Anda di halaman 1dari 3

1. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dirawat diruang HCU RSUP. H.

Adam Malik Medan


dengan diagnosa Post laparatomi d/t difusse peritonitis colon perforasi. Sebelumnya klien
mengatakan sering mengkonsumsi miras oplosan saat SMA hingga sebelum dilakukan
operasi. Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 26 Maret 2018 didapatkan klien
mengeluh nyeri pada daerah post operasi dengan skala 8/10, tampak colostomy bag, dan
luka operasi tertutupi kasa, klien mengatakan lemas dan tampak mengalami keterbatasan
dalam bergerak. TD : 130/90 mmHg, HR : 80 x/I, RR : 20 x/I, T : 36,90c, SP02 : 98%.
Berdasarkan kasus diatas, apakah masalah keperawatan prioritas dalam kasus tersebut?
a. Intoleransi aktivitas
b. Gangguan mobilitas fisik
c. Nyeri
d. Gangguan integritas jaringan
e. Resti infeksi
2. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dirawat diruang HCU RSUP. H. Adam Malik Medan
dengan diagnosa Post laparatomi d/t difusse peritonitis colon perforasi. Sebelumnya klien
mengatakan sering mengkonsumsi miras oplosan saat SMA hingga sebelum dilakukan
operasi. Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 26 Maret 2018 didapatkan klien
mengeluh nyeri pada daerah post operasi dengan skala 8/10, tampak colostomy bag, dan
luka operasi tertutupi kasa, klien mengatakan lemas dan tampak mengalami keterbatasan
dalam bergerak. TD : 130/90 mmHg, HR : 80 x/I, RR : 20 x/I, T : 36,90c, SP02 : 98%.
Berdasarkan kasus diatas apa intervensi utama yang dilakukan seorang perawat?
a. Mengajarkan teknik relaksasi tarik nafas dalam
b. Merawat luka
c. Melakukan fisioterapi dada
d. Berkolaborasi dalam pemberian obat analgetik
e. Membatasi aktivitas klien
3. Seorang wanita berusia 30 tahun dirawat diruang HCU dengan diagnosa penurunan
kesadaran dan post SC a/I PEB (Pre Eklampsia Berat). Hasil observasi didapatkan TD :
100/60 mmHg, HR : 70 x/i, RR : 20 x/i, T : 34,20c, SP02 : 95%. Terpasang gelang merah
dengan keterangan klien alergi terhadap udang, CRT >3 detik, akral dingin, jalan nafas
tidak paten, suara nafas gurgling.
Berdasarkan kasus diatas, apakah masalah keperawatan prioritas dalam kasus tersebut?
a. Bersihan jalan nafas inefektif
b. Gangguan perfusi jaringan cerebral
c. Gangguan pola nafas inefektif
d. Gangguan integritas jaringan
e. Resti infeksi
4. Seorang wanita berusia 30 tahun dirawat diruang HCU dengan diagnosa penurunan
kesadaran dan post SC a/I PEB (Pre Eklampsia Berat). Hasil observasi didapatkan TD :
100/60 mmHg, HR : 70 x/i, RR : 20 x/i, T : 34,20c, SP02 : 95%. Terpasang gelang merah
dengan keterangan klien alergi terhadap udang, CRT >3 detik, akral dingin, jalan nafas
tidak paten, suara nafas gurgling.
Berdasarkan kasus diatas, apa intervensi utama yang akan dilakukan oleh perawat?
a. Melakukan fisioterapi dada
b. Berkolaborasi dalam pemberian oksigen
c. Memonitoring vital sign setiap 1 jam
d. Memanggil dokter
e. Melakukan suction
5. Seorang wanita berusia 30 tahun dirawat diruang HCU dengan diagnosa penurunan
kesadaran dan post SC a/I PEB (Pre Eklampsia Berat). Hasil observasi didapatkan TD :
100/60 mmHg, HR : 70 x/i, RR : 20 x/i, T : 34,20c, SP02 : 95%. Terpasang gelang merah
dengan keterangan klien alergi terhadap udang, CRT >3 detik, akral dingin, jalan nafas
tidak paten, suara nafas gurgling.
Pemeriksaan diagnostic apa yang mendukung diagnosa diatas?
a. Cek darah lengkap
b. CT-Scan
c. Urine
d. AGDA
e. Rongen
6. Seorang wanita berusia 61 tahun dirawat diruang HCU dengan penurunan kesadaran,
tingkat kesadaran apatis, GCS 12 E:3, V:4, M:5. Klien didiagnosa oleh dokter
Echephalopati Metabolik. Hasil observasi klien menggunakan gelang merah dengan
keterangan alergi jamu, seluruh tubuh klien tampak berisisik dan terkelupas. Klien tampak
lemas dan mengalami keterbatasan dalam bergerak TD : 190/80 mmHg, HR : 90 x/I, RR :
25 x/I, T : 360c, SP02 : 94%.
Apa yang menjadi diagnosa utama pada kasus diatas?
a. Gangguan perfusi jaringan cerebral
b. Gangguan integritas jaringan
c. Perubahan curah jantung
d. Resti infeksi
e. Gangguan pola nafas inefektif
7. Seorang wanita berusia 61 tahun dirawat diruang HCU dengan penurunan kesadaran,
tingkat kesadaran apatis, GCS 12 E:3, V:4, M:5. Klien didiagnosa oleh dokter
Echephalopati Metabolik. Hasil observasi klien menggunakan gelang merah dengan
keterangan alergi jamu, seluruh tubuh klien tampak berisisik dan terkelupas. Klien tampak
lemas dan mengalami keterbatasan dalam bergerak TD : 190/80 mmHg, HR : 90 x/I, RR :
25 x/I, T : 360c, SP02 : 94%.
Berdasarkan kasus diatas apa intervensi utama yang dilakukan seorang perawat?
a. Mengajarkan teknik relaksasi tarik nafas dalam
b. Berkolaborasi dalam pemberian antibiotic
c. Memantau vital sign dan tanda tanda sianosis setiap 1 jam
d. Melakukan suction
e. Melakukan fisioterapi dada
8. Seorang wanita berusia 61 tahun di dirawat diruang HCU dengan penurunan kesadaran,
tingkat kesadaran somnolen. Dengan diagnosa PPOK ekserbasi ringan. Hasil observasi
klien menggunakan gelang kuning, pink, dan terpasang CVP, infus ditangan kanan dan
dikaki kiri, kateteri urin, NGT, dan menggunakan ventilator. TD : 180/60 mmHg, HR : 94
x/I, RR : 14 x/I, T : 36,20c, SP02 : 95%. Suara nafas wheezing, irama nafas bradikardi
dengan pola nafas irreguler, 2 jam yang lalu klien mengalami apneu.
Berdasarkan kasus diatas, apakah masalah keperawatan prioritas dalam kasus tersebut?
a. Gangguan pola nafas inefektif
b. Gangguan perfusi jaringan cerebral
c. Resiko penurunan curah jantung
d. Gangguan pertukaran gas
e. Bersihan jalan nafas inefektif