Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

ANALISIS TEORI MIDDLE-RANGE KEPERAWATAN


THEORY OF COMFORT KATHARINE KOLCABA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Sains Keperawatan
Dosen: Yeni Rustina, SKp.,M.App.Sc.,PhD.
Oleh :
KELOMPOK II

Lani Natalia Watania 1706006965


Kharisma Adytama Putra 1706006946
Maria Yasinta Goa 1706006984
Muhammad Husein 1706007021
Nurul Jamil 1706007103

PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-
Nya, maka makalah kelompok kami dengan judul Analisis Teori Middle-Range Keperawatan
“Theory Of Comfort Katharine Kolcaba” dapat selesai tepat waktu. Makalah ini disusun untuk
memenuhi tugas mata ajar Sains Keperawatan di Program Magister Keperawatan Universitas
Indonesia.
Dalam proses penyusunan makalah ini penulis mendapatkan dukungan dan bimbingan
dari berbagai pihak, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dr. Enie Novieastari, SKp.,MSN selaku koordinator mata ajar Sains Keperawatan.
2. Yeni Rustina, SKp.,M.App.Sc.,PhD selaku dosen fasilitator kelas A mata ajar Sains
Keperawatan.
3. Teman-teman sejawat kelompok II mata ajar Sains Keperawatan.
4. Seluruh mahasiswa program Magister Keperawatan Universitas Indonesia angkatan 2017
Penulis menyadari bahwa makalah inimasih jauh dari sempurna. Oleh karna itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi lebih sempurnanya hasil makalah ini.
Semoga penulisan makalah ini bisa memberi manfaat bagi perkembangan keperawatan di
Indonesia.

Depok, Oktober 2017

Tim Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul.................................................................................................................. i
Kata Pengantar……………………………………………………………….................. ii
Daftar isi………………………………………………………………………................ iii
Bab 1 PENDAHULUAN.................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang………………………………………………………........ 1
1.2 Tujuan……………………………………………………………….......... 2
Bab 2 TINJAUAN PUSTAKA......................................................................................... 3
2.1 Sejarah Perkembangan Theory of Comfort…………………………......... 3
2.2 Ruang Lingkup (Scope) Theory of Comfort............................................... 4
2.3 Content dan Context Theory of Comfort..................................................... 7
Bab 3 ANALISIS THEORY OF COMFORT K.KOLCABA............................................ 16
Bab 4 KESIMPULAN………………………………………………………………....... 18
Daftar Pustaka
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keperawatan merupakan salah satu bagian intergral dari layanan kesehatan yang
bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup individu, kelompok
maupun masyarakat dengan cara melakukan pelayanan keperawatan secara profesional dan
komprehensif. Dalam melakukan pelayanan harus didasari oleh ilmu keperawatan yang
harus dimiliki oleh perawat. Hal tersebut menjadi tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan
pelayanan keperawatan bermutu yang dapat dipertanggungjawabkan. Menghadapi masalah
ini, upaya yang perlu dilakukan adalah mengadakan penyesuaian dan perbaikan terhadap
mutu layanan keperawatan.
Peningkatan mutu pelayanan keperawatan didukung oleh pengembangan teori-teori
keperawatan. Aplikasi teori dan model keperawatan memerlukan pemahaman yang
mendalam terhadap teori-teori dan model keperawatan yang ada. Teori-teori keperawatan
tersebut akan dijadikan panduan dalam meningkatkan praktik profesional keperawatan,
aktivitas pendidikan dan pengajaran serta riset keperawatan yang menuntun kearah
perkembangan ilmu keperawatan itu sendiri.
Para ahli dalam dunia keperawatan telah mengembangkan teori dari tingkatan filosofi,
model konseptual dan grand theories, teori keperawatan, sampai pada middle range theories.
Setiap teori ini menjelaskan suatu fenomena mulai dari bersifat abstrak sampai konkrit. Teori
Middle range dapat menggambarkan fenomena, menjelaskan hubungan diantara fnomena,
memprediksi efek dari satu fenomena dengan fenomena lain dan di gunakan untuk
mengontrol dimensi keperawatan tertentu. Salah satu middle range theory yaitu comfort
theory dari Katharine Kolcaba. Comfort theory masuk dalam middle range theory karena
konsep dan pernyataan yang terbatas, lebih nyata dan mudah untuk diaplikasikan dalam
tatanan praktek nyata. Oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas comfort theory dan
aplikasinya dalam asuhan keperawatan.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum

Menganalisis middle range theory (teori kenyamanan) Kolcaba serta


membandingkan perbedaan dan persamaan antara berbagai teori tersebut berfokus
pada asumsi theorist terhadap konsep-konsep sentral disiplin ilmu keperawatan dan
statement (hubungan antar konsep sesuai masa dan orientasi theorist).
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi ruang lingkup (scope) dari teori kenyamanan (theory of comfort).
2. Mengidentifikasi konteks dan konten dari teori kenyamanan.
3. Menganalisis persamaan dan perbedaan antara berbagai teori tersebut berfokus pada
asumsi theorist terhadap konsep-konsep sentral disiplin ilmu keperawatan dan
statement (hubungan antar konsep sesuai masa dan orientasi theorist).

