Anda di halaman 1dari 419

SERVICE TRAINING

Technical Education for Automotive Mastery

Toyota Technician
Pub. No. TMDT1E

Copyright © 2012 - PT. TOYOTA-ASTRA MOTOR


Toyota Training Center Division
All rights reserved. This book may not be repoduced or copier,
In whole or in part, without the written permission of PT. TOYOTA-ASTRA MOTOR
Daftar Isi
• Servis Manual
• PDS
• Bahan Bakar Dan Pelumas
• Alat dan Instrumen Pengukuran
• Mur dan Baut
• Ujian
• Dasar Mobil
• Mesin Bensin
• Mesin Diesel
• Drive Train
• Casis
• Kelistrikan Mesin
• Kelistrikan Bodi
• Bodi
• Ujian
• Garis Besar Toyota
• What is Toyota Technician
• Pengoperasian Servis Dasar
• Keselamatan Kerja
• 5S
• Tujuan Perawatan Berkala
• Basic Knowledge of Periodic Maintenance
• Perawatan Berkala
• Ujian

-iii-
Service Manual
Service Manual

Dari masa ke masa kendaraan mengalami perkembangan,


sistem dan fitur baru pun digabungkan pada model baru.
Oleh karena itu sangatlah sulit bagi teknisi untuk men-service
kendaraan yang sangat rumit tersebut dengan hanya me-
mengandalkan pengalaman saja.

Untuk menginformasikan kepada personel service di seluruh


dunia akan prosedur service dan teknologi baru, TMC
(TOYOTA Motor Corporation) menerbitkan berbagai macam
tipe manual.

Pedoman Reparasi
Pedoman Reparasi memberikan informasi yang berkaitan dengan metoda pelepasan, pemasangan kembali,
pemeriksaan, dan penyetelan berbagai macam tipe komponen.
Pedoman Reparasi untuk USA dan Kanada diterbitkan untuk setiap model, dan untuk transmisi otomatik.
Pedoman Reparasi untuk negara lain diterbitkan dengan dua metoda:
Chassis dan body untuk setiap model, dan setiap kelompok komponen seperti mesin untuk setiap unit.

EWD (Electrical Wiring Diagram)


EWD berisikan kesimpulan wiring kendaraan dalam bentuk diagram, dan diterbitkan untuk setiap model.

SST (Special Service Tools) List


Daftar SST memberikan informasi tentang Special Service Tools yang diperlukan untuk memperbaiki dan memeriksa
kendaraan. Buku ini diterbitkan setiap tahun.

NCF (New Car Features)


NCF memberikan informasi tentang model baru dan menjelaskan mekanisme baru.

SDS (Service Data Sheets)


Nilai-nilai (seperti tegangan V- belt dan celah katup) yang sering digunakan selama pemeriksaan dan penyetelan terdaftar
pada lembar tersendiri. Lembar-lembar ini diproduksi setiap tahun untuk semua model berdasarkan negara atau area
kecuali USA dan Kanada.

Pedoman Pemilik
Diperuntukkan bagi pemilik kendaraan Toyota, pedoman ini memberikan informasi penting untuk memastikan pengoperasian
yang benar kendaraan-kendaraan mereka.
Buku tersebut diterbitkan untuk setiap model dan diberikan kepada pemilik kendaraan.

Lain-lain
Sebagai tambahan bagi buku-buku yang telah disebutkan di atas, diterbitkan juga buku-buku berikut:
1. Pedoman Reparasi untuk Collision-damaged Auto Bodies
2. Prosedur Perbaikan Dasar-Dasar Auto Body
3. Prosedur Dasar-Dasar Pengecatan
4. Perbaikan dan Dasar-Dasar HFC134a Air-Conditioning
5. Perbaikan Wire Harness
6. Pedoman Service Komponen Audio
7. Flat Rate Manual
8. Diagnosis Manual
9. Training Manual
10. Service Bulletin
11. Training dan Publication Bulletin
(1/1)

-1-
PART-PART ASLI TOYOTA
Part Asli
Keistimewaan Part-Part Asli Toyota
Part-Part Asli Toyota sangat cocok karena mereka
adalah part-part baru yang identik dengan part-part
yang digunakan pada kendaraan.
Part-part ini mengalami pemeriksaan kualitas yang
paling ketat untuk memastikan kualitas tinggi dan
umur pelayanan yang lama.
PETUNJUK:
Semua Part-Part Asli Toyota dikemas dan diberi
tanda logo "TOYOTA GENUINE PARTS"

(1/1)

Nomor-Nomor Part Toyota


Untuk mengidentifikasikan komponen-komponen semua
kendaraan, sebuah nomor part yang terdiri dari 10 atau 12
digit karakter angka diberikan pada setiap part.
Rincian nomor part ditemukan pada buku yang disebut
PARTS CATALOG GUIDE*.
* Diterbitkan oleh Divisi Parts dan Service.

Nomor Part Dasar


5 digit nomor pertama terdiri drai Nomor Part
Dasar, yang mewakili kelompok umum masing-
masing part.
Sebagai contoh, sebuah nomor part yang dimulai
dengan 81110 mewakili sebuah part lampu besar.
Nomor Rancangan
5 digit berikutnya digunakan untuk mengklasifikasikan
tipe mesin atau kendaraan.
(-00)
2 digit selanjutnya, yang dimasukkan hanya bila
diperlukan, digunakan untuk mengklasifikasikan
swarna dan ukuran.
(1/1)

Katalog Part
Meskipun nomor-nomor part diberikan pada semua part,
nomor-nomor tersebut tidak harus diindikasikan pada
part-part tersebut. Semua nomor part dapat dilihat pada
katalog-katalog part.
Katalog-katalog part tersedia dalam tiga tipe berikut.
Lihat buku PARTS CATALOG GUIDE* funtuk metoda
yang tepat untuk menggunakan katalog tersebut.
* Diterbitkan oleh Divisi Parts dan Service.

Katalog Part Microfiche


Microfiche Parts Catalog tersedia dalam bentuk
lembar-lembar plastik yang disebutof "fiches". Sebuah
alat khusus yang disebut Microfiche Reader diperlukan
untuk melihat katalog-katalog part ini.
Katalog Part Kertas
Katalog-katalog ini diterbitkan di negara-negara
kecuali Amerika Utara dan Eropa.
Katalog Part Elektronik (CD-ROM)
Data dari Katalog Part disimpan di dalam
CD-ROM.
-2- (1/1)
-2-
Mencari Nomor Part

Informasi yang gunakan untuk mencari Katalog Part


Untuk melihat nomor telepon di buku telepon,
sebelumnya anda perlu mengetahui nama orang
atau alamat dari nomor yang sedang anda
cari.
Hal serupa juga dilakukan untuk melihat nomor
part di Katalog Part, anda perlu memiliki beberapa
informasi mengenai kendaraan tersebut.
Sebagai contoh:
• Kode model
• Kode warna bodi
• Kode trim
• Kode transmisi
• Kode axle
Informasi-informasi ini ditunjukkan pada
plat nama atau label peraturan sertifikasi
kendaraan.

Plat nama

(1/4)

-3-
Plat nama
Plat nama juga dikenal dengan "plat pabrikan".
Isinya berbeda-beda tergantung pada tujuan
kendaraan tersebut.

Plat nama mobil penumpang terletak pada


cowl panel. Buku pedoman reparasi menunjukkan
lokasi yang tepat dari plat nama.

Untuk USA dan Kanada


Untuk negara-negara eropa
Untuk negara-negara lain

Kode Model
Kode model dibedakan berdasarkan mesin, model, tipe bodi, dan spesifikasi dasar kendaraana. Kode model terdiri dari
karakter angka.

Tipe Mesin dan Volume Langkah Piston Total


Tipe mesin dan volume langkah piston total teridentifiikasi pada nama plat.
Kendaraan-kendaraan dengan tujuan model yang sama tidak semuanya memiliki tipe mesin atau volume langkah piston total yang sama.

Nomor Rangka
Nomor Rangka, yang mengidentifikasikan kendaraan, distempelkan pada bodi atau rangka.
Nomor rangka terdiri dari kode model dasar dan nomor seri.

NIK (Nomor Identifikasi Kendaraan)


NIK, yang mengidentifikasikan kendaraan, diperlukan oleh hukum dinegara-negara pengimpor.

Kode Warna Bodi


Warna eksterior kendaraan juga diwakili oleh kode.
Kode warna sangat diperlukan untuk memesan cata bagi warna bodi, atau part-part eksterior yang berwarna (seperti bumper atau
kaca spion luar yang berwarna).

Kode Trim
Kode trim mewakili warna interior kendaraan. Kode ini sangat diperlukan untuk memesan part-part interior berwarna (seperti
roda kemudi, tempat duduk, trim-trim pintu).

Kode Transmisi
Kode transmisi mewakili tipe transmisi yang digunakan pada kendaraan tersebut. Kendaraan-kendaraa dengan tujuan model yang sama
tidak perlu memiliki tipe transmisi atau transaxle yang sama.

Kode Axle
Kode axle terdiri dari karakter angka yang mewakili informasi-informasi berikut:
-Diameter ring gear
-Rasio roda gigi
-Jumlah pinion dan kehadiran LSD (Limited Slip Differential)

Kode Nama Pabrik


Kode nama pabrik mewakili nama pabrik dimana kendaraan tersebut dibuat. Kode ini tidak diperlukan untuk memesan
part-part.
(2/4)

Nomor-nomor pada kendaraan


Nomor rangka atau NIK (Nomor Identifikasi Kendaraan)
distempelkan pada ruang mesin atau chassis, dll. sebagai
tambahan bagi plat nama. Silahkan lihat buku Pedoman
Reparasi karena lokasi penstempelan berbeda-beda
sesuai dengan tipe kendaraan.

NIK
Plat nama

(3/4)

-4-
NIK (Nomor Identifikasi Kendaraan)
NIK, yang dibutuhkan oleh hukum dimana
kendaraan di ekspor, distempelkan pada
plat nama atau bodi kendaraan.
NIK terdiri dari 17 digit yang terdiri dari WMI, VDS,
dan VIS.
VIS adalah nomor seri yang sama dari nomor rangka,
yang memasukkan waktu produksi.
NIK digunakan di negara-negara sebagai berikut:
• USA dan Kanada (termasuk wilayah-wilayah
perwakilan US)
• Eropa (termasuk wilayah perwakilan Perancis)
• Australia, NZ, Brazil, Hong Kong, Indonesia,
Afrika Selatan, dll.
Diagram di sebelah kiri menunjukkan NIK untuk USA
WMI World Manufacturer Identifier dan Kanada.
VDS Vehicle Description Section
Tipe bodi, Drive train, dll.
VIS Vehicle Indicator Section
Tipe mesin
Seri
Tipe sistem penahan, Grade
Line (Nama model)
Digit pemeriksaan, tahun contoh atau tahun model
Tahun model
Pabrik atau tempat perakitan
VIS sama dengan nomor seri pada nomor rangka,
dan memasukkan waktu produksi.
(4/4)
Spesifikasi Kendaraan
Spesifikasi Kendaraan

Spesifikasi kendaraan, yang terdiri drai ukuran kendaraan,


performa, dan informasi-informasi lain, dimasukkan dalam
brosur produk dan pedoman NCF (New Car Features), dll.
Teknisi-teknisi servis harus mengetahui semua
item-item spesifikasi kendaraan.

(1/1)

-5-
Dimensi Utama & Berat Kendaraan

Dimensi-dimensi utama memasukkan item-item


pada diagram di sebelah kiri.

Berat kendaraan
Berat kendaraan
Ini adalah berat kendaraan yang memasukkan item-item
standar yang diperlukan untuk pengoperasian kendaraan
seperti bahan bakar, cairan pendingin, oli, ban cadangan,
dan alat-alat didalamnya. Isi bagasi dan penumpang tidak
termasuk.

Berat kendaraan kotor


Ini adalah berat kendaraan dimana berat kapasitas
pengendaraan dan berat kapasitas maksimum yang
dirancang telah ditambahkan.
Dimensi Dimensi Utama
Lebar Keseluruhan
Ini adalah lebar maksimum kendaraan, tanpa kaca-kaca Berat axle depan
spion luar. Ini adalah berat kendaraan yang diberikan pada
Lebar Interior axle depan.
Ini adalah jarak maksimum di tengah interior antara
pintu-pintu kanan dan kiri. Berat kotor axle
Ini adalah part dari berat kotor kendaraan yang
Tinggi Keseluruhan diberikan pada axle depan.
Ini adalah tinggi maksimum kendaraan dalam keadaan kosong,
tanpa antena. Berat axle belakang
Tapak Ini adalah berat kendaraan yang diberikan pada
Ini adalah jarak antara bagian tengah ban-ban kanan dan kiri. axle belakang.
Panjang Interior
Berat kotor axle belakang
Ini adalah jarak antara panel instrumen di dekat bagian tengah
Ini adalah part dari berat kotor kendaraan yang
interior kendaraan dan sandaran tempat duduk belakang.
diberikan pada axle belakang.
Approach Angle
Ini adalah sudut yang dibentuk oleh permukaan jalan dan garis
hipotesa (ditarik dari dasar ujung depan kendaraan dan permu-
kaan kontak tanah ban depan).
Ground Clearance
Ini adalah jarak dari permukaan tanah ke bagian terendah
kendaraan dalam kondisi berat kendaraan kotor.
Tinggi Interior
Ini adalah jarak fertikal maksimum di bagian tengah interior
antara atap dan lantai.
Front Overhang
Ini adalah jarak dari bagian tengah axle roda depan ke ujung
depan kendaraan.
Jarak Sumbu
Ini adalah jarak antara bagian tengah axle roda-roda depan
dan roda -roda belakang.
Panjang Keseluruhan
Ini adalah jarak dari area terdepan ke area terbelakang
kendaraan.
Rear Overhang
Ini adalah jarak dari bagian tengah axle roda belakang ke
ujung belakang kendaraan.
Departure Angle
Ini adalah sudut yang dibentuk oleh permukaan jalan dan
garis hipotesa (ditarik dari dasar ujung belakang kendaraan (1/1)
dan permukaan kontak tanah ban belakang).
-6-
Performa

1. Kecepatan maksimum
Ini mewakili performa pengendaraan. Kecepatan
maksimum diukur dengan berat kotor kendaraan
di jalan aspal yang rata dan tidak berangin. Pe-
ngukuran ditunjukkan dalam unit km/jam (mpj).

(1/4)

2. Nilai konsumsi bahan bakar


Ini mewakili volume bahan bakar yang dikonsumsi
oleh mesin saat kendaraan menempuh jarak yang
telah ditentukan.
Terdapat dua metoda untuk menghitung nilai
konsumsi bahan bakar:

Volume bahan bakar yang dikonsumsi saat


menempuh jarak yang diberikan (L/100km)

Jarak yang ditempuh saat mengkonsumsi


volume bahan bakar yang diberikan (km/L)

PETUNJUK:
Nilai konsumsi bahan bakar berbeda-beda tergantung
tergantung pada kondisi pengendaraan pada saat pe-
ngukuran (contoh: cuaca, kondisi mesin, kemiringan
jalan, dll.)
(2/4)

3. Kemampuan mendaki tanjakan


Ini adalah nilai maksimum yang dapat didaki
oleh kendaraan dengan berat kendaraan kotor.

Jarak tempuh horisontal


Tinggi pendakian
Nilai maksimum

= /

Contoh:
Dimana tinggi (B = 20m), dan jarak (A = 100m),
20 / 100 = 0.2 adalah nilai maksimum.

PETUNJUK:
Kendaraan mungkin tidak dapat mendaki nilai
maksimum bila ban-ban dan permukaan jalan
kekurangan jumlah tahanan gesekan yang tepat.

(3/4)

-7-
4. Radius membelok minimum
Ini adalah radius yang ditarik diantara bagian tengah
putaran kendaraan dan bagian tengah ban dari roda
paling luar (atau sisi terluar bodi), saat kendaraan di
putar perlahan-lahan pada jalan beraspal dengan cara
memutar roda kemudi sepenuhnya ke kanan atau ke
kiri.

Radius membelok minimum (ban)


Radius membelok minimum (bodi)

(4/4)

Mesin

Bore dan langkah


Mesin-mesin yang diklasifikasikan ke dalam tiga tipe
tergantung pada cylinder bore dan rasio langkah piston:
1. Mesin langkah panjang (Long-stroke engine)
Mesin dimana langkah piston lebih besar daripada
cylinder bore.
2. Mesin segiempat (Square engine)
Mesin dimana cylinder bore dan langkah piston
memiliki ukuran yang sama.
3. Mesin langkah pendek (Short-stroke engine)
Mesin dimana langkah piston lebih kecil daripada
cylinder bore.

Bore
Langkah
TMA (Titik Mati Atas)
Posisi piston di dalam silinder saat berada
pada titik tertinggi.
TMB (Titik Mati Bawah)
Posisi piston di dalam silinder saat berada
pada titik terendah.
(1/5)

Volume langkah piston total


Volume langkah piston (atau disebut "volume langkah")
di dalam silinder ditentukan oleh bore dan langkah.
Volume langkah piston total didapat dengan cara meng-
kalikan volume langkah piston silinder dengan jumlah
silinder.
Pada umumnya , semakin besar volume langkah
piston total, maka semakin besar output tenaga
mesin.

Bore
Langkah
TMA (Titik Mati Atas)
TMB (Titik Mati Bawah)

(2/5)

-8-
Rasio kompresi
Ini adalah rasio percampuran bahan bakar-udara
yang dimampatkan oleh piston. Pada umumnya,
rasio kompresi mesin bensin antara 8 dan 11, dan
mesin diesel antara 16 dan 24.

Rasio kompresi = (V1+V2)/V1

Volume ruang pembakaran


Volume silinder
(Volime langkah piston)

TMA (Titik Mati Atas)


TMB (Titik Mati Bawah)

(3/5)

Momen mesin
Momen mesin mewakili tenaga yang
memutar crankshaft.
Ia diwakili dengan N•m, yang dihitung
sebagai berikut:

T=Nxm

T = momen
N = gaya
m = jarak

PETUNJUK:
N (Newton) adalah unit massa, dan hubungannya
dengan kgf adalah sebagai berikut:
1 N = 0.11355 kgf
1 kgf = 9.80665 N

(4/5)

Output tenaga mesin


Output tenaga mesin adalah jumlah tenaga yang
dihasilkan selama waktu yang diberikan. Meskipun kW
adalah unit internasional, unit-unit HP dan PS juga
digunakan.
Output tenaga adalah hasil dari putaran mesin yang
dikalikan dengan momen. Karena momen axial menurun
dikarenakan penurunan efisiensi hisap yang muncul pada
kecepatan tinggi, output tenaga memuncak pada tingkat
tertentu. Puncak ini disebut sebagai output tenaga
maksimum.

PETUNJUK:
Nilai-nilai berikut menunjukkan hubungan antara
kW ke HP dan PS.
1 kW = 1.3596 PS
(1 PS = 0.7355 kW)
1 kW = 1.3410 HP
(1 HP = 0.74571 kW)
(5/5)

-9-
Kurva Performa Mesin

Kurva ini, yang menampilkan performa mesin ke dalam


bentuk grafik, menunjukkan bagaimana momen output
tenaga diwakili oleh perubahan poros-poros fertikal
yang sesuai dengan putaran mesin yang diwakili oleh
poros-poros horisontal.

Nilai yang mewakili output tenaga mesin

Tidak ada kesesuaian langsung diantara nilai-


nilai standar-standar ini.

Output tenaga kotor


Nilai ini didapat dari unit mesin.

Output tenaga bersih


Nilai ini didapat dari mesin yang dipasang
pada kendaraan.
Output tenaga bersih terukur adalah sekitar
10 ~ 15 prosen lebih kecil daripada output tenaga
kotor.
(1/1)

REFERENSI:

Kurva performa pengendaraan


Kurva ini menampilkan performa kendaraan yang
dilengkapi dengan mesin ke dalam bentuk grafik.
Hal ini memungkinkan ketiga hubungan ini terganggu:

Putaran mesin dan kecepatan kendaraan


Hubungan antara putaran mesin dan kecepatan
kendaraan pada setiap posisi roda gigi.

Tenaga pengendaraan dan kecepatan kendaraan


Hubungan antara tenaga pengendaraan pada setiap
posisi roda gigi dan kecepatan kendaraan saat pedal
akselerator ditekan penuh.

Tahanan pengendaraan dan kecepatan


kendaraan
Hubungan antara kecepatan kendaraan pada jalan
yang melandai dan tahanan pengendaraan saat
kelandaian adalah 0 sampai 60%.
(1/1)

-10-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai pernyataan berikut Benar atau Salah:

No. Pertanyaan Benar atau Salah Jawabanyang


Benar

Buku pedoman pemilik mengandung informasi kendaraan baru


1 jBenar n
k
l
m
n j
k
l
m Salah
dan menggambarkan mekanisme baru.
Volume langkah piston total didapat dengan mengkalikan volume
2 n Benar n
j
k
l
m j Salah
k
l
m
langkah ruang pembakaran dengan jumlah silinder.
Momen mesin adalah nilai yang mewakili gaya yang
3 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
berputar pada crankshaft.
Volume langkah piston total mesin didapat dengan mengkalikan
4 j Benar n
k
l
m
n j Salah
k
l
m
volume langkah silinder dan jumlah silinder.
5 digit pertama nomor part Toyota mewakili periode
5 j Benar n
k
l
m
n j Salah
k
l
m
produksi.

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar mengenai plat nama kendaraan?

j 1. Plat nama kendaraan menunjukkan kurva performa.


k
l
m
n
j 2. Plat nama kendaraan menunjukkan pedoman reparasi dan wiring diagram.
k
l
m
n
j 3. Plat nama kendaraan menunjukkan kode model dan nomor rangka.
k
l
m
n
j 4. Plat nama kendaraan menunjukkan nama pengguna.
k
l
m
n

Pertanyaan-3
Pernyataan manakah yang benar mengenai jarak sumbu?

j 1. Jarak sumbu adalah lebar pada bagian tengah rodaroda kiri dan kanan.
k
l
m
n

j 2. Jarak sumbu adalah panjang dari ujung terdepan ke ujung terbelakang kendaraan.
k
l
m
n
j 3. Jarak sumbu adalah jarak dari tanah ke bagian terendah kendaraan.
k
l
m
n
j 4. Jarak sumbu adalah jarak antara bagian tengah roda depan dan bagian tengah roda belakang.
k
l
m
n

Pertanyaan-4
Dari kelompok kata berikut ini, pilih kata-kata yang sesuai dengan nomor dari 1 ~ 5.

a) Tapak b) Tinggi keseluruhan c) Ground clearance d) Panjang keseluruhan e) Lebar keseluruhan f) Approach angle

-11-
PDS
Pre-Delivery Service
Tujuan Pre-Delivery Service
PDS (Pre- Delivery Service) dilakukan oleh dealer
sebelum kendaraan baru dikirim ke pelanggan
untuk memastikan bahwa kendaraan tersebut berada
dalam kondisi optimal, dan bahwa pelanggan dapat
segera mengoperasikan kendaraannya setelah dikirim.
PDS terdiri dari tiga pengoperasian berikut:
1. Mengkonfirmasi kondisi kendaraan.
2. Mengembalikan kendaraan ke kondisi pengoperasian.
3. Memeriksa fungsi-fungsi kendaraan.
PETUNJUK:
PDS: Pemeriksaan dilakukan oleh dealer.
PDI (Pre- Delivery Inspection): Distributor melakukan
pemeriksaan kualitas kendaraan baru.

(1/1)

Mengkonfirmasi Kondisi Kendaraan


Uraian

Pemeriksaan akhir diselesaikan oleh pabrik pembuat


sebelum kendaraan baru dikirim kepada pelanggan.
Berbagai macam masalah dapat muncul selama pe-
ngiriman, seperti kerusakan fisik. Oleh karena itu,
adalah perlu untuk memastikan bahwa kendaraan
bebas dari masalah saat kendaraan sampai di
dealer.

(1/1)

Pengembalian Kondisi
Mengembalikan Kondisi Kendaraan
Untuk mencegah timbulnya masalah selama pengiriman,
berbagai macam tindakan pencegahan dilakukan sebelum
kendaraan meninggalkan pabrik. Oleh karena itu, kendaraan
harus dikembalikan ke kondisi pengoperasian selama
PDS. Bila kendaraan tidak dapat dikembalikan ke kondisi
pengoperasian, kendaraan mungkin tidak dapat berfungsi
dengan baik, atau bagian-bagian yang tidak dikembalikan
dapat mengarah pada kecelakaan.
Pemasangan fuse dan pin pendek
Pemasangan part-part pabrik
Pelepasan penutup pencegah karat dari piringan-
piringan rem
Pemasangan sumbat-sumbat bodi karet
Pelepasan spacer-spacer pegas depan
Pelepasan mata kait penarikan darurat
Penyetelan tekanan udara
Pelepasan label-label, stiker-stiker, dll. yang
tidak perlu.
Pelepasan film pelindung bodi.
(1/10)

-1-
Pemasangan fuse dan pin pendek
Sebelum memulai pemeriksaan, pasang lampu dome,
fuse, fuse radio, atau pin-pin pendek.
Part-part ini dilepas di pabrik untuk mencegah agar
arus tidak mengalir saat pengiriman atau penyimpanan.

PETUNJUK:
• Fuse-fuse yang dilepas, dipasang di dalam tutup
masing-masing relay block, yang terletak di dalam
ruang mesin.
• Posisi fuse-fuse yang dilepas berbeda-beda
model.

Blok relay
Fuse atau pin pendek

(2/10)

Pemasangan part-part pabrik


Part-part pabrik dikemas secara tersendiri untuk
mencegah kerusakan selama pengiriman.

PETUNJUK:
Pasang tutup-tutup roda setelah mengencangkan
kembali mur-mur hub roda-roda.

Sebagai contoh:
Kaca spion luar
Braket pembawa roda cadangan
Snorkel
Spoiler depan
Tutup-tutup dan dop roda

(3/10)

Pelepasan penutup pencegah karat dari


piringan-piringan rem
Lepas penutup pencegah karat yang terpasang
pada rem-rem piringan.

PETUNJUK:
• Bila penutup pencegah karat terpasang pada rem-
rem, maka akan ada label peringatan yang
tercantum di kaca jendela depan.
• Kendaraan yang dilengkapi dengan rem-rem piringan
4-roda memiliki penutup pada ke semua 4 rodanya.

PERHATIAN:
• Jangan memberikan daya pengereman yang berlebihan
saat mengirimkan kendaraan dengan penutup.
• Saat melepas penutup, pastikan untuk menggunakan
tangan anda. Anda dapat merusak roda atau rotor rem
bila anda menggunakan obeng atau alat.

Penutup pencegah karat


Label peringatan
(4/10)

-2-
Pemasangan sumbat-sumbat bodi karet
Pasang sumbat-sumbat bodi karet ke dalam
lubang-lubang kotak momen.

PETUNJUK:
Sumbat-sumbat bodi karet terletak di dalam laci.

Sumbat bodi karet

(5/10)

Pelepasan spacer-spacer pegas depan


Lepas spacer-spacer pegas depan dari pegas-pegas
kumparan suspensi (suspension coil spring).

PETUNJUK:
• Lakukan pengoperasian ini hanya pada kendaraan
yang dilengkapi dengan spacer.
• Angkat kendaraan pada dongkrak atau auto lift
untuk melepas spacer-spacer.

(6/10)

Pelepasan mata kait penarik darurat


• Lepas mata kait penarik darurat dari
bumper depan.
• Pasang penutup di atas lubang-lubang mata
kait penarik darurat.

PETUNJUK:
• Penutup untuk lubang-lubang mata kait penarik
darurat terletak di ruang laci.
• Letakkan mata kait penarik darurat yang dilepas
di dalam kantong peralatan.
• Lakukan pengoperasian hanya pada kendaraan
yang dilengkapi dengan mata kait penarik.

Mata kait penarik darurat


Penutup lubang mata kait penarik
Kantong peralatan

(7/10)

-3-
Penyetelan tekanan udara
Setel ban-ban ke tekanan udara yang tepat.

Ban-ban diberi tekanan udara dipabrik ke tekanan yang


lebih tinggi daripada normal, untuk mencegah perubahan
bentuk selama pengiriman. Pada tekanan ini, pengendaraan
menjadi tidak nyaman dan ban-ban dapat menjadi aus.

PETUNJUK:
Setel juga ban cadangan ke tekanan udara
yang tepat.

(8/10)

Pelepasan label-label, stiker-stiker dan penutup


yang tidak diperlukan.

PETUNJUK:
Lepas penutup pelindung sebelum mengirim
kendaraan kepada pelanggan.

PERHATIAN:
Jangan menggunakan benda tajam seperti pisau untuk
melepas penutup pelindung karena dapat merusak
trim-trim dan tempat duduk.

Label-label
Penutup pelindung

(9/10)

Pelepasan Film Pelindung Bodi


Prosedur pelepasan
1. Sebelum mengelupas film pelindung, cuci kendaraan
untuk mencegah agar permukaan yang dicat tidak
tergores oleh pasir atau debu yang terakumulasi
selama pengiriman.
2. Mulai pengelupasan film pelindung dari sudut-sudut
(yang dilingkari merah pada diagram di sebelah kiri).

(1) Bengkokkan kembali ujung sebesar 180° dan segera


lepas film.
(2) Lepas film segera dengan arah horisontal.

PERHATIAN:
• Untuk mencegah menggores cat atau melekukkan
bodi kendaraan, jangan meletakkan siku atau tangan
anda pada kendaraan.
• Hanya gunakan tangan untuk mengelupas film pelindung.

3. Setelah melepas film pelindung, periksa bodi kendaraan


terhadap adanya sisa-sisa adhesive atau tonjolan-
tonjolan pada permukaan cat.

Film pelindung
Panel bodi
(10/10)

-4-
Pemeriksaan Fungsi-Fungsi KendaraanI
Uraian

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa


komponen-komponen dan mekanisme berfungsi dengan
baik sebelum kendaraan dikirim kepada pelanggan. Pe-
ngoperasian ini sangat diperlukan untuk mengirimkan
kendaraan dalam kondisi yang siap untuk dioperasikan
dimana pelanggan dapat menjadi puas karenanya.

PDS (Pre- Delivery Service) terdiri dari pemeriksaan-


pemeriksaan berikut:

Sebelum pemeriksaan
Siapkan pengukur tekanan ban, penutup pelindung,
dll.
Pemeriksaan berkeliling
Periksa kondisi dan pengoperasian kendaraan dengan
cara memeriksa pengoperasian lampu-lampu, dll.
Ruang mesin
Periksa ruang mesin dengan cara memeriksa
jumlah oli mesin atau fluida transmisi otomatis,
dll.
Dibawah kendaraan
Periksa bagian bawah kendaraan dengan cara
memeriksa kebocoran oli mesin, dll.
Tes jalan
Periksa performa pengendaraan dengan cara memeriksa
performa dan kemampuan pengendaraan, dll.
Pemeriksaan akhir
Lakukan dengan cara melepas label-label yang tidak
diperlukan atau membersihkan kendaraan.
(1/1)

REFERENSI:
Lembar pemeriksaan

(1/1)

-5-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai setiap pernyataan berikut Benar atau Salah:

No. Pertanyaan Benar atau Salah Jawaban yang


Benar

Bila kendaraan tidak dapat dikembalikan ke kondisi pengoperasian saat


1 PDS, kemungkinan kendaraan tidak dapat beroperasi dengan baik, j True m
k
l
m
n n False
j
k
l
atau bagian yang tidak dikembalikan dapat mengarah pada kecelakaan
Pemeriksaan fungsi saat PDS dilakukan untuk memastikan bahwa
2 j Benar n
komponen dan mekanisme berfungsi dengan baik sebelum kendaraan n
k
l
m j Salah
k
l
m
dikirim kepada pelanggan.
Part-part pabrik dilepas saat pengiriman karena part-part tersebut
3 n Benar n
j
k
l
m j Salah
k
l
m
dapat dipasang atau tidak.
Bila penutup pencegah karat dipasang pada rem-rem, maka akan ada
4 n Benar n
label peringatan yang dipasang pada kaca jendela depan kendaraan. m
j
k
l j Salah
k
l
m

Setelah melepas mata kait penarik darurat, selanjutnya dapat


5 j Benar n
k
l
m
n j Salah
k
l
m
dibuang karena sudah tidak diperlukan kembali.

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar mengenai PDS?

j 1. Kondisi kendaraandikonfirmasikan selama PDS sebelum dikirim oleh pabrik pembuat.


k
l
m
n
j 2. Untuk mencegah timbulnya masalah saat pengiriman, berbagai macam tindakan perlindungan dilakukan sebe-
k
l
m
n
lum kendaraan meninggalkan pabrik. PDS memungkinkan kendaran berada dalam kondisi siap dioperasikan.

j 3. PDS dilakukan setelah kendaraan dikirim kepada pelanggan.


k
l
m
n
j 4. PDS dilakukan untuk merakit berbagai macam part yang dikirim secara terpisah untuk membuat
k
l
m
n
kendaraan berada dalam kondisi pengoperasian.

Pertanyaan-3
Pernyataan manakah yang benar mengenai pengembalian kondisi kendaraan?

j 1. Gunakan obeng untuk melepas penutup pencegah karat dari rem-rem piringan.
k
l
m
n

j 2. Pertama-tama gunakan pengerik gasket untuk mengelupas film pelindung dari bodi.
k
l
m
n
j 3. Setel tekanan ban ke tekanan tinggi.
k
l
m
n
j 4. Jangan menggunakan benda tajam, seperti pisau, untuk melepas film pelindung.
k
l
m
n

Pertanyaan-4
Dari kelompok kata berikut, pilih kata-kata yang sesuai dengan pengoperasian di bawah ini.

1. 2.

3. 4.

a) Pemasangan fuse dan pin pendek b) Pemasangan sumbat bodi karet c) Pelepasan mata kait penarik darurat

d) Pelepasan spacer pegas depan e) Pemasangan part-part pabrik

-6-
Bahan Bakar dan Pelumas

-7-
-8-
Bahan Bakar dan Pelumas
Uraian
Banyak tipe bahan bakar dan pelumas yang
digunakan pada kendaraan.
beberapa diantaranya mengandung bahan-bahan
beracun dan mudah terbakar dan harus ditangani
secara berhati-hati.
Berhati-hati bila tipe bahan bakar atau pelumas yang
tidak sesuai digunakan secara tidak sengaja, maka
dapat menyebabkan kekritisa pada part-part yang bekerja.
Adalah penting untuk mengetahui berbagai macam tipe
bahan bakar dan pelumas.

(1/1)

Bahan Bakar
Bahan Bakar
Bahan bakar yang saat ini digunakan oleh kendaraan
termasuk bensin dan diesel (oli ringan), dan juga
methanol, LPG, dan bahan bakar lainnya.
Disini, kami akan mendiskusikan kedua bahan bakar
yang paling umum: bensin dan diesel

PETUNJUK:
Bensin memburuk dikarenakan waktu.

(1/1)

Bensin
Bensin adalah susunan hidrokarbon yangdihasilkan
dengan cara menyuling oli mentah.
Bensin sangat mudah menguap, dan membangkitkan
sejumlah besar panas.
Bensin juga memenuhi persyaratan yang diperlukan
sabagai bahan bakar kendaraan:
• Tidak mengandung bahan yang membahayakan.
• Bersifat anti- knocking yang tinggiproperties.
• Cukup murah.
Untuk alasan inilah, maka bensin digunakan sebagai
bahan bakar untuk mesin bensin.

PERINGATAN:
Bensin sangat mudah menguap, dan menjadi uap
berbentuk gas yang mudah terbakar bila mengalami
kontak dengan udara. Karena ia terbakar dengan mudah,
oleh karena itu ia sangat berbahaya, dan harus ditangani
secara berhati-hati.

(1/2)

-1-
Angka oktan
Angka oktan adalah adalah salah satu ukuran untuk
mengidentifikasikan karakteristik bensin dan mewakili
karaktersitik bahan bakar anti-ngelitik (anti- knock).
Bensin dengan angka oktan lebih tinggi tidak mudah
menyebabkan mesin ngelitik (knocking) dibandingkan
dengan bensin berangka oktan lebih rendah.
Untuk meningkatkan angka oktan, beberapa bensin
mengandung timbal, sementara yang lain tanpa timbal.
Karena beberapa mesin dirancang untuk menggunakan
bensin bertimbal, dan yang lain dirancang untuk tidak
menggunakan timbal, oleh karena itu harus digunakan
tipe bensin yang tepat.
PETUNJUK:
Knocking diciptakan oleh pembakaran yang bensin
yang tidak normal di dalam silinder. Suara ini dibang-
kitkan oleh pukulan yang berulang-ulang dinding
silinder yang mengurangi output tenaga mesin.
(2/2)

Bahan Bakar Diesel


Bahan bakar diesel (kadang-kadang disebut "oli
ringan") adalah percampuran hidrokarbon yang disuling
setelah bensin dan kerosin disuling dari oli mentah
pada temperatur dengan rentang antara 150 ~
370°C (302 ~ 698°F). Bahan bakar diesel terutama
digunakan untuk menjalankan mesin-mesin diesel.
PERHATIAN:
• Tidak seperti bensin, bahan bakar diesel juga berperan
sebagai pelumas.
Jangan menukar bahan bakar karena bila bensin dituang
ke dalam mesin diesel secara tidak sengaja, maka dapat
merusak pompa injeksi dan nozzle-nozzle.
• Bahan bakar diesel diklasifikasikan ke dalam berbagai
macam tipe, terutama tergantung pada fluiditas, karena
fluiditas menurun seiring dengan menurunnya temperatur.
Tipe yang digunakan harus sesuai dengan lingkungan
(temperatur) penggunaan.
(1/2)
Angka cetane
Angka cetane menunjukkan kemampuan pengapian
bahan bakar diesel.
Semakin tinggi angkanya, maka semakin baik kemam-
puan pengapian bahan bakar dan semakin kecil jumlah
knocking. Angka cetane minimum yang dapat diterima
agar bahan bakar dapat digunakan pada mesin kendaraan
diesel berkecepatan tinggi pada umumnya adalah 40 ~ 50.

PETUNJUK:
Diesel knocking tercipta saat waktu sebelum pengapian
(waktu pengapian belakang) menjadi panjang, seperti
saat menggunakan bahan bakar berangka cetane rendah,
temperatur atau rpm rendah. Ketika interval sebelum pe-
ngapian menjadi lebih panjang, bahan bakar yang tersisa
di dalam silinder akan terbakar atau meledak sekaligus,
menyebabkan tekanan naik dengan tiba-tiba. Hal ini me-
nyebabkan munculnya suara gemeretak.

(2/2)

2
-2-
Pelumas
Pelumas
Sebagian besar pelumas kendaraan berbahan dasar
minyak dan berbagai macam additive.
Beberapa diantaranya dibuat dengan bahan dasar sintetik.
Bab ini menguraikan tipe-tipe pelumas sebagai
berikut:
• Oli mesin
• Oli roda gigi
• Gemuk
• Fluida
• LLC (Long Life Coolant)
• Sealant

PETUNJUK:
Diklasifikasikan menjadi oli dan fluida menurut penggunaan:
Oli: Tujuan utama adalah untuk melumasi.
Fluida: Tujuan utama adalah untuk mengoperasikan sistem
part-part konstruksi oleh tekanan oli.

(1/1)

Oli Mesin
Oli mesin melumasi berbagai macam part-part dalam
di mesin.
Oli mesin menyediakan empat fungsi utama
sebagai berikut:

Metoda-metoda klasifikasi yang menunjukkan


karaktersitik oli mesin adalah sebagai berikut:

SAE
(Society of Automotive Engineers) Diklasifikasikan
berdasarkan viskositas oli mesin.
API / ISLAC
(American Petroleum Institute / International
Lubricant Standardization and Approval
Committee) Diklasifikasikan berdasarkan kualitas
oli meisn.
ACEA
Pelumasan: (Association des Constructeurs Europ-ens de
Oli mesin melumasi permukaan logam yang saling mengalami l'Automobile)
kontak di dalam mesin dengan membentuk lapisan tipis oli di- Disahkan oleh European Oil Association.
atasnya, guna mengurangi gesekan antara permukaan logam.
PERHATIAN:
Pendinginan: • Oli mesin untuk mesin diesel dan mesin bensin
Oli mesin mendinginkan mesin dengan menyerap panas dari berbeda. Tekanan kompresi dan pembakaran
area-area yang tidak mudah menjadi dingin oleh sistem pendi- di dalam mesin diesel sangat tinggi, dan gaya
nginan seperti piston dan permukaan lain yang saling kontak. yang tinggi diberikan pada part-part yang ber-
putar. Oleh karena itu, oli mesin yang digunakan
Pembersihan: pada mesin diesel harus membentuk lapisan
Oli mesin menyingkirkan jelaga yang tercipta oleh pembakaran tipis oli yang kuat. Tetapi, baru-baru ini sebuah
dan partikel-partikel logam di dalam oli, tanpa mengijinkannya tipe oli untuk kedua mesin bensin dan diesel
untuk mengendap di part-part bagian dalam. telah diproduksi.
• Oli mesin menurun dikarenakan oksidasi atau
Penyekatan: panas dan harus diganti secara berkala.
Oli mesin membentuk lapisan tipis oli antara piston dan
silinder. Lapisan ini berperan sebagai penyekat yang
meminimalkan pembebasan blow by gas.

(1/3)

-3-
Klasifikasi viskositas oli menurut indeks SAE:
Indeks ini menunjukkan temperatur ambient dimana
oli tertentu dapat digunakan.
(Contohnya: "10W-30")
Semakin besar angka, semakin tinggi viskositas oli.

Oli-oli dnegan indeks viskositas yang ditunjukkan sebagai


rentang seperti SAE 10W-30 disebut oli "multi-grade".
Semakin rendah angka pertama, seperti "10," maka oli
semakin sulit untuk mengeras pada temperatur rendah.
Semakin tinggi angka kedua, seperti "30," oli semakin
sulit untuk menjadi tipis pada temperatur tinggi.
"W" berarti "winter," menunjukkan bahwa viskositas ini
adalah untuk penerapan pada temperatur rendah.

(2/3)

Klasifikasi berdasarkan kualitas

Klasifikasi kualitas oli API:


Menunjukkan batas kondisi pengendaraan yang dapat
ditahan oleh oli. Untuk mesin bensin, oli-oli diklasifika-
sikan menurut tingkatannya dari SA ke SL, walaupun SE
atau tingkat yang lebih tinggi digunakan untuk kendaraan.
SL adalah oli berkualitas paling tinggi.* Untuk mesin diesel,
tingkat klasifikasi oli adalah dari CA ke CF- 4, dengan CF- 4
sebagai kualitas tertinggi.*

*Mulai Mar. 2002

Klasifikasi kualitas oli ILSAC:


Oli-oli ini telah lulus uji konsumsi bahan
bakar ILSAC sebagai tambahan telah
lulus standar API.
Mereka diklasifikasikan ke dalam tingkat GF- 1 dan GF- 2
sesuai dengan performa keekonomisan bahan bakar.
GF- 2 adalah tingkat paling tinggi.

(3/3)

Gear Oil

Oli roda gigi menyediakan kualitas dan indeks viskositas


yang tinggi untuk menahan tekanan tinggi yang dibang-
kitkan oleh pertautan roda-roda gigi.
Oli roda gigi dibagi berdasarkan penerapannya, seperti
untuk penggunaa transmisi, differential, atau kemudi
manual.

Sama seperti oli mesin, oli roda gigi juga dikla-


sifikasikan sesuai dengan viskositas (klasifikasi SAE)
dan evaluasi kualitas (API classification).

(1/1)

-4-
Gemuk

Gemuk adalah pelumas semi-solid. Berhati-hatilah


dalam menggunakan tipe yang tepat.

PERHATIAN:
Gemuk mineral memiliki efek negatip pada part-part karet
seperti tutup-tutup silinder rem menjadi keras. Berikan gemuk
glycol berbahan dasar sabun lithium pada part-part karet.

(1/1)

Gemuk MP (Multipurpose)
Warna gemuk
Kuning tua
Area-area penggunaan
• Bantalan roda
• Universal joint
• Roda gigi kemudi

Gemuk bantalan roda


Warna gemuk
Kuning tua
Area-area penggunaan
Bantalan roda

-5-
Gemuk berbahan dasar sabun molybdenum disulfide lithium
Warna gemuk
Hitam
Area-area penggunaan
• Rack & pinion
• Poros penggerak

Gemuk glycol berbahan dasar sabun lithium


Warna gemuk
Merah muda
Area-area penggunaan
• Silinder master
• Silinder pembebas
• Silinder roda
• Caliper rem piringan

Gemuk bertemperatur tinggi


Warna gemuk
Kuning tua pucat
Area-area penggunaan
Backing plate

-6-
Gemuk rem piringan
Warna gemuk
Abu-abu
Area-area penggunaan
Anti- squeal shim rem piringan

Gemuk hub pembebas


Warna gemuk
Hitam
Area-area penggunaan
Hub pembebas kopling

(1/1)

Fluida

Beberapa tipe fluida digunakan pada kendaraan:


Fluida Transmisi Otomatik, Fluida Power Steering,
Fluida Rem, dll.
Fluida-fluida ini memiliki rentang penerapan yang luas,
termasuk pengiriman tenaga, kontrol hidrolik, dan
pelumasan.

(1/5)

-7-
ATF (Automatic Transmission Fluid)
ATF adalah fluida berkualitas tinggi, yang terutama
digunakan pada A/T (Automatic Transmission).
Di pasaran digunakan lima tipe ATF: D-II, Tipe T, T-II,
T-III dan T-IV.

PETUNJUK:
• Tipe-tipe "T" , "T- II" dan "T- III" ATF telah
dihentikan, setelah diperkenalkannya tipe "T- IV"
ATF.

PERHATIAN:
• Berbagai macam fluida digunakan tergantung pada
model A/T. Oleh karena itu, sebelum mengganti ATF,
pastikan untuk melihat tanda fluida pada pengukur
permukaan fluida atau sumbat penguras, dan pelumas
di bagian persiapan pada buku pedoman reparasi.

(2/5)

Fluida Power Steering


Fluida power steering berperan sebagai oli hidrolik
yang membangkitkan tekanan hidrolik, dan juga sebagai
pelumas untuk silinder power steering dan pompa.

PETUNJUK:
DEXRONR® II atau DEXRONR® III ATF digunakan
karena tipe-tipe ini memenuhi persyaratan.

(3/5)

-8-
Fluida Rem
Sistem rem menggunakan banyak part-part karet seperti
tutup, penutup karet, slang-slang flexible, dll. Untuk alasan
inilah, fluida rem dibuat dari fluida tanpa minyak yang teru-
tama terdiri dari glycol dengan ether dan esternya yang
tidak mempengaruhi karet dan logam.
Fluida rem juga digunakan untuk kopling hidrolik.

Perhatian penanganan

(4/5)

REFERENSI:
Pelumas

Tipe-tipe fluida rem


Fluida rem memiliki empat FMVSS (Federal Motor Vehicle
Safety Standard) klasifikasi. Meskipunhal ini terutama
didasarkan pada titik didih, faktor-faktor lain juga dipakai
sebagai pertimbangan.

PETUNJUK:
Titik didih
Ini juga disebut titik kering dan merupakan titik
didih ketika isi air adalah 0%.
Titik didih basah
Ini juga disebut titik didih higroskopik dan merupakan
titik didih ketika isi air adalah 3.5%.

(1/1)

-9-
Fluida

Fluida Peredam Kejut


Fluida peredam kejut adalah fluida yang berada di
dalam peredam kejut peralatan suspensi, dimana
ia berperan untuk mengurangi getaran pegas. Ia tidak
dapat diganti sendiri.
Bila ada kebocoran, ganti peredam kejut.

Fluida Suspensi
Fluida suspensi adalah fluida yang digunakan untuk
sistem kontrol tinggi aktif.

(5/5)

LLC (Long Life Coolant)

LLC adalah cairan pendingin yang terutama terdiri dari


ethylene glycol dan dicampur dengan air. Ia sesuai untuk
semua musim. LLC menurunkan titik beku cairan pendingin.
LLC melindungi sistem pendinginan dari perkaratan atau
korosi.
LLC dicampur dengan air, dan konsentrasi yang disesuaikan
haris cocok dengan temperatur luar untuk mencegah pem-
bekuan. Semakin kuat konsentrasi LLC, semakin sulit bagi
cairan pendingin untuk menjadi beku. Akan tetapi, bila
konsentrasi LLC terlalu kuat, maka performanya akan
jatuh.
Gunakan LLC pada konsentrasi 30% ~ 50%.
• LLC haris diganti secara berkala, karena akan
memburuk dikarenakan penggunaan.

PETUNJUK:
Standar untuk konsentrasi cairan pendingin dan temperatur
ambang batas pembekuan adalah:
30 % konsentrasi
- sekitar -16 °C
50 % konsentrasi
- sekitar - 35 °C
(1/1)

-10-
Sealant

Sealant adalah gasket yang dicairkan yang mencegah


kebocoran saat diberikan pada gasket-gasket oil pan
permukaan yang berpasangan dan sejenisnya.

Tipe sealant
Seal packing hitam(Three bond 1280)
Warna sealant
Hitam
Area-area penggunaan
Oil pan mesin

Seal packing 1281(Three bond 1281)


Warna sealant
Merah bata
Area-area penggunaan
Kotak transaxle

-11-
Seal packing 1282B(Three bond 1282B)
Warna sealant
Hitam
Area-area penggunaan
Sumbat penguras air

Adhesive 1131(Loctite No. 518)(Three bond 1131)


Warna sealant
Putih
Area-area penggunaan
Untuk seri A24#, kotak transaxle otomatis

Adhesive 1324(Three bond 1324)


Warna sealant
Merah
Area-area penggunaan
Sekrup-sekrup pengencang

-12-
Adhesive 1344(Loctite No. 242)(Three bond 1344)
Warna sealant
Hijau
Area-area penggunaan
Alur-alur penyekatan

Perhatian penanganan

(1/1)

-13-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai pernyataan berikut Benar atau Salah:
No. Pertanyaan Benar atau Salah Jawaban yang
benar
Nilai oktan, yang mewakili karakteristik bensin, menunjukkan
1 n Benar n
j
k
l
m j Salah
k
l
m
permukaan konsentrasi bensin.
Meskipun mesin diesel diisi dengan bensin, pompa injeksi tidak
2 n Benar n
j
k
l
m j Salah
k
l
m
akan menjadi rusak.
Pada mesin kendaraan, tidak ada masalah dengan penggunaan oli
3 j Benar n
k
l
m
n j Salah
k
l
m
roda gigi dengan viskositas yang sama seperti oli mesin.
Fluida yang digunakan pada kendaraan melaksanakan fungsi
4 j Benar n
k
l
m
n j Salah
k
l
m
pengiriman tenaga, kontrol tekanan hidrolik, dan pelumas.
Sealant yang digunakan pada oil pan memberikan perekatan yang
5 kuat. Oleh karena itu, setelah sealant diberikan pada oil pan, j Benar n
k
l
m
n j Salah
k
l
m
oli pan dapat dituangkan langsung.

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar mengenai fluida rem?

j 1. Tidak ada masalah bila fluida rem tumpah mengenai permukaan cat kendaraan karena fluida rem
k
l
m
n
tidak mempengaruhi karet atau logam.
j 2. Meskipun fluida rem dicampur dengan fluida rem tipe lain dengan titik didih yang berbeda, titik
k
l
m
n
didih asli akan tetap tidak berubah.

j 3. Pada umumnya, fluida rem digunakan sebagai fluida kopling.


k
l
m
n
j 4. Meskipun sejumlah besar air dicampur dengan fluida rem, titik didih tetap tidak berubah.
k
l
m
n

Pertanyaan-3
Gambar dibawah menunjukkan area-area dimana gemuk telah diberikan. Pilih satu diagram dimana gemuk telah
diberikan pada lokasi yang benar.

1. Akur sumbat penguras air 2. Permukaan flange poros axle

3. Bantalan roda 4. Permukaan kontak rotor piringan

1n
j
k
l
m 2n
j
k
l
m 3n
j
k
l
m 4n
j
k
l
m

Pertanyaan-4
Area-area di bawah ini menggunakan oli atau fluida. Masukkan 'A' bila jawaban adalah oli, dan 'B' bila jawaban adalah fluida.
No. A atau B JawabanyangBenar

1 Mesin nA m
j
k
l
m nB
j
k
l
2 Transmisi otomatik nA m
j
k
l
m nB
j
k
l

3 Transmisi manual jA n
k
l
m
n jB
k
l
m

4 Rem jA n
k
l
m
n jB
k
l
m

5 Power steering nA m
j
k
l
m nB
j
k
l

6 Differential jA n
k
l
m
n jB
k
l
m

-14-
Alat dan Instrumen pengukuran

-15-
Alat dan Instrumen Pengukuran
Dasar-Dasar

Perbaikan otomotif membutuhkan penggunaan berbagai


macam alat dan instrumen pengukuran. Peralatan ini
dibuat untuk penggunaan dengan cara tertentu, dan
pekerjaan yang akurat dan aman hanya dapat dicapai
bila peralatan tersebut digunakan dengan benar.

Konsep dasar untuk menggunakan peralatan dan instrumen pengukur:


• Pelajari penggunaan dan fungsi yang benar.
Pelajari penggunaan dan fungsi yang benar dari setiap alat dan instrumen pengukur. Bila digunakan untuk tujuan lain
selain yang ditentukan, maka peralatan atau instrumen pengukuran dapat menjadi rusak, dan part-part dapat menjadi
rusak, dan kualitas pekerjaan diragukan.
• Pelajari cara yang tepat untuk menggunakan instrumen.
Setiap alat dan instrumen pengukur memiliki prosedur pengoperasian tertentu. Pastikan untuk menggunakan peralatan
dengan benar pada item-item pekerjaan, berikan gaya yang tepat pada peralatan, dan gunakan posisi kerja yang tepat.
• Pilih dengan benar.
Terdapat berbagai macam peralatan untuk mengendorkan baut, tergantung pada ukuran, posisi dan kriteria lain. Selalu
pilih peralatan anda untuk menyesuaikan dengan part dan tempat dimana pekerjaan dilakukan.
• Berusahalah untuk tetap teratur
Peralatan dan instrumen pengukur harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau saat diperlukan, dan diganti
pada lokasi yang benar bila telah digunakan.
• Ketaatan untuk memelihara dan mengatur peralatan.
Peralatan harus dibersihkan dan bila perlu dilumasi segera setelah digunakan. Perbaikan yang diperlukan harus segera
dilakukan, sehingga peralatan selalu berada pada kondisi sempurnan.

(1/1)

Peralatan Tangan
Pilih sebuah Alat

Pilih peralatan menurut tipe pekerjaan.

• Untuk melepas dan mengganti baut / mur atau


melepas part-part.
Adalah biasa untuk menggunakan kunci sok untuk
perbaikan otomotif. Bila kunci sok tidak dapat di-
gunakan dikarenakan terbatasnya tempat kerja,
pilih kunci boxend atau kunci terbuka dengan
urutan seperti ini:

Set kunci sok


Kunci boxend (kunci offset)
Kunci terbuka (perentang)

(1/4)

-1-
Pilih peralatan berdasarkan kecepatannya dalam
penyelesaian pekerjaan.
• Kunci sok berguna untuk memutar baut / mur tanpa
membutuhkan pengaturan posisi kembali. Hal ini
memungkinkan pemutaran baut / mur yang cepat.
• Kunci sok dapat digunakan dengan berbagai macam
cara tergantung pada tipe pegangan yang sesuai.

PERHATIAN:
1. Pegangan ratchet sesuai untuk digunakan pada
ruang yang sempit. Akan tetapi, dikarenakan kons-
truksi ractchet itu sendiri, tidaklah mungkin untuk
mendapatkan momen yang tinggi.
2. Pegangan geser (sliding) membutuhkan ruang kerja
besar tapi menawarkan kecepatan yang kerja yang tinggi.
3. Pegangan pemintal (spinner) memungkinkan pekerjaan
yang cepat dengan cara mengeset pegangan. Namun,
pegangan panjang dan sulit digunakan di ruang sempit.
(2/4)

Pilih peralatan dengan mempertimbangkan ukuran


momen pemutaran
• Bila dibutuhkan pengencangan akhir atau pengendoran
awal baut / mur, gunakan kunci yang memungkinkan
pemberian banyak kekuatan.

PERHATIAN:
• Jumlah kekuatan yang dapat diberikan
tergantung pada panjang poros kunci.
Semakin panjang poros, maka semakin
semakin besar momen yang didapat dari
sejumlah kecil gaya yang diberikan.
• Bila poros yang terlalu panjang digunakan,
ada kemungkinan bahaya momen yang berlebihan,
dan baut dapat berderik.
(3/4)

Perhatian penanganan
1. Ukuran dan penggunaan alat
• Pastikan bahwa diameter alat sesuai dengan
kepala baut / mur.
• Pasangkan alat pada baut / mur dengan aman.

-2-
2. Pemberian kekuatan 1
• Selalu putar alat sehingga anda menariknya.
• Bila alat tidak dapat ditarik karena terbatasnya
ruang, doronglah dengan telapak tangan anda.

3. Pemberian kekuatan 2
Baut / mur, yang telah dikencangkan dengan kuat, dapat
dikendorkan dengan mudah dengan memberikan benturan.
Palu atau pipa (digunakan untuk memanjangkan poros)
tidak boleh digunakan, namun, untuk menaikkan momen.

4. Penggunaan kunci momen


Pengencangan akhir harus selalu dilakukan dengan
kunci momen, untuk mengencangkan ke nilai standar.

(4/4)

-3-
Sok (Set Kunci Sok)
Set kunci sok
Alat ini dapat digunakan untuk melepas dan mengganti
baut/mur dnegan mudah dengan mengkombinasikannya
dengan berbagai macam pegangan dan sok, tergantung
pada kondisi pengoperasian.
Penerapan
Alat ini menahan baut / mur yang dapat dilepas atau
diganti dengan set kunci sok.
1. Ukuran sok
• Terdapat dua tipe - besar dan kecil.
Semakin besar part, maka semakin besar momen
yang didapat dibandingkan dengan yang lebih kecil.
2. Kedalaman sok
• Terdapat dua tipe - standar dan dalam, dimana
2 atau 3 kali lebih dalam daripada standar.
Tipe dalam dapat diterapkan pada mur yang
dipantulkan oleh baut, yang tidak sesuai dengan
sok tipe standar.
3. Rahang
• Terdapat dua tipe- heksagonal ganda dan heksagonal.
Part heksagonal mendapatkan permukaan kontak yang
besar dnegan baut/mur, membuatnya sangat sulit untuk
merusak permukaan buat/mur.
(1/1)

Adaptor Sok (Set Kunci Sok)

Penerapan
Digunakan sebagai konektor untuk mengganti
ukuran penggerak segiempat sok (socket square drive).

PERHATIAN:
Momen yang terlalu besar meletakkan beban pada sok
itu sendiri atau pada baut-baut kecil. Momen harus
diberikan menurut batas pengencangan yang ditentukan.

Adapotor sok (Besar - Kecil)


Adapotor sok (Kecil - Besar)
Sok dengan ukuran penggerak kecil
Sok dengan ukuran penggerak besar
(1/1)

Universal Joint (Set Kunci Sok)

Penerapan
Penggerak segiempat sok (socket square drive) dapat
digerakkan bolak-balik, atau ke kanan dan kiri, dan sudut
pegangan yang berhubungan dengan kunci sok dapat
diubah dengan bebas, membuatnya menjadi alat yang
berguna untuk bekerja di ruang yang sempit.

PERHATIAN:
1. Jangan memberikan momen dengan pemegang
yang miring ke sudut yang besar.
2. Jangan menggunakan untuk air tool. Persambungan
dapat lepas, karena tidak dapat menyerap ayunan
putaran, dan menyebabkan kerusakan pada alat,
part atau kendaraan.
(1/1)

-4-
Batang Perpanjangan (Set Kunci Sok)

Penerapan
1. Dapat digunakan untuk melepas dan mengganti baut/
mur yang letakkan terlalu dalam untuk digapai.
2. Dapat juga digunakan untuk mengangkat alat dari
permukaan yang rata agar mudah didapat.

(1/1)

Pegangan Pemintal (Set Kunci Sok)

Penerapan
Pegangan ini digunakan untuk melepas dan mengganti
mur/baut dimana dibutuhkan momen yang besar.

• Rahang sok memiliki pergerakan bergantung, yang


memungkinkan sudut pegangan disetel untuk me-
nyesuaikan kunci sok.
• Pegangan bergeser, memungkinkan panjang
cengkraman untuk diubah.

PERINGATAN:
Geser pegangan sampai terdengar bunyi klik ke
dalam posisi penguncian sebelum digunakan. Bila
tidak berada pada posisi penguncian, maka pegangan
dapat bergeser ke luar, dan hal ini dapat mengarah pada
perubahan posisi kerja taknisi dan menyebabkan cidera.

(1/1)

Pegangan Geser (Set Kunci Sok)

Penerapan
Pegangan ini dapat digunakan dengan dua cara
yaitu dnegan menggeser bagian penggerak sok.

1. Bentuk-L: Untuk menaikkan momen


2. Bentuk-T: Untuk menaikkan kecepatan

(1/1)

-5-
Pegangan Ratchet (Set Kunci Sok)

Penerapan

1. Putar tuas pengeset ke kanan untuk mengencangkan


baut/mur dan ke kiri untuk mengendorkan.
2. Baut/mur dapat diputar ke satu arah tanpa perlu
memasang kembali kunci sok.
3. Kunci son dapat dikunci dengan sudut putaran kecil,
sehingga memungkinkan pekerjaan di ruang sempit.

PERHATIAN:
Jangan memberikan momen yang berlebihan.
Hal ini dapat merusak konstruksi ratchet.

Pengendoran
Pengencangan
(1/1)

Kunci Boxend (Kunci Offset)

Penerapan
Digunakan dalam pengencangan tambahan dan pe-
kerjaan serupa, karena ia dapat memberikan momen
yang besar pada baut/mur.

1. Karena rahang adalah heksagonal ganda, pemasa-


ngan baut/mur menjadi mudah. Ia dapat dipasang
kembali di ruang yang sempit.
2. Karena permukaan heksagonal baut/mur
dikelilingi maka tidak ada bahaya kerusakan
pada sudut-sudut baut, dan momen yang besar
dapat diberikan.
3. Karena poros dibelokkan, maka ia dapat digunakan
untuk memutar baut/mur di tempat yang berceruk
atau dipermukaan yang rata.

(1/1)

Kunci Terbuka (Perentang)


Penerapan
Digunakan pada posisi dimana set kunci sok atau
kunci boxend (kunci offset) tidak dapat digunakan
untuk melepas atau mengganti baut/mur.
1. Poros dipasang menyudut pada rahang. Hal ini berarti
bahwa melalui pemutaran kembali kunci terbuka
(perentang), ia dapat digunakan untuk terus diputar
pada tempat yang terbatas.
2. Untuk mencegah agar part yang berlawanan tidak ber-
putar, saat mengendorkan pipa bahan bakar, gunakan
dua kunci terbuka (perentang) untuk mengendorkan mur.
3. Perentang tidak dapat memberikan momen yang besar, se-
hingga tidak boleh digunakan untuk pengencangan akhir *.
PERHATIAN:
Pipa-pipa tidak boleh dipasang pada poros perentang.
Hal ini dapat menyebabkan pemberian momen yang ber-
lebihan dan dapat merusak baut atau kunci terbuka
(perentang).
* Pengencangan akhir: pengencangan akhir baut/
mur.
(1/1)

-6-
Kunci Penyetel
Penerapan
Digunakan dengan baut/mur dengan ukuran yang
tidak biasa atau untuk menahan SST.
• Memutar sekrup penyetel mengubah bore.
Oleh karena itu, satu kunci penyetel dapat digunakan
sebagai pengganti kunci terbuka banyak (perentang).
• Tidak sesuai untuk penerapan momen yang besar.
Petunjuk
Putar sekrup penyetel untuk memasang bore pada kepala
baut / mur yang sedang digunakan.

PERHATIAN:
Putar kunci dengan posisi rahang penyetel diletakkan
pada arah putaran. Bila kunci tidak diputar dengan
cara ini, maka tekanan yang diberikan pada sekrup
penyetel dapat merusaknya.
(1/1)
Kunci Busi
Penerapan
Alat ini khusus digunakan untuk melepas dan
mengganti busi.

• Dua ukuran, besar dan kecil, untuk menyesuaikan


dengan ukuran busi.
• Bagian dalam kunci mengandung sebuah magnet,
yang menjaga busi.

