Anda di halaman 1dari 4

Upaya Menanggulangi Kemiskinan Melalui Produk Perbankan Syariah

Menurut Darajat (2007) produk pembiayaan yang cocok untuk mengatasimasalah kemiskinan
yaitu dengan menerapkan pembiayaan mudharabah, karena sebagai core product bank syariah
merupakan tulang punggung dalam perbankansyariah untuk melaksanakan fungsi
intermediasinya. Produk pembiayaanmudharabah memiliki ciri pokok yang berbeda dengan
produk kredit bank konvensional, yaitu dalam hal pemberian imbalan kepada mudharib
(debitur) berupa nisbah bagi hasil yang disepakati kedua belah pihak sehingga tidak adasalah
satu pihak yang dirugikan. Nisbah bagi hasil dikatakan rasional bagi kedua belah pihak jika
pertimbangan mudharib mengakomodasi pertimbangan bank(kreditur) dalam penetapan
besarnya nisbah bagi hasil. Produk mudharabahdengan sistem bagi hasilnya mempunyai
kontribusi bagi pembiayaan usaha mikro,kecil dan menengah untuk mengembangkan
usahanya. Dengan tetap hidup dan berkembangnya usaha kecil secara langsung juga akan
tetap memberikanlapangan pekerjaan bagi masyarakat. Maka usaha mikro, kecil dan
menengah ikut berperan dalam mengurangi pengangguran dan lebih tepatnya
mengurangikemiskinan. Aspek penting dalam upaya mengentaskan kemiskinan
adalahmemutus mata rantai kemiskinan yang dapat dilakukan antara lain denganmemberikan
akses yang lebih luas kepada masyarakat miskin menjadi produktif,salah satunya dengan
usaha mikro, kecil dan menengah. Sedangkan untuk pembiayaannya dapat dilakukan dengan
produk mudharabah yang tidakmemberatkan pelaku usaha kecil dan menengah sehingga
dapat menjadi solusimengentaskan kemiskinan Menurut Haroon (2007:38), salah satu upaya
dalam penanggulangan kemiskinan adalah melalui sisi agama, yaitu dengan mengaplikasikan
islam dalamkehidupan sehari-hari. Islam menawarkan sebuah sistem ekonomi dengan
prinsip- prinsip islam yang dimiliki. Berikut beberapa produk andalan dalam
perbankansyariah, yaitu pembiayaan mudharabah, musyarakah, murabahah dan masih banyak
pembiayaan lainnya. Perbankan syariah dengan prinsip bagi hasil(mengacu pada akad
musyarakah dan mudharabah), menanggulangi adanya penanggungan risiko kerugian
bersama baik pihak bank maupun debitur dan menjadikan debitur sebagai mitra usaha, akan
menjadi entry point bagi banksyariah untuk menjadi lembaga keuangan yang bersahabat
dengan masyarakatyang membutuhkan dana. Harapan besar ditujukan untuk perbankan
syariahadalah agar senantiasa pro aktif dalam memberdayakan debiturnya baik dari segi
peningkatan kinerja maupun pembinaan moral. Tim pemberdayaan masyarakatharus menjadi
divisi penting dalam perbankan syariah.
Solusi Alternatif Perbankan Syariah dalam Permasalahan Kemiskinan