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Perkembangan Theory of Comfort
Biografi dan Sejarah Teori
Comfort theory merupakan teori yang pertama kali dikembangkan tahun 1990 oleh
Katharine Kolcaba. Katharine Kolcaba lahir dan dididik di Cleveland, Ohio. Pada tahun
1965, ia menyelesaikan program diploma di bidang keperawatan dan praktek paruh waktu
selama bertahun-tahun dalam keperawatan medikal bedah, perawatan jangka panjang, dan
home care sebelum kembali melanjutkan pendidikan. Pada tahun 1987, ia lulus RN pada
kelas MSN di Case Western Reserve University (CWRU) Frances Payne Bolton School of
nursing, dengan spesialisasi di gerontologi. Sementara sekolah Kolcaba bekerja juga sebagai
Kepala ruangan di Unit Dimensia. Dalam konteks praktek inilah dia mulai memikirkan teori
tentang kenyamanan pasien.
Kolcaba bergabung dengan University of akron College of Nursing setelah lulus
dengan gelar master dalam keperawatan. Dia memperoleh dan mempertahankan
gerontologinya di American Nurses Association (ANA) Certification. Dia kembali ke
CWRU untuk mengejar gelar doktor di bidang keperawatan secara paruh waktu sambil terus
mengajar. Selama 10 tahun ke depan, dia menggunakan program kerja dalam program
doktor untuk mengembangkan dan mengutarakan teorinya. Kolcaba mempublikasikan
konsep analisis kenyamanan dengan suaminya yang ahli filsafat (Kolcaba, 1991), dalam
diagram aspek pada kenyamanan, kenyamanan dioperasionalkan sebagai hasil dari
perawatan (Kolcaba, 1992). Setelah itu kontekstual kenyamanan dipublikasikan dalam
Middle-range Theory oleh Kolcaba pada tahun 1994, dan menguji teori dalam studi
intervensi bersama Fox pada tahun 1999 (Alligood, 2014).
Saat ini, Dr kolcaba adalah profesor emeritus asosiasi keperawatan di University of
Akron College of Nursing, dimana dia mengajar teori ke Siswa MSN. Dia juga mengajarkan
teori kepada siswa DNP di Perguruan Tinggi Ursuline di ketinggian Mayfield, Ohio. Tujuan
dia termasuk intervensi dalam perubahan dan dokumentasi kenyamanan untuk praktek
keperawatan berdasarkan evidence base.
Katherine Kolcaba awalnya menulis teori kenyamanan dengan pasien Alzheimer dan
demensia. Namun, Katherine sendiri telah menulis beberapa artikel tentang cakupan
keperawatan terkait teorinya. Dua artikel baru-baru ini ditulis dengan menerapkan teorinya
untuk perianesthesia keperawatan dan perawatan di rumah sakit (Kolcaba & Wilson, 2002
dan Vendlinski & Kolcaba, 1997). Ketika Kolcaba mengembangkan teorinya, dia
menggunakan penalaran logis. Dia menggunakan induksi, deduksi, pengurangan. Kolcaba
menggunakan kerangka yang sudah ada sebelumnya untuk mensintesis atau
mengidentifikasi jenis kenyaman. Kerangka ini ditulis oleh Henry Murray (Tomey &
Alligood, 2002), dari sebuah buku berjudul Explorations in Personality. Henry A. Murray
adalah seorang profesor psikologi di Harvard University; ia menerima Distinguished
Scientific Contribution Award dari American Psychological Association dan the Gold Medal
Award untuk pencapaian seumur hidup dari American Psychological Foundation. "Ketika
pertama kali diluncurkan pada tahun 1938, buku ini memiliki efek provokatif dan
mendalam, mendesak para psikolog untuk mempelajari kepribadian secara holistik dan
mendalam dan menekankan interaksi kompleks antara karakteristik individu, sosial, dan
budaya." --Salvatore R. Maddi, Profesor, Departemen Psikologi dan Perilaku Sosial, Sekolah
Ekologi Sosial, Universitas California, Irvine (Eksplorasi Kepribadian, 2007). Ini adalah
titik awal yang sangat bagus untuk teori ini karena kenyamanan paling baik dicapai melalui
pengobatan holistik. Dia juga memulai dengan konsep analisis istilah, "comfort". Katherine
Kolcaba mengumpulkan definisi, "kenyamanan" dari berbagai disiplin ilmu. Dalam teori
kenyamanan, proposisi metaparadigm dari tindakan keperawatan digunakan (Kolcaba,
2001). Hal ini terbukti dalam teori ini karena dibangun di sekitar mengevaluasi kurangnya
kenyamanan dan kemudian mengevaluasi ulang pasien untuk menghitung keberhasilan
implementasi yang dilakukan atau tindakan yang dilakukan.

