Anda di halaman 1dari 2

(LPL).

Hipertrigliseridemia dengan asam amino tersebut menyebabkan individual tersebut sering memiliki
hiperkilomikronemia akan terjadi pada apo (a) bersaing dengan plasminogen rasio apo B/apo A-I yang tinggi yang
seseorang yang tidak memiliki Apo C- sehingga kerja plasminogen sebagai merupakan indikator kuat risiko
II. Sedangkan, Apo C-III berperan faktor fibrinolisis terganggu, akibatnya kardiovaskular.1,7 Volume 8/QI/2012 Contributes for healthier life
sebagai penghambat LPL. Apo C-III apo (a) bersifat antiplasmin atau Alasan utama mengapa rasio apo
menghambat lipolisis lipoprotein kaya protrombosis. Di sisi lain, tingginya Lp B/apo A-I dapat memprediksi
TG dan menghalangi pembersihan (a) juga bersifat proaterogenik karena terjadinya aterosklerosis ialah karena
mereka dari sirkulasi. Keberadaan apo struktur partikel LDL-nya. Kenaikan rasio apo B/apo A-I mencerminkan
C-III yang tinggi dalam darah berkaitan kadar Lp (a) berkorelasi tinggi dengan dan mengintegrasikan keseimbangan
dengan meningkatnya risiko terjadinya proses penebalan dinding kolesterol antara semua partikel
aterosklerosis dan PKV. Kadar apo C- arteri, dan kadar Lp (a) dan apo (a)
III yang tinggi juga ditemukan pada yang tinggi dalam darah telah
lipoprotein berpotensi aterogenik (apo
B) yang dibandingkan dengan semua L I P I D U P D A T E
pasien penderita hipertrigliseridemia diusulkan menjadi salah satu faktor partikel berpotensi antiaterogenik (apo
yang merupakan kelainan khas risiko terjadinya proses aterosklerosis. A-I ) lebih baik daripada satu fraksi
sindroma metabolik. Apo C-IV masih Pada pasien dengan kadar Lp (a) lipid tunggal atau bahkan rasio K- EDITORIAL
belum terlalu jelas diketahui fungsinya, tinggi yang tinggi, menyebabkan risiko LDL/K-HDL. Hal tersebut juga dapat batas 128 mg/dL, dimana kadar
Mana yang lebih baik sebagai faktor apo B, pemantauan pengobatan dengan
apo C-IV berada di dalam lipoprotein PKV meningkat nyata.4 mempermudah penafsiran hasil bagi kolesterol LDL tinggi (166 mg/dL)
risiko kardiovaskular, apolipoprotein statin, perhitungan biaya, maka
yang kaya akan TG, seperti kilomikon pasien dan dokter sehingga dapat dengan kadar apo B >128 mg/dL dianjurkan untuk menggunakan kadar
dan VLDL, dan namun juga berada di atau kolesterol lipoprotein? mempunyai risiko 2 kali lebih tinggi
Rasio apo B/apo A sebagai mengekspresikan nilai yang mewakili kolesterol LDL dengan kolesterol non-
dalam partikel HDL.4 prediktor Penyakit Jantung Koroner kedua spektrum lipoprotein yang Berdasarkan banyak penelitian dibandingkan dengan kadar kolesterol HDL (= kolesterol total - kolesterol HDL)
dikenal “jahat” dan “baik'' tersebut. epidemiologis dan klinis maka LDL yang sama tetapi disertai dengan yang pemeriksaannya sudah rutin dan
Apolipoprotein E (apo E) Pengukuran apo B/apo A-I kadar apo B <128 mg/dL. Apo B pada mereka dengan risiko tinggi
Rasio tersebut dapat memberikan dislipidemia/dislipoproteinemia telah
sekarang telah dianjurkan menjadi mewakili semua lipoprotein yang pemeriksaan kadar apo B dan apo A1
Apo E, yang disintesis di hati, gambaran mudah namun juga akurat diakui sebagai salah satu faktor risiko
parameter risiko penyakit jantung aterogenik kecuali HDL. Dianjurkan (apolipoprotein dalam HDL) dengan
merupakan bagian struktur dari bagi pasien yang mungkin kurang utama penyakit kardiovaskular (PKV).