PERHATIAN:
1. Bagian magnet melindungi busi, tetapi tetaplah
berhati-hati untuk tidak menjatuhkannya.
2. Untuk memastikan bahwa busi dimasukkan dengan
benar, pertama-tama putarlah dengan tangan.
(Referensi: momen spesifikasi 180~200 kg•cm)
(1/1)

Obeng

Penerapan
Digunakan untuk melepas dan mengganti sekrup.
• Tersedia dalam model plus atau minus, tergantung
pada bentuk ujung.

Petunjuk
1. Gunakan obeng dengan ukuran yang tepat, yang
sesuai dengan alur-alur pada sekrup.
2. Jaga agar obeng tetap sejajar lurus dengan
gagang sekrup, dan putarlah selagi memberikan
tekanan.

PERHATIAN:
Jangan menggunakan tang slip joint atau alat lain untuk
memberikan momen yang berlebihan. Hal ini dapat me-
ngikis sekrup atau merusak ujung obeng.
(1/1)

-7-
REFERENSI:

Memilih obeng berdasarkan penggunaan


• Umumnya obeng biasa seringkali digunakan, namun
tipe-tipe obeng berikut juga tersedia untuk penggunaan
yang berbeda:

Obeng penetrasi
Digunakan untuk memberikan benturan pada sekrup.
Obeng pendek gemuk
Digunakan untuk melepas dan mengganti sekrupin
di ruang sempit.
Obeng bertulang segiempat
Digunakan dimana dibutuhkan pemberian
momen yang besar.
Obeng runcing
Digunakan untuk melepas dan mengganti part-part
yang kecil.

Tulang menembus gagang sepenuhnya.


Tulang segiempat.

(1/1)

Tang Berhidung Jarum

Penerapan
Digunakan untuk pekerjaan di ruang yang sempit
atau untuk mencengkram part-part kecil.

• Penjepit berbentuk panjang dan tipis, memungkinkannya


untuk dipakai bekerja di ruang sempit.
• Termasuk mata pisau yang mengarah ke leher, yang
dapat digunakan untuk memotong kawat halus, atau
melepas instalasi dari kawat kelistrikan.

PERHATIAN:
• Jangan memberikan tekanan yang berlebihan pada ujung
penjepit. Karena ujung-ujung tersebut dapat bengkok terbu-
ka sehingga tidak lagi berguna untuk pekerjaan yang rumit.

Perubahan bentuk
Sebelum perubahan bentuk
(1/1)

Tang Slip-Joint

Penerapan
Digunakan untuk menjepit benda-benda.

• Mengubah posisi lubang titik tumpu memungkinkan


perpanjangan dimana pembukaan rahang dapat
disetel.
• Rahang digunakan untuk memotong, mencengkram, menarik.
• Kawat halus dapat dipotong pada lehernya.

PERHATIAN:
• Item-item yang mudah rusak harus ditutup dengan
kain pelindung atau penutup lainnya, sebelum dicengkram
dengan tang.

(1/1)

-8-
Tang Pemotong (Pemotong)

Penerapan
Digunakan untuk memotong kawat halus.

• Karena ujung lubang-lubang bundar, maka ia dapat


digunakan untuk memotong kawat halus, atau memilih
hanya kawat yang diperlukan untuk memotong harness.

PERHATIAN:
• Tidak dapat digunakan untuk memotong kawat keras
atau tebal karena dapat merusak mata pisaunya.

(1/1)

Palu
Penerapan
Digunakan untuk melepas dan mengganti part dengan memu-
kulnya dan untuk menguji kekencangan baut menurut suara.
Tipe-tipe berikut tersedia untuk penggunaaan, tergantung
pada penerapannya atau material:
Palu pin bola
Memiliki kepala besi.
Palu plastik
Memiliki kepala plastik, dan digunakan dimana kerusakan
harus dihindari dari item yang sedang dipukul.
Palu penguji
Palu kecil dengan pegangan yang panjang dan tipis,
digunakan untuk menguji kekencangan baut/mur menurut
suara dan getaran yang dibebaskan saat dipukul.
Petunjuk
Gerakkan dengan cara langsung memukulnya.
(Contoh: Digunakan untuk melepas dan mengganti pin)
Pelepasan dengan langsung memukul.
(Contoh: Digunakan untuk memisahkan penutup dan kotak)
Lepas dengan memukulnya secara tidak langsung.
Pukul baut sedikit.
(Contoh: Digunakan untuk memeriksa baut bila kendor)
(Pelajari untuk membedakan suara saat pemukulan.)
(1/1)

Batang Kuningan

Penerapan
Alat penopang yang mencegah kerusakan palu

• Terbuat dari kuningan, sehingga tidak merusak part (karena


akan berubah bentuk sebelum part berubah bentuk)

PERHATIAN:
Bila ujung berubah bentuk, perbaikilah dengan gerinda.

(1/1)

-9-
Pengerik Gasket
Penerapan
Digunakan untuk melepas gasket-gasket kepala silinder,
sealant cair, stiker dan lainnya dari permukaan yang rata.
Petunjuk
1. Hasil pengerikan tergantung pada arah mata pisau:
(1) Terkerik dengan lebih baik karena ujung mata pisau
memotong ke dalam gasket. Tetapi, permukaan
dikerik dengan mudah.
(2) Ujung mata pisau tidak mendapatkan gigitan yang
baik seperti gasket, sehingga hasil yang bersih sulit
didapat. Tetapi, permukaan yang sedang dikerik
tidak rusak.
2. Saat menggunakan pada permukaan yang mudah
rusak pengerik harus ditutup dengan selotip plastik
(kecuali mata pisau).
PERINGATAN:
• Jangan meletakkan tangan anda didepan mata pisau.
Anda adapat melukai diri anda sendiri.
• Jangan menajamkan mata pisau atau gerinda. Selalu
tajamkan mata pisau pada batu oli.
(1/1)

Pemukul Tengah

Penerapan
Digunakan untuk menandai part-part.

• Ujung mata pisau dibuat kaku, dengan mengeraskannya.

PERHATIAN:
1. Jangan memukul terlalu kencang saat menandai.
2. Ujung mata pisau harus dipelihara dengan meng-
gunakan batu oli.

(1/1)

Alat Pelepas/Pemasang Pin

Penerapan
Digunakan untuk melepas dan mengganti pin, dan
untuk menyetel pin.
• Ujung alat telah dibuat kaku dengan
mengeraskannya .
• Dua ukuran ujung sesuai untuk semua pin.
• Digabungkan dengan bantalan karet yang memastikan
bahwa part tidak rusak saat dipukul.

Petunjuk
• Berikan gaya secara vertikal pada pin.
• Bantalan karet dapat juga diset untuk menutup
alat tersebut dan pin, dan pin ditahan saat gaya
diberikan.
(1/1)

-10-
Air Tools
Air Tool
Air tool memanfaatkan udara bertekanan, dan digunakan
untuk melepas dan mengganti baut/mur. Alat tersebut
memungkinkan pekerjaan untuk diselesaikan dengan cepat.

Perhatian penanganan

1. Selalu gunakan pada tekanan udara yang benar


(Nilai yang benar : 686kPa ( 7kg / cm2))
2. Periksa air tool secara berkala dan berikan oli air tool
untuk pelumasan dan pencegahan karat.
3. Bila air tool digunakan untuk melepas mur dari sekrup,
maka kekuatan putaran dapat menyebabkan mur
beterbangan.
4. Selalu pasang mur pada sekrup menggunakan tangan ter-
lebih dahulu. Bila air tool langsung digunakan, maka alur
sekrup dapat rusak. Berhati-hatilah untuk tidak terlalu me-
ngencangkannya. Gunakan tenaga rendah yang rendah.
5. Alhirnya, gunakan kunci momen untuk memeriksanya.
(1/1)

Kunci Air Impact


Penerapan
Digunakan dengan baut/mur yang memerlukan momen besar.

1. Momen dapat disetel ke 4-6 tahap.


2. Arah putaran dapat diganti.
3. Digunakan dalam kombinasi dengan kunci sok.
Kunci sok dikencangkan secara khusus, dan
memiliki fungsi yang dapat mencegah agar
part-part tidak beterbangan dari penggerak.
Kunci sok yang lain tidak boleh digunakan.

PERINGATAN:
• Alat harus dipegang dengan kedua tangan saat
digunakan. Pengoperasian tombol membebaskan
Sok momen yang besar, dan dapat menyebabkan getaran.
Pin
Ring-O PETUNJUK:
• Posisi dan bentuk knob penyetel momen
dan tombol arah putaran
(1/1)

Kunci Air Ratchet

Penerapan
Digunakan untuk pelepasan dan penggantian baut/mur
yang cepat tanpa memerlukan momen yang besar.
1. Dapat merubah arah putaran.
2. Dapat digunakan dengan kombinasi sok, batang
persambungan, dll.
3. Dapat digunakan dengan cara yang sama seperti
kunci ratchet saat digunakan tanpa udara.

PERINGATAN:
• Pastikan bahwa pembukaan pembuangan udara
tidak diputar ke arah baut, mur, part-part kecil, oli
atau produk-produk limbah.

PETUNJUK:
• Tidak dapat menyetel momen.
(1/1)

-11-
Instrumen Pengukur
Untuk Mendapatkan Nilai Terukur Yang Akurat
Instrumen pengukur digunakan untuk mendiagnosa
kondisi kendaraan dengan cara memeriksa apakah
dimensi part-part dan kondisi penyetelan sesuai dengan
nilai-nilai standar, dan apakah part-part kendaraan
atau mesin berfungsi dengan baik.
Poin-poin untuk diperiksa sebelum pengukuran:
1. Bersihkan part yang akan diukur dan instrumen
pengukur
Produk-produk limbah atau oli dapat mengarah pada
kesalahan nilai-nilai pengukuran. Permukaan harus
dibersihkan sebelum pengukuran.
2. Pilih instrumen pengukur yang sesuai
Pilih instrumen pengukuran berdasarkan tingkat
presisi yang dibutuhkan. Contoh yang buruk:
Gunakan jangka sorong untuk mengukur diameter
luar piston.
Presisi pengukuran: 0.05mm
Presisi yang dibutuhkan:0.01mm
3. Kalibrasi nol
Periksa bahwa nol disejajarkan pada posisinya yang
benar. Nol adalah dasra dari pengukuran yang benar
4. Pemeliharaan instrumen pengukuran
Pemeliharaan dan kalibrasi ulang dapat dilakukan
secara berkala. Jangan gunakan bila rusak.
(1/3)

Poin-poin untuk diamati saat pengukuran

1. Pasang instrumen pengukur pada part untuk


diukur pada sudut yang tepat.
Dapatkan sudut yang tepat dengan cara menekan
instrumen pengukur saat menggerakkannya ke part
untuk diukur. (Untuk keterangan rinci, lihat petunjuk
tersendiri untuk Instrumen pengukur.)
2. Gunakan rentang yang tepat
Saat mengukur tegangan atau arus, mulailah dengan
rentang tinggi dan setel ke bawah. Nilai pengukuran
harus dibaca dari sebuah dial yang sesuai untuk
rentang tersebut.
3. Saat membaca nilai pengukuran
Pastikan bahwa mata anda berada pada sudut
yang tepat ke dial dan penunjuk.
(2/3)

PERHATIAN:
1. Jangan menjatuhkan atau memukul, tapi beri benturan.
Peralatan ini adalah instrumen presisi, dan dapat merusak
bagian dalam part-part untuk konstruksi.
2. Hindari menggunakan atau menyimpannya pada temperatur
tinggi atau kelembaban yang tinggi. Kesalahan dalam nilai
pengukuran dapat muncul akibat penggunaan pada tempe-
ratur atau kelembaban tinggi. Alat itu sendiri dapat berubah
bentuknya bila terkena temperatur tinggi.
3. Bersihkan peralatan setelah digunakan, dan simpan pada
kondisi semula. Simpan alat bila telah dibersihkan dari oli
atau produk-produk limbah. Semua peralatan yang diguna-
kan harus dikembalikan ke kondisi semula, dan perleng-
kapan yang menggunakan kotak harus disimpan di dalam
kotaknya sendiri. Peralatan pengukur harus disimpan di
tempat yang telah ditentukan. Bila peralatan hendak disim-
pan dalam waktu yang lama, berikan oli pelindung karat
di tempat yang memerlukan, dan kemudian lepas
baterai.
(3/3)

-12-
Kunci Momen

Penerapan
Digunakan mengencangkan baut/mur ke momen spesifikasi.

1. Tipe preset
Momen yang dibutuhkan dapat dipreset dengan memutar
lengan. Saat baut dikencangkan di bawah kondisi ini,
suara klik dapat terdengar untuk menunjukkan bahwa
momen spesifikasi telah didapat.
2. Tipe pegas daun
(1) Tipe standar
Kunci momen bekerja dengan cara melenturkan
balok (beam), yang terbuat drai pegas daun, melalui
gaya yang diberikan pada pegangan yang berputar.
Gaya yang diberikan dapat dibaca dengan menggunakan
penunjuk atau skala untuk memungkinkan didapatnya
momen spesifikasi.
(2) Tipe momen kecil
Nilai maksimum sekitar : 0.98N•m. Digunakan
untuk mengukur preload.

Petunjuk
• Kencangkan sebelumnya* dengan kunci lain, yang mana
efisiensi pengoperasiannya baik, sebelum mengencang-
kannya dengan kunci momen. Bila kunci momen digunakan
untuk mengencangkan dari awal, maka efisiensi pengope-
rasiannya menjadi buruk.

* Pengencangan awal:
Pengencangan sementara baut/mur, sebelum
pengencangan akhir.

(1/2)

PERHATIAN:
1. Bila beberapa baut dikencangkan, berikan momen
secara merata pada setiap baut, lalu ulangi lagi se-
banyak 2 atau 3 kali.
2. Bila SST digunakan bersamaan dengan kunci momen,
hitung momen berdasarkan petunjuk yang tertera
pada buku pedoman reparasi.
3. Catatan untuk tipe pegas daun:
(1) Digunakan pada 50 ~ 70% seperti terlihat pada
skala kunci momen, untuk memudahkan pem-
berian gaya yang stabil.
(2) Berikan gaya sehingga cengkraman tidak menyentuh
poros. Bila tekanan diberikan pada tempat lain selain
pin, maka pengukuran momen yang akurat tidak
didapat.

(2/2)

-13-
REFERENSI:
Penghitungan momen
Momen pengencangan dengan extension tool terpasang
pada kunci momen:

1. Memasang extension tool memanjangkan panjang


efektif (L2) kunci momen. Bila kombinasi ini digu-
nakan untuk mengencangkan baut/mur sampai
momen spesifikasi terbaca pada kunci momen,
maka momen aktual akan melebihi nilai momen
pengencangan spesifikasi.
2. In addition to the specified tightening torque,
repair manuals list the T' readings of typical
torque wrenches. If the same type of torque
wrench is unavailable, torque wrench readings
can be obtained through a calculation formula.
3. Examples of values listed in the repair manuals.
T' = Pembacaan kunci momen dengan extension tool [N•m {kgf•cm}] Standard values:
T = Momen pengencangan spesifikasi [N•m {kgf•cm}] T= 80N•m [816kgf•cm]
L1 = Panjang extension tool [cm] (specified tightening torque)
L2 = Pnajang kunci momen [cm] T'= 65N•m [663kgf•cm]
(reading when using torque wrench 1300F with
extension tool )
4. Rumur: T'= Tx L2 / (L1+L2) (1/1)

Jangka Sorong

Penerapan
Caliper dapat emntgukur panjan, diameter luar
dan dalam serta kedalaman.

Rentang pengukuran
0~150, 200, 300mm

Presisi pengukuran
0.05mm

Rahang pengukuran diameter dalam


Rahang pengukuran diameter luar
Sekrup stop
Skala jangka
Skala utama
Pengukuran kedalaman
Batang kedalaman
(1/3)

Petunjuk
1. Tuup rahang sepenuhnya sebelum mengukur,
dan periksa bahwa ada cukup celah antara
caliper-caliper agar cahaya terlihat.
2. Saat mengukur, gerakkan caliper dengan lembut
sehingga part terpasang dnegan akurat diantara rahang.
3. Bila part telah dipasang diantara rahang-rahang dengan
akurat, maka pemasangan jangka dengan sekrup stopper
membuat pembacaan pengukuran menjadi lebih mudah.

Sekrup stopper
Jangka

(2/3)

-14-
REFERENSI:

Contoh penggunaan
1. Pengukuran panjang
2. Pengukuran diameter dalam
3. Pengukuran diameter luar
4. Pengukuran kedalaman

(1/1)

Membaca pengukuran
1. Nilai ke 1.0mm
Baca skala pengukuran utama, yang diposisikan
ke kiri dari jangka 'nol'.
Contoh: 45(mm)

2.Nilaihe ke 0.05mm di bawah 1.0mm


Baca titik, dimana skala pada jangka sorong
dan skala pengukuran utama menjadi sejajar.
Contoh: 0.25(mm)

3. Bagaimana menghitung pengukuran


+
Contoh: 45+0.25=45.25(mm)

(3/3)

Micrometer
Penerapan
Ukur diameter / ketebalan luar part dengan cara
menghitung putaran yang sebanding pada kum-
paran ke arah tulang (gagang).
Rentang pengukuran
0~25mm
25~50mm
50~75mm
75~100mm
Presisi pengukuran: 0.01mm
Landasan
Kumparan
Klem pengunci
Sekrup
Bidal (Thimble)
Ratcher stopper
(1/4)

-15-
Petunjuk
1. Kalibrasi nol
Sebelum menggunakan micrometer, periksa untuk
memastikan bahwa graduation nol sejajar dengan benar.
Pemeriksaan
Pada kasus 50~75mm micrometer seperti terlihat pada
diagram , letakkan gauge standar 50mm pada pem-
bukaan, dan biarkan ratchet berhenti untuk berputar
sebesar 2 ~ 3 putaran. Lalu, periksa bahwa garis dasar
pada lengan dan garis graduation nol pada bidal (thimble)
sejajar.
Penyetelan
• Bila kesalahan kurang dari 0.02mm
Tautkan klem pengunci untuk mengamankan kumparan.
Lalu, gunakan kunci penyetel seperti terlihat pada
diagram untuk menggerakkan dan menyetel lengan.
• Bila kesalahan lebih daripada 0.02mm
Tautkan klem pengunci untuk mengamankan kumparan
50mm gauge standar Stand Ratcher stopper seperti di atas. Gunakan kunci penyetel untuk mengen-
Kumparan Lock clamp Sleeve dorkan ratcher stopper ke arah anak panah seperti yang
Bidal (Thimble) Kunci penyetel terlihat pada diagram . Lalu, sejajarkan garis graduation
nol pada bidal (thimble) dengan garis dasar pada
lengan.
(2/4)

2. Pengukuran
(1) Berikan landasan pada item yang akan diukur,
dan putar bidal (thimble) sampai kumparan
menyentuh item dengan lembut.
(2) Bila kumparan telah menyentuh dengan lembut
item yang akan diukur, putar ratcher stopper beberapa
kali dan baca pengukuranan.
(3) Ratcher stopper menyatukan tekanan yang diberikan
oleh kumparan, sehingga saat tekanan ini berada
di atas tingkat spesifikasi, ia akan idle.

PERHATIAN:
1. Micrometer harus dipasang pada stand saat
mengukur part-part kecil.
2. Cari posisi dimana diameter yang benar
dapat diukur, dengan cara menggerakkan
micrometer.

(3/4)

3. Pembacaan nilai pengukuran


(1) Membaca nilai sampai 0.5mm
Baca nilai terbesar, yang terlihat pada
skala lengan.
Contoh: 55.5(mm)
(2) Membaca nilai sampai 0.01mm di bawah 0.5mm
Baca titik, dimana skala pada bidal (thimble)
dan skala pada lengan menjadi sejajar.
Contoh: 0.45(mm)
(3) Bagaimana menghitung nilai pengukuran
+
Contoh: 55.5+0.45=55.95(mm)

Lengan
Bidal (Thimble)
1mm kenaikan
Berdasarkan garis pada lengan
0.5mm kenaikan
(4/4)

-16-
Dial Gauge
Penerapan
Pergerakan ke atas dan ke bawah ujung pengukuran
tergantung diubah menjadi putaran penunjuk panjang
dan pendek. Digunakan untuk mengukur deviation or
bends in shafts, and surface oscillation of flanges,
etc.
Types of suspended measuring tip
Tipe panjang: digunakan untuk mengukur part-part
di tempat yang sempit
Tipe gulungan:: digunakan untuk mengukur pola
cembung/cekung ban, dll.
Tipe gergaji : diginakan untuk mengukur partpart yang
tidak dapat dientuh oleh pendulum secara
langsung (deviasi fertikal companion
flange)
Tipe plat datar: digunakan untuk mengukur
tonjolan, dll.
Presisi pengukuran: 0.01mm
Penunjuk panjang (0.01mm / kenaikan dial)
Penunjuk pendek (1mm / kenaikan dial)
Dial face (Berputar untuk mengeset penunjukkan ke nol)
Kumparan
Ujung pengukuran tergantung
(1/2)

Petunjuk
1. Mengukur
(1) Selalu gunakan posisi pada magnetic stand.
Setel posisi dial gauge position dan item yang
sedang diukur, dan set pendulum sehingga
berada di bagian tengah rentang pergerakannya.
(2) Putar item yang sedang diukur, dan baca deviasi
penunjuk-penunjuk.

2. Membaca nilai pengukuran


Dial menunjukkan pergerakan 7 kenaikan.
Rentang deviasi: 0.07mm

Sekrup stopper
Lengan
Magnetic stand
Rentang tengah
(2/2)

Caliper Gauge

Penerapan
Tipe dial gauge yang digunakan untuk mengukur
diameter dalam. Dengan tipe seperti pada diagram di
sebelah kiri, penunjuk panjang berputar sekali saat
lug yang bergerak, bergerak 2mm.

Presisi pengukuran: 0.01mm


(Pembacaan gauge: 20 graduations =0.2mm)

Lug yang dapat bergerak


Lug teratur (Fixed)
Tombol pergerakan (membuka dan menutup lug
yang dapat bergerak)
Indicator dial (berputar untuk menunjukkan nol)
Diameter dalam
(1/3)

-17-
Petunjuk
1. Penyetelan ke nol
(1) Set micrometer ke pengukuran standar, dan
hentikan kumparan dengan klem.
(2) Gunakan lug teratur sebagai titik tumpu, putar
gauge.
(3) Set gauge ke nol pada titik terdekat
(titik dimana penunjuk gauge bergerak
untuk menunjukkan bawa lug yang dapat
digerakkan berada pada sisi penutupan).
2. Pengukuran
(1) Gunakan tombol pergerakan untuk menutup lug yang
dapat digerakkan dan masukkan lug ke dalam part
untuk diukur.
(2) Gerakkan lug ke kiri dan kanan atau atas dan
bawah, dan baca pengukuran berikut pada
dial.
Kiri dan kanan: pada posisi dengan jarak
paling panjang
Micrometer
Atas dan bawah: pada pisisi dengan jarak
Kumparan terpendek
Klem pengunci
Stand 3. Bagaimana menghitung nilai pengukuran alue
Nilai pengukuran = pengukuran standar ± pembacaan
Titik tumpu
gauge
Arah penutupan
Arah pembukaan Contoh: Nilai standar, pembacaan gauge dan nilai
pengukuran
12.00mm+0.2mm=12.20mm
12.00: Pengukuran standar
0.2: Pembacaan gauge (arah terbuka)
12.20: Nilai pengukuran
(2/3)

PERHATIAN:
1. Gunakan lug terpasang sebagai titik tumpu, gerakkan
gauge ke kiri dan kanan, dan cari titik dimana jarak
adalah yang terbesar.
2. Pada titik tersebut, gerakkan gauge ke atas dan
ke bawah dan lakukan pembacaan pada titik
jarak terpendek.

(3/3)

Cylinder Gauge

Penerapan
Digunakan untuk mengukur cylinder bore.

Presisi pengukuran: 0.01mm

Fitur-Fitur:
• Perpanjangan atau perpendekkan probe dibaca
dengan dial gauge.
• Sebuah micrometer juga digunakan untuk men-
dapatkan cylindre bore.

Batang pengganti
Sekrup set batang pengganti
Probe
Mirometer
(1/5)

-18-
Petunjuk
1. Set cylinder
(1) Gunakan jangka sorong, ukur cylinder bore
dan dapatkan dimensi standar.
(2) Set batang penggantian dan washer penyetel
sehingga gauge akan menjadi 0.5 ~ 1.0mm lebih
panjang daripada cylinder bore. (Batang-batang
penggantian ditandai dengan dimensi-dimensinya
(tersedia dalam 5mm kenaikan). Gunakan panjang-
panjang ini sebagai referensi untuk memilih batang
yang tepat. Lalu, lakukan penyetelan dengan meng-
gunakan washer penyetel.
(3) Tekan kumparan sekitar 1mm saat dial
gauge terpasang pada bodi cylinder gauge.

Jangka sorong Silinder


Sekrup set batang pengganti Batang pengganti
Ukuran batang Washer penyetel
Kumparan Sekrup set (2/5)

Cylinder Gauge

2. Kalibrasi nol cylinder gauge


(1) Set micrometer ke dimensi standar yang didapat
oleh jangka sorong. Pasang kumparan mikrometer
dengan klem.
(2) Gerakkan gauge dengan cara menggunakan batang
pengganti sebagai titik tumpu.
(3) Set titik nol cylinder gauge (titik dimana penunjuk
dial gauge berputar ke belakang pada sisi pendek
probe)

Micrometer
Kumparan
Klem
Stand

(3/5)

3. Pengukuran cylinder bore


(1) Tekan dengan lembut guide plate dan secara hati-hati
masukkan gauge ke dalam cylinder bore.
(2) Gerakkan gauge untuk mencari posisi dengan
jarak terpendek.
(3) Baca dial pada posisi dengan jarak
terpendek.

Guide plate
Probe
Sisi perpanjangan
Sisi perpendekkan

(4/5)

-19-
4. Membaca nilai pengukuran
(1) Baca sisi perpanjangan
x+y
(2) Baca pada sisi perpendekkan
x-z
x : Dimensi standar
(Nilai micrometer )
y : Pembacaan gauge( sisi)
z : Pembacaan gauge( sisi)
Contoh:
87.00(x) - 0.05(z)=86.95mm

PETUNJUK:
(1) Ikuti petunjuk pada buku pedoman reparasi untuk
posisi pengukuran.
(2) Dapatkan nilai oval* dan runcing dari dimensi
cylinder bore.
Oval : A' - B' (A'>B')
:a' - b' (a'>b')
Runcing : A' - a' (A'>a')
:B' - b' (B'>b')

* Cylinder bore dibentuk ke dalam lingkaran yang akurat.


Namun, sisi dorong piston, yang ditekan dari sisi atas
silinder dan piston yang terkena temperatur dan tekanan
tinggi. Untuk alasan inilah, maka cylinder bore
dapat menjadi oval atau runcing sebgaian.

Sisi perpanjangan
Sisi perpendekkan
Arah dorong
Arah crankshaft
(5/5)

Plastigage
Penerapan
Digunakan untuk mengukur celah oli area-area yang
dikencangkan dengan tutup, seperti journal-journal
crankshaft dan pin-pin crankshaft.
Plastigage terbuat dari plastik lembut, dan tersedia dalam 3
warna, dan setiap warna menunjukkan ketebalan yang berbeda.
Rentang pengukuran celah:
Hijau: 0.025 ~ 0.076mm
Merah: 0.051 ~ 0.152mm
Biru: 0.102 ~ 0.229mm
Petunjuk
(1) Bersihkan pin crankshaft dan bantalan.
(2) Potong lengan plastigage dengan plastigage untuk
mencocokkan lebar bantalan.
(3) Letakkan plastigage pada pin crankshaft pin
seperti terlihat pada gambar.
Plastigage Torque wrench (4) Letakkan tutup bantalan di atas pin crankshaft dan
Bagian terlebar plastigage Crankshaft kencangkanlah pada momen spesifikasi. Jangan
Bantalan batang persambungan Connecting rod cap memutar crankshaft.
Batang persambungan Celah oli (5) Lepas tutup bantalan dan gunakan skala pada
lengan plastigage untuk menentukan ketebalan
plastigage yang diratakan. Ukur ketebalan pada
bagian terlebar di plastigage.
(1/1)

-20-
Pengukur Celah Busi
Penerapan
Digunakan untuk mengukur dan menyetel celah
busi.
Rentang pengukuran:
0.8 ~ 1.1mm
• Setiap kawat dengan ketebalan berbeda digunakan
untuk mengukur celah busi.
• Elektroda massa dibengkokkan dengan cara meletak-
kannya pada alur pengukur untuk menyetel celah.
Petunjuk
(1) Bersihkan busi.
(2) Ukur celah pada celah terkecil.
(3) Gunakan pengukur yang bergeser dengan tahan kecil
tapi tidak kendor, dan baca ketebalannya.
Pengukur
Plat penyetel
Celah busi
(1/3)

Penyetelan
Letakkan bagian terpotong plat penyetel di atas
elektroda massa busi, dan bengkokkan elektroda
untuk menyetel. Jangan mengganggu penyekatan
elektroda tengah.

Elektroda massa
Elektroda tengah
Penyekatan
Plat penyetel

(2/3)

PERHATIAN:
Busi platina dan iridium tidak membutuhkan penyetelan
celah selama pemeriksaan berkala. Pada kondisi saat
ini, busi umum kecuali busi platina dan iridium juga
tidak perlu diperiksa bila mesin bekerja dengan
normal.

Busi platina
Busi iridium

Garis biru tua


Platina
Garis hijau kekuningan
Iridium
Plat penyetel

(3/3)

-21-
Pengukur ketebalan

Penerapan
Digunakan untuk mengukur celah nilai atau
alur-alur ring piston, dll.

(1/3)

Petunjuk
(1) Digunakan untuk mengukur celah nilai atau
alur-alur ring piston, dll.
(2) Bila ruang tidak dapat diukur dengan pengukur
tunggal, gunakan kombinasi sampai 2 atau 3
pengukur. Gabungkan mata-mata pisau untuk
penggunaan seminimal mungkin.

(2/3)

PERHATIAN:
(1) Untuk menghindari membengkokkan atau merusak
ujung pengukur, jangan memaksa pengukur ke dalam
area untuk diukur.
(2) Sebelum menyimpan mata pisau, bersihkan
permukaan dan berikan oli untuk mencegah
terjadinya perkaratan.

(3/3)

-22-
Tester Kelistrikan TOYOTA

Penerapan
Digunakan untuk mengukur tegangan, arus, tahanan dan
frekwensi, dan untuk kontinuitas kelistrikan serta penge-
tesan dioda.

1. Switch pemilih fungsi


Mengganti rentang menurut penggunaan yang diinginkan.
Saat switch ini diset pada posisi yang tepat, rentang pe-
ngukuran berubah secara otomatis sesuai dengan nilai-
nilai sinyal input.

2. Switch pemilih rentang


Pada rentang AUTO, posisi titik desimal dan unit
berubah secara otomatis sesuai dengan nilai-
nilai sinyal input.
Bila nilai sinyal diketahui, maka rentang dapat
diset ke MAN (manual). Hal ini membuat pe-
ngukuran menjadi lebih lancar daripada di rentang
AUTO, karena posisi titik desimal dan unit tidak
berubah.

3. Panel display
Menampilkan grafik batang sebagai tambahan
bagi display angka. Fitur ini berguna untuk
membaca waktu perubahan sinyal , yang sulit
dibaca secara angka.

-23-
4. Test lead terminal
Masukkan test lead sesuai dengan
pengukuran.

5. Test lead
Tersedia optional 400A probe (untuk pengukran arus
besar), dan adaptor test lead dengan berbagai
macam penggunaan.

400A probe
Jepitkan pada harness untuk mengukur arus.
Klip IC
Jepitkan pada terminal-terminal kecil.
Klip buaya
Jepitkan pada terrminal-terminal. Tidak perlu dipegang
untuk mendapatkan pengukuran.
Pin
Digunakan untuk mengukur part-part terminal kecil
seperti yang ada pada ECU.
Base lead
Lead yang digunakan untuk menghubungkan berbagai adaptor.

(1/4)

Petunjuk
1. Pengukuran tegangan DC
(1) Hubungkan test lead hitam (-) ke COM, dan
test lead merah (+) ke V.
(2) Set switch pemilih fungsi ke tegangan DC
( V) .
(3) Set switch pemilih rentang ke rentang yang
tepat untuk tegangan terukur.

Tegangan (V)
Switch pemilih rentang
Switch pemilih fungsi

-24-
2. Pengukuran arus DC
• Untuk mengukur di bawah 20A
(1) Hubungkan test lead hitam (-) ke COM, dan
test lead merah (+) ke 20A atau mA.
(2) Set switch pemilih fungsi ke 20A atau rentang
400mA, dan ganti ke arus langsung dengan
switch DC/AC untuk mengukur.

DC ( )
Arus (A)
Switch DC/AC
Switch pemilih fungsi

• Untuk mengukur di atas 20A


(1) Hubungkan test lead hitam (-) dari 400A probe ke
COM, dan lead merah (+) ke EXT.
(2) Set switch pemilih fungsi ke EXT dan
switch DC / AC ke DC ( ), dan lakukan
pengukuran.
(3) Ganti switch pemilih rentang / tenaga pada probe
ke 400A. Setel penunjukkan ke 0.000 dengan dial
penyetel nol, dan klem probe pada harness untuk
diukur ke arah arus.

PERHATIAN:
Saat mengukur arus dalam rentang 20A atau 400mA,
berhati-hatilah untuk tidak melebihi arus spesifikasi.

400A probe
Dial penyetel nol
Arah arus
Switch pemilih rentang / tenaga
DC ( )
Arus (A)
Switch DC/AC
Switch pemilih fungsi
(2/4)

3. Mengukur tahanan
(1) Hubungkan test lead hitam (-) ke COM dan test
lead merah (+) ke ( ).
(2) Set switch pemilih fungsi ke ( / )
dan switch DC / AC ke tahanan ( ).
(3) Pilih rentang dengan switch pemilih rentang
yang sesuai dengan tahanan yang akan diukur.

4. Pengetesan kontinuitas kelistrikan


(1) Hubungkan test lead hitam (-) ke COM dan test
lead merah (+) ke .
(2) Set switch pemilih fungsi ke / dan switch
DC / AC ke . . Lakukan pengukuran.
(3) Buzzer berbunyi bila tahanan part yang sedang
diukur untuk kontinuitas kelistrikan berada di bawah
40 .
Switch pemilih fungsi
Tahanan ( )
Switch DC/AC
Switch pemilih rentang
Kontinuitas
(3/4)

-25-
PERHATIAN:
1. Penggantian baterai
Ganti baterai di dalam tester bila tidak ada
tampilan, atau bila tampilan menunjukkan 'BAT'.
Ganti baterai di 400A probe bila LED
tidak menyala.
2. Hindari menyimpan atau meninggalkan perlengkapan
di temperatur tinggi.
3. Jangan memasukkan sinyal apapun, yang lebih besar
daripada rentang maksimum yang diperbolehkan:

Kategori Rentang Input maksimum yang


pengukuran diijinkan
Tegangan DC Each range DC1000V
Tegangan AC Each range AC750V
400mA 2A
Arus 20A 20A
DC/AC
40A, 400A 450A (600V)

4. Saat menggunakan switch pemilih fungsi,


lepas test lead dari sirkuit yang sedang
diukur.
5. Setelah digunakan, pastikan bahwa switch pemilih fungsi
pada tester, power switch pada probe dan switch
pemilih rentang semuanya diset ke OFF.

(4/4)
Lain-Lain
Auto Lift

• Angkat tinggi kendaraan sehingga teknisi dapat


bekerja dengan posisi tubuh yang nyaman di
bawah kendaraan.
Terdapat tiga tipe lift dengan fungsi pengangkatan,
column penopang, dan metoda penopangan yang berbeda.

Tipe plat
Tipe lengan ayun
Tipe lift 4 column

(1/4)

Petunjuk
1. Pengesetan
(1) Posisikan kendaraan di tengah lift.
(2) Pasang plat dan lengan pada posisi seperti yang
ditunjukkan pada buku pedoman reparasi.

Pusat lift
Pusat gravitasi

(2/4)

-26-
PERHATIAN:
Tipe lengan ayun
• Setel penopang sampai kendaraan dalam
posisi horisontal.
• Selalu kunci lengan-lengan.
Tipe lift 4- column
• Gunakan stopper roda dan mekanisme pengaman.
Tipe plat
• Gunakan alat tambahan plate lift seperti
yang ditunjukkan pada buku pedoman reparasi.
PERINGATAN:
• Seajajarkan posisi alat tambahan plate lift dengan
areaarea kendaraan yang hendak ditopang.
• Jangan membiarkan alat tambahan plate lift keluar
dari plat-plat.
Penopang
Pengunci lengan
Pengunci
Stopper roda
Alaat tambahan plate lift
(3/4)

2. Lift ke atas / Lift ke bawah


• Lakukan selalu pemeriksaan keamanan sebelum me-
ngangkat atau menurunkan lift, dan beritahu yang lain
bahwa lift hendak dioperasikan.
• Bila ban-ban telah berada sedikit di atas tanah, periksa
bahwa kendaraan ditopang dengan baik.

PERINGATAN:
• Keluarkan semua barang yang ada dikendaraan,
dan angkat dalam keadaan kosong.
• Periksa bahwa tidak ada part yang menghalangi,
kecuali part-part penopang.
• Jangan pernah mengangkat kendaraan apapun yang
melebihi batas berat untuk lift.
• Kendaraan dengan suspensi udara memerlukan
penanganan khusus dikarenakan konstruksinya. o
Lihat buku pedoman reparasi untuk petunjuk.
• Jangan menggerakkan kendaraan saat diangkat.
• Berhati-hatilah saat melepas dan mengganti
part-part yang berat karena pusat gravitasi
kendaraan dapat berubah.
• Jangan mengangkat dengan pintu-pintu terbuka.
• Bila pengoperasian hendak ditinggalkan untuk jangka
waktu yang lama, turunkan selalu kendaraan.
(4/4)

Dongkrak

Dongkrak
Menggunakan tekanan hidrolik untuk menaikkan salah
satu ujung kendaraan.
• Mengoperasikan gagang akan menaikkan tekanan oli
dan menyebabkan lengang terangkat.
• Beberapa model menggunakan tekanan udara
untuk meningkatkan tekanan oli.
• Tersedia berbagai macam model dengan kemampuan
pengangkatan yang berbeda (diukur dalam ton.)

Rigid rack
Menopang kendaraan yang dinaikkan oleh dongkrak.
• Tinggi dapat disetel dengan cara mengganti posisi
pin.

Gagang pembebas Gagang Lengan Plat Penggulung


Caster Tombol pengangkat (tipe udara) Slang udara (tipe udara) Pin Lubang peletakan
(1/5)

-27-
Petunjuk
1. Persiapan
(1) Periksa titik-titik pendongkrakkan kendaraan dan
titik-titik penopang stand rigid rack pada buku pedoman
reparasi sebelum mendongkrak ke atas.
(2) Make sure rigid racks are set to the same
height. Position them near the vehicle.
(3) Place wheel stoppers in front of the front left
and right tires (if the vehicle is to be lifted from
behind.)

(2/5)

2. Mendongkrak ke atas
(1) Kencangkan gagang pembebas dengan aman.
(2) Letakkan dongkrak pada posisi spesifikasi
dan angkat kendaraan, perhatikan arah yang
dihadapinya.

PERHATIAN:
• Adalah biasa untuk mendongkrak kendaraan ke atas
dari ujung belakang. Tetapi, urutan dapat diubah
tergantung pada model.
• Gunakan adaptor dongkrak untuk kendaraan 4WD
dengan roda gigi differential offset.
• Jangan meletakkan dongkrak pada tortion beam axle
untuk menaikkan.

PERINGATAN:
• Bekerjalah selalu pada permukaan yang rata, dan
dengan barang-barang yang dikeluarkan dari kendaraan.
• Selalu gunakan stand dongkrak saat mengangkat ke atas.
Jangan memasuki area di bawah kendaraan sampai rigid
rack telah terpasang.
• Jangan menggunakan banyak dongkrak sekaligus.
• Jangan menaikkan kendaraan apapun yang melebihi
beban yang diperbolehkan oleh dongkrak.
• Kendaraan dengan suspensi udara membutuhkan
penanganan khusus dikarenakan konstruksinya.
Lihat buku pedoman reparasi untuk petunjuk.
(3/5)

3. Topang dengan rigid rack


(1) Posisikan kaki-kaki rack seperti terlihat pada gambar,
dan sejajarkan alur-alur karet pada rigid rack pada
bodi.
(2) Periksa kembali tinggi rack sehingga kendaraan
berada pada posisi horisontal.
(3) Kendorkan gagang pembebas secara perlahan, dan
bila beban telah diletakkan pada rigid rack, pukul
kaki-kaki rack secara lembut dengan palu untuk
memeriksa bahwa semuanya menyentuh tanah.
(4) Lepas dongkrak setelah memeriksa.

PERINGATAN:
• Jangan memasuki area di bawah kendaraan saat
menaikkan atau melepas rigid rack.
(4/5)

-28-
4. Mendongkrak ke bawah
(1) Letakkan dongkrak pada posisi yang telah
ditentukan dan angkat kendaraan, perhatikan
arah yang dihadapinya.
(2) Lepas rigid rack.
(3) Kendorkan gagang pembebas perlahan-lahan,
dan turunkan lengan dengan lembut.
(4) Bila ban-ban telah mencapai tanah sepenuhnya,
letakkan stopper roda.

PERHATIAN:
• Adalah biasa untuk mendongkrak kendaraan ke
bawah dari ujung depan. Tetapi, urutan dapat
diganti tergantung pada model.

PERINGATAN:
• Lakukan pemeriksaan keamanan sebelum menaikkan
atau menurunkan kendaraan, dan beritahu orang lain
Gagang pembebas bahwa pengoperasian hendak dilakukan. Periksa bahwa
Lengan tidak ada apapun di bawah sebelum menurunkan kendaraan.
Gagang • Kendorkan gagang pembeba ecara perlahan, dan turun-
kan lengan dengan lembut.
• Saat dongkrak sedang tidak digunakan, turunkan lengan
dan tegakkan gagang ke atas.
(5/5)

-29-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai setiap pernyataan berikut Benar atau Salah:

Pertanyaan Jawaban yang


No. Benar atau Salah Benar

Lepas dan pasang kembali baut dan mur dengan menggunakan alat
1 yang sesuai dengan part. Pilih alat dengan urutan prioritas berikut. n Benar n
j
k
l
m j Salah
k
l
m
(1)set kunci sok --> (2)kunci boxend --> (3)kunci terbuka.
Saat menggunakan rigid rack, topang kendaraan pada ujung depan/
2 j Benar n
k
l
m
n j Salah
k
l
m
belakang rocker panel.
Selama pengencangan akhir baut atau mur, gunakan kunci momen
3 untuk mengencangkan ke momen spesifikasi sesuai dengan j Benar n
k
l
m
n j Salah
k
l
m
petunjuk pada buku pedoman reparasi.
Terdapat metoda untuk menaikkan kendaraan secara berkesinam-
4 j Benar n
k
l
m
n j Salah
k
l
m
bungan dengan menggunakan dua dongkrak.
Saat mengukur dimensi-dimensi part, gunakan instrumen pengukur
5 dengan presisi pengukuran yang disesuaikan ke presisi yang di- n Benar n
j
k
l
m j Salah
k
l
m
butuhkan oleh part.

Pertanyaan-2
Caliper gauge memiliki jarum panjang yang membuat satu putaran setiap kali probe bergerak 2mm. Nilai-nilai pengukuran
manakah yang menunjukkan nilai yang benar dari caliper gauge saat jarum panjang menunjuk angka"20"?

j 0.02mm
k
l
m
n j 0.2mm
k
l
m
n j 2mm
k
l
m
n j 20mm
k
l
m
n

Pertanyaan-3
Instrumen pengukuran manakah yang paling tepat untuk mengukur diameter luar piston?

Presisi yang dibutuhkan:0.01mm 1. Jangka sorong 2. Micrometer


Presisi pengukuran:0.05mm Presisi pengukuran:0.01mm

3. Cylinder gauge 4. Caliper gauge


Presisi pengukuran:0.01mm Presisi pengukuran:0.01mm

1 n
j
k
l
m 2n
j
k
l
m 3 n
j
k
l
m 4 n
j
k
l
m

-30-
Pertanyaan-4
Cocokkan alat di bawah ini dengan nama-nama yang sesuai pada kelompok kata.

(1) ( ) kunci (2) ( ) kunci

(3) ( ) kunci (4) ( ) kunci

a) Terbuka b) Dapat disetel c) Air impact d) Air ratchet e) Momen f) Busi g) Sok
h) Boxend

-31-
Mur dan Baut
Mur & Baut
Mur & Baut
Baut dan mur digunakan untuk mengencangkan part-part
diberbabagia macam area kendaraan.
Terdapat berbagai macam tipe baut dan mur tergantung
pada penggunaannya. Adalah penting untuk mengetahuinya
agar dapat melakukan perawatan dengan benar.
Mur
Baut

(1/1)

Spesifikasi Mur & Baut


Nama-Nama Setiap Part

Baut memiliki nama-nama yang berbeda untuk meng-


identifikasikan ukuran dan kekuatannya.
Baut-baut yang digunakan pada kendaraan dipilih menurut
kekuatan dan ukurannya yang dibutuhkan oleh masing-
masing area tersebut.

Oleh karena itu, mengetahui nama-nama baut adalah


salah satu dasar pelaksanaan perawatan.

Nama-Nama Baut
Contoh : M 8 x 1.25 - 4T

M: Tipe alur.
"M" kependekan dari alur metrik. Tipe-tipe lain alur
adalah: "S" untuk alur kecil, dan "UNC" untuk alur
Lebar melewati bidang datar kasar yang disatukan.
Lebar melewati sudut
8: Diameter luar baut.
Tinggi kepala
Pada diagram, ini diwakili oleh
Panjang alur
Panjang nominal 1.25: Tinggi alur (mm)
Tinggi mur Pada diagram, ini diwakili oleh
Diameter Utama Dasar (Diameter Nominal) Alur
Tinggi alur sekrup-jarak dari titik di alur ke titik yang 4T: Kekuatan
bersesuaian pada lur berikunya. Nomor menunjukkan 1/10 dari daya rentang
minimum dalam unit of kgf/mm2, dan hurup adalah
kependekan dari "daya rentang". Kekuatan distem-
pelkan pada baut kepala. (1/1)

Petunjuk Servis:
Bagaimana mengencangkan baut

Metoda pengencangan baut


Baut-baut dikencangkan dengan kunci momen ke momen
spesifikasi yang tertera pada buku pedoman reparasi.

-1-
Perlunya momen spesifikasi

(1/2)

Mempelajarai "rasa" pengencangan baut

1. Gunakan kunci momen, kencangkan sebuah baut


atau mur ke 15 N•m (150 kgf •cm).
2. Gunakan kunci boxend (atau offset), kencangkan
kembali dengan cara yang serupa.
3. Ulangi hal ini beberapa kali sampai anda mempelajari
"rsa" menggunakan kunci boxend (atau offset) untuk
mendapatkan momen yang sama dengan kunci momen.

PETUNJUK:
Untuk mengalami rasa melucuti alur drai baut,
putar baut dan rusak alurnya dengan cara
memberikan gaya sekuat mungkin.

(2/2)

Tipe-Tipe Baut

Baut kepala heksagonal


Ini adalah tipe baut paling umum. Beberapa diantaranya
memiliki flange dan washer di bawah kepala baut.
Tipe flange:
Bgaian kepala baut yang mengalami kontak dengan
part memiliki permukaan yang lebar untuk meredam
tekanan kontak yang digunakan kembali oleh kepala
baut pada part. Oleh karena itu, ia efektif dalam memi-
nimalkan kemungkinan merusak part.
Tipe washer:
Keefektifannya serupa dengan tipe flange. Ia juga
efektif saat digunakan untuk mengencangkan part
yang memiliki lubang dengan diameter yang lebih
lebar daripada kepala baut. Tipe ini menggunakan
washer pegas diantara kepala baut dan washer
untuk meminimalkan pengendoran baut.
Baut-U
Baut-baut ini digunakan untuk menyambungkan pegas-
pegas daun pada axle. Mereka disebut "Baut-U" karena
bentuknya menyerupai hurup "U".
Baut tanam
Baut-baut ini digunakan untuk mencari part pada
part lain, atau untuk memudahkan perakitannya.
(1/1)

-2-
Petunjuk Servis:
Metoda untuk Melepas dan Mengganti Baut Tanam

Untuk mengencangkan baut tanam, pasang dua mur


pada buat tanam dan kencangkan bersama-sama. Lalu
putar untuk mengencangkan atau mengendorkan baut
tanam. Teknik ini disebut sebagai "mur ganda".

Dengan teknik ini, pengencangan dan penguncian


ke dua mur terhadap satu dan lainnya memungkinkan
mur untuk melaksanakan fungsi kepala baut dari
baut biasa.
• Untuk memasang baut tanam, putar bagian atas mur
ke arah pengencangan.
• Untuk melepas baut tanam, putar bagian dasar mur
ke arah pengendoran.

PETUNJUK:
Juga tersedia sebuah alat yang dirancang secara khusus
melepas dan memasang kembali baut tanam.
(1/1)

Baut Plastic Region

Baut-baut plastic region, yang menawarkan stabilitas


dan tegangan axial yang tinggi, digunakan sebagai
baut kepala silinder dan baut-baut tutup bantalan
pada beberapa mesin. Kepala baut memiliki dan luar
dodecagon (dalam dan luar).

Baut plastic region


Kepala silinder
Sub rakitan tutup bantalan

(1/1)

Petunjuk Servis:
Bagaimana Menggunakan Baut Plastic Region

Metoda untuk mengencangkan baut-baut plastic region.


Metoda untuk mengencangkan baut plastic region
berbeda dari pengencangan baut biasa.

Kencangkan baut plastic region dengan menggunakan


momen yang telah ditentukan.
Letakkan tanda cat pada bagian atas baut.
Kencangkan mengikuti pentunjuk di buku pedoman reparasi.
Untuk mengencangkan baut plastic region, adalah perlu
untuk mengikuti petunjuk pada buku pedoman reparasi
karena terdapat dua tipe metoda pengencangan untuk
baut-baut plastic region.
• Metoda dimana baut pertama-tama dikencangkan ke
momen spesifikasi, dan hanya tambahkan 90°.
• Metoda dimana baut pertama-tama dikencangkan ke
momen spesifikasi, dan kemudian tambahan dua
pergerakan sebesar masing-masing 90°, dengan
total pengencangan sebesar 180°.
(1/3)
-3-
Ketentuan penggunaan kembali baut plastic region
Baut plastic region mengubah dirinya sendiri menggunakan
tenaga poros. Terdapat dua metoda untuk menentukan
penggunaan kembali baut plastic region:
Ukur penyempitan baut
Metoda untuk mengukur bentuk luar pada posisi
yang paling sempit dengan menggunakan jangka
sorong dan tentukan menurut nilai batas.
Contoh nilai-nilai batas
Diameter standar:
7.3 - 7.5mm (0.287 - 0.295 in.)
Diameter minimum:
7.3mm (0.287 in.)
Bila hasil pengukuran kurang daripada 7.3mm
(0.287 in.), maka baut harus diganti.
Ukur perpanjangan baut
Metoda untuk menentukan perpanjangan
baut.
Contoh nilai-nilai batas
Panjang baut standar :
142.8-144.2mm (5.622 - 5.677 in.)
Panjang bait maksimun :
147.1mm(5.791 in.)
Pada kasus ini, penggantian baut diperlukan
saat hasil pengukuran berada di atas
147.1mm (5.791 in.).
(2/3)

Metoda pengencangan plastic region


Kencangkan baut melampaui bagian elastis,
dimana menaikkan bagian pada tegangan axial
dan sudut putaran baut (Diagram ). Lalu
klemkan pada plastic region, dimana hanya sudut
putaran baut saja yang berubah dan tegangan axial
baut tetap tidak berubah. metoda pengencangan
ini menurunkan ketidakmerataan tegangan axial
pada sudut putaran baut, dan meningkatkan
tegangan axial yang stabil dari baut seperti
yang ditunjukkan pada diagram .
Kekenyalan
Sifat bahan untuk mengubah bentuknya sebagai
respons terhadap gaya luar, tanpa dapat kembali ke
bentuk semula saat gaya dibebaskan. Hal ini berke-
balikan dengan elastisitas, yaitu sifat bahan yang
memungkinkannya kembali ke bentuk semula. Pem-
berian gaya yang melebihi batas elastisitas akan
berakibat pada perubahan bentuk kekenyalan.
Elastisitas
Sifat bahan untuk mengubah bentuknya sebagai
respons terhadap gaya luar dan kemampuannya
untuk kembali ke bentuk semula saat gaya dibebaskan.
Bila bahan sudah tidak dapat lagi kembali ke bentuk
semula, hal ini dikarenakan gaya yang diberikan melebihi
ambang batas, maka ambang batas tersebut disebut
batas elastisitas. Pemberian gaya yang lebih kecil daripada
batas elastisitas mengakibatkan perubahan bentuk elastik.

(3/3)

-4-
Tipe-Tipe Mur
Mur heksagonal
Mur tipe ini adalah yang paling umum digunakan. Bebe-
rapa diantaranya memiliki flange dibawah mur.
Mur bertutup
Mur-mur ini digunakan sebagai mur-mur hub roda alumu-
nium dan memiliki tutup yang menutup alur-alurnya.
Mur-mur ini digunakan untuk mencegah agar ujung-ujung
baut tidak berkarat atau untuk tujuan estetika.
Castle nut (mur bergalur)
Mur-mur ini memiliki galur silinder bergalur. Untuk
mencegah agar mur tidak berputar dan menjadi kendor,
sebuah cotter pin dimasukkan ke dalam galur. Mur-mur
ini digunakan pada berbagai macam persambungan,
seperti pada sistem kemudi.
(1/1)
Metoda Penguncian
Mur pengunci
Mur pengunci memiliki alur sekrup yang berubah bentuk,
atau, setelah mereka dikencangkan pada tempatnya,
alur sekrupnya menjadi berubah bentuk untuk mencegah
agar mur tidak mengendor. Mur-mur ini biasanya digunakan
pada komponen-komponen powertrain kendaraan.
Washer
Washer biasanya diklasifikasikan ke dalam dua tipe
berdasarkan metoda pengunciannya.
Washer pegas& washer bergelombang
Gaya pegas washer meminimalkan pengendoran
baut atau mur.
Washer bergerigi
Washer ini memiliki permukaan bergerigi pada satu
sisi yang menyediakan gesekan untuk meminimalkan
pengendoran baut atau mur.
(1/2)
Cotter pin
Cotter pin digunakan dengan kombinasi dengan castle
nuts untuk mendapatkan fungsi pengunciannya.
Terutama digunakan dengan komponen-komponen
kemudi kendaraan.

Castle nut

Plat-plat pengtunci
Pengait-pengait (tab) plat pengunci diletakkan pada
baut dan mur untuk mencegah agar pengencangan
tidak menjadi kendor. Diagram menunjukkan plat
pengunci yang digunakan pada differential kendaraan.
Plat pengunci tidak dapat digunakan kembali.

-5- (2/2)
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai setiap pernyataan berikut Benar atau Salah:

No. Pertanyaan Benar atau Salah Jawaban


Benar yang

1 Baut-U digunakan untuk menyambungkan pegas daun pada axle. j Benar n


k
l
m
n j Salah
k
l
m

2 Baut bertutup membentuk mekanisme penguncian saat dipasangkan


dengan cotter pin. j Benar n
k
l
m
n j Salah
k
l
m

3 Castle nut membentuk mekanisme penguncian dengan sendirinya. n Benar n


j
k
l
m j Salah
k
l
m

4 j Benar n
Bila cotter pin telah digunakan, maka tidak dapat digunakan kembali. n
k
l
m j Salah
k
l
m

5 Bila baut plastic region telah digunakan, maka tidak dapat digunakan kembali. n Benar n
j
k
l
m j Salah
k
l
m

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar mengenai baut?

j 1. Sementara terdapat berbagai macam tipe baut, semua baut tipe tertentu memiliki kekuatan yang sama.
k
l
m
n
j 2. Kekuatan baut ditentukan oleh warnanya.
k
l
m
n
j 3. Kekuatan baut dapat ditentukan oleh nomor atau tanda yang terstempel di atasnya.
k
l
m
n
j 4. Baut tidak akan pecah, kecuali digunakan air tool.
k
l
m
n

Pertanyaan-3
Pilih komponen yang menggunakan baut plastic region pada mesin 1NZ-FE.

1. Braket dudukan mesin 2. Tutup bantalan camshaft

3. Intake manifold 4. Kepala silinder

1n
j
k
l
m 2n
j
k
l
m 3n
j
k
l
m 4n
j
k
l
m

Pertanyaan-4
Pernyataan berikut berhubungan dengan nilai-nilai nominal baut. Isilah dengan kata-kata yang tepat.

M10 x 1.25 - 11T


M: Mewakili [1]
10: Mewakili [2]
1.25: Mewakili [3]
11T: Mewakili [4]
a) diameter baut b) tinggi baut c) tipe tapak d) panjang baut e) puncak f) kekuatan

-6-
Ujian

-7-
-8-
• Kerjakan ujian ini setelah menyelesaikan semua bab pada
buku ini.
• Klik tombol "Mulai Ujian".
• Ketik semua jawaban ke dalam lembar jawaban di
layar.
• Setelah semua pertanyaan diselesaikan, klik tombol
"Tulis Hasil" di dasar layar.
• Sebuah window baru akan muncul. Setelah memasukkan
semua jawaban ke dalam lembar jawaban, cetak dan serahkan
kepada instruktur anda.

-1-
Q-1 Jawaban manakah yang benar mengenai apa yang diwakilkan oleh 'A' pada diagram
tersebut?

j A. Panjang interior
k
l
m
n
j B. Tapak
k
l
m
n
j C. Jarak sumbu
k
l
m
n
j D. Panjang keseluruhan
k
l
m
n

Gambar dibawah menjelaskan pelepasan tutup pencegah karat dari piringan rem selama
Q-2 PDS. Pernyataan manakah berikut ini yang benar?

j A. Gunakan alat, seperti obeng, untuk dengan cepat melepas tutup.


k
l
m
n
j B. Pastikan untuk menggunakan tangan anda untuk melepas tutup.
k
l
m
n
j C. Tidaklah penting apakah tutup dilepas atau tidak.
k
l
m
n
j D. Bila kendaraan memiliki rem-rem piringan 4-roda, hanya lepas tutup-tutup dari rem-rem depan.
k
l
m
n

Q-3 Pernyataan manakah berikut ini yang benar mengenai oli yang digunakan di kendaraan?

j A. Klasifikasi API oli mesin mewakili indeks viskositas oli.


k
l
m
n
j B. Oli mesin memiliki fungsi total, termasuk pelumasan, pendinginan, pembersihan, dan penyekatan, dll.
k
l
m
n
j C. Tidak seperti oli mesin, oli roda gigi tidak memiliki klasifikasi SAE atau API.
k
l
m
n
j D. Oli berviskositas rendah digunakan untuk oli roda gigi guna menahan tekanan tinggi yang muncul selama
k
l
m
n
pertautan roda-roda gigi.

Q-4 Pernyataan manakah yang benar mengenai fluida?

j A. Fluida transaxle otomatik dapat digunakan sebagai pengganti fluida rem karena memiliki kualitas dan kemurnian yang tinggi.
k
l
m
n
j B. Fluida peredam kejut harus diganti secara berkala.
k
l
m
n
j C. Saat air bercampur dengan fluida rem, titik didih fluida naik, yang meningkatkan performanya.
k
l
m
n
j D. Fluida digunakan untuk pengiriman tenaga, kontrol tekanan hidrolik, dan pelumasan.
k
l
m
n

-2-
Q-5 Manakah nilai-nilai pengukuran jangka sorong yang benar?

j A. 50.00mm
k
l
m
n
j B. 45.25mm
k
l
m
n
j C. 45.15mm
k
l
m
n
j D. 45.75mm
k
l
m
n

Q-6 Manakah nilai-nilai pengukuran micrometer yang benar?

j A. 55.45mm
k
l
m
n
j B. 55.95mm
k
l
m
n
j C. 55.545mm
k
l
m
n
j D. 56.45mm
k
l
m
n

Pengencangan akhir baut atau mur membutuhkan pengencangan ke momen spesifikasi.


Q-7
Alat manakah yang harus digunakan untuk tujuan tersebut?

j A.
k
l
m
n j B.
k
l
m
n

j C.
k
l
m
n j D.
k
l
m
n

-3-
Alat manakah di sebelah kanan yang harus digunakan untuk mengendorkan baut yang terletak
Q-8
di area yang sempit seperti dipada gambar di sebelah kiri?

j A.
k
l
m
n j B.
k
l
m
n

j C.
k
l
m
n j D.
k
l
m
n

Manakah instrumen pengukuran pada gambar di sebelah kanan yang digunakan untuk
Q-9
mengukur bore silinder?

j A.
k
l
m
n j B.
k
l
m
n

j C.
k
l
m
n j D.
k
l
m
n

Q-10 Pernyataan manakah yang benar mengenai baut?

j A. Karena baut diklasifikasikan menurut kekuatan, maka baut tidak boleh digunakan hanya karena cocok ukurannya.
k
l
m
n
j B. Baut apapun dapat digunakan selama ukurannya cocok.
k
l
m
n
j C. Untuk mengencangkan baut plastic region, kencangkan sepenuhnya dengan tangan, lalu dengan tambahan 90°.
k
l
m
n
j D. Diameter baut dengan nilai nominal 10x1.25-11T adalah 11mm.
k
l
m
n

-4-
Informasi Umum

No. Pilih PETUNJUK:


Gunakan keyboard, isi nama Anda, dan No. ID pada lembar ini.
1
Tekan tombol "Cetak" dan serahkan hasil cetakan kepada instruktur melalui FAX.
2 Tombol cetak tidak berfungsi bagi IE versi di bawah 5.0.
Pada kasus seperti ini, cetaklah jawaban menggunakan fungsi cetak browser (di bawah "File").
3
4 Referensi:
Saat diperintahkan oleh instruktur, pergilah ke menu pull-down "File" di atas window dan pilih
5 "Save as" untuk menyimpan lembar jawaban di folder seperti "My documents".
6 Sebelum menyimpan, pastikan untuk memilih "Html file" atau "Text file" sesuai dengan format
file yang diperintahkan.
7 Serahkan file yang telah disimpan ke instruktur dengan menggunakan e-mail atau disket.
8
9
10

NAMA :

ID :

-5-
-6-
DASAR MOBIL

-7-
-8-
DASAR MOBIL

-9-
-10-
Garis Besar
Komposisi Kendaraan

Sebuah kendaraan terdiri dari komponen berikut:

1. Mesin
• Mesin bensin atau diesel

2. Drive train

-1-
3. Chassis
• Suspensi

• Kemudi

• Rem

-2-
4. Kelistrikan mesin

5. Kelistrikan bodi

6. Bodi

(1/1)

-3-
Klasifikasi Kendaraan
Klasifikasi Berdasarkan Tenaga Penggerak

Kendaraan dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe-tipe


tenaga penggerak sebagai berikut:

Kendaraan mesin bensin


Kendaraan mesin diesel
Kendaraan hybrid
Kendaraan listrik
Kendaraan berbahan bakar cell hybrid

(1/6)

Kendaraan bermesin bensin


Kendaraan tipe ini berjalan dengan mesin berbahan bakar
bensin. Karena mesin bensin menghasilkan tenaga tinggi
dengan ukuran mesin yang kecil, maka mesin berbahan bakar
bensin umum digunakan pada kendaraan penumpang.

Mesin yang serupa juga digunakan pada mesin CNG,


mesin LPG dan mesin alkohol, yang menggunakan bahan
bakar dengan tipe berbeda.

CNG: Compressed Natural Gas


LPG: Liquefied Petroleum Gas

Mesin
Tangki bahan bakar (bensin)

(2/6)

Kendaraan bermesin diesel


Kendaraan tipe ini berjalan dengan mesin berbahan bakar
diesel. Karena mesin diesel menghasilkan torsi yang besar
dan menawarkan keekonomisan bahan bakar, maka mesin
tersebut umum digunakan untuk truk dan SUV.