2.2 Ruang Lingkup (Scope) Theory of Comfort


Teori keperawatan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keabstrakannya mulai dari meta
theory sebagai yang paling abstrak sampai pada practice theory yang paling konkrit.
Macam-macam teori keperawatan antara lain meta theory, grand theory, middle range
theory dan practice theory. Meta theory merupakan teori dengan level tertinggi dan merujuk
pada body of knowledge tentang suatu bidang pembelajaran. Meta theory dalam ilmu
keperawatan berfungsi untuk mengungkapkan sebagian dari isu melalui proses klarifikasi
hubungan antara ilmu keperawatan dan praktek, mendefinisikan, mengembankan dan
menguji teori, memciptakan dasar ilmu keperawatan dan memeriksa, menginterpretasikan
pandangan dasar filosofi dan hubungannya dengan keperawatan. Grand theory menegaskan
fokus global dengan board perspective dari praktik keperawatan dan pandangan keperawatan
yang berbeda terhadap sebuah fenomena keperawatan. Fawcett (2005) mendefinisikan
grand theory sebagai teori yang memiliki cakupan luas, tersusun atas konsep-konsep utama
yang relatif abstrak dan hubungannya tidak dapat diuji secara empiris. Grand theory
mempunyai kontribusi yang signifikan dalam keperawatan, yaitu memberikan batasan-
batasan sehingga keperawatan mempunyai identitas dalam keberadaannya. Middle range
theory, sama halnya dengan grand theory menjelaskan mengenai keperawatan, tetapi lebih
spesifik. Middle range theory memiliki kriteria, lingkup, tingkat abstraksi dan kestabilan
penerimaan secara luas. Teori ini cukup spesifik memberikan petunjuk riset dan praktek. Ciri
dari teori ini, bisa digunakan secara umum pada berbagai situasi, tanpa indikator
pengukuran, masih cukup abstrak, konsep dan proposisi yang terukur, memiliki sedikit
konsep dan variabel, lebih mudah diuji, memiliki hubungan yang kuat dengan riset dan
praktik, dikembangkan secara deduktif dan retroduktif. Contohnya adalah Khaterin Kolcaba
menjelaskan keperawatan harus menciptakan kenyamanan bagi pasien. Teori kenyamanan
ini akan dibahas selanjutnya. Practice theory sangat dekat hubungannya dengan middle
rang theory tetapi terdiri dari satu atau dua konsep-konsep utama. Teori ini paling konkrit
dan dapat diaplikasikan.
Teori kenyamanan termasuk dalam middle renge theory. Middle renge theory
mengandung sejumlah konsep dan memiliki ruang lingkup yang lebih terbatas. Namun, teori
kepuasan kolcaba diklasifikasikan sebagai teori dengan tingkat menengah yang tinggi
sehingga menjadikan teori ini lebih umum dan abstrak. sehingga berhubungan erat dengan
"grand theory" yang sangat abstrak dan umum dan bisa diterapkan pada berbagai
pengalaman dan tanggapan. Hal ini sangat benar untuk teori kenyamanan karena banyak
artikel telah ditulis yang mengadaptasi teori tersebut pada beberapa lingkup keperawatan.
Middle renge theory juga memperhitungkan populasi usia dan lokasi ketika bekerja pada
pengembangan sebuah teori. Middle renge theory juga mencakup intervensi, usulan hasil,
atau tindakan perawat. Middle renge theory dikembangkan dengan menafsirkan dan
mengamati pengalaman hidup dengan hubungan kesehatan dan keperawatan (Tomey &
Alligood, 2014). Dalam Theory of Comfort oleh Katharine Kolcaba's, dia menghabiskan
banyak waktu untuk memeriksa hubungan dan hasil pasien dalam kaitannya dengan
kenyamanan. Middle renge theory terdiri dari sesuatu yang spesifik yang berhubungan
dengan praktik keperawatan pada situasi dan kondisi dari pasien dan lingkungan pasien.
Teori Kolcaba memiliki potensial untuk menempatkan rasa nyaman di garis depan
perawatan kesehatan. Keperawatan adalah serangkaian proses yang meliputi pengkajian
tentang kenyamanan awal, intervensi untuk meningkatkan kenyamanan berdasarkan
kebutuhan dan evaluasi tingkat kenyamanan setelah diberikan intervensi keperawatan.
Pengkajian awal dan evaluasi dapat berupa data subjektif dan objektif yang menggambarkan
tingkatan kenyamanan pasien. Pengkajian dilakukan dari administrasi verbal rating scale
(klinikal) atau kuesioner kenyamanan (riset) yang dikembangkan oleh Kolcaba (2003).
Pada teori kenyamanan, Katherine Kolcaba sebagai pencetus teori ini memilki beberapa
asumsi dasar teori yang berhubungan erat dengan konsep metaparadigma keperawatan yaitu
ditinjau dari keperawatan, pasien, lingkungan dan kesehatan. Konsep-konsep utama dalam
teori keyamanan Kolcaba yang meliputi; Healh care needs, Comfort intervention,
Intervening Variables, Comfort, Health-seeking behavior, Institutional integrity, Best
practices, Best policies. Berikut ini adalah penjabaran dari setiap definisi konsep-konsep
dalam kerangka konseptual teori kenyamanan (Alligood, 2014). Kolcaba mengembangkan
teori kenyamanan melalui tiga jenis pemikiran logis antara lain : induksi, deduksi dan
retoduksi. Induksi, dimana terjadi ketika penyamarataan dibangun dari suatu kejadian yang
diamati secara spesifik. Di mana perawat dengan sungguh-sungguh melakukan praktek dan
dengan sungguh-sungguh menerapkan keperawatan sebagai disiplin, sehingga mereka
