henri
Becquerel yang mendapatkan radioaktivitas dalam tahun 1896.

1 𝑏𝑒𝑐𝑞𝑢𝑒𝑟𝑒𝑙 = 1 𝐵𝑞 = 1 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛/𝑠

Aktivitas yang didapatkan dalam praktek biasanya sangat tinggi sehingga satuan MBq
(106 Bq) dan GBq (109 Bq) sering lebih memadai. Satuan tradisional dari aktivitas ialah curie
226
(Ci) yang mulanya didefenisikan sebagai aktivitas 1 g radium, 88𝑅𝑎 ; radium didapatkan oleh
Pierre dan Marie Curie dalam tahun 1898. Karena harga yang tepat dari 1 curie berubah
ketika metode pengukuran bertambah maju sekarang didefenisikan menurut persamaan :

1 𝑐𝑢𝑟𝑖𝑒 = 1 𝐶𝑖 = 3.70 𝑥 1010 𝑘𝑒𝑗𝑎𝑑𝑖𝑎𝑛⁄𝑠 = 37 𝐺𝐵𝑞

Inti atom yang tidak stabil secara spontan akan berubah menjadi inti atom yang lebih
stabil. Proses perubahan tersebut dinamakan peluruhan radioaktif (radioactive decay). Dalam
setiap proses peluruhan akan dipancarkan radiasi.

Bila ketidakstabilan inti disebabkan karena komposisi jumlah proton dan neutronnya
yang tidak seimbang, maka inti tersebut akan berubah dengan memancarkan radiasi alfa (𝛼)
atau radiasi beta (𝛽). Sedangkan bila ketidakstabilannya disebabkan karena tingkat energinya
yang tidak berada pada keadaan dasar, maka akan berubah dengan memancarkan radiasi
gamma (𝛾).

7
Grafik peluruhan inti atom induk dan pertumbuhan inti atom turunan.

Peluruhan Berurutan dalam Jumlah Banyak

Pembahasan sebelumnya adalah untuk menentukan banyaknya nuklida anak dari


peluruhan berturut (N2), sedangkah untuk menentukan N3, N4, dan seterusnya digunakan
solusi Bateman dengan asumsi bahwa pada t = 0 maka 𝑁20 = 𝑁30 = ... = 𝑁𝑛0 = 0. Penyelesaian
dari permasalahannya adalah :

𝑁𝑛 = 𝐶1 𝑒 −𝜆1 𝑡 + 𝐶2 𝑒 −𝜆2 𝑡 + ⋯ + 𝐶𝑛 𝑒 −𝜆𝑛𝑡

𝜆1 𝜆2 … 𝜆𝑛−1
𝐶1 = 𝑁0
(𝜆2 − 𝜆1 )(𝜆3 − 𝜆2 ) … (𝜆𝑛 − 𝜆1 ) 1

𝜆1 𝜆2 … 𝜆𝑛−1
𝐶2 = 𝑁 0 , 𝑑𝑠𝑡
(𝜆1 − 𝜆2 )(𝜆3 − 𝜆2 ) … (𝜆𝑛 − 𝜆2 ) 1

3. JENIS PELURUHAN

Terdapat tiga jenis peluruhan radioaktif secara spontan yaitu peluruhan alfa (𝛼),
peluruhan beta (𝛽), dan peluruhan gamma (𝛾). Jenis peluruhan atau jenis radiasi yang
dipancarkan dari suatu proses peluruhan ditentukan dari posisi inti atom yang tidak stabil
tersebut dalam diagram N-Z.

1. Peluruhan Alfa (𝛼)

Peluruhan alfa dominan terjadi pada inti-inti tidak stabil yang relatif berat (nomor
atom lebih besar dari 80). Dalam peluruhan ini akan dipancarkan partikel alfa (𝛼) yaitu suatu
partikel yang terdiri atas dua proton dan dua neutron, yang berarti mempunyai massa 4 sma

8
dan muatan 2 muatan elementer positif. Partikel 𝛼 secara simbolik dinyatakan dengan simbol
2He4. Radionuklida yang mengalami peluruhan akan kehilangan dua proton dan dua neutron
serta membentuk nuklida baru. Peristiwa peluruhan 𝛼 ini dapat dituliskan secara simbolik
melalui reaksi inti sebagai berikut:

ZX
A
 Z-2YA-4 + 𝛼

Contoh peluruhan partikel Alfa yang terjadi di alam adalah:

92X
238
 90Th234 +𝛼

Energi yang dilepaskan pada saat peluruhan, disebut energi disintegrasi atau energi peluruhan
yaitu:

Q = (mx-mY-mα)c2

Fraksi Energi Peluruhan

𝑚𝑦
𝐾𝛼 = 𝑄
𝑚 𝑎 + 𝑚𝑦

𝑚𝑦
𝐾𝑦 = 𝑄
𝑚 𝑎 + 𝑚𝑦

Ky adalah energi kinetik inti A−4


Z−2Y (anak inti)

Kα = energi kinetik partikel α

Sifat Radiasi Alfa :

a. Daya ionisasi partikel alfa sangat besar, kurang lebih 100 kali daya ionisasi partikel
𝛽 dan 10.000 kali daya ionisasi sinar 𝛾.
b. Jarak jangkauan (tembus) nya sangat pendek, hanya beberapa mm udara, bergantung
pada energinya.
c. Partikel 𝛼 akan dibelokkan jika melewati medan magnet atau medan listrik.
d. Kecepatan partikel 𝛼 bervariasi antara 1/100 hingga 1/10 kecepatan cahaya.