SUV: Sports Utility Vehicle

Mesin
Tangki bahan bakar (bahan bakar diesel)

(3/6)

-4-
Kendaraan hybrid
Kendaraan tipe ini dilengkapi dengan tipe tenaga penggerak
yang berbeda, seperti mesin bensin dan motor listrik. Karena
mesin bensin membangkitkan listrik, maka kendaraan tipe ini
tidak membutuhkan sumber dari luar untuk mengisi kembali
baterai. Sistem penggerak roda menggunakan tegangan
270V, sedangkan kelistrikan lainnya 12V.
Sebagai contoh, selama start-off, tenaga penggerak menggu-
nakan motor listrik yang menghasilkan tenaga tinggi meskipun
pada kecepatan rendah. Saat kendaraan menaikkan kecepa-
tannya, maka ia akan mengoperasikan mesin bensin yang
lebih efisien pada kecepatan tinggi. Dengan memanfaatkan
kedua tipe tenaga penggerak dengan cara ini, maka ia akan
menjadi efektif dalam mengurangi emisi gas buang dan
meningkatkan keekonomisan bahan bakar.

Mesin Inverter Transaxle Converter Baterai • Diagram tersebut menunjukkan sistem Toyota hybrid
(bensin dan motor listrik).
(4/6)
Kendaraan listrik (Electric Vehicle - EV)
Kendaraan ini menggunakan tenaga baterai untuk mengo-
perasikan motor listrik. Tidak seperti bahan bakar, baterai
memerlukan pengisian kembali. Ia menawarkan banyak
manfaat, termasuk emisi gas buang nol dan tingkat kebisingan
yang rendah selama pengoperasian. Sistem tenaga penggerak
menggunakan tegangan 290V, dan kelistrikan lain sebesar 12V.

• Diagram menunjukkan sistem Toyota EV.

Unit kontrol tenaga


Motor listrik
Baterai

(5/6)

Fuel cell hybrid vehicle (FCHV)


Kendaraan tipe ini menggunakan tenaga listrik yang tercipta
saat bahan bakar hidrogen bereaksi dengan oksigen di udara
untuk membentuk air. Karena ia hanya menghasilkan air, maka
dikatakan bahwa ini adalah kendaraan yang berpolusi rendah,
dan diantisipasi sebagai penggerak untuk generasi di masa
yang akan datang.

• Diagram menunjukkan Toyota fuel cell hybrid system.

Unit kontrol tenaga


Motor listrik
Kumpulan sel bahan bakar
Sistem penyimpanan hidrogen
Baterai cadangan
(6/6)

-5-
Klasifikasi Berdasarkan Metoda Penggerak

Kendaraan dapat diklasifikasikan berdasarkan posisi mesin


dan roda penggerak, dan jumlah roda-roda penggerak.

FF (Front-engine, Front-drive)
Karena kendaraan FF tidak memiliki poros propeller, maka
didapat interior yang luas, sehingga didapatlah kenyama-
nan yang sempurna.
FR (Front-engine, Rear-drive)
Karena kendaraan FR memiliki keseimbangan berat yang
baik, maka ia unggul dalam pengontrolan dan stabilitas.
MR (Midship-engine, Rear-drive)
Karena kendaraan MR memiliki keseimbangan berat yang
baik pada axle-axle depan dan belakang, maka ia unggul
dalam hal pengontrolan.
4WD (4-Wheels Drive)
Karena kendaraan 4WD bergerak dengan empat roda,
maka kendaraan dapat dioperasikan di bawah kondisi
buruk dengan cara yang stabil. Beratnya sama dengan
berat kendaraan tipe lain.

(1/1)

-6-
MESIN BENSIN

-7-
-8-
Garis Besar
Garis Besar

Pada mesin bensin, percampuran udara-bahan bakar di-


ledakkan di mesin, dan tenaga ini diubah menjadi gerakan
rotasi untuk menggerakkan kendaraan.
Untuk mengoperasikan mesin, berbagai macam sistem
disediakan sebagai tambahan bagi mesin itu sendiri.

1. Mesin

2. Sistem hisap

-1-
3. Sistem Bahan Bakar

4. Sistem Pelumasan

5. Sistem Pendingin

-2-
6. Sistem Buang

(1/1)

Pengoperasian

Untuk membangkitkan tenaga guna menggerakkan kendaraan,


mesin bensin mengulang ke empat langkah berikut:

• Langkah hisap
• Langkah kompresi
• Langkah pembakaran
• Langkah buang

Langkah-langkah tersebut menarik percampuran udara-bahan


bakar ke silinder-silinder dan memampatkan, mengapikan,
membakar, lalu membuangnya. Pengulangan keempat lang-
kah tersebut membuat mesin memperoleh tenaga. Mesin tipe
ini disebut mesin 4-langkah.

Katup hisap
Busi
Katup buang
Ruang pembakaran
Piston
Langkah hisap

Katup buang menutup dan katup hisap membuka. Langkah


ke bawah piston menyebabkan percampuran udara-bahan
bakar tertarik ke dalam silinder dari katup hisap yang terbuka.

-3-
Langkah kompresi

Piston menyelesaikan langkah ke bawahnya dan katup


hisap menutup. Percampuran udara-bahan bakar yang
tertarik ke dalam silinder menjadi sangat mampat dikare-
nakan langkah ke atas piston.

Langkah pembakaran

Saat piston hampir menyelesaikan langkah ke atasnya,


arus mengalir ke busi, sehingga menciptakan loncatan
bunga api. Hal ini kemudian diikuti oleh pembakaran
percampuran udara-bahan bakar yang telah dimampatkan
sehingga timbul ledakan. Ledakan ini mendorong piston
ke bawah, menyebabkan poros engkol berputar.

Langkah buang

Katup buang membuka saat piston hampir menyelesaikan


langkah ke bawahnya. Kemudian, gas buang yang
dihasilkan oleh pembakaran tersebut dibuang ke luar
dari silinder.

(1/2)

-4-
Mekanisme katup
Katup hisap dan katup buang membuka dan menutup sesuai
dengan perputaran poros-poros cam (camshaft).

Poros cam berputar sekali (untuk membuka dan menutup


katup sekali) dengan 2 perputaran poros engkol (2 gerakan
bolak-balik piston).

(2/2)

-5-
Mesin
Komposisi

Mesin adalah part yang paling penting yang membuat


kendaraan hidup. Oleh karena itu, setiap komponen
terbuat dari part-part presisi.

1. Kepala silinder

2. Blok silinder

-6-
3. Piston

4. Poros engkol

5. Flywheel

-7-
6. Mekanisme katup

7. Drive belt

8. Oil pan

(1/1)

-8-
Kepala Silinder dan Blok Silinder

Kepala silinder
Part-part yang membentuk ruang pembakaran dengan
piston berada di bagian yang dangkal di dasar kepala
silinder.

Blok silinder
Part-part yang membentuk struktur kerangka mesin.
Untuk mengoperasikan mesin dengan lembut, digunakan
beberapa silinder.

Kepala silinder
Gasket
Blok silinder

(1/1)

REFERENSI:

Pengaturan silinder
Pengaturan silinder berikut ini umum digunakan:

Tipe segaris
Ini adalah tipe yang paling umum, dimana silinder-silinder
diatur pada garis tunggal.
Tipe-V
Silinder-silinder diatur dalam bentuk V. Mesin lebih pendek
daripada tipe segaris dengan jumlah silinder yang
sama.
Tipe berlawanan secara horisontal
Silinder-silinder diatur dengan arah berlawanan secara
horisontal, dengan poros engkol berada ditengah.
Meskipun mesin menjadi lebih lebar, tetapi tinggi
keseluruhannya berkurang.
(1/1)

Jumlah silinder
Guna meniminimalkan getaran dari gerakan vertikal piston,
dan memberikan pengendaraan yang lembut, mesin
memiliki banyak silinder.

Pada umumnya, semakin besar jumlah silinder, maka


semakin halus mesin berputar, dan getaran menjadi
semakin kecil.
Mesin-mesin segaris biasanya dilengkapi dengan 4 atau 6
silinder dan mesin tipe V dengan 6 atau 8 silinder.

Mesin bensin 4-langkah:


Pada mesin 4-silinder, terjadi 4 ledakan setiap 2
perputaran poros engkol.
Pada mesin 8-silinder, terjadi 8 ledakan.
Agar mesin dapat bekerja dengan lembut, urutan ledakan
4 silinder segaris 1 - 2 - 4 - 3 dasar silinder ditentukan, tergantung pada jumlah
6 silinder segaris1 - 5 - 3 - 6 - 2 - 4 silinder.
6 silinder tipe V 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6
8 silinder tipe V 1 - 8 - 4 - 3 - 6 - 5 - 7 - 2

(1/1)
-9-
Piston, Poros Engkol, Flywheel
Piston
Piston bergerak secara vertikal di dalam silinder, sebagai
hasil dari tekanan yang dibangkitkan oleh pembakaran
percampuran udara-bahan bakar.
Poros Engkol
Poros engkol mengubah gerakan linear piston menjadi
gerakan berputar melalui batang persambungan (connecting
rod).
Flywheel
Flywheel terbuat dari piringan baja berat, dan mengubah
gerakan rotasi poros engkol menjadi kelembaman.
Sehingga dapat mengeluarkan tenaga putaran yang
stabil.
Piston
Pin piston
Batang persambungan (Connecting rod)
Poros engkol
Flywheel
(1/1)

Drive Belt

Drive belt mengirim tenaga putaran poros engkol ke


alternator, power steering pump, dan kompresor A/C
melalui puli-puli. Biasanya, kendaraan memiliki dua
atau tiga belt.
Drive belt harus diperiksa akan adanya keausan atau apakah
tegangannya tepat, dan ganti sesuai interval spesifikasi.

Puli poros engkol


Puli power steering pump
Puli alternator
Puli water pump
Puli kompresor A/C
V-Belt
Belt ini memiliki bagian menyilang berbentuk V untuk
memastikan efisiensi transmisi.
V-Ribbed Belt
Belt ini memiliki ruas-ruas berbentuk V pada permukaan
yang mengalami kontak dengan puli. Kelebihannya ada
pada ketipisannya dan kelenturan serta keausan minimal.
(1/1)

REFERENSI:
Sistem serpentine belt drive
Sistem serpentine drive menggunakan V-ribbed belt tunggal
untuk mengoperasikan alternator, water pump, power steering
pump atau kompresor A/C.
Dibandingkan dengan drive belt biasa, ia menawarkan
keistimewaan sbb.:
• Memperpendek panjang keseluruhan mesin.
• Mengurangi jumlah part.
• Mengurangi berat.
V-ribbed belt
Puli poros engkol
Idler pulley (Auto tensioner)
Puli power steering pump
Puli alternator
Puli water pump
Puli kompresor A/C
(1/1)
-10-
-10-
Oil Pan
Ini adalah wadah oli, yang terbuat dari baja atau aluminum.
Oil pan terdiri dari bagian cekungan yang dalam dan partisi
sehingga meskipun kendaraan sedang pada posisi menurun,
maka akan tersedia oli yang cukup di dasar oil pan.

Oil pan No. 1


Oil pan No. 2

Oil pan tanpa partisi


Oil pan dengan partisi

(1/1)

Mekanisme Katup

Mekanisme katup adalah sekelompok komponen yang


membuka dan menutup katup-katup hisap dan buang di
dalam kepala silinder pada waktu yang tepat.

Poros engkol
Timing sprocket
Timing chain
Intake camshaft
Katup hisap
Exhaust camshaft
Katup buang

* Diagram menunjukkan mekanisme katup sistem VVT-i.

(1/3)

-11-
REFERENSI:
Tipe mekanisme katup
Terdapat berbagai macam mekanisme katup, tergantung
pada posisi dan jumlah poros cam.

DOHC (Double Overhead Camshaft)


Tipe ini memiliki dua poros cam, dan setiap poros cam
menggerakkan katup-katup secara langsung, memastikan
pergerakan yang tepat dari katup-katup.
Compact DOHC
Tipe ini memiliki dua poros cam, salah satunya digerakkan
oleh satu set roda gigi. Konstruksi kepala silinder dibuat
lebih sederhana dan lebih kecil daripada DOHC biasa.

Timing Belt
Roda gigi gunting (Scissors gear)
Poros cam
(1/2)

OHC (Overhead Camshaft)


Tipe ini menggunakan poros cam tunggal untuk mengge-
rakkan katup-katup melalui rocker arm.

OHV (Overhead Valve)


Tipe ini memiliki sebuah poros cam di dalam blok silinder
dan membutuhkan batang pendorong (push rod) dan rocker
arm untuk membuka dan menutup katup-katup.

Timing belt
Poros cam
Push rod
Rocker arm

(2/2)

Timing chain
Rantai ini mengirimkan gerakan rotasi poros engkol
ke poros-poros cam.

Timing chain
Camshaft sprocket
Crankshaft sprocket

(2/3)

-12-
REFERENSI:

Timing belt
Sama seperti roda gigi, belt ini memiliki gigi-gigi untuk
bertautan dengan gigi-gigi puli-puli timing.
Untuk penggunaan pada kendaraan, belt ini terbuat dari
bahan karet.
Timing belt harus diperiksa akan adanya keausan atau apa-
kah tegangannya tepat, dan ganti sesuai interval spesifikasi.

Timing belt
Camshaft timing pulley
Crankshaft timing pulley

(1/1)

Sistem VVT - i (Variable Valve Timing-


intelligent)
Sistem VVT-i menggunakan komputer untuk mengatur
waktu pembukaan dan penutupan katup hisap secara
optimal sesuai dengan kondisi mesin.

Sistem ini menggunakan tekanan hidrolik untuk


membedakan waktu pembukaan dan penutupan
katup hisap sehingga didapatlah efisiensi hisap, momen,
output tenaga, bahan bakar yang ekonomis, dan gas
buang yang lebih bersih.

Sebagai tambahan bagi sistem VVT- i, ada juga sistem


VVTL- i (Variable Valve Timing and Lift-Intelligent) yang
menaikkan jumlah pengangkatan (langkah) katup dan
meningkatkan efisiensi hisap selama perputaran berke-
cepatan tinggi.
Pengontrol VVT-i Camshaft position sensor
Water temp. sensor Camshaft timing oil control valve
Crankshaft position sensor (3/3)

Sistem Hisap
Garis Besar

Sistem hisap menyediakan jumlah udara yang


diperlukan pada mesin.

Pembersih udara
Throttle body
Intake manifold

-13-
REFERENSI:

Turbo charger
Turbo charger adalah alat untuk memampatkan udara hisap
dengan menggunakan energi gas buang dan mengirimkan
percampuran dengan kepadatan tinggi ke dalam ruang pem-
bakaran untuk meningkatkan pembangkitan tenaga.

Saat roda-roda turbin berputar dengan energi dari gas


buang, roda kompresor yang terhubung dengan poros
pada posisi yang berlawanan, mengirimkan udara hisap
yang dimampatkan ke mesin.

Terdapat juga alat yang disebut "super charger",


yang menggerakkan kompresor melalui poros engkol
ke drive belt secara langsung, dan meningkatkan
Turbo charger Super charger
volume udara hisap.
Roda turbin Roda kompresor (1/1)

Pembersih Udara

Pembersih udara memiliki elemen pembersih udara


untuk membuang debu dan partikel-partikel lain dari
udara saat udara luar masuk ke dalam mesin.

Elemen pembersih udara harus dibersihkan atau


diganti secara berkala.

Elemen pembersih udara


Kotak pembersih udara

(1/1)

REFERENSI:

Tipe-tipe elemen pembersih udara


Tipe kertas
Tipe yang umum digunakan pada kendaraan.

Tipe kain
Tipe yang mengandung elemen yang dapat dicuci
yang terbuat dari kain.

Tipe oil bath


Tipe basah yang mengandung oil bath.

(1/1)

-14-
Tipe-tipe pembersih udara

1. Pre-air cleaner
Menggunakan gaya sentrifugal udara yang dibangkitkan
oleh gerakan rotasi sirip-sirip untuk memisahkan debu
dari udara.
Debu tersebut kemudian dikirim ke wadah debu (dust trap),
dan udara dikirim ke pembersih udara lain.

(1/3)

2. Pembersih udara tipe oil bath


Menyaring udara melalui elemen pembersih udara yang
terbuat dari kain wol metalik, yang direndam dengan oli
yang berada di dasar wadah pembersih udara.

(2/3)

3. Pembersih udara tipe cyclone


Membuang serpihan-serpihan halus, seperti pasir melalui
gaya sentrifugal air swirl yang diciptakan oleh sirip-sirip,
dan menyaring partikel-partikel debu kecil melalui elemen
pembersih udara yang terbuat dari kertas.

(3/3)

-15-
Throttle Body

Throttle valve menggunakan kabel untuk bekerja secara


serentak dengan pedal akselerator yang terletak di dalam
kendaraan, guna mengatur volume percampuran udara-
bahan bakar yang terhisap ke dalam silinder.
Saat pedal akselerator ditekan, throttle valve membuka
untuk menghisap udara dan bahan bakar dalam jumlah
besar, sehingga output mesin naik.
Tersedia juga ISCV (Idle Speed Control Valve), guna
mengatur volume udara selama idling atau ketika mesin
dalam keadaan dingin.

Pedal akselerator
Kabel throttle
Throttle valve
ISCV
(1/1)

REFERENSI:
ETCS-i (Electronic Throttle Control System-
intelligent)
ETCS-i, yang mengubah pengoperasian pedal akselerator
ke dalam sinyal listrik, menggunakan ECU (Electronic
Control Unit) untuk mengontrol pembukaan dan penutupan
throttle valve dengan menggerakkan sebuah motor sesuai
dengan kondisi pengendaraan.

Oleh karena itu, tidak ada kabel throttle untuk menghubung-


kan pedal akselerator dengan throttle valve.

Throttle control motor


Throttle valve
Sensor posisi pedal akselerator
Sensor posisi throttle
(1/1)

ISCV (Idle Speed Control Valve)

ISCV mengatur volume udara yang mengalir melalui


bypass yang disediakan di dalam throttle valve, untuk
secara konstan mengontrol idling speed pada tingkat
optimal.

ISCV
Throttle body
Throttle valve
Bypass

(1/1)

-16-
REFERENSI:

Tipe-tipe ISCV

Tipe step motor


Katup ini mengatur volume udara yang mengalir
melalui bypass.
Hal ini dilakukan oleh katup yang terletak di ujung
rotor, yang digerakkan bolak-balik oleh gerakan
rotor.

Katup tipe rotary solenoid


Katup ini mengatur volume udara hisap dengan cara
membedakan pembukaan katup. Hal ini dicapai dengan
cara mengatur durasi tegangan yang diberikan pada
ke 2 solenoid (koil).

Katup
Rotor
Koil
Magnet
Bimetal
(1/1)

Intake Manifold

Intake manifold terdiri dari beberapa pipa yang


menyuplai udara ke setiap silinder.

Intake manifold

(1/1)

REFERENSI:

ACIS (Acoustic Control Induction System)


ACIS menggunakan sebuah ECU (Electronic Control Unit)
untuk menggerakkan control valve yang mengubah panjang
efektif intake manifold.
Dengan cara mengubah panjang intake manifold, sistem
ini meningkatkan efisiensi hisap seluruh rentang kecepatan
mesin.

Katup membuka
Katup menutup

Control valve
Intake chamber

(1/1)

-17-
Sistem Bahan Bakar
Sistem Bahan Bakar

Sistem bahan bakar menyuplai bahan bakar ke mesin. Ia juga


memiliki fungsi untuk membuang sampah atau debu dan untuk
mengatur volume suplai bahan bakar.

Tangki bahan bakar


Wadah untuk menyimpan bahan bakar.
Pompa bahan bakar
Memompa bahan bakar dari tangki bahan bakar ke mesin.
Saringan bahan bakar
Mengandung elemen penyaring untuk membuang zat-zat
kontaminasi dari bahan bakar.
Pressure regulator
Mengatur tekanan bahan bakar pada tingkat optimal setiap
waktu, sehingga injeksi bahan bakar menjadi stabil.
Injector
Menginjeksikan bahan bakar ke dalam intake manifold untuk
masing-masing silinder.
Tutup tangki bahan bakar
Menutup tangki bahan bakar.Sebuah katup dipasang untuk
menjaga agar tekanan di dalam tangki tetap konstan.
(1/1)

Pompa Bahan Bakar

Memompa bahan bakar dari tangki bahan bakar ke mesin,


sehingga memungkinkan pipa bahan bakar menjaga tekanan
tertentu. Ada tipe in-tank yang terletak di dalam tangki, dan
tipe segaris (inline) yang terletak di tengah pipa bahan
bakar.
Terdapat cara-cara yang berbeda dimana pompa digerakkan;
sistem EFI (Electronic Fuel Injection) menggunakan pompa
yang digerakkan secara listrik oleh sebuah motor.

• Tipe listrik
Tipe in-tank (tipe turbin)
Tipe segaris (tipe rotor)

Motor
Pendorong pompa tipe turbin
(1/1)

Injektor Bahan Bakar

Sebagai respon atas sinyal dari ECU (Electronic


Control Unit), koil menarik plunger dan membuka katup
untuk menginjeksikan bahan bakar.

Injektor
Grommet
Nozzle
Ring-O
Katup
Koil
Plunger

(1/2)

-18-
Bahan bakar yang diinjeksikan dari injektor bahan bakar ber-
campur dengan udara, dan percampuran dikirim ke silinder.
Untuk mendapatkan rasio percampuran udara-bahan bakar
yang optimal, ECU (Electronic Control Unit) mengatur waktu
injeksi dan volume injeksi.
Volume injeksi diatur oleh lamanya injeksi.

Injektor
Intake port

(2/2)

REFERENSI:

D-4 (Injeksi Langsung 4-Langkah Mesin Bensin)


Pada D-4, bahan bakar tidak diinjeksikan ke dalam manifold
seperti pada tipe port injection, tetapi langsung diinjeksikan ke
dalam ruang pembakaran. Oleh karena itu, sistem ini mengatur
waktu dan volume injeksi bahan bakar dengan tepat.
Kepala piston telah dirancang dengan bentuk khusus untuk
memudahkan percampuran udara dan bahan bakar di dalam
ruang pembakaran.

Tipe D-4
Tipe port injection

Injektor
Piston
Bahan bakar
Intake port (1/1)

Saringan Bahan Bakar

Membuang zat-zat kontaminasi dari bahan bakar.


Untuk mencegah agar zat-zat tersebut tidak terpompakan ke
dalam injektor, kertas penyaring digunakan untuk membuang
kontaminasi.
Rakitan saringan bahan bakar harus diganti pada interval
berkala.

Saringan bahan bakar (tipe kotak tergabung)


Rakitan pompa bahan bakar

(1/1)

-19-
Pressure Regulator

Mengatur bahan bakar ke tekanan tertentu, sehingga suplai


bahan bakar akan selalu stabil.

Pressure regulator
Rakitan pompa bahan bakar

(1/1)

Sistem Pelumasan
Garis Besar
Sistem pelumasan menggunakan pompa oli untuk secara
terus-menerus menyuplai oli mesin ke seluruh bagian dalam
mesin. Sistem ini mengurangi gesekan diantara part-part
dengan film oli. Bila mesin tidak bekerja dengan oli, maka ia
akan bekerja dengan buruk, atau bahkan meleleh. Sebagai
tambahan pelumasan, oli mesin mendinginkan dan mem-
bersihkan mesin.

Oil pan
Wadah oli yang terletak di dasar mesin.

Oil strainer
Lubang logam yang terletak pada inlet oli untuk membuang
partikel-partikel debu besar.
Pompa oli
Memompa oli yang terkumpul di oil pan ke berbagai macam
area mesin.
Dip stick (Pengukur permukaan)
Pengukur ini digunakan untuk memeriksa permukaan oli dan
kontaminasi oli.
Switch tekanan oli

Mengirim sinyal listrik ke lampu peringatan.

Saringan oli
Menyaring debu-debu halus atau partikel-partikel logam
yang tidak dapat dibuang dengan oil strainer.
(1/1)

Pompa Oli

PompaTrochoid
Memiliki drive rotor dan driven rotor dengan poros-poros yang
berbeda. Gerakan rotasi rotor-rotor ini menyebabkan celah
diantara rotor berubah-ubah, sehingga menghasilkan gerakan
memompa.
Drive rotor digerakkan oleh poros engkol.
Relief valve tersedia di dalam pompa untuk mencegah agar
tekanan oli tidak melebihi nilai spesifikasi.

Drive rotor
Driven rotor
Relief valve

(1/1)

-20-
REFERENSI:

Pompa roda gigi:


Saat drive gear dipasangkan pada poros engkol berotasi,
ukuran celah antara drive gear berubah, dan oli yang terletak
diantara sisi gigi (tooth flank) dan bagian yang mirip bulan
sabit (crescent) dipompakan .

Drive gear
Driven gear
Crescent

(1/1)

Saringan Oli
Saringan oli membuang kontaminasi dari oli mesin, seperti
partikel-partikel logam, dan menjaga kebersihan oli
mesin.
Memiliki check valve untuk menyimpan oli di saringan saat
mesin mati. Oleh karena itu saringan akan selalu mengandung
oli saat mesin dihidupkan.
Ia juga memiliki relief valve untuk memungkinkan oli dikirim
ke mesin saat saringan terisi penuh.

Saringan oli adalah part yang memerlukan penggantian secara


berkala, dan harus diganti sebagai suatu rakitan pada jarak
tempuh yang telah ditentukan.
Check valve
Elemen
Kotak
Relief valve
(1/1)

Lampu Peringatan Tekanan Oli (Pengukur


Tekanan Oli)
Alat ini memperingatkan pengemudi apakah tekanan oli
yang dibangkitkan oleh pompa oli dan disuplai ke berbagai
macam area mesin dalam keadaan normal.

Switch (sensor) tekanan oli di saluran oli memonitor keadaan


tekanan oli, dan memperingatkan pengemudi pada meter
kombinasi bila tekanan oli tidak naik setelah kendaraan
dihidupkan.

Switch Tekanan Oli


Meter kombinasi
Lampu peringatan tekanan oli:Menunjukkan kondisi
abnormal (tekanan oli rendah) dengan cara
menyalakan lampu peringatan.
(1/1)

-21-
Sistem Pendinginan
Garis Besar
Sistem pendingin mengatur temperatur mesin ke tingkat
optimal(80 ~ 90°C pada temperatur cairan pendingin dengan
cara menyirkulasikan cairan pendingin ke seluruh
mesin.
Kipas pendingin mendinginkan cairan pendingin di radiator
dan water pump menyirkulasikan cairan pendingin ke seluruh
kepala silinder dan blok silinder.
Radiator
Tangki reservoir
Tutup radiator
Kipas pendingin
Water pump
Thermostat
(1/2)

Aliran cairan pendingin

Gaya water pump menyebabkan cairan pendingin bersirkulasi


melalui sirkuit cairan pendingin. Cairan pendingin menyerap
panas dari mesin dan membebaskannya ke udara melalui
radiator. Cairan pendingin yang telah didinginkan kemudian
kembali ke mesin.

(2/2)

Radiator

Radiator mendinginkan cairan pendingin yang telah mencapai


temperatur tinggi. Aliran pendingin di dalam radiator menjadi
dingin saat tube-tube dan sirip-sirip radiator terkena aliran
udara yang diciptakan oleh kipas pendingin, dan aliran udara
yang diciptakan oleh kendaraan yang bergerak.

PETUNJUK:
Tingkat kepekatan optimal LLC (Long Life Coolant) diperun-
tukkan untuk temperatur ambient tertentu di setiap wilayah.
Sebagai tambahan, LLC harus diganti secara berkala.

(1/4)

-22-
Tutup radiator
Tutup radiator memiliki pressure valve yang memberi
tekanan cairan pendingin.
Temperatur cairan pendingin dibawah tekanan naik sampai
di atas 100°C, yang menciptakan perbedaan yang lebih besar
antara temperatur cairan pendingin dan temperatur udara.
Hasilnya, efisiensi pendinginan meningkat.

Pressure valve membuka dan mengirim kembali cairan pen-


dingin ke tangki reservoir saat tekanan radiator dinaikkan.

Vacuum valve membuka untuk membuang cairan pendingin


dari tangki reservoir saat radiator dikurangi tekanannya.

Tekanan naik, selama penaikan tekanan


(temperatur tinggi)
Tekanan turun, selama pengurangan tekanan
Pressure valve Vacuum valve
(pendinginan)
(2/4)

Kipas pendingin
Kipas ini mengarahkan udara dengan jumlah besar ke
radiator guna meningkatkan efek pendinginan.

Sistem kipas pendingin listrik


Merasakan temperatur cairan pendingin, dan mengoperasikan
kipas hanya saat temperatur air tinggi.

Switch pengapian
Relay
Kipas pendingin
Switch temperatur air

(3/4)

Kipas pendingin dengan kopling fluida


Digerakkan dengan drive belt, dan merotasi kipas dengan
kopling fluida dari oli silikon. Menurunkan kecepatan rotasi
pada temperatur cairan pendingin rendah.

Sistem kipas pendingin hidrolik yang terkontrol


secara elektronik
Menggerakkan kipas dengan motor hidrolik.
ECU (Electronic Control Unit) mengatur hidrolik yang
mengalir ke dalam motor hidrolik.
Mengontrol kecepatan rotasi kipas agar selalu mengalirkan
udara dengan volume yang tepat ke radiator.

Kipas pendingin
Kopling fluida
Puli
Water pump
Motor hidrolik
Sensor temperatur air
Pompa hidrolik
(4/4)

-23-
Tangki Reservoir

Tangki reservoir dihubungkan ke radiator untuk menyimpan


cairan pendingin yang mengalir secara berlebihan dari radiator
dan untuk mencegah agar tidak mengalir ke luar.

Saat temperatur cairan pendingin di radiator naik, ia akan


menyebar dan mengalir ke dalam tangki reservoir. Saat
radiator dingin, ia menghisap masuk cairan pendingin
dari tangki reservoir.

Tangki reservoir
Slang tangki reservoir
Rediator

(1/1)

REFERENSI:

Sistem cairan pendingin tertutup penuh


Sistem cairan pendingin tertutup penuh memiliki tutup radiator
di atas tangki reservoir, dan bukan di atas radiator, sehingga
tekanan diberikan ke seluruh sirkuit cairan pendingin.

Pressure valve menyekat sirkuit cairan pendingin untuk men-


cegah hilangnya cairan pendingin dikarenakan penguapan,
dan untuk mencegah memburuknya cairan pendingin dikare-
nakan adanya kontak dengan air.

Tangki reservoir radiator


Water inlet
Radiator
Tutup radiator
(1/1)

-24-
Water Pump

Pompa ini menyuplai cairan pendingin ke dalam sirkuit


cairan pendingin.
Drive belt digunakan untuk mengirim gerak rotasi poros
engkol untuk menggerakkan water pump.

Water pump

(1/1)

Thermostat
Thermostat adalah part yang memanaskan mesin dengan
cepat dan mengatur temperatur cairan pendingin. Ia terletak
di saluran antara radiator dan mesin. Saat temperatur cairan
pendingin menjadi tinggi, katup ke radiator membuka untuk
mendinginkan mesin.

Terdapat dua tipe thermostat:


Tipe 'Dengan katup bypass' untuk tipe-tipe bypass dasar, dan
tipe 'Tanpa katup bypass' untuk tipe-tipe bypass segaris.

Dengan katup bypass


Tanpa katup bypass
Katup
Silinder
Katup bypass
Wax
Katup jiggle
(1/3)

-25-
Pengoperasian tipe bypass dasar
Thermostat terletak di sisi inlet water pump. Thermostat
memiliki katup bypass; saat temperatur cairan pendingin naik
dan thermostat membuka, maka bypass menutup.

Dibandingkan dengan tipe bypass segaris, tipe bypass dasar


memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Memiliki bypass yang besar guna memastikan distribusi
temperatur yang sama di dalam mesin selama sedang
dipanaskan.
2. Menutup penuh bypass selama pemanasan mesin atau
pada temperatur tinggi, sehingga efisiensi
pendinginan menjadi lebih baik.
3. Thermostat bereaksi untuk menstabilkan temperatur
cairan pendingin.

Thermostat
Bypass
Radiator
Water pump

(2/3)

-26-
Pengoperasian tipe by-pass segaris
Bypass tetap terbuka sepanjang waktu, dan saluran ke
radiator ditutup oleh thermostat selama pemanasan.
Oleh karena itu, cairan pendingin mengalir melalui
bypass.

Saat temperatur cairan pendingin naik, thrmostat membuka,


memungkinkan cairan pendingin untuk mengalir ke dalam
radiator. Pada saat ini, sejumlah kecil cairan pendingin
juga mengalir melalui bypass.

Thermostat
Bypass
Radiator
Water pump

(3/3)

Sistem Gas Buang


Garis Besar

Sistem gas buang membebaskan gas-gas buang yang di


produksi oleh mesin ke udara.

Ia memiliki fungsi-fungsi berikut:

• Meningkatkan efisiensi mesin dengan cara memperbaiki


performa pembuangan gas-gas buang dari mesin.

• Membersihkan gas-gas buang dengan cara membuang


elemen-elemen yang berbahaya.
• Mengurangi bunyi ledakan yang dikeluarkan oleh
gas buang.

Manifold buang
TWC (Three-Way Catalytic Converter)
Pipa gas buang
Muffler
(1/1)

-27-
Catalytic Converter

Catalytic converter terletak di tengah sistem gas buang


untuk membuang elemen-elemen berbahaya dari gas buang.

Element-elemen berbahaya di dalam gas buang termasuk:


CO (carbon monoxide), HC (hydrocarbons), dan
NOx (nitric oxides).

Terdapat dua tipe catalytic converter :


1. OC (Oxidation Catalyst) yang membersihkan CO dan
HC di dalam gas buang oleh katalisasi dengan
platina dan palladium.

2. TWC (Three-Way Catalytic) yang membersihkan CO,


HC, dan NOx di dalam gas buang oleh katalisasi
dengan platina dan rhodium.

Catalytic converter tipe monolitik

Rangka luar
Jaring kawat
Katalisator monolitik
(1/1)

Muffler

Karena gas buang dikeluarkan oleh mesin saat temperatur


dan tekanan tinggi, maka gas-gas tersebut membuat suara
ledakan bila dibuang secara langsung ke udara.

Oleh karena itu, muffler disediakan untuk menyaring suara


dengan cara mengurangi tekanan dan temperatur gas
buang.

(1/1)

-28-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai pernyataan berikut Benar atau Salah:
Jawaban yang
No. Pertanyaan Benar atau Salah
Benar

Pada kendaraan bermesin bensin, poros cam berputar sekali untuk


1 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
setiap dua putaran poros engkol.
Volume injeksi bahan bakar mesin EFI berbeda-beda tergantung pada
2 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
durasi injeksi injektor.
Saringan oli memiliki check valve. Hal ini mencegah agar aliran oli
3 n Benarn
j
k
l
m j Salah
k
l
m
mesin tidak berhenti, dikarenakan tersumbantnya saringan.
Water pump digerakkan oleh gerakan rotasi poros engkol melalui
4 n Benarn
j
k
l
m j Salah
k
l
m
drive belt.

5 Throttle valve beroperasi secara bersamaan dengan pedal akselerator


untuk mengatur volume bahan bakar yang dihisap ke dalam silinder. n j Benarn
k
l
m j Salah
k
l
m

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar mengenai sistem gas buang?

j
k
l
m
n 1. Catalytic converter mengembalikan gas buang ke dalam intake manifold guna membakar kembali
gas-gas yang berbahaya yang terkandung di dalam gas buang.

j
k
l
m
n 2. Exhaust manifold dengan cepat menurunkan temperatur gas buang agar catalytic converter
berfungsi dengan efisien.

j
k
l
m
n 3. Muffler membebaskan gas-gas yang dikeluarkan oleh mesin secara langsung ke udara.

j
k
l
m
n 4. Katalisator three-way membersihkan CO (carbon monoxide), HC (hydro carbon gas), dan NOx (oxides
of nitrogen) yang ditemukan pada gas buang.

Pertanyaan-3
Pernyataan manakah yang benar mengenai thermostat?

j
k
l
m
n 1. Thermostat yang digunakan pada sistem bypass dasar adalah tipe tanpa katup bypass.

j
k
l
m
n 2. Fungsi thermostat adalah untuk memanaskan mesin setelah dihidupkan dan untuk mengatur
temperatur cairan pendingin.

j
k
l
m
n 3. Thermostat menaikkan titik didih cairan pendingin dan memberikan tekanan pada cairan pendingin.

j
k
l
m
n 4. Thermostat mengatur temperatur cairan pendingin dengan cara membeda-bedakan kepekatannya.

-29-
Pertanyaan-4
Diagram di bawah ini menunjukkan ke empat langkah pada mesin bensin 4-langkah.
P4-1. Dari kelompok kata A, pilih kata-kata yang sesuai dnegan nomor-nomor yang diberi tanda kurung '( )'.
P4-2. Dari kelompok kata B, pilih kalimat-kalimat yang dengan tepat menggambarkan masing-masing langkah.

(1) ( ) Langkah (2) ( ) Langkah (3) ( ) Langkah (4) ( ) Langkah

A a) Kompresi b) Buang c) Hisap d) Pembakaran


e) Katup buang menutup dan katup hisap membuka. Langkah ke bawah piston menyebabkan percampuran udara-bahan
bakar untuk terhisap ke dalam silinder melalui katup hisap yang terbuka.
f) Kedua katup hisap dan buang menutup. Percampuran udara-bahan bakar yang termampatkan terbakar dan meledak,
daya ledakan ini mendorong piston ke bawah.
B g) Kedua katup hisap dan buang menutup. Percampuran udara-bahan bakar yang terhisap ke dalam silinder dimampatkan
oleh langkah ke atas piston.
h) Katup hisap menutup dan katup buang membuka. Gas-gas buang yang dihasilkan oleh pembakaran dibuang ke luar
dari silinder.

-30-
MESIN DIESEL

-31-
-32-
Mesin Diesel
Mesin Diesel

Mesin diesel menggunakan bahan bakar diesel. Ia mem-


bangkitkan tenaga yang tinggi pada kecepatan rendah dan
memiliki konstruksi yang solid. Efisiensi bahan bakarnya
lebih baik daripada mesin bensin.

(1/2)

Perbedaan antara mesin diesel dan mesin bensin

Selain perbedaan pada tipe bahan bakar yang diguna-


kan, mesin bensin dan mesin diesel menggunakan
mekanisme yang berbeda.
Ruang pembakaran
Mesin diesel tidak dilengkapi dengan sistem pengapian
yang mengandung busi. Akan tetapi, panas yang dibang-
kitkan selama kompresi menyebabkan bahan bakar
terbakar dengan sendirinya. Oleh karena itu, rasio kompresi
sangat teratur.
Sistem pemanasan awal (preheating)
Untuk memudahkan start mesin, mesin diesel memiliki
sistem pemanasan awal yang menggunakan glow plug,
dll. untuk memanaskan udara hisap.
Sistem bahan bakar
Mesin diesel memiliki pompa injeksi dan nozzle-nozzle
injeksi untuk menginjeksikan bahan bakar ke dalam
ruang pembakaran pada tekanan tinggi.
(2/2)

Kerja Mesin
Pengoperasian

Untuk membangkitkan tenaga penggerak untuk kendaraan,


mesin 4-langkah biasa mengulang ke empat langkah
seperti yang terlihat pada diagram.

Tidak seperti mesin bensin, mesin diesel tidak memiliki


sistem pengapian.
Namun demikian, bahan bakar bertekanan tinggi diinjek-
sikan ke dalam udara bertemperatur dan bertekanan tinggi
agar bahan bakar dapat terbakar dengan sendirinya.

Katup hisap
Katup buang
Nozzle injeksi
Ruang pembakaran
Piston
Connecting rod
Poros engkol (Crankshaft)

• Diagram menunjukkan mesin tipe swirl chamber.


(1/5)

-1-
Langkah hisap
Katup buang menutup dan katup hisap membuka.
Langkah ke bawah piston hanya menghisap udara
ke dalam silinder melalui katup hisap yang membuka.

(2/5)

Langkah kompresi
Saat piston menyelesaikan langkah ke bawahnya,
katup hisap menutup. Dengan langkah ke atas
piston, udara yang terhisap ke dalam silinder
menjadi sangat mampat dan mencapai temperatur
tinggi.

Nilai kompresi mesin diesel


= 15 ~ 23 (sekitar 2 ~ 3 kali nilai kompresi mesin
bensin)
Temperatur ruang pembakaran
= 500 ~ 800oC (900 ~ 1,500oF)

(3/5)

Langkah pembakaran
Saat piston hampir menyelesaikan langkah ke atasnya,
nozzle injeksi menginjeksikan bahan bakar bertekanan
tinggi ke udara yang telah mencapai tekanan dan
temperatur tinggi.
Temperatur tinggi udara menyebabkan bahan bakar
terbakar dengan sendirinya, sehingga menimbulkan pem-
bakaran dan ledakan. Daya pembakaran ini mendorong
piston ke bawah, menyebabkan poros engkol berputar.

(4/5)

-2-
Langkah buang
Katup buang membuka saat piston menyelesaikan
langkah ke bawahnya.
Kemudian, langkah ke atas piston selanjutnya
menyebabkan gas-gas buang hasil pembakaran
dibuang ke luar dari silinder.

(5/5)

Ruang Pembakaran
Ruang pembakaran terdiri dari sebuah ruang yang
tercipta diantara piston, blok silinder, dan kepala
silinder.
Tipe Swirl Chamber:
Pada umumnya memiliki ruang spherical swirl di
bagian atas ruang pembakaran utama. Swirl chamber
terhubung ke ruang pembakaran utama dengan
transfer passage. Selama kompresi, udara mengalir ke
dalam swirl chamber guna menciptakan swirl yang kuat.
Nozzle injeksi menginjeksikan bahan bakar ke dalam
swirl chamber.
Tipe Injeksi Langsung:
Memiliki sebuah ruang pembakaran utama yang
terbentuk diantara kepala silinder dan piston, dan
bahan bakar diinjeksikan langsung dari nozzle
injeksi ke dalam ruang pembakaran.
Ruang pembakaran (Utama)
Glow plug
Nozzle injeksi
Swirl chamber
Transfer passage
(1/1)

Kontrol Output Diesel


Mesin diesel bergantung pada pengapian sendiri panas
udara hisap yang dimampatkan guna menghasilkan
pembakaran, yang memerlukan udara dalam jumlah besar.
Oleh karena itu, ia tidak memiliki throttle valve.
Mesin bensin mengontrol output tenaganya dengan meng-
gunakan throttle valve yang mengatur volume percampuran
udara-bahan bakar yang dihisap ke dalam mesin.
Sebaliknya, mesin diesel mengontrol output tenaganya
dengan cara mengatur volume injeksi bahan bakar. Hal
ini dikarenakan ia tidak memiliki throttle valve dan volume
udara hisapnya konstan.
Sebagai contoh, intensitas api berubah saat seseorang
menggerakkan knob pengatur kompor gas.
Hal ini dikarenakan volume gas berubah.
Hal serupa terjadi saat pengemudi menginjak pedal akse-
Mesin bensin (memiliki throttle valve) lerator kendaraan bermesin diesel, volume bahan bakar
Mesin diesel (tidak memiliki throttle valve) yang diinjeksikan ke dalam silinder naik, yang meningkat-
Volume injeksi bahan bakar kecil kan output tenaga mesin.
Volume injeksi bahan bakar besar
(1/1)

-3-
Sistem Bahan Bakar
Uraian

Sistem bahan bakar mesin diesel menginjeksikan bahan


bakar bertekanan tinggi ke dalam ruang pembakaran
dimana udara telah dimampatkan ke tekanan tinggi.
Hal ini membutuhkan perlengkapan khusus yang tidak
digunakan pada mesin bensin.

Tangki bahan bakar


Menyimpan bahan bakar.
Saringan bahan bakar dengan sedimenter
Menyaring debu dan air dari bahan bakar.
Pompa injeksi
Memberikan tekanan dan memompa bahan bakar.
Nozzle injeksi
Menginjeksikan bahan bakar.
(1/1)

REFERENSI :
Aliran bahan bakar

(1/1)

Saringan Bahan Bakar


Alat ini menyaring debu dan air dari bahan bakar untuk
melindungi pompa injeksi dan nozzle injeksi yang me-
ngandung part-part presisi. Debu dan air harus dibuang
dari bahan bakar untuk mencegah agar pompa injeksi
tidak tersita atau berkarat karena pompa injeksi dilumasi
dengan bahan bakar diesel.

Priming pump
Ini adalah pompa manual yang digunakan untuk menguras
udara dari persambungan bahan bakar setelah kendaraan
kehabisan bahan bahar, atau membuang air yang telah
terkumpul di dalam sedimenter.
Saringan
Bagian ini menyaring kontaminasi dari bahan bakar.
Sedimenter
Bagian ini memisahkan air dari bahan bakar.
(1/1)

-4-
Pompa Injeksi
Terdapat dua tipe pompa injeksi yang digunakan
pada mesin diesel:
Pompa injeksi mekanikal mengontrol volume dan
waktu injeksi bahan bakar secara mekanik.
Pompa injeksi elektronik menggunakan ECU
(Electronic Control Unit) pada sistem EFI-D
(Electronic Fuel Injection Diesel).
Pompa injeksi mekanikal
Pompa injeksi elektronik

Pompa injeksi
Nozzle injeksi
Timing belt
ECU
Sensor-sensor
(1/4)

Pompa injeksi memberikan tekanan pada bahan bakar


dan memompanya ke nozzle-nozzle injeksi.
Volume injeksi bahan bakar dan waktu injeksi
bahan bakar dikontrol secara mekanis sesuai
dengan jumlah usaha yang diberikan pada
pedal akselerator dan putaran mesin.

(2/4)

REFERENSI :

Tipe-tipe pompa injeksi


Terdapat dua tipe pompa injeksi: pompa injeksi tipe
distributor yang memiliki pump plunger tunggal, dengan
bahan bakar bertekanan tinggi, dan pompa injeksi tipe
segaris yang memiliki banyak pump plunger sama
seperti silinder-silinder pada mesin.

Pompa injeksi tipe distribution


Juga dikenal sebagai "VE* pump", pompa yang kecil
dan ringan ini digunakan pada mesin-mesin kendaraan
penumpang dan truk kecil.
*VE: Singkatan berbahasa Jerman "Verteiler
Einspritz".
Pompa injeksi tipe segaris
Pompa injeksi tipe segaris memiliki konstruksi yang
rumit dikarenakan memiliki pump plunger yang banyak.
Terutama digunakan pada mesin-mesin truk.

Bahan bakar
Tekanan rendah
Pump plunger
Tekanan tinggi
-5- Nozzle
Diesel EFI
Terdapat dua tipe sistem diesel EFI:
Diesel EFI tipe konvensional
Diesel EFI tipe common-rail

1. Diesel EFI tipe konvensional


Sistem ini menggunakan sensor-sensor untuk mende-
teksi pembukaan akselerator dan putaran mesin, dan
ECU untuk menentukan volume dan waktu injeksi bahan
bakar. Mekanisme pengaturan yang digunakan untuk me-
mompa, distribusi, dan proses injeksi didasarkan pada
sistem diesel tipe mekanikal.

ECU (Electronic Control Unit)


Sensor-sensor
Tangki bahan bakar
Saringan bahan bakar
Pompa injeksi
Nozzle injeksi
(3/4)

Diesel EFI
2. Diesel EFI tipe common-rail
Bahan bakar yang telah di beri tekanan oleh supply
pump disimpan di dalam common- rail sebelum di-
distribusikan ke injektor-injektor. ECU (Electronic
Control Unit) dan EDU (Electronic Driving Unit)
mengontrol volume dan waktu injeksi bahan bakar ke
tingkat yang optimal dengan cara mengoperasikan dan
menutup injektor-injektor sesuai dengan sinyal-sinyal
dari sensor-sensor. Proses ini serupa seperti pada
sistem EFI yang digunakan pada mesin bensin.
Supply pump
Common-rail
Sensor tekanan bahan bakar
Pressure limiter
Injector
Sensor-sensor
ECU
EDU
Tangki bahan bakar
Saringan bahan bakar
Check valve
(4/4)

Injection Nozzle

Part ini menerima bahan bakar bertekanan tinggi dari


pompa injeksi dan menginjeksikan ke dalam ruang
pembakaran.
Saat tekanan bahan bakar dipompakan oleh pompa
injeksi menjadi lebih besar daripada beban tertentu pressure
spring, gayanya mendorong jarum nozzle ke atas.
Hal ini menyebabkan pressure spring menjadi mampat
dan menyebabkan bahan bakar diinjeksikan ke dalam
ruang pembakaran.
Tekanan injeksi dapat disetel dengan cara membedakan
ketebalan adjusting shim, yang secara efektif mengubah
beban tertentu pegas.

Pressure spring
Jarum nozzle
Bodi nozzle
Adjusting shim

(1/1)

-6-
Sistem pemanasan awal (Preheating System)
Sistem pemanasan awal (Preheating System)

Panas yang dimampatkan yang cukup tidak dicapai


selama start dingin atau pengoperasian temperatur rendah.
Sistem pemanasan awal memanaskan udara hisap untuk
meningkatkan kemampuan pengapian bahan bakar. Sistem
ini menggunakan arus baterai untuk memanaskan udara hisap.

Terdapat dua tipe sistem pemanasan awal:


Tipe glow plug:
Panaskan ruang pembakaran
Tipe pemanas hisap:
Panaskan udara hisap.

Glow plug
Heat coil

(1/1)

-7-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai pernyataan berikut Benar atau Salah:
Jawaban Yang
No. Pertanyaan Benar atau Salah
Benar

Rasio kompresi mesin diesel yang digunakan pada kendaraan


1 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
berada diantara rentang 9 ~ 12.
Pada mesin diesel, bahan bakar yang diberi tekanan tinggi diinjeksikan
ke udara bertekanan dan bertemperatur tinggi yang telah dimampatkan
2 j Benarm
k
l
m j Salah
k
l
oleh piston. Panas udara bertemperatur tinggi menyebabkan bahan
bakar untuk terbakar dengan sendirinya.
Mesin diesel tipe swirl-chamber mengandung sistem pemanasan awal
3 karena tidak mungkin untuk mendapatkan panas mampat yang tepat m n Benarn
j
k
l j Salah
k
l
m
selama start dingin atau pengoperasian temperatur dingin.
Saringan bahan bakar mesin diesel memiliki fungsi untuk membakar
4 n Benarn
j
k
l
m j Salah
k
l
m
udara yang terkandung di dalam bahan bakar.
Ke empat langkah mesin diesel 4-langkah adalah sama dengan ke
5 n Benarn
j
k
l
m j Salah
k
l
m
empat langkah mesin bensin.

Pertanyaan-2

Pernyataan manakah yang benar mengenai sistem injeksi bahan bakar tipe common-rail?

j
k
l
m
n 1. Sistem ini secara mekanik mengontrol waktu injeksi bahan bakar sesuai dengan sudut pembukaan
akselerator dan putaran mesin.

j
k
l
m
n 2. Common-rail menyimpan bahan bakar yang telah dihangatkan oleh supply pump. Saat bahan bakar
mencapai nilai temperatur yang telah ditentukan, injektor membuka untuk menginjeksikan bahan bakar.

j
k
l
m
n 3. Common-rail menyimpan bahan bakar yang telah diberi tekanan oleh supply pump. ECU (Electronic
Control Unit) menentukan volume dan waktu injeksi dengan cara mengontrol waktu pembukaan dan
penutupan injektor-injektor.

j
k
l
m
n 4. Common-rail mencampur bahan bakar dengan udara dan ECU mengontrol volume injeksi bahan bakar
sesuai dengan sudut pembukaan akselerator dan putaran mesin.

Pertanyaan-3

Pernyataan manakah yang benar mengenai Diesel EFI konvensional?

j
k
l
m
n 1. Sistem ini menggunakan sensor-sensor untuk mendeteksi sudut pembukaan akselerator dan putaran
mesin, dan secara mekanik menentukan volume dan waktu injeksi bahan bakar.

j
k
l
m
n 2. Sistem ini menggunakan sensor-sensor untuk mendeteksi sudut pembukaan akselerator dan putaran
mesin, dan sebuah komputer untuk menentukan volume dan waktu injeksi bahan bakar.

j
k
l
m
n 3. Sistem ini secara mekanik mendeteksi sudut pembukaan akselerator dan putaran mesin, dan menggu-
nakan sebuah komputer untuk menentukan volume dan waktu injeksi bahan bakar.

j
k
l
m
n 4. Sistem ini menggunakan sensor-sensor untuk mendeteksi sudut pembukaan akselerator dan putaran
mesin, dan menggunakan sebuah komputer untuk mengontrol temperatur udara hisap.

-8-
Pertanyaan-4
Gambar berikut menunjukkan mesin diesel tipe swirl-chamber. Pilih kata-kata yang sesuai dengan nomor-nomor
dari kelompok kata.

a) Glow plug b) Ruang pembakaran c) Swirl chamber d) Injection nozzle e) Injektor start dingin

-9-
-10-
DRIVE TRAIN

-11-
-12-
Garis Besar
Garis Besar

Drive train mengirimkan tenaga mesin ke roda-roda.

Drive train diklasifikasikan sebagai berikut:

• FF (Front engine Front - wheel drive vehicle)


• FR (Front engine Rear - wheel drive vehicle)
• Transmisi manual
• Transmisi otomatik

PETUNJUK:
Sebagai tambahan bagi kendaraan FF dan FR, terdapat 4WD
(4-Wheel Drive) dan MR (Midship engine Rear-wheel drive).

FF
Mesin Transaxle Transmisi
FR
Poros penggerak Poros propeller Diferensial
(1/2)
Poros axle Axle Ban & roda

Power Transmission

FF (Front-engine Front-wheel drive vehicle) dengan


MT

1.Mesin

2.Kopling

-1-
3.Transaxle manual

4.Poros penggerak

5.Axle

-2-
6.Ban & roda

FF (Front-engine Front-wheel drive vehicle) dengan


AT
1.Mesin

2.Torque converter

-3-
3.Transaxle otomatik

4.Poros penggerak

5.Axle

-4-
6.Ban & roda

FR (Front-engine Rear-wheel drive vehicle) dengan


MT
1.Mesin

2.Kopling

-5-
3. Transmisi manual

4.Poros propeller

5.Differential

-6-
6.Axle belakang

7.Ban & roda

FR (Front-engine Rear-wheel drive vehicle) dengan


AT
1.Mesin

-7-
2.Torque converter

3.Transmisi otomatik

4.Poros propeller

-8-
5.Differential

6.Axle

7.Ban & roda

-9-
(2/2)
Kopling
Konstruksi Kopling

Kopling kendaraan bertransmisi manual memungkinkan


tenaga mesin digunakan atau dilepaskan dengan
pengoperasian pedal kopling

Pedal kopling
Batang pendorong (Push rod)
Silinder master
Slang hidrolik
Silinder pembebas
Garpu pembebas
Penutup kopling

(1/1)

REFERENSI:

Part-part Kopling
Karet penutup
Garpu pembebas
Klip
Bantalan pembebas
Penutup kopling
Piringan kopling
Fly wheel
Pegas diapragma
Pressure plate

(1/1)

Alur Pengoperasian Konstruksi

Alur pengoperasian kopling


Kopling terdiri dari bagian yang bekerja secara mekanik
untuk mengirimkan tenaga, dan bagian yang memanfaat-
kan hidrolik untuk mengirim tenaga.

Pengoperasian secara mekanik


Pengoperasian hidrolik

Pedal kopling
Batang pendorong (Push rod)
Silinder master
Slang hidrolik
Silinder pembebas
Garpu pembebas
Bantalan pembebas
Pegas diapragma
Pressure plate
Piringan kopling
(1/1)

-10-
Transaxle
Transaxle

Transaxle, dimana transmisi dan diferensial tergabung,


digunakan pada kendaraan berpenggerak roda depan &
kendaraan bermesin sedang.

Transmisi
Differential

Poros input
Poros output

(1/1)

Transaxle Manual
Transaxle Manual

Transaxle manual menggunakan dan melepaskan tenaga,


mengubah kombinasi roda gigi yang bertautan. Akibatnya,
ia dapat mengubah kekuatan tenaga, kecepatan rotasi,
dan arah rotasi.

Mesin
Kopling
Poros input
Lengan-lengan hub
Tuas pemindah
Poros output
Differential
Poros penggerak
Ban-ban
(1/1)

REFERENSI:
Pengoperasian transaxle manual

Netral

Poros input
Poros output
Differential

Panah biru: pengiriman tenaga


Panah merah: arah rotasi

Lebar panah menggambarkan ukuran torsi.


Semakin lebar panah, maka semakin besar
torsi.

-11-
Roda gigi 1

Roda gigi 3

Mundur

(1/1)

-12-
SMT (Sequential Manual Transmission)
SMT mengoperasikan throttle valve, kopling, dan kerja
pemindahan selama pergantian roda gigi melalui
ECU (Electronic Control Unit).

Fitur-fitur:
• Tidak ada pedal kopling.
• Pergantian roda gigi menjadi efektif dengan menekan switch.

Tuas Pemindah(Switch)
Sensor
ECU (Electronic Control Unit)
Pompa hidrolik
Actuator
Mesin
Kopling
Transmisi
(1/1)

Transaxle Otomatik
Transaxle Otomatik
Transaxle otomatik terdiri dari sebuah torque converter,
planetary gear unit, dan sistem kontrol hidrolik.

Ia menggunakan tekanan hidrolik untuk secara otomatis


memindahkan roda gigi sesuai dengan kecepatan kendaraan,
pembukaan akselerator, dan posisi tuas pemindah.
Oleh karena itu tidaklah perlu untuk memindahkan roda gigi
seperti pada transaxle manual; ia bahkan tidak dilengkapi
dengan kopling.
Ia juga menggunakan komputer untuk mengatur pemindahan
sesuai dengan kondisi pengendaraan yang terdeteksi oleh
sensor-sensor. Sistem ini disebut ECT (Electronically
Controlled Transmission).
Torque Converter
Pompa Oli
Planetary Gear Unit
Vehicle speed sensor
Counter gear speed sensor
Input turbine speed sensor
Sensor-sensor
Mesin & ECT ECU (Electronic Control Unit)
Katup solenoid
Hydraulic Control Unit
Tuas Pemindah (1/1)

REFERENSI:
Transaxle otomatik terkontrol penuh secara hidrolik
Konstruksi transaxle otomatik terkontrol penuh secara
hidrolik ini pada dasarnya sama dengan
ECT (Electronically Controlled Transmission).
Namun, transaxle ini secara mekanik mengontrol
pemindahan kecepatan kendaraan secara hidrolik dari
governor valve dan mendeteksi pembukaan akselerator
dari jumlah pergerakan throttle cable.

Torque Converter Pompa oli


Planetary Gear Unit Governor valve
Pedal akselerator Mesin
Throttle cable Hydraulic Control Unit
Tuas pemindah
(1/1)

-13-
Torque Converter
Torque converter kendaraan transaxle otomatik mengirim
tenaga mesin ke transaxle dengan memanfaatkan daya
dorong fluida. Prinsipnya dapat disamakan seperti sepasang
kipas yang saling berhadapan. Satu kipas meniup udara
untuk memutar kipas lain.
Rotasi pendorong pompa memberikan gaya sentrifugal
pada fluida, yang mengirimkan tenaga ke
turbine runner.
PETUNJUK:
Terdapat juga tipe torque converter yang memiliki mekanisme
penguncian untuk secara mekanik mengirim tenaga tanpa
menggunakan fluida. Hal ini dicapai melalui pengoperasian
kopling-kopling yang mengganti jalur power transmission
dan dengan secara langsung memasangkan turbine
runner dengan penutup depan.
Pendorong pompa (dari mesin)
Turbine runner (ke transaxle)
Stator
Penutup depan
Kopling pengunci
(1/1)

Pompa Oli

Pompa oli digerakkan oleh torque converter untuk


menyuplai tekanan hidrolik yang dibutuhkan untuk
pengoperasia transmisi otomatik.

Bodi depan
Driven gear
Drive gear

(1/1)

Planetary Gear Unit

Unit ini memindahkan roda-roda gigi di transmisi otomatik.


Ia menggunakan tekanan hidrolik untuk menahan salah
satu dari ketiga tipe roda gigi (pinion gear, sun gear, atau
ring gear) stationary guna menciptakan kondisi berikut
seperti yang diinginkan: deselerasi, direct coupling, dan
rotasi balik.

Intermediate shaft
Planetary carrier
Sun gear depan
Sun gear belakang
Ring gear
Pinion gear (pendek)
Pinion gear (pendek)
(1/1)

-14-
REFERENSI:
Cara kerja pemindahan dijelaskan oleh sebuah model
yang terdiri dari satu set planetary gear.

Deselerasi

Power input: ring gear


Power output: planetary carrier
Stationary: sun gear

Saat sun gear ditahan dengan seimbang, hanya


pinion gear yang berputar. Oleh karena itu, poros
output berkurang kecepatannya sejalan dengan
poros input hanya dengan perputaran pinion gear.

(1/1)

Direct Coupling

Power input: sun gear, ring gear


Power output: planetary carrier

Ring gear berputar dengan planetary carrier yang terkunci,


poros input dan output berputar pada nilai yang sama.

(1/1)

Perputaran Balik

Power input: sun gear


Power output: ring gear
Stationary: Planetary carrier

Saat planetary carrier berada pada posisinya dan sun


gear berputar, ring gear berputar pada poros-porosnya
dan arah perputaran berbalik.

PETUNJUK:
Referensi menggunakan sebuah model untuk
menjelaskan cara kerja dengan menggunakan poros
input dan output yang berbeda. Pada kendaraan aktual,
konstruksinya lebih rumit agar planetary gear unit dapat
memindahkan roda-roda gigi dengan tepat, seperti terlihat
pada diagram di sebelah kiri.
(1/1)

-15-
Hydraulic Control Unit
Komponen-komponen ini mengontrol tekanan hidrolik
(garis) yang mengoperasikan planetary gear unit.
Katup-katup yang mewakili
Primary regulating valve
Mengatur tekanan hidrolik dari pompa oli untuk men-
ciptakan tekanan garis.
Shift valve
Memindah roda-roda gigi.
Manual valve
Mengganti alur tekanan garis sesuai dengan
gerakan tuas pemindah.
Solenoid valve
Mengganti alur hidrolik untuk memindah roda-roda gigi dengan
menerima sinyal-sinyal dari ECU (Electronic Control Unit).
Pompa oli
Engine & ECT ECU (Electronic Control Unit)
Tuas pemindah
(1/1)

Engine & ECT ECU (Electronic Control Unit)


Komputer ini menerima sinyal-sinyal listrik dari sensor-
sensor mengirimkannya ke solenoid valve di hydraulic
control unit, dan mengontrol pemindahan roda-roda
gigi.
Sensor-sensor
Mendeteksi kecepatan kendaraan dan pembukaan
akselerator diantara yang lain, dan mengirimkan sinyal-
sinyal listrik ke ECU.
Sensor-sensor yang mewakili
Switch start netral
Mendeteksi posisi tuas pemindah.
Throttle position sensor
Mendeteksi pembukaan throttle.
Speed sensor
Mendeteksi kecepatan kendaraan.
Input shaft speed sensor
Mendeteksi kecepatan poros input.
Mesin
Transaxle otomatik
Solenoid valve
Tuas pemindah
(1/1)
Differential
Differential
Differential memiliki fungsi-fungsi berikut:
Fungsi deselerasi
Mengurangi gerakan rotasi yang telah
diubah oleh transmisi guna meningkatkan
torsi.
Fungsi differential
Fungsi ini menyetel differential yang berotasi diantara
roda-roda kanan dan kiri saat kendaraan membelok.
Tanpa fungsi differential, ban-ban akan tergelincir dan
kendaraan tidak akan dapat dibelokkan dengan
lembut.
Fungsi penggantian arah gaya penggerak
(pada kendaraan FR)
Fungsi ini mengubah gaya rotasi dari transmisi
di sudut kanan dan mengirimkannya ke roda-roda
penggerak.
(1/1)

-16-
Pengoperasian

Roda-roda gigi differential terdiri dari side gear dan


pinion gear. Roda-roda gigi ini secara otomatis mengatur
perbedaan rotasi antara roda-roda kanan dan kiri saat
kendaraan membelok.

FF (Front-engine front-wheel drive vehicle)


FR (Front-engine rear-wheel drive vehicle)

Poros propeller
Drive gear / Drive pinion
Ring gear
Pinion gear
Side gear
Poros penggerak

(1/1)

LSD (Limited Slip Differential)


Kendaraan tidak akan dapat bergerak saat salah satu
roda bergerak bebas di lumpur, dll, dikarenakan fungsi
differential. LSD mengendalikan fungsi differential
guna menerapkan tenaga pada kedua roda.

