Anda di halaman 1dari 146

RENCANA STRATEGIS

DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA


TENGAH
TAHUN 2013 – 2018

DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH


Jl. Piere Tendean No. 24 Semarang Telp. 024 3511351 (Hunting) – 3581965
Fax. 024 3517463 Kode Pos 50131 Kotak Pos :
026
Website : dinkesjatengprov.go.id Email : mi_jateng@yahoo.co.id

i
KATA PENGANTAR

Pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan tujuan untuk


meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, pembangunan
kesehatan dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan.

Dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Provinsi Jawa


Tengah nomor 5 tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2013 – 2018, dokumen tersebut
sebagai acuan seluruh Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam
menyusun Rencana Strategis (Renstra).

Pasal 25 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8


Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, menyebutkan
bahwa setiap SKPD wajib menyusun Rencana Strategis yang memuat Visi,
Misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan
sesuai dengan tugas dan fungsinya dan ditetapkan oleh Kepala SKPD yang
sesuai motto Gubernur Jawa Tengah “Mboten Korupsi, Mboten
Ngapusi” yang kemudian diejawantahkan dalam Visi Provinsi Jawa Tengah
yaitu “Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari”

Tantangan pembangunan kesehatan dan permasalahan


pembangunan kesehatan makin bertambah berat dan kompleks serta
terkadang tidak terduga. Untuk itu peran aktif masyarakat dalam
pembangunan kesehatan manjadi sangat penting dalam mengantisipasi
segala kemungkinan yang akan terjadi di Jawa Tengah.

Pentingnya peran aktif masyarakat dalam pembangunan kesehatan


tercermin dalam strategi dan sasaran utama Rencana Strategis Dinas

ii
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 – 2018. Program-program
pembangunan kesehatan yang akan diselenggarakan oleh Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, diarahkan untuk pengembangan
pemberdayaan masyarakat di desa. Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat
(UKBM) diharapkan mampu menanggulangi faktor risiko masalah-masalah
kesehatan yang terjadi di masyarakat, sehingga diharapkan seluruh
jajaran kesehatan untuk saling bahu membahu dalam menyelenggarakan
pembangunan kesehatan guna mewujudkan Visi Dinas Kesehatan yaitu :
“Institusi yang Profesional dalam mewujudkan Kesehatan
Paripuna di Jawa Tengah”.

Kami senantiasa mengharap saran dan masukan guna perbaikan


Renstra ini, sehingga bermanfaat tidak saja bagi Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) tetapi juga bagi Dinas
Kesehatan Kabupaten/ Kota dan Rumah Sakit Umum Daerah serta
pemerhati kesehatan.

Pada kesempatan ini, kami menyampaikan penghargaan yang


setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah
berkontribusi dalam penyusunan Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah tahun 2013 – 2018. Akhirnya hanya kepada Allah SWT sajalah
kita berlindung danberserah diri. Semoga upaya kita bersama dalam
mewujudkan kesehatan paripurna di Jawa Tengah mendapatkan rahmat,
hidayah dan ridhoNya. Amien.
Semarang, 20 Februari 2014

3
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………. i


KATA PENGANTAR ………………………………………………………………….. ii
SK KEPALA DINAS TENTANG RENSTRA…………………………………….. iv
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….. ix
DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………………….. xi

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………. I-1


A. Latar Belakang……………………………………………………… I-1
B. Landasan Hukum………………………………………………….. I-2
C. Maksud dan Tujuan………………………………………………. I-4
D. Sistematika Penulisan……………………………………………. I-4

BAB II TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN PROVINSI


JAWA TENGAH………………………………………………………….. II-1
A. Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi………….. II-1
B. Struktur Organisasi……………………………………………….. II-11
C. Sumber Daya……………………………………………………….. II-13
D. Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan………………………… II-22
E. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan…. II-28

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN


FUNGSI……………………………………………………………………. III-1
A. Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas Pokok
Dan Fungsi………………………………………………………….. III-1
B. Telaah Visi, Misi dan Program Gubernur dan Wakil
Gubernur……………………………………………………………... III-3
C. Telaah Renstra Kementerian/ Lembaga dan Renstra.. III-5
D. Telaah Rencana tata Ruang Wilayah (RTRW) dan
Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)……………… III-6
E. Penentuan Isu-isu Strategis………………………………….. III-6

4
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN
KEBIJAKAN………………………………………………………………. IV-1
A. Visi dan Misi Dinas Kesehatan……………………………….. IV-1
B. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah………………….. IV-7
C. Strategi dan Kebijakan…………………………………………. IV-9

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA


KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF…….. V-1

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD MENGACU PADA TUJUAN DAN


SASARAN RPJMD………………………………………………………. VI-1

BAB VII PENUTUP…………………………………………………………………. VII-1

5
DAFTAR LAMPIRAN

1. Definisi Operasional Indikator


2. Daftar Singkatan
3. Kontributor

6
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kesehatan merupakan hak asasi manusia sebagaimana yang
tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28h dan Undang-Undang
nomor 26 tahun 2009 tentang Kesehatan. Hal ini menjadi unsur pokok

pembangunan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat.


Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari
pembangunan Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi -
tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya
seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun
pemerintah, yang dimotori dan dikoordinasikan oleh Pemerintah.
Pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang nomor 17 Tahun
2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
(RPJPN), yang menempatkan periode 2014 – 2019 sebagai tahapan ke
tiga untuk memantapkan pembangunan secara menyeluruh di
berbagai bidang. Hal ini dilakukan dengan menekankan
pencapaian daya saing kompetitif, perekonomian, berlandaskan
keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang
berkualitas serta kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
terus meningkat.
Pemerintah daerah, memegang peranan penting dalam
pembangunan di wilayahnya termasuk bidang kesehatan dengan
berbagai tantangan dan peluang yang ada. Untuk mensinergikan
pembangunan kesehatan di Jawa Tengah dengan pembangunan
kesehatan Nasional, maka perlu adanya penyelarasan. Oleh karena itu
penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Provinsi Jawa
Tengah
I -1
mengacu pada Sistem Kesehatan Nasional berdasarkan Peraturan
Presiden nomor 72 tahun 2012, Surat Keputusan Menteri Kesehatan
Nomor 021/Menkes/SK/I/2011 tentang Rencana Strategis Kementerian
kesehatan 2010 – 2014, Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Bidang Kesehatan (RPJPK) Tahun 2005 - 2025.
Dalam rangka penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) perlu mempedomani Permendagri 54/2010
tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2008
tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Peraturan Daerah
Provinsi Jawa Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi
Dan Tata Kerja Dinas Daerah dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa
Tengah nomor 5 tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah 2013 – 2018.
Penyusunan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah sebagai upaya dalam melaksanakan pokok – pokok pikiran visi
dan misi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Jawa Tengah,
terutama misi 6 yaitu meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk
memenuhi kebutuhan dasar melalui paket sehat. Implementasi
pelaksanaan upaya tersebut dilandasi dengan nilai keutamaan
“mboten korupsi, mboten ngapusi”.

B. Landasan Hukum
1. Landasan idiil yaitu Pancasila dan Landasan konstitusional
Undang–Undang Dasar 1945
2. Landasan Operasional yaitu :
a. Undang–Undang Nomor 10 Tahun 1950 tentang
Pembentukan Provinsi Jawa Tengah,

I -2
b. Undang–Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional
c. Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah.
d. Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah.
e. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)
f. Undang–Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
g. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang
Kewenangan Pemerintah dan Provinsi Sebagai Daerah
Otonom.
h. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten / Kota.
i. Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 72 tahun 2012
tentang Sistem Kesehatan Nasional
j. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah;
k. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
741/Menkes/Per/VII/2008 tentang Standard Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota;
l. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun
2008 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas
Daerah Provinsi Jawa Tengah

I -3
m. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun
2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah 2013 – 2018;
n. Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 63 Tahun 2008
tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi Dan Tata Kerja
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

C. Maksud dan Tujuan


Maksud penyusunan rencana strategis Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah tahun 2013 – 2018 untuk memberikan arah, pedoman
dan penjelasan program makro pembangunan kesehatan di Jawa
Tengah dalam rangka pencapaian Visi – Misi Pembangunan Jangka
Menengah Daerah Jawa Tengah Tahun 2013 – 2018.
Tujuan penyusunan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah tahun 2013 – 2018 adalah sebagai berikut :
1. Menjabarkan visi, misi dan program Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah ke dalam kegiatan untuk jangka waktu lima tahun.
2. Sebagai pedoman dalam menyusun rencana kerja tahunan yang
dituangkan dalam rencana kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah.
3. Sebagai pedoman dalam pelaksanaan, pengendalian, pengawasan
dan evaluasi pembangunan kesehatan.

D. Sistematika Penulisan.
BAB I PENDAHULUAN
Memuat secara ringkas tentang latar belakang,
landasan hukum, maksud dan tujuan penyusunan Renstra
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah serta Sistematika
Penulisan.

I -4
BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS KESEHATAN PROVINSI
JAWA TENGAH
Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum
pembentukan, struktur organisasi serta uraian tugas dan
fungsi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah; sumber daya
yang dimiliki; tingkat pencapaian kinerja; hasil analisis Kajian
Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai tantangan dan
peluang bagi pengembangan pelayanan kesehatan lima
tahun mendatang.
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN
FUNGSI
Memuat tentang identifikasi permasalahan tugas dan
fungsi pelayanan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah;
telaah visi, misi dan program Pembangunan Jangka
Menengah Daerah; telaah Renstra Kementerian/ Lembaga
dan Renstra Kabupaten/ Kota; telaah Rencana Tata Ruang
dan Wilayah (RTRW) dan KLHS serta penentuan isu-isu
strategis.
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN
KEBIJAKAN
Memuat rumusan Visi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah serta pernyataan misi dalam rangka mencapai visi
tersebut. Selanjutnya dikemukakan pula nilai-nilai yang
melandasi pernyataan misi dalam mencapai visi tersebut,
yang sekaligus sebagai pedoman moral dan etika bagi setiap
personil Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dalam
melaksanakan tugas pengabdiannya.