koroner standar internasional yang Low density lipoprotein (LDL) telah untuk menggunakan pemeriksaan kadar rasio apo B/apo A1 sebagai parameter
kilomikron, VLDL, dan IDL (Gambar 2.). mengerti proses aterosklerosis dalam
ditetapkan oleh World Health dikenal sebagai lipoprotein apo B bersama dengan kadar kolesterol tambahan untuk memahami dengan
Peranannya amat penting dalam tubuh.1
Organization-International Federation aterogenik/"jahat" dan high density LDL.2 lebih baik kelainan lipoprotein dan
memasukkan remnant lipoprotein dari
of Clinical Chemistry (WHO-IFCC). lipoprotein (HDL) telah dikenal sebagai Kadar kolesterol non-HDL yang penatalaksanaan pasien dengan lebih
plasma melalui interaksi dengan
Apo B dan apo A-I juga dapat diukur Kesimpulan lipoprotein protektif/"baik". Dari kedua menggambarkan kolesterol LDL, berhasil guna. Terdapat pergeseran
reseptor di hati. Terdapat peningkatan
secara langsung (direct), tidak lipoprotein tersebut maka dalam praktek kolesterol VLDL dan juga lipoprotein parameter dari lipid (kolesterol total dan
bukti bahwa apo E melindungi pembuluh Apolipoprotein, terutama apo B, apo
membutuhkan sampel darah puasa, rutin komponen lipid kolesterolnya yang (a), dianggap lebih luas mewakili trigliserida), ke komponen lipid dari
darah dari proses aterosklerosis melalui A-I, dan rasio apo B/apo A-I, adalah lipoprotein (kolesterol LDL, kolesterol
juga dapat dilakukan pada alat kimia diukur sehingga kita kenal kolesterol lipoprotein aterogenik daripada
berbagai mekanisme.4 penanda risiko PKV yang lebih baik HDL dan kolesterol non-HDL) lalu ke
otomatis. Selain itu, NCEP ATP III LDL dan kolesterol HDL sebagai kolesterol LDL saja. Beberapa penelitian
Terdapat isoform apo E-II, apo E-III, juga telah menjadikan apo B atau apo daripada K-LDL. Pandangan ini menunjukkan bahwa kadar kolesterol komponen apolipoprotein (apo B dan
didasarkan pada sejumlah besar kolesterol "jahat" dan kolesterol "baik".
dan apo E-IV. Yang terbanyak dan A-I sebagai target terapi. Walaupun Banyak pedoman penilaian risiko dan non-HDL berkorelasi baik dengan kadar apo A1). Diharapkan pedoman yang
dianggap yang normal adalah apo E- informasi data penelitian yang hampir apo B daripada dengan kadar kolesterol akan diterbitkan dapat menegaskan dan
apo A-I telah menunjukkan diri sebagai sasaran pengobatan, diantaranya yang
III. Isoform apo E-II, yang menyebabkan semuanya mendukung apolipoprotein LDL. Meskipun ada juga hasil penelitian memasukkan parameter baru tersebut
prediktor yang lebih baik daripada K- banyak diikuti adalah The National
ambilan LDL lebih sedikit dibandingkan sebagai prediktor risiko PKV yang lebih dimana kolesterol non-HDL berbeda di atas.6-8
HDL pada PJK, namun NCEP ATP III kuat dan lebih baik daripada lipid Cholesterol Education Program - Adult
dengan apo E-III, menyebabkan mengindikasikan jika kelebihan apo Treatment Panel III (NCEP-ATP III) yang sampai Odd's ratio 14% dengan apo B, Daftar pustaka:
terjadinya hiperlipoproteinemia primer konvensional dan lipoprotein. Jadi, namun setelah diperiksa dengan