Salah satu solusi penting yang harus diperhatikan pemerintahan dalam pemulihan ekonomi
Indonesia adalah penerapan ekonomi syariah. Ekonomisyariah memiliki komitmen yang kuat
pada pengentasan kemiskinan yang selamaini di hadapi suatu negara, penegakan keadilan
pertumbuhan ekonomi, penghapusan riba, dan pelarangan spekulasi mata uang sehingga
menciptakan stabilitas perekonomian. Ekonomi syariah yang menekankan
keadilan,mengajarkan konsep yang unggul dalam menghadapi gejolak moneter
dibandingsistem konvensional (Jarhi, 1994). Kedepan pemerintah perlu memberikan
perhatian besar pada dunia perbankan syariah yang telah terbukti lebih resisten di masa krisis.
Sistem ekonomi Islam yang diwakili lembaga perbankan syariah telahmenunjukkan
ketangguhannya dapat bertahan karena perbankan syariahmenggunakan sistem bagi hasil
sehingga tidak mengalami anggapan yang kurang baik sebagaimana bank-bank konvensional.
Bahkan perbankan syariah semakin berkembang di masa-masa yang sangat sulit, seperti salah
satunya yaitu masalahkemiskinan yang ada di Indonesia. erbankan syariah merupakan solusi
dan pilihan tepat bagi masyarakat,sehingga banyak masyarakat yang menggunakan jasa
perbankan syariah dalam bertransaksi. Pihak internal bank dan pemerintah harus bekerja
keras secara bersama-sama untuk memperbaiki tatanan dalam perbankan syariah. Konsep
yangdapat dijalankan adalah dengan menanamkan jiwa perbankan syariah kedalam jiwa
peserta didik dan masyarakat umum. Pendidikan tentang perbankan syariahharus diajarkan
sejak dini, sehingga perbankan syariah bukan menjadi hal yangasing. Pendidikan mengenai
perbankan syariah dapat dimasukan ke dalamkurikulum pendidikan serta mempraktekanya
berupa bertransaksi di perbankansyariah. Dapat juga berupa pemberian beasiswa melalui
perbankan syariahsekaligus memberikan arahan kepada siswa, secara otomatis siswa akan
terlatih dalam menggunakan dan bertransaksi dengan sistem perbankan syariah. Terlatihnya
siswa dalam transaksi melalui perbankan syariah akan tertanam pada jiwa peserta didik dan
kelak mereka akan mengaplikasikan danmengembangkannya di dalam masyarakat. Peran
perbankan syariah dalam pemberdayaan ekonomi di Indonesia ada sudah semenjak lama,
namun mulaimengalami perkembangan pesat baru sekitar tahun sembilan puluhan, yaitu
pasca berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI), yang kemudian diikuti pula dengan
berdirinya Bank Perkreditan Rakyat Syari’ah (BPRS) di beberapa daerah. Semenjak itu
keberadaan lembaga-lembaga ekonomi dan keuangan yang sistemoperasionalnya didasarkan
kepada hukum syariah menjadi trend tersendiri dalammenjawab tantangan ekonomi.
Kelebihan dari perbankan syariah dibandingkan bank konvensional. adalah perbankan syariah
memiliki karakteristik unik yaitu berperan dalam mendukung sektor sosial disamping fungsi
utamanya sebagai lembaga komersial. Karenanya wajar jika banyak pihak menunggu
kontribusi perbankan syariah dalam ikut mengentaskan penduduk miskin. Industri
perbankansyariah saat ini bernilai ratusan miliar dolar, dan terdiri dari lebih dari 300lembaga
keuangan baik di dalam maupun di luar negara Islam. Merupakan hasildari upaya kolektif
para bankir, ahli ekonomi serta ahli-ahli hukum Islam selama beberapa dekade untuk
mengembangkan solusi keuangan yang memenuhi nilaireligius kaum Muslim berdasarkan
peraturan agama Islam

KESIMPULAN

1. Perbankan syariah memiliki peran yang sangat penting dalam mengatasi permasalahan
dalam pembangunan ekonomi baik itu meningkatkan laju GDP, mengurangi tingkat inflasi,
mengurangi tingkat pengangguran maupun mengurangi tingkat buta huruf. Melalui
intermediasi dan memaksimalkan fungsi dan peran produk-produk Islamic bank yang
memiliki karakteristik unik dibanding produk-produk perbankan konvensiona

2. Perkembangan perbankan syariah di Indonesia cukup baik. Pada saat terjadinya krisis di
Indonesia, perbankan syariah mampu berdiri dengan gagahnya walaupun dalam keadaan
yang sulit. Disisi lain, bahwasanya perbankan syariah itu adalah perbankan yang
berlandaskan alquran dan hadist. Artinya perbankan syariah itu adalah bentuk layanan
keuangan beretika dan bermoral yang prinsip dasarnya bersumber dari syariah (ajaran islam).
Elemen penting dari syariah adalah larangan terhadap bunga (Riba), baik nominal, sederhana
atau bunga berbunga, berbunga tetap maupun berbunga mengambang. Elemen lainnya
mencakup penekanan pada kontrak yang adil, keterkaitan antara keuangan dengan
produktivitas, keinginan untuk membagi keuntungan dan larangan terhadap judi serta
berbagai ketidakpastian lainnya. Perbankan syariah mampu berperan dalam mendorong
perekonomian karena perbankan syariah memiliki fungsi distribusi dan re-distribusi
pendapatan melalui akad-akad yang bersifat komersial dan kebajikan. Hal ini akan mampu
mendorong terwujudnya pemerataan pendapatan secara adil dan berkeadilan, sehingga dapat
mengatasi permasalahan ekonomi di Indonesia, khususnya dalam permasalahan kemiskinan
yang selama ini belum menemui jalan keluar atau solusi.
3. Krisis ekonomi yang sedang melanda dunia secara global menjawab secara transparan
kekuatan rapuh dari sistem ekonomi kapitalis. Munculnya sistem ekonomi syariah menjadi
solusi yang tidak terbantahkan dalam krisis keuangan global. Pilar-pilar prinsip yang dimiliki
oleh sistem ekonomi syariah dapat mendukung dan memperkuat perekonomian. Prinsip-
prinsip ekonomi syariah yang tidak dimiliki ekonomi konvensional merupakan kunci
keberhasilan dalam menghadapi krisis ekonomi globa