Anda di halaman 1dari 20

PRAKTIKUM VII.

Topik : Etiolasi pada tanaman


Tujuan : Untuk dapat mengetahui dengan jelas peran cahaya pada
pertumbuhan dapat dilihat pada kecambah yang mengalami
etiolas. Dengan membandingkan suatu jenis tanaman dikotil
dan monokotil yang ditumbuhkan pada tempat yang terang
dan gelap dapat diamati: morfologi, struktur, anatomi, maupun
fisiologis tanaman akibat pengaruh cahaya
Hari/tanggal : Selasa/14 November 2017
Tempat : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP Universitas Lambung
Mangkurat Banjarmasin

I. ALAT DAN BAHAN


A. Alat:
1. Baki/nampan
2. Botol mineral bekas
3. Mikroskop
4. Alat Dokumentasi
B. Bahan:
1. Biji Kacang Tanah (Phaseolus sp.)
2. Biji Jagung (Zea mays)
3. Tanah

II. CARA KERJA


1. Menyipakan alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum.
2. Mengisi air secukupnya pada gelas kimia, kemudian memasuki biji kacang
tanah dan merendam beberapa saat.
3. Memotong bagian atas botol mineral bekas dan mengisi dengan tanah
4. Mengambil bagian kacang yang terendam lalu memilih 5 biji yang akan
disemaikan
5. Meletakkan masing-masing biji pada botol yang disediakan. Meletakkannya
di tempat terang
6. Mengamati pertumbuhan kecambah-kecambah tersebut serta pola
pembentangan internodenya dan daunnya (warna, ukuran, dan lain-lain)

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 126


7. Mengambil masing-masing daun kecambah untuk diiris melintang dan
diamati dimikroskop perbedaan mesofilnya. Kemudian memuat irisan
membujur untuk membandingkan indeks stomatanya.
8. Membuat hasil pengamatan dalam bentuk tabel dan gambar.

III. TEORI DASAR


Diantara semua faktor lingkungan, cahaya merupakan faktor lingkungan
yang sangat diperlukan untuk berbgai proses pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan, baik karena intensitasnya, kualitas, dan lama penyinaran.menurut
Santoso (1990) diatara panjang gelombang yang jelas berperan pda pertumbuhan
adalah 450 nm, 660nm, 730nm. Pada peristiwa ini yang berfungsi sebagai
penerima cahaya adalah fitokrom. Fitrokrom merupakan suatu senyawa protein
yang mampu mempengaruhi berbagai proses metabolisme dan selanjutnya akan
diperlihatkan pada respon pertumbuhan.
Etiolasi adalah pertumbuhan tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap
namun kondisi tumbuhan lemah, batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan
tampak pucat. Gejala etiolasi terjadi karena ketiadaan cahaya matahari. Kloroplas
yang tidak terkena matahari disebut etioplas. Kadar etioplas yang terlalu banyak
menyebabkan tumbuhan menguning. Etiolasi paling mudah didemontrasil
dengan jalan menanam umbi kentag atau biji kacang-kacangan yang mempunyai
cadangan makanan cukup besar, sehingga tunas-tunas kentang dan kecambah
kacang dapat tumbuh beberpa waktu sebelum mereka kekurangan makanan
karena tidak adanya cahaya untuk fotosintesis (Salisburyy, 1995)
Cahaya merupakan faktor penting terhadap berlangsungnya fotosintesis,
sementara fotosintesis merupakan proses yang menjadi kunci dapat
berlangsungnya proses metabolisme yang lain di dalam tanaman (Kramer dan
Kozlowski, 1979).
Setiap tanaman atau jenis pohon mempunyai toleransi yang berlainan
terhadap cahaya matahari. Ada tanaman yang tumbuh baik ditempat terbuka
sebaliknya ada beberapa tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada tempat
teduh/bernaungan. Ada pula tanaman yang memerlukan intensitas cahaya yang
berbeda sepanjang periode hidupnya. Pada waktu masih muda memerlukan
cahaya dengan intensitas rendah dan menjelang sapihan mulai memerlukan
cahaya dengan intensitas tinggi (Soekotjo,1976 dalam Faridah, 1995).

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 127


Kebutuhan cahaya untuk pertumbuhannya di waktu muda (tingkat anakan)
berkisar antara 50 – 85 % dari cahaya total. Untuk jenis-jenis semitoleran
naungan untuk anakan diperlukan sampai umur 3 – 4 tahun atau sampai tanaman
mencapai tinggi 1 – 3 meter. Sedangkan untuk jenis-jenis toleran lebih lama lagi
yaitu 5 – 8 tahun. Sangat sedikit jenis yang tergolong intoleran antara lain Shorea
concorta (Rasyid H. A. dkk, 1991).