(1/1)

REFERENSI:
Viscous coupling type
Tipe ini menggunakan oli silikon dengan kepekatan
tinggi diantara plat-plat piringan untuk mengirimkan torsi.
Saat gerakan differential dibangkitkan di differential,
sebuah differential limiting torque dibangkitkan di
viscous coupling.

(1/3)

-17-
Tipe torque sensing
Tipe ini menggunakan gaya gesek yang diciptakan
diantara tooth flank pada worm gear dan thrust
washer untuk mengendalikan rotasi gerak bebas
roda dan mengirimkan gaya rotasi ke roda-roda
lain.

(2/3)

Tipe preload
Tipe ini menggunakan pegas untuk mendorong material
gesekan diantara side gear dan kotak differential, dan
menggunakan hasil gesekan untuk membangkitkan
differential limiting force.

(3/3)

Poros Propeller
Poros Propeller (Untuk Kendaraan FR)

Poros propeller mengirimkan tenaga dari transmisi


ke differential pada kendaraan FR (Front-engine,
Rear-wheel drive). Universal joint digunakan pada
area-area dimana poros bergabung guna mengirimkan
tenaga dengan lembut meskipun sudut poros
penggerak berubah dikarenakan gerakan vertikal
differential.

Poros propeller tersedia dalam dua atau tiga persambungan.


Flexible coupling dapat digunakan pada persambungan.

Tipe 3-persambungan
Tipe 2-persambungan

Universal Joint
Bantalan Pusat
Sleeve Yoke
Flexible Coupling

(1/1)

-18-
Universal Joint

Persambungan ini dengan lembut mengirimkan tenaga


ke sudut penggabungan (joining angle) poros propeller.

Yoke
Spider Bearings
Spider

(1/1)

Poros Penggerak
Poros Penggerak

Poros penggerak mengirimkan rotasi mesin ke roda-roda


melalui transmisi dan differential.
Poros-poros tersebut digunakan pada kendaraan dengan
roda-roda penggerak yang ditopang oleh sistem suspensi
independen.

PETUNJUK:
Poros axle digunakan pada kendaraan dengan suspensi
tipe rigid.

Differential
Poros-Poros Penggerak
Poros-Poros Axle
Rumah Axle
(1/1)

REFERENSI:

Tipe persambungan poros penggerak

Rzeppa (Birfield) Joint


Menggunakan beberapa bola baja dan unggul dalam
performa kecepatan yang konstan.

Tripod Joint
Menggunakan tiga sliding roller dan kemampuan performa
kecepatan konstan berada sedikit di bawah Rzeppa joint. Ia
memiliki konstruksi sederhana dan dapat didorong secara axia.

Cross Groove Joint


Menggunakan beberapa bola baja dan unggul dalam getaran,
kebisingan, dan performa kecepatan konstan.

Bola-bola baja
Sliding rollers
(1/1)

-19-
Axle
Axle

Axle dan poros axle menopang roda dan


poros penggerak.

A. Tipe bantalan gulung runcing (tapered roller bearing)


Axle
Tapered roller bearing
B. Tipe bantalan bola persegi (Angular ball bearing)
C. Tipe suspensi rigid tipe rumah

A. Tipe bantalan gulung runcing (Tapered roller bearing)


Axle
Tapered roller bearing

B. Tipe bantalan bola persegi (Angular ball bearing)


Poros axle (poros penggerak)
Axle-axle
Bantalan bola persegi (Angular ball bearing)

-20-
C. Tipe suspensi rigid tipe rumah
Rumah axle
Poros axle
Bantalan
Wheel hub

Tipe terapung penuh (Full-floating)


Tipe terapung 3/4 (3/4 floating)
Tipe semi terapung (Semi-floating)

(1/1)

-21-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai setiap pernyataan berikut Benar atau Salah:
Jawaban Yang
No. Pertanyaa Benar atau Salah
Benar

Kopling kendaraan bertransmisi manual mengirim atau menghentikan


1 Benar Salah
tenaga mesin saat pedal akselerator dioperasikan.

Transmisi otomatik menggunakan tekanan hidrolik untuk secara otomatis


2 memindah roda-roda gigi sesuai dengan kecepatan kendaraan, Benar Salah
akselerator, sudut pembukaan, dan posisi tuas pemindah.
Limited slip differential mengirim tenaga ke kedua roda dengan cara
3 Benar Salah
mengendalikan kecepatan kendaraan.

Fungsi differential mengatur perbedaan putaran antara roda-roda


4 Benar Salah
kanan dan kiri selama membelok.

5 Poros penggerak digunakan di kendaraan dengan suspensi rigid axle. Benar Salah

Pertanyaan-2

Pernyataan manakah yang benar mengenai torque converter?

1. Pada torque converter, turbine runner berputar untuk mengalirkan fluida, guna mengirim tenaga ke
pump impeller.
2. Pada torque converter, pump impeller berputar untuk mengalirkan fluida, guna mengirim tenaga
ke turbine runner.
3. Sama seperti pada kopling, torque converter menghentikan tenaga.
4. Torque converter menggunakan komputer untuk mengoperasikan akselerator dan kopling selama perpindahan gigi.

Pertanyaan-3
Pernyataan manakah yang benar mengenai urutan power transmission kendaraan FF (Front-engine, Front-
drive) bertransmisi manual?

1. Mesin Kopling Transmisi manual Differential Poros propeller Axle Roda-roda

2. Mesin Kopling Transmisi manual Poros propeller Differential Axle Roda-roda

3. Mesin Kopling Transmisi manual Drive shaft Roda-roda

4. Mesin Kopling Transmisi manual Drive shafts Roda-roda

-22-
Pertanyaan-4
Pilih kata-kata yang sesuai dengan nomor-nomor diagram berikut dari kelompok kata di bawah ini.

a) Silinder pembebas b) Master cylinder c) Penutup kopling d) Pedal kopling e) Slang hidrolik

-23-
-24-
Casis

-25-
-26-
Chassis
Chassis
Chassis
Bersama-sama dengan eksterior, interior, dan mesin,
chassis membentuk sebuah kendaraan. Ia mengatur
fungsi pengendaraan, membelok, dan berhenti.

1. Suspensi
Secara fisik menopang axle-axle untuk memastikan
pengendaraan yang lebih baik.

Suspensi depan
Suspensi belakang

2. Kemudi
Mengubah arah perjalanan kendaraan.

-1-
3. Rem
Mengurangi atau menghentikan laju kendaraan.

Rem-rem kaki
Rem parkir

4. Ban & Roda Piringan


Menopang kendaraan melalui kontak dengan permukaan
jalan.

(1/1)

Suspensi
Suspensi

Sistem suspensi menggabungkan roda-roda ke bodi atau


rangka untuk secara fisik menopang kendaraan.

• Meningkatkan pengendaraan dengan meredam benturan


yang diterima ban dari permukaan jalan.
• Memastikan stabilitas pengendaraan.

Suspensi depan
Suspensi belakang

-2-
Pegas

Peredam Kejut

Stabilizer bar

-3-
Ball joint

(1/2)

Tipe-tipe pegas
Fungsi pegas adalah untuk menyerap benturan dari per-
mukaan jalan dan mengurangi getaran yang dikirim
ke bodi.

Coil spring
Coil spring baik dalam meredam benturan meskipun memiliki
berat yang ringan, dan memberikan pengendaraan yang
sempurna. Umumnya digunakan pada kendaraan penumpang.

-4-
Pegas daun (Leaf spring)
Berperan sebagai lengan untuk menopang axle, selain ber-
fungsi sebagai pegas. Ia baik dalam hal keandalan, namun
membuat pengendaraan tidak nyaman karena konstruksinya
yang berat dan kokoh. Umumnya digunakan pada truk.

Torsion bar spring


Tipe pegas yang memanfaatkan elastisitas batang baja
terhadap torsi. Digunakan pada truk dikarenakan konstruk-
sinya yang sederhana dan pengendaraan yang baik.

(2/2)

-5-
Peredam Kejut

Peredam kejut menahan pergerakan pegas dengan


tahanan oli yang mengalir melalui jalur-jalur piston. Ia juga
menyerap getaran bodi kendaraan, dan memberikan
pengendaraan yang baik.

Piston
Katup
Mulut
Pegas
Peredam kejut

(1/1)

REFERENSI:

Tipe-tipe peredam kejut

Peredam kejut diklasifikasikan berdasarkan pengoperasian,


konstruksi, dan berdasarkan media kerjanya.

-6-
Klasifikasi berdasarkan pengoperasian
Peredam kejut single-action
Tipe ini meredam getaran pegas saat peredam kejut me-
manjang, tapi tidak mampu meredam saat peredam kejut
memendek.
Peredam kejut multi-action
Tipe ini meredam getaran pegas saat peredam kejut
memanjang dan memendek.

Mulut
Katup
Fluida

Klasifikasi berdasarkan konstruksi


Peredam kejut satu tabung
Tipe dengan hanya satu silinder (tanpa reservoir)
Peredam kejut tabung ganda
Tipe dengan silinder yang terdiri dari ruang kerja (silinder
dalam) dan ruang reservoir (silinder luar).

Ruang reservoir
Ruang kerja
Udara
Fluida
Katup

Klasifikasi berdasarkan media kerja


Peredam kejut hidrolik
Tipe yang menggunakan fluida (fluida peredam kejut)
sebagai media untuk mengoperasikan peredam kejut.
Peredam kejut berisi gas
Gas nitrogen dimasukkan ke dalam peredam kejut.
Hal ini memberikan tekanan pada fluida dan mencegah
timbulnya rongga, dan gas yang mencair di fluida memisah
dan terbentuklah gelembung-gelembung.

Katup
Gas bertekanan rendah
Fluida
Piston bebas
Gas bertekanan tinggi

(1/1)

-7-
TEMS (Toyota Electronic Modulated Suspension)
Sistem TEMS menggunakan ECU (Electronic Control Unit)
untuk mengubah kekuatan pengoperasian (daya redam)
peredam kejut sesuai dengan kondisi pengendaraan.

Saat TEMS bekerja, ia memastikan pengendaraan yang


baik atau stabilitas pengendaraan, tergantung pada kondisi
pengendaraan. ECU mengontrol daya redam peredam kejut
agar kendaraan tetap rata.

ECU
Switch kontrol peredam
Sensor
Aktuator kontrol peredam
Peredam kejut

Starting-off
Daya redam yang kuat untuk menstabilkan postur
kendaraan.
Pengendaraan normal
Daya redam lemah untuk kenyamanan pengendaraan.
Membelok
Daya redam kuat untuk menstabilkan kendaraan.
Pengendaraan kecepatan tinggi
Daya redam menengah memberikan kenyamanan dan
stabilitas pengendaraan.
Pengereman
Daya redam kuat untuk menstabilkan kendaraan.
(1/1)

Ball Joint

Ball joint menahan beban vertikal dan horisontal, dan juga


berperan sebagai poros untuk steering knuckle saat roda
kemudi diputar.

Stud
Karet penutup
Dudukan
Rumah
Bantalan Karet (Rubber Cushion)

(1/1)

Stabilizer Bar
Saat kendaraan membelok di tikungan, ia menjadi miring ke
luar dikarenakan gaya sentrifugal. Stabilizer bar mengontrol-
nya dengan menggunakan tenaga pegas yang terpuntir, dan
agar ban-ban tetap di tanah. Ia juga bekerja saat ban-ban
pada satu sisi berada pada permukaan yang berbeda.

Saat kendaraan miring dan ban-ban tenggelam ke satu sisi,


Stabilizer bar terpuntir dan mengoperasikan pegas, yang
mengangkat ban-ban/bodi pada sisi yang tenggelam.

Bila ban-ban pada kedua sisi tenggelam secara merata,


stabilizer bar tidak bekerja sebagai pegas karena ia tidak
terpuntir.
Stabilizer bar
(1/1)

-8-
Tipe Suspensi

Terdapat dua tipe suspensi, tergantung pada bagaimana


mereka menopang roda-roda.

Suspensi rigid axle

Suspensi Independen

(1/3)

-9-
Suspensi rigid axle
Kedua roda digabungkan dengan axle tunggal, yang
didudukkan pada bodi melalui pegas-pegas.
Karena kedua roda dan axle bergerak secara vertikal
bersama-sama, maka pergerakan roda-roda saling
mempengaruhi. Suspensi tipe ini memiliki konstruksi
yang sederhana dan kokoh.

Tipe torsion beam


Terdiri dari trailing arm kanan dan kiri yang terhubung dengan
crossbeam. Serupa dengan suspensi tipe persambungan,
pegas-pegas hanya menopang gaya vertikal. Memiliki kons-
truksi yang sederhana dan memberikan pengendaraan yang
baik. Suspensi tipe ini digunakan pada suspensi belakang
kendaraan FF dengan berat ringan.

Peredam kejut
Coil spring
Cross beam
Trailing arm
Stabilizer bar

Tipe 4-link
Control arm atas dan bawah dipasang membujur pada
bodi kendaraan pada setiap ujung axle, dan lengan yang satu
lagi dipasang secara melintang dari satu ujung axle ke bodi.
Lengan-lengan ini menopang gaya melintang dan membujur
yang bekerja pada axle, memungkinkan pegas-pegas untuk
menopang gaya vertikal saja. Konstruksi suspensi tipe ini
sedikit rumit, meskipun memberikan pengendaraan yang
lebih baik daripada pegas daun. Ia digunakan pada suspensi
belakang kendaraan 1-ruang, SUV (Sports Utility Vehicle),
FR dan 4WD.

Coil spring
Lateral control rod
Upper control arm
Shock absorber
Lower control arm

-10-
Tipe pegas daun
Setiap ujung axle yang menggabungkan kedua roda dipasang
pada pegas daun. Pegas daun yang paralel satu sama lain,
didudukkan secara membujur pada bodi kendaraan. Gaya
yang bekerja pada axle dikirim ke bodi melalui pegas-pegas.
Tipe ini umumnya digunakan pada suspensi belakang kenda-
raan van dan truk dikarenakan konstruksinya yang sederhana
dan kokoh.

Rumah axle belakang


Peredam kejut
Pegas daun

(2/3)

Suspensi independen
Setiap roda ditopang oleh lengan independen, yang dipasang
pada bodi kendaraan melalui pegas. Suspensi tipe ini dapat
dengan efisien menyerap kekasaran jalan, dan memberikan
pengendaraan yang sempurna, karena setiap rodanya
bergerak ke atas dan ke bawah secara independen dari
roda-roda lainnya.

Tipe Macpherson strut


Suspensi tipe ini tidak memiliki lengan atas, sehingga kons-
truksinya lebih sederhana daripada tipe double wishbone.

Tipe ini dapat diservis dengan lebih mudah karena


memiliki komponen yang lebih sedikit.
Umumnya digunakan pada suspensi depan kendaraan FF .

Stabilizer
Lower arm
Coil spring
Peredam kejut

-11-
Tipe double wishbone
Terdiri dari upper dan lower arm yang menopang roda dan
knuckle yang menghubungkan lengan-lengan. Lengan-lengan
menerima gaya longitudinal dan latitudinal, memungkinkan
pegas untuk menopang beban vertikal saja.

Meskipun konstruksinya rumit dikarenakan melibatkan


banyak part, ia sangat kaku guna menopang roda-roda.

Karena layout suspensi ini dapat dirancang dengan bebas,


ia menawarkan kenyamanan dan stabilitas pengendaraan.
Umumnya digunakan pada kendaraan FR.

Upper arm
Peredam kejut
Coil spring
Lower arm
Stabilizer

Tipe semi-trailing arm


Lengan suspensi belakang dipasang pada sudut yang telah
ditentukan pada member suspensi belakang guna menahan
gaya lateral yang lebih besar. Rancangan ini menawarkan
efek yang sama seakan-akan lengan dibuat lebih kaku.
Digunakan pada suspensi belakang pada beberapa
kendaraan FR.

Peredam kejut
Stabilizer
Coil spring
Member suspensi belakang
Lengan suspensi belakang

(3/3)

REFERENSI:
Suspensi Udara
Menggunakan pegas-pegas udara yang memanfaatkan
elastisitas udara dan bukan pegas logam. Menyerap getaran
ringan dan memberikan pengendaraan yang baik, karena
menggunakan elastisitas udara yang dimampatkan.
Saat komputer mengubah tekanan dan volume udara sesuai
kondisi pengendaraan, kelembutan pegas dan panjangnya
(dan berat kendaraan) dapat diubah.

Pegas udara
Sub air chamber
Main air chamber
Rolling diaphragm
Compressor

PETUNJUK:
Terdapat tipe suspensi lain yang disebut "AHC"
(Active Height Control), yang menggunakan tekanan hidrolik
untuk menyesuaikan dengan berat kendaraan.
(1/1)

-12-
Wheel Alignment

Kendaraan harus memiliki performa garis lurus yang tepat


untuk pengendaraan yang stabil, dan performa membelok
mengelilingi tikungan.
Oleh karena itu, roda-roda kendaraan dipasang pada sudut
tertentu pada tanah dan suspensi khusus untuk setiap tujuan.
Hal ini disebut wheel alignment.

PETUNJUK:
Kedua roda depan dan belakang kendaraan disejajarkan,
dengan pengecualian pada suspensi rigid axle belakang
kendaraan FR.

Camber
Ini adalah sudut kecondongan roda seperti terlihat dari
depan kendaraan.

Ia mempengaruhi daya cengkram ban, yang mempengaruhi


performa membelok kendaraan.

a : Sudut camber

Sudut ini terbentuk oleh garis tengah roda dan garis yang
memanjang secara tegak lurus dari tanah.

Kecondongan poros kemudi (Kingpin)


Ini adalah kecondongan kingpin axle, yang meredam
benturan dari ban.

b: Sudut kingpin
Ini adalah kecondongan kingpin axle.

L: Kingpin offset
Ini adalah jarak yang diukur sepanjang permukaan jalan
dan titik dimana garis yang diperpanjang dari kingpin axle
bersinggungan dengan permukaan jalan.

PETUNJUK:
Sudut kingpin adalah garis yang menghubungkan upper
ball joint dan lower ball joint, dan garis tengah rotasi
roda depan saat roda kemudi diputar.

Upper ball joint


Lower ball joint

-13-
Caster
Saat dilihat dari samping kendaraan, kingpin axle
dimiringkan ke belakang.

c : Sudut caster
Ini adalah sudut antara kingpin axle dan tali pengukur tegak
lurus. Sudut ini menciptakan gaya untuk mengembalikan
roda-roda ke posisi garis lurus, sehingga memungkinkan
kendaraan berada pada jalur lurus.

L : Caster trail
Ini adalah jarak antara pusat kontak tanah ban dengan titik
kontak tanah yang memanjang dari kingpin axle.
Kemampuan kendaraan untuk bergerak pada garis lurus
meningkat sesuai dengan jarak caster trail.

Radius membelok
Ini adalah sudut membelok roda depan atau belakang saat
roda kemudi diputar.
Bagian dalam dan luar roda-roda depan membelok pada
sudut yang berbeda, sehingga mereka dapat berputar
mengelilingi pusat yang sama, untuk memastikan performa
membelok kendaraan.

o:Sudut membelok roda luar


i :Sudut membelok roda dalam
O: Sudut membelok

Toe angle (Toe-in dan Toe-out)


Saat kendaran dilihat dari atas, kedua roda depan dan
belakang pada umumnya mengarah ke dalam. Kondisi
ini disebut "toe-in", dan membantu kendaraan untuk berada
pada jalur lurus. Disebut "toe-out", saat roda-roda depan
mengarah keluar.

Toe in
Toe out

(1/1)

-14-
Kemudi
Kemudi
Pada sistem kemudi, roda-roda depan kendaraan dikendalikan
dengan memutar roda kemudi. Terdapat dua tipe kemudi;
tipe rack-and-pinion dan tipe recirculating ball.

Tipe rack-and-pinion
Mengubah gerak rotasi roda kemudi menjadi gerak ke kanan
atau ke kiri steering rack. Konstruksinya sederhana dan
ringan. Kemudi menjadi kokoh, dan respon roda kemudi
sangat cepat.

Roda kemudi
Steering main shaft & column tube
Roda gigi kemudi
Rumah steering rack
Pinion
Rack (1/1)

REFERENSI:
Tipe recirculating-ball
Terdapat banyak bola diantara worm shaft dan mur
pada sector shaft.

Roda kemudi
Steering main shaft & column tube
Roda gigi kemudi
Persambungan kemudi
Bola-bola baja
Mur bola
Sector shaft
Worm shaft

(1/1)

Roda Kemudi

Roda kemudi adalah part yang mengubah arah roda depan


sesuai dengan keinginan pengemudi.

Item-item perawatan meliputi pemeriksaan gerak bebas


roda kemudi.

Roda kemudi
Steering Main Shaft
Column Tube

(1/1)

-15-
REFERENSI:
Berbagai macam fungsi sistem kemudi

Tilt steering
Memungkinkan pengemudi menyesuaikan sudut vertikal
roda kemudi sesuai dengan postur dan keinginan pengemudi.

Telescopic steering
Memungkinkan pengemudi menggerakkan roda kemudi
secara longitudinal sesuai dengan postur dan keinginan
pengemudi.

-16-
-16-
Mekanisme penyerap benturan
Bila benturan yang kuat diberikan pada roda kemudi saat
terjadi tabrakan, main shaft dan column tube menyerap
energi benturan melalui kompresi dan perubahan bentuk.

Kondisi normal
Setelah tabrakan

(1/1)

Mekanisme penguncian kemudi


Ini adalah fitur anti kecurian yang melumpuhkan roda
kemudi dengan cara mengunci main shaft ke column tube
saat kunci pengapian ditarik.

Kondisi bebas
Kondisi terkunci

Kunci pengapian
Pengunci
Steering main shaft

(1/1)

-17-
Power Steering

Alat untuk tenaga kemudi dipasang pada mekanisme


kemudi untuk mengurangi jumlah usaha kemudi yang
dikeluarkan oleh pengemudi.
Terdapat dua tipe alat untuk tenaga kemudi: tipe hidrolik
dan tipe motor listrik.

Power steering hidrolik


Sistem power steering menggunakan tenaga mesin untuk
menggerakkan vane pump yang membangkitkan tekanan
hidrolik. Saat roda kemudi diputar, sirkuit oli diubah pada
control valve.
Saat tekanan oli diberikan pada power piston di power
cylinder, maka tenaga yang dibutuhkan untuk mengope-
rasikan roda kemudi dikurangi. Pemeriksaan kebocoran
fluida power steering perlu dilakukan secara berkala.

Tangki reservoir
Vane pump
Control valve
Power cylinder
Power piston
Roda kemudi
Mesin

(1/1)

REFERENSI:

EHPS (Electric Hydraulic Power Steering)


Pada umumnya, sistem power steering menggunakan tenaga
mesin untuk menggerakkan vane pump yang membangkitkan
tekanan hidrolik. Akan tetapi EHPS menggunakan motor,
dan mengurangi tenaga yang diperlukan untuk
mengoperasikan roda kemudi.

EMPS (Electric Motor-assist Power Steering)


EMPS membantu pengoperasian kemudi secara langsung
dengan tenaga gerak motor DC, dan bukan tekanan
hidrolik.

Tangki reservoir
Vane pump dengan motor
EMPS ECU (Electronic Control Unit)
Motor DC
(1/1)

-18-
Rem
Rem

Rem mengurangi dan menghentikan laju kendaraan, atau men-


cegah agar kendaraan yang sedang diparkir tidak bergerak.

Rem kaki

Rem parkir

(1/1)

-19-
Rem-rem Kaki

Rem-rem kaki digunakan untuk mengontrol kecepatan


kendaraan dan menghentikan kendaraan.
Pada umumnya, rem-rem parkir digunakan pada roda-
roda depan, dan rem-rem piringan atau rem-rem tromol
digunakan pada roda-roda belakang.

Pedal rem
Booster rem
Master cylinder
Proportioning valve (P valve)
Rem piringan
Rem tromol

(1/7)

Saat pedal rem ditekan, terciptalah tekanan hidrolik,


dan bekerja sebagai berikut.
• Rem-rem piringan:
Menghentikan rotasi roda-roda dikarenakan gesekan
yang muncul saat pad rem piringan mendorong rotor
rem piringan.
• Rem-rem tromol:
Sepatu rem memanjang. Hal ini menghentikan rotasi
roda dikarenakan gesekan yang diakibatkan oleh ter-
dorongnya pelapis sepatu rem terhadap tromol rem.
Pedal rem
Booster rem
Master cylinder
Disc brake caliper
Pad rem piringan
Rotor rem piringan
Tromol rem
Pelapis sepatu rem
Sepatu rem
(2/7)

Pedal rem
Part-part yang dikontrol oleh daya kaki pengemudi.
Daya ini berubah menjadi tekanan hidrolik, yang
bekerja pada sistem rem.
Kekuatan daya pengereman ditentukan oleh banyaknya
penekanan pedal yang dilakukan oleh pengemudi.
Adalah perlu untuk memeriksa gerak bebas pedal rem,
tinggi, dan jarak cadangan pedal sebagai bagian dari
pemeliharaan.
Booster rem
Alat untuk meningkatkan daya yang bekerja pada master
cylinder sesuai dengan banyaknya usaha yang diberikan
oleh pengemudi.
Kevakuman dari engine intake digunakan sebagai sumber
peningkatan tenaga.
Master cylinder
Part-part untuk mengubah tekanan pedal pengemudi
Reservoir menjadi tekanan hidrolik.
Terdiri dari reservoir yang menyimpan fluida rem dan
Silinder
sebuah silinder yang membangkitkan tekanan hidrolik.
Ke rem-rem depan Master cylinder mengubah tekanan pedal pengemudi
Ke rem-rem belakang menjadi tekanan hidrolik. Kemudian tekanan hidrolik
diberikan pada disc brake caliper rem-rem depan dan
belakang, dan ke silinder-silinder roda rem-rem tromol.
Penggantian fluida rem termasuk di dalam item-item
perawatan.
(3/7)

-20-
Medorong pad rem piringan terhadap rotasi rotor rem
piringan dengan roda-roda, dan meciptakan gesekan.
Mengontrol rotasi roda-roda dengan gesekan.
Caliper rem piringan
Piston-piston mendorong pad rem piringan terhadap
rotor rem piringan dengan menggunakan tekanan
hidrolik dari master cylinder.
Sebelum pengoperasian
Selama pengoperasian
Caliper rem piringan
Pad rem piringan
Rotor rem piringan
Piston
Fluida
(4/7)

REFERENSI:
Tipe-tipe caliper rem piringan
Tipe fixed caliper
Tipe fixed caliper memiliki sepasang piston untuk
mendorong rotor rem piringan ke kedua sisi.
Tipe floating caliper
Pada tipe floating caliper, piston hanya terpasang pada
satu sisi caliper. Piston-piston membangkitkan tekanan
hidrolik. Bila pad rem piringan didorong, caliper bergeser
ke arah yang berlawanan dari piston, dan mendorong
rotor rem piringan dari kedua sisi. Akibatnya, ia menghen-
tikan rotasi roda. Terdapat beberapa jenis floating caliper,
tergantung pada metode pemasangan caliper pada
torque plate.

Tipe FS (tipe dua pin)


Pin Baut Caliper Torque plate Tipe AD (tipe satu pin, satu baut)
Tipe PD (Tipe dua baut)
(1/1)

Pad rem piringan


Ini adalah material gesekan yang didorong terhadap
rotor rem piringan.
Item-item perawatan termasuk pemeriksaan ketebalan
pad rem.

Anti-squeal shim
Mencegah timbulnya suara yang tidak biasa saat pad rem
bergetar ketika dilakukan pengereman.

Pad rem piringan


Anti-squeal shim

(5/7)

-21-
Rotor rem piringan
Ini adalah piringan logam yang berotasi bersama-sama
dengan roda. Terdapat tipe solid yang terbuat dari rotor
piringan tunggal, dan tipe berventilasi yang memiliki
lubang di dalamnya.
Terdapat pula rotor rem piringan tipe rem tromol
parkir.

Tipe solid
Tipe berventilasi
Dengan tipe tromol

(6/7)

Tromol rem berotasi bersama-sama dengan roda.


Sepatu rem menekan tromol dari dalam. Gesekan
ini mengontrol rotasi roda.

Adalah perlu untuk memeriksa tromol rem dan pelapis


sepatu rem.

PETUNJUK:
Sepatu rem menekan tromol yang berotasi dari dalam
untuk mendapatkan tenaga pengereman. Ketika ditekan
ke arah yang sama saat tromol berotasi, sepatu-sepatu
rem tersebut membuat jalan menjadi arah rotasi dengan
cara bergesekan dengan tromol. Akibatnya, tenaga
gesekan naik, yang disebut sebagai aksi pembangkitan
sendiri.

Silinder roda
Terdapat piston, tempat dimana tutup karet dipasang, di dalam silinder. Piston ini mengirimkan tekanan hidrolik ke
sepatu rem dari master cylinder, dan menekan pelapis sepatu rem.
Sepatu rem
Pelapis sepatu rem adalah material gesekan yang menekan tromol rem yang berotasi, yang diletakkan di permukaan sepatu
rem. Sepatu utama (leading) membangkitkan aksi pembangkitan sendiri arah, dimana kendaraan bergerak. Dan sepatu trailing
dipasang di sisi yang berlawanan dari sepatu utama (leading).
Pelapis sepatu rem
Pelapis sepatu rem adalah material gesekan yang menekan tromol rem yang berotasi, yang diletakkan di permukaan sepatu
rem. Sepatu utama (leading) membangkitkan aksi pembangkitan sendiri arah, dimana kendaraan bergerak. Dan sepatu trailing
dipasang di sisi yang berlawanan dari sepatu utama (leading).
Tromol rem
Tromol-tromol untuk berotasi dengan roda-roda.
Piston
Part-part yang mendapatkan tekanan hidrolik dari master cylinder dan menekan sepatu rem ke dalam tromol rem.
Piston cup
Piston cup adalah part karet yang menjaga perapat oli diantara silinder roda dan piston.

(7/7)

-22-
REFERENSI:

Tipe-tipe rem tromol


Rem tromol memiliki tipe yang berbeda-beda,
tergantung pada kombinasi sepatu leading dan trailing.
Gunakan dengan tepat, sesuaikan dengan tujuan dan
keistimewaan yang dimiliki oleh sepatu leading dan trailing.

Tipe leading-dan-trailing
Tipe two-leading
Tipe uni-servo
Tipe duo-servo

Fixed wheel cylinder


Fixed anchor
Adjusting cylinder

Panah merah:
arah rotasi roda
Panah merah muda:
arah pergerakan piston

Diagram di sebelah kiri menunjukkan warna sepatu


rem.
Sepatu leading: jingga
Sepatu trailing: biru

(1/1)

Katup Proportioning

Katup ini terletak diantara master cylinder dan rem-rem


belakang. Ia mendistribusikan tekanan hidrolik dengan
tepat ke roda-roda depan dan belakang guna memberikan
daya pengereman yang stabil.
Kenaikan tekanan hidrolik yang diberikan pada rem-rem
belakang (yang mudah sekali mengunci selama deselerasi)
diset lebih rendah daripada rem-rem depan.

Booster rem
Master cylinder rem
Katup proportioning
Rem depan kiri
Rem belakang kiri
(1/1)

-23-
REFERENSI:
P & BV, LSPV dan LSPV & BV
P & BV (Katup Proportioning dan Bypass)
P & BV mengandung katup bypass untuk mencegah
agar fluida rem tidak mengalir melalui katup P saat
terjadi malafungsi pada rem depan.
LSPV (Katup Load Sensing Proportioning)
Katup ini merasakan adanya beban dan menaikkan
tekanan hidrolik pada rem-rem belakang bila beban
berat.
LSPV & BV (Katup Load Sensing Proportioning
dan Katup Bypass)
LSPV & BV adalah gabungan dari LSPV dan
BV.
Katup P (Proportioning)
Katup B (Bypass)
Dari depan master cylinder
Ke silinder roda depan
Dari master cylinder belakang
Ke silinder roda belakang
Load sensing spring
(1/1)

Rem-rem Parkir
Rem-rem parkir digunakan terutama saat kendaraan
diparkir.
Secara mekanik mengunci roda-roda belakang.
Item-item perawatan termasuk penyetelan tuas rem
parkir.
Tuas rem parkir
Pengoperasian tuas rem parkir.
Kabel rem parkir
Kabel untuk mengirimkan tenaga tuas rem parkir ke
rem parkir.
Rem belakang
Tekan sepatu rem (pad rem piringan) terhadap tromol
(rotor piringan) untuk mengatur posisi kendaraan.
(1/1)

REFERENSI:

Tipe-tipe tuas rem parkir

Tipe tuas
Terutama digunakan pada kendaraan niaga dan
penumpang.

Tipe tongkat
Digunakan pada beberapa kendaraan niaga.

Tipe pedal
Digunakan pada beberapa kendaraan penumpang dan
high-grade. Saat ini pembebas dioperasikan dengan pedal.

Tuas pembebas
Pedal (1/1)

-24-
Tipe-tipe bodi rem-rem parkir
Terdapat beberapa tipe, tergantung pada tipe
rem-rem belakang.
Tipe pembagian rem-rem kaki
Tipe rem tromol
Tarik tuas sepatu dengan kabel dan tekan sepatu rem
ke tromol, untuk mengatur posisi.
Tipe rem piringan
Tarik tuas dengan kabel dan tekan pad rem piringan
ke rotor rem piringan dengan piston untuk mengatur
posisi.
Tipe rem parkir devoted
Traik tuas sepatu dengan kabel dan tekan sepatu rem
ke tromol untuk mengatur posisi rotor rem piringan.

Tipe rem pusat


Tarik kabel tuas sepatu dengan kawat dan tekan sepatu
rem ke tromol untuk mengatur posisi poros propeller.

Sepatu rem
Tuas sepatu
Piston
Pad rem piringan
Rotor rem piringan
Kabel rem piringan
(1/1)

ABS (Anti-lock Brake System)


Bila roda-roda menjadi terkunci saat rem diberikan,
ABS menggunakan komputer untuk mengatur tekanan
hidrolik yang diberikan pada silinder-silinder roda dan
piston rem piringan. Dengan cara mencegah agar roda-
roda tidak terkunci, sistem ini mencegah agar kendaraan
tidak tergelincir atau menjadi tidak stabil.

ECU (Electronic Control Unit)


ABS actuator
Sensor-sensor

Dengan ABS
Tanpa ABS

(1/2)

-25-
REFERENSI:

ABS dengan EBD (Electronic Brake force


Distribution)
Sebagai tambahan bagi fungsi ABS, ABS dengan
EBD mendistribusikan daya pengereman yang tepat
diantara roda-roda depan dan belakang, dan diantara
roda-roda kanan dan kiri sesuai dengan kondisi
pengendaraan.
Sistem ini mengatur daya pengereman roda-roda
depan dan belakang sesuai dengan beban pada
kendaraan, atau fluktuasi beban yang berkaitan
dengan deselerasi.
Selanjutnya, sistem ini mengatur daya pengereman
roda-roda kanan dan kiri selama membelok.

Kondisi normal
Kondisi beban
Selama pengereman membelok
(1/1)

BA (Brake Assist)
Sistem ini membantu daya pengereman pengemudi dalam
keadaan darurat dengan menaikkan daya pengereman.

Meskipun ABS memaksimalkan efektifitas rem-rem saat


pedal ditekan penuh, ABS mungkin tidak dapat bekerja
bila jumlah usaha pedal kecil.
Sistem bantu rem bekerja saat pengemudi membutuhkan
daya pengereman yang besar, seperti saat pengereman
darurat, pengendaraan menuruni bukit, atau saat
kendaraan penuh dengan penumpang atau barang. Saat
komputer menentukan kondisi pengereman darurat, ia
mengatur tekanan hidrolik guna membantu daya
pengereman.

Komputer menentukan apakah daya pengereman


yang kuat dibutuhkan dengan cara mengukur kecepatan
F : Daya Rem H :Waktu Dengan BA Tanpa BA penerapan pedal rem atau jumlah kenaikan tekanan
: Tenaga untuk membantu master cylinder rem.

ECU (Electronic Control Unit) Actuator Sensor


Pedal rem (1/1)

TRC (Traction Control)


Saat gaya penggerak diberikan pada roda-roda, seperti saat
mulai bergerak, TRC memastikan stabilitas pengendaraan
dengan cara mencegah agar roda-roda penggerak tidak
tergelincir.
Saat roda penggerak tergelincir, komputer mengurangi
output mesin dan menerapkan rem-rem untuk menahan
agar tidak tergelincir.

PETUNJUK:
Terdapat juga sistem traction control tipe lain yang
disebut "Active TRC" untuk penggunaan off-road 4WD.
Pada jalan yang kasar, hal ini mencegah ban-ban agar
tidak terangkat dari jalan dan tergelincir.

Memungkinkan kendaraan untuk start dan berakselerasi


dengan lembut pada permukaan jalan yang licin.
Memastikan kemampuan manuver yang tepat dan
stabilitas selama akselerasi.
Memungkinkan kendaraan untuk membelok dengan
stabil, meskipun berakselerasi selama membelok.
Memungkinkan kendaraan untuk start dan berakselerasi
dengan stabil meskipun roda-roda kanan dan kiri men-
cengkram jalan dengan cara yang berbeda.
(1/1)
26
-26-
VSC (Vehicle Stability Control)
Sistem VSC memastikan stabilitas membelok
kendaraan.
Saat kendaraan menjadi tidak stabil selama membelok,
komputer menerapkan rem-rem dan mengurangi output
mesin untuk menstabilkan kendaraan.

PETUNJUK:
• Nama VSC
Amerika Utara: Vehicle Skid Control
Lainnya: Vehicle Stability Control

Selama understeer:
Rem-rem belakang membangkitkan gaya ke dalam.
Selama oversteer:
Rem-rem depan luar membangkitkan gaya ke luar.
ECU (Electronic Control Unit) VSC actuator
Throttle actuator G sensor
Vehicle speed sensor Yaw rate sensor
Steering angle sensor
(1/1)

Pengoperasian ABS
1. Sistem ini memonitor kecepatan rotasi ke empat
roda. Saat kendaraan hampir mengunci, sistem ini
dengan cepat membebaskan rem roda tersebut
untuk memungkinkan roda kembali ke gerakan
rotasinya.

2. Setelah roda yang hampir mengunci kembali ke


rotasinya, penerapan rem roda tersebut dimulai
kembali.

3. Bila kendaraan hampir mengunci kembali, sistem ini


membebaskan rem dari roda tersebut.

4. Sistem ini mengulang proses di atas lebih dari belasan


kali per detik guna memaksimalkan potensi rem-rem,
dan untuk memastikan stabilitas dan kemampuan
manuver kendaraan.

ECU (Electronic Control Unit)


Actuator
Sensor

(2/2)

-27-
Ban-ban
Ban-ban
Diantara banyak part yang digunakan pada kendaraan,
hanya ban-ban yang mengalami kontak dengan permukaan
jalan, dan menopang tiga efisiensi dasar: pengendaraan,
membelok dan penghentian.
Item-item perawatan termasuk pemeriksaan ban (kerusakan
eksterior, kedalaman tapak, dan kondisi keausan), penyetelan
tekanan udara, dan rotasi ban-ban.

Tapak
Lapisan luar ban yang melindungi kerangka (carcass) dan
mencegah keausan dan potongan.
Belt (rigid breaker)
Reinforcement belt yang dilekatkan secara melingkar
diantara tapak dan kerangka (carcass).
Carcass (cross plies)
Membentuk struktur rangka ban dan membentuk
ban.
Garis dalam
Lapisan karet yang setara dengan tube, yang dilekatkan
ke dinding dalam ban.
Bead wire
Mengamankan ban pada tepian.

Ban radial
Dibandingkan dengan ban bias, perubahan bentuk tapaknya
lebih kecil. Sehingga, memiliki daya cengkram dan performa
membelok yang lebih baik. Dikarenakan kekakuan tapaknya
yang tinggi, ia lebih mudah mengirimkan getaran jalan, se-
hingga pengendaraan menjadi sedikit kurang nyaman.
Ban bias
Dibandingkan dengan ban radial, ban ini memberikan pe-
ngendaraan yang lebih lembut, tapi performa membeloknya
sedikit kurang baik.
(1/1)

REFERENSI:
Tipe-tipe/Fitur-fitur Ban
Ban bertube
Mengandung sebuah yang diberi tekanan angin.
Ban tubeless
Memiliki lapisan karet khusus yang disebut "inner liner"
dan bukan tube.
Ban low-profile
"Profile" menyinggung kontur sisi ban, dan ban "low-profile"
memiliki bagian menyilang yang rendah dengan aspect
ratio maksimum 60%*.
Dinding-dinding sisi rendah, dan perubahan bentuk tapak
saat membelok kecil, sehingga gaya membelok dapat
ditingkatkan dengan lebih baik.
*: Aspect ratio = H/W x 100%
Tube Ban run-flat
Valve Dinding-dinding sisi ban ini mengandung karet bertulang,
Inner liner jadi meskipun kendaraan yang dilengkapi dengan ban ini
Side rubber reinforcement mengalami kebocoran saat berkendara, dan tekanan udara
jatuh ke nol, kendaraan ini dapat melanjutkan pengendaraan
sampai sejauh 100 km pada kecepatan maksimum sebesar
60 km/jam.
Ban cadangan compact (ban tipe T)
Ban sementara yang digunakan dalam keadaan darurat,
seperti saat ban normal tidak dapat digunakan karena
mengalami kebocoran.
Ini adalah ban bias sempit bertekanan udara tinggi.

-28-
Sistem Pengkodean Spesifikasi

Ukuran, performa, dan konstruksi ban ditunjukkan


pada dinding sisi ban.

Diagram di sebelah kiri menunjukkan nama-nama


ukuran berbagai macam area pada ban.

Tinggi ban
Lebar ban
Diameter tepi roda
Diameter luar ban

(1/2)

Bagaimana membaca ukuran ban

1. Ban radial-ply
2. Sistem pengkodean ban International standardization
organization (ISO)
3. Ban bias-ply
4. Ban compact space (Ban tipe T)

1. Ban radial-ply

-29-
2. Sistem pengkodean ban International standardization
organization (ISO)

3. Ban bias-ply

4. Ban compact space (Ban tipe T)

(1/2)

-30-
Aspect ratio
Rasio tinggi bagian menyilang (cross section) pada ban
ke lebar (yang menyumbangkan 100) ditunjukkan sebagai
prosentasi (%).

Aspect ratio = / x 100(%)


Lebar ban
Tinggi ban

• Ban dengan aspect ratio tinggi


Performa membelok kurang baik.
Pengendaraan lebih baik, sesuai untuk kendaraan keluarga.
• Ban dengan aspect ratio rendah
Pengendaraan kurang baik. Lebih sesuai untuk
kendaraan sport karena performa membelok lebih
baik.
(2/2)

Roda-roda piringan
Roda-roda piringan

Roda piringan adalah part berbentuk piringan tempat ban


didudukkan. Dengan ban, ia menopang tiga fungsi dasar:
pengendaraan, membelok dan berhenti.

Roda piringan baja cetak


Roda ini terbuat dari baja cetakan. Berat namun
kuat.

Roda piringan logam campuran


Roda ini terbuat dari aluminum. Ringan dan menawarkan
rancangan yang baik sekali.
Dibandingkan dengan roda baja, roda tipe ini memiliki
tahanan kejut yang lebih rendah.

(1/2)

Pengkodean spesifikasi roda piringan


Ukuran roda ditunjukkan pada tepi roda
piringan.

Roda piringan baja cetakan


Roda piringan logam campuran

Lebar tepi roda


Bentuk flange tepi roda
Offset
Diameter tepi roda
Pusat tepi roda
P.C.D (Pitch Circle Diameter)
Permukaan dudukan hub

(2/2)

-31-
REFERENSI:

Bagaimana membaca ukuran roda

*1 : Kode-kode "J" dan "JJ" sering digunakan,


tergantung pada bentuk flange tepi roda.
JJ sedikit lebih tinggi daripada J, yang membuat
ban tidak mudah menjadi kendor.

(1/1)

-32-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai setiap pernyataan berikut Benar atau Salah:

No. Pertanyaan Benar atau Salah Jawaban yang


benar
Katup proportioning mendistribusikan tekanan hidrolik yang bekerja
1 pada rem-rem roda-roda depan dan belakang guna mendapatkan Benar Salah
daya pengereman yang stabil.
Rem-rem tromol menghentikan gerakan rotasi roda-roda dengan
2 menggunakan gesekan yang dibangkitkan saat pad-pad rem ditekan Benar Salah
terhadap tromol.
Silinder master rem mengubah gaya yang diberikan pada pedal rem
3 Benar Salah
menjadi tekanan hidrolik.
Ban adalah satu-satunya part kendaraan yang mengalami kontak Benar Salah
4
dengan permukaan jalan.

5 Pegas-pegas daun memanfaatkan elastisitas torsion, dan digunakan Benar Salah


terutama pada truk.

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar mengenai suspensi rigid axle?

1. Suspensi rigid axle, yang menggunakan lengan-lengan terpisah untuk menopang roda-roda kanan dan
kiri, dipasangkan pada bodi melalui pegas-pegas.
2. Suspensi rigid axle, yang menggunakan axle tunggal untuk menggabungkan roda-roda kanan dan kiri,
dipasang pada bodi melalui pegas-pegas.
3. Salah satu contoh suspensi rigid axle adalah suspensi tipe Mcpherson strut.

4. Salah satu tipe suspensi rigid axle adalah suspensi tipe semi-trailing arm.

Pertanyaan-3
Dari gambar di bawah ini, pilih salah satu yang menunjukkan caster.

A B

C D

A B C D

-33-
Pertanyaan-4
Dari kelompok kata di bawah ini, pilih kata-kata yang sesuai dengan uraian pada kalimat-kalimat
berikut:

No. Pertanyaan

1. Sistem ini, yang menggunakan komputer untuk mengatur tekanan hidrolik yang diberikan pada silinder-
silinder roda, mencegah agar roda-roda tidak mengunci saat tiba-tiba dilakukan pengereman mendadak.
Sistem ini mengatur tekanan hidrolik yang diperlukan guna membantu gaya pengereman bila komputer
2.
menentukan adanya pengereman mendadak.
Sistem ini memastikan pengendaraan yang stabil dengan cara mencegah agar roda-roda penggerak agar
3.
tidak tergelincir saat gaya gerak diberikan pada roda-roda, seperti saat start-off.
4. Sistem ini memastikan stabilitas membelok kendaraan.

a) TEMS b) VSC c) TRC d) ABS e) BA

-34-
Kelistrikan Mesin

-35-
-36-
Kelistrikan Mesin
Kelistrikan Mesin
Berbagai macam perlengkapan dibutuhkan untuk meng-
hidupkan mesin dan mengoperasikannya dengan cara
yang stabil.
Baterai
Berperan sebagai suplai tenaga untuk part-part kelistrikan
pada kendaraan.
Starter (sistem start)
Sistem untuk menghidupkan mesin.
Alternator (sistem pengisian)
Sistem untuk membangkitkan listrik yang digunakan kenda-
raan dan mengisi baterai.
Koil pengapian (sistem pengapian)
Sistem untuk menyalakan percampuran udara-bahan bakar.
Switch pengapian
Switch utama kendaraan.
Meter kombinasi (Lampu peringan pengosongan baterai)
Menyala bila tidak dapat mengisi.
Sensor-sensor
Part untuk mendeteksi temperatur air atau kecepatan mesin,
dll., dan mengirimkannya ke ECU (Electronic Control
Unit.)

(1/1)

Baterai
Baterai

Baterai adalah alat yang dapat diisi kembali yang berperan


menyuplai tenaga bagi part-part kelistrikan saat mesin mati.
Saat mesin hidup, ia menyimpan listrik yang digunakan.

PETUNJUK:
Pemeriksaan baterai terdiri dari pemeriksaan permukaan
dan kepadatan khusus elektrolit.

PERINGATAN:
Perhatian berikut harus dipatuhi saat menangani baterai:

• Jauhkan dari api saat mengisi, karena mengeluarkan


gas hidrogen.
• Jauhkan elektrolit yang mengandung zat asam sulfat dari
tubuh, pakaian Anda atau bodi kendaraan.

Terminal negatip
Bagian baterai dimana kabel negatip dihubungkan.
Sumbat ventilasi
Mengeluarkan uap gas selama pengisian.
Isi untuk menyuplai elektrolit.
Indikator
Digunakan untuk memeriksa kondisi pengisian atau permukaan elektrolit.
Terminal positip
Bagian baterai tempat dimana kabel positip dihubungkan.
Elektrolit
Bereaksi secara kimia dengan plat-plat kutub untuk mengisi dan mengosongkan listrik.
Sel
Setiap sel membangkitkan listrik sebesar kira-kira 2.1V .
Plat kutub
Terdiri dari plat negatip dan positip.
(1/2)

-1-
REFERENSI:
Prinsip pengisian dan pengosongan
Baterai mengisi dan mengosongkan energi listrik melalui
reaksi kimia elektrolit.
Pengosongan
Energi elektrolit dibangkitkan saat zat asam sulfat elektrolit
bereaksi dengan kawat timah dan berubah menjadi air. Saat
ini, zat asam sulfat bergabung dengan plat kutub, menye-
babkan plat kutub positip dan negatip berubah menjadi zat
sulfat timah.
Pengisian
Karena zat asam sulfat dilepas dari plat-plat kutub, maka
elektrolit berubah menjadi zat asam sulfat, dan gravitasi
khusus elektrolit naik. Plat kutub positip berubah menjadi
dioksida timah dan plat kutub negatip berubah menjadi
timah busa.
H2SO4:Sulfur H2O:Air H2:Hidrogen O2:Oksigen Amper pengosongan
Amper pengisian
PETUNJUK:
Saat reaksi kimia (elektrolisis air) terjadi di elektrolit selama
pengisian, plat kutub positip membangkitkan oksigen dan
plat kutub negatip membangkitkan hidrogen. Dikarenakan
elektrolisis air, volume elektrolit turun, sehingga memer-
lukan pengisian kembali.

(1/1)

Kode-kode identifikasi baterai


Kode-kode identifikasi baterai, yang ditandai pada bodi ba-
terai, menunjukkan ukuran dan performa baterai, yang
merupakan kapasitas penyimpanan listrik.

Performa
Menunjukkan jumlah elektrolit yang dapat disimpan di
baterai (kapasitas baterai). Semakin besar angka, maka
semakin besar jumlah energi baterai yang dapat
disimpan.

Kapasitas baterai (AH)=


jumlah pengosongan
amper x panjang
waktu pengosongan

-2-
Tinggi dan lebar baterai
Kombinasi tinggi dan lebar baterai ditunjukkan oleh
salah satu dari delapan hurup (A sampai H).
Semakin dekat hurup ke H, maka semakin tinggi dan
lebar baterai.

Lebar
Tinggi

Panjang baterai
Menunjukkan panjang baterai dalam centimeter (cm).
Panjang

Sebagai contoh:
Bila tertera angka "19", maka panjang sekitar 19 cm.

Posisi terminal negatip


Menunjukkan apakah terminal negatip baterai terletak
di sebelah kanan (R) atau kiri (L), pada, saat dilihat
dari depan (arah dimana seseorang dapat membaca
kode identitas dengan benar).

(2/2)

-3-
REFERENSI:

Diameter terminal
Terminal positip dan negatip baterai memiliki diameter
yang berbeda, untuk menghindari penghubungan ke
terminal yang salah.

(1/1)

Sistem Start
Sistem Start

Sistem start memaksa mesin untuk hidup dengan motor


listrik, dan menghidupkan mesin.
Baterai
Switch pengapian
Starter

(1/2)

REFERENSI:

Terdapat empat tipe starter, seperti yang terlihat di


sebelah kiri.
Tipe konvensional
Tipe starter dimana armature dan pinion gear berotasi
dengan cara yang sama.
Tipe reduksi
Tipe starter yang memiliki idler gear diantara drive dan driven
gear untuk mengurangi rotasi armature dan mengirimkannya
ke pinion gear.

Tipe planetary
Tipe starter yang memiliki planetary gear untuk mengurangi
rotasi armature. Ia lebih kecil dan ringan daripada tipe
reduksi.
Tipe planetary reduction-segment conductor motor

Magnet-magnet permanen digunakan di field coil. Armature


coil telah dibuat lebih kecil, sehingga panjang keseluruhan
menjadi lebih pendek.

Pinion gear
Armature
Idler gear
Planetary gear
Magnet permanen
(1/1)

-4-
Pengoperasian starter

Starter menghidupkan mesin dengan cara menautkan


pinion gear ke dalam ring gear.

Switch pengapian
Pull-in coil
Hold-in coil
Field coil
Armature
Kopling
Pinion gear
Ring gear

A.Start mesin

Saat switch pengapian diputar ke posisi START, arus


mengalir ke pull-in coil dan hold-in coil. Lalu pinion gear
bergeser dan bertautan dengan ring gear. Pada saat yang
sama, arus mengalir ke field coil, menyebabkan rotor berotasi.
Gerakan rotasi ini dikirimkan ke pinion gear, ring gear dan
poros engkol untuk menghidupkan mesin.

PETUNJUK:
Saat mesin hidup, ring gear menggerakkan armature. Untuk
mencegah agar starter tidak terputar oleh mesin, maka
fungsi kopling dipasang. Armature mencegah kerusakan
yang diakibatkan oleh rotasi berkecepatan tinggi.

B.Setelah start mesin

Saat switch pengapian diputar ke posisi START, arah


arus yang mengalir ke pull- in coil berubah dan pinion
gear kembali ke posisi semula. Saat arus berhenti
mengalir ke field coil, rotasi starter berhenti.

(2/2)

-5-
Sistem Pengisian
Sistem Pengisian

Sistem pengisian menghasilkan listrik untuk menyuplai


komponen-komponen kelistrikan dengan jumlah listrik
yang dibutuhkan, dan untuk mengisi baterai saat mesin
kendaraan sedang bekerja.
Sesaat setelah mesin hidup, drive belt menyebabkan
alternator bekerja.

Alternator
Baterai
Lampu peringatan pengosongan
Switch pengapian

(1/1)

Alternator

Saat mesin hidup, drive belt menyebabkan puli alternator


berotasi. Akibatnya, rotor berotasi, dan arus listrik keluar
di coil stator.

Puli
Rotor (Coil)
Stator (Coil)
Rectifier (dioda)
IC regulator
Terminal "B"

(1/2)

REFERENSI:

Alternator tipe SC
Joined segment conductor system (angular
copper wire) digunakan pada stator coil yang dilas di
SC (Segment Conductor) dan bukan sistem gulungan
biasa.
Dibandingkan dengan alternator biasa, tahanan listrik
dikurangi, dan alternator menjadi lebih kecil.

Dua set gulungan bertingkat tiga juga digunakan.


Saat gulungan tersebut saling menetralisir suara magnetik
(dibangkitkan di stator), maka penurunan suara meningkat.

(1/1)

-6-
Alternator
Alternator memiliki tiga fungsi:

Puli
Rotor
Rotor Coil
Stator Coil

A. Pembangkitan
Saat mesin hidup, drive belt mengirim roatsi mesin ke
puli alternator yang menyebabkan rotor berotasi.
Akibatnya, stator coil membangkitkan alternating current.

Rotor coil
Stator coil

B. Rektifikasi (Pembetulan)
Sistem kelistrikan kendaraan menggunakan arus langsung.
Oleh karena itu, rectifier mengubah alternating current
yang dibangkitkan oleh stator coil menjadi arus langsung.

Rectifier

-7-
C. Pengaturan tegangan
Tegangan sistem kelistrikan kendaraan diset sebesar
12V.
IC regulator digunakan untuk mengatur arus ke tegangan
konstan tanpa mengindahkan perubahan kecepatan
alternator.

IC regulator

(2/2)

Lampu Peringatan Pengosongan

Lampu peringatan pengosongan menyala saat alternator


tidak dapat membangkitkan dikarenakan beberapa alasan.
Sebagai contoh, bila lampu menyala saat kendaraan sedang
bergerak, maka belt yang rusak mungkin jadi penyebabnya.

(1/1)

Sistem Pengapian
Sistem Pengapian

Sistem pengapian membangkitkan loncatan bunga api pada


tegangan tinggi, dan menyalakan percampuran udara-bahan
bakar yang dimampatkan di dalam silinder, pada waktu yang
optimal. Berdasarkan pada sinyal-sinyal yang diterima dari
sensor-sensor ECU(Electronic Control Unit) mempengaruhi
kontrol untuk mendapatkan waktu pengapian yang optimal.
Switch pengapian
Baterai
Ignition coil dengan igniter
Busi
Engine ECU
Camshaft position sensor
Crankshaft position sensor

(1/1)

-8-
Sistem Pengapian Langsung

Sistem pengapian langsung menyuplai tegangan tinggi


secara langsung dari ignition coil ke busi-busi.

Tipe A
Menyediakan ignition coil dengan igniter untuk setiap
silinder.

Tipe B
Menyediakan ignition coil dengan igniter untuk setiap
dua silinder. Menggunakan kawat bertegangan tinggi
untuk menyuplai arus ke silinder-silinder.

Ignition coil (dengan igniter)


Busi
Kawat bertegangan tinggi
(1/1)

REFERENSI:
Tipe konvensional
Mendistribusikan listrik dengan ignition coil dan igniter,
melalui kawat bertegangan tinggi dari distributor.

Tipe IIA (Integrated Ignition Assembly)


Mengandung ignition coil dan igniter di dalam
distributor.
Distributor
Tutup distributor
Rotor
Ignition coil
Igniter
Engine ECU (Electronic Control Unit)
Signal rotor
Pick-up coil
(1/1)

Ignition Coil

Komponen ini menambahkan tegangan baterai (12V)


untuk membangkitkan tegangan tinggi lebih dari 10kV,
yang diperlukan untuk pengapian.

Primary dan secondary coil diletakkan saling berdekatan


satu sama lain. Saat arus diberikan secara intermittent ke
primary coil, induktansi yang menguntungkan tercipta.
Mekanisme ini digunakan untuk membangkitkan tegangan
tinggi pada secondary coil.
Ignition coil dapat membangkitkan tegangan tinggi, yang
berbeda-beda sesuai dengan jumlah dan ukuran gulungan
coil.
Tipe konvensional
Tipe DIS (Direct Ignition System)
Primary terminal (+) Primary terminal (-) Tipe IIA (Integrated Ignition Assembly)
Primary coil Iron core
Secondary coil Secondary terminal
Igniter Busi
(1/1)

-9-
Busi

Komponen ini menerima tegangan tinggi yang dihasilkan


di ignition coil, dan membangkitkan loncatan bunga api
untuk menyalakan percampuran udara-bahan bakar di silinder.
Tegangan tinggi membangkitkan loncatan bunga api listrik
di celah antara elektroda tengah dan elektroda massa.

Elektroda tengah
Elektroda massa
Alur V
Alur U
Perbedaan pada volume tonjolan

Busi dengan banyak elektroda


Busi tipe ini mengandung banyak elektroda massa dan menawarkan keandalan yang sempurna .
Tersedia tipe-tipe berikut: 2-elektroda, 3-elektroda, dan 4-elektroda.
Busi Beralur
Busi tipe ini mengandung elektroda massa dan elektroda tengah yang berbentuk alur U atau alur V.
Alur-alur ini memungkinkan loncatan bunga api untuk dibangkitkan di luar elektroda, sehingga memudahkan penyebaran inti
api. Akibatnya, performa pengapian meningkat saat kondisi idle, kecepatan rendah, dan beban rendah.
Busi berelektroda menonjol
Busi tipe ini mengandung elektroda yang menonjol ke dalam ruang pembakaran untuk meningkatkan pembakaran.
Busi ini harus digunakan hanya pada mesin yang khusus untuk busi tipe ini .
(1/2)

REFERENSI:

Sistem pengkodean busi

DENSO

NGK

(1/1)

-10-
Busi resistor
Busi dapat membangkitkan gangguan elektromagnetik,
yang dapat menyebabkan perlengkapan elektronik
mengalami malafungsi. Busi tipe ini mengandung resistor
keramik untuk mencegah agar hal ini tidak terjadi.

Busi berujung platina


Busi tipe ini menggunakan platina untuk elektroda tengah
dan elektroda massa. Busi ini memiliki keandalan dan
kemampuan penyalaan yang baik.

Busi berujung iridium


Busi tipe ini menggunakan logam campuran iridium untuk
elektroda tengah dan platina untuk elektroda massa.
Busi ini menawarkan keandalan dan performa yang tinggi.

Resistor
Elektroda tengah berujung platina
Elektroda massa berujung platina
Elektroda tengah berujung iridium

(2/2)

-11-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai pernyataan berikut Benar atau Salah:
Jawaban yang
No. Pertanyaan Benar atau Salah
Benar

Terminal negatip baterai memiliki diameter yang sama dengan


1 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
terminal positip.
Baterai adalah tipe yang dapat diisi kembali yang berperan sebagai
2 sumber tenaga saat mesin mati. Ia menyimpan listrik saat mesin k Benarn
l
m
n j jSalah
k
l
m
bekerja dengan normal.

Busi mengapikan campuran udara-bahan bakar dengan mengubah te-


3
gangan tinggi yang dibangkitkan oleh ignition coil menjadi bunga api. n
j Benarn
k
l
m j Salah
k
l
m

4 Sistem pengapian langsung tidak memiliki ignition coil. n Benarn


j
k
l
m j Salah
k
l
m

5 Alternator memiliki tiga fungsi berikut: pembangkitan, rektifikasi


(pembetulan) dan penyetelan. j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m

Pertanyaan-2

Pada kode identifikasi baterai '34B19R', penjelasan manakah yang benar mengenai hurup 'R' ?

j
k
l
m
n 1. Panjang baterai

j
k
l
m
n 2. Tinggi dan lebar baterai

j
k
l
m
n 3. Posisi terminal negatip

j
k
l
m
n 4. Performa

Pertanyaan-3
Diantara diagram di bawah ini, pilih starter tipe planetary gear.

1. 2.

3. 4.

1n
j
k
l
m 2n
j
k
l
m 3n
j
k
l
m 4n
j
k
l
m

-12-
Pertanyaan-4
Dari kelompok kata berikut ini, pilih kata-kata yang sesuai dengan gambar tipe-tipe busi:

(1) ( ) busi (2) ( ) busi

(3) ( ) busi (4) ( ) busi

a) Beralur b) Resistor c) Banyak elektroda d) Menonjol e) Berujung platina

-13-
-14-
Kelistrikan Bodi

-15-
-16-
Kelistrikan Bodi
Kelistrikan Bodi

Komponen kelistrikan bodi terdiri dari part-part


kelistrikan yang dipasangkan pada bodi
kendaraan.

Komposisi dasar
1. Wire harness

2. Switch-switch dan relay

-1-
3. Sistem penerangan

4. Meter kombinasi dan pengukur

5. Penghapus dan pembersih kaca

-2-
6. Air conditioning

(1/1)

Wire Harness
Wire Harness

Wire harness dibagi menjadi kelompok-kelompok berikut


untuk memudahkan persambungan antara komponen-
komponen kelistrikan sebuah kendaraan:

• Wire dan kabel


• Part-part persambungan
• Part-part pelindung sirkuit, dll.

(1/1)

REFERENSI:

Massa Bodi
Pada kendaraan, terminal negatip setiap alat
kelistrikan dan terminal negatip baterai dihubungkan
ke plat logam pada bodi kendaraan guna membentuk
sirkuit kelistrikan. Hubungan terminal negatip ke bodi
disebut "massa bodi". Massa bodi meminimalkan
jumlah wire harness yang digunakan.

(1/1)

-3-
Wire dan Kabel
Tipe tipe utama wire dan kabel digunakan pada
kendaraan. Untuk melindungi, digunakan part-part
pelindung wiring:
Wire bertegangan rendah
Tipe wire yang digunakan secara luas pada kendaraan,
terdiri dari elemen wire element dan penyekatan.
Kabel-kabel berpelindung
Tipe kabel yang dirancang untuk melindungi dirinya sendiri
dari gangguan-gangguan luar, dan digunakan pada area-
area sebagai berikut:
Kabel radio antenna feeder, Garis-garis sinyal pengapian,
Garis-garis sinyal oxygen sensor, dll.
Kawat bertegangan tinggi (High-tension cords)
Tipe kawat yang digunakan sebagai part dari sistem
pengapian mesin bensin. Kawat ini terdiri dari sebuah
konduktor (core wire) yang ditutup oleh penyekat karet
tebal yang mencegah agar tegangan tinggi tidak bocor
keluar.
Part-part pelindung wiring
Part-part pelindung menutup atau membalut wire dan kabel,
atau mengamankannya dari part-part lain guna melindungi
wiring harness dari kerusakan.

