Anda di halaman 1dari 3

BAB III

ANALISIS MASALAH

Teori Kasus
Anamnesis Hipertensi dalam kehamilan adalah Ny. S, usia 37 tahun, hamil cukup
apabila tekanan darah sistolik ≥140 bulan datang dengan keluhan
mmHg atau tekanan darah diastolic mulas-mulas ingin melahirkan.
≥90 mmHg pada usia kehamilan Os juga mengeluh kedua kaki
>20 minggu, tekanan darah bengkak (+) sejak usia kehamilan 7
sebelumnya normal dan tekanan bulan dan sering mengalami nyeri
darah kembali normal pada 12 kepala (+) beberapa minggu
minggu setelah melahirkan. terakhir.
Preeklampsia berat adalah jika Pada kasus ini pasien hamil aterm
tekanan darah > 160/110 mmHg, (anamnesis tgl 14 Juni 2015
proteinuria  +2, dapat disertai dengan HPHT 7 September 2014).
keluhan subjektif seperti nyeri Faktor resiko yang terdapat pada
epigastrium, sakit kepala, pasien ini adalah usia yang lebih
gangguan penglihatan dan oliguria. dari 35 tahun.

Faktor Resiko
1. Usia
Pada wanita hamil berusia kurang
dari 25 tahun atau lebih dari 35
tahun.
2. Paritas
angka kejadian tinggi pada
primigravida, muda maupun tua.
3. Ras / Golongan etnik
Adanya perbedaan perlakuan /
akses terhadap berbagai etnik di
banyak negara.
4. Faktor keturunan
Riwayat pre-eklampsia/ eklampsia
pada ibu / nenek penderita,
meningkatkan resiko sampai 25%.
5. Faktor gen
Diduga adanya suatu sifat resesif
(recessive trait), yang ditentukan
genotipe ibu dan janin.
6. Diet / gizi
Angka kejadian lebih tinggi pada
ibu hamil yang obesitas / berat
badan berlebih.
7. Iklim / musim
Di daerah tropis insidens lebih
tinggi.
8. Tingkah laku / sosioekonomi
9. Hiperplasentosis
Seperti pada kehamilan kembar,
hidrops fetalis, diabetes mellitus,
mola hidatidosa.
Pemeriksaan Tekanan darah ≥160/110 mmHg Tekanan darah : 170/110 mmHg
pada Pemeriksaan ginekologis luar :
Fisik
usia kehamilan > 20 minggu fundus uteri 3 jari di bawah
prosesus xiphoideus, 31 cm.
Vaginal toucher : pembukaan 1 cm,
ketuban intake, penipisan %

Pemeriksaan Protein urin  +2 (2.0 gram /24 Protein Urin (++)

Laboratorium jam)
Penatalaksanaan 1. Tirah Baring 1. Tirah baring
2. Oksigen 2. IVFD RL gtt XX/menit
3. Kateter menetap 3. O2 2 l/m
4. IVFD : Ringer Asetat, Ringer 4. Kateter Urin
Laktat, Kolloid 5. Nifedipin 3 x 10 mg
5. Magnesium Sulfat 6. Injeksi MgSo4 8 gr boka
Initial dose: dan boki
- Loading dose : 4 gr 7. Observasi tanda vital dan
magnesium sulfat 20% IV kejang
(4-5 menit) 8. Konsul SpOg :
- 8 gr MS 40% IM, 4 gr Saran rujuk ke RS Rabain
bokong kanan, 4 gr bokong Muara Enim untuk
kiri. terminasi kehamilan
Maintenance dose : 4 gr
magnesium sulfat 40% IM Pada kasus ini, setelah
setiap 6 jam. penanganan awal dan
6. Antihipertensi stabilisasi, pasien dirujuk
diberikan jika tekanan darah ke RS yang memiliki
diastole > 110 mmHg. fasilitas untuk dilakukan
Dapat diberikan nifedipin terminasi kehamilan.
sublingual 10 mg. Keputusan dilakukannya
7. Diuretikum terminasi kehamilan
8. N-Acetyl Cystein 3 x 600 mg. tersebut mengingat usia
9. Jika pasien koma, diberikan kehamilan yang sudah
perawatan koma di ICU aterm.
10. Konsul ke Bagian Interna,
Hematologi, Mata, Neurologi
jika perlu.
11. Jajaki kemungkinan
terjadinya komplikasi
Sindroma HELLP, gagal
ginjal, edema paru, solusio
plasenta, DIC, stroke, dll
12. Jika dijumpai Sindroma
HELLP, beri deksametason
10 mg / 12 jam IV 2x
sebelum persalinan. Kelahiran
bayi diharapkan terjadi dalam
48 jam setelah pemberian
deksametason pertama.
Penanganan Obstetrik
Pada keadaan ibu sudah stabil,
tetapkan suatu keputusan apakah
dilakukan terminasi kehamilan
atau tindakan konservatif dengan
mempertimbangkan usia
kehamilan dan keadan janin.
Penanganan konservatif bisa
dilakukan pada keadaan :
a. Tekanan darah terkontrol <
160/110 mmHg
b. Oliguria respon dengan
pemberian cairan
c. Tidak dijumpai nyeri
epigastrik
d. Usia kehamilan < 34 minggu