IV. HASIL PENGAMATAN


A. Flowchart

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 128


B. Tabel Hasil Pengamatan
1. Kacang pada tempat Terang
No Bahan Perlakuan Hari/ Sampel Pertumbuhan & Perkembangan Kondisi
tanggal Tinggi Warna ∑ Warna Tumb.
Batang Batang daun Daun
1. Biji Terang Rabu/15-11- 1-5 - - - - Masih
kacang 2017 Biji
tanah
Biji Terang Kamis/16- 1 - - - - Segar
kacang 11-2017 2 - - - - Segar
tanah 3 - - - - Segar
4 - - - - Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Jumat/17-11- 1 1 Putih - - Segar
kacang 2017 2 1 Putih - - Segar
tanah 3 1 Putih - - Segar
4 0,5 Putih - - Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Sabtu/18-11- 1 2 Putih - - Segar
kacang 2017 2 2 Putih - - Segar
tanah 3 1 Putih - - Segar
4 1 Putih - - Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Minggu/19- 1 4 Putih 4 Hijau Segar
kacang 11-2017 2 3 Putih 4 Hijau Segar
tanah 3 2 Putih - - Segar
4 2 Putih - - Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Senin/20-11- 1 8 Hijau 4 Hijau Segar
kacang 2017 2 6 Hijau 4 Hijau Segar
tanah 3 3 Hijau 4 Hijau Segar
4 2 Hijau 4 Hijau Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Selasa/21-11- 1 10 Hijau 8 Hijau Segar
kacang 2017 2 8 Hijau 8 Hijau Segar
tanah 3 3,2 Hijau 4 Hijau Segar
4 2 Hijau 4 Hijau Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Rabu/22-11- 1 14 Hijau 8 Hijau Segar
kacang 2017 2 10 Hijau 8 Hijau Segar
tanah 3 4 Hijau 4 Hijau Segar
4 3 Hijau 4 Hijau Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Kamis/23- 1 16 Hijau 8 Hijau Segar
kacang 11-2017 2 12 Hijau 8 Hijau Segar
tanah 3 5 Hijau 4 Hijau Segar
4 3 Hijau 4 Hijau Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Jumat/24-11- 1 17,5 Hijau 12 Hijau Segar
kacang 2017 2 13 Hijau 12 Hijau Segar
tanah 3 6,5 Hijau 8 Hijau Segar
4 4 Hijau 8 Hijau Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Sabtu/25-11- 1 18,5 Hijau 12 Hijau Segar
kacang 2017 2 14,5 Hijau 12 Hijau Segar
tanah 3 7 Hijau 8 Hijau Segar
4 5 Hijau 8 Hijau Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Minggu/26- 1 20,5 Hijau 16 Hijau Segar
kacang 11-2017 2 16,5 Hijau 16 Hijau Segar
tanah 3 9,2 Hijau 12 Hijau Segar
4 7,6 Hijau 12 Hijau Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Senin/27-11- 1 21,5 Hijau 16 Hijau Segar
kacang 2017 2 17 Hijau 16 Hijau Segar
tanah 3 9,5 Hijau 12 Hijau Segar
4 8 Hijau 12 Hijau Segar
5 - - - - Biji

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 129


Biji Terang Selasa/28-11- 1 22 Hijau 16 Hijau Segar
kacang 2017 2 18 Hijau 16 Hijau Segar
tanah 3 10 Hijau 12 Hijau Segar
4 8,5 Hijau 12 Hijau Segar
5 - - - - Biji
Biji Terang Rabu/29-11- 1 23 Hijau 16 Hijau Segar
kacang 2017 2 19 Hijau 16 Hijau Segar
tanah 3 11 Hijau 12 Hijau Segar
4 9 Hijau 12 Hijau Segar
5 - - - - Biji

2. Kacang pada tempat gelap


No Bahan Perlakuan Hari/ Sampel Pertumbuhan dan perkembangan
tanggal Tinngi Warna Jumlah Warna Kondisi
batang batang daun daun
1. Kacang Gelap Rabu/ 15 1 0,2 Putih 0 0 segar
Tanah November 2 2 Putih 0 0 segar
2017 3 0,8 putih 0 0 segar
4 - - - - Tidak
tumbuh
5 - - - - Tidak
tumbuh
2. Kamis/ 16 1 0,8 putih 0 0 segar
November 2 3,5 putih 0 0 segar
2017 3 1 putih 0 0 segar
4 - - - - Tidak
tumbuh