I -5
BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
Memuat tentang rencana program, kegiatan, indikator
kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif dari
prioritas program. Pendanaan bersumber dari Anggaran
Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi dan sumber
pendanaan lainnya yang sah dalam periode satu tahun dan
lima tahun. Indikator kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah yang merupakan refleksi capaian prioritas program
dan kegiatan yang telah direncanakan dan terukur.
BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD MENGACU PADA TUJUAN DAN
SASARAN RPJMD
Memuat tentang indikator kinerja Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Tengah yang merupakan bagian dari indikator
RPJMD. Indikator ini bukan hanya menjadi tanggungjawab
sektor kesehatan saja namun memerlukan dukungan sektor
lain terkait. Indikator kinerja berupa angka, persentase (%)
dan penjelasan naratif.
BAB VII PENUTUP
Memuat kaidah pelaksanaan yang antara lain meliputi
penjelasan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah merupakan pedoman dalam penyusunan rencana
kerja Dinas Kesehatan, penguatan peran para stakeholders
dalam pelaksanaan rencana kerja Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD), dasar evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
atas kinerja tahunan dan lima tahunan serta catatan dan
harapan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

LAMPIRAN – LAMPIRAN

I -6
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN DINAS KSEHATAN
PROVINSI JAWA TENGAH

A. Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi

1. Tugas dan Fungsi


Sebagaimana diatur dalam pasal 87 Peraturan Daerah
Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Tengah, kedudukan, tugas
pokok dan fungsi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah adalah
sebagai berikut:
a. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah merupakan unsur
pelaksana otonomi daerah di bidang kesehatan yang
berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada
Gubernur melalui Sekretaris Daerah.
b. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mempunyai tugas pokok
melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang kesehatan
berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan.
c. Dinas Kesehatan menyelenggarakan fungsi:
1) Perumusan kebijakan teknis bidang kesehatan;
2) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan
umum bidang kesehatan;
3) Pembinaan dan fasilitasi bidang kesehatan lingkup
Provinsi dan Kabupaten / Kota;
4) Pelaksanaan tugas di bidang pembinaan dan pengendalian
kemitraan kesehatan dan promosi kesehatan, pembinaan
dan pengendalian penyakit, dan penyehatan
lingkungan,

II - 1
pembinaan dan pengendalian pelayanan kesehatan,
pembinaan dan pengendalian sumber daya kesehatan;
5) Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang kesehatan;
6) Pelaksanaan kesekretariatan Dinas;
7) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur
sesuai dengan tugas dan fungsinya
Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 63 Tahun 2008
tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa Kepala
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memimpin pelaksanaan
tugas pokok dan fungsi membawahi :
a. Sekretariat;
b. Bidang Pembinaan dan Pengendalian Kemitraan Kesehatan, dan
Promosi Kesehatan;
c. Bidang Pembinaan dan Pengendalian Penyakit, dan Penyehatan
Lingkungan;
d. Bidang Pembinaan dan Pengendalian Pelayanan Kesehatan;
e. Bidang Pembinaan dan Pengendalian Sumber Daya Kesehatan;
f. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD);
g. Kelompok Jabatan Fungsional.
Adapun tugas pokok dan fungsi Sekretariat, Bidang, Subagian
dan Seksi adalah sebagai berikut :
a. Sekretariat
1) Tugas Pokok
Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas
secara terpadu, pelayanan administrasi, dan pelaksanaan di
bidang program, keuangan, umum dan kepegawaian.

II - 2
2) Fungsi :
a) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas
secara terpadu, pelayanan administrasi dan
pelaksanaan di bidang program;
b) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas
secara terpadu, pelayanan administrasi dan
pelaksanaan di bidang keuangan;
c) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas
secara terpadu, pelayanan administrasi dan
pelaksanaan di bidang umum dan kepegawaian;
d) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Sekretariat membawahi :
1) Sub Bagian Program
Sub Bagian Program mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan,
pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu,
pelayanan administrasi, dan pelaksanaan di bidang
program, meliputi : koordinasi perencanaan, pemantauan,
evaluasi dan pelaporan di lingkungan Dinas
2) Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan,
pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu,
pelayanan administrasi dan pelaksanaan di
bidang

II - 3
keuangan, meliputi : pengelolaan keuangan, verifikasi,
dan pembukuan dan akuntansi di lingkungan Dinas
3) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan
teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan
tugas secara terpadu, pelayanan administrasi dan
pelaksanaan di bidang umum dan kepegawaian, meliputi :
pengelolaan administrasi kepegawaian, hukum, humas,
organisasi dan tatalaksana, ketatausahaan, rumah tangga
dan perlengkapan di lingkungan Dinas.

b. Bidang Pembinaan dan Pengendalian Kemitraan Kesehatan dan


Promosi Kesehatan
1) Tugas Pokok :
Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan
teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang
pemberdayaan masyarakat dan kemitraan, pembiayaan
dan jaminan kesehatan masyarakat dan promosi kesehatan
2) Fungsi :
a) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang pemberdayaan
masyarakat dan kemitraan;
b) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang pembiayaan dan
jaminan kesehatan masyarakat;
c) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang promosi
kesehatan;

II - 4
d) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala
Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Pembinaan dan Pengendalian Kemitraan


Kesehatan, dan Promosi Kesehatan, membawahi :
1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan
Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang
pemberdayaan masyarakat dan kemitraan, meliputi:
bimbingan dan pengendalian upaya kesehatan pada daerah
perbatasan, terpencil, rawan dan kepulauan,
penyelenggaraan kerjasama bidang kesehatan dengan luar
negeri skala provinsi.
2) Seksi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Masyarakat
Seksi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan
Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di
bidang pembiayaan dan jaminan kesehatan masyarakat,
meliputi : penyelenggaraan, bimbingan dan pengendalian
sistem pembiayaan dan penyelenggaraan jaminan
pemeliharaan kesehatan skala provinsi, bimbingan dan
pengendalian penyelenggaraan jaminan pemeliharaan
kesehatan nasional.
3) Seksi Promosi Kesehatan
Seksi Promosi Kesehatan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan
teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang promosi
kesehatan skala provinsi.

II - 5
c. Bidang Pembinaan dan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Lingkungan
1) Tugas Pokok :
Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan
teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang pengendalian
penyakit, pencegahan penyakit dan penanggulangan
kejadian luar biasa dan penyehatan lingkungan.
2) Fungsi :
a) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang pengendalian
penyakit;
b) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang pencegahan
penyakit dan penanggulangan kejadian luar biasa;
c) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang penyehatan
lingkungan;
d) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala
Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Pembinaan dan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan


Lingkungan, membawahi :
1) Seksi Pengendalian Penyakit
Seksi Pengendalian Penyakit mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan
teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang
pengendalian penyakit, meliputi : pengendalian dan
penanggulangan penyakit menular dan tidak menular.

II - 6
2) Seksi Pencegahan Penyakit dan Penanggulangan Kejadian
Luar Biasa
Seksi Pencegahan Penyakit dan Penanggulangan
Kejadian Luar Biasa mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang pencegahan penyakit
dan penanggulangan kejadian luar biasa, meliputi :
penyelenggaraan pencegahan penyakit menular dan tidak
menular, pengendalian operasional masalah kesehatan
akibat bencana, wabah dan surveilans epidemiologi serta
penyelidikan kejadian luar biasa.
3) Seksi Penyehatan Lingkungan
Seksi Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan
teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang penyehatan
lingkungan, meliputi : penyelenggaraan pencegahan dan
penanggulangan pencemaran lingkungan skala provinsi.

d. Bidang Pembinaan dan Pengendalian Pelayanan Kesehatan


1) Tugas Pokok :
Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan
teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang upaya
kesehatan masyarakat, upaya kesehatan rujukan, dan
upaya kesehatan keluarga dan gizi.
2) Fungsi :
a) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang upaya kesehatan
masyarakat;

II - 7
b) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang upaya kesehatan
rujukan;
c) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang upaya kesehatan
keluarga dan gizi;
d) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala
Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bidang Pembinaan dan Pengendalian Pelayanan
Kesehatan, membawahi :
1) Seksi Upaya Kesehatan Masyarakat
Seksi Upaya Kesehatan Masyarakat mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan
teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang upaya
kesehatan masyarakat, meliputi : koordinasi dan pembinaan
penyelenggaraan kesehatan dasar, analisis kebutuhan
buffer stock obat, alat kesehatan dan reagensia, dan
bimbingan dan pengendalian kesehatan haji skala provinsi.
2) Seksi Upaya Kesehatan Rujukan
Seksi Upaya Kesehatan Rujukan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan
teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang upaya
kesehatan rujukan, meliputi : pengelolaan pelayanan
kesehatan rujukan sekunder dan tersier tertentu, registrasi,
akreditasi, sertifikasi sarana kesehatan sesuai peraturan
perundang – undangan pemberian izin sarana kesehatan
meliputi rumah sakit pemerintah kelas B non pendidikan,
rumah sakit khusus, rumah sakit swasta serta sarana
kesehatan penunjang yang setara.