menjadi terbiasa dengan konsep Implisit atau eksplisit, terminologi, dalil, dan asumsi
pendukung praktek mereka. Deduksi, tahapan ini dari pengembangan teori menghubungkan
kenyamanan dengan konsep lain untuk menghasilkan teori. Kolcaba mencari teori lain yang
dapat menjadi dasar untuk menyatukan kelegaan (relief), ketenteraman (ease) dan
transendensi (trasendence). Pada tahap ini , Kolcaba memulai dari konstruksi teoritis yang
abstrak dan umum serta menggunakan proses sosiologis untuk mengidentifikasi konsep-
konsep yang lebih spesifik untuk digunakan dalam praktik keperawatan. Retroduksi
merupakan suatu format pemikiran untuk memulai ide. Bermanfaat untuk memilih suatu
fenomena yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan diuji. Dalam tahap ini, Kolcaba
menambahkan konsep integritas institu
2.3 Context dan Content Theory of Comfort
2.3.1 Latar Belakang Filosofi Keperawatan dan Interdisiplin Ilmu dalam Teori
Kenyamanan Kolcaba
Teori kenyamanan Kolcaba (Theory of Comfort) merupakan salah satu teori yang
ada dalam tingkatan Middle-Range Theory Keperawatan yang berfokus pada peningkatan
kenyamanan atau comfort pasien dalam hubungan untuk meningkatkan kesehatan dan
kesejahteraaan individual. Teori kenyamanan Kolcaba terpengaruh dari salah satu filosofi
keperawatan yaitu Florence Nightingale. F.Nightingale mungkin adalah tenaga kesehatan
pertama yang menyadari bahwa kenyamanan adalah hal yang penting bagi manusia yang
dalam konteks perawatan adalah pasien. F. Nightingale pada tahun 1895 menyatakan
bahwa ”It must never be lost sight of what observation is for. It is not for the sake of
piling up miscelaneous information or curious facts, but for the sake of saving life and
increasing health and comfort”, dari pernyataan tersebut dapat dilihat bahwa kenyamanan
dan kesehatan memiliki hubungan yang kuat, sama dan penting dalam proses perawatan
(Peterson & Bredow, 2013 ; Alligood, 2014).
Pada awal abad ke-21, kenyamanan menjadi tolak ukur yang signifikan dan
relevan bagi kondisi pasien, karena pada saat itu kondisi kuratif medis yang belum cukup
berkembang. Kenyamanan menjadi tugas unik bagi perawat dimana perawat dapat
memberikan intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan pasien yang
mencakup kenyamanan fisik, emosional, dan lingkungan. Walaupun, memberikan
kenyamanan bukan tugas utama dari keperawatan, tetapi intervensi-intervensi yang
perawat lakukan dinilai memberikan efek kenyamanan bagi pasien. Seiring dengan
perkembangan teknologi, maka rasa kenyamanan pada pasien mulai bergeser dengan
pada arah kuratif dengan pemberian medikasi anti-nyeri dan pandangan perawat berfokus
pada peningkatan promosi kesehatan yang berpusat pada self-care sehingga secara tidak
langsung membawa dampak pada penurunan intervensi perawat dalam meningkatkan
rasa nyaman. Tren ini memberikan dampak pada pemberian kenyamanan pada pasien
lebih terfokus pada kondisi terminal dan yang benar-benar tidak didapati lagi pengobatan
dari sisi medis (Peterson & Bredow, 2013 ; Alligood, 2014).
Selain filosofi keperawatan dari F. Nightingale, teori kenyamanan Kolcaba juga
dipengaruhi oleh filosofi dasar akan kebutuhan manusia. Menurut Kim (1999) dalam
Jurnal K. Kolcaba Evolution of Middle-Range Theory of Comfort for Outcome Research
(Kolcaba, 2001), adapun dua komponen dari kebutuhan manusia adalah dorongan
motivasi yang melatarbelakangi perilaku manusia. Komponen yang kedua adalah
dorongan dari sosial dan kultural politik yang mempengaruhi ekspektasi manusia.
Sehingga pada akhirnya kenyamanan manusia muncul muncul dari dorongan ekpektasi
akan pelayanan keperawatan yang bersifat holistik dalam kehidupannya. Selain itu,
pandangan umum yang sesuai dengan teori kenyamanan Kolcaba adalah pandangan
mengenai hubungan timbal-balik yang muncul karena sifat manusia yang aktif dan
holistik. Manusia berinteraksi dengan lingkungannya dan interaksi ini dapat membawa
dampak bagi tubuh manusia yang berupa rasa nyeri yang akhirnya menganggu rasa
nyaman manusia. Oleh karena manusia adalah mahkluk yang mempunyai kemampuan
untuk belajar dari pengalaman masa lalu, sehingga manusia cenderung akan menghindari
tindakan yang akan mengganggu kenyamanannya dan lingkungannya.
Selain dasar filosofis diatas, konsep awal dalam teori kenyamanan Kolcaba turut
dipengaruhi oleh berbagai macam disiplin ilmu, diantara lain ; kedokteran, psikologi,
psikiatri, teologi, ergonomik dan sastra klasik Inggris yang secara spesifik diambil dari
Oxford English Dictionary (Kolcaba & Kolcaba, 1991). Semua disiplin ilmu tersebut
memberikan ulasan dasar bagi Katherine Kolcaba dalam mendefinisikan kata nyaman
yang merupakan konsep dasar dalam teorinya. Oleh karena itu, teori kenyamanan
Kolcaba merupakan teori yang didasari dan dipengaruhi oleh berbagai macam filosofi
dan konsep dari interdisplin ilmu yang akhirnya memberikan berbagai macam masukan
bagi pengembangan teori tersebut (Alligood, 2014).