5 - - - - Tidak
tumbuh
3. Jum’at/ 17 1 1 Putih 0 0 segar
November 2 4,6 Putih 0 0 segar
2017 3 1,5 Putih 0 0 segar
4 - - - - Tidak
Tumbuh
5 - - - - Tidak
tumbuh
4. Sabtu/ 18 1 1,3 Putih 0 0 segar
November 2 6,1 Putih 2 Kunin segar
2017 g
3 2 putih 0 0 segar
4 - - - - Tidak
Tumbuh
5 - - - - Tidak
Tumbuh
5. Minggu/ 1 1,6 Putih 0 0 segar
19 2 7,4 Putih 2 kunin segar
November g
2017 3 2,4 putih 0 0 segar

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 130


4 - - - - Tidak
Tumbuh
5 - - - - Tidak
tumbuh
6. Senin/ 20 1 2 putih 1 kunin segar
November g
2017 2 8,6 cm Putih 3 Kunin segar
kekuni g
ngan
3 3,1 Putih 2 Kunin segar
g
4 - - - - Tidak
Tumbuh
5 - - - - Tidak
Tumbuh
7. Selasa/ 21 1 2,2 Kunin 2 kunin segar
November g g
2017 2 10,2 Putih 4 kunin segar
kehija g
un kehija
uan
3 4 Putih 3 Kunin segar
g
4 - - - - Tidak
Tumbuh
5 - - - - Tidak
Tumbuh
8. Rabu/ 22 1 2,5 Putih 3 kunin Segar
November Kehija g
2017 uan Kehija
un
2 12,3 Putih 4 Kunin segar
kehija g
uan kehiju
an
3 4,8 Putih 3 Kunin segar
kehija g
uan kehija
uan
4 - - - - Tidak
Tumbuh
5 - - - - Tidak
tumbuh
9. 1 3 Kunin 8 kunin segar
g g

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 131


Kamis/ 23 kehija
November uan
2017 2 13,7 Putih 11 Kunin segar
kekuni g
ngan kehija
uan
3 5,7 Putih 8 Kunin segar
kekuni g
ngan kehija
uan
4 - - - - Tidak
tumbuh
5 - - - - Tidak
tumbuh
10. Jumat/ 24 1 3,2 putih 8 hijau Segar
November kehija muda
2017 uan
2 15,2 Putih 11 hijau segar
putih muda
kehija
uan
3 6,3 Putih 8 hijau segar
kehija muda
uan
4 - - - - Tidak
tumbuh
5 - - - - Tidak
tumbuh
11. Sabtu/ 25 1 3,7 putih 8 hijau Segar
November kehija Muda
2017 uan
2 16,9 Putih 11 hijau segar
kehija muda
uan
3 7,2 Putih 8 hijau segar
kehija muda
uan
4 - - - - Tidak
tumbuh
5 - - - - Tidak
tumbuh
12 Minggu / 1 4,2 putih 8 hijau Segar
26 kehija muda
uan

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 132


November 2 17,5 Putih 11 hijau segar
muda
2017 kehija
uan
3 8,5 Putih 8 hijau segar
muda
kehija
uan
4 - - - - Tidak
tumbuh
5 - - - - Tidak
tumbuh
13 Senin/ 27 1 4,2 putih 8 hijau Segar
November kehija muda
2017 uan
2 17,5 Putih 11 hijau Segar
kehija
muda
uan
3 9,4 Putih 8 hijau Segar
kehija
muda
uan
4 - - - - Tidak
Tumbuh
5 - - - - Tidak
tumbuh
14 Selasa/ 28 1 4,2 putih 8 hijau Segar
November kehija muda
2017 uan
2 17,5 putih 11 hijau Segar
kehija
muda
uan
3 11 putih 8 hijau Segar
kehija muda
uan
4 - - - - Tidak
Tumbuh
5 - - - - Tidak
tumbuh
15 Rabu/ 29 1 4,2 putih 8 hijau Segar
November kehija muda
2017 uan
2 17,5 putih 11 hijau Segar
kehija
muda
uan
3 11 putih 8 hijau Segar
kehija muda
uan
4 - - - - Tidak
Tumbuh
5 - - - - Tidak
tumbuh