A-I sebagai prediktor yang independen bukan saja baik untuk mengukur kadar menjadikan kadar kolesterol LDL 1. Third Report of the NCEP Expert Panel, NIH Publication No
01-6370, 2001; Expert Panel on Detection, Evaluation, and
tipe III (dysbetalipoproteinemia familial).3 terhadap PJK masih belum jelas. sebagai sasaran primer pengobatan receiver operating characteristic (ROC) Treatment of High Blood Cholesterol in Adults. JAMA 2001;
kolesterol total, K-LDL, sdLDL, K-HDL, perbedaannya hanya 1%. Oleh karena 285:2486-97
Menurut Walldius et al., kenaikan dan TG, tetapi akan lebih akurat jika dislipidemia. Namun sebagai sasaran 2. O'Riordan M. ApoB, but not LDL particle size, provides predictive
Apolipoprotein (a) [apo (a)] kadar apo B dan penurunan kadar apo sekunder, diajukan kolesterol non-HDL, itu dianjurkan untuk lebih menggunakan value in assessment of risk. HeartWire News; 2006, March 30.
melakukan pengukuran apo B, apo A- ROC daripada indeks.3 3. Levinson SS. Comparison of Apolipoprotein B and Non-High-
Apo (a) berikatan dengan partikel A-I sangat berkontribusi dengan rasio I, dan rasio apo B/apo A-I. Rasio ini khususnya dalam hal terdapat Density Lipoprotein Cholesterol for Identifying Coronary Artery
LDL untuk membentuk lipoprotein (a) kenaikan risiko PJK, terlepas dari mengintegrasikan risiko yang terkait peningkatan kadar trigliserida. Juga Telah diajukan juga pemeriksaan Disease Risk Based on Receiver Operating Curve Analysis.
Am J Clin Pathol 2007;127:449-55.
[Lp (a)]. Apo (a) mempunyai kesamaan kadar total kolesterol dan trigliserida. dengan ketidakseimbangan antara dipakai rasio kadar kolesterol jumlah dan ukuran partikel LDL namun 4. Benn M, Nordestgaard BG, Jensen GB, Tybjærg-Hansen A.
Improving prediction of ischemic cardiovascular disease in the
80% rangkaian asam aminonya dengan Pasien dengan diabetes atau sindrom total/kolesterol HDL.1 teknik pemeriksaannya memerlukan alat
lipoprotein aterogenik dan antiaterogenik general population using apolipoprotein B: The Copenhagen
plasminogen dan oleh karena itu dapat metabolik dapat memiliki kadar K-LDL menjadi satu nilai rasio yang Namun data menunjukkan bahwa khusus. Banyak penelitian mendapatkan City Heart Study. Arterioscler Thromb Vasc Biol 2007;27; 661-
70.
menghambat sisi pengikatan dan yang normal, namun tetap memiliki memudahkan penafsiran (interpretasi). tidak semua penderita PKV mempunyai bahwa kadar apo B, yang mewakili apo 5. Mudd JO, Borlaug BA, Johnston PV, et al. Beyond Low-Density

aktivasi dari plasminogen. Kesamaan aspek dari lipid aterogenik, dan kadar kolesterol LDL tinggi dan tidak B-containing lipoproteins yang Lipoprotein Cholesterol: Defining the Role of Low-Density
Lipoprotein Heterogeneity in Coronary Artery Disease. J Am
semua penderita dengan kolesterol LDL aterogenik lebih baik daripada partikel Coll Cardiol 2007;50:1735-41.
6. Contois JH, McConnell J, Sethi AA, et al. Apolipoprotein B and
tinggi menderita PKV. Lamarche et al. LDL.4,5 Cardiovascular Disease Risk: Position Statement from the
Daftar Pustaka AACC Lipoproteins and Vascular Diseases Division Working
sebagaimana dikutip oleh O'Riordan M Oleh karena beberapa alasan, Group on Best Practices. Clin Chem 2009;55(3): 407-19.