2.3.2 Asumsi Dasar Teori Kenyamanan dan Hubungan dengan Metaparadigma


Asumsi dasar teori adalah pernyataan akan hubungan antar-konsep dalam teori
yang diyakini oleh pembuat teori dan melandasi pembuktian teori. Pada teori
kenyamanan, Katherine Kolcaba sebagai pencetus teori ini memilki beberapa asumsi
dasar teori yang berhubungan erat dengan konsep metaparadigma keperawatan yaitu
ditinjau dari keperawatan, pasien, lingkungan dan kesehatan (Alligood, 2014), berikut ini
adalah penjelasan mengenai konsep meta-paradigma ditinjau dari teori kenyamanan
Kolcaba:
1. Keperawatan
Keperawatan adalah serangkaian proses yang meliputi pengkajian tentang
kenyamanan awal, intervensi untuk meningkatkan kenyamanan berdasarkan
kebutuhan dan evaluasi tingkat kenyamanan setelah diberikan intervensi keperawatan.
Pengkajian awal dan evaluasi dapat berupa data subjektif dan objektif yang
menggambarkan tingkatan kenyamanan pasien. Pengkajian dilakukan dari administrasi
verbal rating scale (klinikal) atau kuesioner kenyamanan (riset) yang dikembangkan
oleh Kolcaba (2003).
2. Pasien (Manusia)
Penerima intervensi keperawatan dalam teori kenyamanan adalah individual, keluarga,
insititusi dan komunitas yang memerlukan intervensi. Perawat juga dapat menjadi
sasaran intervensi, jika berkaitan dengan kenyamanan dalam lingkungan pekerjaan.
3. Lingkungan
Lingkungan adalah keseluruhan aspek dari pasien, keluarga atau institusi yang dapat
dimanupulasi oleh perawat dalam proses pemberian asuhan keperawatan yang
meningkatkan kenyamanan.
4. Kesehatan
Kesehatan adalah fungsi optimal dari pasien, keluarga, penyedia layanan kesehatan
atau komunitas yang menerima intervensi untuk meningkatkan kenyamanan.

Selain keempat konsep diatas, ada beberapa pernyataan asumsi dasar yang berkaitan
langsung dengan teori kenyamanan yang meliputi (Alligood, 2014);
1. Manusia memilki respons holistik kepada stimulus yang kompleks (Kolcaba, 1994).
2. Kenyamanan adalah hasil atau capaian holistik yang diinginkan dan berhubungan
dengan disiplin ilmu keperawatan (Kolcaba, 1994).
3. Kenyamanan adalah kebutuhan dasar manusia yang diusahakan secara maksimal oleh
manusia (Kolcaba, 1994).
4. Peningkatan kenyamanan memperkuat keikutsertaan pasien untuk turut terlibat dalam
perilaku yang meningkatkan kesehatan (Kolcaba & Kolcaba, 1991 ; Kolcaba, 1994).
5. Pasien yang secara aktif ikut serta dalam perilaku untuk mencapai kesehatan akan
merasa puas dengan tingkat kesehatan mereka (Kolcaba, 1997 ; Kolcaba, 2001).
6. Integritas institusional berdasarkan orientasi sistem keyakinan dari penerima intervensi
keperawatan. Kesetaraan dalam pemberian asuhan adalah orientasi yang digunakan
dalam promosi kesehatan dalam konteks holistik bagi keluarga dan penyedia layanan
kesehatan (Kolcaba, 1997 ; Kolcaba, 2001).