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 133


3. Jagung Terang
No Bahan Perlakuan Hari/ Sampel Pertumbuhan & Perkembangan Kondisi
tanggal Tinggi Warna ∑ Warna Tumb.
Batang Batang daun Daun
1. Jagung Gelap Rabu/15-11- 1-5 - - - - Belum terjadi
(Zea 2017 per-
mays) kecambahan
2 Jagung Gelap Kamis/16- 1 1 cm hijau - - Segar
(Zea 11-2017 2 1 cm hijau - - Segar
mays) 3 1 cm hijau - - Segar
4 1 cm hijau - - Segar
5 - - - - -
3 Jagung Gelap Jumat/17- 1 2 cm Hijau - - Segar
(Zea 11-2017 2 2,5 cm Hijau - - Segar
mays) 3 2,5 cm Hijau - - Segar
4 2 cm Hijau - - Segar
5 1 cm hijau - - Segar
4 Jagung Gelap Sabtu/18-11- 1 2 cm Hijau - - Segar
(Zea 2017 2 3 cm Hijau - - Segar
mays) 3 3 cm Hijau - - Segar
4 2 cm Hijau - - Segar
5 1,5 cm hijau - - segar
5 Jagung Gelap Minggu/19- 1 2 cm Hijau 1 Hijau Segar
(Zea 11-2017 muda tua
mays) 2 3 cm Hijau 1 Hijau Segar
muda tua
3 3 cm Hijau 1 Hijau Segar
muda tua
4 3 cm Hijau 1 Hijau Segar
muda tua
5 2 cm Hijau 1 Hijau Segar
muda tua
6 Jagung Gelap Senin/20-11- 1 4,5 cm Hijau 1 Hijau Segar
(Zea 2017 muda tua
mays) 2 3 cm Hijau 1 Hijau Daun layu
muda tua
3 3,5 cm Hijau 1 Hijau Daun layu
muda tua
4 3,5 cm Hijau 1 Hijau Daun layu
muda tua
5 2 cm Hijau 1 Hijau Daun layu
muda tua
7 Jagung Gelap Selasa/21- 1 4,5 cm Hijau 2 Hijau 1 daun segar, 1
(Zea 11-2017 coklat menggulung
mays)
2 3 cm Hijau 2 Hijau 1 daun segar, 1
coklat layu

3 4 cm Hijau 2 Hijau 1 daun segar 1


coklat menggulung

4 4,5 cm Hijau 2 Hijau 1 daun segar, 1


coklat layu

5 2 cm hijau 1 Hijau Daun


coklat menggulung
8 Jagung Gelap Rabu/22-11- 1 4,5 cm Hijau 3 Hijau Segar
(Zea 2017 2 3 cm Hijau 2 Hijau 1 daun
mays) coklat menggulung
3 4 cm Hijau 2 Hijau 1 daun
coklat menggulung
4 4,5 cm Hijau 2 Hijau 1 daun
coklat menggulung
5 2,5 cm Hijau 2 Hijau 1 daun
coklat menggulung
9 Jagung Gelap Kamis/23- 1 4,5 cm Hijau 3 Hijau Segar
(Zea 11-2017 2 3 cm Hijau 2 Hijau 1 daun layu
mays) coklat