(1/1)

Part-part Persambungan
Untuk memudahkan persambungan, wire harness
dipusatkan pada beberapa bagian di kendaraan:
1. Junction block (J/B)
Junction block adalah part dimana konektor-konektor
untuk sirkuit kelistrikan dikelompokkan menjadi satu.
Pada umumnya terdiri dari: papan-papan sirkuit tercetak,
fuse, relay, circuit breaker, dan peralatan lainnya.

2. Relay block (R/B)


Meskipun sangat serupa dengan junction block, relay
block tidak memiliki papan-papan sirkuit tercetak atau
fungsi-fungsi persambungan terpusat.
Ruang mesin J/B atau R/B
Relay
Fuse dan fusible link
(1/2)

3. Konektor-konektor
Fungsi konektor-konektor, yang digunakan diantara
wire harness atau diantara wire harness dan komponen
kelistrikan, adalah untuk memberikan persambungan
listrik.
Terdapat dua tipe konektor:
Konektor wire-ke-wire,
Konektor wire-ke-komponen.
Konektor-konektor dibagi menjadi tipe laki-laki dan
perempuan, tergantung pada bentuk terminalnya.
Konektor-konektor tersebut tersedia dalam bermacam warna.
4. Junction connector
Fungsi junction connector adalah untuk menghubungkan
terminal-terminal dari kelompok yang sama.
5. Baut-baut massa
Baut-baut massa yang digunakan untuk memassakan
wire harness dan komponen-komponen listrik ke bodi
kendaraan. Tidak seperti baut biasa, permukaan baut-
baut ini dicat hijau untuk mencegah oksidasi.
(2/2)

-4-
Part-part Pelindung Sirkuit
Part-part pelindung sirkuit melindungi sirkuit-sirkuit dari
arus yang berlebihan yang mengalir saat kawat atau
komponen elektronik/kelistrikan konslet.
Fuse
Sebuah fuse dipasang diantara fusible link dan alat
kelistrikan. Saat arus yang melebihi nilai amper yang
ditentukan mengalir melalui sirkuit alat kelistrikan
individu, fuse meleleh untuk melindungti
sirkuit.
Digunakan dua tipe fuse: tipe mata pisau, dan tipe
cartridge.
Fusible Link
Sebuah fusible link dipasang diantara sumber daya
dan alat kelistrikan tempat dimana arus dengan nilai
amper besar mengalir. Bila arus yang berlebihan mengalir
sebagai akibat dari wire harness yang mengalami konslet
dengan bodi, fusible link akan meleleh untuk melindungi
wire harness.
Digunakan dua tipe fusible link: tipe cartridge dan
tipe link.
(1/1)

REFERENSI:

Tipe-tipe fuse dan fusible link


Fuse tipe mata pisau dan fusible link tipe cartridge
diberi kode warna sesuai dengan kapasitasnya.

(1/2)

Pemutus sirkuit
Sebuah pemutus sirkuit digunakan untuk melindungi
sirkuit dengan beban amper besar yang tidak dapat
dilindungi oleh sebuah fuse, seperti power window,
defogger, motor blower, dll.
Saat arus yang melebihi nilai amper yang ditentukan
mengalir, elemen bimetal di dalam pemutus membang-
kitkan panas dan menyebar untuk memutus sirkuit.
Meskipun arus berada dibawah nilai amper spesifikasi,
namun bila arus mengalir berulang-ulang dalam waktu
singkat atau lama, temperatur bimetal naik untuk memutus
sirkuit.
Tidak seperti fuse, pemutus sirkuit dapat digunakan
kembali bila bagian bimetalnya di set kembali.
Pemutus sirkuit memiliki dua tipe seperti yang terlihat
pada gambar disebelah kiri: tipe reset otomatis yang
akan mereset secara otomatis, dan tipe reset manual yang
direset secara manual.
(2/2)

-5-
Switch dan Relay
Uraian

Switch dan relay membuka dan menutup sirkuit


kelistrikan untuk memutar lampu-lampu ON/OFF,
dan juga untuk mengoperasikan sistem kontrol.

Switch
Beberapa switch dioperasikan secara manual, dan
yang lainnya dioperasikan secara otomatis dengan
menggunakan tekanan, tekanan oli, atau temperatur.

Relay
Relay memungkinkan ON/OFF hanya dengan arus kecil
sirkuit kelistrikan yang membutuhkan arus besar. Bila
relay digunakan, sirkuit-sirkuit yang membutuhkan arus
yang besar dapat disederhanakan.

Baterai
(1/1)

REFERENSI:

Tipe-tipe switch dan relay

Switch langsung dioperasikan oleh tangan

Switch rotary

-6-
Switch tekan

Switch gergaji

Switch tuas

-7-
Switch dioperasikan dengan oleh perubahan
temperatur atau arus kelistrikan

Switch pendeteksi temperatur

Switch pendeteksi arus, dll.

Switch dioperasikan oleh perubahan permukaan fluida

-8-
Relay

Relay elektromagnetik

Relay switch tipe engsel

(1/1)

Simtem Penerangan
Uraian

Sistem penerangan dipasang untuk keamanan berkendara.

(1/1)

-9-
Lampu besar

Lampu besar memancarkan cahayanya ke depan untuk


memastikan jarak pandang pengemudi selama pengen-
daraan malam hari. Lampu ini dapat diputar untuk lampu
jauh (diarahkan ke atas dan lampu dekat (diarahkan ke ba-
wah). Lampu-lampu tersebut juga memberitahukan penge-
mudi lain atau pejalan kaki akan kehadiran kendaraan anda.

Beberapa model dilengkapi dengan lampu-lampu siang


hari yang tetap menyala setiap waktu untuk memperingatkan
kendaraan lain akan kehadiran kendaraan ini. Pembersih
lampu besar untuk membersihkan lensa-lensa lampu besar
juga tersedia pada beberapa model.

Tersedia tipe-tipe lampu besar sebagai berikut:


Tipe sealed beam dimana bohlam dan lensa-lensa
digabungkan; dan
Tipe semi-sealed beam dimana bohlam dapat diganti
secara tersendiri.

Lampu Besar Sealed-Beam

Ini adalah tipe dimana bohlam, reflektor, dan lensa-lensa


digabungkan.

Tipe Konvensional

Ini adalah tipe dimana bohlam dapat diganti.


Digunakan dua tipe bohlam:
Tipe bohlam biasa
Tipe bohlam quartz-halogen

-10-
Sistem Lampu Besar HID (High Intensity
Discharge)

Lampu besar HID menggunakan tube discharge sebagai


sumber cahaya. Dibandingkan dengan bohlam halogen biasa,
ia mampu memancarkan cahaya yang lebih terang sebesar
2 ~ 3 kali dengan mengkonsumsi daya yang lebih kecil.
Ia menggunakan tegangan tinggi sekitar 20,000V untuk me-
lepaskan cahaya. Tangani bohlam tersebut secara hati-hati
saat menggantinya, karena bagian kaca sangat panas dan
bagian elektroda memiliki tegangan tinggi.

Lampu Besar Multi-Reflector

Menampilkan lensa yang lebih cerah sebuah reflektor


dengan bentuk yang rumit (bentuk parabola tersusun).

Lampu besar multi-reflector


Lampu besar biasa

Reflektor
Bohlam lampu besar
Lensa

Lampu Besar Proyektor

Lampu besar ini secara efektif menggunakan sumber


cahaya dengan mengumpulkan cahaya ke area kecil.
Ia memancarkan cahaya terang meskipun kecil bentuknya.
Ia mengandung reflektor berbentuk oval dan lensa cembung.
Lensa cembung membiaskan cahaya yang dipantulkan
oleh reflektor, guna memancarkan cahaya ke depan.

(1/1)

-11-
REFERENSI:

Penggantian lampu besar


Karena bohlam halogen kwarsa menjadi semakin panas
dibandingan dengan bohlam biasa saat digunakan, maka
bohlam akan pecah bila oli atau gemuk menempel pada
permukaan. Selanjutnya, garam di dalam keringat manusia
dapat menodai kwarsa. Untuk alasan inilah, maka tahan
bagian flange saat mengganti bohlam untuk mencegah
agar jari-jari tidak menyentuh kwarsa.

Flange
Permukaan bohlam

(1/1)

Lampu-Lampu Lain

Penerangan luar
1. Lampu belakang/kecil
Pada malam hari atau di dalam terowongan, lampu belakang/kecil mem-
beritahukan kendaraan di belakang akan keberadaan kendaraan ini.

2. Lampu berhenti (lampu rem)


Lampu-lampu tanda ini memberitahukan kendaraan yang
berada di belakang bahwa sedang dilakukan pengereman.
Biasanya, lampu rem berbagi rumah lampu yang sama
dengan lampu belakang/kecil, dan menyala lebih terang.

-12-
3. Lampu-lampu tanda belok
Lampu-lampu tanda ini memberitahukan kendaraan lain
bahwa kendaraan anda sedang membelok ke kanan atau
ke kiri, atau arah perjalanannya berubah.

4. Lampu-lampu peringatan tanda bahaya


Lampu-lampu tanda ini memberitahukan kendaraan lain
bahwa kendaraan anda sedang melakukan penghentian
darurat atau diparkir.

5. Lampu-lampu mundur
Lampu-lampu tanda ini menyala saat kendaraan mundur.
Lampu-lampu ini juga menyala pada malam hari.

-13-
6. Lampu clearance (lampu-lmapu posisi)
Pada malam hari, lampu-lampu ini memberitahukan ken-
daraan lain akan posisi dan lebar kendaraan anda.

7. Lampu plat nomor


Lampu-lampu ini membuat nomor-nomor pada plat
nomor terlihat saat malam hari.

8. Lampu-lampu kabut depan & belakang


Lampu-lampu indikator tambahan ini digunakan di bawah
kondisi cuaca yang buruk, seperti kabut atau hujan.

(1/2)

-14-
REFERENSI:

Tipe-tipe bohlam
Bohlam ujung tunggal
Bohlam kaki baji
Bohlam ujung ganda

PETUNJUK:
Berhati-hatilah saat mengganti bohlam karena setiap
metoda berbeda-beda. Periksa penandaan agar tidak
memasang bohlam dnegan daya yang salah.

Bohlam ujung tunggal


Bohlam ujung tunggal dengan filament tunggal
Digunakan sebagai bohlam untuk lampu tanda belok atau mundur
Bohlam ujung tunggal dengan filament ganda
Digunakan sebagai bohlam untuk lampu belakang atau rem.
Dipasang dua filament dengan daya yang berbeda.

Penggantian:
Tekan bohlam ke arah soket untuk membuka pin-pin
tutup dasar dari takikan soket, putar bohlam dan tarik
ke luar untuk melepasnya.
Balik langkah-langkah pelepasan bohlam untuk
memasang bohlam baru.

Bohlam kaki baji


Bohlam kaki baji dengan filament tunggal
Digunakan sebagai bohlam untuk lampu tanda belok
atau lampu mundur, dll.
Bohlam kaki baji dengan filament ganda
Digunakan sebagai bohlam untuk lampu belakang atau
rem. Dipasang dua filament dengan daya yang berbeda.

Penggantian:
Tarik ke luar bohlam dengan menggunakan jari anda
dan tekan ke dalam yang baru.

-15-
Bohlam ujung ganda
Digunakan sebagai bohlam untuk lampu dome atau courtesy.
Penggantian:
Tekan untuk membuka salah satu dari dua terminal soket
dan tarik bohlam ke luar. Untuk memasang bohlam baru,
letakkan satu ujung bohlam pada lubang terminal soket
dan tekan ujung yang lain di ujung yang satu lagi.

(1/1)

Penerangan dalam
Lampu panel instrumen
Menyala agar meter dan pengukur terlihat pada
malam hari.
Menyala saat switch dimmer lampu besar di putar
satu langkah

Lampu interior (lampu dome/ruang)


Pada umumnya, lampu ini terletak di tengah atap,
atau bagian atas dalam kaca spion.
Switch untuk lampu ini biasanya memiliki 3
pengesetan sebagai berikut:
"ON" : tetap dalam keadaan menyala.
"OFF" : tetap dalam keadaan mati.
"DOOR" : menyala hanya bila pintu dibuka.

(2/2)

Meter Kombinasi dan Pengukur


Uraian

Meter kombinasi dan pengukur terdiri dari meter,


pengukur, lampu peringatan, dam lampu indikator
untuk menunjukkan informasi yang dibutuhkan
oleh pengemudi guna pengendaraan yang aman.

(1/1)

-16-
Meter dan Pengukur

Meter dan pengukur berikut, melalui pergerakan


jarumnya, menunjukkan informasi yang sering
berubah.

Tachometer
Speedometer
Pengukur temperatur air
Pengukur bahan bakar (dengan lampu peringatan permukaan bahan bakar

Beberapa model juga dilengkapi dengan meter dan


pengukur berikut.

Pengukur tekanan oli


Voltmeter

Tachometer
Menunjukkan jumlah putaran mesin per
menit.

Speedometer
Menunjukkan kecepatan kendaraan saat ini: km/jam atau
mil/jam. Terdapat juga odometer dan trip meter yang
menunjukkan jarak tempuh.

-17-
Pengukur temperatur air
Menunjukkan temperatur air cairan pendingin
mesin.

Pengukur bahan bakar (dengan lampu peringatan permukaan bahan bakar)


Menunjukkan volume bahan bakar yang tersisa.

Pengukur tekanan oli


Menunjukkan tekanan sirkulasi oli mesin.

-18-
Voltmeter
Menunjukkan tegangan yang dibangkitkan oleh alternator.

(1/1)

Lampu-Lampu Peringatan
Lampu-lampu peringatan ini menyala pada
situasi sebagai berikut:
Untuk mengingatkan pengemudi bahwa ada malafungsi pada
sistem atau memerlukan pengisian atau penggantian:
Untuk memastikan pengendaraan yang aman.
Digunakan bohlam merah dan oranye, tergantung pada
kegentingan atau prioritas informasi.
Lampu peringatan ABS (Hanya kendaraan yang
dilengkapi dengan ABS saja)
Lampu peringatan permukaan fluida rem
Lampu indikator malafungsi
Lampu peringatan pengosongan baterai
Lampu peringatan sabuk keselamatan
Lampu peringatan pintu terbuka
Lampu peringatan airbag (Hanya kendaraan yang
dilengkapi dengan airbag saja)
Lampu peringatan permukaan bahan bakar
Lampu peringatan tekanan oli rendah
Lampu peringatan sedimenter bahan bakar (Hanya
untuk kendaraan bermesin diesel saja)
Lampu peringatan glowplug (Hanya untuk kendaraan
bermesin diesel saja)
(1/1)

Lampu-Lampu Indikator

Lampu-lampu ini menyala untuk memberitahukan pengemudi


bahwa masing-masing alat berfungsi, setelah pengemudi me-
ngoperasikan switch atau tuas. Digunakan bohlam biru, hijau,
dan oranye, tergantung pada tujuan.

-19-
Indikator peringatan tanda bahaya dan tanda belok

Lampu indikator tuas pemindah A/T (hanya


kendaraan bertransmisi otomatik saja)

Indikator lampu jauh

-20-
Lampu indikator overdrive off

Lain-lain

(1/1)

Penghapus dan Pembasuh Kaca


Uraian
Penghapus kaca memastikan penglihatan pengemudi dengan
menghapus air hujan atau kotoran dari kaca depan atau bela-
kang. Pembasuh kaca menyemprotkan fluida pembasuh untuk
menghapus kotoran atau oli yang tidak dapat dbersihkan oleh
penghapus kaca saja.
Fungsi penghapus
• Fungsi kecepatan
Mengganti kecepatan penghapus antara HI dan LO.
• Fungsi intermittent
Mengoperasikan penghapus secara intermittent pada kece-
patan LO. Terdapat juga tipe dimana interval dapat disetel
dalam beberapa langkah.
• Fungsi Mist
Mengoperasikan penghapus sekali saat switch di
operasikan.
• Fungsi auto park
Tanpa mengindahkan posisi penghapus selama pengopera-
Wiper motor dan linkage Wiper arm dan blade
sian, memutar switch ke posisi OFF, mengembalikan peng-
Reservoir fluida pembasuh Nozzle pembasuh depan
hapus ke posisi parkirnya.
Wiper arm dan blade belakang Nozzle pembasuh belakang
• Fungsi terhubung dengan pembasuh
Wiper motor belakang
Secara otomatis mengoperasikan penghapus saat switch
pembasuh diputar ke posisi ON untuk beberapa detik.
(1/1)

-21-
Penghapus
Sistem penghapus terdiri dari switch penghapus, wiper
motor, wiper linkage, wiper arm, dan wiper blade.
Switch penghapus
Memutar penghapus ke posisi ON/OFF dan mengubah ke-
cepatannya.
Motor penghapus (Wiper motor)
Motor ini menghasilkan tenaga untuk mengoperasikan
penghapus.
Persambungan penghapus (Wiper linkage)
Mengubah gerakan rotasi motor penghapus menjadi gerakan
bolak-balik dan mengoperasikan penghapus kanan dan
kiri secara bersamaan.
Lengan penghapus (Wiper arm)
Memberikan tekanan konstan ke mata pisau penghapus
(wiper blade) pada permukaan kaca, selain mengirimkan
gerakan ke mata pisau penghapus (wiper blade).
Mata pisau penghapus (Wiper blade)
Ini adalah bagian yang menghapus kaca jendela. Karet yang
dimasukkan ke dalam mata pisau penghapus (wiper blade)
harus diganti secara berkala.

Penghapus (1/1)
Sistem pembasuh kaca terdiri dari reservoir fluida pembasuh,
motor pembasuh, slang, nozzle pembasuh, dan fluida pem-
basuh.
Reservoir fluida pembasuh
Menyimpan fluida pembasuh.
Motor pembasuh
Motor kecil yang memompa fluida pembasuh dan menyem-
protkannya melalui nozzle-nozzle pembasuh. Umumnya di-
pasang dibawah reservoir fluida pembasuh.
Slang
Mengirim fluida pembasuh dari reservoir ke nozzle-nozzle.

Nozzle pembasuh
Pipa yang menyemprotkan fluida pembasuh. Mengandung
check valve untuk mencegah agar fluida tidak mengalir kem-
bali ke reservoir. Sudut penyemprotan nozzle dapat diubah.

Fluida pembasuh
Tipe fluida yang membersihkan kotoran dari kaca jendela.
Saat permukaan kaca kering, fluida ini membantu melindungi
mata pisau karet penghapus dan kaca jendela agar tidak
rusak. Pada musim dingin, gunakan fluida dengan titik
pengerasan rendah untuk mencegah pembekuan.

(1/1)
Air Conditioning
Uraian
Air conditioning mengatur temperatur interior kendaraan.
Ia berfungsi sebagai pengering udara selain fungsi penga-
turan temperatur pendinginan dan pemanasan.

Air conditioning juga membantu membuang hambatan


seperti salju, es, dan kondensasi dari permukaan interior
dan eksterior kaca jendela.

(1/1)

-22-
Pengoperasian

Heater
Cooler
Dehumidifier

Heater
Menggunakan heater core sebagai pengganti panas yang
memanaskan udara. Cairan pendingin yang dipanaskan
oleh mesin memasuki heater core, yang memanaskan udara
yang mengalir dari blower fan.

Cooler
Menggunakan evaporator sebagai pengganti panas yang
mendinginkan udara. Saat switch AC diputar ke posisi ON,
kompresor bekerja dan memompa gas refrigerant ke dalam
evaporator. Saat refrigerant mengalir melalui evaporator,
evaporator menyerap panas dari udara sekitarnya, yang
kemudian mendinginkan udara.

-23-
Dehumidifier
Saat switch AC diputar ke posisi ON, evaporator membuang
kelembaban di udara dengan cara memadatkannya menjadi
air. Sehingga udara menjadi lebih kering sebagai akibat dari
fungsi penghilang kelembaban (dehumidifying) ini.
Kelembaban kemudian dibuang ke luar kendaraan.

(1/1)
REFERENSI:

Refrigerant
AC mendinginkan interior dengan cara menyerap panas dari
interior dan menghilangkannya ke eksterior. Refrigerant
adalah media yang mengirimkan panas interior ke eksterior.
Saat ini digunakan tipe refrigerant yang disebut "HCF-134a"
(atau R134a).

Karena AC bekerja dengan refrigerant yang dimampatkan


ke tekanan tinggi, refrigerant dapat mengalami kebocoran,
sehingga perlu dilakukan pemeriksaan berkala terhadap
kondisi refrigerant.

PETUNJUK:
Beberapa kendaraan tidak memiliki sight glass.
(1/1)
Peyetelan Temperature

AC kendaraan menggunakan heater core dan evaporator


untuk mengatur temperatur sesuai dengan pembukaan
pengatur percampuran udara dan pembukaan water valve.
Pengatur percampuran udara (air-mix damper) dan water
valve bekerja bersamaan dengan pemilih temperatur
pada panel kontrol.

Blower fan
Evaporator
Air-mix damper
Heater core
Pemilih temperatur (Temperature selector)
Water Valve
(1/1)

-24-
REFERENSI:

Auto air conditioning


Sistem auto air conditioning secara otomatis mengatur
temperatur interior ke temperatur yang telah ditentukan.
Saat mode pengoperasian diset ke posisi AUTO dan tem-
peratur diset, maka sensor-sensor mendeteksi temperatur
udara ambient, temperatur interior, dan set temperatur.
Kemudian komputer akan secara otomatis mengontrol outlet
temperatur, kecepatan blower, dan posisi outlet guna
mendapatkan set temperatur.

(1/1)

Engine Immobilizer System


Engine Immobilizer System
Pada sistem ini, engine ECU (Electronic Control
Unit) di kendaraan memeriksa identitas chip yang tergabung
di dalam kunci untuk mencegah agar mesin tidak hidup
dengan kunci yang tidak terdaftar.
Kunci kontak
Transponder chip
Transponder key coil (penerima kode identitas)
Silinder kunci
Transponder key amplifier
Engine ECU
Busi
Injektor bahan bakar
Pompa injeksi
PETUNJUK:
Terdapat tipe tergabung dengan transponder key
amplifier dan engine ECU.
Model mesin bensin
(Menghentikan injeksi/pengapian bahan bakar)
Model mesin diesel
(Menghentikan injeksi bahan bakar)
(1/1)
SRS Airbag
SRS Airbag

SRS (Supplemental Restraint System) Airbag

Bersama-sama dengan sabuk pengaman, SRS airbag


meredam benturan yang diberikan pada wajah dan kepala
selama tabrakan.
Saat sensor-sensor mendeteksi benturan depan atau
samping, rakitan sensor airbag tengah mengapikan gas
propellant untuk secara langsung mengembangkan airbag.

SRS airbag penumpang


SRS airbag penumpang
SRS airbag samping
SRS airbag tirai pelindung

(1/1)

-25-
REFERENSI:

Diagram garis besar


Sensor airbag depan
Rakitan sensor airbag tengah
Airbag

(1/1)

-26-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai pernyataan berikut Benar atau Salah:

Jawaban yang
No. Pertanyaan Benar atau Salah
Benar

Sirkuit kelistrikan terbentuk oleh massa bodi kendaraan yang terdiri


1 dari terminal negatip alat-alat kelistrikan dan terminal negatip baterai n Benarn
j
k
l
m j Salah
k
l
m
yang terhubung pada bodi.
Karena bohlam lampu halogen mencapai temperatur tinggi saat dinya-
2
lakan, jangan menyentuh area selain bagian kaca selama penggantian. n
j Benarn
k
l
m j Salah
k
l
m

Relay yang digunakan pada kendaraan memutar sirkuit beramper tinggi


3 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
ke ON/OFF dengan cara memutar sirkuit beramper kecil ON/OFF.
Tachometer pada meter kombinasi menunjukkan jumlah putaran
4 n Benarn
j
k
l
m j Salah
k
l
m
mesin per menit.

5 Mekanisme lengan penghapus kaca harus diganti secara berkala. j Benarn


k
l
m
n j Salah
k
l
m

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar mengenai AC kendaraan?

j
k
l
m
n 1. Fungsi pemanasan AC kendaraan menggunakan sebuah evaporator sebagai pengganti panas untuk
memanaskan udara.
j
k
l
m
n 2. Fungsi pendinginan AC kendaraan menggunakan heater core sebagai pengganti panas untuk
mendinginkan udara.
j
k
l
m
n 3. Setelah penggunaan yang lama, refrigerant di dalam AC kendaraan berkurang. Oleh karena itu, peme-
riksaan berkala volume refrigerant perlu dilakukan.
j
k
l
m
n 4. AC otomatis kendaraan secara otomatis mengontrol fungsi pendinginan. Akan tetapi, fungsi pemanasan
harus dikontrol secara manual.

Pertanyaan-3
Pernyataan manakah yang benar mengenai lampu-lampu peringatan dan indikator?

j
k
l
m
n 1. Lampu indikator lampu jauh menyala saat switch dimmer lampu kepala diputar satu takikan.

j
k
l
m
n 2. Lampu peringatan sabuk pengaman menyala saat pintu kendaraan dibuka.

j
k
l
m
n 3. Lampu peringatan permukaan bahan bakar menyala saat bahan bakar di dalam tangki rendah.

j
k
l
m
n 4. Lampu peringatan ABS menyala untuk memperingatkan kendaraan lain akan kehadiran kendaraan Anda.

Pertanyaan-4
Dari kelompok kata berikut, pilih kata-kata yang sesuai dengan nama-nama diagram yang terlihat di bawah ini.

1 2 3 4 5

a) Lampu peringatan tekanan oli b) Lampu peringatan glow plug c) Lampu indikator malafungsi
d) Lampu peringatan permukaan fluida rem e) Lampu peringatan pengosongan baterai

-27-
-28-
Bodi

-29-
-30-
Style Bodi
Style Bodi

Bodi adalah bagian kendaraan yang membawa orang


atau barang. Terdapat banyak tipe style bodi yang
berbeda-beda.

Sedan
Ini adalah tipe mobil penumpang dengan penekanan
pada kenyamanan penumpang / pengemudi.

Coupe
Ini adalah tipe sporty yang menekankan pada style
dan performa.

-1-
Lift back (Hatch back)
Pada dasarnya, ia serupa dengan coupe.
Area penumpang dan barang digabung.
Pintu belakang dan jendela belakang terbuka bersama.

Hardtop
Ini adalah tipe sedan tanpa rangka jendela
dan pilar-pilar tengah.

Convertible
Ini adalah tipe sedan atau coupe yang dapat dikendarai
dengan atap di keataskan atau diturunkan.

-2-
Pickup
Ini adalah truk kecil dnegan ruang mesin
yang memanjang ke arah tempat duduk
pengemudi.

Van dan wagon


Tipe ini menggabungkan ruang penumpang
dan barang. Ia menampung banyak penumpang
atau barang. Van-van terutama mengangkut barang,
sedangkan wagon terutama mengangkut penumpang.

(1/1)

-3-
Klasifikasi Berdasarkan Ruang

Ruang mesin, ruang penumpang, dan ruang barang


pada bodi diuraikan sebagai berikut:
Mobil 3 Kotak
Rancangan ruang mesin/kabin/barang yang terpisah
Tipe ini terdiri dari ruang mesin, penumpang dan
barang yang terpisah dan berdiri sendiri.
Mobil 2 Kotak
Rancangan ruang kabin/barang yang tergabung
Tipe ini memiliki ruang penumpang dan barang
yang tergabung, terpisah dari mesin.
Istilah ini biasanya berlaku bagi kendaraan
kecil.
Mobil 1 Kotak
Rancangan ruang kabin/barang yang tergabung
dengan mesin berada dibawah lantai
Tipe ini menggabungkan ruang yang digunakan
oleh mesin, penumpang, dan barang. Sesuai untuk
mengangkut banyak penumpang dan barang,
sehingga memungkinkan penggunaan ruang yang
efisien.
Ruang mesin
Ruang penumpang
Ruang barang
(1/1)
Konstruksi Bodi Dasar
Konstruksi Bodi Dasar

Terdapat dua tipe konstruksi bodi: bodi rangka


dan bodi monocoque.

Bodi tipe rangka


Konstruksi tipe ini terdiri dari bodi dan rangka yang
terpisah (tempat dimana mesin, transmisi, dan
suspensi dipasang).

Bodi monocoque
Konstruksi tipe ini terdiri dari bodi dan rangka
yang tergabung ke dalam satu unit. Keseluruhan
bodi menjaga kekuatan sebagai satu kotak.

(1/1)

REFERENSI :

GOA (Global Outstanding Assessment)


GOA menjamin keselamatan terhadap efek benturan
yang dirancang oleh Toyota yang dirancang untuk
berbagai macam bentuk kecelakaan. terdiri dari bodi
penyerap energi tingkat tinggi dan kabin dengan
kekuatan yang tinggi.

Zona-zona bodi depan dan belakang yang dapat rusak


terdiri dari berbagai macam area dengan tingkat kekakuan
yang tinggi, yang secara efektif menyerap dan
menghilangkan benturan. Oleh karena itu, bodi penyerap
benturan ini meminimalkan perubahan bentuk kabin.

(1/1)

-4-
Tiang pelindung benturan sisi pintu
Tiang pelindung benturan sisi pintu adalah tipe material
penguat yang dipasang pada pintu untuk memastikan
kekuatan pintu saat terjadi tabrakan samping.

Tiang pelindung benturan sisi pintu

(1/1)

Nama-Nama Part Bodi


Pemasangan eksterior
Bumper
Radiator grille
Kap mesin (Bonnet)
Kaca jendela (kaca depan)
Pillar depan
Sliding roof (Sun roof, Moon roof)
Panel atap
Rangka pintu
Pillar tengah
Kaca jendela pintu
Pegangan pintu luar
Kaca spion luar (Kaca pintu)
Panel pintu
Panel fender
Molding luar (Molding pelindung)
Mud guard
Kaca jendela belakang
Spoiler belakang
Pintu ruang bagasi (Panel bagasi)
Tutup bahan bakar (Penutup kotak inlet bahan bakar)
Panel fender belakang (Quarter fender)
Quarter pillar
(1/2)

Pemasangan interior
Register
Konsol tengah
Panel instrumen
Kaca spion dalam (kaca ruang)
Sun visor
Door trim
Daya cengkram tambahan
Sandaran lengan tengah belakang
Sabuk keselamatan
Sandaran kepala
Sandaran tempat duduk
Tuas penyetel sandaran
Tempat duduk (Bantalan)
Tuas penggeser tempat duduk
Scuff plate
Laci
Pegangan pintu dalam
Sandaran lengan pintu
Tombol pengunci pintu
Weatherstrip
Kantong pintu
Pegangan pengatur kaca jendela pintu
(2/2)

-5-
Cat
Uraian

Cat adalah tipe lapisan tipis yang diberikan pada


permukaan bodi. Tujuan utamanya adalah untuk
meningkatkan penampilan bodi. Tujuan lain adalah
untuk melindungi bodi kendaraan dari karat,
debu, sinar matahari dan hujan.

Logam lembaran
Lapisan primer
Melindungi bodi dari karat.
Lapisan intermediate
Membuat lapisan dasar dan lapisan primer halus.
Lapisan atas (Top coat)
Ini adalah lapisan akhir yang membuat cat
berkilau dan menarik.
(1/1)

REFERENSI :
Tipe-tipe lapisan atas (top coat)
Warna solid
Terdiri dari lapisan tunggal lapisan atas (top coat), cat
tipe ini hanya menggunakan pigmen-pigmen warna yang
tidak mengandung partikel-partikel aluminum.
Warna metallic
Lapisan atas (top coat) terdiri dari dua lapisan: lapisan
warna metalik dimana partikel-partikel aluminum dicampur
dalam cat, dan lapisan terang (clear coat) terbuat dari cat
transparan. Perhatian perlu diberikan saat perawatan
atau mencuci kendaraan, karena goresan-goresan sedikit
pada lapisan clear coat sangat menarik perhatian.
Warna pearl mica
Terdiri dari tiga lapisan top coat. Lapisan intermediate
mengandung partikel-partikel mica kecil. Keunikan dari
cat ini adalah kilaunya yang seperti mutiara dan dalam
serta tembus pandang. Berhati-hatilah agar lapisan
clear coat terhindar drai goresan-goresan.

Memantulkan cahaya
(1/1)

(2/2)

-6-
Kaca Kendaraan
Uraian

Kaca adalah komponen yang penting yang memastikan


keamanan dan kenyamanan kendaraan.
Sebagai tambahan terhadap sifatnya yang tembus pandang,
kaca kendaraan melindungi penumpang dengan tidak mudah
pecah saat mengalami kontak dengan benda.

Sinar matahari
Sinar UV (Ultraviolet)

Kaca laminated
Lapisan tipis terang diletakkan diantara dua lembar kaca biasa, dan ditekan bersama-sama.
Dirancang untuk mencegah benda-benda seperti batu-batu yang melayang dari luar agar tidak menembus kaca.
Juga dirancang untuk mencegah agar pecahan-pecahan kaca tidak berhamburan. Masa kini, kaca ini digunakan
sebagai kaca jendela depan. Lapisan tipis yang digunakan pada kaca laminated menghambat sinar ultraviolet.
Kaca tempered
Kaca biasa dipanaskan dan didinginkan dengan cepat untuk menghasilkan kaca yang memberikan daya tahan terhadap kejutan.
Memiliki kekuatan empat kali lipat dari kaca biasa. Meskipun kaca tempered pecah saat menerima benturan yang kuat, kaca ini
pecah menjadi bentuk butiran-butiran kecil guna meminimalkan cidera.
Kaca pengurang sinar UV
"UV" adalah kependekan dari "sinar ultraviolet", dan kaca pengurang UV telah dikembangkan untuk mengurangi jumlah
sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan terbakar akibat sinar matahari. Digunakan terutama pada kaca jendela belakang
dan kaca jendela pintu-pintu. Kaca pengurang sinar UV mengurangi sinar ultraviolet sekitar 90 ~ 95 prosen.
Kaca tinted
Seluruh kaca berwarna hijau atau perunggur. Kaca berbalutkan bayangan ini digunakan pada kaca jendela depan. Hanya
bagian atas saja yang berwarna, dan tepiannya didegradasi untuk meningkatkan penampilan.
Kaca penyerap energi surya
Kaca ini mengandung sejumlah kecil logam seperti nikel, besi, cobalt, dll. yang berperan untuk menyerap panjang gelombang
sinar matahari yang mengelilingi rentang infra merah. Hal ini mengurangi naiknya temperatur interior yang biasanya sebagai
akibat dari sinar matahri langsung.
(1/1)

Part-Part Fungsional Bodi


Tempat Duduk

Sebagai tambahan bagi penopang penumpang,


tempat duduk menyerap kejutan jalan.

Sandaran kepala
Sandaran tempat duduk
Penopang kayu (Lumbar support)
Bantalan tempat duduk

(1/2)

-7-
Fungsi penyetel tempat duduk
Tempat duduk dilengkapi dengan berbagai macam fungsi
penyetel yang memastikan kenyamanan penumpang dan
meminimalkan kelelahan meskipun dalam perjalanan jauh.

Penyetel pergeseran
Menyetel posisi membujur tempat duduk dengan cara menggeser jalur di bawah tempat duduk.
Penyetel sandaran
Menyetel sudut sandaran tempat duduk ke depan dan ke belakang.
Penyetel fertikal
Menyetel tinggi bantalan tempat duduk. Beberapa tipe seluruh bantalan tempat duduk ke atas dan ke bawah, yang lainnya
hanya ke ujung belakang dan depan.
Penyetel penopang kayu (Lumbar support)
Menyediakan penopang pada area kayu tempat sandaran tempat duduk untuk mengurangi kelelahan penumpang saat perjalanan jauh.
Penyetel penopang sisi
Menyetel lebar penopang sisi pada sandaran tempat duduk dan jumlah topangan tubuh pengemudi saat membelok.
Penyetel sandaran kepala
Sandaran kepala disediakan untuk melindungi penumpang dari hentakan saat terjadi tabrakan belakang. Penyetel sandara
kepala digunakan untuk menyetel posisi sandaran kepala untuk menyesuaikan postur penumpang. Terdapat tipe-tipe
yang dapat disetel ke atas dan ke bawah, dan tipe-tipe yang dapat disetel ke atas dan ke bawah serta bolak-balik.

(2/2)

Sabuk Keselamatan

Saat terjadi pengereman mendadak, atau saat


terjadi tabrakan, tubuh penumpang bergerak ke
depan dengan gaya kelembaman. Sabuk kese-
lamatan dengan tepat mengamankan tubuh pe-
numpang pada tempat duduk. Sehingga mencegah
penumpang agar tidak menghantam roda kemudi
atau kaca depan, atau agar tidak terlempar ke luar
dari kendaraan. Terdapat dua tipe sabuk keselamatan:
tipe 2-titik yang hanya menopang pinggul dan tipe 3-titik
yang menopang area pinggul dan dada.

Tipe 2-titik
Tipe 3-titik

(1/2)

-8-
ELR (Emergency Locking Retractor)
Saat pengereman dilakukan secara mendadak, atau
saat terjadi tabrakan, alat ini mencegah agar sabuk
keselamatan tidak tertarik keluar dengan cara mengunci
sabuk. Biasanya, alat ini memungkinkan sabuk
keselamatan tertarik atau tergulung dengan pergerakan
penumpang.
1. Tipe speed-sensing
Mengunci sabuk saat kecepatan saat dimana sabuk
keselamatan ditarik melebihi nilai spesifikasi.
2. Tipe G-sensing
Mengunci sabuk saat sensor mendeteksi gaya G
yang besar yang diberikan pada seluruh kendaraan.
3. Tipe multiple-sensing
Memiliki fungsi sebagai speed-sensing dan
G-sensing.

Fungsi lain juga tersedia dengan sabuk keselamatan,


seperti pengurang tegangan yang mengatur gaya
untuk menarik sabuk, atau sabuk penyerap energi
yang meregang saat menerima benturan.

(2/2)

REFERENSI :
Sabuk keselamatan pre-tensioner dengan pembatas gaya
Saat terjadi tabrakan depan yang melibatkan benturan
yang kuat, pre-tensioner meningkatkan efektifitas sabuk
keselamatan dengan secara langsung menarik sabuk.
Setelah pengoperasian pre-tensioner, pembatas gaya
bekerja bila pergerakan penumpang yang tercipta oleh
kelembaman mengeluarkan gaya yang lebih besar
daripada nilai spesifikasi pada sabuk. Ia membebaskan
sabuk bersamaan dengan pergerakan penumpang
guna meredam benturan pada dada
penumpang.

Sabuk keselamatan pre-tensioner dengan pembatas


gaya bekerja hampir bersamaan dengan SRS
airbag.
(1/1)

Pengunci Pintu

Pengunci pintu mencegah agar pintu-pintu tidak terbuka


dengan mudah karena getaran atau benturan. Untuk men-
cegah pencurian, ia juga berfungsi untuk mencegah agar
pintu yang terkunci tidak terbuka melalui pengoperasian
pegangan luar dan dalam.

Pintu terbuka
Pintu renggang
Pintu tertutup

(1/1)

-9-
REFERENSI :

Sistem kontrol pengunci pintu jarak jauh tanpa kabel


Pintu-pintu dapat dikunci atau dibukar tanpa kabel
dengan menekan tombol LOCK atau UNLOCK pada kunci.
beberapa kendaraan dilengkapi dengan fungsi penjawab
kembali, dimana lampu tanda belok berkedip saat pintu-
pintu dikunci atau dibuka dua kali.

Wireless tuner (kaca spion dalam)


Rakitan pengunci pintu
Transmitter

(1/1)

Sistem penutup pintu


Saat ECU (Electronic Control Unit) mendeteksi bahwa
pintu sedikit renggang, maka ia akan mengaktifkan motor
rakitan pengunci pintu untuk menutup pintu sepenuhnya.

Sistem penutup pintu bagasi juga tersedia untuk


menutup pintu ruang bagasi sepenuhnya bila ECU
(Electronic Control Unit) mendeteksi ada yang renggang.

ECU pintu
Rakitan pengunci pintu
Striker pengunci pintu
Motor penutup pintu ruang bagasi

Sebelum pengoperasian
Setelah pengoperasian
(1/1)

Smart key system


Sistem kunci pintar memungkinkan pengemudi untuk melakukan
tindakan di bawah ini hanya dengan membawa kunci tersebut:

Membuka / Mengunci pintu


Membatalkan penguncian kemudi dan start mesin
Membuka pintu ruang bagasi
Tuas
Memperlihatkan kunci mekanikal
Switch pengunci pintu (gambar menunjukkan pintu
sisi pengemudi)
Switch start mesin
Switch dorong pintu bagasi

PETUNJUK:
Kunci mekanikal di dalam kunci pintar dapat digunakan untuk
membuka pintu-pintu dan menghidupkan mesin seperti biasa.
(1/1)

-10-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai setiap pernyataan berikut Benar atau Salah:

No. Pertanyaan Benar atau Salah Jawabanyang


Benar

Pengunci pintu mencegah agar pintu tidak terbuka dnegan mudah


1 n Benarn
j
k
l
m j Salah
k
l
m
karena kejutan atau getaran.
Mobil 3-kotak menggabungkan ruang mesin, penumpang, dan
2 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
barang.

3 Tempat duduk menopang tubuh penumpang dan menyerap kejutan


permukaan jalan. j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m

Bodi monocoque adalah konstruksi dimana bodi dan rangka


4 n Benarn
j
k
l
m j Salah
k
l
m
tergabung menjadi satu.
Cat kendaraan melindungi bodi kendaraan dari sinar matahari dan
5 n Benarn
j
k
l
m j Salah
k
l
m
hujan, sebagai tambahan pelindungan bodi terhadap karat.

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar mengenai style bodi?

j
k
l
m
n 1. Sedan menggabungkan ruang penumpang dan barang.

j
k
l
m
n 2. Sedan tidak memiliki rangka jendela dan pilar-pilar tengah untuk menekankan styling.

j
k
l
m
n 3. Pickup menggabungkan ruang penumpang dan barang.

j
k
l
m
n 4. Mesin truk pickup terletak ke arah depan tempat duduk penumpang.
Pertanyaan-3
Pernyataan manakah yang benar mengenai sabuk keselamatan?

j
k
l
m
n 1. Panjang tertentu sabuk keselamatan selalu dibebaskan untuk mencegah agar tekanan yang tidak
semestinya tidak diberikan pada penumpang saat terjadi pengereman mendadak atau tabrakan.
j
k
l
m
n 2. Mekanisme ELR sabuk keselamatan mengunci sabuk keselamatan untuk mencegah agar tidak
terlepas saat terjadi pengereman mendadak atau tabrakan.

j
k
l
m
n 3. Mekanisme pretensioner sabuk keselamatan mengunci sabuk keselamatan untuk mencegah agar tidak
terlepas saat terjadi pengereman mendadak atau tabrakan.
j
k
l
m
n 4. Mekanisme pretensioner sabuk keselamatan membebaskan sabuk saat gaya yang melebihi nilai yang
telah ditentukan diberikan pada sabuk.
Pertanyaan-4
Gambar di bawah menunjukkan kaca yang digunakan pada kendaraan. Pilih kata-kata yang sesuai dengan
nomor-nomor dari kelompok kata berikut.

(1) Tipe kaca yang mencegah masuknya benda- (2) Tipe kaca yang mengurangi jumlah sinar ultra
benda luar, seperti batu-batu. violet sinar matahari yang masuk.

(3) Kaca untuk menyerap sinar infra merah (4) Tipe kaca yang hancur menjadi partikel-partikel
pada sinar matahari. saat pecah.

a) Kaca tempered b) Kaca laminated c) Kaca penyerap energi surya d) Kaca berwarna
e) Kaca pengurang sinar UV

-11-
-12-
Ujian

-13-
-14-
• Kerjakan ujian ini setelah menyelesaikan seluruh bab
di buku ini.
• Klik tombol "Mulai Ujian".
• Ketik seluruh jawaban Anda pada lembar jawaban di
layar.
• Setelah seluruh pertanyaan diselesaikan, klik tombol
"Tulis Hasil" di dasar layar.
• Window baru akan muncul. Setelah memasukkan seluruh
bagian yang diperlukan pada lembar jawaban, cetaklah lalu
berikan kepada instruktur.

-1-
Pernyataan manakah yang benar mengenai ke empat langkah pengoperasian kendaraan
Q-1
bermesin bensin?

j A. Selama langkah hisap, katup hisap 'menutup' dan katup buang 'membuka'.
k
l
m
n
j B. Selama langkah kompresi, katup hisap 'menutup' dan katup buang 'menutup'.
k
l
m
n
j C. Selama langkah pembakaran, katup hisap 'membuka' dan katup buang 'menutup'.
k
l
m
n
j D. Selama langkah buang, katup hisap 'membuka' dan katup buang 'menutup'.
k
l
m
n

Pernyataan manakah yang benar mengenai komponen-komponen kendaraan


Q-2
bermesin bensin?

j A. Gerakan linear piston-piston dikirim melalui connecting rod dan diubah menjadi gerakan rotasi
k
l
m
n
poros engkol (crankshaft).
j B. Drive belt mengirimkan gerakan rotasi poros engkol (crankshaft) melalui puli untuk menggerakkan alternator.
k
l
m
n
j C. Drive chain mengirimkan gerakan rotasi poros cam (camshaft) ke poros engkol (crankshaft) melalui puli.
k
l
m
n
j D. Pompa oli digerakkan oleh gerakkan rotasi poros engkol (crankshaft) melalui drive belt.
k
l
m
n

Pernyataan manakah yang benar mengenai sistem pelumasan kendaraan


Q-3
bermesin bensin?

j A. Pompa oli digerakkan oleh drive belt untuk memompa oli ke berbagai macam area di mesin.
k
l
m
n
j B. Switch tekanan oli mendeteksi kecepatan oli mesin yang dipompakan ke dalam mesin.
k
l
m
n
j C. Saringan oli memiliki relief valve untuk mencegah agar aliran oli mesin tidak berhenti, dikarenakan saringan tersumbat.
k
l
m
n
j D. Oil strainer dipasang di ujung saluran sirkulasi mesin untuk membuang partikel-partikel besar dari oli.
k
l
m
n

Pernyataan manakah yang benar mengenai karakteristik kendaraan


Q-4
bermesin diesel?

j A. Rasio kompresi mesin diesel biasanya lebih rendah daripada kendaraan bermesin bensin.
k
l
m
n
j B. Meskipun volume langkah sama, mesin diesel biasanya lebih ringan daripada kendaraan bermesin bensin.
k
l
m
n
j C. Tidak seperti kendaraan bermesin bensin, sistem injeksi mesin diesel hanya bekerja secara mekanikal.
k
l
m
n
j D. Tidak seperti kemdaraan bermesin bensin, mesin diesel tidak memiliki sistem pengapian.
k
l
m
n

Q-5 Pernyataan manakah yang benar mengenai kontrol output mesin diesel ?

j A. Output mesin diesel dikontrol dengan cara membeda-bedakan tekanan bahan bakar.
k
l
m
n
j B. Output mesin diesel dikontrol dengan cara mengatur volume injeksi bahan bakar.
k
l
m
n
j C. Output mesin diesel dikontrol dengan cara mengatur volume udara hisap.
k
l
m
n
j D. Output mesin diesel dikontrol dengan cara menaikkan kepadatan udara hisap.
k
l
m
n

-2-
Q-6 Pernyataan manakah yang benar mengenai transaxle manual?

j A. Transaxle manual mengubah daya pertautan/pelepasan roda-roda gigi yang saling bertautan.
k
l
m
n
j B. Transaxle manual mengirim tenaga mesin melalui torque converter.
k
l
m
n
j C. Tanpa mengindahkan posisi tuas pemindah, poros input dan poros output transaxle manual
k
l
m
n
berputar dengan kecepatan yang sama.
j D. Poros input dan poros output transaxle manual selalu berputar ke arah yang sama.
k
l
m
n

Q-7 Pernyataan manakah yang benar mengenai differential?

j A. Fungsi reduksi differential bekerja untuk memastikan kelancaran membelok kendaraan.


k
l
m
n
j B. Fungsi differential pada differential menyetel perbedaan rotasi antara roda-roda kanan dan kiri
k
l
m
n
saat membelok.

j C. Differential kendaraan berpenggerak roda depan digerakkan oleh poros propeller.


k
l
m
n
j D. Differential meningkatkan kecepatan rotasi dari transmisi dan mengirimkannya ke roda-roda.
k
l
m
n

Diantara gambar berikut, pilih satu yang menunjukkan suspensi tipe Macpherson
Q-8
strut.

j A.
k
l
m
n j B.
k
l
m
n

j C.
k
l
m
n j D.
k
l
m
n

-3-
Q-9 Pernyataan manakah yang benar mengenai rem?

j A. Rem piringan menghentikan perputaran roda dengan memanfaatkan gesekan yang dibangkitkan saat
k
l
m
n
pad-pad rem piringan mengapit (clamp) rotor rem piringan.
j B. Rem tromol menghentikan perputaran roda dengan memanfaatkan gesekan yang dibangkitkan saat
k
l
m
n
pad-pad rem piringan mengapit (clamp) rotor rem piringan.
j C. Rem parkir secara mekanis mengunci roda-roda depan.
k
l
m
n
j D. Master cylinder rem meningkatkan gaya yang diberikan pada rem-rem tanpa mengindahkan gaya
k
l
m
n
yang diberikan pada pedal rem.

Q-10 Pernyataan manakah yang benar?

j A. ABS membantu gaya pengereman dengan cara mengontrol tekanan hidrolik saat diperlukan, bila
k
l
m
n
komputer telah menetapkan pemberian rem darurat.
j B. TRC menggunakan komputer untuk mengontrol tekanan hidrolik yang diberikan pada silinder-silinder roda
k
l
m
n
untuk mencegah agar roda-roda tidak terkunci saat terjadi pengereman darurat.
j C. Rem bantu (brake assist) mencegah agar roda penggerak tidak tergelincir dan memastikan pengendaraan
k
l
m
n
yang stabil saat tenaga penggerak diberikan ke roda seperti saat start.
j D. VSC memastikan stabilitas membelok kendaraan.
k
l
m
n

Q-11 Pernyataan manakah yang benar mengenai baterai?

j A. Kedua terminal negatip dan positip baterai memiliki diameter yang sama.
k
l
m
n

j B. Bila baterai ditandai '34B19L' seperti pada gambar di bawah, terminal positip berada pada posisi bertanda 'A'.
k
l
m
n

j C. Baterai adalah tipe yang dapat diisi kembali yang berperan sebagai sumber tenaga saat mesin mati.
k
l
m
n
Baterai menyimpan listrik saat mesin bekerja.
j D. Sumbat-sumbat ventilasi dipasang pada baterai untuk menjaga agar baterai kedap udara.
k
l
m
n

Q-12 Pernyataan manakah yang benar mengenai ignition coil?

j A. Ignition coil mendistribusikan tegangan tinggi ke silinder-silinder.


k
l
m
n

j B. Ignition coil menaikkan tegangan baterai guna membangkitkan tegangan tinggi yang diperlukan
k
l
m
n
untuk pengapian.
j C. Kendaraan bermesin 4-silinder dengan sistem pengapian langsung memiliki satu ignition coil.
k
l
m
n
j D. Ignition coil terus menyebabkan arus mengalir ke primary coil guna membangkitkan tegangan
k
l
m
n
tinggi pada secondary coil.

-4-
Q-13 Pernyataan manakah yang benar mengenai fuse?

j A. Circuit breaker tidak dapat digunakan kembali.


k
l
m
n
j B. Fusible link menggunakan bimetal yang membangkitkan panas dan memuai saat arus yang berlebihan
k
l
m
n
diberikan kepadanya, guna mematikan sirkuit listrik.
j C. Sebuah fuse dengan kapasitas 10A tidak akan putus bila arus sebesar 20A mengalir melaluinya.
k
l
m
n
j D. Fuse tipe mata pisau di beri kode warna sesuai dengan kapasitasnya.
k
l
m
n

Q-14 Pernyataan manakah yang benar mengenai lampu?

j A. Bohlam-bohlam lampu besar multi-reflector tidak dapat diganti.


k
l
m
n

j B. Untuk menyalakan ruang dalam kendaraan pada waktu malam, lampu interior menyala saat switch
k
l
m
n
dimmer lampu besar diputar satu takikan.
j C. Pada umumnya, lampu-lampu berhenti (lampu rem) memiliki bohlam-bohlam lampu yang sama dengan
k
l
m
n
lampu mundur yang menyala lebih terang saat dioperasikan sebagai lampu berhenti.
j D. Lampu kecil (lampu belakang) memberitahu kendaraan dibelakang akan kehadiran dan posisi kendaraan ini.
k
l
m
n

Q-15 Pernyataan manakah yang benar mengenai bodi kendaraan?

j A. Coupe adalah gaya kendaraan berbentuk kotak dimana satu ruang dipakai sebagai ruang penumpang
k
l
m
n
dan ruang barang.

j B. Bodi monocoque adalah konstruksi dimana bodi dan rangka tergabung. Kekuatan bodi secara
k
l
m
n
keseluruhan dijaga sebagai satu kotak.
j C. Tujuan utama pengecatan bodi adalah untuk penampilan, dan cat tersebut tidak melindungi bodi dari karat.
k
l
m
n

j D. Untuk melindungi penumpang, kaca laminated yang digunakan pada kaca depan kendaraan pecah
k
l
m
n
menjadi serpihan-serpihan kecil saat terjadi benturan.

-5-
Dasar-dasar Kendaraan

No. Pilih PETUNJUK:


Gunakan keyboard, isi nama Anda, dan No. ID pada lembar ini.
1
Tekan tombol "Cetak" dan serahkan hasil cetakan kepada instruktur melalui FAX.
2 Tombol cetak tidak berfungsi bagi IE versi di bawah 5.0.
Pada kasus seperti ini, cetaklah jawaban menggunakan fungsi cetak browser (di bawah "File").
3
4 Referensi:
Saat diperintahkan oleh instruktur, pergilah ke menu pull-down "File" di atas window dan pilih
5 "Save as" untuk menyimpan lembar jawaban di folder seperti "My documents".
6 Sebelum menyimpan, pastikan untuk memilih "Html file" atau "Text file" sesuai dengan format
file yang diperintahkan.
7 Serahkan file yang telah disimpan ke instruktur dengan menggunakan e-mail atau disket.
8
9
10
11
12
13
14
15

NAMA :

ID :

-6-
TOYOTA TECHNICIAN

-7-
-8-
Garis Besar Toyota

-9-
-10-
Garis Besar TOYOTA
Sejarah TOYOTA
1.Pendirian TOYOTA
Pendiri Toyota Motor Corporation adalah
Kiichiro Toyoda. Ayah Kiichiro, Sakichi Toyoda,
adalah penemu mesin pintal, tapi karena beliau
percaya bahwa "ini adalah era kendaraan", maka
beliau berkeinginan untuk mulai memproduksi kendaraan.
Tetapi, beliau tidak dapat melihat perkembangan industri
tersebut pada masa hidupnya, oleh karena itu Kiichiro
meneruskan mimpi ayahnya dan mulai memproduksi
kendaraan untuk pangsa pasar domestik Jepang.

(1/2)

2.Sejarah
1937
Toyota Motor Co., Ltd. didirikan
1938
Koromo Plant mulai beroperasi
(Current Honsha Plant)
1950
Toyota Motor Sales Co., Ltd. didirikan
1957
Mobil penumpang Jepang pertama(CROWN)
yang diekspor ke U.S.A.
1962
Jumlah total kendaraan Toyota untuk pasar doemstik
mencapai 1 juta kendaraan.
1972
Jumlah total kendaraan Toyota untuk pasar doemstik
mencapai 10 million.
1979
10 juta kendaraan Toyota diekspor
1982
Toyota Motor Co., Ltd. dan Toyota Motor Sales Co.,
Ltd. bergabung menjadi "Toyota Motor Corporation"
1986
Jumlah total kendaraan Toyota untuk pasar domestik
mencapai 50 juta kendaraan.
1999
Jumlah total kendaraan Toyota untuk pasar domestik
mencapai 100 juta kendaraan.
(2/2)

-1-
Garis Besar Perusahaan
Kondisi TOYOTA (2000)

1.Nama perusahaan
TOYOTA MOTOR CORPORATION
2.Tanggal pendirian
Agustus 28, 1937
3.Lokasi Kantor Pusat
Toyota city, Aichi, Japan
4.Modal
397.0 milyar yen
5.Jumlah karyawan
65,290
6.Produk
Kendaraan (Mobil penumpang, Truk, dan Bis),
Kendaraan industri, Auto parts, Rumah pabrikan

Pabrik Domestik & Kantor

Honsha Plant
Motomachi Plant
Kamigo Plant
Takaoka Plant
Miyoshi Plant
Tsutsumi Plant
Myochi Plant
Shimoyama Plant
Kinuura Plant
Tahara Plant
Teiho Plant
Hirose Plant

Pabrik produksi luar negeri TOYOTA

1 China Tianjin Toyota Motor Co., Ltd. 22 Australia Toyota Motor Corporation Australia Ltd.
2 China Sichuan Toyota Motor Co., Ltd. 23 U.S.A Toyota Motor Manufacturing Kentucky, Inc.
3 China Tianjin Toyota Motor Engine Co., Ltd. 24 U.S.A New United Motor Manufacturng, Inc.
4 China Tianjin Fengjin Auto Parts Co., Ltd. 25 U.S.A Toyota Motor Manufacturing Indiana, Inc.
5 China Tianjin Toyota Forging Co., Ltd. 26 U.S.A Toyota Motor Manufacturing, West Virginia, Inc.
6 China Tianin Jinfeng Auto Parts Co., Ltd. 27 U.S.A TABC, Inc.
7 China Shenyang Jinbei Passenger Vehicle Manufacturing Co., Ltd. 28 U.S.A Bodine Aluminum, Inc.
8 Taiwan Kuozui Motor, Ltd. 29 Canada Toyota Motor Manufacturing Canada Inc.
9 Thailand Toyota Motor Thailand Co., Ltd. 30 Canada Canadian Autoparts Toyota Inc.
10 Thailand Hino Motors (Thai land) Ltd. 31 Colombia Sociedad de Fabrication de Automotores S.A.
11 Thailand Siam Toyota Manufacturing Co., Ltd. 32 Venezuela Toyota de Venezuela, Campania Anomina
12 Thailand Toyota Auto Body Thailand Co., Ltd. 34 Brazil Toyota de Brasil S.A., Inüstria e Comërcio
13 Vietnam Toyota Motor Vietnam Co., Ltd. 35 Argentina Toyota Argentina S.A.
14 Philippines Toyota Motor Philippines Corporation 36 U.K. Toyota Motor Manufacturing (UK) Ltd.
15 Philippines Toyota Autoparts Philippines Inc. 37 France Toyota Motor Manufacturing France S.A.S.
16 Malaysia Assembly Services Sdn. Bhd. 38 Portugal Salvador Caetano I.M.V.T., S.A.
17 Malaysia T & K Autoparts Sdn. Bhd. 39 Poland Toyota Motor Manufacturing Poland SP.ZO.O
18 Indonesia P.T. Toyota-Astra Motor 40 Turkey Toyota sabanci Motor Manufacturing Turkey inc.
19 India Toyota Kirloskar Motor Ltd. 41 Kenya Associated Vehicle Assemblers Ltd.
20 Bangladesh Aftab Automobiles Ltd. 42 South Africa Toyota South Africa Motors (Pty.) Ltd.
21 Pakistan Indus Motor Company Ltd.
2
-2-
Distribusi distributor, bengkel service dan
teknisi

/ /
Area
Jumlah distributor, importir
Jumlah bengkel service
Jumlah teknisi

Penjualan luar negeri dan service outlet (1999)


Distributor kendaraan Toyota tersebar di 160 negara
di seluruh dunia, dengan sejumlah besar dealer
yang menyediakan penjualan dan service bagi
kendaraan-kendaraan Toyota.
(1/1)

Posisi TOYOTA
Posisi TOYOTA di dunia (2000)
Toyota adalah adalah salah satu pembuat kendaraan
terbesar di dunia.

(1/1)

Grup TOYOTA dan Suplier


Grup TOYOTA terdiri dari Pembuat Bodi, Pembuat
cat dan perusahaan-perusahaan lainnya.
• Toyota Auto Body Co., Ltd.
• Kanto Auto Works, Ltd.
• Toyoda Industries Corporation
• DENSO CORPORATION
• Toyoda Machine Works, Ltd.
• Aisin Seiki Co,. Ltd.
• Toyoda Gosei Co., Ltd.
• Toyoda Boshoku Corporation
• Aichi Steel Corporation
• Toyota Central Research & Development
Laboratories ,Inc.
• Toyota Tsusho Corporation
• Towa Real Estate Co., Ltd.
(1/1)

-3-
-4-
What is the TOYOTA Technician

-5-
-6-
Filosofi Perusahaan TOYOTA
Filosofi Perusahaan Toyota
Toyota dengan sepenuh hati menawarkan kendaraan-
kendaraannya kepada pelanggan. Penjualan kendaraan
dapat dikatakan selesai hanya bila pelanggan telah meng-
gunakan kendaraan tersebut dan merasa puas.
Filosofi perusahaan Toyota menetapkan prioritas-prioritas
sebagai berikut:
1. Pelanggan
2. Dealer/Distributor
3. Pembuat

(1/1)

Toyota Quality Service


Aktifitas Toyota Quality Service telah dirancang untuk
mengikat dealer dan TMC bersama-sama guna mem-
promosikan kepuasan pelanggan sebagai berikut:

• Memberikan produk berkualitas No. 1:


Ini berarti memberikan kendaraan yang dapat memenuhi
kebutuhan pelanggan dan juga sesuai dengan lingkungan
tempat kendaraan tersebut akan digunakan.

• Pelayanan purna jual No. 1 :


Ini berarti memberikan service terbaik di area tersebut.
Ini juga berarti memberikan caring service yang melampaui
pelayanan yang diberikan oleh kompetitor anda sehingga
kendaraan pelanggan selalu berada dalam keadaan puncak.
Sehingga pelanggan akan selalu dapat mengoperasikan
kendaraan mereka dengan rasa percaya diri yang tinggi.

• Caring service
Pelanggan memiliki empat pengharapan terhadap
pelayanan:
1. Perlakuan yang baik
2. Servis yang akurat dan dapat diandalkan
3. Biaya yang masuk akal
4. Servis yang efisien dan cepat

Banyak pelanggan juga mengharapkan "sesuatu yang lebih",


seperti sangat membantu, memberikan pelayanan lebih
dalam bentuk pemberian oli pada engsel pintu yang berbunyi,
atau saran-saran pengendaraan di pegunungan.
(1/2)

Meningkatkan kepuasan pelanggan anda tidak saja mem-


bantu kemakmuran perusahaan. Namun hal ini juga me-
ningkatkan kepuasan kerja anda sendiri.
Hal ini berarti bahwa kepuasan pelanggan tercermin pada
evaluasi perusahaan anda. Dan hal ini juga membawa
manfaat bagi anda.
Contohnya, lingkungan kerja anda dapat menjadi lebih
baik, anda mungkin menerima perlakuan yang lebih baik
(gaji, promosi, dll.) dari perusahaan anda, dan anda akan
mendapatkan keamanan kerja yang lebih besar.