2.3.3 Pengembangan Teori Keperawatan pada Konsep Dasar Teori Kenyamanan Kolcaba
Awal dari pengembangan sebuah teori adalah dimulai dari penentuan konsep
dasar yang menjadi inti dari teori tersebut. Pada teori kenyamanan Kolcaba, kata dasar
yang menjadi fokus adalah nyaman atau comfort. Dalam pengembangan teorinya, Kolcaba
memulai penyelidikannya dengan mencari definisi aktual dari kata nyaman yang
dipandang dari berbagai interdisiplin ilmu seperti yang sudah dijelaskan pada bagian
pertama. Kolcaba melakukan pengumpulan data yang berkaitan dengan beberapa definisi
comfort yang signifikan dengan praktik keperawatan (Alligood, 2014). Diawali dengan
makna comfort ditinjau dari Oxford English Dictionary (OED) yang melihat dari asal kata
dalam sastra inggris, adapun definisi yang didapatkan adalah (a) strengthening,
encouragement, incitement, aid, succor, support dan (b) physical refreshment or
sustenance, refreshing or invigorating influence. Kata comfort dari bahasa latin berasal dari
kata confotare, yang berarti “to strengthen greatly”. Kumpulan definisi tersebut kemudian
dikaitkan dengan aspek ergonomis dalam literatur yang berkaitan dengan fungsi optimal,
sehingga akhirnya memberikan signifikansi teori terhadap pengembangan teori
kenyamanan Kolcaba (Alligood, 2014).
Setelah melewati jangka waktu kurang lebih dua tahun dalam
pengembangannnya, akhirnya Kolcaba mendefinisikan comfort atau rasa nyaman ke dalam
tiga definisi teknis yang terinspirasi dari teori-teori keperawatan awal yang meliputi ;
relief, ease, dan transcendence. Kata relief atau kelegaan didefinisikan sebagai pengalaman
pasien yang memiliki kebutuhan kenyamanan spesifik, yang melatar belakangi definisi ini
adalah Teori Dynamic Nurse-Patient Relationship dari Jean Orlando (1961/1990). Kata
ease didefinisikan sebagai kondisi tenang atau kepuasan; yang mendasari definisi ini
adalah teori Virginia Henderson The Principles and Practice of Nursing. Kata
transcendence didefinisikan sebagai kondisi nyaman yang melampaui rasa nyeri dan
masalah yang dirasakan oleh pasien dengan bantuan perawat ; yang berasal dari teori
Humanistic Nursing oleh Paterson dan Zderad (1976/1988) dalam literature keperawatan
yang telah digunakan sebelumnya dalam bidang keperawatan jiwa yang menunjukkan
“more-being” yang dicapai dari hubungan dengan perawat.
Konsep-konsep yang berasal dari teori keperawatan tersebut kemudian
dipresentasikan dalam konferensi riset dan direspon oleh audiens dengan sangat aktif
hingga memberikan ide baru bagi Kolcaba untuk mengembangkan penerapan makna
definisi tersebut tidak hanya secara fisik dan mental tetapi kemudian dimasukkan kedalam
konteks pengalaman holistik yang terdiri dari fisik, psikospiritual, social dan lingkungan
(Kolcaba & Kolcaba, 1991). Konsep fisik adalah mengacu pada sensasi tubuh dan
mekanisme homeostatik. Konsep psikospiritual berkaitan dengan kesadaran internal antara
lain, harga diri, seksualitas dan arti kehidupan seseorang yang juga mencakup hubungan
personal individual. Konsep sosial berkaitan dengan interpersonal, keluarga dan hubunan
societal yang didalamnya terdapat peran budaya atau cultural dalam hubungan individu.
Lingkungan berarti kondisi eksternal dari pengalaman manusia yang meliputi,
pencahayaan, kebisingan atau suara, suasana, warna, suhu dan elemen-elemen sintesis
(Alligood, 2014). Berikut ini adalah taksonomi atau klasifikasi dari struktur kenyamanan
menurut Kolcaba dan Fisher (1996), yang berfungsi untuk mengkaji kebutuhan
kenyamanan dari pasien, keluarga dan perawat ; serta dalam perencanaan intervensi
keperawatan dan evaluasi kesesuaian hasil penerapan intervensi keperawatan yang telah
diberikan ;
Gambar 1. Struktur Taksonomi Rasa Nyaman atau Comfort (Kolcaba & Fisher, 1996)

2.3.4 Pengembangan Empiris dan Kerangka Konseptual Teori Kenyamanan Kolcaba


Dalam proses pengembangan teori kenyamanan Kolcaba, dilakukan serangkaian
penelitian yang memuat indikator-indikator empirik yang bertujuan untuk menguji teori
kenyamanan dari berbagai sisi. Dalam disertasinya Kolcaba mendemonstrasikan bahwa
perubahan kenyamanan dapat diukur, Kolcaba membuktikannya dengan melakukan
eksperimen kepada pasien dengan Kanker Payudara yang dilakukan teknik guided-
imaginary dan hubungannya dengan peningkatan kenyamanan. Dari penelitian tersebut
didapatkan hasil yang signifikan pada kelompok yang diberikan intervensi tersebut
(Kolcaba & Fox, 1999).
Penelitian yang dilakukan selalu didasari oleh sebuah kerangka konseptual
sebagai penuntun dalam melakukan proses pembuktian teori. Pada teori kenyamanan
Kolcaba terdapat kerangka konseptual yang digunakan sebagai kerangka konseptual yang
membangun teori tersebut, seperti pada gambar dibawah ini;
Gambar 2. Kerangka Konseptual Teori Kenyamanan Kolcaba (Alligood, 2014).