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 134


3 4 cm Hijau 2 Hijau 1 daun layu
coklat
4 4,5 cm Hijau 2 Hijau 1 daun layu
coklat
5 2,5 cm hijau 2 Hijau 1 daun layu
coklat
10 Jagung Gelap Jumat/24- 1 4,5 cm Hijau 3 Hijau Segar
(Zea 11-2017 2 3 cm Hijau 2 Hijau 1 daun layu
mays) coklat
3 4 cm Hijau 2 Hijau 1 daun layu
coklat
4 4,5 cm Hijau 2 Hijau 1 daun layu
coklat
5 2,5 cm Hijau 2 Hijau 1 daun layu
coklat
11 Jagung Gelap Sabtu/25-11- 1 4,5 cm Hijau 3 Hijau Segar
(Zea 2017 2 3 cm Hijau 2 Hijau 1 daun
mays) coklat menggulung
3 4 cm Hijau 2 Hijau 1 daun
coklat menggulung
4 4,5 cm Hijau 2 Hijau 1 daun
coklat menggulung
5 2,5 cm Hijau 2 Hijau 1 daun
coklat menggulung
12 Jagung Gelap Minggu/26- 1 4,5 cm Hijau 3 Hijau Segar
(Zea 11-2017 2 3 cm Hijau 2 Hijau Layu
mays) coklat
3 4 cm Hijau 2 Hijau Layu
coklat
4 4,5 cm Hijau 2 Hijau Layu
coklat
5 2,5 cm Hijau 2 Hijau layu
coklat
13 Jagung Gelap Senin/27-11- 1 4,5 cm Hijau 3 Hijau Segar
(Zea 2017 2 3 cm Hijau 2 Hijau Layu
mays) coklat
3 4 cm Hijau 2 Hijau Layu
coklat
4 4,5 cm Hijau 2 Hijau Layu
coklat
5 2,5 cm Hijau 2 Hijau layu
coklat
14 Jagung Gelap Selasa/28- 1 4,5 cm Hijau 3 Hijau Segar
(Zea 11-2017 2 3 cm Hijau 2 Hijau mati
mays) coklat
3 4 cm Hijau 2 Hijau mati
coklat
4 4,5 cm Hijau 2 Hijau mati
coklat
5 2,5 cm Hijau 2 Hijau mati
coklat
15 Jagung Gelap Rabu/29-11- 1 4,5 cm Hijau 3 Hijau Segar
(Zea 2017 2 3 cm Hijau 2 Hijau mati
mays) coklat
3 4 cm Hijau 2 Hijau mati
coklat
4 4,5 cm Hijau 2 Hijau mati
coklat
5 2,5 cm Hijau 2 Hijau mati
coklat

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 135


4. Jagung Gelap
Pertumbuhan dan perkembangan
Hari / Sam
No Bahan Perlakuan Tinngi Warna ∑
tanggal pel Warna daun Kondisi
batang batang daun
1. jagung Gelap Rabu/ 15 1 0,2 Putih 0 - Segar, baik
November 2 0,2 Putih 0 - Segar, baik
2017 3 0,2 Putih 0 - Segar, baik
4 0,2 Putih 0 - Segar, baik
5 0,2 Putih 0 - Segar, baik
2 Jagung gelap Kamis/ 16 1 2 Putih 0 - Segar, baik
November 2 2 Putih 0 - Segar, baik
2017 3 3 Putih 0 - Segar, baik

4 2 Putih 0 - Segar, baik

5 3 Putih 0 - Segar, baik


3 jagung gelap Jum’at/ 17 1 3,2 Putih 0 - Segar, baik
November 2 3,5 Putih 0 - Segar, baik
2017 3 5 Putih 0 - Segar, baik
4 4,5 Putih 0 - Segar, baik
5 5,5 Putih 0 - Segar, baik
4 jagung Gelap Sabtu/ 18 1 4 Putih 0 - Segar
November 2 5 Putih 1 Hijau Segar
2017 3 7 Putih 1 Hijau Segar
4 6 Putih 0 - Segar
5 6 Putih 0 - Segar
5 Jagung gelap Minggu/ Kuning
1 5,2 Putih 1 Segar
19 kehijauan
November 2 7,1 Putih 1 Hijau Segar
2017 3 10 Putih 1 Hijau Segar
4 7 Putih 1 Hijau Segar
5 6,4 Putih 0 - Segar
6 jagung gelap Senin/ 20 Hijau
1 5,2 Putih 1 Sedikit layu
November kecoklatan
2017 2 9,1 Putih 1 Hijau Segar
Kuning
3 11,2 Putih 2 Segar
kehijauan
Kuning
4 10 Putih 2 Sedikit layu
kehijauan
5 6,8 Putih 1 Kuning Sedikit layu
7 jagung Gelap Selasa/ 21 Hijau
1 5,5 Putih 1 Sedikit layu
November kecoklatan
2017 2 9,5 Putih 2 Hijau Segar
Kuning
3 11,5 Putih 2 Segar
kehijauan

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 136


Kuning
4 10,1 Putih 2 Sedikit layu
kehijauan
5 7 Putih 1 Kuning Sedikit layu
8 Jagung gelap Rabu/ 22 Hijau
1 6 Putih 1 Sedikit layu
November kecoklatan
2017 2 9,7 Putih 2 Hijau Segar
Kuning
3 11,7 Putih 2 Segar
kehijauan
Kuning
4 10,3 Putih 2 Layu
kecoklatan
Kuning
5 8,5 Putih 2 Layu
kecoklatan
9 jagung gelap Kamis/ 23 1 6,2 Putih 1 Coklat Layu
November 2 10 Putih 2 Hijau Segar
2017 Kuning
3 12 Putih 2 Sedikit layu
kehijauan
Kuning
4 10,5 Putih 2 Layu
kecoklatan
Kuning
5 9 Putih 2 Layu
kecoklatan
10 jagung Gelap Jumat/ 24 Kuning
November 1 6,2 kecoklat 2 Coklat Layu
2017 an