1. Walldius, D. & Jungner I. Is there a better marker of cardiovascular risk than LDL mendapatkan bahwa selain kolesterol seperti antara lain bahwa tidak mudah 7. Robinson JG. Are You Targeting Non_High-Density Lipoprotein
cholesterol? Apolipoprotein B and A-I - new risk factors and targets for therapy. Nutrition, Cholesterol? J Am Coll Cardiol 2010;55:42-4.
Metabolism & Cardiovascular Disease 2007;17: 565-71. LDL maka pemeriksaan kadar apo B bagi dokter maupun pasien untuk 8. Brown WV, Myers GL, Sniderman AD, and Stein E. Should we
2. John J.P., Kastelein W.A., van der Steeg, Lipids, Apolipoproteins, and their ratios in menambah daya pembeda dengan nilai segera beralih dari kolesterol LDL ke use apoB for risk assessment and as a target for treatment?
J Clin Lipidol 2010;4:144-51.
relation to cardiovascular events with statin treatment. Circulation 2008;117: 3002-9.
3. Rifai N., Warnick G.R. & Dominizcak M.H. Handbook of Lipoprotein 2nd edition. AACC
Press, Washington: xxiv +819 hlm, 2000.
4. Walldius, D. & Jungner I. Apolipoprotein B and Apolipoprotein A-I: risk indicators of Apolipoprotein sebagai parameter risiko aterosklerosis
coronary heart disease and targets for lipid-modiflying therapy. J Intern Med 2004;255:
188-205.
Pendahuluan
5. Francis M.C, Frohlich J.J. Coronary artery disease in patients at low risk - apolipoprotein
A-I as an independent risk factor. Atherosclerosis 2001; 155: 165-70.
6. Sharp D.S., Burchfiel C.M., Rodriguez B.L., Sharrett A.R., Sorlie P.D. & Marcovina S.M.
Selama ini, Low Density Lipoprotein- komponen partikel protein yang lipoprotein. Apolipoprotein memiliki
Apolipoprotein A-I predicts coronary heart disease only at low concentrations of high- Cholesterol (K-LDL) dan High Density menyusun partikel lipoprotein, empat fungsi biologis penting, antara
density lipoprotein cholesterol: an epidemiological study of Japanese-Americans. Int J Lipoprotein-Cholesterol (K-HDL) telah peranannya ternyata sangat penting lain: 1) Sebagai kerangka komponen
Clin Res 2000;30: 39-48. diterima sebagai parameter yang akurat dan sangat mempengaruhi terjadinya untuk perakitan lipoprotein; 2) Untuk
7. Walldius, D., Jungner I., Holme I., Aastveit A.H., Kolar W. & Steiner E. High apolipoprotein
B, low apolipoprotein A-1 and improvement in the prediction of fatal myocardial infarction untuk memprediksi risiko terjadinya PKV, proses aterosklerosis. meningkatkan integritas struktural
(AMORIS study): a prospective study. The Lancet 2001;358: 2026-33. dimana K-LDL sebagai faktor risiko dan Apolipoprotein, yang juga sering komponen lipoprotein; 3) Sebagai ligand
8. Sierra-Johnson J., Romero-Corral A. & Somers V. K. The apolipoprotein B /apolipoprotein K-HDL sebagai faktor protektif. Namun disebut sebagai apoprotein atau apo, untuk reseptor molekul; 4) Sebagai
A-I ratio in the metabolic syndrome-should we start using it?. JCMS 2008; 53-4.
penelitian akhir-akhir ini menunjukkan merupakan protein yang berikatan aktivator atau inhibitor reaksi enzimatik
bahwa apolipoprotein, yang merupakan dengan lipid dan menyusun partikel pada metabolisme lipoprotein.