(2/2)

-1-
Apa itu Teknisi TOYOTA ?
Teknisi TOYOTA
Anda adalah teknisi profesional yang bekerja pada bengkel
Toyota. Anda melaksanakan pekerjaan anda secara profe-
sional. Dibandingkan dnegan teknisi pada perusahaan lain,
anda sebagai seorang profesional Toyota, berbeda paling
sedikit dalam dua hal:
1. Anda mempraktekkan filosofi "Pelanggan Adalah
Utama"
• Anda berusaha keras untuk menaikkan tingkat kepuasan
pelanggan anda pada kendaraan-kendaraan Toyota dengan
memberikan Pelayanan Purna Jual No. 1.
• Anda selalu berpikir apa yang dapat anda lakukan untuk
meningkatkan kepuasan pelanggan anda, dan memprak-
tekkan ide-ide anda tersebut.
• Anda memberikan servis yang cepat dan dapat diandalkan.
• Anda menangani kendaraan pelanggan anda dengan
sepenuh hati.
• Anda menawarkan bantuan profesional untuk semua
masalah yang ditemukan selama service.
(1/2)

2. Anda menjunjung tinggi standar profesionalisme


akan rasa bangga dan tanggung jawab.
Apapun pekerjaannya, anda akan melaksanakannya dengan
penuh tanggung jawab, cepat dan dengan biaya yang rendah.
• Anda memahami peran teknisi.
Anda memberikan pelayanan pura jual untuk selalu
menjaga kendaraan pelanggan dalam kondisi puncak
sehingga mereka dapat mengoperasikan kendaraannya
dengan rasa penuh percaya diri.
• Anda bangga atas pekerjaan anda.
Service kendaraan merupakan pekerjaan yang sangat
penting yang menyangkut nyawa orang. Oleh karena itu,
anda selalu sadar bahwa anda bertanggung jawab untuk
menjaga reputasi kendaraan-kendaraan Toyota yang
terkenal di dunia sebagai kendaraan berkualitas tinggi.
• Anda melakukan yang terbaik pada setiap pekerjaan.
Anda teliti dan seksama dan selalu bertanggung
jawab atas apa yang anda lakukan, apapun
pekerjaannya.
• Anda selalu berusaha keras untuk membuat perbaikan
di dalam pekerjaan anda.
Anda selalu berkeinginan membuat perbaikan, mencari
cara untuk melakukan pekerjaan dengan lebih efisien,
lebih akurat, lebih nyaman, dan dnegan biaya yang lebih
rendah dari sebelumnya. Kemudian, anda menggabungkan
semuanya untuk perbaikan dalam pekerjaan anda.
• Anda berusaha keras meningkatkan keahlian anda.
Kendaraan-kendaraan Toyota selalu mengalami pening-
katan kualitas, dengan model-model baru dan mekanisme-
mekanisme baru yang selalu diadopsi. Anda secara terus-
menerus meningkatkan keahlian anda dan menguasai
teknologi-teknologi baru yang muncul, agar dapat men-
servis kendaraan-kendaraan ini.

(2/2)

-2-
10 Prinsip Kecakapan Kerja Yang Lebih Baik
Bagi Teknisi
Kami telah menetapkan sepuluh prinsip dasar yang
penting bagi pekerjaan anda, dan harus dipraktekkan
setiap hari. Selalu mengingat ke sepuluh prinsip
dasar ini akan membantu anda memberikan
pelayanan yang lebih cepat dan dengan cara
yang dapat lebih diandalkan.
Tergantung pada kondisi yang muncul di pasar
yang berbeda (atau negara), prinsip-prinsip dasar
(seperti metoda pemberian salam) mungkin berbeda.
Bila distributor di negara anda menetapkan versi
yang berbeda dari ke sepuluh prinsip dasar ini,
silahkan menggunakannya.

(1/11)

1. Penampilan profesional
• Kenakan seragam yang bersih.
• Selalu kenakan safety shoes.

(2/11)

2. Penanganan dan perlakukan kendaraan secara hati-hati


• Selalu menggunakan penutup tempat duduk, fender,
penutup depan, penutup roda kemudi, dan alas kaki.
• Kendarai kendaraan pelanggan dengan hati-hati.
• Jangan pernah merokok di dalam kendaraan pelanggan.
• Jangan menggunakan perlengkapan audio atau
telepon mobil pelanggan.
• Buang sampah dan kotak part dari kendaraan.
Alas kaki
Penutup tempay duduk
Penutup fender
Penutup depan
Penutup roda kemudi
Stopper roda

(3/11)

-3-
3. Kerapihan, kebersihan
• Jagalah bengkel (lantai, stand peralatan, meja kerja, gauge,
tester, dll.) agar tetap bersih, rapi dan teratur dengan cara:
Membuang benda-benda yang tidak dibutuhkan
Meletakkan dan menyimpan part-part dan material
dengan rapi pada tempatnya
Menyapu, mencuci, dan menggosok
• Bekerja dengan kendaraan diparkir lurus di stall.

(4/11)

4. Keselamatan kerja
• Gunakan peralatan dan perlengkapan lain (auto lift,
dongkrak, gerinda, dll.) dengan benar.
• Berhati-hatilah terhadap api; jangan merokok saat bekerja.
• Jangan menangani benda yang terlalu berat bagi anda.

(5/11)

5. Perencanaan dan persiapan


• Konfirmasikan "item utama" (alasan utama pelanggan
membawa kendaraannya ke bengkel).
• Pastikan bahwa anda memahami permintaan pelanggan
dan instruksi dari service advisor.
Berhati-hatilah dalam berkomunikasi saat menangani
pekerjaan ulangan.
• Bila ditemukan adanya pekerjaan tambahan yang terpisah
dari pekerjaan yang telah dijadualkan, laporkan hal ini pada
Service Advisor. Hanya kerjakan pekerjaan tambahan se-
telah mendapat persetujuan dari pemilik kendaraan.
• Rencanakan pekerjaan anda (urutan kerja dan persiapan).
• Periksa bahwa part yang diperlukan tersedia.
• Lakukan pekerjaan berdasarkan repair order untuk
menghindari terjadinya kesalahan.

(6/11)

-4-
6. Pekerjaan yang cepat, dapat diandalkan
• Gunakan SST (Special Service Tools) dan tester
yang benar.
• Bekerja sesuai dengan petunjuk pada buku Pedoman
Reparasi, EWD, dan manual-manual diagnosa untuk
menghindari bekerja secara menebak-nebak.
• Ikuti terus informasi teknik terbaru, seperti
technical service bulletin.
• Bertanyalah pada service advisor atau pengontrol/
foreman bila anda tidak yakin akan sesuatu hal.
• Beritahu service advisor atau pengontrol/foreman
bila anda menemukan bahwa kendaraan memrlukan
pekerjaan tambahan yang tidak termasuk di dalam
repair order.
• Manfaatkan pelatihan yang tersedia.

(7/11)

7. Selesai sesuai dengan waktu yang dijanjikan


• Periksa apabila anda dapat menyelesaikan
pekerjaan tepat waktu.
• Beritahu service advisor atau pengontrol/foreman
bila menurut anda pekerjaan akan selesai lebih lambat
(lebih cepat) atau bila diperlukan pekerjaan tambahan.

(8/11)

8. Periksa pekerjaan bila telah selesai


• Konfirmasikan bahwa item utama telah dikerjakan.
• Pastikan bahwa pekerjaan-pekerjaan lain yang diminta
telah diselesaikan.
• Pastikan bahwa kendaraan paling tidak sebersih saat
anda menerimanya.
• Kembalikan tempat duduk, roda kemudi, dan kaca spion
ke posisi semula.
• Setel kembali jam, radio, dll., bila memorinya telah
dihapus.

(9/11)

-5-
9. Simpan part-part lama
• Letakkan part-part lama di kantong plastik atau di
kantong part kosong.
• Letakkan part-part lama di tempat yang telah ditentukan
(contoh: di lantai di depan tempat duduk penumpang depan).

(10/11)

10. Tindak lanjut


• Isi repair order dan laporkan (contoh: tulis
penyebab masalah, part-part yang diganti,
alasan penggantian, lamanya waktu kerja,
dll.).
• Beritahu pengontrol / foreman atau service advisor
informasi tambahan yang tidak tertulis pada
repair order.
• Beritahu pengontrol / foreman atau service advisor
bila ada ketidak normalan yang anda perhatikan
saat bekerja.

(11/11)

-6-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai pernyataan berikut Benar atau Salah:

No. Pertanyaan Benar atau Salah Jawaban


yang benar

Teknisi Toyota harus selalu mempertimbangkan dan melakukan


1 Benar Salah
pekerjaan dengan baik demi keuntungan pelanggan.

Servis kendaraan adalah pekerjaan yang penting yang memastikan


2 benar Salah
keselamatan pelanggan.
Teknisi harus memperhatikan hal-hal kecil selama melakukan peker-
3 jaan perawatan dan perbaikan, kecuali pekerjaan-pekerjaan yang Benar Salah
biasa mereka lakukan.
Konsep Toyota Quality Service adalah untuk memberikan produk
4 Benar Salah
dan pelayanan purna jual No. 1.

5 Menaikkan kepuasan pelanggan berarti menaikkan kepuasan anda. Benar Salah

-7-
Exercise
Pertanyaan-2
Cocokkan ke sepuluh persyaratan dasar dengan pernyataan yang sesuai dengan kelompok kata berikut.

Jawaban
No. Pertanyaan Pilihan
yang benar

1 Penampilan profesional

2 Penanganan dan perlakuan kendaraan secara berhati-hati

3 Kerapihan dan kebersihan

4 Keselamatan kerja

5 Perencanaan dan persiapan

6 Pekerjaan yang cepat, dapat diandalkan

7 Selesai sesuai dengan waktu yang dijanjikan

8 Periksa pekerjaan bila telah selesai

9 Simpan part-part lama

10 Tindak lanjut

a. Periksa apakah pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan diskusikan dengan pengontrol/
foreman atau service advisor bila pekerjaan akan selesai lebih cepat atau lebih lambat.
b. Praktekkan SEIRI(Pemindahan) dan SEITON(Pemilahan) di bengkel dan letakkan kendaraan di stall.
c. Periksa uraian pekerjaan dan apakah part-part tersedia dan susunlah rencana sebelum
bekerja.
d. Gunakan peralatan yang tepat dan lakukan pekerjaan sesuai dengan petunjuk pada buku Pedoman
Reparasi. Jangan bekerja hanya berdasarkan asumsi.
e. Letakkan part yang diganti di dalam kotak atau kantong plastik dan simpan di area yang telah ditentukan.
f. Selesaikan dan catat pekerjaan, dan laporkan bila ditemukan sesuatu saat bekerja kepada
pengontrol/foreman atau service advisor.
g. Kenakan seragam bersih dengan cara yang benar.
h. Untuk menghindari agar agar tidak menggores atau mengotori kendaraan pelanggan, letakkan
penutup pelindung pada kendaraan dan jangan mengoperasikan aksesoris bila tidak perlu.
i. Gunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar. Berhati-hatilah terhadap api. Berhati-
hatilah saat menangani benda-benda berat.
j. Pastikan bahwa semua pekerjaan yang diperlukan telah selesai. Setel kembali jam dan radio. Kem-
balikan tempat duduk dan kaca spion ke posisi semula. Pastikan bahwa kendaraan lebih bersih
daripada saat dibawa masuk ke bengkel.

-8-
Pengoperasian Servis Dasar

-9-
-10-
Pengoperasian Service Dasar
Pola Pikir Tugas Service

Memahami bagaimana kerja tim diantara staff service


department adalah penting untuk menghasilkan pelayanan
berkualitas guna mendapatkan kepuasan pelanggan, ke-
setiaan pelanggan dan keuntungan yang stabil.
Pemberikan pelayanan dan pelaksanaan perbaikan dengan
harga yang bersaing oleh teknisi yang handal, kepercayaan
pelanggan dapat diraih.
Dengan memahami aturan kerja masing-masing, service
advisor, pengontrol/foreman, kepala teknisi dan teknisi
yang bekerja dalam satu tim dapat bekerja guna meraih
kepuasan pelanggan No.1.

Pengontrol/Foreman
Mengalokasikan pekerjaan untuk teknisi dan memonitor
perkembangan setiap pekerjaan.

Teknisi
Pekerjaan perawatan dan perbaikan.

Kepala Teknisi
Melaksanakan pekerjaan servis dan perbaikan dan
memeriksa kualitas setiap pekerjaan.

Service Adviser
Menentukan kebutuhan pelanggan dan memberikan saran.
(1/1)

Pengoperasian Dasar di Bengkel Service

(1/8)

1.Perjanjian

Service advisor
• Mendengarkan permintaan servis pelanggan dan men-
catat Tipe/Tanggal/Waktu/Perkiraan buaya servis.
• Mengkonfirmasikan kembali perjanjian sehari sebelumnya.
• Mengatur perjanjian dan memberitahukannya kepada
pengontrol & parts dept.
• Mengatur jadual kerja untuk hari berikutnya dengan
pengontrol/foreman & parts dept.

Pengontrol/Foreman
• Mengatur jadual kerja dengan service advisor &
parts dept.
(2/8)

-1-
2. Penerimaan

Service advisor
• Menyambut kedatangan pelanggan.
• Menjelaskan pekerjaan kepada pelanggan khususnya
waktu dan biaya yang dibutuhkan.
• Mendapatkan persetujuan dari pelanggan.
• Mengisi repair order, menulis permintaan pelanggan.
• Memeriksa sejarah service.
• Melakukan pemeriksaan mengitari kendaraan.
• Mengirim repair order ke pengontrol/foreman untuk
dibagikan kepada teknisi.
Pengontrol/Foreman
• Melakukan diagnosa berdasarkan permintaan service
advisor/pelanggan. (bila perlu)
(3/8)

3. Distribusi Pekerjaan

Pengontrol/Foreman
• Pengontrol/Foreman mengalokasikan pekerjaan
berdasarkan waktu dan tingkat keahlian untuk
menyelesaikan pekerjaan.

(4/8)
4. Servis

Teknisi
• Menerima/Memeriksa repair order.
• Menerima part-part yang dipesan yang diperlukan
untuk pekerjaan.
• Bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan.
• Mengkonfirmasikan pekerjaan yang telah selesai
kepada kepala teknisi.
Kepala teknisi
• Melakukan pekerjaan yang secara teknis lebih sulit dan
memberikan pengawasan atau bantuan kepada teknisi.
(5/8)

(1/1) (1/1)

-2-
5. Pemeriksaan Akhir

Kepala Teknisi
• Melakukan pemeriksaan akhir.
• Mengkonfirmasikan pekerjaan yang telah selesai
kepada pengontrol/foreman.
Pengontrol/Foreman
• Mengkonfirmasikan pekerjaan kepada service advisor.
Untuk pekerjaan yang terhenti/tertunda
• Menentukan cara terefisien untuk mengatasi pekerjaan
yang tertunda dan memberitahukan pada service advisor.

(6/8)

6. Serah terima Kendaraan

Service advisor
• Menyiapkan part yang diganti untuk diperlihatkan.
• Menyiapkan tagihan untuk seluruh biaya.
• Memeriksa bahwa kendaraan bersih, memeriksa kualitas
dan memeriksa bahwa penutup tempat duduk, alas kaki,
penutup kemudi, penutup fender telah dilepas.
• Menelepon pelanggan untuk mengkonfirmasikan bahwa
kendaraan siap diserah terimakan.
• Menjelaskan pekerjaan kepada pelanggan.
Mengkonfirmasi bahwa pekerjaan telah selesai.
Menunjukkan part yang diganti.
Menjelaskan pekerjaan dan manfaatnya.
Menyiapkan rincian biaya yang menunjukkan: biaya
part, jasa dan pelumas.
Pengontrol/Foreman
• Memberikan penjelasan teknis atau saran bila dibutuhkan
oleh service advisor/pelanggan.
(7/8)

7. Setelah Tindak Lanjut Service

Service advisor
• Mengkonfirmasikan bahwa pelanggan benar-benar
puas dnegan pekerjaan yang telah dilakukan.
• Mengkonfirmasikan kembali waktu service
berikutnya.

(8/8)

-3-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai setiap pernyataan berikut Benar atau Salah:

Jawaban
No. Pertanyaan Benar atau Salah
yang benar

Bila teknisi yang mengerjakan kendaraan mendapati bahwa diperlukan


1  Benar
 Salah
pekerjaan tambahan, ia harus melakukan pekerjaan tersebut sendiri. 


 



2 Umumnya, teknisi menerima repair order dari pengontrol/foreman.  Benar





  Salah




Setelah pekerjaan perawatan dan perbaikan selesai, teknisi harus


3  Benar



  Salah



menghubungi pelanggan untuk melakukan tindak lanjut pekerjaaan.
Teknisi melakukan pekerjaan perawatan dan perbaikan pada kenda-
4  Benar



  Salah



raan setelah secara seksama memahami alur kerja dasar di bengkel.
Umumnya, kepala teknisi melakukan pemeriksaan akhir kendaraan
5  Benar



  Salah



setelah kendaraan tersebut diservis.

Pertanyaan-2
Cocokkan uraian pekerjaan berikut dengan karyawan yang sesuai di bawah ini.

Jawaban
No. Pertanyaan Pilihan
yang benar

1 Menangani kebutuhan pelanggan saat penerimaan.

Menugaskan teknisi, memonitor pekerjaan mereka, dan memantau


2
perkembangannya.
Melakukan pekerjaan perawatan dan perbaikan serta pemeriksaan akhir
3
saat pekerjaan selesai dilakukan.

4 Melakukan pekerjaan perawatan dan perbaikan.

a. Pengontrol/Foreman
b. Teknisi
c. Kepala Teknisi
d. Service Advisor

-4-
Keselamatan Kerja

-5-
-6-
Keselamatan Kerja
Pengetahuan Selama Bekerja
Pengetahuan selama bekerja
1. Bekerjalah dengan aman untuk mencegah cidera.
2. Berhati-hatilah agar anda terhindar dari cidera.
Bila anda mengalami cidera saat bekerja, hal ini tidak hanya
mempengaruhi anda, namun juga akan mempengaruhi keluarga,
rekan kerja dan juga perusahaan anda.
Faktor-faktor kecelakaan
Kecelakaan dikarenakan faktor manusia
Kecelakaan disebabkan oleh penggunaan mesin
atau peralatan yang tidak benar, mengenakan pakaian
yang tidak tepat atau kecerobohan teknisi.
Kecelakaan dikarenakan faktor fisik
Kecelakaan disebabkan oleh malafungsi pada mesin
atau peralatan, rendahnya standar pengamanan peralatan,
atau lingkungan kerja yang buruk.
Petunjuk:
Peraturan keselamatan berbeda-beda pada setiap negara dan
mungkin melampaui garis besar dasar peraturan sebelumnya.
(1/1)

Pakaian Kerja
Pakaian kerja
Untuk mencegah kecelakaan, pilih pakaian kerja yang kuat
dan dapat memudahkan pekerjaan. Hindari pakaian kerja
yang memperlihatkan sabuk, gesper, dan kancing, yang dapat
merusak kendaraan saat bekerja.
Sebagai tindakan pengamanan terhadap kemungkinan cidera
atau terbakar, jangan meperlihatkan kulit secara terbuka.
Sepatu kerja
Pastikan untuk mengenakan safety shoes saat bekerja.
Karena bila mengenakan sandal atau sepatu keds akan berba-
haya karena anda dapat tergelincir atau efisiensi kerja menjadi
berkurang. Hal ini juga dapat menyebabkan cidera diri bila
secara tidak sengaja ada benda yang terjatuh..
Sarung tangan kerja
Saat mengangkat benda atau melepas pipa knalpot yang
panas atau benda serupa, kenakanlah sarung tangan.
Akan tetapi, pemakaian sarung tangan kerja tidak perlu di-
jadikan peraturan untuk pekerjaan perawatan biasa.
Apakah anda harus mengenakan sarung tangan ditentukan
menurut tipe pekerjaan yang akan anda lakukan.
(1/1)
Di dalam bengkel
Jagalah selalu kebersihan tempat kerja anda untuk melindungi
anda dan orang lain dari kemungkinan cidera.
• Jangan meninggalkan peralatan atau part di lantai karena
orang lain dapat tersandung karenanya. Biasakanlah untuk
meletakkannya di atas meja kerja atau stand kerja.
• bersihkan tumpahan bahan bakar, oli atau gemuk dengan
segera untuk mencegah agar anda atau orang lain tergelincir
di lantai.
• Jangan bekerja dnegan posisi tubuh yang tidak nyaman. Hal
ini tidak hanya mempengaruhi efisiensi kerja anda, tapi dapat
membuat anda terjatuh dan cidera.
• Berhati-hatilah saat menangani benda-benda berat, karena
anda dapat terluka bila benda-benda tersebut menjatuhi
kaki anda. Dan harap diingat juga bahwa punggung anda
dapat terluka bila anda mencoba mengangkat benda yang
terlalu berat bagi anda.
• Untuk bergerak dari satu area kerja ke area kerja lain,
pastikan untuk berjalan pada area yang telah ditentukan.
• Jangan merokok di dekat switch, papan switch atau motor
listrik dll. karena benda-benda tersebut dapat dengan mudah
mengeluarkan bunga api listrik.
(1/2)
-1-
Saat bekerja dengan peralatan, perhatikan petunjuk-
petunjuk berikut untuk mencegah cidera:
1. Peralatan kelistrikan, hidrolik dan pneumatik dapat menye-
babkan cidera serius bila tidak digunakan dengan benar.
2. Kenakan kacamata pelindung sebelum menggunakan
peralatan yang menebarkan serpihan-serpihan logam.
Bersihkan debu dan serpihan logam dari peralatan seprti
gerinda dan alat pengebor setelah digunakan.
3. Jangan mengenakan sarung tangan saat bekerja dengan
peralatan yang berputar atau saat bekerja di area memiliki
gerakan rotasi. Sarung tangan dapat tersangkut pada
benda yang berputar dan dapat melukai tangan anda.
4. Untuk menaikkan kendaraan pada lift, pertama-tama
angkatlah sampai ban-ban berada sedikit di atas tanah.
lalu pastikan bahwa kendaraan telah ditopang dengan
aman pada lift sebelum menaikkan kendaraan seluruhnya.
Jangan pernah menggoyang kendaraan bila telah dinaik-
kan karena kendaraan dapat jatuh dan melukai anda.
(2/2)

Pencegahan Kebakaran

Perhatian-perhatian berikut harus dilakukan untuk


mencegah kebakaran:
• Bila tanda bahaya kebakaran berbunyi, semua karyawan
harus bekerja sama untuk memadamkan api. Oleh karena
itu, mereka harus mengetahui lokasi alat pemadam keba-
karan dan bagaimana menggunakannya.
• Jangan merokok kecuali di tempat yang telah ditentukan,
dan pastikan untuk mematikan puntung rokok di asbak.

(1/2)

Untuk mencegah kebakaran dan kecelakaan, ikuti peetunjuk-


petunjuk berikut untuk benda-benda yang mudah terbakar:
• Kain yang direndam dengan bensin atau oli kadang-kadang
dapat menyala dikarenakan pembakaran spontan, oleh
karena itu, buanglah ke dalam wadah yang terbuat dari
logam yang dilengkapi dengan penutup.
• Jangan menyalakan api di area dekat dengan penyimpanan
oli atau larutan pembersih part yang mudah terbakar.
• Jangan menyalakan api atau menciptakan bunga api
di dekat baterai yang sedang diisi, karena mengeluarkan
gas peledak yang dapat menyala.
• Jangan membawa bahan-bakar atau larutan pembersih
ke dalam bengkel kecuali bila perlu, dan gunakan wadah
khusus yang dapat ditutup.
• Jangan membuang bensin atau oli bekas yang dapat
terbakar ke dalam saluran air karena dapat menyebabkan
kebakaran di sistem saluran air. Buang selalu bahan-
bahan tersebut di tangki penguras atau wadah yang
tepat.
• Jangan start mesin kendaraan yang mengalami kebocoran
bahan bakar sampai kebocoran diperbaiki. Saat memper-
baiki sistem bahan bakar, lepas karburator, lepas kabel
negatip (-) dari baterai. Hal ini untuk mencegah agar
mesin tidak hidup secara tidak disengaja.

(2/2)

-2-
Perhatian Terhadap Keamanan Perlengkapan Kelistrikan
Penanganan perlengkapan kelistrikan yang tidak tepat dapat
menyebabkan arus pendek dan kebakaran. Oleh karena itu,
pelajari cara penggunaan yang benar dan perhatikan secara
seksama petunjuk-petunjuk berikut:
Bila terdeteksi adanya kejanggalan pada perlengkapan ke-
listrikan, segera matikan switch dan hubungi pengontrol /
foreman.
Bila terjadi hubungan singkat atau kebakaran pada sirkuit
kelistrikan, matikan switch terlebih dahulu sebelum mela-
kukan tindakan pemadaman.
Laporkan adanya pengurutan wiring atau pemasangan
kabel listrik yang tidak benar kepada pengontrol /
foreman.
Laporkan bila ada fuse yang putus kepada supervisor anda
karena fuse yang putus menunjukkan adanya masalah
kelistrikan.
(1/2)

Jangan pernah melakukan tindakan-tindakan berikut


karena sangat berbahaya:
• Jangan berada di dekan kabel listrik yang rusak atau terlilit.
• Untuk mencegah kejutan listrik, jangan pernah menyentuh
perlengkapan kelistrikan dengan tangan basah.
• Jangan pernah menyentuh switch-switch yang bertanda
"Out of Order".
• Saat melepas plug, jangan menarik kabelnya, tapi
tariklah plug itu sendiri.
• Jangan mengurutkan kawat listrik melalui area-area yang
basah atau terendam oli, melalui permukaan yang panas,
atau melewati sudut-sudut yang tajam.
• Jangan menyalakan api selama berada di dekat switch,
papan siwtch atau motor, dll. yang dapat engan mudah
mengeluarkan loncatan bunga api listrik.
(2/2)

Aktivitas "Near Miss"


Pada aktivitas "near-miss", teknisi bertukar pengalaman
mengenai peristiwa "near-miss" (hampir saja) yang mereka
alami selama bekerja sehari-hari. Mereka saling mencerita-
kan bagaimana kejadian tersebut terjadi guna mencegah
agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Kemudian me-
reka akan menganalisa faktor-faktor yang mengarah pada
situasi yang berhaya tersebut dan mengambil tindakan yang
tepat untuk menciptakan tempat kerja yang lebih aman.

Bila anda menghadapi situasi seperti disebelah kiri, tindakan-


tindakan sebagai berikut harus dilakukan:
1. Pertama-tama, laporkan hal ini pada pengontrol/foreman.
2. Catat apa yang terjadi.
3. Minta semua orang memikirkan kejadian tersebut.
4. Minta semua orang untuk mencari tindakan pencegahan
yang harus dilakukan.
5. Catat semua hal tersebut di atas dan letakkan daftar
di area dimana semua orang dapat melihatnya.
(1/1)

-3-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai pernyataan berikut Benar atau Salah:

Jawaban
No. Pertanyaan Benar atau Salah
yang benar

Untuk mencegah diri anda dari cidera atau terbakar, jangan menam-
1  True 



  False



pakkan kulit telanjang tanpa terlindungi apapun.

2 Buang bensin dan oli hanya di tempat yang telah ditentukan.  True 



  False




Bila tidak ada yang cidera pada situasi yang berbahaya, maka
3  True 



  False



tidaklah perlu melaporkannya.

4 Letakkan kain rendaman bensin atau oli ke dalam kantong plastik.


 True 


  False




Kecelakaan terjadi dikarenakan tempat kerja tidak dirawat dengan baik


5  True 



  False



atau karena kecerobohan karyawan.

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar tentang pakaian teknisi?





 1. Teknisi boleh mengenakan cincin logam dengan tepian yang besar selama bekerja.





 2. Teknisi harus mengenakan sepatu keds yang memudahkan pergerakan saat bekerja.





 3. Teknissi harus mengenakan sarung tangan saat menangani muffler yang panas.





 4. Teknissi harus mengenakan sarung tangan saat mengoperasikan alat pengebor.

Pertanyaan-3
Peralatan manakah yang harus dioperasikan tanpa mengenakan sarung tangan?

1. Kunci boxend 2. Kunci momen

3. Gerinda 4. Dongkrak

1



 2



 3



 4





-4-
5S

-5-
-6-
Apa itu 5S
Filosofi 5S
5S *1 adalah poin kunci agar lingkungan di tempat
kerja menjadi mudah, cepat dan aman untuk
diakses.
Bagaimana memastikan kualitas service
kendaraan?
• Menjaga kebersihan dan kerapihan tempat kerja.
• Berusaha untuk tidak mengotori tempat kerja
daripada membersihkannya.
*1: Toyota biasanya menggunakan konsep 4S. Pelatihan
TEAM21 menggunakan tambahan "SHITSUKE"
untuk mempromosikan pelatihan dibawah konsep 5S.

(1/6)

1. SEIRI (Pemindahan)
Ini adalah proses untuk mengidentifikasikan apakah item-
item tertentu dibutuhkan, dan item-item yang tidak dibutuh-
kan dibuang agar ruang dapat digunakan dengan efektif.
• Atur dan manfaatkan semua benda, apakah benda
tersebut berupa tool, part, atau informasi, sesuai
dengan kebutuhannya.
• Rancang sebuah area di tempat kerja untuk menyimpan
benda-benda yang tidak diperlukan. Kumpulkan benda-
benda tersebut, kemudian skraplah.
• Menyimpan benda-benda secara berhati-hati penting
sifatnya, namun membuang benda-benda yang tidak
diperlukan juga sama pentingnya.

(2/6)

2. SEITON (Pemilahan)
Ini adalah proses untuk menyimpan tool dan part
secara teratur agar mudah digunakan.
• Letakkan benda-benda yang jarang digunakan
di tempat yang berbeda.
• Letakkan benda-benda yang kadang-kadang
digunakan di tempat kerja anda.
• Letakkan benda-benda yang sering digunakan dekat anda.

(3/6)

-1-
3. SEISO (Penyapuan dan Pencucian)
Ini adalah proses untuk menjaga agar segala sesuatu
yang ada di tempat kerja bersih. Jaga kerapihan semua
perlengkapan sehingga dapat digunakan kapan saja.
• Tempat kerja yang kotor adalah merupakan cermin
rendahnya kepercayaan diri anda. Maka, jadikanlah
sebuah kebiasaan untuk menjaga kebersihan tempat kerja.

(4/6)

4. SEIKETSU (Rapi dan Bersih)


Ini adalah proses untuk menjaga kondisi SEIRI,
SEITON, dan SEISO sebagai usaha untuk mencegah
timbulnya masalah dikemudian hari.
Ini juga merupakan proses untuk menjaga kebersihan
tempat kerja anda dengan cara mengklasifikasikan semua
benda dan membuang benda-benda yang tidak diperlukan.
• Semua faktor yang berperan dalam kebersihan tempat
kerja adalah: warna, bentuk, dan layout semua benda,
penerangan, ventilasi, pengaturan rak-rak, dan kebersi-
han diri pribadi.
• Bila tempat kerja menjadi tempat yang menyenangkan
dengan lingkungan yang nyaman, maka dapat memberi-
kan suasana yang baik bagi pelanggan.
(5/6)

5. SHITSUKE (Disiplin diri sendiri)


Ini adalah proses yang melibatkan pelatihan guna membuat
seseorang memiliki rasa bangga sebagai karyawan Toyota.
• SHITSUKE membentuk dasar kebudayaan dan merupakan
persyaratan dasar untuk memastikan keharmonisan
dalam masyarakat.
• SHITSUKE adalah pelatihan untuk mempelajari peraturan.
Melalui pelatihan ini, seseorang akan merasa berharga
menjadi karyawan Toyota. Seseorang yang merasa ber-
harga menjadi karyawan Toyota adalah seseorang yang
perduli terhadap orang lain, tidak membuat orang lain
merasa tidak nyaman, dan dapat melakukan hal-hal
baik tanpa ada habisnya.

(6/6)

-2-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai setiap pernyataan berikut Benar atau Salah:

Jawaban
No. Pertanyaan Benar atau Salah
yang benar

Usaha untuk menggunakan ruang secara efisien dengan cara mem-


1
buang benda-benda yang tidak dibutuhkan disebut SEIRI (pemindahan).n
j Benarn
k
l
m j Salah
k
l
m

Usaha untuk membuat agar benda-benda mudah didapat kapan


2 n Benarn
j
k
l
m j Salah
k
l
m
saja disebut SEIRI (pemindahan).
Usaha untuk menjaga kebersihan tempat kerja disebut
3 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
SEIKETSU (bersih dan rapi).
Usaha untuk menjaga kebersihan tempat kerja dengan cara memindah
4
dan mengklasifikasikan semuanya disebut SEIKETSU (bersih dan rapi).n
j benar n
k
l
m j Salah
k
l
m

Usaha untuk melatih orang untuk menjadi banggasebagai karyawan


5 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
Toyota disebut SHITSUKE (disiplin pada diri sendiri).

Pertanyaan-2
Cocokkan item 5S berikut dengan pernyataan yang yang sesuai di bawah ini.

Jawaban
No. Pertanyaan Pilihan
yang benar

1 SEIRI (pemindahan)

2 SEITON (pemilahan)

3 SEISO (penyapuan dan pencucian)

4 SEIKETSU (bersih dan rapi)

5 SHITSUKE (disiplin pada diri sendiri)

a. Menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak perlu.


b. Tempat kerja yang teratur memberikan suasana yang menyenangkan bagi pelanggan.
c. Tempat kerja yang berantakan menunjukkan moral karyawan.
d. Menjadikan suatu kebiasan untuk menjaga kebersihan tempat kerja.
e. Mengalokasikan perlengkapan, tool, dan part-part sesuai dengan frekuensi penggunaannya.
f. Mengumpulkan dan membuang benda-benda yang tidak diperlukan.
g. Melatih karyawan perihal peraturan-peraturan.
h. Membuang benda yang tidak diperlukan sama pentingnya dengan menyimpannya benda yang diperlukan.
i. Mengklasifikasikan setiap benda sesuai dengan kebutuhannya.
j. Adalah merupakan dasar budaya dan persyaratan dasar untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat.

-3-
-4-
Tujuan Perawatan Berkala

-5-
-6-
Tujuan Perawatan Berkala
Tujuan Perawatan Berkala
Kendaraan dirakit dari sejumlah besar part, yang
dapat menjadi aus, melemah atau berkarat yang
menurunkan performa, tergantung pada kondisi
atau jangka waktu penggunaan. Part-part konstruksi,
yang dapat membuat performa menurun,
membutuhkan perawatan berkala, kemudian
penyetelan atau penggantian untuk memelihara
performa.
Deangan melakukan perawatan berkala, hasil-hasil
berikut didapat, memastikan kepercayaan dan
ketenangan jiwa pelanggan:
1. Masalah yang jauh lebih besar dengan kendaraan
yang dapat muncul dikemudian hari dapat dihindari.
2. Kendaraan dapat dipelihara dalam kondisi yang
sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.
3. Umur kendaraan dapat diperpanjang.
4. Pelanggan dapat menikmati pengalaman berkendara
yang ekonomis dan aman.
(1/1)

Jadual Perawatan
• Item-item dalam perawatan berkala dan item
service kendaraan disebutkan di tabel pera-
watan berkala di buku Pedoman Pemilik,
buku Peoman Pemilik Supleman atau
Warranty Booklet, dll.
• TJadual perawatan ditetapkan berdasarkan faktor-
faktor berikut: model, umur, negara tempat digunakan,
atau bagaimana menggunakan (kondisi) kendaraan.
T, R, I, A, L adalah simbol-simbol perawatan :

T=Kencangkan ke momen spesifikasi


R=Ganti
I=Periksa dan betulkan atau ganti bila perlu
A=Periksa dan/atau setel bila perlu
L=Lumasi

(1/3)

Interval service

Interval service ditentukan berdasarkan jarak yang


ditempuh dan waktu yang terlewati sejak service
sebelumnya.

Sebagai contoh, bila jadual perawatan untuk part


tertentu disebutkan sebagai 40,000 km atau 24 bulan,
maka perawatan jatuh pada titik dimana salah satu
dari kondisi tersebut dicapai. Oleh karena itu
kendaraan perlu di service setelah:

Pengendaraan 40,000 km/12 bulan ( ) setelah service sebelumnya


atau pengendaraan 5,000km/24 bulan ( ) setelah service
sebelumnya.

(2/3)

-1-
Bila kendaraan digunakan di bawah kondisi berikut,
maka perawatan yang lebih sering perlu untuk
dilakukan:
1. Kondisi Jalan
Jalan kasar atau sangat berlumpur, jalan dimana
salju melelh, jalan sangat berdebu.
2. Kondisi Pengendaraan
(1) Kendaraan yang digunakan untuk menarik trailer,
atau untuk menarik kemah atau kendaraan beratap.
(2) Kendaraan yang digunakan untuk perjalanan singkat
berulang sepanjang 8km atau kurang dibawah titik beku.
(3) Kendaraan yang digunakan untuk patroli polisi, taxi
atau kendaraan dari rumah ke rumah, yang dibiarkan
idling dalam waktu lama atau berjalan dengan kecepatan
rendah.
(4) Kendaraan yang dikendarai lebih dari 2 jam pada
kecepatan tinggi (80% kecepatan menggunakan
kecepatan maksimum kendaraan)
Kendaraan yang dikendari pada jalan kasar
Kendaraan yang dikendari pada kecepatan tinggi
Kendaraan kemah

(3/3)

-2-
Basic Knowledge of
Periodic Maintenance

-3-
-4-
Uraian
Uraian
Sebuah kendaraan terdiri dari komponen-komponen sbb:

1. Mesin

2. Drive train

-1-
3. Chassis
• Rem

• Suspensi

• Kemudi

-2-
4. Kelistrikan Bodi

5. Bodi

(1/1)

Mesin
Uraian
Mesin adalah part yang menghasilkan tenaga
kendaraan.
Bila mesin rusak, maka kendaraan berhenti
bekerja.
Oleh karena itu, mesin perlu dirawat.

Berikut adalah item-item perawatan yang berkaitan


dengan mesin.

• Oli mesin
• Saringan oli mesin
• Sistem pendinginan & pemanasan
• Tutup radiator
• Cairan pendingin mesin
• Drive belt
• Elemen pembersih udara
• Celah katup
• Timing belt/Timing chain
• Busi
• Baterai
• Tutup tangki bahan bakar
• Saringan bahan bakar
• Katup PCV
• Charcoal canister
• Idle mixture (1/1)
-3-
Oli Mesin
Pentingnya penggantian oli mesin
Oli mesin memburuk dikarenakan penggunaan, bahkan
bila tidak digunakan.
Oli mesin menjadi kotor karena membersihkan kotoran
dan jelaga di dalam mesin, dan berubha menjadi hitam.
Bila oli mesin tidak diganti
• Mesin menjadi rusak, dan menjadi lebih sulit untuk
start.
• Terus-menerus menambah oli mesin tanpa melakukan
penggantian oli akan mengarah pada menurunnya
performa oli seperti terlihat pada grafik di samping.
Apa itu oli mesim?
Oli mesin memiliki peran sbb:
1. Fungsi pelumasan
2. Fungsi pembersihan
3. Fungsi penyekatan
4. Fungsi pencegah karat
5. Fungsi pendinginan
(1/2)

Alasan mengapa jumlah oli mesin berkurang


Oli mesin menurun sedikit demi sedikit meskipun di bawah
kondisi normal, karena sejumlah kecil partikel oli terbakar
dengan bahan bakar setelah pelumasan. (konsumsi oli)
Interval penggantian
• Ganti oli sesuai dengan jarak yang telah ditempuh atau
jangka waktu karena sangatlah sulit untuk menilai tingkat
keburukan hanya dengan melihatnya saja.
Penggantian (pada Corolla untuk negara-negara umum):
Mesin bensin:
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 1 tahun
Mesin diesel:
setiap 5,000km (3,000 mil) atau 6 bulan
• Lihat jadual perawatan karena interval penggantian
berbeda-beda tergantung pada model dan kondisi
penggunaan kendaraan.
Tipe-tipe oli mesin
Oli mesin diklasifikasikan berdasarkan nilai API menurut
performa kualitas dan nilai SAE menurut viskositasnya.
Lihat buku pedoman pemilik tentang bagaimana penggu-
naan oli yang tepat.
Konsusmsi oli Valve guide Katup

• Nilai API • Nilai SAE

-4-
Saringan oli mesin
Apa itu saringan oli mesin?
Ini adalah bagian yang menyaring karbon, jelaga
dan partikel-partikel logam di oli mesin.

Bila saringan oli mesin tidak diganti


Bila saringan tersumbat, oli tidak dapat mengalir melalui
saringan. Kemudian relief valve membuka dan mengiri
oli kotor ke dalam mesin.

Interval penggantian
• Ganti saringan oli mesin menurut jarak yang telah
ditempuh atau jangka waktu karena tidaklah mungkin
menilai tingkat keburukan hanya dengan melihatnya
saja.

Penggantian (pada Corolla untuk negara-negara umum):


setiap 10,000km (6,000 mil) atau 1 tahun
• Lihat jadual perawatan karena interval penggantian
berbeda-beda tergantung pada model dan kondisi
penggunaan kendaraan. (1/1)

Sistem Pendinginan & Pemanasan


Apa itu sistem pendingingan?
Sistem ini menjaga temperatur mesin agar tetap konstan.
Dan, air pendingin yang hangat menghangatkan udara
untuk menyesuaikan suhu kabin penumpang.

Bila air pendingin bocor


Hal ini tidak saja menyebabkan overheating, namun
juga merusak mesin itu sendiri.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 40,000km (24,000 mil) atau 2 tahun

Cylinder head Water pump Cylinder block


Thermostat Reservoir tank Radiator
(1/1)

Tutup Radiator
Apa itu tutup radiator ?
• Memungkinkan air pendingin untuk tetap berada pada
tekanan konstan agar titik didih air pendingin berada di atas
100oC. Dan juga meningkatkan performa pendinginan
dengan cara membuat perbedaan suhu antara air pendingin
dan udara menjadi lebih besar.
• Pressure valve membuka pada tekanan tinggi untuk
mengirim air pendingin ke tangki reservoir. Di lain pihak,
vacuum valve membuka pada tekanan yang menurun
untuk menarik kembali air pendingin ke dalam dari
tangki reservoir.

Pentingnya pemeriksaan tutup radiator


Bila tidak berfungsi dengan benar, dapat menyebabkan
overheating.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 40,000km (24,000 mil) atau 2 tahun

Pressure valve Vacuum valve


(1/1)

-5-
Air Pendingin Mesin
Apa itu air pendingin?
Memiliki peran sbb:
• Mencegah agar air pendingin tidak membeku.
• Mencegah part-part sistem pendinginan agar
tidak berkarat.
• Mencegah overheating. (Titik didih lebih tinggi daripada
air.)

Bila air pendingin tidak diganti


Hal ini menyebabkan sifat pencegah karatnya berkurang,
dan radiator, pipa-pipa, slang-slang, dll. menjadi rusak.

Interval penggantian
• Ganti air pendingin mesin berdasarkan jarak yang telah
ditempuh atau jangka waktu karena sangat sulit untuk
menilai tingkat keburukan hanya dengan melihatnya
saja.
Penggantian (pada Corolla untuk negara-negara umum):
setiap 40,000km (24,000 mil) atau 2 tahun
• Lihat jadual perawatan karena berbeda-beda tergantung
pada model.

Tipe-tipe air pendingin


Dua tipe LLC (Long Life Coolant): merah dan hijau.
Kedua-duanya hampir memiliki bahan yang sama.

Konsentrasi
Gunakan air pendingin yang dicampur dengan air, namun ia
dapat membeku dengan mudah bila tidak digunakan dengan
konsentrasi yang tepat. Gunakan LLC dengan konsentrasi yang
tepat untuk setiap wilayah. Lihat buku pedoman pemilik untuk
konsentrasi LLC yang tepat.
(1/1)

Drive Belt
Apa itu drive belt?
Drive belt menggerakkan mekanisme tambahan seperti
alternator, power steering pump, water pump.

Bila drive belt rusak


• Alternator berhenti bekerja, dan baterai
mati.
• Water pump berhenti bekerja, dan menyebabkan
timbulnya masalah seperti overheating.

Interval pemeriksaan
• Lakukan pemeriksaan berdasarkan jarak yang telah
ditempuh dan jangka waktu.
Pemeriksaan (pada Corolla untuk negara-negara umum):
setiap 20,000km (12,000 mil) atau 2 tahun
• Lihat jadual perawatan karena berbeda-beda tergantung
pada model.

(1/1)

-6-
Elemen Pembersih Udara
Fungsi elemen pembersih udara
Membuang debu, pasir, dll. guna membersihkan udara
masuk ke mesin.

Bila elemen pembersih udara menjadi tersumbat


Output tenaga mesin akan menurun dan bahan bakar
menjadi boros karena jumlah udara yang masuk ke dalam
mesin menurun.

Interval pembersihan/penggantian
• Bersihkan atau ganti saringan berdasarkan
jarak yang telah ditempuh dan jangka waktu karena
sangat sulit untuk menilai tingkat keburukan hanya
dengan melihatnya saja.
Pemeriksaan (pada Corolla untuk negara-negara umum):
setiap 20,000km (12,000 mil) atau 2 tahun
Penggantian (pada Corolla untuk negara-negara umum):
setiap 40,000km (24,000 mil) atau 4 tahun
• Lihat jadual perawatan karena berbeda-bedatergantung
pada model.
• Saat mengendarai di area berpasir atau berdebu, interval
pembersihan/penggantian menjadi lebih pendek.
(Karena menjadi lebih cepat tersumbat.)

(1/1)

Celah Katup
Apa itu celah katup?
Membuat waktu pembukaan dan penutupan katup menjadi
tepat walaupun setiap part memuai dikarenakan panas.

Celah katup yang berlebihan


Menimbulkan gejala seperti suara yang tidak normal dari
mesin (suara ketukan).

Celah katup yang tidak mencukupi


Menimbulkan gejala seperti getaran mesin ringan.

Interval Pemeriksaan/Penyetelan
• Pemeriksaan/penyetelan (pada Corolla untuk negara-
negara umum):
Mesin bensin:
setiap 40,000km (24,000 mil) atau
80,000km (48,000 mil)
Mesin diesel:
setiap 20,000km (12,000 mil)
• Lihat jadual perawatan karena berbeda-beda tergantung
pada model.

Camshaft
Katup buang
Timing chain
Katup hisap
Crankshaft (1/1)

-7-
Timing Belt (Chain)
Apa itu timing belt?
Mengirimkan gerakan rotasi crankshaft ke camshaft
guna mengoperasikan katup-katup dengan
tepat.

Pentingnya penggantian timing belt


Mengeras dikarenakan panas dari mesin, dan hal ini dapat
mengarah pada keretakan atau menyebabkan gigi-gigi
menjadi terkikis dikarenakan material karet.

Bila timing belt rusak


Waktu pembukaan dan penutupan katup tidak akan
sama, dan mesin berhenti bekerja. Piston akan mengganggu
katup-katup, dan katup-katup akna menjadi bengkok.

Interval penggantian
• Gantilah berdasarkan jarak yang telah ditempuh.
Penggantian (pada Corolla dengan mesin diesel untuk
negara-negara umum):
setiap 100,000km (60,000 mil)
• Lihat jadual perawatan karena berbeda-beda tergantung
pada model.
• Timing chain tidak diganti secara berkala.

(1/1)

Busi
Apa itu busi?
Mengirim loncatan bunga api untuk mengapikan percampuran
udara-bahan bakar yang dimampatkan untuk pembakaran.

Pentingnya penggantian busi


• Ketika elektroda mengalami keausan, celah sumbat
menjadi lebih besar.
• Kotoran (karbon) yang menempel.

Bila busi tidak diganti


Pada sudut elektroda yang mengalami keausan, celah
sumbat melebar, bahan bakar menjadi boros, dan output
tenaga menurun.

Interval Pemeriksaan/Penggantian
• Pengantian tergantung pada jarak yang telah ditempuh.
• Kondisi juga dapat diperiksa dengan melihatnya.
Pemeriksaan (pada Corolla untuk negara-negara umum):
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 1 tahun (hanya untuk
kendaraan tanpa catalytic converter)
Penggantian (pada Corolla untuk negara-negara umum):
setiap 20,000km (12,000 mil) atau 40,000km
(24,000 mil), 2 tahun atau 4 tahun
• Lihat jadual perawatan karena berbeda-beda tergantung
model.
• Tidak perlu menyetel celah busi berujung platina dan
iridium walaupun memerlukan penggantian pada
100,000km (60,000 mil) sampai
150,000km (90,000 mil).

(1/1)

-8-
Baterai
Apa itu baterai?
Memiliki peran sbb.:
• Menyuplai tenaga listrik untuk menjalankan mesin.
• Menyuplai tenaga listrik keperalatan listrik.
• Menyimpan tenaga listrik untuk menjalankan mesin kembali.

Bila baterai tidak diperiksa


• Volume elektrolit menurun, dan baterai tidak dapat
diisi dengan cukup.
• Memburuk, menjadi kosong, dan kapasitas pengisian
menurun.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan (pada Corolla untuk negara-negara umum):
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 1 tahun

Bahaya hubungan singkat


• Baterai memiliki terminal positi p dan negatip.
Bila melalui kontak dengan air, terminal membuat hubungan
listrik, maka akan terjadi hubungan singkat.
• Kendaraan atau part-part kelistrikan mengalami hubungan
singkat saat terminal positip dan negatip dihubungkan
dengan cara yang terbalik.

(1/1)

Tutup Tangki Bahan Bakar


Apa itu tutup tangki bahan bakar?
• Ini adalah tutup untuk tangki bahan bakar.

Pentingnya pemeriksaan tutup tangki bahan bakar


• Bila gasket rusak, gas menguap ke
udara.
• Bila vacuum valve rusak, udara tidak dapat dihisap
ke dalam tangki untuk mengganti bahan bakar yang
digunakan. Kemudian kevakuman sebagian terjadi
di dalam tangki dan menyebabkan lekukan.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan (pada Corolla untuk negara-negara umum):
setiap 40,000km (24,000 mil) atau 2 tahun

REFERENSI:
Gas yang menguap
Di dalam tangki bahan bakar, sejumlah bahan bakar berubah
menjadi uap yang mengandung sejumlah besarzat HC
(Hydrocarbon) yang beracun.

Gasket
Vacuum valve

(1/1)

-9-
Saringan Bahan Bakar
Apa itu saringan bahan bakar?
Membuang kotoran-kotoran kecil yang terkandung di dalam
bahan bakar melalui penyaring.

Bila saringan bahan bakar tidak diganti?


Bila saringan tersumbat, maka volume bahan bakar menurun.
Kemudian muncul masalah seperti hilangnya output tenaga
pada kecepatan tinggi yaitu ketika diperlukan volume bahan
bakar yang lebih besar.

Interval penggantian
Kerusakan tidak dapat ditentukan hanya dengan melihatnya.
Penggantian (pada Corolla untuk negara-negara umum):
Mesin bensin:
setiap 40,000km (24,000 mil)
atau 80,000km (48,000 mil)
Mesin diesel:
setiap 20,000km (12,000 mil)
atau 2 tahun

• Lihat jadual perawatan karena berbeda-beda tergantung


pada model.
* Interval harus 1/2 bila digunakan bahan bakar yang kotor.
(1/1)

Katup PCV (Positive Crankcase Ventilation)


Apa itu katup PCV ?
Adalah salah satu peralatan pengontrol untuk Kontrol
Emisi, dan membakar kembali blow-by gas.

Pentingnya pemeriksaan katup PCV


Bila katup PCV tersumbat, maka blow-by gas tidak
dibawa ke dalam intake manifold, dan dibebaskan ke
udara.
Ia juga bercampur dengan oli mesin dan membuat oli
menjadi buruk.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 20,000km (12,000 mil) atau 1 tahun

REFERENSI:
Blow-by gas
Mengandung sejumlah besar gas (HC) yang tidak terbakar,
yang bertiup dari celah diantara ring piston
dan dinding silinder ke luar ke crankcase.
(1/1)

-10-
Charcoal Canister
Apa itu charcoal canister?
Alat-alat ini mencegah gas yang menguap dari tangki
tanki bahan bakar agar tidak ke luar ke udara.

Pentingnya pemeriksaan charcoal canister


Bila check valve menempel, maka ia akan berhenti bekerja
dengan benar. Kemudian gas yang menguap dibebaskan
ke udara.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 40,000km (24,000 mil) atau 2 tahun

(1/1)

Idle Mixture
Apa itu idle mixture?
Percampuran udara-bahan bakar disetel selama idling to
untuk menjaga agar mesin bekerja dengan stabil.

Bila idle mixture salah


• Stabilitas kerja mesin menurun.
• Jumlah pembuangan CO / HC naik.

Interval Pemeriksaan/Penyetelan
Pemeriksaan/penyetelan:
setiap 20,000km (12,000 mil) atau 2 tahun

(1/1)

-11-
Rem
Uraian
Rem mengurangi atau menghentikan gerak kendaraan,
atau mencegah agar kendaraan yang diparkir tidak bergerak.

Bila sistem rem rusak, maka akan menimbulkan bahaya


seperti membuatnya sulit mengurangi laju kendaraan
saat berkendara.

Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan terhadap


sistem rem.

Di bawah ini adalah item-item perawatan pada


sistem rem.

• Pedal rem
• Tuas rem parkir
• Rem piringan
• Rem tromol
• Fluida rem
• Slang & pipa rem (1/1)

Pedal Rem
Pentingnya penyetelan pedal rem
• Langkah pedal rem yang benar dibutuhkan untuk menda-
patkan daya pengereeman yang tepat.
• Setel rem sehingga rem tidak "Menarik" atau
"Menahan" saat pedal tidak ditekan.

Item-item pemeriksaan
1.Kondisi pedal
2.Tinggi pedal
3.Gerak bebas pedal
4.Jarak cadangan pedal
• Fungsi booster rem

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 6 bulan
(1/1)

-12-
Tuas Rem Parkir
Pentingnya penyetelan tuas rem parkir
1. Ketika jumlah takikan tuas rem parkir terlalu
besar.
Rem parkir memiliki efek pengereman yang kecil.
2. Ketika jumlah takikan tuas rem parkir terlalu
kecil.
Ada kemungkinan rem parkir menarik.
(Rem parkir tetap berada pada kondisi berkaitan
sebagian.)
Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 6 bulan

(1/1)

-13-
Rem Piringan
Pentingnya penggantian pad-pad rem piringan
Ketika pad rem piringan mengalami keausan, rotor piringan
dan bagian belakang pad langsung bersentuhan, sehingga
menyebabkan rotor menjadi rusak.

Interval pemeriksaan
• Dapat dilakukan dengan melihatnya.
Pemeriksaan:
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 6 bulan
• Bila sisa ketebalan pad piringan berada
dibawah 1.0mm, ganti pad piringan.

Indikator keausan pad


Dipasang pada bagian belakang pad piringan. Saat indikator
keausan pad menyentuh rotor, indikator akan mengeluarkan
suara berisik untuk memberitahu pengemudi bahwa keausan
pad piringan telah mencapai batasnya.
(1/1)

Rem Tromol
Pentingnya penggantian pelapis sepatu rem
• Ketika pelapis sepatu rem mengalami keausan, maka
performa pengereman akan turun karena celah antara
sepatu dan tromol menjadi lebih besar.
• Saat sepatu menyentuh tromol secara langsung, maka
tromol dapat menjadi rusak.

Pentingnya memberikan gemuk pada bagian yang


licin
Saat bagian yang licin berkarat, maka sepatu rem tidak
dapat bekerja dengan lembut.

Interval Pemeriksaan/Penggantian
• Periksa/ganti sesuai dengan jarak yang telah ditempuh
atau jangka waktu.
• Dapat diperiksa dengan melihatnya.
Pemeriksaan:
setiap 20,000km (12,000 mil) atau 1 tahun
• Bila sisa ketebalan pelapis sepatu rem berada di bawah
(1/1)

Fluida Rem

Pentingnya penggantian fluida rem


• Fluida rem bersifat hydroscopic. Hal ini berarti fluida rem
menyerap kelembaban dari udara, dan oleh karena itu titik
didihnya turun. Saat panas dibangkitkan selama pengereman,
fluida mendidih dan menciptakan gelembung udara ("Vapor locking").
Saat gelembung udara tercipta, gelembung udara tersebut akan
menyerap daya pengereman hidrolik yang diberikan silinder roda,
menyebabkan hilangnya daya pengereman secara keseluruhan.
• Kelembaban juga menciptakan karat pada silinder roda, yang
dapat menyebabkan perapat mengalami kebocoran fluida rem.

Penyebab turunnya tingkat fluida


1. Pad rem dan pelapis sepatu rem mengalami keausan.
2. Fluida bocor dari sistem hidrolik rem.

Interval Pemeriksaan/Penggantian
Pemeriksaan:
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 6 bulan
Penggantian:
setiap 40,000km (24,000 mil) atau 2 tahun

(1/1)

-14-
Slang & Pipa Rem
Penitngnya pemeriksaan saluran pipa rem
Slang-slang rem memburuk dan mengalami kerusakan
seperti retak dan menonjol.

Bila saluran pipa rem tidak diperiksa


Fluida rem bocor keluar, dan rem tidak dapat
bekerja.

Interval Pemeriksaan/Penggantian
Slang-slang rem harus diperiksa secara berkala.
Saat ditemukan adanya masalah, gantilah slang
dengan segera
Pemeriksaan:
setiap 20,000km (12,000 mil) atau 1 tahun

(1/1)

Chassis & Drive Train


Uraian
Drive train mengubah gerakan mesin menjadi
pengendaraan.

Chassis terdiri dari part-part yang tidak berhubungan dengan interior,


eksterior, atau jalannya kendaraan, tapi berhubungan dengan kenya-
manan berkendara dan penanganan seperti suspensi, roda kemudi
dan sistem rem.

Bila part-part drive train atau chassis rusak, maka akan


menjadi sulit untuk berkendara dengan nyaman.
Oleh karena itu, perawatan drive train dan chassis
perlu dilakukan.

Berikut ini adalah item-item untuk drive train dan chassis.

• Pedal kopling
• Roda kemudi & persambungannya
• Fluida power steering
• Ball joint
• Fluida transmisi otomatik
• Oli transmisi manual/Oli differential
• Bantalan roda
• Ban
• Penggantian gemuk
(1/1)

Pedal Kopling
Pentingnya penyetelan pedal kopling
• Langkah yang tepat diperlukan agar kopling
dapat bekerja dengan normal.
• Unit kopling tidak dapat bekerja dengan normal.
(Kopling tidak dapat dilepaskan.)

(1/1)

-15-
Roda Kemudi & Persambungannya
Ketidaknormalan pada sistem kemudi
Periksa item-item berikut: gerak bebas roda kemudi,
kebocoran oli dari gear box, bengkok, rusak, retak
atau kendor pada persambungan kemudi. Bila ditemukan
masalah, maka harus dikencangkan atau diganti.

Bila ada masalah pada persambungan kemudi


Bila persambungan kemudi bengkok atau muncul ketidaknor-
malan, kendaraan tidak dapat dikemudikan secara lurus atau
jalur membelok menjadi lebih besar atau kecil daripada normal.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 20,000km (12,000 mil) atau 1 tahun

(1/1)

-16-
Fluida Power Steering
Fluida Power steering
Gunakan ATF DEXRONR®II atau III

Interval pemeriksaan
Periksa menurut jarak yang telah ditempuh atau jangka waktu.
Pemeriksaan:
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 6 bulan

REFERENSI:
• Memutih, berbuih dan celah tingkat fluida
Hal ini terjadi ketika udara bercampur dengan fluida.
Hal ini merupakan tanda bahwa ada keretakan atau
kerusakan pada pipa-pipa sistem power steering,
dan udara telah masuk.

• Mengapa penting untuk tidak menahan roda kemudi


pada posisi membelok penuh?
Fluida power steering selalu beredar di dalam sistem
power steering. Pada saat memutar roda kemudi, power
piston di dalam power cylinder didorong, dan menyuplai
tenaga untuk membantu memutar roda kemudi. Bila
roda kemudi diputar penuh ke satu sisi, maka fluida
yang sedang beredar tidak dapat mengalir keluar.
Hal ini menciptakan beban yang besar dan pada
akhirnya akan merusak sistem.

(1/1)

Ball Joint
Fungsi ball joint
Menopang beban pada arah fertikal dan arah
horisontal.

Bila gerak ball joint menjadi terlalu besar


Saat dudukan pada ball joint mengalami keausan, gerakan
meningkat. Hal ini mengubah wheel alignment, dll. karena
ball joint tidak dapat menopang beban tersebut.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 20,000km (12,000 mil) atau 1 tahun

Stud
Boot (1/1)
Dudukan
Rumah
Bantalan karet (Rubber cushion)

-17-
Fluida Transmisi Otomatik
Pentingnya penggantian ATF
Memburuk dikarenakan penggunaan.

Bila ATF tidak diganti


• Getaran menjadi lebih besar selama perpindahan.
• Keekonomisan bahan bakar menjadi buruk.
• Transmisi membangkitkan suara yang tidak normal.

Kebocoran fluida
Periksa permukaan ATF, yang tidak boleh menurun dikarena-
kan jarak tempuh atau jangka waktu penggunaan. Bila permu-
kaan ATF menurun, kemungkinan besar disebabkan oleh
kebocoran fluida, yang membutuhkan penggantian perapat
oli.

Alasan interval pemeriksaan/penggantian


• Pemeriksaan/penggantian berdasarkan jarak tempuh
atau jangka waktu, karena sangatlah sulit untuk menilai
tingkat keburukan dengan cara melihatnya.
Pemeriksaan (pada Hilux untuk negara-negara umum):
setiap 40,000km (24,000 mil) atau 2 tahun
Penggantian (pada Hilux untuk negara-negara umum):
setiap 80,000km (48,000 mil) atau 4 tahun
• Lihat jadual perawatan karena berbeda-beda tergantung
pada model.
(1/1)

Oli Transmisi Manual/Oli Differential


Pentingnya penggantian oli transmisi manual/
oli differential
Mereka beroksidasi dan memburuk dikarenakan penggunaan.

Bila oli tidak diganti


Menyebabkan timbulnya oksidan dan mempercepat
keausan berbagai macam part.

Kebocoran oli
Volume oli transmisi atau oli differential tidak menurun
dikarenakan jarak tempuh, demikian juga oli mesin.
Bila ada pengurangan volume oli, maka hal ini dikarenakan
adanya kebocoran oli.

Interval Pemeriksaan/Penggantian
• Periksa/ganti menurut jarak yang telah ditempuh atau
jangka waktu karena sangatlah sulit menilai tingkat
keburukan dnegan melihatnya.
Oli transmisi:
Pemeriksaan (pada Corolla untuk negara-negara umum):
setiap 40,000km (24,000 mil) atau 4 tahun
Oli differential:
Pemeriksaan (pada Hilux untuk negara-negara umum):
setiap 20,000km (12,000 mil) atau 1 tahun
Penggantian (pada Hilux untuk negara-negara umum):
setiap 40,000km (24,000 mil) atau 4 tahun
• Lihat jadual perawatan karena berbeda-beda tergantung
pada model atau kondisi penggunaan.

Pengetahuan tentang oli


• Oli roda gigi diklasifikasikan menurut tingkat API dan SAE
• Isi sesuai dengan jumlah oli yang ditentukan. Bila jumlah
jumlah oli yang ditentukan tidak digunakan, maka part-part
bagian dalam akan mengalami kerusakan. Lihat buku
Pedoman Pemilik untuk penggunaan oli yang benar.
(1/1)

-18-
Bantalan Roda
Tipe-tipe bantalan roda
Terdapat dua tipe utama yang digunakan pada kendaraan.

1. Bantalan bola persegi (Angular ball bearing)


Bantalan bola tipe ini dibuat untuk menopang beban radial
dan beban dorong satu arah serta menopang axle dengan
kombinasi dua bantalan. Ia dikencangkan ke momen
spesifikasi.

2. Bantalan gulung runcing


Dapat menopang beban untuk arah radial dan
arah dorong serta menopang axle dengan
kombinasi dua bantalan.
Penyetelan preload dilakukan untuk bantalan
gulung runcing.

REFERENSI:
Penyetelan preload
Bila bantalan terlalu kencang, maka tidak ada celah
dan bantalan tidak dapat bergerak.
Oleh karena itu, kencangkan sekali dan kemudian kendorkan
sedikit. Lal kencangkan ke momen spesifikasi. (1/1)

Ban
Pentingnya pemeriksaan ban
• Ban mengalami keausan.
• Tekanan udara turun.
• Masuknya benda-benda asing seperti serpihan-
serpihan logam dapat memasuki ban saat ban me-
ngalami kontak dengan permukaan jalan.

Bila ban mengalami keausan


• Alur-alur menghilang sehingga mudah tergelincir.
• Saat berkendara dengan kecepatan tinggi pada permukaan
yang licin, ban tidak dapat mengeringkan air dan meluncur
pada permukaan air (hydroplaning), menyebabkan kenda-
raan kehilangan kontrol.
• Ban mudah kempes.
• Ban mudah pecah.
• Umur ban menjadi lebih pendek.

Bila tekanan udara ban turun


• Ban berubah bentuk, dan tidak berfungsi dengan baik.
• Menyebabkan keausan yang tidak normal (keausan bahu)
• Umur ban menjadi lebih pendek.
• "Standing wave" dapat muncul selama pengendaraan,
sehingga menyebabkan ban pecah.
(1/3)

-19-
Interval Pemeriksaan/Penggantian
1. Keausan
• Pemeriksaan:
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 6 bulan
• Ganti ban saat saat kedalaman tapak ban mengalami
keausan dibawah 3mm.
• Bila kedalaman tapak ban mencapai 1.6mm, indikator
ban muncul pada permukaan ban dan menunjukkan
perlunya penggantian. (Indikator menunjukkan batas
keausan ban.)