2 10 Kuning 2 Kuning Sedikit layu

Kuning
Kuning
3 12,2 kecoklat 2 Layu
kecoklatan
an
Kuning
Kuning
4 10,5 kecoklat 2 Layu
kecoklatan
an
Kuning
Kuning
5 9 kecoklat 2 Layu
kecoklatan
an
11 Jagung gelap Sabtu / 25 Kuning
November 1 6,2 kecoklat 2 Coklat Layu
2017 an

2 10 Kuning 2 Kuning Sedikit layu

Kuning
Kuning
3 12,2 kecoklat 2 Layu
kecoklatan
an
Kuning
Kuning
4 10,5 kecoklat 2 Layu
kecoklatan
an
Kuning
Kuning
5 9 kecoklat 2 Layu
kecoklatan
an

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 137


12 jagung gelap Minggu / Kuning
26 1 6,2 kecoklat 2 Coklat Layu
November an
2017 2 10 Kuning 2 Kuning Sedikit layu

Kuning
Kuning
3 12,2 kecoklat 2 Layu
kecoklatan
an
Kuning
Kuning
4 10,5 kecoklat 2 Layu
kecoklatan
an
Kuning
Kuning
5 9 kecoklat 2 Layu
kecoklatan
an
13 jagung gelap Senin/ 27 1 6,2 Coklat 2 Kuning Layu
November
2 10 Coklat 2 Kuning Layu
2017
3 12,2 Coklat 2 Kuning Layu

4 10,5 Coklat 2 Kuning Layu

5 9 Coklat 2 Kuning Layu

14 jagung Gelap Selasa/ 28 1 6,2 Coklat 2 Coklat Mati


November
2 10 Coklat 2 Coklat Mati
2017
3 12,2 Coklat 2 Coklat Mati

4 10,5 Coklat 2 Coklat Mati

Mati ada
5 9 Coklat 2 Coklat
jamur
15 Jagung gelap Rabu/ 29 Mati ada
1 6,2 Coklat 2 Coklat
November jamur
2017 2 10 Coklat 2 Coklat Mati

Mati ada
3 12,2 Coklat 2 Coklat
jamur

4 10,5 Coklat 2 Coklat Mati

Mati ada
5 9 Coklat 2 Coklat
jamur

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 138


C. Foto Pengamatan
1. Kacang tanah Terang

Hari k-5 Hari k-10 Hari k-15

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

2. Kacang Tanah Gelap

Dokumentasi Pribadi. 2017

3. Jagung Terang

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 139


Dokumentasi Pribadi. 2017

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 140


4. Jagung Gelap

Dokumentasi Pribadi. 2017

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 141


V. ANALISIS DATA
Etiolasi merupakan fenomena yang diperlihatkan tumbuhan yang tumbuh
tanpa cahaya (kondisi gelap) dimana cahaya mempengaruhi perkembangan
pucuk ketika sebuah biji muncul menembus permukaan tanah. Dalam hal ini pula
pucuk terlihat membengkok dan tumbuh terlihat pucat tanpa warna karena sama
sekali tidak memiliki klorofil. Pada praktikum ini digunakan bahan jagung dan
kacang tanah yang diletakkan pada tempat terang dan gelap. Berdasarkan dari
hasil pengamatan, dapat diketahui sebagai berikut:
1. Kacang tanah tempat terang
Berdasarkan hasil pengamatan selama 15 hari, biji kacang tanah yang
diletakkan di tempat terang mulai tumbuh pada hari kedua. Setelah 15 hari,
biji kacang tanah tumbuh dengan tinggi mulai dari 9 cm hingga 23 cm dengan
batang yang berwarna hijau. Serta jumlah daun mulai dari 12 sampai 16 helai
daun dengan kondisi yang masih segar. Dari kelima biji yang disemai, hanya
4 biji saja yang tumbuh, sedangkan 1 biji tidak tumbuh.
2. Kacang tanah tempat gelap
Berdasarkan dari hasil pengamatan selama 15 hari, biji kacang tanah yang
diletakkan di tempat gelap mulai tumbuh pada hari kedua. Setelah 15 hari, biji
kacang tanah tumbuh dengan tinggi mulai dari 4,2 cm hingga 17,5 cm dengan
batang berwarna putih kehijauan. Serta jumlah daun mulai dari 8 sampaii 11
helai daun dengan kondisi masih segar. Dari kelima biji yang disemai, hanya
3 biji saja yang tumbuh, sedangkan 2 biji tidak tumbuh.
3. Jagung tempat terang
Berdasarkan dari hasil pengamatan selama 15 hari, biji jagung yang diletakkan
pada tempat terang mulai tumbuh pada hari kedua, dengana tinggi batang 1
cm dan berwarna hijau serta kondisi tanamannya segar, namun daunnya belum
tumbuh. Setelah 15 hari, biji jagung tumbuh dengan tinggi batang mulai 2,5
cm hingga 4,5 cm dengan batang berwarna hijau. Serta jumlah daun mulai dari
2 hingga 3 helai daun, dengan warna hijau sampai hijau coklat. Pada daun
yang berwarna hijau ini kondisi tanamannya masih segar. Sedangkann pada
dkaun yang berwarna hijau coklat kondisi tumbuhannya mati. Pada hari ke-13
jagung mulai layu dan akhirnya mati pada hari ke-14.
4. Jagung tempat gelap
Berdasarkan dari hasil pengamatan selama 15 hari, biji jagung yang diletakkan
pada tempat gelap mulai tumbuh pada hari pertama dengan tinggi batang 0,2