4 Volume 8/QI/2012
lipid update lipid update Volume 8/QI/2012
1
Apolipoprotein juga bertanggung jawab Apolipoprotein Fungsi Utama Hubungan dengan PJK
untuk membantu lipoprotein dalam Menerima kolesterol. Struktur
Ya
dari HDL. Ligand dari
pengangkutan kolesterol dan trigliserida apo A-I
pengikatan HDL.
(TG) dalam darah, serta bertanggung Partikel Aterogenik Struktur dari HDL. Ligand dari
apo A-II Tidak
jawab untuk mengarahkan lipoprotein pengikatan HDL.
ke tujuan yang benar dalam tubuh Apolipoprotein B apo A-IV Ligand dari pengikatan HDL. Tidak
(Gambar 1.).1
Pengukuran: apo (a) Struktur dari Lp (a). Ya
Non-HDL-C NCEP-ATP III
apo B-48 Struktur dari kilomikron. Tidak
Transpor lemak di dalam tubuh kita apo B-100
Struktur dari VLDL, IDL, dan
LDL. Ya
akan berlangsung dalam bentuk partikel
apo C-I Aktivator LCAT dan LPL. Tidak
lipoprotein. Partikel lipoprotein ini apo C-II Aktivator LCAT dan LPL. Tidak
dibentuk agar lemak yang bersifat apo C-III Inhibitor LPL dan HTGL. Tidak
hidrofobik, dapat larut dalam darah apo D Tidak diketahui Tidak
(hidrofilik). Dalam tubuh terdapat Ligand untuk reseptor B/E,
berbagai jenis lipoprotein, selain yang VLDL VLDLR IDL LDL small dense apo E
LRP, dan apo E-II.
Ya
LDL apo F
telah disebutkan diatas yaitu LDL dan Tidak diketahui Tidak
apo G Tidak diketahui Tidak
HDL, ada juga yang berbentuk
Lipoprotein kaya Tg Mempengaruhi fungsi
Chylomicron (Kilomikron), Very Low apo H trombosit (?) Tidak
Density Lipoprotein (VLDL), Intermediate apo J Proteksi membran (?) Tidak
Density Lipoprotein (IDL) dan
Lipoprotein (a). Molekul lipoprotein Gambar 3. Apo B menggambarkan kadar dari non-HDL Kolesterol. Tabel 1. Jenis dan peran dari apolipoprotein.2
tersusun oleh lemak yang berupa ester
kolesterol dan trigliserida, dan protein 1. Metode untuk apo B dan apo A-I telah terstandar secara 8
yang berupa apolipoprotein. Perbedaan Gambar 1. Struktur apolipoprotein pada lipoprotein.
internasional pada tahun 1993/1994 oleh WHO-IFCC.
fungsi dari kelas lipoprotein berbagai 2. CV dari apo B dan apo A-I <5%.
partikel tergantung pada komponen 3. Puasa tidak diperlukan. High risk
apolipoprotein yang berbeda. Terdapat

Odds ratio (99 % confidence interval)


Exogenous pathway Endogenous pathway 4. Trigliserida tinggi tidak mengganggu.
banyak apolipoprotein diantaranya apo
5. Sampel beku (< -20˚ C) dapat dianalisis. 4 Medium risk
A-I, apo B, apo C-II, apo C-III dan apo
6. Rasio apo B/apo A-I, tidak menggunakan satuan seperti mmol/L

Myicardial Infarction
E yang semuanya mempunyai peranan Bile acids
+ atau mg/dL, cukup dengan nilai “keseimbangan kolesterol'' sehingga
masing-masing dalam setiap partikel Dietary cholesterol cholesterol LDL mudah diingat. Low risk
lipoprotein (Gambar 2.).1,2 Apo B-100 7. Mengidentifikasi nomor partikel sdLDL (small dense LDL).