II - 8
3) Seksi Upaya Kesehatan Keluarga dan Gizi
Seksi Upaya Kesehatan Keluarga dan Gizi
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang
upaya kesehatan keluarga dan gizi, meliputi : penetapan
kebijakan teknis dan pembinaan penyelenggaraan upaya
kesehatan keluarga, penyelenggaraan surveilans gizi buruk,
dan pemantauan penanggulangan gizi buruk skala provinsi.

e. Bidang Pembinaan dan Pengendalian Sumber Daya Kesehatan


1) Tugas Pokok :
Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan
teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang
pengembangan sumber daya manusia kesehatan dan
organisasi profesi, farmasi, makanan, minuman dan
perbekalan kesehatan, dan manajemen informasi dan
pengembangan kesehatan.
2) Fungsi :
a) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang pengembangan
sumber daya manusia kesehatan dan organisasi
profesi;
b) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang farmasi,
makanan, minuman dan perbekalan kesehatan;
c) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,
pembinaan dan pelaksanaan di bidang manajemen
informasi dan pengembangan kesehatan;
d) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala
Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

II - 9
Bidang Pembinaan dan Pengendalian Sumber Daya
Kesehatan, membawahi :
1) Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan dan
Organisasi Profesi
Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kesehatan dan Organisasi Profesi mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan
teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang
pengembangan sumber daya manusia kesehatan dan
organisasi profesi, meliputi: pengusulan penempatan
tenaga kesehatan strategis, pemindahan tenaga tertentu
antar Kabupaten/Kota, pendayagunaan tenaga kesehatan,
pelatihan diklat fungsional dan teknis, registrasi, akreditasi,
sertifikasi tenaga kesehatan tertentu skala provinsi
sesuai peraturan perundang-undangan dan pemberian
rekomendasi izin tenaga kesehatan asing.
2) Seksi Farmasi, Makanan Minuman dan Perbekalan
Kesehatan
Seksi Farmasi, makanan, Minuman dan Perbekalan
Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di
bidang farmasi, makanan, minuman dan perbekalan
kesehatan, meliputi: penyediaan dan pengelolaan
bufferstock obat provinsi, alat kesehatan, reagensia dan
vaksin lainnya skala provinsi, sertifikasi sarana produksi dan
distribusi alat kesehatan rumah tangga kelas II, dan
pemberian rekomendasi izin industri komoditi kesehatan,
pedagang besar farmasi dan pedagang besar alat
kesehatan.

II -
1010
3) Seksi Manajemen Informasi dan Pengembangan Kesehatan
Seksi Manajemen Informasi dan Pengembangan
Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan
pelaksanaan di bidang manajemen informasi dan
pengembangan kesehatan, meliputi: pengelolaan sistem
informasi kesehatan, bimbingan dan pengendalian norma,
standar, prosedur dan kriteria bidang kesehatan,
penyelenggaraan penelitian dan pengembangan kesehatan
yang mendukung perumusan kebijakan provinsi,
pengelolaan survey kesehatan daerah (surkesda) skala
provinsi, pemantauan pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK) kesehatan skala provinsi.

B. Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor
6 Tahun 2008 tentang Organisiasi dan Tata Kerja Dinas Daerah
Provinsi Jawa Tengah, struktur organisasi Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah terdiri dari :
a. Kepala Dinas
b. Sekretariat, yang membawahi tiga Kepala Sub Bagian :
1) Kepala Sub Bagian Program
2) Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
3) Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Pembinaan dan Pengendalian
Pelayanan
Kesehatan, membawahi :
1) Kepala Seksi Upaya Kesehatan Masyarakat
2) Kepala Seksi Upaya Kesehatan Rujukan
3) Kepala Seksi Upaya Kesehatan Keluarga dan Gizi

II -
1111
d. Kepala Bidang Pembinaan dan Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan, membawahi :
1) Kepala Seksi Pengendalian Penyakit
2) Kepala Seksi Pencegahan penyakit dan Penanggulangan
Kejadian Luar Biasa
3) Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan
e. Kepala Bidang Pembinaan dan Pengendalian Kemitraan
Kesehatan dan Promosi Kesehatan, membawahi :
1) Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan
2) Kepala Seksi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan
Masyarakat
3) Kepala Seksi Promosi Kesehatan
f. Kepala Bidang Pembinaan dan Pengendalian Sumber Daya
Kesehatan, membawahi :
1) Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kesehatan dan Organisasi Profesi
2) Kepala Seksi Farmasi, Makanan Minuman dan Perbekalan
Kesehatan
3) Kepala Seksi Manajemen Informasi dan Pengembangan
Kesehatan.
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memiliki
Kelompok Jabatan Fungsional Kesehatan dan 9 (sembilan) Unit
Pelayanan Teknis Dinas (UPTD), yaitu:
a. Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang,
b. Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Semarang,
c. Balai Pelatihan Teknis Profesi Kesehatan (BPTPK) Gombong,
d. Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Provinsi Jawa
Tengah,
e. Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Wilayah Semarang,

II -
1212
f. Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Wilayah Pati,
g. Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Wilayah Klaten,
h. Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Wilayah
Magelang, i. Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM)
Ambarawa.

C. Sumber Daya
1. Sumber daya yang dimiliki Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah dalam melaksanakan fungsi koordinasi
a. Sumber Daya Manusia Kesehatan
1) Pegawai berdasarkan Golongan Kepegawaian dan Tingkat
Pendidikan.
Pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah dan UPTD sampai dengan akhir tahun 2013
sebanyak 750 orang. Jumlah pegawai berdasarkan
golongan kepegawaian dapat dilihat pada tabel 2.1 sebagai
berikut:
Tabel 2.1. Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan
Kepegawaian di Lingkungan Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013

GOLONGAN KEPEGAWAIAN
NO Institusi
IV III II I Jumlah
1 Dinas Kesehatan 37 223 28 7 295
2 Balai Labkes Semarang 4 33 23 1 61
3 BKIM Semarang 2 30 10 1 43
4 BPTPK Gombong 1 18 19 0 38
5 Akademi Keperawatan 3 35 14 2 54
6 BKPM Semarang 11 43 27 2 83
7 BKPM Pati 2 29 20 0 51
8 BKPM Klaten 2 32 11 0 45
9 BKPM Magelang 1 27 17 1 46
10 BKPM Ambarawa 2 19 13 0 34
Jumlah 65 489 182 14 750
Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013

II -
1313
Sebagian besar (65,2%) pegawai Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Tengah dan UPT Dinas (UPTD) berdasarkan
golongan, terbanyak adalah golongan III (489 orang),
sedangkan golongan II 24,2% (182 orang) dan
golongan IV 8,6% (65 orang). Sisanya sebanyak 1,8%
adalah pegawai golongan I (14 orang).
Jumlah pegawai berdasarkan tingkat pendidikan
dapat dilihat pada tabel 2.2 berikut:
Tabel 2.2: Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat
Pendidikan di Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah Tahun 2013

TINGKAT PENDIDIKAN
NO INSTITUSI JML
S2 S1 D3 D1 SLTA SLTP SD
1 Dinas Kesehatan 75 125 18 1 57 13 6 295
2 Balai Labkes Semarang 4 11 22 0 15 3 6 61
3 BKIM Semarang 4 11 14 0 12 2 0 43
4 BPTPK Gombong 1 6 8 0 15 4 4 38
5 Akademi Keperawatan 5 33 6 0 8 2 0 54
6 BKPM Wil. Semarang 6 20 25 0 28 1 3 83
7 BKPM Wil. Pati 0 9 20 0 19 1 2 51
8 BKPM Wil. Klaten 3 6 17 0 2 17 0 45
9 BKPM Wil. Magelang 0 9 12 0 24 0 1 46
10 BKPM Wil. Ambarawa 2 5 11 0 11 4 1 34
Jumlah 100 235 153 1 191 47 23 750
Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013

Sebagian besar 31,3% pegawai Dinas Kesehatan


Provinsi Jawa Tengah dan UPTD berlatar belakang
pendidikan Sarjana (235 orang), sedangkan SLTA 25,4%
(191 orang) dan Diploma 3 sebanyak 20,4% (153 orang).

2) Pegawai Fungsional Khusus dan Fungsional Umum.


Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Gubernur
Jawa Tengah no. 63/2008, bahwa Kepala Dinas Kesehatan

II -
1414
Provinsi Jawa Tengah membawahkan Kelompok Jabatan
fungsional. Kelompok Jabatan fungsional terdiri dari
sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai
kelompok sesuai dengan bidang keahliannya dan
mempunyai tugas sesuai dengan jabatan fungsional
masing-masing berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Jumlah pegawai berdasarkan jabatan fungsional
dapat dilihat pada tabel 2.3
berikut:
Tabel 2.3: Jumlah pegawai berdasarkan jabatan
fungsional khusus dan fungsional umum di
Lingkungan Dinkes Prov. Jateng Th. 2013.

DIN BA BKIM BPTPK AK BKPM BKPM BKPM BKPM BKPM JUM


NO JABATAN KES LAB SMG GOM PER SMG PATI KLA MGL AMB LAH
KES BONG TEN

FUNGSIONAL
A KHUSUS 28 26 23 0 0 53 27 25 28 20 230
1 Dokter spesialis - - 1 - - 1 - - - - 2
2 Dokter - 1 5 - - 11 3 2 4 4 30
3 Dokter gigi - - 1 - - - - - - - 1
4 Perawat 1 - 8 - - 19 14 10 12 10 74
5 Perawat gigi - - 1 - - - - - - - 1
6 Bidan - - - - - - - - - - 0
7 Penyuluh kesehatan 11 - 2 - - 1 - - 2 - -
8 Sanitarian 3 - - - - 1 - - - - 4
9 Epidemiologi 13 - - - - 2 - - - - 15
10 Pranata lab - 24 2 - - 5 4 6 4 3 48
11 Apoteker - 1 - - 2 - - 1 - -
12 Asisten Apoteker - - 2 - - 3 2 2 3 1 13
13 Refrak. Option - - 1 - - - - - - - 1
14 Fisioterapi - - - - - 2 - 1 - - 3
15 Nutrisionis - - - - - 1 - - - - 1
16 Elektromedik - - - - - 1 1 - - - 2
17 Rekam medik - - - - - 2 1 1 - - 4
18 Radiografer - - - - - 2 2 2 2 2 10