Kerangka konseptual diatas memuat konsep-konsep utama dalam teori


keyamanan Kolcaba yang meliputi; Healh care needs, Comfort intervention, Intervening
Variables, Comfort, Health-seeking behavior, Institutional integrity, Best practices, Best
policies. Berikut ini adalah penjabaran dari setiap definisi konsep-konsep dalam kerangka
konseptual teori kenyamanan (Alligood, 2014);
1. Health Care Need adalah kebutuhan akan kenyamanan yang timbul dari kondisi yang
kesehatan yang tidak terpenuhi oleh sistem pendukung tradisional pasien. Kebutuhan tersebut
dapat berupa kebutuhan fisik, psikospiritual, sosiokultural atau lingkungan. Keluhan akan
kebutuhan ini akan menjadi nyata dengan dilakukannya monitoring, laporan verbal dan
nonverbal, parameter patofisiologi, dukungan dan edukasi, konseling finansial dan intervensi.
2. Comfort Intervention adalah tindakan keperawatan yang ditujukan untuk mengidentifikasi
dan mengatasi masalah kebutuhan kenyamanan pasien yang meliputi fisiologis, psikologis,
fisik, sosial, cultural, finansial, spiritual dan lingkungan.
3. Intervening Variables adalah dorongan interaktif yang mempengaruhi pesepsi kenyamanan
pasien. Faktor-faktor tersebut meliputi pengalaman masa lalu, usia, sikap, status emosional,
sistem pendukung, prognosis, finansial, pendidikan, latar belakang kultural dan keseluruhan
elemen dalam pengalaman pasien. Keseluruhan faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi
kesuksesan dalam perencanaan dan intervensi keperawatan.
4. Comfort adalah pernyataan mengenai keadaan atau kondisi pasien yang menerima intervensi
kenyamanan. Kenyamanan juga diartikan sebagai sebuah pengalaman holistik mengenai
kondisi setelah merasakan rasa ‘nyaman’ yang diberikan oleh perawat yang digambarkan
dalam tiga jenis rasa nyaman (relief, ease dan transcendence) dan empat konteks keadaan
(fisik, psikospiritual, sosiokultural dan lingkungan).
5. Health-seeking Behaviour adalah susunan dari kategori kondisi yang berhubungan langsung
dengan usaha untuk mencapai kesehatan optimal yang didiskusikan dengan perawat sebagai
pemberi asuhan keperawatan. Kategori tersebut meliputi internal, eksternal dan kematian
yang damai.
6. Institutional Integrity adalah bentuk kooperasi, komunitas, sekolah, rumah sakit, daerah dan
negara yang memiliki kualitas integritas yang kuat terkait dengan tingkat kenyamanan
sebagai hasil intervensi dalam teori kenyamanan. Saat institusi tertentu mempunyai integritas
yang baik maka akan menjadi bukti yang nyata bagi praktek intervensi yang terbaik dan
aturan yang sesuai.
7. Best Practices adalah penggunaan dari intervensi kesehatan yang berbasis bukti untuk
menghasilkan intervensi maksimal bagi pasien dan keluarga.
8. Best Policies adalah aturan daerah yang berbentuk protocol dan prosedur serta kondisi medis
untuk mengakses dan memberikan layanan kesehatan.

Keseluruhan konsep-konsep tersebut berinteraksi dengan berkesinambungan dan


kemudian membentuk sebuah teori dasar kenyamanan dimana teori tersebut dapat
dikembangkan dalam segala aspek dan tidak terbatas hanya kepada intervensi keperawatan.
Adanya hubungan timbal-balik antar konsep pada output memberikan gambaran bahwa teori ini
mampu untuk diaplikasikan dalam sebuah komunitas yang lebih besar dan diterapkan dalam
berbagai macam aturan dan prosedur dalam masyarakat.
2.3.5 Aplikasi Teori Kenyamanan Kolcaba dalam Keperawatan dan Pengembangan Riset
dan Instrumen Keperawatan
Teori kenyamanan Kolcaba telah diterima bahkan diterapkan oleh praktisi
keperawatan dalam berbagai setting keperawatan contohnya, nurse midfery, hospice care,
keperawatan perioperatif, keperawatan paliatif, keperawatan gerontologi dan bahkan
dalam konteks pendidikan yaitu pada mahasiswa perawat yang mengalami kondisi
stressfull berkaitan dengan studi keperawatan. Penerapannya dalam bidang pendidikan
juga berfungsi dalam hubungan antara pengajar dan mahasiswa dimana teori kenyamanan
ini memberikan pandangan untuk membentuk suasana belajar yang kondusif dan nyaman
untuk mencapai penyerapan bahan ajar yang maksimal (Alligood, 2014).
Dalam ranah pengembangan penelitian, teori kenyamanan Kolcaba telah
dikembangkan secara empiris dalam bentuk instrumen-instrumen yang ditujukan untuk
mengukur kenyamanan pasien dalam berbagai macam kondisi. Adapun beberapa jenis
instrument yang berikaitan dengan kenyamanan meliputi ; General Comfort
Questionnaire, Verbal Rating Scale, Radiation Theraphy Comfort Questionnaire, Urinary
Incontinence and Frequency Comfort Questionnaire, Hospice Comfort Questionnaire
(Family and Patient), Healing Touch Comfort Questionnaire dan Comfort Behavior
Checklist. Keseluruhan instrument tersebut digunakan sesuai konteks dan kondisi dalam
praktik keperawatan untuk menunjang kualitas pemberian asuhan keperawatan
(Alligood,2014).
BAB 3
ANALISIS THEORY OF COMFORT KATHERINE KOLCABA

Teori kenyamanan Kolcaba diklasifikasikan sebagai teori middle-range yang berfokus