2. Tekanan udara
Pemeriksaan:
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 6 bulan
• Dapat dinilai dengan melihatnya.
• Ban dapat menjadi kempes bila tekanan udara
sangat rendah.
• Lihat buku Pedoman Pemilik untuk tekanan
udara spesifikasi.
• Periksa juga ban cadangan pada saat memeriksa
ban.

Kondisi keausan ban/keausan tidak merata (Alignment)


Bila ada keausan yang tidak merata seperti keausan kedua
dinding ban, keausan tengah, keausan kembang ban, keausan
satu sisi (dalam atau luar), serta keausan tidak normal, adalah
tanda bahwa ada masalah dengan wheel alignment, dan tidak
hanya ada masalah pada tekanan udara.

(2/3)

Kondisi penggunaan ban dan tekanan udara


Pastikan bahwa tekanan udara ban diset untuk pengendaraan
berkecepatan tinggi. Harap diingat bahwa tekanan udara spe-
sifikasi berbeda-beda tergantung pada kondisi penggunaan.

Metoda untuk melepas dan mengencangkan


mur hub
Urutan pelepasan atau pengencangan mur hub
ditentukan karena pengencangan dan pelepasan
perlu dilakukan secara berurutan.

Standar ban
Angka yang menunjukkan standar ban distempelkan
pada ban.

Rotasi ban
• Karena beban yang diberikan pada ban depan dan
ban belakang berbeda, maka tingkat keausan juga
berbeda-beda.
• Bila ban memiliki performa arah, ganti ban depan
dengan ban belakang.
• Bila ukuran ban depan dan ban belakang berbeda,
ganti ban sebelah kiri dengan ban sebelah kanan.
Lakukan setiap 10,000km (6,000 mil)
Lihat buku Pedoman Pemilik untuk detailnya. (3/3)

-20-
Penggantian Gemuk
Pentingnya penggantian gemuk
Gemuk memburuk dikarenakan penggunaan, disebabkan
oleh panas, atau melalui masuknya air atau debu. Memburuk-
nya gemuk menciptakan karat, atau menimbulkan kekendoran
dengan cara mengauskan bushing.

Gemuk dengan sifat yang berbeda seperti tahan panas,


tahan air, dan stabilitas mekanikal digunakan pada
lokasi yang berbeda. Oleh karena itu, pastikan untuk
menggunakan tipe gemuk yang telah ditentukan.

(1/1)

Kelistrikan
Uraian
Sistem kelistrikan membuat pengendaraan menjadi
lebih aman dan interior menjadi lebih nyaman.

Bila rusak, maka sangatlah berbahaya untuk mengendarai


kendaraan. Oleh karena it perlu dilakukan perawatan.

Ini adalah item-item perawatan yang berhubungan


dengan sistem kelistrikan.

• Lampu
• Lampu peringatan
• Penghapus dan pembasuh kaca
• Air conditioner

(1/1)

Lampu
Apa itu lampu?
Setiap lampu dipasang untuk pengendaraan malam hari,
guna memberitahukan pengemudi akan kedaan sekitar dan
untuk memastikan keamanan. Beberapa lampu digunakan
untuk menerangi interior.

Pentingnya pemeriksaan/penggantian lampu


• Lampu menjadi rusak karena penggunaan, dan filament-
nya putus.
• Bila bohlam lampu tanda belok putus, maka akan menjadi
berbahaya untuk berpindah lajur atau membelok.
• Bila bohlam lampu rem putus, maka ada kemungkinan
bahaya tabrakan dari belakang.

Penggantian bohlam
• Bila salah satu pasang bohlam lampu putus, dianjurkan
untuk mengganti ke dua bohlam pada saat yang
bersamaan karena bohlam yang satunya juga
mendekati masa habisnya.
• Gunakan bohlam yang tepat karena bohlam berbeda-beda
berdasarkan daya (watt) dan tempat penggunaannya.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 6 bulan

(1/2)

-21-
Tipe-tipe bohlam
Digunakan berbagai macam bohlam, seperti bohlam lampu besar, bohlam lampu rem, dan bohlam lampu dome.

Bohlam biasa Bohlam halogen Bohlam HID B. ujung tunggal B. kaki baji B. ujung ganda
(2/2)

Lampu Peringatan
Apa itu lampu peringatan?
• Adalah lampu yang menyala atau berpendar saat ada
masalah pada sistem, memerlukan penambahan atau
penggantian, atau untuk membantu pengemudi berken-
dara dengan aman.
• Warna lampu dibagi menjadi merah dan oranye berda-
sarkan tingat kepentingan dan kegentingannya.

Indikasi adanya masalah


1. Lampu peringatan sistem rem
• Menyala saat tuas rem parkir ditarik.

• Menyala saat permukaan fluida rem rendah.


• Menyala saat kevakuman persambungan rem untuk
mesin diesel rendah.
• Menyala saat ada malafungsi pada sistem EBD.

2. Lampu peringatan sabuk pengaman


Menyala saat sabuk pengaman tidak dikenakan.
3. Lampu peringatan pengosongan baterai
Menyala saat ada malafungsi pada
sistem pengisian.

4. Lampu indikator malafungsi


Menyala saat ada malafungsi pada
sistem kontrol mesin atau pada sistem
kontrol transmisi.

5. Lampu peringatan permukaan bahan bakar


Menyala saat bahan bakar di dalam tangki bahan
bakar hampir kosong.
(1/2)

-22-
Lampu Peringatan

6. Lampu peringatan tekanan oli mesin rendah


Menyala saat tekanan oli mesin rendah.
(Permukaan oli rendah.)

7. Lampu peringatan ABS


Menyala saat ada malafungsi pada
sistem ABS.
8. Lampu peringatan pintu terbuka
Menyala saat pintu tidak ditutup.

9. Lampu peringatan SRS


Menyala atau berkedip saat ada malafungsi
pada sistem SRS airbag.

10. Lampu peringatan penggantian timing belt


Menyala saat jarak yang telah ditempuh mencapai
waktu penggantian timing belt.

11. Lampu peringatan saringan bahan bakar


Menyala saat permukaan air di saringan bahan bakar
mencapai batas yang ditentukan.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 6 bulan
(2/2)

Penghapus & Pembasuh Kaca


Pentingnya pemeriksaan/penggantian karet
penghapus kaca
• Karet yang dimasukkan ke dalam penghapus kaca
menyapu kaca guna menghilangkan air dari permukaan
kaca dan pada akhirnya akan menjadi aus.
• Saat tercipta goresan-goresan pada karet dikarenakan
pasir atau partikel-partikel debu yang menempel pada
kaca, maka goresan-goresan tersebut akan meninggalkan
jejak-jejak penghapisan pada kaca.

Titik beku fluida


Bila fluida hanya berupa air, maka fluida pembersih
membeku saat suhu udara mencapai di bawah 0°C.
Meskipunfluida pembersih ditambahkan, ia membeku
saat suhu lebih rendah draipada titik bekunya.
Oleh karena itu gunakan fluida pembersih yang tepat
dengan konsentrasi yang tepat untuk setiap iklim.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 10,000km (6,000 mil) atau 6 bulan

(1/1)

-23-
Air Conditioner
Performa pendinginan didapat dengan cara menyerap
atau membuang panas secara berulang-ulang untuk
mengubah gas menjadi zat cair, zat cair menjadi gas di
dalam pipa. Bila refrigerant bocor, maka perlu dilakukan
pemeriksaan permukaan refrigerant level karena
performa pendinginan menurun.

Interval pemeriksaan
Pemeriksaan:
setiap 20,000km (12,000 mil) atau 1 tahun

(1/1)

-24-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandaijawaban berikut Benar atau Salah.

Jawaban yang
No. Pertanyaan Benar atau Salah
benar

Interval pemeriksan/penggantian part-part kendaraan berbeda-beda


1 True False
tergantung pada model dan kondisi penggunaan.

Tidak ada jadual tertentu untuk penggantian oli karena perubahan


2 True False
permukaan oli dapat dilihat.
Adalah perlu untuk memeriksa permukaan fluida baterai karena saat
3 True False
fluida menurun, ia tidak mampu menahan pengisian yang dibutuhkan.
Pemeriksaan berkala terhadap pad-pad piringan pada sistem rem
4 True False
perlu dilakukan karena part tersebut aus karena penggunaan.
5 Bila tekanan ban tidak tepat, maka akan memperpendek umum ban. True False

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar mengenai oli mesin?

1. Menambah oli mesin secara terus-menerus tanpa mengganti oli tidak akan mengubah performa oli.

2. Ketika oli mesin berubah menjadi hitam, maka oli harus diganti.

3. Umumnya, permukaan oli mesin tidak menurun. Bila terjadi penurunan, maka ada kebocoran.

4. Oli mesin dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan performa dan viskositasnya, dan digunakan
sesuai dengan tingkatannya.

Pertanyaan-3
Pernyataan manakah yang benar mengenai cairan pendingin mesin?

1. Ketika LLC memburuk, maka akan menyebabkan kerusakan pada sistem pendinginan.

2. Memburuknya LLC tidak dapat ditentukan dangan cara melihatnya saja, sehingga penggantian dila-
kukan sesuai dangan jarak yang telah ditempuh atau jangka waktu.
3. LLC diklasifikasikan menjadi tipe merah dan tipe hijau, setiap tipe menawarkan tingkat performa yang
berbeda-beda seperti suhu pembekuaan.
4. Bila LLC ditambahkan air, maka suhu pembekuan akan naik, oleh karena itu hanya gunakan zat
anti beku murni untuk cairan pendingin.

Pertanyaan-4
Pilih semua item dari daftar berikut yang dapat diperiksa dengan cara melihatnya.

1. Keausan pad piringan 2. Rusaknya drive belt 3. Memburuknya saringan oli mesin

4. Memburuknya oli differential 5. Rusaknya elemen pembersih udara 6. Kondisi ban

7. Memburuknya oli mesin 8. Keausan pelapis sepatu rem 9. Memburuknya karet penghapus kaca

-25-
Pertanyaan-5
Gambar berikut muncul sebagai lampu peringatan saat terdeteksi adanya ketidaknormalan pada sistem. Cocokkan gambar
berikut dengan penjelasan yang tepat.

1. 2.

3. 4.

a) Ada masalah dengan sistem pengisian.


b) Ada masalah dengan sistem ABS.
c) Tekanan oli terlalu rendah.
d) Ada masalah pada sistem kontrol mesin atau sistem kontrol transmisi.
e) Permukaan fluida rem rendah.

-26-
Perawatan Berkala

-27-
-28-
Uraian
Uraian
Untuk perawatan berkala, teknisi terutama memeriksa
fungsi-fungsi yang diperlukan untuk memastikan pengo-
perasian kendaraan yang aman. Pemeriksaan dilakukan
sebagai berikut:
1. Pemeriksaan pengoperasian:
lampu-lampu, mesin, penghapus kaca, kemudi, dll.
2. Pemeriksaan visual:
ban-ban, tampilan eksterior, dll.
3. Part-part penggantian berkala:
oli mesin, saringan oli mesin, dll.
4. Pemeriksaan pengencangan:
Suspensi, pipa gas buang, dll.
5. Pemeriksaan permukaan oli dan fluida:
oli mesin, fluida power steering, cairan pendingin
anti beku, fluida rem, dll.
Lihat buku Pedoman Reparasi untuk keterangan lebih
lengkap perihal item-item pemeriksaan, termasuk nilai
standar, momen pengencangan, dan volume pelumas.
(1/1)

Efisiensi Pengoperasian

Untuk melaksanakan pengoperasian secara efisien,


kami bermaksud menghilangkan "muri" (ketidaklayakan),
"muda" (kesia-siaan), dan "mura" (ketidakmerataan).
Hal ini dilakukan dengan cara memperpendek jarak tempuh
dan mengurangi jumlah pergerakan disekitar kendaraan,
mengurangiposisi kerja yang tidak layak, mengurangi jumlah
kerja pengangkatan, dan menghilangkan waktu idle. Pengo-
perasian pada bab ini dilakukan dengan dasar "satu teknisi
per area".

1. Memperpendek alur kerja mengitari kendaraan


(1) Berusaha sebaik mungkin untuk berkonsentrasi pada
pekerjaan yang melibatkan area yang sama, dan me-
ngerjakan semuanya pada satu waktu.
(2) Alur pergerakan disekitar kendaraan harus dimulai
dari tempat duduk pengemudi dan berakhir setelah
teknisi menyelesaikan perjalanannya mengitari ken-
daraan sekali.
(3) Peralatan, instrumen, dan part-part penggantian
harus dipersiapkan sebelumnya dan diletakkan
di tempat yang mudah dijangkau.
2. Meningkatkan posisi kerja
Posisi berdiri adalah pengoperasian dasar. Oleh karena
itu, cobalah untuk mengurangi posisi duduk atau jongkok
sebanyak mungkin.
3. Menghilangkan waktu idle
Dilakukan dengan cara mengelompokkan tugas seperti me-
nguras oli dan memanaskan mesin dengan item tugas lain.
4. Mengurangi jumlah pergerakan pengangkatan
Klasifikasikan ke dalam item-item kerja berdasarkan posisi
pengangkatan dan konsentrasikan kerja bersama-sama,
sehingga semua pekerjaan dapat dilakukan pada posisi
yang sama dan dengan waktu yang sama.
(1/1)

-1-
Posisi Lift dan Alur
Berikut adalah uraian alur pergerakan kerja pada
setiap posisi lift.
Sebagai aturan, ke 9 posisi liftyang dijelaskan disini
akan memungkinkan teknisi menyelesaikan semua
pengoperasian. Dengan demikian pemeriksaan yang
efisien dapat dilakukan dnegan meminimalkan jumlah
pengoperasian lift.
1. Posisi Lift 1 (lift tetap tidak terangkat)
2. Posisi Lift 2 (lift diangkat rendah)
3. Posisi Lift 3 (lift diangkat tinggi)
4. Posisi Lift 4 (lift diangkat dipertengahan)
5. Posisi Lift 5 (lift diangkat rendah)
6. Posisi Lift 6 (lift diangkat dipertengahan)
7. Posisi Lift 7 (lift diangkat rendah, ban-ban menyentuh
tanah)
8. Posisi Lift 8 (lift diangkat tinggi)
9 Posisi Lift 9 (lift tetap tidak terangkat)
10. Tes jalan

Prosedur Pemeriksaan
Periodic Maintenance
No. 1 2 3 4 5 6 7

Lift
Position

Lights ( Driver's seat ) Ball joint Engine oil ( Drain ) Wheel bearing Brake drags Brake fluid Engine oil ( Fill )
Windshield washers M/T oil Wheel Removal Brake fluid changer replacement Engine coolant
Windshield wipers A/T fluid Tires installation Wheel Installation Radiator cap
Horn Drive shaft boots Disc brakes Drive belt
Parking brake Steering linkage Drum brakes Spark plugs
Brakes Manual steering gear Battery
Clutch box Brake fluid
Steering wheel Power steering fluid Brake lines
Door courtesy switch Brake lines Clutch fluid
Nuts and Bolts on body Fuel line Air cleaner element

Fuel tank cap Exhaust pipes and Charcoal canister


Suspension mounting Front shock absorber
Inspection
Lights Nuts and Bolts upper support
Spare tire ( Under the vehicle ) Washer fluid
Suspension Hub Nuts Retightening
Engine oil filter PCV system
Engine Oil Drain Plug Engine coolant
Grease Change Idle mixture
(Reference) A/T fluid
Air conditioning
Power steering fluid
Engine oil level
Valve clearance
Fuel filter

No. 8 9 10

Lift
Position

Recheck your work Clean each par Road test


Inspection
Car care (1/10)

Posisi Lift 1 (lift tetap tidak terangkat)

Mulai dengan pemeriksaan tempat duduk pengemudi


dan lanjutkan mengitari kendaraan sekali sambil me-
meriksa interior dan eksterior.

(2/10)

2
-2-
Posisi Lift 2 (lift diangkat rendah)

Disini kami akan memeriksa ball joint suspensi.

(3/10)

Posisi Lift 3 (lift diangkat tinggi)

Periksa bagian bawah kendaraan. Untuk mengurangi


waktu idle, periksa kendaraan saat oli mesin sedang
dikuras, dengan cara bergerak dari depan ke belakang
kendaraan, dan kemudian kembali ke depan kendaraan.

(4/10)

Posisi Lift 4 (lift diangkat dipertengahan)

Kelilingi kendaraan sekali, terutama untuk memeriksa


roda-roda dan rem-rem.

(5/10)

-3-
Posisi Lift 5 (lift diangkat rendah)

Periksaapakah rem-rem menarik, dan kuras fluida rem


dari silinder master rem.

(6/10)

Posisi Lift 6 (lift diangkat dipertengahan)

Ganti fluida rem dan pasang roda-roda.

(7/10)

Posisi Lift 7 (lift diangkat rendah, ban-ban menyentuh


tanah)

Pemeriksaan terutama dilakukan di ruang mesin.


Akan tetapi, karena pemeriksaan pada area-area lain
juga dilakukan, maka pemeriksaan tersebut harus diga-
bungkan dengan cara yang efisien.
Untuk mengurangi waktu idle, atur pengoperasian sehingga
dapat dilakukan dengan efisien sebelum menghidupkan,
selama memanaskan, dan setelah memanaskan mesin.

(8/10)

-4-
Posisi Lift 8 (lift diangkat tinggi)

Lakukan pemeriksaan akhir pada area-area yang diperiksa,


part-part yang diganti, dan kebocoran oli dan fluida.

(9/10)

Posisi Lift 9 (lift tetap didak diangkat)

Bersihkan berbagai macam area kendaraan dan


lakukan tugas-tugas perawatan lainnya.

(10/10)

Posisi Lift 1
Pemeriksaan pada Posisi Lift 1
[Pengoperasian sebelum pemeriksaan]
• Letakkan penutup fender, penutup depan, alas kaki,
penutup tempat duduk, dan penutup roda kemudi.
• Periksa oli dan fluida serta letakkan stopper roda.
[Pemeriksaan]
Tempat duduk pengemudi
• Lampu-lampu • Rem
• Pembersih kaca • Kopling
• Penghapus kaca • Roda kemudi
• Klakson • Persiapan pemeriksaan
• Rem parkir eksterior
Pintu pengemudi (pintu depan LH)
• Switch lampu door courtesy
• Baut dan mur bodi (pintu-pintu, tempat duduk, sabuk keselamatan)
Pintu belakang LH
• Switch lampu door courtesy
• Baut dan mur bodi (pintu-pintu, tempat duduk, sabuk keselamatan)
Tutup tang bahan bakar
Belakang
• Suspensi
• Lampu-lampu
• Baut dan mur bodi (pintu ruang bagasi)
• Ban cadangan
Pintu belakang RH
• Switch lampu door courtesy
• Baut dan mur bodi (pintu-pintu, tempat duduk, sabuk keselamatan)
Pintu depan RH
• Switch lampu door courtesy
• Baut dan mur bodi (pintu-pintu, tempat duduk, sabuk keselamatan)
Depan
• Suspensi
• Lampu-lampu
• Baut dan mur bodi (kap mesin)
(1/1)

-5-
Pekerjaan Sebelum Pemeriksaan

Sebelum memeriksa, letakkan alas kaki, penutup, dlll. di


dalam kendaraan pelanggan untuk melindunginya dari ko-
toran, goresan, dan bersiaplah untuk memulai pemeriksaan.

Tempat duduk pengemudi:


• Letakkan penutup tempat duduk
• Letakkan alas kaki
• Letakkan penutup roda kemudi
• Buka kap mesin
(dengan cara menarik tuas pembebas kap mesin)

Bagian depan kendaraan:


• Buka kap mesin
• Letakkan penutup fender
• Letakkan penutup depan
• Letakkan ganjal roda pada roda-roda.
(1/2)

Ruang mesin:

• Periksa oli dan fluida.


Cairan pendingin
Konfirmasikan bahwa ada cairan pendingin di dalam
tangki reservoir radiator.
Oli mesin
Gunakan dipstik, periksa permukaan oli mesin.
Fluida rem
Periksa bahwa ada fluida rem di dalam tangki reservoir
silinder master rem.
Fluida pembersih
Gunakan pengukur permukaan, periksa permukaan
fluida pembersih.
Tujuan dari pemeriksaan oli dan fluida ini adalah untuk
menentukan apakah tersedia jumlah minimum oli dan
fluida untuk menghidupkan mesin atau mengoperasikan
Tangki reservoir radiato Engine oil dipstick penghapus selama pemeriksaan berkala. Untuk ketera-
Tangki reservoir silinder master rem Pengukur permukaan fluid pembersih
ngan lebih lanjut, liha posisi lift 7.
Tutup saringan oli
• Lepas tutup pengisi oli (guna menguras oli
mesin).
(2/2)

Lampu-Lampu (Tempat duduk pengemudi)

1. Pengoperasian
Dengan switch pengapian diputar ke ON, periksa apakah
lampu-lampu kendaraan menyala atau berkedip dengan
baik. Gunakan kaca spion untuk memeriksa lampu eksterior.

PETUNJUK:
Rakitan switch dimmer termasuk switch sinyal tanda
belok dan switch lampu besar antara Hi/Lo.

-6-
(1) Putar switch kontrol lampu satu langkah, dan kemudian
periksa bahwa lampu-lampu berikut menyala.

• Lampu-lampu clearance
• Lampu-lampu plat nomor
• Lampu-lampu belakang/kecil
• Lampu-lampu panel instrumen

(2) Periksa bahwa lampu besar (Lo) menyala saat


memutar switch kontrol lampu dua langkah. Lalu,
tarik switch dimmer ke belakang untuk memeriksa
apakah lampu besar (Hi) menyala.

• Lampu besar (Lo)

• Lampu besra (Hi) dan lampu-lampu indikator

(1/2)

-7-
(3) Periksa bahwa lampu-lampu berikut menyala atau
berkedip dnegan normal saat menarik switch dimmer
ke depan atau saat menggerakkan switch tanda belok
ke atas dan ke bawah.

• Flasher lampu besar dan lampu indikator

• Lampu tanda belok kanan dan lampu indikator

• Lampu tanda belok kiri dan lampu indikator

-8-
(4) Periksa bahwa lampu-lampu berikut menyala atau ber-
kedip dengan normal saat setiap switch dioperasikan.

• Lampu-lampu peringatan tanda bahaya dan lampu indikator.

• Lampu rem (dengan lampu belakang menyala)

• Lampu mundur

-9-
• Lampu dome
PETUNJUK:
Pada kendaraan dengan lampu siang hari, pengoperasian
switch dan lampu berbeda dengan pengoperasian seperti
yang dijelaskan di atas.
2. Pengoperasian auto-return switch dimmer
(1) Dengan kendaraan menghadap lurus ke depan, putar
switch dimmer ke atas (bawah) dan putar roda kemudi
sekitar 90° derajat searah jarum jam (berlawanan arah
jarum jam).
(2) Kembalikan roda kemudi ke posisi semula dan
periksa bahwa switch dimmer telah kembali ke
posisi netralnya.
3. Pengoperasian lampu peringatan meter kombinasi
(1) Putar switch pengapian ke posisi ON dan periksa
bahwa semua lampu peringatan menyala.
• Lampu peringatan pengosongan baterai
• Lampu Indikator Malafungsi (LIM)
• Lampu tekanan oli rendah, dll.
(2) Periksa bahwa lampu-lampu peringatan mati setelah
mesin dihidupkan. Pada kasus dimana lampu peringatan
mati berbeda-beda menurut tipenya; oleh karena itu,
lihat buku Pedoman Pemilik.
(2/2)

Pembersih Jendela
Hidupkan mesin dan periksa semprotan fluida
pembersih. Saat mesin mati, baterai menjadi
lemah dan sulit untuk mendapatkan tenaga
penyemprotan yang memadai.
Pengoperasian
(1) Hidupkan mesin.
(2) Periksa bahwa pembersih kaca menyemprot
dengan tekanan yang memadai.
Bila kendaraan dilengkapi dengan fungsi penghapus
yang terhubung dengan pembersih kaca, periksa bahwa
penghapus kaca bekerja secara bersamaan.
(3) Periksa bhawa area semprotan pembersih berada
di tengah diantara pengoperasian rentang penghapus
dan setel bila perlu.
PERHATIAN:
Motor akan terbakar bila penghapus kaca dioperasikan
tanpa fluida.
(1/1)

Petunjuk Servis:

Penyetelan Posisi Penyemprotan Pembersih Kaca

Masukkan seutas kawat yang cocok dengan mulut nozzle


pembersih kaca ke dalam nozzle untuk menyetel arah
semprotan. Arahkan nozzle sehingga semprotan pembersih
kaca mendarat di area sekitar bagian tengah rentang peng-
hapusan penghapus kaca.

(1/1)

-10-
Penghapus Kaca
PERHATIAN:
Untuk mencegah menggores kaca, semjprotkan fluida
pembersih sebelum mengoperasikan penghapus kaca.
1. Pengoperasian
Operasikan switch penghapus untuk memeriksa apakah
setiap fungsi penghapus bekerja dengan normal.
PETUNJUK:
Fungsi-fungsi penghapus
• Lo: Lambat
• Hi: Cepat
• Fungsi intermitent:
Penghapus kaca bekerja secara intermittent pada kece-
patan Lo. Dengan beberapa tipe penghapus, interval pe-
ngoperasian dapat disetel.
• Fungsi Mist:
Penghapus kaca bekerja sekali saat switch diputar ke
'MIST'.
2. Posisi berhenti
Periksa bahwa penghapus kacasecara otomatis berhenti
pada posisi berhentinya saat switch penghapus kaca di
putar ke posisi OFF.
3. Kondisi penghapusan
Semprotan fluida pembersih dan periksa bahwa peghapus
kaca tidak menunjukkan adanya masalah berikut:
jejak penghapusan yang bergaris-garis
Penghapusan yang buruk
(1/1)

Klakson

Pengoperasian
• Periksa klakson dnegan cara memastikan klakson
berbunyi saat pad klakson ditekan disepanjang area
lingkaran roda kemudi.
• Periksa bahwa volume dan nada suara tetap
konstan.

PETUNJUK:
• Tidaklah perlu untuk memeriksa keseluruhan roda
kemudi kendaraan yang dilengkapi dengan airbag.
• Beberapa model memiliki klakson tunggal dan yang lain
memiliki klakson ganda dengan nada rendah dan tinggi

(1/1)

-11-
Rem Parkir
1. Jarak langkah tuas
Periksa untuk memastikan bahwa saat tuas rem parkir
ditarik, jarak langkah tuas rem parkir berada dalam jumlah
takikan yang telah ditentukan (suara klik terdengar saat
ditarik). Bila berada di luar standar, setel jarak langkah
perjalanan tuas rem parkir.

PETUNJUK:
Bila jarak langkah perjalanan tuas rem parkir berada di
luar nilai spesifikasi, setel sepatu rem belakang atau celah
sepatu rem parkir dan kemudian ulangi pemeriksaan tersebut.
Ulangi proses ini bila perlu, kemudian setel jarak langkah
tuas rem parkir.

2. Pengoperasian lampu indikator


Dengan switch pengapian pada posisi on, periksa untuk
memastikan bahwa saat tuas rem parkir dioperasikan,
lampu indikator menyala sebelum tuas mencapai takikan
pertama.
Lihat buku Pedoman Pemilik untuk petunjuk tentang
bagaimana membebaskan tuas rem parkir (tipe pedal).
(1/1)
REFERENSI:

Tipe-tipe tuas rem parkir

Tipe tuas tengah


Tipe tuas tongkat
Tipe pedal

(1/1)

Petunjuk Servis:

Penyetelan Jarak Langkah Tuas Rem Parkir

PETUNJUK:
Sebelum menyetel jarak langkah tuas rem parkir
(atau pedal) pastikan bahwa celah sepatu rem parkir
telah disetel.

1. Kendorkan mur pengunci.


2. Putar mur penyetel atau heksagon penyetel sampai
jarak langkah tuas rem parkir atau pedal benar.
3. Kencangkan mur pengunci.

Tipe tuas tengah


Tipe tuas tongkat
Tipe pedal

Mur pengunci
Mur penyetel
Heksagon penyetel

(1/1)

-12-
Rem-Rem
1. Kondisi pedal
Periksa untuk memastikan bahwa pedal rem tidak
menunjukkan masalah berikut:

• Tidak responsif
• Pedal tidak sepenuhnya ke bawah
• Suara tidak normal
• Kekendoran yang berlebihan

2. Tinggi pedal
Gunakan penggaris untuk mengukur tinggi pedal remt.
Bila berada di luar rentang yang ditentukan, setel tinggi
pedal.

PETUNJUK:
Ukur jarak dari lantai ke permukaan atas pedal rem.
Bila harus diukur dari atas karpet lantai, kurangi ke-
tebalan karpet lantai, atau karpet lantai dan pelat
aspal dari nilai standar.
(1/3)
Petunjuk Servis:

Penyetelan Tinggi Pedal Rem

1. Kendorkan mur pengunci.


2. Putar batang pendorong pedal sampai tinggi pedal
benar.
3. Kencangkan mur pengunci.
4. Setelah menyetel tinggi pedal, periksa gerak bebas
pedal.

Tinggi pedal

Mur pengunci
Batang pendorong pedal

(1/1)

3. Gerak bebas pedal


Dengan mesin mati, tekan pedal rem beberapa kali*
untuk menonaktifkan booster rem
Kemudian, tekan pedal secara lembut dengan jari anda
dan ukur gerak bebas pedal dengan penggaris.
* Pada kendaraan yang dilengkapi dengan booster rem
hidrolik, tekan pedal sebanyak minimum 40 kali.
PETUNJUK:
• Saat anda menekan pedal rem secara lembut
dengan jari anda, pergerakan pedal berubah dalam
dua tahap:
Tahap pertama: kekendoran clevis pin dan pivot
pin.
Tahap kedua: pergerakan batang pendorong tepat
sebelum tekanan hidrolik naik.
Pergerakan total tahap pertama dan tahap kedua
disebut sebagai gerak bebas.
• Gerak bebas pedal secara otomatis tersetel saat
tinggi pedal disetel.
4. Jarak cadangan pedal
Dengan mesin hidup dan rem parkir dibebaskan, tekan
pedal rem dengan menggunakan gaya sebesar 490 N (50
kgf, 110 lbf) dan ukur jarak cadangan pedal dengan skala
untuk memeriksa bahwa ia berada diantara rentang yang
ditentukan. Lihat buku Pedoman Reparasi untuk nilai standar.
PETUNJUK:
Ukur jarak dari lantaike permukaan atas pedal rem.
Bila harus diukur dari atas karpet lantai, kurangi
ketebalan karpet lantai, atau karpet lantai dan pelat
aspal dari nilai standar.
(2/3)

-13-
5. Booster rem
Tekan pedal rem dan periksa apakah booster
rem bekerja dengan normal.

(1) Pengoperasian pemeriksaan

(2) Periksa kepadatan udara


Periksa item-item berikut:
Kevakuman di dalam booster rem sedang
dijaga.
Ruang tekanan konstan dan ruang tekanan variable
ditutup.
Katup udara membiarkan udara masuk.

-14-
(3) Periksa kevakuman
Periksa bahwa tidak ada kebocoran tekanan kevakuman
di dalam ruang booster rem.

PETUNJUK:
Pada kendaraan yang dilengkapi dengan booster rem
hidrolik, hanya periksa pengoperasian saja.

(3/3)

Kopling

1. Kebocoran fluida silinder master


Periksa silinder master kopling untuk memastikan
bahwa fluida tidak bocor ke dalam kabin.

2. Tekan pedal
Periksa bahwa masalah-masalah berikut tidak
muncul saat pedal kopling ditekan:

• Respon pedal kosong (spongy)


• Suara yang tidak normal
• Kekendoran yang berlebihan
• Pedal terasa berat

(1/3)

3. Tinggi pedal
Gunakan skala pengukur, periksa apakah tinggi
pedal kopling berada dalam nilai standar.
Bila berada diluar rentang standar, setel tinggi
pedal.
PETUNJUK:
Ukur jarak dari lantai ke permukaan pedal kopling.
Bila harus diukur dari atas karpet lantai, kurangi
ketebalan karpet lantai, atau karpet lantai dan pelat
aspal drai nilai standar.

4. Gerak bebas pedal


Tekan pedal dengan jari-jari anda dan ukur jumlah
gerak bebas pedal dengan menggunakan skala
pengukur. Periksa apakah gerak bebas pedal berada
di dalam rentang standar.
Bila berada di luar rentang standar, setel gerak bebas
pedal.
PETUNJUK:
Saat menekan pedal dengan jari-jari anda, pedal
terasa semakin lebih berat dalam dua langkah
sebagai berikut:
Langkah 1: Pedal bergerak sampai batang pendorong
pedal mengalami kontak dengan piston silinder master.
Langkah 2: Pedal bergerak sampai silinder master me-
nyebabkan tekanan hidrolik naik.
Gerak bebas pedal fditentukan sebagai jumlah dasar per-
gerakan pedal yang muncul sampai bantalan pembebas
kopling mendorong pegas diaphragma. (2/3)
-15-
Petunjuk Servis:
Penyetelan Pedal Kopling
1. Penyetelan tinggi
(1) Kendorkan mur pengunci baut stopper.
(2) Putar baut stopper sampai tinggi
pedal benar.
(3) Kencangkan mur pengunci baut stopper.
2. Penyetelan gerak bebas pedal
(1) Kendorkan mur pengunci batang pendorong.
(2) Putar batang pendorong pedal sampai gerak
bebas pedal benar.
(3) Kencangkan mur pengunci batang pendorong.
(4) Setelah menyetel gerak bebas, periksa tinggi
pedal.
Tinggi pedal
Gerak bebas pedal
Mur pengunci baut stopper
Baut stopper
Mur pengunci batang pendorong
Batang pendorong pedal
(1/1)

5. Titik pembebasan kopling


Dengan mesin hidup dalam keadaan idle, tekan penuh
pedal kopling ke lantai, dan pindahkan roda gigi ke 1.
Kemudian, perlahan-lahan bebaskan pedal sampai
kopling hampir tidak bertautan. Gunakan penggaris
untuk mengukur jumlah pergerakan ini.

6. Keausan, suara, beratnya kopling


Saat mesin idling, tekan pedal kopling, pindahkan
tuas ke gigi 1 atau mundur, dan periksa apakah ada
suara yang tidak biasa dan apakah pemindahan lancar.
Periksa juga apakah ada suara yang tidak biasa atau
apakah berat pedal dapat diterima saat ditekan.

(3/3)

Roda Kemudi
1. Gerak bebas
Pada kendaraan yang dilengkapi dengan power steering,
hidupkan mesin, dan arahkan kendaraan lurus ke depan.
Gerakkan dengan lembut roda kemudi dan gunakan peng-
garis untuk mengukur gerakan (gerak bebas) roda kemudi
sampai roda-roda hampir tidak dapat bergerak.
2. Kendor atau melilit
Tahan roda kemudi dengan kedua tangan. Gerakkan
secara axial, fertikal, dan dari sisi ke sisi untuk memastikan
bahwa tidak ada yang kendor atau terlilit.
PETUNJUK:
Pada kendaraan yang dilengkapi dengan tilt steering
atau telescopic steering, periksa bila ada yang kendor
pada keseluruhan rentang pergerakan roda kemudi.
3. Putar switc pengapian ke ACC
Jaga agar roda kemudi tetap tidak terkunci dan dapat berge-
rak dengan bebas dengan memutar switch pengapian ACC.
(1/1)
-16-
Pemeriksaan Eksternal Persiapan Mengangkat Mobil

Persiapan pemeriksaan eksterior


Lakukan persiapan berikut sehingga pemeriksaan
eksterior dapat berjalan dengan lancar.

1. Buka pintu ruang bagasi dan tutup bahan bakar.


2. Putar switch lampu dome ke "DOOR".
3. Set tuas pemindah ke posisi netral.
4. Bebaskan tuas rem parkir.

(1/1)

Switch Door Courtesy

Pengoperasian
Periksa untuk memastikan bahwa lampu dome menyala
saat pintu dibuka dibuka dan mati saat semua pintu di-
tutup.
Lampu dome kendaraan yang dilengkapi dengan
illuminated entry system tidak akan langsung mati.
Oleh karena itu, tunggu beberapa detik untuk me-
meriksa bahwa semua lampu mati.

Switch door courtesy

(1/1)

Mur dan Baut pada Bodi

Kendor
Periksa baut dan mur di area-area berikut apakah
ada yang kendor:
• Sabuk keselamatan (pada setipa posisi pintu)
• Tempat duduk (pada setipa posisi pintu)
• Pintu-pintu (pada setipa posisi pintu)
• Kap mesin (pada setipa posisi pintu)
• Pintu ruang bagasi (pada setipa posisi pintu)

(1/1)

-17-
Tutup Tangki Bahan Bakar

1. Berubah bentuk atau rusak


Periksa untuk memastikan bahwa tutup tangki bahan bakar
atau gasket tidak berubah bentuk atau rusak. Periksa juga
katup kevakuman apakah berkarat atau menempel.

2. Kondisi pemasangan
Periksa untuk memastikan bahwa tutup tangki bahan
bakar dipasang dengan benar.

3. Pengoperasian pembatas momen


Pasang tutup tangki bahan bakar. Lalu kencangkan tutup dan
pastikan bahwa tutup berbunyi dan dalam keadaan bebas.

Gasket
Katup kevakuman (Vacuum valve)

(1/1)

Suspensi

1. Gaya peredaman peredam kejut


Tentukan jumlah gaya peredaman pada peredam
kejut dnegan cara menggoyang kendaraan ke atas
dan ke bawah dan periksa berapa lama kendaraan
berhenti bergoyang.

2. Kemiringan kendaraan
Periksa secara visual apakah kendaraan miring
atau tidak.
PETUNJUK:
Bila kendaraan miring, konfirmasikan item-item berikut:
• Tekanan udara ban
• Perbedaan pada ukuran ban atau ukuran roda dari
kiri ke kanan
• Distribusi beban kendaraan yang tidak merata
(1/1)

Lampu-Lampu

1. Pemasangan
Periksa lampu dengan tangan untuk melihat apakah kendor.

2. Kerusakan/Kotoran
Periksa untuk memastikan bahwa lensa-lensa dan reflektor
di setiap lampu tidak berubah warna atau mengalami keru-
sakan seperti pecah. Periksa juga adanya kotoran atau
air di dalam lampu.

(1/1)

-18-
Ban Cadangan

1. Retak atau rusak


Periksa tapak dan dinding-dinding sisi ban terhadap
keretakan, potongan, atau kerusakan lainnya.

2. Serpihan partikel-partikel logam atau benda-


benda asing lainnya yang menempel
Periksa tapak dan dinding-dinding sisi ban terhadap
partikel-partikel logam, baut-baut, atau benda-benda asing
lainnya apakah menempel.

3. Kedalaman tapak
Gunakan pengukur kedalaman ban, ukur kedalaman
tapak ban.
PETUNJUK:
Kedalaman tapak dapat juga diperiksa dengan mudah
dengan cara mengamati indikator keausan tapak pada
permukaan ban yang mengalami kontak dnegan tanah.

Pengukur kedalaman ban


Indikator keausan tapak
(1/3)

4. Keausan yang tidak normal


Periksa keseluruhan lingkaran ban terhadap adanya
keausan yang tidak merata atau berundak
Keausan pada kedua bahu ban
Keausan di tengah
Keausan kembang ban
Keausan pada satu sisi bahu
Keausan bergelombang

5. Tekanan udara
Periksa tekanan udara ban.

6. Kebocoran udara
Setelah memeriksa tekanan udara, periksa kebocoran
udara dengan cara memberikan air sabun diseputar katup.

(2/3)

7. Kerusakan piringan dan tepian roda


Periksa piringan roda dan tepian terhadap kerusakan,
korosi, perubahan bentuk, dan keolengan.

(3/3)

-19-
Posisi Lift 2
Pemeriksaan pada Posisi Lift 2

, Ball joint

(1/1)

Ball Joint

1. Gerak fertikal ball joint


Dengan pedal rem ditekan, letakkan beban pada
ball joint untuk meemriksa gerak fertikal.
(1) Gunakan tekanan pedal rem, jaga agar pedal rem
tetap tertekan.
(2) Dengan roda-roda depan mengerah lurus ke depan,
angkat kendaraan dan letakkan blok kayu dengan
tinggi 180-200 mm (7.09 in.-7.87 in.) di bawah
ban depan.
(3) Turunkan lift sampai sekitar setengah beban berada
di depan pegas kumparan depan.
PETUNJUK:
Kondisi ini didapat dengan cara menurunkan lift sampai
langkah roda setengah jalan.
(4) Konfirmasikan kembali bahwa roda-roda depan
Tekan pedal rem mengarah lurus ke depan.
(5) GUnakan tuas di ujung lengan bawah (lower arm),
periksa ball joint terhadap gerak fertikal yang berlebihan.
2. Kerusakan penutup debu ball joint
Periksa penutup debu ball joint dust terhadap keretakan,
robekan, atau kerusakan lain.
(1/1)
Posisi Lift 3
Pemeriksaan pada Posisi Lift 3

, Pemeriksaan dibawah kendaraan


• Oli mesin (kuras)
• Oli transaxle manual
• Fluida transaxle otomatik
• Pelindung poros penggerak
• Persambungan kemudi
• Kotak roda gigi kemudi manual
• Fluida power steering
• Saluran rem
• Saluran bahan bakar
• Pipa knalpot dan dudukannya
• Mur dan baut (di bawah kendaraan)
• Suspensi
• Saringan oli mesin
• Sumbat penguras oli mesin
• Penggantian gemuk (referensi)

PETUNJUK:
Agar dapat bekerja dengan baik, pertama-tama kuras
oli mesin. Lakukan pemeriksaan lain saat oli sedang
dikuras. (1/1)
-20-
Oli Mesin (Kuras)

Menguras oli mesin

(1) Periksa area-area mesin berikut terhadap


kebocoran oli:
• Permukaan berpasangan pada berbagai macam area mesin
• Perapat oli
• Sumbat penguras
(2) Lepas sumbat penguras dan gasket, dan kuras
oli mesin.

(1/1)

Oli Transaxle Manual

1. Kebocoran oli
Periksa area-area transaxle berikut terhadap
kebocoran oli:
• Permukaan berpasangan kotak
• Area-area dari mana poros dan kabel diperpanjang
• Perapat oli
• Sumbat penguras dan sumbat pengisi

2. Permukaan oli
Lepas sumbat pengisi dari transaxle. Masukkan jari
anda ke dalam lubang sumbat, dan periksa posisi
dimana oli mengalami kontak dengan jari anda.

(1/1)

REFERENSI:

Oli transmisi manual, oli differential oil dan


oli transfer (kendaraan FR dan 4WD)

1. Kebocoran oli
Periksa area-area transmisi manual, differensial,
dan transfer berikut terhadap kebocoran oli:

• Permukaan berpasangan kotak


• Area-area dari mana poros dan kabel diperpanjang
• Perapat oli
• Sumbat penguras dan sumbat pengisi

2. Permukaan oli
Lepas sumbat pengisi dari transmisi manual, diferensial,
dan transfer. Masukkan jari anda ke dalam setiap lubang,
dan periksa posisi dimana oli mengalami kontak dengan
jari anda.

Transmisi manual
Differential
Transfer (kendaraan 4WD)
Sumbat pengisi
Sumbat penguras
(1/1)

-21-
Petunjuk Service:

Penggantian Oli Transaxle Manual

1. Lepas sumbat pengisi, sumbat penguras, dan 2 gasket.


Lalu, kuras oli transaxle (transmisi).
2. Setelah menguras oli, pasang kembali sumbat penguras
dengan gasket baru.
3. Isi kembali oli dengan jumlah tertentu.
4. Pasang kembali sumbat pengisi dengan gasket baru.

Sumbat pengisi
Sumbat penguras

(1/1)

Fluida Transaxle Otomatik

1. Kebocoran fluida
Pastikan bahwa tidak ada kebocoran dari part
apapun di transaxle.

• Permukaan berpasangan kotak


• Setiap area darimana poros dan kabel
diperpanjang
• Perapat oli
• Sumbat penguras dan sumbat pengisi
• Persambungan pipa dan slang

2. Kerusakan slang pendingin oli


Periksa slang pendingin oli terhadap keretakan,
tonjolan atau kerusakan.
(1/1)

REFERENSI:

Fluida transmisi otomatik

1. Kebocoran fluida
Periksa area-area transmisi berikut terhadao
kebocoran fluida:
• Permukaan berpasangan kotak
• Area-area darimana poros dan kabel diperpanjang
• Perapat oli
• Sumbat penguras
• Persambungan pipa dan slang

2. Kerusakan slang pendingin oli


Periksa slang pendingin oli terhadap keretakan,
tonjolan atau kerusakan.
(1/1)

-22-
Tipe transaxle dengan ruang-ruang fluida terpisah
untuk area-area transaxle dan differential

Dengan transaxle tipe ini, fluida transaxle fluid dan


oli differential harus diperiksa dan diganti secara
terpisah.
PETUNJUK:
Model-model transaxle berikut masuk ke dalam kategori:
A131L dan A140E.

Permukaan oli differential


Lepas sumbat pengisi differential. Masukkan jari anda
ke dalam lubang sumbat, dan periksa posisi dimana
oli mengalami kontak dengan jari anda.

Sumbat pengisi differential


Sumbat penguras differential
Sumbat penguras fluida transaxle otomatik
(1/1)

Petunjuk Service

Penggantian Fluida Transaxle Otomatik

1. Lepas sumbat penguras dan gasket, dan kuras


fluida transaxle (transmisi) otomatik (ATF).
2. Setelah menguras fluida, pasang kembali sumbat
penguras dengan gasket baru.
3. Isi kembali sejumlah tertentu ATF melalui
pedoman dipstik.
4. Periksa permukaan fluida.

Sumbat penguras

(1/1)

Karet Pelindung Poros Penggerak

1. Keretakan atau kerusakan lain


• Putar ban-ban secara manual sehingga ban-ban
terputar penuh ke satu sisi. Lalu, periksa seluruh
lingkaran karet pelindung poros penggerak terhadap
keretakan atau kerusakan lain.
• Periksa klem-klem karet pelindung untuk memastikan
bahwa mereka terpasang dengan benar dan tidak rusak.

2. Kebocoran gemuk
Periksa karet pelindung terhadap adanya kebocoran gemuk.

(1/1)

-23-
Persambungan Kemudi

1. Kendor dan melilit


Goyang persambungan kemudi dengan tangan anda
untuk memeriksa bila ada yang kendor atau mililit.

2. Bengkok dan rusak


• Periksa persambungan kemudi bila bengkok atau rusak.
• Periksa karet penutup debu terhadap keretakan atau robek.

(1/1)

Kotak Roda Gigi Kemudi Manual

Kebocoran oli dan gemuk


Periksa rumah roda gigi terhadap kebocoran oli dan
gemuk (atau kebasahan).
Pada kasus tipe rack dan pinion, putar ban-ban
sehingga roda kemudi berputar ke kiri dan kanan. Periksa
karet pelindung rack terhadap keretakan atau kerusakan lain.

Tipe rack dan pinion


Tipe recirculating-ball

(1/1)

Fluida Power Steering (Tipe Rack dan Pinion)

1. Kebocoran fluida
Periksa kebocoran fluida power steering.
• Kotak roda gigi
• PS vane pump
• Saluran bahan bakar dan titik-titik persambungan

2. Keretakan dan kerusakan lain


Periksa terhadap keretakan dan kerusakan lain
pada slang-slang PS.

(1/1)

-24-
REFERENSI:

Power steering tipe recirculating ball

1. Kebocoran fluida
Periksa kebocoran fluida power steering.
• Kotak roda gigi
• PS vane pump
• Saluran bahan bakar dan titik-titik persambungan

2. Keretakan dan kerusakan lain


Periksa terhadap keretakan dan kerusakan lain
pada slang-slang PS.

(1/1)

Saluran Rem

1. Kebocoran fluida
Periksa persambungan saluran rem terhadap kebocoran fluida.

2. Kerusakan
• Periksa adanya kecacatan atau kerusakan lain pada
pipa-pipa saluran rem.
• Periksa apakah slang-slang saluran rem terlilit, memburuk,
retak, menonjol, dll.
PETUNJUK:
Bila penutup pelindung menunjukkan adanya jejak batu yang
beterbangan, mungkin saluran rem menahan kerusakan.

(1/2)

3. Kondisi Terpasang
Periksa pipa-pipa dan slang-slang untuk memastikan
bahwa mereka tidak mengalami kontak dengan roda
atau bodi dikarenakan getaran saat kendaraan sedang
bergerak, atau saat roda kemudi diputar sepenuhnya
ke asalah satu ujung.
PETUNJUK:
Putar ban-ban secara manual sampai roda kemudi diputar
penuh ke satu sisi.

(2/2)

-25-
Saluran Bahan Bakar

1. Kebocoran bahan bakar


Periksa kebocoran bahan bakar dari saluran bahan bakar.

2. Kerusakan
Periksa kerusakan pada saluran bahan bakar.
PETUNJUK:
Bila penutup pelindung menunjukkan adanya jejak batu yang
beterbangan, mungkin saluran bahan bakar menahan kerusakan.

(1/1)

Pipa-Pipa Knalpot dan Dudukan

1. Kerusakan dan kondisi terpasang


• Periksa pipa knalpot terhadap kerusakan.
• Periksa muffler terhadap kerusakan.
• Periksa ring-O dudukan knalpot terhadap
kerusakan atau terlepas.
• Periksa gasket-gasket terhadap kerusakan.

2. Kebocoran knalpot
Periksa persambungan pipa knalpot terhadap
kebocoran dengan mengamati adanya jelaga
disekitar persambungan.

(1/1)

Mur dan Baut (Dibawah Kendaraan)

Kendor
Periksa mur dan baut pada persambungan chassis
berikut terhadap adanya kekendoran:

Centermember x Body
Lower arm x Crossmember
Ball joint x Lower arm
Crossmember x Body
Lower arm x Crossmember
Centermember x Crossmember

(1/3)

-26-
Disc brake torque plate x Steering knuckle
Ball joint x Steering knuckle
Shock absorber x Steering knuckle
Stabilizer bar link x Shock absorber
Stabilizer bar x Stabilizer bar link
Steering gear housing x Crossmember
Stabilizer bar x Body
Tie rod end lock nut
Tie rod end x Steering knuckle
Trailing arm & Axle beam x Body
Trailing arm & Axle beam x Rear axle hub
Wheel cylinder x Backing plate
Stabilizer bar x Trailing arm & Axle beam
Shock absorber x Trailing arm & Axle beam
Shock absorber x Body

(2/3)

Pipa knalpot
Tangki bahan bakar

(3/3)

REFERENSI:

Suspensi dual-link strut

Strut rod x Body


Strut rod x Axle carrier
Stabilizer bar x Stabilizer bar link x Shock
absorber
Stabilizer bar x Body
Member x Body
No. 1 suspension arm x Member
No. 2 suspension arm x Member
No. 2 suspension arm x Axle carrier
No. 1 suspension arm x Axle carrier

(1/1)

-27-
Suspensi belakang dengan pegas daun
Mur pin penggantung
Mur baut "U"
Mur-mur shackle
Paku keling

Suspensi double wishbone


Upper arm x Body
Steering knuckle x Upper arm
Stabilizer bar x Stabilizer bar link
Lower arm x Crossmember

(1/1)

Kendaraan FR:
Poros propeller
Center bearing bracket mounting bolt
Flange yoke tightening nut

Poros penggerak belakang


Baut pengencangan poros penggerak

(1/1)

Kendaraan tipe rangka:


Baut dan mur dudukan bodi

(1/1)

-28-
Suspensi

1. Kerusakan
Periksa kerusakan pada setiap komponen-
komponen suspensi berikut:
Steering knuckle
Shock absorber
Coil spring
Stabilizer bar
Lower arm
Trailing arm & Axle beam

(1/2)

REFERENSI:

Kerusakan pegas daun dan pegas torsion bar


Periksa terhadap kerusakan pegas.
PETUNJUK:
Periksa juga overhang silencer pad pegas daun.

Pegas daun
Pegas torsion bar

(1/1)

2. Kerusakan peredam kejut


Periksa adanya kecacatan pada peredam kejut.
Sebagai tambahan, periksa adanya keretakan, robek,
atau kerusakan lain pada penutup debu.

3. Kebocoran oli dari peredam kejut


Periksa bahwa tidak ada kebocoran dari peredam
kejut.

4. Sambungan yang goyang


Periksa bushing terhadap keausan atau keretakan dengan
cara menggoyang sambungan suspensi dengan tangan
anda dan periksa apakah g. Periksa juga persambungan
terhadap kerusakan.

(2/2)

-29-
REFERENSI:

Keausan pegas daun


Periksa persambungan pegas daun terhadap keausan
atau kendor dengan cara menggoyangnya dengan tangan.
Sebagai tambahan, periksa celah antara pegas-pegas daun.

(1/1)

Saringan Oli Mesin

Penggantian
(1) Gunakan SST, lepas saringan oli.
(2) Periksa dan bersihkan permukaan pemasangan saringan oli.
(3) Berikan oli mesin bersih pada gasket saringan oli
baru.
(4) Putar sedikit saringan oli ke tempatnya, dan kencangkan
sampai gasket mengalami kontak dengan dudukan.
(5) Gunakan SST, kencangkan dengan tambahan 3/4 putaran.

PETUNJUK:
Pada beberapa tipe mesin, saringan oli diganti
dari ruang mesin.

Saringan oli mesin


SST
(1/1)

Sumbat Penguras Oli Mesin

Pemasangan
Pasang gasket dan sumbat penguras baru.

(1/1)

-30-
Penggantian Gemuk (Referensi)

Gunakan grease gun, pompa gemuk ke dalam grease


fitting sampai gemuk baru mengalir ke luar dari sisi yang
berlawanan dari grease fitting, grease outlet, atau ujung karet.
Tetapi beberapa tempat hanya untuk mengisi kembali.
PETUNJUK:
Bila sumbat sekrup digunakan, ganti dengan grease
fitting untuk memompa gemuk.

• Bushing lengan suspensi depan (tipe sekrup)

Grease fitting: posisi untuk menuang gemuk


Sumbat sekrup
Grease gun

(1/4)

• Steering knuckle, drag link, center arm dan


persambungan kemudi

Steering center arm


Steering knuckle
Tie rod end
Drag link

Grease fitting: posisi untuk menuang gemuk


Sumbat sekrup
Grease gun

(2/4)

• Poros propeller

Tipe spider dan sliding yoke


Tipe persambungan double cardan

Grease fitting: posisi untuk menuang gemuk


Sumbat sekrup
Grease gun

(3/4)

-31-
• Pin penggantung pegas suspension dan shackle pin

Pin penggantung
Shackle pin
Grease gun

(4/4)

Posisi Lift 4
Pemeriksaan pada Posisi Lift 4

LH depan
LH belakang
RH belakang
RH depan

Lakukan pengoperasian berikut pada setiap posisi:


• Bantalan-bantalan roda
• Pelepasan roda
• Ban-ban
• Rem-rem piringan
• Rem-rem tromol

(1/1)

Bantalan Roda

1. Goyang
Letakkan satu tangan di atas dan tangan satu lagi
di dasar ban, lalu tekan dan tarik dengan kuat ban
untuk memeriksa apakah ada yang goyang.
PETUNJUK:
Gunakan tekanan pedal rem, periksa kembali gerakan
bila terlihat ada yang goyang.
• Tidak ada goyangan: bantalan roda adalah penyebabnya
• Masih goyang: ball joint, kingpin, atau suspensi
adalah penyebabnya.

2. Kondisi putaran dan suara berisik


Putar ban dengan tangan untuk memeriksa bahwa ban
berputar dnegan lembut tanpa adanya suara berisik.

Tekanan pedal rem


(1/1)

-32-
Pelepasan Roda

Gunakan impact wrench, lepas ke 4 mur roda dengan


urutan bersilangan. Lalu, lepas roda.

(1/1)

Ban
1. Keretakan atau kerusakan
Periksa tapak dan dinding-dinding sisi ban terhadap
keretakan, potongan atau kerusakan lain.
2. Serpihan-serpihan logam atau benda-benda
asing
Periksa tapak dan dinding-dinding sisi ban terhadap
adanya partikel-partikel logam, batu-batu atau benda-
benda asing lainnya yang mungkin terjepit.
3. Kedalaman tapak
Gunakan pengukur kedalaman ban, ukur kedalaman
tapak ban.
PETUNJUK:
Kedalaman tapak dapat juga diperiksa dnegan mudah
dengan cara mengamati indikator keausan tapak di
permukaan ban yang mengalami kontak dengan tanah.
Pengukur kedalaman ban
Indikator keausan tapak
(1/3)

4. Keausan yang tidak normal


Periksa seluruh lingkaran ban terhadap
keausan yang tidak merata atau berundak.
Keausan pada kedua bahu
Keausan di tengah
Keausan kembang ban
Keausan pada satu bahu
Keausan bergelombang

5. Tekanan ban
Periksa tekanan udara ban.

6. Kebocoran udara
Setelah memeriksa tekanan udara, periksa kebocoran
udara dengan memberikan air bersabun disekitar katup.

(2/3)

-33-
7. Keruskaan tepian dan piringan roda
Periksa tepian dan piringan roda terhadap kerusakan,
korosi, perubahan bentuk, dan keausan.

(3/3)

Rem-Rem Piringan

1. Ketebalan pad rem


• Gunakan penggaris, ukur ketebalan pad rem
luar.
• Periksa secara visual ketebalan pad dalam melalui
pemeriksaan lubang di dalam caliper untuk memas-
tikanbahwa ada perbedaan yang signifikan pada
ketebalan dari pad luar.
• Pastikan bahwa pad-pad tidak aus secara tidak merata.
Ganti pad-pad rem bila ketebalannya kurang dari batas
keausan.
PETUNJUK:
Gunakan jarak tempuh diantara pemeriksaan ini dan
pemeriksaan terakhir, perkirakan jarak yang telah di-
tempuh sampai pemeriksaan berikutnya. Periksa jumlah
keausan pad sejak pemeriksaan terakhir untuk memperki-
rakan kondisi pad-pad pada pemeriksaan berikutnya.
Sarankan kepada pelanggan untuk mengganti pad-pad
saat diperkirakan bahwa ketebalan pad akan kurang
daripada nilai keausan yang diperbolehkan pada waktu
pemeriksaan berikutnya.
• Perkiraan jumlah yang tersisa dari pad rem
menurut jarak tempuh

(1/6)

-34-
Petunjuk Service:

Penggantian Pad Rem

Lepas pad-pad rem

1. Lepas caliper rem.


PETUNJUK:
Jangan melepas slang dari caliper.

2. Lepas ke 2 pad-pad rem dengan anti-squeal shim.

Pasang pad rem baru


PERHATIAN:
Saat mengganti pad-pad yang aus, anti-squeal shim dan plat-plat
indikator keausan harus diganti bersama-sama dengan pad.
1. Berikan gemuk rem piringan pada anti-squeal shim dan pasang
shim pada pad rem.
2. Pasang ke 2 pad rem dengan anti-squeal shim.
PERHATIAN:
:Gemuk Rem Piringan Pastikan bahwa tidak ada oli atau gemuk pada permukaan gesekan
pad-pad atau piringan.

3. Untuk mencegah agar fluida rem tidak mengalir dari reservoir


fluida rem, tuangkan sejumlah kecil fluida.
4. Gunakan gagang palu atau peralatan serupa, tekan piston
ke dalam.
PETUNJUK:
Bila sulit untuk menekan piston ke dalam, pengendoran sumbat penguras
akan membebaskan sejumlah fluida rem saat piston di tekan ke dalam.

5. Pasang caliper rem.


6. Tekan pedal rem beberapa kali dan periksa bahwa permukaan
fluida rem berada pada garis MAX.
(1/1)

2. Keausan dan kerusakan rotor-rotor piringan


Periksa adanya kekasaran, ketidakmerataan, atau keausan tidak
normal dan keretakan atau kerusakan lain pada piringan rem.

(2/6)

REFERENSI:

Pemeriksaan ketebalan rotor piringan dan keolengan.


Bila rotor piringan menampakkan adanya keausan bergelombang,
tidak merata atau tidak normal, keretakan atau kerusakan lain,
lepas caliper rem untuk memeriksa item berikut:

1. Ketebalan rotor-rotor piringan


Gunakan micrometer untuk mengukur ketebalan piringan.

2. Keolengan piringan
Gunakan dial gauge untuk mengukur keolengan piringan
PETUNJUK:
• Sementara amankan piringan dengan mur-mur hub.
• Sebelum mengukur keolengan piringan, periksa bahwa
gerak bebas bantalan hub depan berada diantara
rentang yang telah ditentukan.
(1/1)
-35-
-35-
3. Kebocoran fluida rem
Periksa kebocoran dari caliper-caliper piringan.
PERHATIAN:
Bila fluida rem tumpah atau menempel pada cat, cucilah
segera dengan air. Bila tidak, maka keruskan pada
permukaan cat akan muncul.

(3/6)

Pada kendaraan dengan sistem rem tipe piringan


di dalam tromol:
Lepas caliper rem piringan belakang dan piringan rem
belakang untuk memeriksa rem parkir.
1. Pelepasan caliper rem piringan belakang dan
piringan rem belakang
2. Keausan area licin pada sepatu rem
• Ssecara manual gerakkan sepatu rem dan periksa
bahwa sepatu rem bergerak dengan lembut.
• Periksa permukaan kontak sepatu rem dan
backing plate terhadap keausan.
• Periksa sepatu dan backing plate tehadap perkaratan.
3. Ketebalan pelapis sepatu rem
Gunakan penggaris, ukur ketebalan pelapis sepatu
rem.
4. Kerusakan pada pelapis sepatu rem
Periksa pelapis sepatu rem terhadap pecahan,
perubahan bentuk, atau kerusakan lain.
(4/6)

5. Diameter dalam piringan rem belakang


Gunakan pengukur tromol rem atau yang setara,
ukur diameter dalam piringan rem belakang.

6. Keausan dan kerusakan


Periksa piringan rem belakang terhadap keuasan
atau kerusakan.

7. Pemasangan piringan rem belakang dan caliper


rem piringan belakang

(5/6)

-36-
8. Penyetelan celah sepatu rem parkir
(1) Sementara pasang mur-mur hub.
(2) Lepas sumbat lubang, putar penyetel dan panjangkan
sepatu sampai piringan mengunci.
(3) Kembalikan penyetel sebanyak 8 takikan.
(4) Periksa bahwa sepatu tidak menarik pada rem.
(5) Pasang sumbat lubang.

Sumbat lubang
Penyetel

(6/6)

Rem-Rem Tromol

Lepas tromol rem untuk memeriksa rem tromol.


PERHATIAN:
Jnagan menekan pedal rem dengan tromol rem
dilepas.

1. Pelepasan tromol rem

2. Keausan area backing plate dimana sepatu


rem bergeser:
• Secara manual gerakkan sepatu rem ke depan dan
belakang dan periksa bahwa sepatu bergerak dengan lembut.
• Periksa keausan permukaan kontak antara sepatu dan
backing plate serta angkur.
• Periksa sepatu, backing plate, dan angkur terhadap perkaratan.

PETUNJUK:
:Berikan gemuk bertemperatur tinggi Selama pemeriksaan, berikan gemuk bertemperatur tinggi
pada permukaan kontak antara backing plate dan sepatu
rem.

(1/5)
Petunjuk Service:

Bila tromol rem dipasang dengan kencang:


• Bila tromol tersangkut pada axle flange belakang karena
karat, masukkan baut dengan diameter nominal 8mm
ke dalam dua lubang service. Kencangkan baut-baut
secara merata untuk mengangkat tromol sedikit demi sedikit.
Untuk mencegah agar tromol tidak rusak, jangan memberikan
gaya yang berlebihan. Tetapi, berikan pelumas pada flange.
Bila tromol telah diangkat sedikit, kendorkan baut-baut
dan tekan tromol ke dalam. Ulangi proses ini sampai tromol
dapat dilepas.
• Bila celah antara sepatu dan tromol terlalu kecil,
atau bila tromol memiliki keausan bergelombang atau
potongan, masukkan obeng ke dalam lubang service
di belakang backing plate untuk mengendorkan tuas
penyetel. Pada saat yang bersamaan, gunakan obeng
lain untuk memutar baut penyetel dari penyetel untuk
memendekkan sepatu

Flange
Diameter normal
Silinder roda
Tuas penyetel
Baut penyetel
(1/1)

-37-
3. Ketebalan pelapis sepatu rem
Gunakan penggaris, ukur ketebalan pelapis sepatu
rem.
Bila ketebalan kurang daripada batas keausan, ganti
sepatu rem.
PETUNJUK:
• Gunakan jarak tempuh antara pemeriksaan ini dan
pemeriksaan terakhir, hitung jarak tempuh sampai
pemeriksaan berikutnya. Periksa jumlah pelapis sejak
pemeriksaan terakhir untuk menghitung kondisi
pelapis pada pemeriksaan berikutnya.
Sarankan pelanggan untuk mengganti sepatu rem
saat diperkirakan bahwa ketebalan pelapis akan
kurang daripada nilai keausan yang diperbolehkan
pada waktu pemeriksaan berikutnya.