B FUNGSIONAL UMUM 246 31 16 34 50 26 20 16 14 11 464


Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013

II -
1515
Kelompok Jabatan fungsional di Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Tengah dan UPT terbagi menjadi 2 (dua)
yaitu: fungsional khusus dan fungsional umum. Pegawai
fungsional khusus sebanyak 230 orang dengan 18 kriteria
jabatan fungsional khusus. Sedangkan jabatan fungsional
umum sebanyak 464 orang.
Jabatan fungsional khusus yang banyak terdapat di
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan UPT
antara lain perawat 74 orang (32,2%), pranata
laboratorium 48 orang (20,9%) dan dokter 30 orang
(13%).

b. Perlengkapan
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dilengkapi dengan berbagai
fasilitas berupa tanah, gedung, serta berbagai peralatan
dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 2.4. Jenis dan Jumlah Fasilitas Perlengkapan Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013
NO JENIS FASILITAS JUMLAH KETERANGAN
1 Tanah 25 bidang
2 Gedung dan bangunan 63 unit Lokasi : perkantoran
Dinkes Prov, UPTD,
Rumah jabatan,
rumah dinas, gudang
obat (Semarang dan
Salatiga)

3 Peralatan
a. Alat besar 42 unit
b. Alat angkut 617 unit
c. Alat bengkel 1 unit
d. Alat kantor dan
rumah tangga 20.330 unit
e. Alat studio dan komunikasi 633 unit
f. Alat kedokteran 2.230 unit
g. Alat laboratorium
2.490 unit

II -
1616
NO JENIS FASILITAS JUMLAH KETERANGAN
4 Aset tetap lainnya
a. Buku perpustakaan 4.165 buku
b. Barang bercorak kesenian 93 buah
Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013

2. Sumber Daya Kesehatan Dalam Melaksanakan Fungsi Pelayanan


Provinsi Jawa Tengah
a. Sumber Daya Manusia Kesehatan
Sumber daya manusia kesehatan yang mendukung
upaya pelayanan kesehatan di Jawa Tengah sebagai berikut:
Tabel 2.5: Jumlah Tenaga Kesehatan di Jawa Tengah
Tahun
2013

NO. JENIS TENAGA BERDASAR BERDASAR


PROFESI PENDIDIKAN
1. Dokter Spesialis 2.526 orang 2.637 orang
2. Dokter Umum 4.175 orang 4.737 orang
3. Dokter Gigi 989 orang 1.133 orang
4. Dokter Gigi Spesialis 72 orang 70 orang
5. Perawat 28.056 orang 28.377 orang
6. Perawat Gigi 1.050 orang 1.050 orang
9. Bidan 16.129 orang 16.455 orang
10. Teknis Kefarmasian 3.841 orang 4.349 orang
11. Apoteker 2.177 orang 2.314 orang
12. Kesehatan Masyarakat 710 orang 1.653 orang
13. Sanitarian 1.261 orang 1.344 orang
14. Gizi 1.487 orang 1.545 orang
15. Keterapian Fisik : 656 orang 665 orang
a. Fisioterapis 565 Orang 565 orang
b. Terapis Okupasi 58 orang 59 orang
c. Terapis Wicara 27 orang 35 orang
d. Akupuntur 6 orang 6 orang
16. Keteknisian Medis : 4.531 orang 4.541 orang
a. Radiografer 849 orang 835 orang
b. Radioterapis 28 orang 30 orang
c. Teknisi Elektromedis 193 orang 201 orang
d. Teknisi Gigi 17 orang 17 orang
e. Analis Kesehatan 2.481 orang 2.488 orang
f. Refraksionis Optisien 39 orang 38 orang
g. Ortotik Prostetik 17 orang 17 orang
h. Rekam Medis 897 orang 905 orang

II -
1717
NO. JENIS TENAGA BERDASAR BERDASAR
PROFESI PENDIDIKAN
i. Teknisi Transfusi Darah 10 orang 10 orang
JUMLAH 67.660 orang 70.870 orang
Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013

Jumlah tenaga kesehatan di Jawa Tengah berdasarkan


profesi tahun 2013 sebanyak 67.660 orang dengan jenis
tenaga terbanyak adalah perawat 28.056 orang
(41,47%), bidan 16.129 orang (23,84%) dan dokter umum
4.175 orang (6,17%).
Jumlah tenaga kesehatan berdasarkan pendidikan
berjumlah 70.870 orang dengan tenaga kesehatan terbanyak
adalah perawat sebanyak 28.377 orang (40,04%), bidan
sebanyak 16.455 orang (23,22%) dan dokter umum
sebanyak
4.737 orang (6,68%). Adanya perbedaan jumlah tenaga
kesehatan berdasarkan profesi dan jumlah tenaga kesehatan
berdasarkan pendidikan mengindikasikan bahwa ada tenaga
kesehatan yang bekerja belum/ tidak sesuai dengan jenjang
pendidikannya walaupun bidan, perawat dan dokter
merupakan tenaga kesehatan terbanyak, namun dibandingkan
dengan jumlah penduduk, jumlah tenaga tersebut masih
kurang. Rasio tenaga kesehatan berdasarkan jenis tenaga
kesehatan menunjukkan semua jenis tenaga kesehatan masih
di bawah target Renstra Kementerian Kesehatan tahun 2010

2014 dan target Indonesia Sehat 2010.

b. Sarana Kesehatan
Sarana kesehatan yang ada di Jawa Tengah, dapat
dilihat pada tabel 2.6 sebagai berikut:

II -
1818
Tabel 2.6 : Jumlah Sarana Kesehatan di Jawa Tengah tahun
2013

KEPEMILIKAN
NO SARANA KESEHATAN DAERAH TNI/ JUMLAH
PUSAT SWASTA
PROV KAB/KOT POLRI

Puskesmas / 873/
1 Rawat Inap - - 311 - - 873
2 Puskesmas Pembantu - - 1.827 - - 1.827
3 Puskesmas Keliling - - 948 - - 948
Balai Besar/Balai
4 Kesehatan Paru Masy. 1 5 6 - - 12
5 Balai Kesehatan Indra - 1 - - - 1
6 Balai Labkes - 1 35 - 122 158
7 RSU 2 4 49 11 139 205
8 RS Khusus - - - - - 69
a. RS Jiwa - 4 - - - 4
b. RS Orthopedi 1 - - - - 1
c. RS Paru 1 - - - - 1
d. RS Bersalin - - 1 - - 1
e. RS Rehab Medik - - - 1 - 1
f. RS Khusus lain (RSB,
RSIA, RS KB, RSO, RSA,
RSJ) - - - - 61 61
JUMLAH 5 19 3.772 12 322 4.094
Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013

Selain sarana kesehatan diatas, di Jawa Tengah


terdapat beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal, yaitu
Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta,
Balai Besar Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit (BBPVRP)
Salatiga, Loka Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan
Penyakit Bersumber Binatang (Lokalitbang P2B2)
Banjarnegara, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT)
Tawangmangu, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes)
Semarang, Balai Penelitian Pengembangan Gangguan
Akibat

II -
1919
Kekurangan Iodium (BP2 GAKI) Magelang, Kantor Kesehatan
Pelabuhan (KKP) Semarang dan KKP Cilacap.
Dalam hal sarana pendidikan, berbagai jenis institusi
pendidikan kesehatan dari jenjang Diploma III (D III) sampai
S1-Profesi terdapat di Jawa Tengah, dapat dilihat pada
tabel
2.7 berikut:
Tabel 2.7: Jumlah sarana pendidikan kesehatan di Jawa
Tengah Tahun 2013
SARANA KEPEMILIKAN
NO JUMLAH
PENDIDIKAN NEGERI DAERAH TNI/POL SWASTA
1 D3 Keperawatan 7 3 1 41 52
2 D3 Kebidanan 6 2 - 57 65
3 D3 Kefarmasian 1 - - 18 19
D3 Kesehatan
4 Lingkungan 1 - - 2 3
5 D3 Gizi 1 - - 2 3
6 D3 Keterapian Fisik 4 - - 4 8
7 D3 Keteknisan Medik 5 - - 16 19
8 D3 Jamu 1 - - - 1
9 D4 Keperawatan 4 - - - 4
10 D4 Kebidanan 4 - - 2 6
D4 Kesehatan
11 Lingkungan 1 - - - 1
12 D4 Gizi 1 - - - 1
13 D4 Keterapian Fisik 4 - - 2 6
14 D4 Keteknisan Medis 2 - - 2 4
15 Kedokteran 3 - - 4 7
16 Kedokteran Gigi 1 - - 3 4
S1 Kesehatan
17 Masyarakat 3 - - 10 13
18 S1 Keperawatan 2 - - 26 28
19 S1 Farmasi 2 - - 8 10
20 S1 Gizi 2 - - 6 8
21 S1 Fisioterapi - - - 1 1
22 Profesi Dokter 3 - - 2 5
23 Profesi Apoteker - - - 5 5
24 Profesi Ners 2 - - 21 23
JUMLAH 60 5 1 232 298
Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013

II -
2020
Jumlah institusi pendidikan kesehatan dari jenjang D III
sampai profesi di Jawa Tengah sebanyak 298 institusi, dengan
jenjang pendidikan terbanyak D III Kebidanan sebanyak 65
institusi, D III Keperawatan 52 institusi dan S1 Keperawatan
28 institusi. Dari 298 institusi kesehatan tersebut
sebanyak
77,85% adalah milik swasta, 21,81% milik pemerintah pusat
dan daerah dan 0,34% milik TNI/POLRI. Dari tabel tersebut
dapat dilihat bahwa peran swasta dalam bidang pendidikan
kesehatan sangat menonjol dengan banyaknya institusi
pendidikan tenaga kesehatan milik swasta. Diharapkan peran
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dalam pembinaan dan
pengendalian terhadap kurikulum, seleksi dan kompetensi
lulusan lebih diperketat. Dengan banyaknya institusi
pendidikan tenaga kesehatan diharapkan dapat memenuhi
kekurangan tenaga kesehatan di Jawa Tengah secara
kuantitas dan kualitas.
Jumlah industri farmasi, obat tradisional, kosmetika,
perbekalan kesehatan rumah tangga di Jawa Tengah dapat
dilihat pada tabel 2.8 berikut:
Tabel 2.8: Jumlah Industri Farmasi, Obat tradisional,
Kosmetika dan Perbekalan Kesehatan Rumah
Tangga di Jawa Tengah tahun 2013