LDL receptors
Liver 8. Rasio apo B/apo A-I merangkum risiko yang terkait dengan
Apolipoprotein A (apo A) Intestines HL ketidakseimbangan antara lipoprotein aterogenik dan 2
Apolipoprotein A memiliki dua bentuk Remnant LDL receptor Extrahepatic antiaterogenik.
tissues
utama, yaitu apo A-I dan apo A-II. Excess tissue 9. Prediktor yang kuat untuk infark miokard (penyakit jantung), stroke,
Plasma
Apolipoprotein A-I (apo A-I) merupakan IDL cholesterol
LCAT
gagal jantung, dan juga terkait dengan risiko kegagalan ginjal dan
aneurisma aorta.
komponen protein utama dari HDL, 70% Apo B-48 VLDL
Apo E
CETP
APO-AI
Chylomicrons Apo E Apo B-100 10. Memiliki hubungan yang kuat dengan obesitas perut, sindrom
protein pada HDL merupakan apo A-I, Apo C
Apo E Apo C HDL metabolik dan diabetes baik tipe 1 dan tipe 2.
1
dan 35% massa dari HDL merupakan Apo E
Apo B-48
Apo B-100
CETP
11. Memiliki hubungan yang kuat dengan aterosklerosis pada arteri
massa dari apo A-I. Oleh karena itu, LL karotid (IMT), aterosklerosis koroner (angiografi dan IVUS), plak
kadar dari apo A-I berkorelasi kuat Chylomicron
LL
femoral dan gangguan fungsi endotel. apoB/apoA-I
dengan K-HDL, dan apo A-I mungkin Capillaries
remnants
12. Memprediksi proses IMT karotid. Men
sebagian besar bertanggung jawab Capillaries 0.4 0.7 0.9 1.1
13. Memprediksi hasil terapi statin lebih baik dibandingkan dengan Women
0.3 0.6 0.8 1.0
untuk menentukan kadar HDL plasma. lipid dan lipoprotein konvensional lainnya.
Apo A-I juga berperan sebagai kofaktor Gambar 2. Gambaran fungsional dari apolipoprotein.3
dari lecithin cholesterol acyl transferase Tabel 2. Beberapa kelebihan penggunaan parameter-parameter apo B, Gambar 4. Korelasi antara rasio apo B/apo A-I
apo A-I, dan rasio apo B/apo A-I sebagai faktor risiko kuat dengan terjadinya penyakit jantung koroner.1
(LCAT), enzim yang berperan penting menjelaskan adanya hubungan antara mengubah kemampuan HDL dalam untuk penyakit jantung dan manifestasinya.1
dalam membersihkan kolesterol dari kejadian PKV dengan beberapa membuang kelebihan kolesterol pada
jaringan dan memasukkannya ke parameter yang berhubungan dengan sel. Dengan demikian, kadar apo A-I kilomikron. Apo B-100 disintesis di dalam bersifat proteksi dari risiko aterosklerosis lebih akurat dibandingkan
partikel HDL untuk ditransfer kembali HDL, termasuk K-HDL, apo A-I, HDL dalam komposisinya di partikel HDL hati dan berada dalam partikel VLDL, kardiovaskular. Kolesterol non-HDL dengan K-LDL. Studi Apolipoprotein-
ke dalam hati (Gambar 2.). Lebih lagi, apo A-I dan HDL A-I:A-II. Semua parameter mungkin memiliki korelasi kuat terhadap IDL dan LDL. Hanya satu molekul apo menggambarkan fraksi dari kolesterol related Mortality Risk Study (AMORIS)
A-I berperan sebagai ligand dari ATP- berhubungan dengan risiko PKV, namun proses aterosklerosis. Peranan apo A- B yang berada pada setiap partikel darah yang tidak terkandung pada mengemukakan bahwa kadar apo B
binding cassette (ABC) protein, ABCA- apo A-I merupakan prediktor yang paling I yang dapat mengarahkan partikel HDL lipoprotein tersebut, sehingga lipoprotein yang bersifat ateroprotektif. yang meningkat merupakan prediktor