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 142


cm dengan batang berwarna putih, serta kondisi tanamannya segar, namun
daunnya belum tumbuh. Setelah 15 hari, biji jagung tumbuh dengan tinggi
mulai dari 6,2 cm hingga 12,2 cm dengan batang yang berwarna coklat.
Daunnya berjumlah 2 helai daun dengan warna coklat. Namun pada hari ke
15 ini kondisi tumbuhan sudah mati dan terdapat jamur pada batang. Pada 7
hari penganatan, tanaman jagung mulai layu dan akhirnya mati pada hari ke-
14.
Dari pengamatan, dapat diketahui pada tanaman kacang tanah yang
diletakkan pada tempat terang ternyata pertumbuhannya jauh lebih cepat
dibandingkan dengan tanaman kacang tanah yang ada di tempat gelap. Hal ini
ditandai dengan lebih tinggi pertumbuhan batang dan banyaknya daun yang ada
pada kacang tanah tempat terang. Pada kacang tanah ditempat terang yang tmbuh
ada 4 biji sedangkan pada tempat gelap ada 3 biji. Pada tanaman jagung yang
diletakkan pada tempat terang pertumbuhannya juga jauh lebih cepat
dibandingka dengan tanaman jagung di tempat gelap. Namun pada tanaman
jagung pada pengamatan hari ke-15 semua tanamannya yang semula tumbuh
menjadi mati sedangkan pada kacang tanah semua tanamannya tumbuh dan tidak
ada yang mati pada hari ke-15.
Pada pengamatan jagung dan kacang tanah ditempat gelap warna batang
dan daun cenderung berwarna putih sedangkan pada tempat terang cenderung
berwarna hijau. Hal ini terjadi karena pada tempat gelap tidak terdapat cahaya
yang masuk, sehingga akan berpengaruh pada proses fotosintesis. Menurut
Salisbury dan Ross (1985), Perkembangan struktur tumbuhan dipengaruhi oleh
cahaya (fotomorfogenesis). Efek fotomorfogenesis ini dapat dengan mudah
diketahui dengan cara membandingkan kecambah yang tumbuh di tempat terang
dengan kecambah dari tempat gelap. Kecambah yang tumbuh di tempat gelap
akan mengalami etiolasi atau kecambah tampak pucat dan lemah karena klorofil
terhambat oleh kurangnya cahaya, sedangkan pada kecambah yang tumbuh di
tempat terang, daun lebih berwarna hijau, tetapi batang menjadi pendek karena
aktifitas hormon pertumbuhan auksin terhambat oleh adanya cahaya.
Pada literatur tersebut dikatakan bahwa pada tanaman yang diletakkan di
tempat terang batangnya menjadi lebih pendek, namun pada hasil pengamatan
batang tanaman yang ada di tempat terang justru jauh lebih tinggi dibandingkan
dengan tanaman ditempat gelap. Hal ini mungkin saja terjadi ketika meletakkan
tanaman yang di tempat terang tidak sepenuhnya terkena cahaya matahari