NO JENIS INDUSTRI JUMLAH


1 Industri farmasi 21 unit
2 Industri Ekstrak Bahan Alami (IEBA) 2 unit
3 Industri obat tradisional (IOT) 15 unit
4 Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) 275 unit
5 Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) 14 unit
6 Industri kosmetik 52 unit
7 Industri PKRT 27 unit
8 Industri alat kesehatan 21 unit
9 Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) 15.992 unit
10 Pedagang Besar Farmasi 340 unit
11 Penyalur Alat Kesehatan Pusat 82 unit

II -
2121
NO JENIS INDUSTRI JUMLAH
12 Penyalur Alat Kesehatan Cabang 50 unit
13 Pedagang Besar Bahan Baku Farmasi 4 unit
(PBBBF)
14 Apotek 2.305 unit
15 Toko Obat 381 unit
16 Instalasi Farmasi Kab/Kota (IFK) 26 unit
17 Pengelolaan Obat di Seksi Farmasi 9 unit
Kab/Kota
18 Pengujian Makanan Minuman Kab/Kota 29 unit
Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013

Sumber daya lain yang dapat digerakkan untuk


pemecahan masalah kesehatan yang bersifat emergency,
serta untuk meningkatkan cakupan berbagai program, adalah
tersedianya berbagai sarana dan peralatan yang
diperlukan untuk penanggulangan bencana yang terdiri
dari: 1 unit Rumah Sakit Lapangan, 2 Ambulance, 1 mobil
Klinik, 8 Perahu karet dan 2 Penjernih Air. Sarana dan
peralatan tersebut bantuan Pusat Penanggulangan Krisis untuk
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang Tahun 2006
ditetapkan sebagai Pusat Bantuan Regional bantuan Jawa
Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Saka Bhakti
Husada yang aktif di
25 Kabupaten/ Kota. Pos Kesehatan Pesantren di Jawa
Tengah sebanyak 1.870 unit.

D. Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.


1. Kinerja Umum
Secara umum kinerja Dinas Kesehatan berkaitan dengan
fungsi perumusan kebijakan teknis bidang kesehatan,
penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum,
pembinaan dan fasilitasi bidang kesehatan lingkup Provinsi dan
Kabupaten/ Kota, pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi
dan
II -
2222
pelaporan di bidang pelayanan kesehatan, pencegahan dan
penanggulangan penyakit, kesehatan lingkungan, sumber daya
manusia kesehatan, promosi kesehatan dan pemberdayaan
masyarakat, farmasi dan perbekalan kesehatan, manajemen
informasi dan pengembangan kesehatan serta regulasi
kesehatan termasuk pelaksanaan kesekretariatan dinas serta
pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur.
Layanan administrasi Sekretariat meliputi layanan
kehumasan, penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi,
pengelolaan administrasi keuangan dan tindak lanjut Laporan Hasil
Pemeriksaan (LHP) oleh aparat pengawas instansi pemerintah.
Jumlah dokumen perencanaan dan evaluasi yang dihasilkan
pada tahun 2013 sebanyak 8 dokumen, rekomendasi usulan Dana
Alokasi Khusus (DAK) dan Tugas Pembantuan (TP) sebanyak 87
satuan kerja (Satker). Jumlah dokumen laporan pengelolaan
administrasi keuangan sebanyak 2 dokumen. Kinerja tindak lanjut
penyelesaian LHP aparat pengawas instansi pemerintah pada
periode Januari sampai dengan Desember 2013 sebanyak 448
temuan dengan 254 temuan telah selesai ditindaklanjuti dan
sebanyak 222 masih dalam proses penyelesaian.
Layanan administrasi bidang pembinaan dan pengendalian
pelayanan kesehatan meliputi pemberian rekomendasi pelayanan
haemodialisa, pemberian ijin penetapan klas rumah sakit klas
B, pemberian rekomendasi pemberian ijin rumah sakit klas A
yang ditujukan ke Kementerian Kesehatan, pemberian ijin
laboratorium klinik madya dan pemberian rekomendasi
laboratorium klinik utama, pemberian rekomendasi pelayanan
sarana kesehatan Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI).
Pada tahun 2013 telah memberikan rekomendasi terhadap
24 pelayanan haemodialisa,

II -
2323
pemberian ijin 4 laboratorium klinik madya dan 6 rekomendasi
laboratorium klinik utama dan pemberian rekomendasi 6 pelayanan
sarana kesehatan CTKI.
Layanan administrasi bidang pembinaan dan pengendalian
Kemitraan Kesehatan dan Promosi Kesehatan meliputi advokasi
penyusunan regulasi bidang kesehatan, di 35 kabupaten/ kota
(100%), perjanjian kerjasama bidang kesehatan sebanyak 34
kabupaten/ kota (156 dokumen). Perjanjian kerjasama lintas batas/
Mitra Praja Utama (MPU) bidang kesehatan sebanyak 2 dokumen.
Layanan administrasi bidang pembinaan dan
pengendalian Sumber Daya Kesehatan meliputi waktu pelayanan
perijinan di bidang farmasi dan perbekalan kesehatan sesuai
standar, layanan penerbitan Surat Tanda Registrasi Teknis
Kefarmasian (STR-TTK), layanan penerbitan Surat Tugas Dokter
Spesialis dan pemberian rekomendasi penelitian kesehatan.
Pelayanan perijinan di bidang farmasi dan perbekalan
kesehatan sesuai standar meliputi rekomendasi Industri
Farmasi, dengan standar waktu perijinan paling lama 30 hari
sebanyak 5 rekomendasi, Rekomendasi Industri Obat Tradisional
(IOT) dan Industri Ekstrak Bahan Alami (IEBA) dengan standar
perijinan paling lama 30 hari kerja sebanyak 11 rekomendasi,
Ijin Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) paling lama 14 hari
sebanyak 14 ijin, Rekomendasi ijin produksi kosmetika paling lama
21 hari kerja sebanyak 13 rekomendasi, rekomenasi sertifikasi
produksi alat kesehatan dan rekomendasi sertifikasi produksi
PKRT paling lama
30 hari kerja sebanyak 10 rekomendasi, Rekomendasi ijin PAK
dan ijin cabang PAK paling lama 30 hari kerja sebanyak
48 rekomendasi, dan rekomendasi ijin PBF dan pengakuan
PBF cabang, paling lama 18 hari kerja sebanyak 99 rekomendasi.

II -
2424
Jumlah layanan penerbitan surat tanda registrasi teknis
kefarmasian sebanyak 5.380 STR-TTK. Jumlah layanan penerbitan
Surat Tugas Dokter Spesialis sebanyak 471 surat tugas. Jumlah
rekomendasi penelitian kesehatan sebanyak 10 rekomendasi.

2. Kinerja Khusus
Kinerja Dinas Kesehatan secara khusus dapat dilihat melalui
capaian beberapa indikator yang perkembangannya disajikan tiap 3
bulan. Capaian kinerja Dinas Kesehatan dalam kurun waktu 5 (lima)
tahun terakhir dapat dilihat pada tabel 2.9 sebagai berikut :

II -
2525
Tabel 2.9
Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
Indikator Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
Target
Kinerja Target Target
NO
sesuai Tugas SPM IKK Indikator 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
dan Fungsi Lainnya

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
SPM
Cakupan
1. kunjungan ibu 95% 88% 90% 93% 96% 100% 93,39 92,04 93,71 92,99 92,13 106,125 102,266 100,76 96,86 92,13
hamil K4
Cakupan
pertolongan
2. persalinan 90% 88% 90% 93% 96% 100% 93,03 93,93 96,79 97,14 98,08 105,71 104,37 104,07 101,18 98,08
Nakes
Cakupan
neonatal resti/
3. 80% 80% 85% 90% 95% 100% 23,96 44,90 55,10 66,38 75,36 29,95 52,82 61.22 69,87 75,36
komplikasi
yang ditangani
Cakupan
4. kunjungan 90% 50% 60% 75% 90% 100% 95,07 94,14 92,64 96,95 95,59 190,14 156,9 123,52 107,72 95,59
bayi
Desa/
5. 100% - - - - - 91,95 94,08 95,89 98,05 99 - - - - -
kelurahan UCI
Cakupan
deteksi dini
6. tumbuh 80% 50% 60% 70% 85% 100% 50,29 65,88 69,62 80,21 75,46 100,58 109,8 99,45 94,36 75,46
kembang anak
Balita dan

II - 1
Indikator Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
Target
Kinerja Target Target
NO
sesuai Tugas SPM IKK Indikator 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
Lainnya
dan Fungsi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
prasekolah
Cakupan Balita
gizi buruk
7. 100% 100 100 100 100 100 72,49 100 100 100 100 72,49 100 100 100 100
mendapat
perawatan
Penjaringan
kesehatan
8. 100% 40% 60% 75% 90% 100% 65,61 75 78,72 70,08 71,88 164.025 125 104.96 77,867 71,88
siswa SD dan
setingkat
Cakupan
9. peserta KB 70% 77% 82% 87% 95% 100% 78,37 78,25 79,09 75,71 79,52 101,77 95,42 90,90 79,69 79,52
aktif
Desa/
kelurahan
mengalami
10. 100% 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
KLB yang
ditangani < 24
jam
Penduduk
yang
11. memanfaatkan 75% 28,57% 42,87%57,14 %71,42 85,71% 72,22 72,95 68 70,46 76,11 252,78 170,16 119,00 98,65 88,79
jamban %