• Perkiraan jumlah pelapis yang tersisa menurut


jarak yang telah ditempuh
• Saat mengganti sepatu rem, semua sepatu harus
diganti pada saat yang bersamaan.

(2/5)

Petunjuk Service:

Penggantian Sepatu Rem

Lepas sepatu rem

1. Lepas pegas pembalik, pegas-pegas penahan


sepatu, dan lepas sepatu rem.
PERHATIAN:
Jangan merusak karet pelindung silinder roda.
2. Pisahkan penyetel.
3. Pisahkan pegas adjusting lever torsion, tuas penyetel
otomatis, dan tuas sepatu rem parkir dari sepatu
rem.

Pasang sepatu baru


Pemasangan sepatu rem baru adalah kebalikan
:Gemuk bertemperatur tinggi dari proses pelepasan.
PETUNJUK:
Gunakan ring-C baru untuk memasang kembali tuas
sepatu rem parkir.

SST
(1/1)

-38-
4. Kerusakan pelapis sepatu rem
Periksa adanya keretakan, pengelupasan dan kerusakan
pada pelapis sepatu rem.

5. Kebocoran fluida rem


Periksa bahwa tidak ada kebocoran fluida rem dari
silinder roda.
PERHATIAN:
Bila fluida tumpah atau menempel pada permukaan cat,
bersihkan segera dengan air. Bila tidak, maka akan me-
rusak permukaan cat.

REFERENSI:
Pengoperasian auto adjuster celah sepatu rem
memiliki dua tipe:
(1) Menyetel celah dengan penerapan
pedal rem.
(2) Dengan mengoperasikan tuas rem parkir.
Bila tipe (2) memeriksa pengoperasian auto adjuster.
(3/5)

Pemeriksaan pengoperasian auto adjuster

Saat memisahkan tuas sepatu rem parkir dengan meng-


gerakkannya ke depan dnegan tangan, periksa bahwa
adjuster berputar dan memanjang. Setelah pemeriksaan,
buka adjuster. Putar adjuster ke arah yang berlawanan,
dengan jumlah takikan yang sama yang bergerak ke depan,
untuk mengembalikan ke posisi semula.

Auto adjuster
Tuas sepatu rem parkir

(1/1)

6. Diameter dalam tromol rem


Gunakan pengukur tromol rem atau yang setara,
ukur diameter dalam tromol rem.

7. Keausan dan kerusakan


Periksa tromol rem terhadap keausan atau kerusakan.

(4/5)

-39-
8. Pembersihan
Bersihkan pelapis sepatu rem dengan kertas amplas
lalu bersihkan noda-noda oli. Bila perlu, bersihkan juga
bagian dalam permukaan tromol rem.

9. Pemasangan tromol rem


Penyetelan celah sepatu rem berbeda-beda,
tergantung pada tipe-tipe penyetel celah
sepatu rem.

(5/5)

REFERENSI:

Pemasangan tromol rem

Tipe penyetelan auto adjustment dengan penerapan


pedal rem
(1) Pasang tromol rem.
(2) Sementara pasang mur-mur hub.
(3) Lepas sumbat lubang.
(4) Gunakan obeng, putar penyetel dan
panjangkan sepatu sampai tromol mengunci.
(5) Tekan tuas penyetel otomatis dengan obeng berkepala
rata yang lain untuk mengembalikan adjuster sebesar
8 takikan.
(6) Pasang sumbat lubang.

PETUNJUK:
Operasikan pedal rem. Bila tidak ada suara klik dari
rem belakang, maka celah sepatu rem disetel secara
otomatis.

Memanjang
Memendek (1/1)

Tipe auto adjuster dengan penerapan rem parkir


(1) Ukur diameter dalam tromol rem.
(2) Putar adjuster untuk menyetel diameter luar
sepatu rem sehingga menjadi sekitar 1 mm (0.03 in.)
lebih kecil daripada diameter dalam tromol
rem.
(3) Pasang tromol rem.

PETUNJUK:
Bila tidak ada suara dari rem belakang saat tuas rem
parkir dioperasikan, maka celah sepatu rem telah
disetel secara otomatis.

(1/1)

-40-
Tipe penyetelan manual
(1) Ukur diameter dalam tromol rem.
(2) Putar adjuster untuk menyetel diameter luar
sepatu rem sehingga menjadi sekitar 1mm
(0.039 in.) lebih kecil daripada diameter dalam
tromol rem.
(3) Pasang tromol rem.
(4) Lepas sumbat lubang.
(5) Gunakan obeng, putar mur penyetel dan
panjangkan sepatu sampai tromol mengunci.
(6) Putar mur penyetel ke belakang dengan jumlah
takikan sesuai spesifikasi. Lihat buku Pedoman
Reparasi untuk jumlah takikan spesifikasi.
(7) Pasang sumbat lubang.

Memanjang
Memendek
(1/1)

Posisi Lift 5
Pemeriksaan pada Posisi Lift 5

- Rem menarik
Pemasangan pengganti fluida rem

(1/1)

Rem Menarik

1. Operasikan tuas rem parkir beberapa kali dan


tekan pedal rem beberapa kali agar sepatu
rem dapat terpasang dengan baik.

PETUNJUK:
Operasikan tuas rem parkir atau pedal rem
sampai bunyi klik auto adjuster rem belakang
menghilang.

2. Secara manual putar piringan rem atau tromol


rem untuk memeriksa apakah menarik.

Rem tromol
Rem piringan
(1/1)

-41-
Pemasangan Pengganti Fluida Rem

1. Kuras fluida rem dari tangki reservoir siliner


master rem.

Penyemprot

(1/2)

2. Pasang pengganti fluida rem.

Pengganti fluida rem

(2/2)

Posisi Lift 6
Pemeriksaan pada Posisi Lift 6

LH depan
LH belakang
RH belakang
RH depan

Lakukan pengoperasian berikut pada setiap posisi:


• Penggantian fluida rem
• Pemasangan roda

(1/1)

-42-
Penggantian Fluida Rem

Gunakan pengganti fluida rem, ganti fluida rem


dengan urutan berikur:

• LH depan
• LH belakang
• RH belakang
• RH depan

PERHATIAN:
Lihat buku Pedoman Reparasi untuk keterangan rinci
karena beberapa tipe rem seperti rem dengan booster
rem hidrolik atau ABS mungkin membutuhkan
pengoperasian khusu.

Kunci offset
Pengganti fluida rem
Kompresor udara (1/1)

Pemasangan Roda

Kencangkan sementara roda-roda.

(1/1)

-43-
Posisi Lift 7
Pemeriksaan pada Posisi Lift 7

Pemeriksaan ruang mesin

Sebelum menghidupkan mesin


• Rem parkir dan stopper roda
• Oli mesin (isi)
• Cairan pendingin mesin
• Tutup radiator
• Drive belt
• Busi
• Baterai
• Fluida rem
• Saluran bahan bakar
• Fluida kopling
• Elemen pembersih udara
• Charcoal canister
• Penopang atas peredam kejut depan
• Fluida washer
Menghidupkan mesin
Selama menghangatkan mesin
• Pengencangan kembali mur-mur hub
• Sistem PCV
• Cairan pendingin mesin

Setelah mesin dihangatkan (dan berjalan)


• Idle mixture
• Fluida transaxle otomatik
• Air conditioning
• Fluida power steering

Mesin mati
• Ole mesin
• Celah katup

Saringan bahan bakar


(1/1)

Rem Parkir dan Stopper Roda

Tarik rem parkir dan letakkan stopper


roda pada roda-roda.

(1/1)

-44-
Oli Mesin (Isi)

Mengisi dengan oli mesin


Tuangkan sejumlah oli mesin ke dalam lubang pengisi oli.

(1/1)

Cairan Pendingin Mesin

Penggantian cairan pendingin

1. Menguras cairan penidngin mesin


Kuras cairan pendingin mesin dari sumbat-sumbat penguras
radiator dan mesin, serta tangki reservoir.

PETUNJUK:
Kumpulkan cairan pendingin dan air pembersih, lalu proses
sebagai limbah industri untuk melindungi lingkungan.

PERINGATAN:
Jangan langsung melakukan pekerjaan ini setelah kendaraan
dioperasikan, karena cairan pendingin akan menjadi sangat
panas (tutup radiator menjadi sangat panas untuk disentu).

Tutup radiator
Sumbat penguras mesin
Sumbat penguras radiator
Pipa penguras
Tangki reservoir

-45-
(1/3)

-46-
2. Mengisi cairan pendingin mesin
Tambahkan cairan pendingin mesin ke radiator
dan tangki reservoir.

Tutup radiator
Sumbat penguras mesin
Sumbat penguras radiator
Pipa penguras
Tangki reservoir

(2/3)

-47-
3. Permukaan cairan pendingin

(1) Setelah mesin dihangatkan, biarkan mesin menjadi


dingin. Lalu, lepas tutup radiator dan periksa bahwa
permukaan cairan pendingin sesuai.

Aadalah perlu untuk melepas tutup radiator pada


pemeriksaan normal untuk permukaan cairan pendingin.

PERINGATAN:
Untuk melepas tutup radiator saat mesin sedang
dihangatkan, letakkan kain di atas tutup dan ken-
dorkan sekitar 45° untuk membebaskan tekanan.
Lalu lepas tutup. Jangan melepas tutup sekaligus
karena ciaran pendingin dapat menyembur ke luar.

(2) Periksa bahwa cairan pendingin di dalam tangki


reservoir berada pada rentang spesifikasi.
PETUNJUK:
Periksa permukaan cairan pendingin saat radiator dalam
keadaan dingin, karena bila radiator panas, maka per-
mukaan cairan pendingin akan menjadi tinggi.
(3/3)

Tutup Radiator

1. Fungsi
• Gunakan tester tutup radiator untuk mengukur tekanan
pembukaan katup dan periksa bahwa ia berada di
antara rentang spesifikasi.
• Periksa vacuum valve untuk engoperasian yang lembut.

Tutup radiator
Tester tutup radiator
Vacuum valve

2. Kerusakan

Periksa perapat karet terhadap keretakan kerusakan lain.

Tutup radiator
Perapat karet

(1/1)

-48-
Drive Belt

1. Defleksi
Periksa jumlah peregangan dengan cara menekan
drive belt dengan jari anda.
PETUNJUK:
• Periksa jumlah peregangan dengan cara memberikan
gaya 98 N (10 kgf, 22.0 lbf) pada area yang tertera
pada buku Pedoman Reparasi.
• Metoda lain adalah untuk memeriksa tegangan belt
dengan menggunakan pengukur tegangan belt.

2. Kerusakan
Periksa seluruh lingkaran drive belt terhadap keausan,
keretakan, perlapisan, atau kerusakan lain.
PETUNJUK:
Bila tidak mungkin untuk memeriksa seluruh
lingkaran belt, maka periksa belt dengan cara
memutar puli crankshaft ke arah putaran
mesin.

3. Kondisi terpasang
Periksa belt untuk memastikan bahwa belt dipasang
dengan benar pada alur puli.
(1/1)

REFERENSI:

Auto tensioner
Auto tensioner menggunakan gaya pegas untuk memberikan
tegangan pada belt. Oleh karena itu, adalah perlu untuk
menyetel defleksi.

• Metoda pemeriksaan
Periksa bahwa indikator auto tensioner berada
pada rentang (A).
PETUNJUK:
Saat drive belt baru dipasang, maka indikator pada
auto tensioner haris berada pada rentang (B).

• Serpentine belt
Satu serpentine belt menggerakkan semua mekanisme
tambahan untuk mesin.

Drive belt (Serpentine belt)


Puli tensioner
Auto tensioner
Indikator auto tensioner
(1/1)
Petunjuk Service:

Penyetelan Defleksi Drive Belt

Berikut adalah berbagai macam metoda untuk


menyetel defleksi belt.

1. Tipe idler pulley-less (dengan baut penyetel)


2. Tipe idler pulley-less (tanpa baut penyetel)
3. Tipe idler pulley

-49-
1. Tipe idler pulley-less (dengan baut penyetel)
Untuk tipe idler pulley-less (dengan baut penyetel)
tegangan diberikan dengan cara menggerakkan
alternator untuk memutar baut penyetel.

(1) Kendorkan baut penyetel dan baut pengencang


alternator, dan setel defleksi belt dengan cara
memutar baut penyetel.
• Kencangkan baut penyetel: defleksi berkurang
• Kendorkan baut penyetel:defleksi bertambah

PERHATIAN:
Bila baut penyetel diputar sebelum mengendorkan dan me-
ngencangkan baut, maka baut penyetel dapat berubah bentuk.

(2) Periksa defleksi baut, dan terlebih dahulu kencangkan


baut pengencang dan kemudian baut dudukan.

Drive belt
Baut dudukan
Baut penyetel
Baut pengencang
(2/4)

2. Tipe idler pulley-less (tanpa baut penyetel)


Untuk tipe idler pulley-less (tanpa baut penyetel)
tegangan diberikan dengan cara menggerakkan
alternator dengan tuas.
(1) Kendorkan baut dudukan (A) dan (B).
(2) Gunakan tuas (palu, dll.), gerakkan alternator
untuk menyetel defleksi belt, kemudian ken-
cangkan baut dudukan (B).
PERHATIAN:
• Letakkan ujung tuas pada tempat yang tidak
akan berubah bentuk (area yang cukup kuat),
seperti kepala atau blok silinder.
• Pastikan untuk meletakkan tuas pada tempat di
alternator yang tidak akan berubah bentuk (dekat
dengan braket penyetel daripada dengan bagian
tengah alternator).
Drive belt
Baut dudukan (A) (3) Periksa defkesi drive belt dan kencangkan
Baut dudukan (B) baut dudukan (A).
(3/4)

3. Tipe idler pulley


Untuk tipe idler pulley, sebuah idler pulley digunakan
untuk memberikan tegangan pada belt.
(1) Kendorkan mur pengunci, dan setel defleksi belt
dengan cara memutar baut penyetel.
• Kencangkan baut penyetel: defleksi berkurang
• Kendorkan baut penyetel:defleksi bertambah
PETUNJUK:
• Mengencangkan mur pengunci ke momen spesifikasi
akan menurunkan defleksi belt. Oleh karena itu,
setel defleksi sedikit lebih besar daripada
nilai spesifikasi.

(2) Kencangkan mur pengunci ke momen spesifikasi.


(3) Periksa defleksi drive belt.

Drive belt
Idler pulley
Mur pengunci
Baut penyetel
(4/4)
50
-50-
Busi

Penggantian busi
Ganti semua busi.

PETUNJUK:
Waktu penggantian tipe busi berujung platina
dan tipe busi berujung iridium.

PERHATIAN:
• Berhati-hatilah agar benda-benda asing tidak masuk
ke dalam ruang pembakaran saat lubang busi ter-
buka.
• Saat memasang busi, pertama-tama putar dengan
tangan, lalu kencangkan ke momen spesifikasi.

Tipe konvensional
Tipe berujung platina
Tipe berujung iridium
(1/1)

REFERENSI:

Memeriksa sumbat

1. Keausan elektroda
Periksa bahwa ujung-ujung elektroda busi tidak mengalami keausan
atau menjadi bundar.

2. Celah busi
Gunakan pengukur celah busi untuk memeriksa bahwa jarak celah
antara elektroda tengah dan elektroda massa berada diantara nilai
spesifikasi. Bila tidak berada diantara nilai spesifikasi, setel celah busi.

3. Kondisi
Periksa apakah penyekat berkerut.

4. Kerusakan
Periksa penyekat terhadap keretakan, korosi terminal, dan kerusakan alur.

5. Pembersihan
Bila elektroda memiliki jejak-jejak karbon basah, biarkan mengering.
Lalu bersihkan dengan pembersih busi.
PETUNJUK:
Bila terdapat jejak-jejak oli, bersihkan dnegan bensin sebelum
menggunakan pembersih busi.

PERHATIAN
Jangan menyetel celah atau menggunakan pembersih busi untuk
membersihkan busi berujung iridium.
Tetapi, bila busi penuh dengan jelaga, maka ia dapat dibersihkan
sebentar (kurang dari 20 detik).

Normal
Kotoran karbon
Kotoran oli
Terlampau panas

-51- (1/1)
-51-
Petunjuk Service:

Penyetelan Celah Busi

Gunakan pengukur celah busi, letakkan elektroda


masa busi di dalam bagian potongan pengukur
dan bengkokkan elektroda massa untuk menyetel
celah.
PERHATIAN:
• Saat membengkokkan elektroda massa, jangan
membiarkan pengukur dan penyekat berhubungan,
dan pastikan bahwa penyekat tidak pecah.
• Tidak perlu menyetel busi berujung iridium atau busi
berujung platina kecuali bila busi-busi tersebut
masih baru.

Pengukur celah busi


Elektroda massa
Elektroda tengah
Penyekat
(1/1)

Baterai

1. Permukaan elektrolit
Periksa bahwa permukaan fluida setiap sel baterai
berada diantara garis atas dan bawah.
PETUNJUK:
• Bila sulit menentukan permukaan elektrolit, periksa
dengan cara menggoyang kendaraan sedikit atau
pemeriksan permukaan elektrolit juga dapat dilakukan
dengan cara melepas sumbat ventilasi dan melihatnya
melalui pembukaan.
• Saat menambah air, guankan air suling.
• Pada beberapa tipe baterai, pemeriksaan
permukaan fluida dan kondisi dapat dilakukan
melalui indikator baterai.

Biru.....OK
Merah.....Pemukaan elektrolit tidak memadai.
Putih.....Perlu pengisian

PERINGATAN:
Peringatan untuk pemeriksaan baterai

(1/2)

-52-
2. Kerusakan
Periksa kotak baterai terhadap keretakan atau kebocoran.

3. Korosi
Periksa terminal-terminal baterai terhadap korosi.

4. Kendor
Periksa apakah kabel-kabel terminal baterai kendor.

5. Sumbat-Sumbat Ventilasi
Periksa apakah ada kerusakan pada sumbat-sumbat
ventilasi baterai, atau lubang-lubang ventilasi yang tersumbat.

(2/2)

REFERENSI:

Pemeriksaan gravitasi khusus


Gunakan hydrometer, periksa bahwa gravitasi khusus
untuk semua sel berada diantara 1.250 dan 1.280,
saat temperatur elektrolit baterai sebesar
20°C (68°F). Pastikan bahwa perbedaan gravitasi
khusus berada di bawah 0.025.

Bila temperatur elektrolit baterai tidak sebesar


20°C (68°F) pada saat pengukuran, ubah
gravitasi khusus pada temperatur tersebut ke
gravitasi khusus pada 20°C (68°F).

Hydrometer

• Rumus konversi

(1/1)

-53-
Fluida Rem

PERHATIAN:
Bila fluida rem tumpah pada permukaan cat, bersihkan
segera dengan air. Bila tidak, maka kerusakan pada per-
mukaan cat akan muncul.
1. Permukaan fluida
Periksa bahwa permukaan fluida di dalam reservoir
master silinder berada diantara garis MAX dan MIN.
PETUNJUK:
Permukaan fluida rem menurun bila pad-pad rem atau
pelapis sepatu rem mengalami keausan.
Bila permukaan fluida sangat rendah, periksa sistem-
sistem rem terhadap kebocoran.

2. Kebocoran fluida
Periksa silinder master rem terhadap kebocoran.
(1/1)

Saluran Rem

1. Kebocoran fluida
Periksa saluran rem terhadap kebocoran fluida.

2. Kerusakan
Periksa slang-slang dan pipa-pipa rem terhadap
keterangan dan keburukan.

3. Pemasangan
Periksa bahwa slang-slang rem dan pipa-pipa
terpasang dnegan benar.
• Klem-klem harus dipasang pada setiap slang
dan pipa.
• Slang-slang dan pipa-pipa tidak boleh saling
mengganggu part-part.
(1/1)

Fluida Kopling

PERHATIAN:
Bila fluida kopling tumpah pada permukaan cat, bersihkan
segera dengan air. Bila tidak, maka kerusakan pada per-
mukaan cat akan muncul.

1. Permukaan fluida
Periksa bahwa permukaan fluida di dalam reservoir
silinder master rem berada diantara garis MAX dan MIN.

PETUNJUK:
• Permukaan fluida kopling tidak menurun dikarenakan
keausan kopling, yang berarti bahwa permukaan fluida
rendah menunjukkan kemungkinan bocor.
• Beberapa kendaraan memiliki persambungan kopling dan
tangki reservoir silinder master rem.

2. Kebocoran fluida
Periksa setiap part kopling terhadap kebocoran fluida.

Silinder master kopling


Persambungan pipa dan slang
Silinder pembebeas kopling
(1/1)
54
-54-
REFERENSI:

Fluida sistem transmisi manual sequential

1. Permukaan fluida
Dengan mesin idling, periksa bahwa permukaan fluida
di dalam reservoir Hydraulic Power Unit (HPU) berada
di dalam rentang spesifikasi.

2. Kebocoran
Periksa sistem transmisi manual sequential
terhadap adanya kebocoran.

3. Kerusakan slang
Periksa slang-slang terhadap kerusakan.
PERHATIAN:
Sistem transmisi manual sequential memerlukan
fluida yang dirancang khusus untuk SMT.

Hydraulic Power Unit (HPU)


(1/1)
Gear Shift Actuator (GSA)
Elemen Pembersih Udara

Penggantian
Ganti elemen pembersih udara.

PETUNJUK:
Juga tersedia tipe-tipe pembersih udara berikut:
tipe dapat dicuci, tipe oil bath, dan tipe cyclone.

Elemen pembersih udara baru

(1/1)

REFERENSI:

Pemeriksaan elemen pembersih udara


1. Pembersihan
Gunakan udara kompresi untuk membuang kotoran
sebelum pemeriksaan.
• Pertama-tama, tiupkan udara kompresi dari sisi mesin
elemen pembersih udara.
• Bersihkan juga bagian dalam kotak pembersih udara.

2. Partikel-partikel yang tersumbat atau debu


Periksa elemen pembersih udara terhadap adanya
debu, partikel-partikel yang tersumbat atau robek.

3. Pemasangan
Periksa perapat karet pada elemen pembersih udara
apakah terpasang dengan tepat dan pastikan bahwa
tidak ada keretakan atau kerusakan lain.
(1/1)

-55-
Petunjuk Service:

Pemeriksaan Pembersih Udara Tipe Dapat Dicuci

Soiled or clogged condition


Periksa elemen pembersih udara terhadap adanya kotoran,
tersumbat, atau kondisi rusak.

Pembersihan
1. Gunakan udara kompresi, tiup debu drai dalam
elemen.
2. Rendam elemen di dalam air dan gerakkan ke atas dan
ke bawah sepuluh kali atau lebih.
3. Ulangi proses ini sampai air jernih
4. Buang kelebihan air dengan cara menggoyang elemen atau
meniup udara kompresi ke dalamnya.
PERHATIAN:
Jangan memukul atau menjatuhkan elemen.

Packing 5. Bersihkan debu dari dalam interior kotak pembersih udara.

Kondisi terpasang
Periksa bahwa packing telah dipasang dengan aman di
dalam elemen pembersih udara dan bahwa packing tidak
retak atau rusak.
(1/1)

Pemeriksaan Pembersih Udara Tipe Oil Bath

Pembersihan
1. Lepas kotak pembersih udara.
2. Bersihkan kotak oli dan saringan udara di dalam kerosin,
goncangkan dan gosoklah.
3. Bersihkan kotak oli dan saringan udara denganlap bersih..
4. Letakkan kotak oli pada stand kerja yang rata.
5. Tuangkan oli mesin bersih sampai mencapai tanda
OIL LEVEL.
6. Letakkan saringan udara pada tray dan penuhi
saringan udara dengan oli mesin bersih.

Kerosin
Oli mesin

(1/1)

Pemeriksaan Pembersih Udara Tipe Cyclone

Kondisi kotor atau tersumbat


Periksa elemen pembersih udara terhadap adanya
kotoran, tersumbat, atau kondisi rusak.

Pembersihan
1. Bersihkan elemen dengan udara kompresi. Dengan
cepat dan seksama tiupkan udara dari dalam. Lalu,
tiupkan udara dari luar elemen.
2. Keluarkan reservoir debu dan buang debu dari
dalam. Kemudian, bersihkan bagain dalam
reservoir debu.
Kondisi terpasang
Periksa bahwa packing dipasang dengan aman di dalam
elemen pembersih udara dan bahwa packing tidak
retak atau rusak.

Packing
Elemen pembersih udara
Reservoir debu
(1/1)

-56-
Charcoal Canister

1. Kerusakan
Periksa charcoal canister terhadap kerusakan.

2. Pengoperasian check valve


Periksa pengoperasian check valve untuk
charcoal canister seperti terlihat pada gambar.

(1/1)

-57-
Penopang Atas Peredam Kejut Depan

Kendor
Periksa penopang atas pada peredam kejut depan
bila ada yang kendor

(1/1)

Fluida Perbersih

Tingkat permukaan fluida


Periksa dengan pengukur tingkat permukaan apakah fluida
pembersih di dalam tangki pembersih terisi dengan cukup.

Pengukur tingkat permukaan

(1/1)

Pengencangan Kembali Mur Hub

Kencangkan ke 4 mur hub dengan urutan menyilang.


Lalu, gunakan kunci momen untuk mengencangkan
mur-mur pada momen spesifikasi.

(1/1)

-58-
Sistem PCV

1. Cara kerja katup PCV


Saat mesin idling, periksa bunyi pengoperasian
dnegan cara memencet slang katup PCV dengan
tangan anda.

2. Kerusakan
Periksa slang-slang bila ada yang retak atau rusak.

(1/1)

Cairan Pendingin Mesin

1. Kebocoran cairan pendingin mesin


Periksa adanya kebocoran cairan pendingin mesin dari
slang karet radiator, tutup radiator dan area disekitar
klem-klem slang.

2. Kerusakan slang
Periksa slang-slang karet sistem pendinginan terhadap
adanya keretakan, tonjolan, atau pengerasan.

3. Kendor
Periksa persambungan slang dan pemasangan klem-
klem bila ada yang kendor.

(1/1)

Idle Mixture

Penyetelan
Bila kendaraan dilengkapi dengan variable resistor,
gunakan SST dan CO/HC tester, dan setel idle mixture
dengan cara memutar sekrup penyetel idle mixture.

SST
Sekrup penyetel idle mixture
CO/HC tester

(1/1)

-59-
REFERENSI:

Kecepatan fast idle (mesin diesel)

Penyetelan kecepatan fast idle


Saat mesin dingin, putar sekrup penyetel fast idle
untuk menyetel posisi tuas penyetel.

Sekrup penyetel fast idle


Sekrup penyetel kecepatan idle
Tuas penyetel
Thermo wax

(1/1)

Kecepatan idle (mesin diesel)

Penyetelan kecepatan idle


Putar sekrup penyetel kecepatan idle untuk menyetel
posisi tuas penyetel.

PETUNJUK:
Setel kecepatan idle saat mesin hangat.

Sekrup penyetel kecepatan idle


Tuas penyetel

(1/1)

Asap diesel (mesin diesel)


Periksa asap hitam atau putih gas buang.
PETUNJUK:
Bila kualitas tidak tampak jelas, gunakan kain putih
atau alat pengetes asap diesel untuk memeriksanya.

(1/1)

-60-
Fluida Transaxle Otomatik

Tingkat permukaan fluida


Saat mesin idling, pindahkan tuas pemindah secara
berurutan dari P ke L dan kemudian kembali lagi.
Kemudian periksa bahwa pengukur tingkat permukaan
fluida (dipstik) terbaca diantara rentang "HOT".
PETUNJUK:
• Tingkat permukaan fluida harus diperiksa pada
kondisi kerja normal (Temperatur fluida : 75°C ± 5°C
(167°F ± 41°F)).
Walaupun tanda rentang dingin (cold) diberikan sebagai
titik referensi, pemeriksaan yang tepat dilakukan di
di rentang panas (hot).
• Tingkat permukaan fluida tidak akan menurun kecuali
bila ada kebocoran. Oleh karena itu, saat tingkat permukaan
fluida rendah, periksa temperatur fluida dan adanya kebo-
Idling
coran sebelum mengisi kembali fluida.
Temperatur fluida
(1/1)

Air Conditioning

1. Volume refrigerant
Periksa volume refrigerant dengan cara mengamati
aliran refrigerant melalui kaca tembus pandang.

[Kondisi pemeriksaan]
• Mesin bekerja pada 1,500 rpm
• Switch kontrol kecepatan blower pada "HI"
• A/C switch ON
• Dial kontrol temperatur pada "MAX. COOL"
• Pintu-pintu terbuka penuh
PETUNJUK:
Penampakan kaca tembus pandang
Normal
Tidak cukup
Kosong atau berlebihan

Kaca tembus pandang


(1/2)

2. Kebocoran refrigerant
Dengan switch pengapian diputar ke posisi OFF, gunakan
tester kebocoran gas untuk memeriksa kebocoran refrigerant.
PETUNJUK:
Saat pemeriksaan kebocoran dilakukan dengan mesin
rdalam keadaan hidup:
• Refrigrant yang bocor menjadi cair dengan udara dari
fan atau blower, sehingga agak sulit untuk melakukan
pemeriksaan kebocoran.
• Dan tekanan refrigerant di unit pendingin menurun,
sehingga refrigerant tidak terlalu mudah mengalami
kebocoran.
• Tester kebocoran gas bereaksi terhadap perubahan kelem-
baban yang tiba-tiba yang disebabkan oleh udara lembab
dari slang penguras, dan ini mengarah pada salah diagnosa.

Tester kebocoran gas

(2/2)

-61-
Petunjuk Service:

Pengisian Kembali Refrigerant Air Conditioning

PERINGATAN:
Peringatan untuk pengisian kembali refrigerant

Menguras refrigerant (HFC-134a (R134a))

1. Start mesin.
2. Hidupkan A/C.
3. Operasikan kompresor pendingin pada putaran
mesin sekitar 1,000 rpm selama 5 sampai 6 menit.
Hal ini memungkinkan refrigerant untuk bersirkulasi
dan oli kompresor tetap berada di dalam komponen-
komponen untuk mengumpulkan kompresor pendingin.
4. Matikan mesin.
5. Pasang manifold gauge set.
6. Keluarkan refrigerant dari sistem.

Manifold gauge

(1/2)

Mengisi Refrigerant

1. Pengosongan
(1) Gunakan vacuum pump, kosongkan sistem
refrigerant.
(2) Hentikan pengosongan sistem dan tunggu selama
5 menit atau lebih. Kemudian, pastikan bahwa
sistem refrigerant tidak bocor (dengan cara memeriksa
bahwa penunjukkan pada manifold gauge belum
berubah).
2. Kebocoran refrigeran
(1) Isi sistem dengan refrigerant sampai manifold
gauge menunjukkan sekitar 98 kpa
(1 kgf/cm2, 14 psi).
(2) Gunakan detektor kebocoran untuk memeriksa
kebocoran fluida.
3. Isi sistem dengan refrigerant
Vacuum pump
Manifold gauge
Refrigeran
detektor kebocoran gas
(2/2)

-62-
Fluida Power Steering
1. Tingkat permukaan fluida
(1) Dengan mesin idling, putar roda kemudi beberapa
kali dengan kendaraan dalam keadaan diam untuk
menaikkan temperatur fluida roda kemudi sehingga
berada diantara 40°C dan 80°C (104°F dan 176°F).
Kemudian, kembalikan roda kemudi ke posisi
netral.
(2) Matikan mesin.
(3) Periksa apakah tingkat permukaan fluid di tangki
cadangan berada pada rentang spesifikasi.
(4) Periksa bahwa perbedaan tingkat permukaan fluida
saat mesin hidup dan mati berada diantara 5mm.
Pada saat ini, periksa apakah fluida berbusa atau
mengalami emulsi.
PERHATIAN:
Jangan menahan roda kemudi sepenuhnya ke sisi
manapun selama lebih dari 10 detik.

2. Kebocoran fluida
Periksa slang-slang yang terhubung ke tangki reservoir
fluidaapakah mengalami kebocoran.
(1/1)

Oli Mesin

Tingkat Permukaan Oli


Hangatkan mesin lalu matikan. Setelah 5 menit atau
lebih, periksa dipstik oli untuk memastikan
bahwa tingkat permukaan oli berada dalam
rentang spesifikasi.
PETUNJUK:
• Periksa tingkat permukaan oli dengan kendaraan
diparkir di tempat yang datar.
• Alasan mengapa tingkat permukaan oli mesin
diperiksa setelah 5 menit atau lebih dari saat mesin
dimatikan adalah agar oli dari berbagai macam
area di mesin berkumpul seluruhnya di
oil pan.
• Item-item pemeriksaan saat tidak mengganti oli mesin:
- Tingkat permukaan oli
- Viskositas yang tepat
- Tidak kotor
- Tidak terkontaminasi (bahan bakar atau cairan pendingin)
(1/1)

Celah Katup

Pada mesin dingin, gunakan pengukur ketebalan untuk


memeriksa celah katup. Pemeriksaan ini boleh tidak
dilakukan bila mesin bekerja dengan lembut tanpa
mengeluarkan suara yang tidak normal.
PETUNJUK:
Celah katup yang berlebihan mengarah pada timbulnya
suara berisik dikarenakan ketukan pada katup oleh cam.

(1/1)

-63-
Petunjuk Service:

Pemriksaan Celah Katup

PETUNJUK:
Lakukan pemeriksaan celah katup pada mesin
dingin saat mesin dalam keadaan mati.

1. Lepas penutup kepala silinder.


2. Set silinder No.1 pada titik mati atas (TMA)
langkah kompresi.
3. Gunakan pengukur ketebalan, periksa celah katup-
katup yang tertutup penuh.
4. Putar crankshaft satu putaran untuk memeriksa
celah katup-katup yang tersisa.
5. Pasang kembali penutup kepala silinder.

(1/1)

Saringan Bahan Bakar

Penggantian
Ganti saringan bahan bakar.
PETUNJUK:
Untuk mencegah kebocoran bahan bakar, lepas konektor
kelistrikan pada pompa bahan bakar, hidupkan mesin, dan
kosongkan bahan bakar di slang persambungan bahan
bakar sebelum mengganti saringan bahan bakar.

Rakitan pompa bahan bakar


Saringan bahan bakar

(1/1)

REFERENSI:

Tipe saringan ruang mesin dalam untuk


mesin bensin

Penggantian
Ganti saringan bahan bakar.

PETUNJUK:
• Ganti gasket dengan yang baru.
• Gunakan kunci untuk menahan mur pada bodi saringan
sebelum mengencangkan atau mengendorkan baut union.

Gasket

(1/1)

-64-
Saringan bahan bakar tipe cartridge untuk mesin diesel

Penggantian
(1) Kuras bahan bakar dari saringan bahan bakar.
(2) Gunakan SST, lepas saringan bahan bakar dengan gasket.
(3) Gunakantang, lepas switch peringatan saringan bahan
bakar dengan ring-O.
(4) Pasang ring-O baru pada switch peringatan saringan
bahan bakar.
(5) Berikan bahan bakar pada ring-O switch peringatan
saringan bahan bakar.
(6) Pasang switch peringatan saringan bahan bakar pada
saringan bahan bakar dengan tangan.
(7) Berikan bahan bakar pada gasket saringan baru.
(8) Pasang saringan bahan bakar pada braket saringan
bahan bakar dengan tangan.
(9) Gunakan priming pump, isi dengan bahan bakar dan
periksa bila ada kebocoran bahan bakar.
(1/1)

Saringan bahan bakar tipe kertas untuk mesin diesel

Penggantian
(1) Lepas rakitan saringan bahan bakar.
(2) Lepas baut tengah dan rakitan bodi bagian bawah
saringan bahan bakar.
(3) Lepas gasket dari bodi bagian atas saringan
bahan bakar.
(4) Lepas ke 2 gasket, elemen, plat pegas dan pegas
dari bodi bagian bawah.
(5) Lepas ring-O dari baut tengah.
(6) Bersihkan bodi bagian bawah dan baut tengah.
(7) Pakai ring-O baru, gasket dan elemen lalu rakit kembali
dengan membalik langkah-langkah (1) ~ (5). Pastikan
untuk memberikan bahan bakar pada ring-O dan gasket.
(8) Kuras udara dari saringan bahan bakar dengan cara
mengoperasikan priming pump.
(9) Start mesin dan periksa bila ada kebocoran bahan bakar.

Bodi bagian atas Gasket


Elemen saringan Plat pegas
Pegas Bodi bagian bawah
Ring-O Baut tengah
(1/1)

Sedimenter air untuk mesin diesel

Menguras air
Kendorkan atau lepas sumbat penguras bahan bakar,
lalu kuras air.

PETUNJUK:
1. Tipe sedimenter air/saringan bahan bakar:
Setelah menguras air, Gunakan priming pump untuk
mengisi bahan bakar, lalu periksa bila ada kebocoran.

2. Tipe sedimenter air independen:


Bila air tidak mau keluar, kendorkan sumbat
bretaher sedimenter air.

Sumbat penguras
Sumbat breather
(1/1)

-65-
Posisi Lift 8
Pemeriksaan pada Posisi Lift 8

Periksa kembali pekerjaan anda


Pastikan pekerjaan seperti pemeriksaan part-part,
penggantian part, dan kebocoran oli.
• Oli mesin
• Fluida rem, dll.

(1/1)

Posisi Lift 9
Pemeriksaan pada Posisi Lift 9

1. Lepas penutup fender dan penutup depan.


2. Setel radio, jam dan posisi tempat duduk.
3. Pembersihan.
4. Setelah tes jalan, lepas penutup tempat duduk, alas
lantai dan penutup roda kemudi.

(1/1)

Tes Jalan
Tes Jalan

• Sistem rem

-66-
• Sistem rem parkr

• Sistem kopling

• Sistem kemudi

-67-
• Sistem transaxle otomatik

• Getaran dan suara yang tidak normal

(1/1)

-68-
Latihan
Pertanyaan-1
Tandai pernyataan berikut Benar atau Salah.

No. Pertanyaan Benar atau Salah Jawaban


yang benar

Bila fluida rem tumpah mengenai permukaan cat, biarkanlah mengering


1 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
kemudian bersihkan dengan kain bersih.
Periksa kerja lampu indikator rem parkir dengan cara memferifikasi bah-
2
wa lampu menyala sampai tuas rem parkir ditarik ke takikan pertama. n j Benarn
k
l
m j Salah
k
l
m

Periksa posisi jatuhnya semprotan pembersih kaca setelah menghidupkan


3 mesin. Hal ini dikarenakan pembersih kaca tidak dapat bekerja dengan n
j Benarn
k
l
m j Salah
k
l
m
baik bila tegangan baterai rendah.
Periksa gerak bebas roda kemudi dengan mesin dalam keadaan mati
4 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
tanpa menghiraukan apakah kendaraan dilengkapi dengan power steering.
Periksa klakson dengan memastikan bhawa klakson berbunyi saat pad
5 j Benarn
k
l
m
n j Salah
k
l
m
klakson ditekan disepanjang lingkaran roda kemudi.

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar mengenai cairan pendingin mesin?

j
k
l
m
n 1 Periksa lampu tanda belok dengan cara memutar switch pengapian ke posisi ON, operasikan switch
tanda belok ke atas/bawah, dan pastikan bahwa lampu tanda belok ke kanan/kiri berkedip dnegan benar.
j
k
l
m
n 2 Periksa lampu mundur dengan cara memutar switch kontrol lampu satu takik dan pastikan bahwa
lampu mundur menyala.

j
k
l
m
n 3 Periksa lampu mundur dengan cara memutar switch pengapian ke posisi OFF, pindahkan tuas pemindah
ke R, lalu pastikan bahwa lampu mundur menyala.

j
k
l
m
n 4 Periksa Lampu Indikator Malafungsi (LIM) di meter kombinasi dengan cara memutar switch pengapian
ke posisi ON, dan pastikan bhawa LIM menyala dansegera mati.

Pertanyaan-3
Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan permukaan oli transaxle manual?

j
k
l
m
n 1. Untuk memeriksa permukaan oli transaxle manual, lepas sumbat pengisi dan masukkan obeng atau
alat yang setara ke dalam lubang sumbat.

j
k
l
m
n 2. Untuk memeriksa permukaan oli transaxle manual, lepas sumbat pengisi, masukkan jari anda ke dalam
lubang sumbat, dan periksa posisi dimana oli mengalami kontak denganjari anda.
j
k
l
m
n 3. Untuk memeriksa permukaan oli transaxle manual, lepas sumbat penguras, kuras oli, dan ukur
volumenya.

j
k
l
m
n 4. Tidaklah perlu untuk memeriksa permukaan oli transaxle manual karena tidak berkurang.

Pertanyaan-4

Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan busi?

j
k
l
m
n 1. Jangan membersihkan atau menyetel celah busi kecuali busi berujung platina atau iridium.

j
k
l
m
n 2. Pastikan untuk membersihkan dan menyetel celah busi berujung platina sebelum memasangnya pada mesin.

j
k
l
m
n 3. Gunakan pengukur celah busi untuk memeriksa celah busi kecuali busi berujung platina atau iridium
untuk memastikan bahwa celah berada di dalam rentang spesifikasi.

j
k
l
m
n 4. Penyekat busi dapat dikatakan terbakar dengan baik bila celah busi normal.

-69-
Pertanyaan-5
Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan celah katup selama pemeriksaan 40,000 km ?

j
k
l
m
n 1. Bila mesin bekerja dengan lembut tanpa mengeluarkan suara yang tidak normal, maka tidaklah perlu
untuk memeriksa dan menyetel celah katup.
j
k
l
m
n 2. Jangan memeriksa atau menyetel celah katup karena tidak akan keluar dari penyetelan meskipun
mesin mengeluarkan suara yang tidak normal.
j
k
l
m
n 3. Me skipun mesin bekerja dengan lembut tanpa mengeluarkan suara yang tidak normal, adalah perlu
untuk memeriksa dan menyetel celah katup.

j
k
l
m
n 4. J angan menyetel celah katup.

Pertanyaan-6
Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan pedal kopling?

j
k
l
m
n 1. "Titik pembebasan kopling" adalah titik dimana kopling hampir tidak bertautan, seperti yang diukur
dari posisi pedal yang ditekan penuh ke lantai, saat secara perlahan membebaskan pedal.
j
k
l
m
n 2. "Gerak bebas pedal kopling" adalah jarak diantara lantai dan pedal kopling saat pedal ditekan penuh
ke lantai.
j
k
l
m
n 3. "Tinggi pedal kopling" adalah jarak ke posisi pedal dimana kopling hampir tidak bertautan dari posisi
pedal yang ditekan penuh ke lantai, saat secara perlahan-lahan membebaskan pedal.
j
k
l
m
n 4. Selama pemeriksaan pedal kopling, gerak bebas pedal dan titik pembebasan dapat ditentukan
sebagai normal bila tinggi kopling normal.

Pertanyaan-7
Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan pedal kopling?

j
k
l
m
n 1. Saat temperatur elektrolit baterai 20oC (68oF), periksa bahwa gravitasi khusus salah satu sel
berada diantara1.250 dan 1.280.
j
k
l
m
n 2. Saat temperatur elektrolit baterai 20oC (68oF), periksa bahwa gravitasi khusus semua sel berada
diantara 1.250 dan 1.280.

j
k
l
m
n 3. Selama pemeriksaan baterai, periksa bahwa permukaan elektrolit semua sel lebih tinggi dari garis MAX.

j
k
l
m
n 4. Bila permukaan elektrolit baterai rendah, isi sel-sel dengan air keran sampai garis atas.

Pertanyaan-8
Dari kelompok kata berikut, pilih empat tipe lampu yang menyala saat switch kontrol lampu diputar satu takikan,
sebagai bagian dari pemeriksaan lampu.

a. Lampu clearance b. Lampu tanda belok c. Lampu belakang/kecil

d. Lampu rem e. Lampu besar f. Lampu panel instrumen

g. Lampu plat nomor

-70-
Pertanyaan-9
Dari kelompok kata berikut, pilih item-item pemeriksaan yang sesuai dengan gambar 1 ~ 3, sebagai bagian
dari pemeriksaan pedal rem.

a) Gerak bebas pedal b) Tinggi pedal c) Jarak cadangan pedal

Pertanyaan-10
Dari kelompok kata berikut, pilih item-item pemeriksaan yang sesuai dengan gambar 1 ~ 4, sebagai bagian drai
pemeriksaan baterai.

1. 2.

3. 4.

a) Pemeriksaan kerusakan kotak baterai b) Pemeriksaan kekendoran terminal baterai


c) Pemeriksaan permukaan elektrolit baterai d) Pemeriksaan korosi terminal baterai
e) Pemeriksaan kerusakan sumbat ventilasi

Pertanyaan-11
Dari kelompok kata berikut, pilih kata-kata yang sesuai dengan kondisi keausan ban.

ja m
k
l
m
n nb m
j
k
l nc
j
k
l ja m
k
l
m
n nb m
j
k
l nc
j
k
l
jd n
k
l
m
n je n
k
l
m jf
k
l
m jd n
k
l
m
n je n
k
l
m jf
k
l
m

Jawaban yang benard Jawaban yang benar

ja m
k
l
m
n nb n
j
k
l jc
k
l
m na m
j
k
l
m nb n
j
k
l jc
k
l
m
d
j n
k
l
m
n e
j m
k
l
m nf
j
k
l jd n
k
l
m
n je m
k
l
m nf
j
k
l

Jawaban yang benar Jawaban yang benar

a. Normal b. Keausan dua bahu ban c. Keausan tengah d. Keausan satu sisi (dalam atau luar)
e. Keausan bergelombang f. Keausan berundak

-71-
-72-
Ujian

-73-
-74-
• Kerjakan ujian ini setelah menyelesaikan seluruh bab
di buku ini.
• Klik tombol "Mulai Ujian".
• Ketik seluruh jawaban pada lembar jawaban di
layar.
• Setelah seluruh pertanyaan diselesaikan, klik tombol
"Tulis Hasil" di dasar layar.
• Sebuah jendela (window) baru akan muncul. Setelah
memasukkan seluruh bagian yang diperlukan ke lembar
jawaban, cetaklah kemudian berikan kepada instruktur.

-1-
Q-1 Menurut filosofi perusahaan Toyota, apakah pelanggan, dealer, distributor, atau
pabrikan yang diberikan prioritas utama?

A. B.

C. D.

Q-2 Pernyataan berikut manakah yang benar mengenai aktifitas Toyota Quality
Service?

A. Menyediakan produk berkualitas No. 1 berarti menyediakan kendaraan yang sesuai dengan
kebutuhan pelanggan, faktor kegunaan, dan faktor lingkungan.
B. Menyediakan produk berkualitas No. 1 berarti memberi pelayanan yang sama pada semua pelanggan.
C. Pelayanan purna jual No. 1 dicapai dengan hanya menyelesaikan perbaikan yang diminta pelanggan saja.
D. Teknisi harus berkonsentrasi hanya pada penyelesaian servis perawatan saja, dan tidak perlu khawatir
akan penanganan pelanggan.

Q-3 Pilih pekerjaan dasar teknisi yang tepat dari pernyataan berikut ini.
A. Tugas-tugas dasar teknisi adalah secara langsung menerima permintaan dari pelanggan dan
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan permintaan tersebut.
B. Bila pekerjaan tambahan diperlukan, teknisi melaporkannya kepada service advisor, yang lalu men-
diskusikannya dengan pelanggan sebelum memerintahkan pelaksanaan pekerjaan tersebut pada teknisi.
C. Bila pekerjaan tambahan diperlukan, teknisi mendiskusikannya dengan pelanggan lalu mengerjakannya.
D. Tugas-tugas dasar teknisi adalah melaksanakan pekerjaan perawatan dan perbaikan dan pemeriksaan
akhir setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.

Q-4 P ernyataan manakah di bawah ini yang benar mengenai alur pekerjaan dasar di
bengkel?

A. Diagram [2] menunjukkan proses penerimaan servis dimana teknisi secara langsung menerima
permintaan servis kendaraan dari pelanggan.
B. Diagram [3] menunjukkan proses penerimaan servis dimana teknisi memperkirakan biaya perbaikan.
C. Diagram [4] menunjukkan proses servis dimana teknisi melaksanakan pekerjaan perawatan dan perbaikan.
D. Diagram [5] menunjukkan proses pemeriksaan akhir dimana teknisi membuang part-part yang diganti.

-2-
Q-5 Pernyataan manakah yang benar mengenai pengoperasian yang berbahaya?

j A. Mengoperasikan alat pengebor tanpa mengenakan sarung tangan.


k
l
m
n
j B. Mengoperasikan alat pengelas didekat baterai yang sedang diisi.
k
l
m
n
j C. Memverifikasi bahwa kendaraan telah ditopang dengan benar pada lift dengan cara menggo-
k
l
m
n
yang kendaraan tersebut dengan ban-ban yang berada sedikit di atas tanah.
j D. Bekerja di bawah kendaraan yang ditopang pada rigid rack.
k
l
m
n

Q-6 Pernyataan manakah yang benar mengenai kecelakaan?

j A. Sebuah kecelakaan tidak pernah terjadi selama pekerja bekerja dnegan hati-hati.
k
l
m
n
j B. Sebuah kecelakaan tidak teradi selama perlengkapan dan tempat kerja diatur dengan baik.
k
l
m
n
j C. Bila kecelakaan terjadi, seluruh staff harus memikirkan penyebabnya dan merancang tindakan
k
l
m
n
untuk mencegah agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali.
j D. Bila kecelakaan terjadi, tidaklah perlu untuk mendiskusikannya diantara para staff. Tapi orang yang
k
l
m
n
mengalami kecelakaan itulah yang harus memikirkan penyebabnya dan merancang tidakan pencegahan.

Q-7 Pernyataan manakah yang benar mengenai konsep 5S?

j A. Jangan membuang part, peralatan, pedoman perbaikan atau data pekerjaan, tapi simpan di satu tempat.
k
l
m
n
j B. Alokasikan part-part, peralatan, pedoman reparasi, dan data pekerjaan sehingga dapat diakses
k
l
m
n
dengan mudah sesuai dengan frekuensi penggunaannya.
j C. Peralatan dan alat pengukur yang jarang digunakan tidak perlu dijaga kebersihannya.
k
l
m
n
j D. Area penerimaan servis dijaga kebersihannya guna memberikan kesan yang baik kepada pelanggan.
k
l
m
n
Tempat kerja yang tidak terlihat oleh pelanggan tidak perlu dijaga kebersihannya.

Q-8 Pernyataan manakah yang benar mengenai konsep 5S?

j A. SEIRI (pemindahan) adalah usaha untuk memisahkan peralatan dan part-part yang diperlukan dari yang
k
l
m
n
tidak diperlukan, dan menyimpan yang tidak diperlukan tersebut di area yang tidak mengganggu pekerjaan.
j B. SEITON (pemilahan) adalah usaha untuk membuang peralatan dan part-part yang tidak diperlukan.
k
l
m
n
j C. SEISO (penyapuan dan pencucian) adalah usaha untuk menjaga segala sesuatu di tempat kerja dalam
k
l
m
n
kondisi bersih sehingga dapat berfungsi dengan normal setiap saat.
j D. SHITSUKE (disiplin terhadap diri sendiri) adalah pelatihan untuk mendorong karyawan agar
k
l
m
n
memperhatikan aturan-aturan perusahaan.

Q-9 Manakah yang berkaitan dengan jadual pemeriksaan/penggantian yang benar?

j A. Pemeriksaan dan penggantian part-part kendaraan ditentukan oleh periode waktu tanpa
k
l
m
n
mengindahkan model atau kondisi penggunaan.
j B. Part-part memburuk dikarenakan jarak tempuh, oleh karena itu seluruh penggantian part-part
k
l
m
n
pada kendaraan dilakukan menurut jarak yang telah ditempuh.
j C. Untuk part-part dimana keburukan dapat ditentukan dengan melihatnya, tidak ada jadual
k
l
m
n
pemeriksaan/penggantian tertentu.
j D. Jadual pemeriksaan/penggantian ditentukan menurut model dan kondisi penggunaan, oleh karena
k
l
m
n
itu adalah perlu untuk melaksanakan pemeriksaan/penggantian sesuai dengan jarak tempuh atau waktu.

Q-10 Pernyataan manakah yang benar mengenai Fluida Transmisi Otomatik?

j A. ATF memburuk seiring dengan lamanya penggunaan, oleh karena itu adalah perlu untuk
k
l
m
n
menggantinya pada waktu yang telah ditentukan.
j B. Bila ATF tidak diganti, getaran yang lebih besar muncul saat roda gigi berganti, tapi bahan bakar hemat.
k
l
m
n
j C. Biasanya, permukaan fluida ATF tidak menurun.
k
l
m
n
j D. ATF dapat digunakan sebagai pengganti oli transmisi manual.
k
l
m
n

-3-
Q-11 Gambar manakah yang menyala saat permukaan fluida rem rendah?

j A.
k
l
m
n j B.
k
l
m
n

j C.
k
l
m
n j D.
k
l
m
n

Q-12 Pernyataan manakah yang benar mengenai item-item perawatan berkala?

j A. Bila saringan pembersih udara tidak dibersihkan atau diganti secara berkala, maka akan tersumbat.
k
l
m
n

j B. Saat fluida rem menyerap kelembaban dari udara, maka titik didihnya naik.
k
l
m
n
j C. Seluruh bohlam lampu kendaraan memiliki daya (watt) yang sama, di area manapun bohlam lampu
k
l
m
n
tersebut digunakan.
j D. Perputaran ban dilakukan untuk menyamakan tekanan ban.
k
l
m
n

Q-13 Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan lampu?

j A. Putar switch dimmer satu takikan dan periksa bahwa lampu besar menyala.
k
l
m
n

j B. Periksa lampu-lampu tanda belok dengan switch pengapian diputar ke posisi OFF.
k
l
m
n
j C. Periksa lampu kecil (lampu belakang) dengan cara memeriksa bahwa lampu tersebut menyala
k
l
m
n
bersamaan dengan lampu rem saat pedal rem ditekan.
j D. Periksa lampu rem dengan cara memutar switch dimmer satu takikan dan tekan pedal rem saat
k
l
m
n
lampu kecil (lampu belakang) menyala.

Q-14 Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan penghapus kaca?

j A. Periksa performa penghapusan dnegan cara memberikan oli mesin pada kaca untuk memperlancarnya.
k
l
m
n

j B. Periksa performa penghapusan pada kaca jendela yang kering, tanpa menyemprotkan fluida pembersih.
k
l
m
n
j C. Periksa apakah penghapus kaca berhenti secara otomatis tepat saat switch penghapus kaca
k
l
m
n
diputar ke posisi OFF.
j D. Periksa apakah penghapus kaca berhenti secara otomatis pada posisi yang ditentukan setelah switch
k
l
m
n
penghapus diputar ke posisi OFF.

-4-
Q-15 WGambar manakah yang menunjukkan lokasi dimana titik pembebasan kopling
diukur?

j A.
k
l
m
n Distance from the floor to the clutch j B.
k
l
m
n Jarak ke titik dimana tahanan dirasakan
pedal. saat pedal kopling didorong dengan
jari.

j C.
k
l
m
n The amount of pedal movement to the j D.
k
l
m
n Jarak dari lantai ke pedal saat
point at which the clutch barely engages pedal kopling ditekan sepe-
when the fully depressed clutch pedal is nuhnya.
gradually released.

Q-16 Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan gerak bebas


roda kemudi?

j A. Pada kendaraan dengan power steering, start mesin dan dengan lembut putar roda kemudi dari
k
l
m
n
posisi arah lurus ke depannya. Banyaknya putaran roda kemudi yang dibutuhkan untuk digerakkan
sebelum ban-ban mulai berputar disebut 'gerak bebas'.
j B. Pada kendaraan dengan power steering, matikan mesin dan dengan lembut putar roda kemudi dari
k
l
m
n
posisi arah lurus ke depannya. Banyaknya putaran roda kemudi yang dibutuhkan untuk digerakkan
sebelum ban-ban mulai berputar disebut 'gerak bebas'.
j C. Pada kendaraan dengan power steering, putar roda kemudi secara axial, fertikal, dan lateral untuk
k
l
m
n
memeriksa gerakan-gerakan tersebut.
j D. Pada kendaraan dengan power steering, start mesin dan putar roda kemudi dari posisi arah lurus
k
l
m
n
ke depannya sepenuhnya ke ujung kanan atau ke ujung kiri. Kemudian, periksa jumlah putaran
yang dibutuhkan untuk mencapai ujung-ujung tersebut.

Q-17 Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan lampu?

j A. Untuk memeriksa kondisi pemasangan lampu-lampu, lepas lampu-lampu dan periksa bahwa
k
l
m
n
mereka tidak terpasang dengan kendor.
j B. Untuk memeriksa kondisi pemasangan lampu-lampu, goyang lampu-lampu tersebut dengan tangan
k
l
m
n
Anda dan bahwa mereka tidak terpasang dengan kendor.
j C. Untuk memeriksa switch-switch lampu door courtesy, periksa bahwa lampu dome mati saat pintu-
k
l
m
n
pintu ditutup atau dibuka.

j D. Untuk memeriksa switch-switch lampu door courtesy, periksa bahwa lampu dome mati saat pintu-
k
l
m
n
pintu dibuka, dan hidup saat pintu-pintu ditutup.

-5-
Q-18 Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan suspensi?

j A. Bila kendaraan miring selama pemeriksaan, berikan beban pada kendaraan untuk menghilangkan
k
l
m
n
kemiringan.
j B. Untuk memeriksa kemiringan kendaraan, naikkan kendaraan pada lift.
k
l
m
n
j C. Untuk memeriksa daya redam peredam kejut, naikkan kendaraan pada lift.
k
l
m
n
j D. Untuk memeriksa daya redam peredam kejut, hgoyang kendaraan ke atas dan ke bawah saat
k
l
m
n
ban-ban berada di atas tanah, dan perhatikan bagaimana kendaraan berhenti setelah ayunan.

Q-19 Gambar manakah yang menunjukkan pemeriksaan kekendoran pada bantalan-


bantalan roda?

j A.
k
l
m
n j B.
Goyang sambungan suspensi dengan tangan n
k
l
m Goyang tie-rod dengan tangan

j C.
k
l
m
n Mendorong dan menarik ban dengan j D. Memutar ban
k
l
m
n
meletakkan satu tangan diatas ban dan
lainnya di dasar ban

Q-20 Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan rem piringan?

j A. Untuk memeriksa ketebalan pad-pad rem, tidaklah perlu memeriksa pad bagian dalam bila pad
k
l
m
n
bagian luar lebih tebal daripada ketebalan spesifikasi.
j B. Untuk memeriksa pad rem, periksa bahwa ketebalannya lebih besar draipada ketebalan spesifikasi
k
l
m
n
dan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam ketebalan antara pad-pad luar dan dalam.
j C. Untuk memeriksa rotor-rotor piringan, permukaan dalam rotor piringan dapat dikatakan normal bila
k
l
m
n
permukaan luarnya tidak menunjukkan adanya keausan atau kerusakan.
j D. Untuk memeriksa celah antara rotor piringan dan pad-pad, tekan pedal rem beberapa kali dan
k
l
m
n
pastikan bahwa piringan tidak berputar.

Q-21 Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan rem tromol?

j A. Untuk memeriksa area dimana sepatu-sepatu rem meluncur pada backing plate, gerakkan sepatu rem
k
l
m
n
ke depan dan ke belakang dengan tangan Anda dan periksa bahwa mereka bergerak dengan lembut.
j B. Untuk memeriksa rem tromol akan adanya kebocoran fluida, tekan pedal rem dengan tromol dilepas.
k
l
m
n
j C. Meskipun ketebalan pelapis sepatu rem berada di bawah nilai spesifikasi, sepatu-sepatu rem dapat
k
l
m
n
terus digunakan bila sekiranya mampu bertahan sampai pemeriksaan berikutnya. Hal ini ditentukan
oleh jark tempuh kendaraan dan batas keausan pelapis sepatu rem.
j D. Ukur diameter luar tromol-tromol rem dengan menggunakan jangka sorong.
k
l
m
n

-6-
Q-22 Gambar manakah yang menunjukkan lokasi yang tepat dimana gemuk harus
diberikan selama pemeriksaan rem tromol?

j A.
k
l
m
n Contact surface between the brake lining j B.
k
l
m
n Permukaan kontak antara backing
and the brake drum plate dan sepatu rem

j C.
k
l
m
n Permukaan pelapis sepatu rem j D.
k
l
m
n Permukaan kontak antara tromol rem
dan flange axle belakang

Q-23 Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan permukaan fluida power
steering?

j A. Dengan mesin idling, putar roda kemudi beberapa kali dengan kendaraan dalam keadaan diam
k
l
m
n
sehingga fluida power steering mencapai temperatur antara 40 dan 80°C (104 dan 176°F).
Kemudian, matikan mesin dan periksa bahwa permukaan fluida di tangki cadangan berada pada
rentang spesifikasi.
j B. Dengan mesin hidup, periksa bahwa permukaan fluida di tangki cadangan ada pada rentang spesifikasi.
k
l
m
n
j C. Saat memutar roda kemudi, periksa bahwa permukaan fluida di tangki cadangan berada pada
k
l
m
n
rentang spesifikasi.

j D. Untuk menaikkan temperatur fluida dengan cepat, putar roda kemudi sampai berhenti dan tahan
k
l
m
n
beberapa kali dengan kendaraan dalam keadaan diam selama lebih dari 5 menit. Kemudian, periksa
permukaan fluida power steering.

Q-24 Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan baterai?

j A. Permukaan elektrolit baterai yang rendah diperbolehkan selama gravitasi khusus elektrolit
k
l
m
n
normal.
j B. Saat temperatur elektrolit baterai 20°C (68°F), periksa bahwa gravitasi khusus salah satu sel
k
l
m
n
berada diantara 1.250 dan 1.280.
j C. Untuk memeriksa permukaan elektrolit baterai, periksa bahwa permukaan salah satu sel berada
k
l
m
n
diantara garis atas dan bawah.
j D. Untuk memeriksa permukaan elektrolit baterai, periksa bahwa permukaan seluruh sel berada
k
l
m
n
diantara garis atas dan bawah.

Q-25 Pernyataan manakah yang benar mengenai pemeriksaan permukaan fluida transaxle
otomatik?

j A. Periksa permukaan fluida transaxle otomatik dengan mesin dalam keadaan mati dan dingin.
k
l
m
n
j B. Periksa permukaan fluida transaxle otomatik dengan mesin dalam keadaan mati dan hangat.
k
l
m
n
j C. Periksa permukaan fluida transaxle otomatik dengan mesin idling dan hangat. Pindahkan tuas pemin-
k
l
m
n
dah secara berurutan dari P ke L, dan kembalikan ke posisi P untuk memeriksa permukaan fluida.
j
k
l
m
n D. Periksa permukaan fluida transaxle otomatik dengan mesin idling dan hangat. Pindahkan tuas pemin-
dah secara berurutan dari P ke L, dan kembalikan ke posisi D untuk memeriksa permukaan fluida.

-7-
Toyota Technician

No. Pilih PETUNJUK:


Gunakan keyboard, isi nama Anda, dan No. ID pada lembar ini.
1 Tekan tombol "Cetak" dan serahkan hasil cetakan kepada instruktur melalui FAX.
2 Tombol cetak tidak berfungsi bagi IE versi di bawah 5.0.
Pada kasus seperti ini, cetaklah jawaban menggunakan fungsi cetak browser (di bawah "File").
3
Referensi:
4
Saat diperintahkan oleh instruktur, pergilah ke menu pull-down "File" di atas window dan pilih
5 "Save as" untuk menyimpan lembar jawaban di folder seperti "My documents".
Sebelum menyimpan, pastikan untuk memilih "Html file" atau "Text file" sesuai dengan format
6 file yang diperintahkan.
7 Serahkan file yang telah disimpan ke instruktur dengan menggunakan e-mail atau disket.

8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19<