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 143


sehingga hormone auksin masih tetap beraktifitas. Selain morfologinya yang
berubah, anatomi dan fisiologinya juga berubah pada tanaman yang berada di
tempat terang dan gelap.
Menurut Haryanti (2015) Kandungan klorofil langsung berperan pada
penangkapan energi radiasi dan mengubahnya menjadi energi kimia, maka
jumlahnya akan menentukan kecepatan pertumbuhan. Adanya naungan yang
berbeda berakibat pada intensitas cahaya yang diterima tumbuhan juga berbeda,
sehingga mempengaruhi proses perkecambahan biji. Jaringan di dalam kotiledon
menunjukkan struktur anatomi dengan kelompok-kelompok parenkim yang
selselnya banyak mengandung klorofil. Saat kondisi intensitas cahaya rendah
(G), pigmen pemanen cahaya klorofil a dan b akan dibantu pigmen pemanen lain
yaitu karotenoid dalam menangkap cahaya yang terbatas sehingga fotosintesis
berjalan optimal.
Dari literatur di atas dapat diketahui bahwa walaupun tanaman berada di
dalam tempat gelap atau tidak terdapat cahaya matahari, namun tanaman tersebut
dapat melakukan fotosintesis dengan bantuan pigmen lain yaitu karotenoid,
bukan pigmen klorofil. Sehingga daun dan batang pada tanaman tidak berwarna
hijau karena tidak adanya klorofil. Karena keadaan yang tidak normal ini, maka
dalam proses fotosintesis ini juga akan berpengaruh terhadap kotiledon.
Menurut Hariyanti (2015), diduga intensitas cahaya mempengaruhi gen
pemanen cahaya, sehingga menyebabkan tiap spesies memiliki respon berbeda
dalam mengaktifkan gen tersebut sesuai kuantitas cahaya yang diterima. Struktur
anatomi kotiledon biji kering tersusun dominan oleh parenkim penimbun yang
mengandung banyak amilum sebagai makanan cadangan, yang akan dirombak
oleh hormon dan enzim perkecambahan. Di antara sel-sel parenkim tersebut
belum terlihat adanya sel-sel dalam kelompok-kelompok yang banyak
mengandung pigmen klorofil . Selama perkecambahan klorofil ini dapat
menyerap cahaya, sehingga fotosintesis dapat tetap berlangsung. Namun bentuk
kotiledon makin lama makin mengecil seiring dengan terbentuknya daun pertama
kecambah.
Menurut Hariyanti (2015), Kondisi gelap (G) produksi hormon auksin atau
IAA turun. Auksin adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel
meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu tanaman akan
lebih cepat memanjang/etiolasi. Selain itu,diduga enzim riboflavin pada ujung
batang menyerap sinar nila dari sinar matahari. Sinar nila saat intensitas rendah

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 144


dapat merusak enzim-enzim pembentukkan asam indolasetat ,sehingga akan
terjadi penghambatan pembelahan dan deferensiasisel-sel parenkim kortek
batang dan sel-sel primordia daun.

VI. KESIMPULAN
1. Etiolasi merupakan fenomena yang diperlihatkan tumbuhan yang tumbuh
tanpa cahaya (kondisi gelap) dimana cahaya mempengaruhi perkembangan
pucuk ketika sebuah biji muncul menembus permukaan tanah.
2. Berdasarkan dari hasil pengamatan, tanaman kacang dan jagung yang
ditempatkan ditempat terang pertumbuhannya jauh lebih cepat dibandingkan
dengan tanaman di tempat gelap.
3. Tanaman yang berada di tempat gelap atau tidak terdapat cahaya matahari,
tanaman tersebut dapat melakukan fotosintesis dengan bantuan pigmen lain
yaitu karotenoid.
4. Ketika tanaman ditempat gelap melakukan fotosintesis, bentuk kotiledon
makin lama makin mengecil seiring dengan terbentuknya daun pertama
kecambah.
5. Pada praktikum ini seharusnya tanaman yang berada di tempat gelap
pertumbuhannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tempat gelap, karena
adanya aktifitas hormon pertumbuhan auksin.

VII. DAFTAR PUSTAKA


Hariyanti, sri. 2015. Morfoanatomi, Berat Basah Kotiledon dan Ketebalan Daun
Kecambah Kacang Hijau (Phaseolus vulgaris L.) pada Naungan yang
Berbeda. Buletin Anatomi dan fisiologi Volume XXIII, Nomor I, Maret
2015

Noorhidayati dkk. 2017. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. PMIPA


FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Salisbury, F.B dan C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan : Jilid III. Penerbit ITB
Bandung.

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan | 145