pada satu konsep yaitu kenyamanan. Teori pada tingkatan ini memiliki hal yang spesifik yang
berkaitan dengan praktek keperawatan seperti suatu kondisi tertentu dari pasien atau populasi
sehingga dapat diaplikasikan secara langsung penerapan teori tersebut dalam praktik
keperawatan. Salah satu contohnya adalah pengembangan berbagai jenis instrumen
pengkajian keperawatan yang didasari ada teori kenyamanan Kolcaba. Keseluruhan
instrument tersebut secara langsung memberikan dampak dalam proses pemberian asuhan
keperawatan pasien yang titik awalnya adalah pengkajian hingga evaluasi. Teori kenyamanan
ini juga dapat diaplikasikan dalam intervensi keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Pada penelitian Kolcaba dan Fisher (199) mengenai intervensi keperawatan pada pasien
kanker payudara, didapatkan hasil yang signifikan dari penggunaan teknik guided-imaginary
sebagai salah satu bentuk intervensi untuk memberikan rasa nyaman. Dari kedua hal ini dapat
dilihat bahwa teori dengan tingkatan ini dapat berimplikasi langsung pada penanganan
masalah keperawatan individu.
Selain itu, Kolcaba memanfaatkan keempat konsep dalam metaparadigma karena
pasien atau manusia menjadi inti teori. Sisi keperawatan menjadi penting karena perannya
dalam meningkatkan kenyamanan pasien serta lingkungan yang mempengaruhi secara
langsung tingkatan kenyamanan pasien yang bisa dimodifikasi atau dimanipulasi oleh
perawat untuk mencapai kepuasan pasien. Sehingga pada akhirnya semua komponen tersebut
akan saling berhubungan dan bergantung sama lain, dan memiliki tujuan yang sama yaitu
untuk meningkatkan kenyamanan pasien yang dipercaya akan juga meningkatkan kondisi
kesehatan pasien. Dengan didasari oleh metaparadigma, teori ini pun turut mengambil intisari
dari beberapa teori awal keperawatan (Orlando, Henderson, Paterson dan Zderad) sebagai
pengembangan konsep-konsep dalam teori, yang memperkuat dasar keperawatan dalam teori
ini sehingga sangat ideal untuk diterapkan dalam proses asuhan keperawatan.
Teori kenyamanan Kolcaba juga dengan mudah dapat digeneralisasi pada berbagai
setting yang meliputi, riset, praktik dan pendidikan. Selain itu, karena berbagai setting yang
beragam teori ini pun dapat diberikan pada individual, keluarga hingga komunitas. Satu-
satunya hal yang mempengaruhi outcome dari penerapan teori ini adalah proses pemberian
asuhan keperawatan terkait teori kenyamanan kepada pasien, yang sangat mungkin
dipengaruhi juga oleh intervening factors yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
Akan tetapi, karena teori ini berfokus pada pasien sebagai inti dari praktinya maka
keseluruhan intervensi yang diberikan dinilai dari peningkatan kenyamanan pasien dan
pembentukan perilaku untuk mencari layanan kesehatan sebagai efek dari diterimanya
intervensi dengan baik.

BAB 4
KESIMPULAN

1. Teori kenyamanan termasuk dalam middle renge theory. Middle renge theory juga
memperhitungkan populasi usia dan lokasi ketika bekerja pada pengembangan sebuah
teori. Middle renge theory juga mencakup intervensi, usulan hasil, atau tindakan
perawat. Middle renge theory dikembangkan dengan menafsirkan dan mengamati
pengalaman hidup dengan hubungan kesehatan dan keperawatan. Dalam Theory of
Comfort oleh Katharine Kolcaba's, dia menghabiskan banyak waktu untuk memeriksa
hubungan dan hasil pasien dalam kaitannya dengan kenyamanan.
2. Analisis konsep (Kolcaba & Kolcaba, 1991) terdapat tiga tipe comfort, yaitu relief
(kelegaan), ease (ketentraman) dan transendence yang dihubungkan dengan empat
konteks kenyamanan berdasarkan asuhan yang diberikan berasal dari literatur
keperawatan (Kolcaba, 2003) yaitu, yang diberi nama fisik (physical), psikospiritual
(psychospiritual), sosial (sociocultural) dan lingkungan (environmental).
3. Teori kenyamanan Kolcaba juga dengan mudah dapat digeneralisasi pada berbagai
setting yang meliputi, riset, praktik dan pendidikan. Selain itu, karena berbagai setting
yang beragam teori ini pun dapat diberikan pada individual, keluarga hingga
komunitas. Satu-satunya hal yang mempengaruhi outcome dari penerapan teori ini
adalah proses pemberian asuhan keperawatan terkait teori kenyamanan kepada pasien,
yang sangat mungkin dipengaruhi juga oleh intervening factors yang sudah dijelaskan
pada bagian sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Alligood, M. R. (2014). Nursing theoriests and their works. (Edisi 8). St. Louis: Mosby
Elsevier, Inc.
Peterson, S.J., & Bredow, T.S.(2013). Middle-range theories : Application to nursing
research. Philadelphia : Wolters Kluwer Health.
Kolcaba, K.(2003). Comfort theory and practice: A vision for holistic health care and
Research. New York : Springer Publishing Company, Inc.
Kolcaba, K. (2001). Evolution of the mid range theory of comfort for outcomes research.
Nursing Outlook, 49(2), 86-92.
Kolcaba, K., & Fox, C. (1999). The effects of guided imagery on comfort of women with
early stage breast cancer undergoing radiation therapy. Oncology Nursing Forum,
26(1), 67-72.
Kolcaba, K. Y. (1997). Comfort care: a framework for hospice nursing. American Journal of
Hospice & Palliative Care, 14(6), 271-276.
Kolcaba, K. Y., & Fisher, E. M. (1996). A holistic perspective on comfort care as an advance
directive. Critical Care Nursing Quarterly, 18(4), 66-76.
Kolcaba, K. Y. (1994). A theory of holistic comfort for nursing. Journal of Advanced Nursing,
19(6), 1178-1184.
Kolcaba, K. Y., & Kolcaba, R. J. (1991). An analysis of the concept of comfort. Journal of
Advanced Nursing, 16(11), 1301-1310.

Anda mungkin juga menyukai