Cakupan
12. pemanfaatan 63,5% 28,57% 42,87%42,87 %71,42 85,71% 82,38 87,82 63 75,05 78,55 288,34 204,85 146,95 105,08 91,64
air bersih %

II - 2
Indikator Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
Target
Kinerja Target Target
NO
sesuai Tugas SPM IKK Indikator 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
Lainnya
dan Fungsi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
Rumah/
bangunan
13. >95% 63% 77% 89% 100% 100% 79,38 73,48 83,09 83,72 84,23 126 95,42 93,35 83,72 84,23
bebas jentik
nyamuk Aedes
Tempat umum
yang
14. memenuhi 82% - - - - - 73,57 69,28 74,9 76,36 78,39 - - - - -
syarat
Posyandu
15 40% - - - - - 32,79 34,94 36,84 35,22 37,91 - - - - -
Purnama
Posyandu
16. 40% - - - - - 12,58 13,14 16,08 17,57 18,78 - - - - -
Mandiri
Cakupan desa
17 - 50 70 100 100 100 - - - - - - - - - -
siaga aktif
Cakupan
18 imunisasi 55,4% - - - - - 96,7 96,1 93,7 96,4 99,8 - - - - -
campak
DERAJAT
B
KESEHATAN
Umur Harapan
1 - 71 71 71,2 71,3 71,5 71,25 71,40 72,6 72,6 - 100,35 100,56 101,96 101,82 -
Hidup (UHH)
Jumlah
2 Kematian Ibu/ - 110 108 106 104 102 117,02 104,97 116,01 116,34 118,62 106,38 97,19 109,44 111,86 116,29
AKI

II - 3
Indikator Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
Target
Kinerja Target Target
NO
sesuai Tugas SPM IKK Indikator 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
Lainnya
dan Fungsi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
Jumlah
3 Kematian - 8,9 9,15 9,12 9,1 9 8,9 10,37 10,62 10,34 10,75 10.41 113,33 116,44 113,62 116,44 116,96
Bayi/ AKB
Jumlah
4 Kematian - 9,3 10,1 10 9,7 9,5 9,3 11,74 12,02 11,50 11,85 11,80 116,23 120,2 118,55 124,73 126,88
Balita
Kasus Balita
5 gizi buruk - - 1,02% 0,97% 0,92% 0,87% 0,82% 3160 3468 3187 1131 964 - - - - -
(BB/TB)

Angka
6 - - 28,5% 31,4% 34,2% 40% 45% 57,9 56,8 15,3 19,29 45,52 203,15 180,89 44,73 48,225 101,55
kesakitan DBD

Kesakitan
7 - 100 100% 100% 100% 100% 100% 0,05 0,1 0,1 0,075 0,06 0,05 0,1 0,1 0,075 0,07
malaria (API)
Penemuan TB
8 - 60 35% 40% 50% 60% 80% 48,15 55,38 59,52 58,45 58,46 137,57 138,45 119,04 97,41 73,07
Paru (CDR)
Kesembuhan
9 - 85 90% 93% 94% 95% 96% 85,01 85,15 82,90 81,36 - 94,45 91,55 88,19 85,64 -
TBC Paru
Kasus baru
10 - 0,6 100% 100% 100% 100% 100% 143/430 373/501 755/521 607/797 1045/993 - - - - -
HIV – AIDS
Penemuan/
Kematian
11 Kasus Avian - - 30% 40% 50% 60% 70% 1/1 1/1 0/0 0/0 0/0 - - - - -
Influenza

II - 4
Indikator Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
Target
Kinerja Target Target
NO
sesuai Tugas SPM IKK Indikator 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
Lainnya
dan Fungsi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
Penemuan
12 penderita baru - - 40% 50% 60% 70% 226/1348 315/1344 348/1678 211/1308 190/2297 - - - - -
80%
kusta PB/ MB
Proporsi
penderita
13 - - 30% 40% 50% 60% 70% 15 12,9 12,49 16,59 14,4 50 32,25 24,98 27,65 20,57
kusta cacat
tingkat 2
14 Kasus Polio - - - - - - - 0 0 0 0 0 - - - - -
Non Polio AFP
15 - 100 - - - - - 2,37 2,16 2,62 2,3 2,70 - - - - -
Rate
Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2013

II - 5
II - 1
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa ada bebepara indikator
kinerja yang tidak tercapai sampai dengan tahun 2013. Indikator
tersebut antara lain Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian
Bayi (AKB), Penemuan kasus TB Paru, Penemuan HIV AIDS dan
Angka Kesakitan dan Kematian DBD.
Tidak tercapainya target AKI dan AKB disebabkan antara lain
masih rendahnya kunjungan ibu hamil K4, cakupan neonatal risiko
tinggi/ komplikasi yang ditangani dan cakupan imunisasi yang
masih di bawah target.
Penyebab tingginya kematian ibu antara lain : hipertensi,
perdarahan, masih rendahnya deteksi dini kehamilan risiko tinggi
oleh masyarakat dan masih kurangnya kesiapsiagaan keluarga
dalam rujukan kehamilan resiko tinggi. Penyebab kematian
bayi antara lain kehamilan resiko tinggi, Bayi Berat Lahir
Rendah (BBLR), penyakit kongenital, masih rendahnya
pemberian ASI eksklusif serta belum optimalnya pola asuh bayi.
Upaya untuk menurunkan AKI dan AKB dilakukan dengan
pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas PONED dan
Rumah Sakit PONEK, namun pelaksanaan pelayanan kesehatan
masih belum optimal disebabkan karena belum terpenuhinya
prasarana dan sarana, belum meratanya pendayagunaan tenaga
kesehatan serta masih kurangnya kompetensi tenaga
kesehatan. Sarana pelayanan kesehatan di Jawa Tengah jika
dibandingkan dengan jumlah penduduk masih belum
proporsional, sehingga masih diperlukan optimalisasi pelayanan
kesehatan di tingkat dasar dan rujukan yang sesuai dengan
standar.
Angka Kesakitan dan Kematian penyakit menular dan tidak
menular masih tinggi. Meningkatnya jumlah kasus penyakit menular
TB Paru disebabkan belum semua komponen pelaksana penemuan

II -
2626
kasus di sarana pelayanan kesehatan mendapat pelatihan dan
belum optimalnya ketersediaan prasarana dan sarana di Puskesmas
dan Rumah Sakit.
Angka kesakitan Demam Berdarah masih tinggi dikarenakan
iklim yang tidak stabil dan curah hujan yang banyak yang
merupakan sarana perkembangbiakan nyamuk Aedes aegepty serta
belum optimalnya kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Penemuan infeksi HIV dan AIDS tiap tahun cenderung
meningkat, hal ini sebagai hasil penemuan dan pencarian kasus
yang semakin intensif melalui Voluntary Conceling and Testing
(VCT) di Rumah Sakit Kab/Kota dan UPT BKPM di Jawa Tengah

3. Analisis pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD


Tabel 2.10 : Proporsi Anggaran Dinas Kesehatan Tahun 2009 -
2013

APBD (,000)
NO TAHUN Dinas
Provinsi %
Kesehatan
1 2009 5.692.612.376 130.622.314 2,29%
2 2010 6.263.446.469 139.477.000 2,22%
3 2011 8.024.966.580 111.216.000 1,38%
4 2012 11.928.572.886 156.220.000 1,31%
5 2013 13.684.684.479 188.737.680 1,38%
Sumber data : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2013

Anggaran Dinas Kesehatan bersumber APBD Provinsi, pada


tahun 2009 – 2013 fluktuatif cenderung mengalami peningkatan.
Namun apabila dilihat proporsi anggaran Dinas Kesehatan terhadap
anggaran Provinsi selama 5 tahun mengalami penurunan.
Anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan di Dinas
Kesehatan tahun 2009 – 2013, selengkapnya dapat dilihat
pada tabel 2.11 berikut :

II -
2727
II - 28
Tabel 2.11
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009 – 2013

Rasio antara Realisasi dan Anggaran


Anggaran pada Tahun Realisasi Anggaran pada Tahun Tahun Rata-rata Pertumbuhan
Uraian ***)
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 Anggaran Realisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)
PENDAPATAN DAERAH
Pendapatan Asli Daerah
- Hasil pajak daerah
- Hasil retribusi daerah
- Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang
dipisahkan
- Lain-lain PAD yang Sah
Dana Perimbangan
- Bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak
- Dana alokasi umum
- Dana alokasi khusus
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
- Pendapatan hibah
- Dana darurat
- Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan
pemerintah daerah lainnya
- Dana penyesuaian dan otonomi khusus
- Bantuan keuangan dari provinsi atau
pemerintah daerah lainnya

BELANJA DAERAH
Belanja tidak langsung
- Belanja pegawai
- Belanja bunga
- Belanja subsidi
- Belanja hibah

II - 1
Rasio antara Realisasi dan Anggaran
Anggaran pada Tahun Realisasi Anggaran pada Tahun Tahun Rata-rata Pertumbuhan
Uraian ***)
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 Anggaran Realisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)
- Belanja bantuan sosial
- Belanja bagi hasil kepada
provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan
desa
- Belanja tidak terduga
Belanja langsung
- Belanja pegawai
- Belanja barang dan jasa
- Belanja modal
PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan
- Sisa lebih perhitungan anggaran tahun
anggaran sebelumnya
- Pencairan dana cadangan
- Hasil penjualan kekayaan daerah yang
dipisahkan
- Penerimaan pinjaman daerah
- Penerimaan kembali pemberian pinjaman
- Penerimaan piutang daerah
Pengeluaran pembiayaan
- Pembentukan dana cadangan
- Penyertaan modal (investasi) pemerintah
daerah
- Pembayaran pokok utang
- Pemberian pinjaman daerah
Total
Sumber : Dinas Kesehatan 2013
(Masih Menunggu data dari Subag Keuangan)