I, dan berperan dalam prosedur kuat.4 dapat menjelaskan apo A-I sebagai pengukuran apo B menggambarkan Oleh karena itu, pedoman National yang baik, demikian pula bila
penarikan kolesterol berlebih dalam sel Menurut Francis dan Frohlich, kadar faktor penentu peran HDL dan semua partikel yang bersifat aterogenik Cholesterol Education Program Adult dibandingkan dengan kadar apo A (rasio
menuju partikel HDL yang selanjutnya apo A-I dalam darah dapat menjadi pelindung terhadap risiko PKV. Apo A- tersebut. Apo B berperan penting dalam Treatment Panel III (NCEP ATP III) apo B/apo A).1,8
akan ditransfer secara langsung atau suatu parameter tersendiri dari risiko I digambarkan sebagai pengemudi pengikatan partikel LDL pada reseptor memasukkan K-non-HDL sebagai target
tidak langsung (melalui VLDL dan LDL) PKV, bahkan apo A-I dapat menjadi kendaraan yang mengangkut muatan LDL, sehingga memungkinkan sel untuk terapi penurunan kadar lipid. K-non- Apolipoprotein C (apo C)
kembali ke hati.1,3 suatu parameter yang lebih akurat (HDL), sehingga dapat mengarahkan menginternalisasi LDL dan dengan HDL diketahui dapat memprediksi infark
kemana tujuan muatan (HDL) tersebut.4,6 Apo C terdiri dari apo C-I, apo C-II,
Komposisi dari apolipoprotein dapat terhadap PKV dibandingkan dengan K- demikian dapat menyerap kolesterol miokard (MI) dan angina pectoris. apo C-III dan apo C-IV, sintesis
membedakan partikel HDL ke sub- HDL. Masih menjadi topik perdebatan (Gambar 2.). Kelebihan partikel lipoprotein Namun, berdasarkan studi-studi keempatnya dilakukan di dalam hati.
populasi HDL, misalnya: HDL yang bagaimana apo A-I memiliki peranan Apolipoprotein B (apo B) yang mengandung apo B adalah pemicu epidemiologis yang ada, apo B diketahui Apo C-I merupakan komponen kecil dari
mengandung apo A-I dan apo A-II (HDL dalam proses aterosklerosis, namun Apolipoprotein B memiliki dua bentuk utama terjadinya proses aterosklerosis.4 sebagai prediktor yang lebih baik kilomikron, VLDL, LDL, juga reseptor
A-I:A-II), dan HDL mengandung apo A- dari penelitian Francis & Frohlich, utama, yaitu apo B-48 dan apo B-100. Kadar partikel lipoprotein apo B daripada K-non-HDL.1,7 LDL. Apo C-I berperan di dalam
I tanpa apo A-II (HDL A-I). HDL A-I lebih didapatkan peningkatan risiko PKV pada Apo B-48 disintesis di dalam usus, dan sangat berhubungan erat dengan kadar Karena apo B terdapat di semua pengikatan remnant kilomikron dan
efektif dalam membersihkan kolesterol. pasien dengan kadar K-HDL normal bergabung dengan trigliserida dan kolesterol non-HDL (K-non-HDL), yang lipoprotein yang bersifat aterogenik, remnant VLDL ke reseptor LDL. Apo
The Prospective Epidemiological Study dan kadar apo A-I rendah.5 kolesterol bebas yang diserap dari didefinisikan sebagai kolesterol total - maka kadar apo B dapat C-II berperan penting dalam
of Myocardial Infarction (PRIME) Kadar apo A-I memperlihatkan dapat lumen usus untuk membentuk partikel kolesterol HDL. Partikel HDL diketahui menggambarkan prediksi terjadinya mengaktifkan enzim lipoprotein lipase

2 Volume 8/QI/2012
lipid update lipid update Volume 8/QI/2012
3