2. Peluruhan Beta (𝜷)

9
Peluruhan beta terjadi pada inti tidak stabil yang relatif ringan. Dalam peluruhan ini
akan dipancarkan partikel beta yang mungkin bermuatan negatif (𝛽 -) atau bermuatan positif
(𝛽 +). Partikel 𝛽 - identik dengan elektron sedangkan partikel 𝛽 + identik dengan elektron yang
bermuatan positif (positron). Pada diagram N-Z, peluruhan 𝛽 - terjadi bila nuklida tidak stabil
berada di atas kurva kestabilan sedangkan peluruhan 𝛽 + terjadi bila nuklidanya berada di
bawah kurva kestabilan. Dalam proses peluruhan 𝛽 - terjadi perubahan neutron menjadi
proton di dalam inti atom sehingga proses peluruhan ini dapat dituliskan sebagai persamaan
inti berikut.

ZX
A
 Z-2YA-4 + 𝛽 - + v

Contoh:

15P
32
 16S32 + 𝛽 - + v

Sedangkan dalam proses peluruhan 𝛽 + terjadi perubahan proton menjadi neutron di dalam inti
atom sehingga proses peluruhan ini dapat dituliskan sebagai persamaan inti berikut.

ZX
A
 Z-1YA + 𝛽 + + 𝑣 −

Contoh:

8X
15
 7N15 + 𝛽 + + 𝑣 −

Neutrino (v+) dan antineutrino (v -) adalah partikel yg tidak bermassa tetapi berenergi
yg selalu mengiringi peluruhan 𝛽.

Sifat Radiasi Beta

a. Daya ionisasinya di udara 1/100 kali dari partikel 𝛼


b. Jarak jangkauannya lebih jauh daripada partikel 𝛼, di udara dapat beberapa cm.
c. Kecepatan partikel 𝛽 berkisar antara 1/100 hingga 99/100 kecepatan cahaya.
d. Karena sangat ringan, maka partikel 𝛽 mudah sekali dihamburkan jika
melewati medium.
e. Partikel 𝛽 akan dibelokkan jika melewati medan magnet atau medan listrik.

3. Peluruhan Gamma (𝜸)

10
Berbeda dengan dua jenis peluruhan sebelumnya, peluruhan gamma tidak
menyebabkan perubahan nomor atom maupun nomor massa, karena radiasi yang dipancarkan
dalam peluruhan ini berupa gelombang elektromagnetik (foton). Peluruhap ini dapat terjadi
bila energi inti atom tidak berada pada keadaan dasar (ground state), atau pada bab
sebelumnya dikatakan sebagai inti atom yang isomer. Peluruhan ini dapat terjadi pada inti
berat maupun ringan, di atas maupun di bawah kurva kestabilan. Biasanya, peluruhan ini
mengikuti peluruhan 𝛼 ataupun 𝛽.

Peluruhan 𝛾 dapat dituliskan sebagai berikut.

zX
A*
 zXA + 𝛾

Salah satu contoh peluruhan gamma yang mengikuti peluruhan b

27Co
60
 28Ni60* + 𝛽 –

28Ni
60*
 28Ni60 + 𝛾

Sifat Radiasi Gamma

a. Sinar y dipancarkan oleh nuklida tereksitasi (isomer) dengan panjang gelombang


antara 0,005 Å hingga 0,5 Å
b. Daya ionisasinya di dalam medium sangat kecil sehingga daya tembusnya sangat besar
bila dibandingkan dengan daya tembus partikel 𝛼 atau 𝛽
c. Karena tidak bermuatan, sinar g tidak dibelokkan oleh medan listrik maupun medan
magnet

11
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Aturan umum proses peluruhan yaitu proses perubahan suatu unsur menjadi unsur
lain, dinamakan peluruhan spontan (spontaneous decay) atau transmutasi
(transmutation), nomor massa unsur, A, kedua ruas persamaan harus sama, nomor
atom unsur, Z, kedua ruas persamaan juga harus sama, dan harus dipenuhi Hukum
Kekekalan Massa-Energi dan kekekalan Momentum.
2. Peluruhan Alpha (Alpha Decay)
Radiasi alpha mempunyai spektrum energi yang diskrit. Radioisotop yang
memancarkan radiasi Alpha. maka nomor massa akan berkurang 4 dan nomor
atomnya berkurang 2, sehingga radiasi alpha disamakan dengan pembentukan inti
Helium yang bermuatan +2 ( 42𝐻𝑒)
3. Peluruhan Beta (Beta Decay)
Peluruhan beta terbagi atas dua yaitu peluruhan beta plus dan peluruhan beta
minus
4. Peluruhan Gamma (Gamma Decay)
Suatu inti unsur radioaktif yang mengalami peluruhan, baik peluruhan α maupun
peluruhan β atau mengalami tumbukan dengan netron biasanya berada pada
keadaan tereksitasi. Pada saat kembali ke keadaan dasarnya inti tersebut akan
melepas energi dalam bentuk radiasi gamma.

12
DAFTAR PUSTAKA

Beiser, A. (1981). Konsep Fisika Modern. Bandung : Penerbit Erlangga.


Krane,K. (1992). Introduction to Nuclear Physics. Canada: JOHN WlLEY & SONS
Meyerhof, W.E. 1989. Element of Nuclear Physics. Washington: McGrow Hill Int Ed.

13