II - 2
E. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
1. Peluang dan Tantangan Eksternal
a. Peluang Eksternal
1) Kelembagaan :
Adanya perubahan regulasi otonomi daerah
memungkinkan untuk mengevaluasi kelembagaan yang ada.
2) Sumber Daya :
Antara lain yaitu : a). kesempatan mengalokasikan
dan mengajukan formasi kebutuhan tenaga kesehatan
melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai
Tidak Tetap (PTT) untuk bidan; b). memfasilitasi Program
Pendidikan Dokter/ Dokter Gigi Spesialis (PPD-DGS), dan
formasi khusus dokter, dokter gigi dan dokter spesialis untuk
daerah terpencil, daerah konflik, daerah tidak diminati dan
daerah bencana; c). kerjasama dengan Perguruan Tinggi
Pendidikan Kesehatan dalam rangka mencukupi tenaga
kesehatan strategis; d). adanya forum komunikasi organisasi
profesi kesehatan di Jawa Tengah; dan e). adanya
kesempatan peningkatan pendidikan formal dan informal
melalui BKD dan Badan Diklat.
3) Pembiayaan :
Terdapat bantuan anggaran dari UNICEF, USAID dan
dunia usaha/ masyarakat.

b. Tantangan Eksternal
1) Kelembagaan :
Dukungan sektor lain terhadap bidang kesehatan
masih belum optimal karena masih ada anggapan
bahwa

II - 3
urusan kesehatan merupakan tanggung jawab Dinas
Kesehatan saja.
Jaringan kemitraan dengan berbagai pihak termasuk
sektor pemerintah dan dunia usaha dalam penanganan
masalah kesehatan sudah dilakukan namun belum optimal.
Kemitraan yang telah dibangun belum menampakkan
kepekaan, kepedulian dan rasa memiliki terhadap
permasalahan dan upaya kesehatan. Kemitraan berbagai
unsur terkait termasuk stakeholder belum ditata secara baik
sesuai peran, fungsi dan tanggung jawab masing – masing
dalam pemberdayaan di bidang kesehatan.
2) Sumber Daya (Manusia dan Sarana) :
Antara lain yaitu : a) pemenuhan formasi masih
tergantung pada kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi; b). belum adanya regulasi
pengangkatan pegawai terutama SDM kesehatan di tingkat
pemerintah daerah.
3) Pembiayaan :
Kesadaran masyarakat terhadap asuransi kesehatan
belum tumbuh dengan baik, terlihat dari masih rendahnya
kemandirian masyarakat untuk membiayai jaminan
pemeliharaan kesehatannya.
Ketersediaan dan pengalokasian pembiayaan
kesehatan baik dari pemerintah, masyarakat, swasta dan
dunia usaha masih rendah, belum tertata secara terpadu dan
terorganisir dan belum terlihat jelas pembagian tugasnya.
Pembangunan kesehatan di Kabupaten/ Kota belum
sepenuhnya menjadi prioritas daerah karena di beberapa

II - 4
kabupaten/ kota alokasi anggaran kesehatan masih
rendah
(< 10% dari total anggaran kabupaten/ kota).
4) Budaya :
Gaya Hidup yang tidak sehat dapat mengakibatkan
berbagai macam penyakit, antara lain : sakit jantung,
tekanan darah tinggi, kanker, stroke, diabetes, dan lainnya
yang kesemuanya disebabkan oleh 3 faktor resiko utama,
yaitu : merokok, kurang aktifitas fisik dan kurangnya makan
makanan berserat. Untuk mencegah hal tersebut perlu
diterapkan gaya hidup sehat setiap hari.
Di Provinsi Jawa Tengah masalah sosial budaya masih
sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat,
terutama masyarakat yang bertempat tinggal di pedesaan.
Pengaruh sosial budaya dalam masyarakat akan memberikan
peran penting dalam mencapai derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya. Adanya perubahan sosial budaya di suatu
daerah dapat memberikan dampak positif maupun
negatif. Hubungan antara budaya dan kesehatan sangatlah
erat, kebudayaan/kultur ataupun kepercayaan dapat
membentuk kebiasaan dan respons masyarakat terhadap
kesehatan. Salah satu contoh suatu masyarakat desa yang
sederhana dapat bertahan dengan berbagai kebiasaan
yang dikaitkan dengan kehamilan, kelahiran, pemberian
makanan bayi dan cara-cara pengobatan tertentu sesuai
dengan tradisinya, budaya paternalistik dimana pengambil
keputusan ada pada suami, orang tua ataupun mertua.

II - 5
2. Kelemahan dan Kekuatan Internal
a. Kelemahan Internal
1) Kelembagaan (Dinkes dan Mitra):
Struktur organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah yang ada saat ini mengakibatkan beban kerja di
masing-masing seksi tidak seimbang. Hal ini berakibat pada
koordinasi yang dilakukan belum optimal.
2) Sumber Daya (Manusia dan Sarana) :
Tenaga kesehatan strategis (dokter, dokter spesialis
dasar dan anestesi, dokter gigi, perawat, bidan, sanitarian)
masih kurang baik kualitas maupun kuantitas termasuk
distribusi penempatan. Hal ini dapat menyebabklan
penempatan tenaga kesehatan tidak sesuai dengan
kebutuhan. Pengadaan alat kesehatan di beberapa sarana
pelayanan kesehatan sudah mengikuti kemajuan teknologi,
namun belum diikuti dengan alokasi anggaran untuk
pemeliharaan yang memadai, sehingga usia pakai alat
kesehatan tidak berumur panjang.
Sebagian besar Puskesmas PONED belum berfungsi
secara optimal karena keterbatasan sarana prasarana,
dan belum didukung kesiapan serta ketersediaan tenaga
terlatih.
3) Pembiayaan:
Pembiayaan kesehatan lebih mengutamakan kepada
penyediaan anggaran kesehatan oleh pemerintah sendiri,
selain belum efektif dan efisiensi, penggunaannya belum
optimal karena alokasi yang belum sesuai dengan prioritas
kesehatan.
Proporsi anggaran lebih besar untuk kegiatan kuratif
daripada promotif dan preventif.

II - 6
b. Kekuatan Internal
1) Kelembagaan
Keberadaan UPT Dinas Kesehatan memberi kontribusi
dalam pelayanan kepada masyarakat melalui program –
program tertentu seperti penyakit paru, penyakit indra
(mata, kulit, gigi mulut, THT), penunjang diagnosa,
pendidikan dan pelatihan profesi tenaga kesehatan dan
pendidikan keperawatan.
2) Sumber Daya (Manusia dan Sarana prasarana)
Kesempatan mengalokasikan formasi kebutuhan
tenaga melalui jasa pihak ketiga contoh tenaga cleaning
service, satpam.
Adanya kesempatan peningkatan pendidikan secara
formal dan informal tenaga kesehatan melalui dana APBD
mapun APBN.
Pengusulan ketersediaan/ pemenuhan sarana dan
prasarana melalui anggaran bantuan gubernur, DAK dan TP.
3) Pembiayaan
Terdapat berbagai sumber alokasi anggaran dalam
pelaksanaan pembangunan kesehatan baik dari Pemerintah
Provinsi/ APBD (hibah, bantuan keuangan desa, bantuan
sosial, bantuan gubernur, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil
Tembakau / DBHCHT), Pemerintah pusat (Dekonsentrasi dan
tugas pembantuan) dan anggaran bantuan luar negeri (GF-
ATM, dan NLR).

II - 7
E. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
1. Peluang dan Tantangan Eksternal
a. Peluang Eksternal
1) Kelembagaan :
Adanya perubahan regulasi otonomi daerah
memungkinkan untuk mengevaluasi kelembagaan yang ada.
2) Sumber Daya :
Antara lain yaitu : a). kesempatan mengalokasikan
dan mengajukan formasi kebutuhan tenaga kesehatan
melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai
Tidak Tetap (PTT) untuk bidan; b). memfasilitasi Program
Pendidikan Dokter/ Dokter Gigi Spesialis (PPD-DGS), dan
formasi khusus dokter, dokter gigi dan dokter spesialis untuk
daerah terpencil, daerah konflik, daerah tidak diminati dan
daerah bencana; c). kerjasama dengan Perguruan Tinggi
Pendidikan Kesehatan dalam rangka mencukupi tenaga
kesehatan strategis; d). adanya forum komunikasi organisasi
profesi kesehatan di Jawa Tengah; dan e). adanya
kesempatan peningkatan pendidikan formal dan informal
melalui BKD dan Badan Diklat.
3) Pembiayaan :
Terdapat bantuan anggaran dari UNICEF, USAID dan
dunia usaha/ masyarakat.

b. Tantangan Eksternal
1) Kelembagaan :
Dukungan sektor lain terhadap bidang kesehatan
masih belum optimal karena masih ada anggapan
bahwa

II -
2828
urusan kesehatan merupakan tanggung jawab Dinas
Kesehatan saja.
Jaringan kemitraan dengan berbagai pihak termasuk
sektor pemerintah dan dunia usaha dalam penanganan
masalah kesehatan sudah dilakukan namun belum optimal.
Kemitraan yang telah dibangun belum menampakkan
kepekaan, kepedulian dan rasa memiliki terhadap
permasalahan dan upaya kesehatan. Kemitraan berbagai
unsur terkait termasuk stakeholder belum ditata secara baik
sesuai peran, fungsi dan tanggung jawab masing – masing
dalam pemberdayaan di bidang kesehatan.
2) Sumber Daya (Manusia dan Sarana) :
Antara lain yaitu : a) pemenuhan formasi masih
tergantung pada kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi; b). belum adanya regulasi
pengangkatan pegawai terutama SDM kesehatan di tingkat
pemerintah daerah.
3) Pembiayaan :
Kesadaran masyarakat terhadap asuransi kesehatan
belum tumbuh dengan baik, terlihat dari masih rendahnya
kemandirian masyarakat untuk membiayai jaminan
pemeliharaan kesehatannya.
Ketersediaan dan pengalokasian pembiayaan
kesehatan baik dari pemerintah, masyarakat, swasta dan
dunia usaha masih rendah, belum tertata secara terpadu dan
terorganisir dan belum terlihat jelas pembagian tugasnya.
Pembangunan kesehatan di Kabupaten/ Kota belum
sepenuhnya menjadi prioritas daerah karena di beberapa

