Anda di halaman 1dari 3

ASUHAN KEPERAWATAN KKP (KEKURANGAN KALORI PROTEIN)

A. PENGKAJIAN
1. Biodata
Sering Menyerang anak usia 1-3 tahun, bisa laki / perempuan, yang kebanyakan tinggal di
daerah angka ekonominya sangat rendah
2. Keluhan Utama
Biasaya Anak rewel, cengeng, anorexia, anak kurus tinggal tulang, suhu badan dibawah
normal, disertai diare kronik
3. Riwayat Penyakit sekarang
Biasanya klien merasa lesu, pandangan mata sayu, tidak bersemangat, tidak mau makan
4. Riwayat Penykit Dahulu
Biasanya pada pasien marasmus dan kwashiorkor memiliki riwayat premature, diit tidak baik
dan sering sakit-sakitan karena terjadi penurunan ketahanan tubuh
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Apakah ada anggota keluarga lain yang menderita penyakit yang sama dengan pasien, atau
menderita penyakit seperti asma, TBC, dan DM
6. Pola Fungsi Kesehatan
 Status nutrisi : Pada penderita marasmus dan kwashiorkor biasanya pasien akan mengalami
BB menuru, badan tampak kurus atau odem, dan sulit makan
 Kebutuhan tidur dan istirahat : Anak terganggu, cengeng, rewel
 Pola Eleminasi BAK : Volume urine menurun
 Pola Eleminasi BAB : Sering konstipas, dan diare
 Koping keluarga rendah

B. PEMERIKSAAN FISIK
TTV :
 Suhu : Di bawah normal
 Nadi : Bradikardi
 RR : Berkurang
 KU : Kesadaran Composmentis, lemah, rewel, kebersihan kurang, berat badan, tinggi badan,
nadi, suhu, dan pernafasan
 Kepala : Lingkar kepala biasaya lebih kecil dari ukuran normal, warna rambut kusam
 Muka : Tampak seperti orang tua, membulat dan sembab,pipi dan dagu menonjol
 Hidung : Biasanya pada pasien marasmus dan kwashiorkor biasanya terpasang sonde untuk
memenuhi intake nutrisi
 Mulut : Biasanya terdapat lesi dan mukosa bibir kering
 Leher : Biasanya leher mengalami kaku kuduk
 Thorax : Ada tarika dada, wheezing, ronchi.
 Abdomen : Ada acites, bising usus meningkat, suara hipertympani
 Ekstermitas : Ujung kaki dan tangan terasa dingin, edema tungkai bawah, jaringan subkutis
tipis dan lembut
 Kulit : Keadaan turgor kulit menurun, kapilary refill lebih dari 3 detik, kulit keriput

C. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pada pemeriksaan laboratorium, anemia selalu ditemukan terutama jenis normostik normokrom
karena adanya gangguan sistem eritropoesis akibat hipoplasi kronis sum-sum tulang disamping
karena asupan zat besi yang kurang dari makanan, kerusakan hati dan gangguan absorbsi.

D. INTERVENSI
Dx 1. Kekurangan volume cairan b.d output berlebihan.
Dx 2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh badan anoreksia.

NO Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hail Intervensi Rasional


Keperawatan
1. Kekurangan volume Tujuan: setelah a. Observasi a. Upaya hidrasi
ciran b.d output dilakukan tindakan pemberian cairan perlu dilakukan
berlebihan keperawatan 3x24 jam perinfus/ sonde/ untuk mengatasi
di harapkan anak oral sesuai masalah defisit
menunjukkan keadaan program. volume cairan.
hidrasi yang adekuat. b. Monitor TTV dan b. Mengetahui
Kriteria Hasil: tanda-tanda tingkat defisit
-asupan cairan adekuat dehidrasi. cairan dalam
-mukosa bibir lembab c. Hitung balance tubuh.
-turgor kulit baik cairan. c. Mengetahu
-suhu tubuh normal d. Anjurkan kepda keseimbangan
-frekuensi defekasi ≤ keluarga untuk cairan tubuh.
1x /24 jam dengan memberikan/ d. Bubur tempe
konsistensi lembek. memasukkan diit dapat
bubur tempe menghentikan
sesuai program. diare sehingga
e. Berikan obat mengatasi
untuk mengganti deficit volume
cairan tubuh. cairan.
e. Mencukupi
kebutuhan
cairan tubuh
yang telah
hilang.
2. Perubahan nutrisi Tujuan: setelah a. Dapatkan riwayat a. Mengetahui
kurang dari dilaukan tindakan diit anak. pola makan anak
kebutuhan badan keperawatan selama b. Berikan diit sebelum sakit.
anoreksia 3x24 jam diharapkan sesuai program b. Meningkatkan
kebutuhan nutrisi c. Timbang BB masukan nutrisi
menjadi adekuat. setiap hari c. Mengetahui
Kriterian Hasil : status nutrisi/
-peningkatan BB d. Berikan tingkat
-nafsu makan penambah nafsu keberhasilan
meningkat makan sesuai perbaikan nutrisi
advis dokter anak.
d. Meningkatkan
nafsu makan.

Sumber Doenges,1999