II -
2929
kabupaten/ kota alokasi anggaran kesehatan masih
rendah
(< 10% dari total anggaran kabupaten/ kota).
4) Budaya :
Gaya Hidup yang tidak sehat dapat mengakibatkan
berbagai macam penyakit, antara lain : sakit jantung,
tekanan darah tinggi, kanker, stroke, diabetes, dan lainnya
yang kesemuanya disebabkan oleh 3 faktor resiko utama,
yaitu : merokok, kurang aktifitas fisik dan kurangnya makan
makanan berserat. Untuk mencegah hal tersebut perlu
diterapkan gaya hidup sehat setiap hari.
Di Provinsi Jawa Tengah masalah sosial budaya masih
sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat,
terutama masyarakat yang bertempat tinggal di pedesaan.
Pengaruh sosial budaya dalam masyarakat akan memberikan
peran penting dalam mencapai derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya. Adanya perubahan sosial budaya di suatu
daerah dapat memberikan dampak positif maupun
negatif. Hubungan antara budaya dan kesehatan sangatlah
erat, kebudayaan/kultur ataupun kepercayaan dapat
membentuk kebiasaan dan respons masyarakat terhadap
kesehatan. Salah satu contoh suatu masyarakat desa yang
sederhana dapat bertahan dengan berbagai kebiasaan
yang dikaitkan dengan kehamilan, kelahiran, pemberian
makanan bayi dan cara-cara pengobatan tertentu sesuai
dengan tradisinya, budaya paternalistik dimana pengambil
keputusan ada pada suami, orang tua ataupun mertua.

II -
3030
2. Kelemahan dan Kekuatan Internal
a. Kelemahan Internal
1) Kelembagaan (Dinkes dan Mitra):
Struktur organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah yang ada saat ini mengakibatkan beban kerja di
masing-masing seksi tidak seimbang. Hal ini berakibat pada
koordinasi yang dilakukan belum optimal.
2) Sumber Daya (Manusia dan Sarana) :
Tenaga kesehatan strategis (dokter, dokter spesialis
dasar dan anestesi, dokter gigi, perawat, bidan, sanitarian)
masih kurang baik kualitas maupun kuantitas termasuk
distribusi penempatan. Hal ini dapat menyebabklan
penempatan tenaga kesehatan tidak sesuai dengan
kebutuhan. Pengadaan alat kesehatan di beberapa sarana
pelayanan kesehatan sudah mengikuti kemajuan teknologi,
namun belum diikuti dengan alokasi anggaran untuk
pemeliharaan yang memadai, sehingga usia pakai alat
kesehatan tidak berumur panjang.
Sebagian besar Puskesmas PONED belum berfungsi
secara optimal karena keterbatasan sarana prasarana,
dan belum didukung kesiapan serta ketersediaan tenaga
terlatih.
3) Pembiayaan:
Pembiayaan kesehatan lebih mengutamakan kepada
penyediaan anggaran kesehatan oleh pemerintah sendiri,
selain belum efektif dan efisiensi, penggunaannya belum
optimal karena alokasi yang belum sesuai dengan prioritas
kesehatan.
Proporsi anggaran lebih besar untuk kegiatan kuratif
daripada promotif dan preventif.

II -
3131
b. Kekuatan Internal
1) Kelembagaan
Keberadaan UPT Dinas Kesehatan memberi kontribusi
dalam pelayanan kepada masyarakat melalui program –
program tertentu seperti penyakit paru, penyakit indra
(mata, kulit, gigi mulut, THT), penunjang diagnosa,
pendidikan dan pelatihan profesi tenaga kesehatan dan
pendidikan keperawatan.
2) Sumber Daya (Manusia dan Sarana prasarana)
Kesempatan mengalokasikan formasi kebutuhan
tenaga melalui jasa pihak ketiga contoh tenaga cleaning
service, satpam.
Adanya kesempatan peningkatan pendidikan secara
formal dan informal tenaga kesehatan melalui dana APBD
mapun APBN.
Pengusulan ketersediaan/ pemenuhan sarana dan
prasarana melalui anggaran bantuan gubernur, DAK dan TP.
3) Pembiayaan
Terdapat berbagai sumber alokasi anggaran dalam
pelaksanaan pembangunan kesehatan baik dari Pemerintah
Provinsi/ APBD (hibah, bantuan keuangan desa, bantuan
sosial, bantuan gubernur, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil
Tembakau / DBHCHT), Pemerintah pusat (Dekonsentrasi dan
tugas pembantuan) dan anggaran bantuan luar negeri (GF-
ATM, dan NLR).

II -
3232
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS
POKOK DAN FUNGSI

A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan


Fungsi
Mendasarkan pada permasalahan pelayanan Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Tengah berdasarkan sumber daya kesehatan dan
evaluasi kinerja pelayanan umum dan khusus, maka dapat disimpulkan
bahwa permasalahan berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagai
berikut:
1. Lingkup Koordinasi
- Koordinasi lintas program yang terkait dengan tugas pokok dan
fungsi antar Seksi/Sub Bagian, kejelasan peran sebagian kecil
tugas pokok fungsi yang memerlukan koordinasi seperti contoh
pembinaan UKS (melibatkan Seksi Promosi Kesehatan, Seksi
Pemberdayaan, Seksi Upaya Kesehatan Masyarakat dan Seksi
Kesehatan Keluarga dan Gizi), Pengawasan dan pembinaan
Makanan minuman melibatkan Seksi Farmasi dan Seksi
Penyehatan Lingkungan, Pengelolaan tenaga Bidan PTT
melibatkan Seksi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Profesi
dan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Pemeriksaan calon
jamaah haji seharusnya merupakan tupoksi Seksi Upaya
Kesehatan Masyarakat dan melibatkan Seksi Pencegahan
Penyakit dan Kejadian Luar Biasa, tapi dilaksanakan di Seksi
Pencegahan Penyakit dan Kejadian Luar Biasa
- Koordinasi Lintas Sektor seperti contoh kegiatan
Pembinaan Posyandu melibatkan lintas sektor Bapermades

III - 1
dengan Dinas kesehatan, Penyediaan air bersih (DPU dan
Dinkes), Pelayanan

III - 2
KB (BP3AKB, BKKBN dan Dinkes), Kesehatan
Kerja
(Disnakertrans dan Dinkes)
- Koordinasi dengan Kab/Kota, antara Dinkes Kab/ Kota dan
Dinkes Provinsi tidak ada hubungan hirarki sehingga perhatian
kabupaten/ kota terhadap pembangunan kesehatan di tingkat
provinsi kurang. Contoh masih adanya usulan Tugas
Pembantuan Pembantuan dari kabupaten/ kota yang
langsung ke Pusat.
- Koordinasi dengan Pusat/vertikal, permasalahan yang timbul
antara lain perencanaan yang top down dari Pusat ke
Kabupaten/kota, sementara Provinsi diminta pertanggung-
jawaban dalam pengendalian dan evaluasinya. Contoh TP P2PL,
anggaran top down langsung ke kabupaten/ kota.
2. Lingkup Fasilitasi
- Fasilitasi dari Provinsi belum semua mendapat dukungan oleh
Kabupaten/ Kota termasuk kebijakan dan anggaran.
Diharapkan adanya kesinambungan dan dukungan Kabupaten/
Kota dari hasil Fasilitasi Provinsi yang bukan menjadi
kewenangan provinsi. Contoh mutasi tenaga kesehatan yang
sudah dilatih ketrampilan PONED/PONEK.
3. Lingkup Sinkronisasi
- Kebijakan kesehatan di tingkat provinsi belum semuanya
selaras dengan kebijakan di Kabupaten/ Kota sehingga
berdampak kurang sinkronnya kegiatan di Kabupaten/ Kota dan
Provinsi

III - 3
B. Telaah Visi, Misi dan Program Pembangunan Jangka
Menengah Daerah Jawa Tengah
Visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Jawa Tengah 2013
– 2018 adalah “Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari, Mboten
korupsi, mboten ngapusi”. Dalam mewujudkan Visi, terdapat 7 (tujuh)
Misi sebagai berikut:
1. Membangun Jawa Tengah berbasis Tri Sakti Bung Karno,
berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan
berkepribadian di bidang budaya.
2. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan,
menanggulangi kemiskinan dan pengangguran
3. Mewujudkan penyelenggaraan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
yang bersih, jujur dan transparan “mboten korupsi, mboten ngapusi
4. Memperkuat kelembagaan sosial masyarakat untuk
meningkatkan persatuan dan kesatuan
5. Memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan
dan proses pembangunan yang menyangkut hajat hidup orang
banyak
6. Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk memenuhi
kebutuhan dasar masyarakat
7. Meningkatkan infrastruktur dan mempercepat pembangunan
Jawa
Tengah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Visi kesejahteraan dan berdikari mengandung makna
terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat (pangan, sandang,
perumahan, air bersih, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, rasa
aman, berpartisipasi secara optimal). Terjalinnya hubungan antar
anggota masyarakat yang saling menghargai perbedaan, inklusif dan
tidak membeda-beakan, saling membantu, tepo sliro dan bergotong
royong.
III - 4
Tersedianya sarana prasarana publik (infrastruktur fisik, non fisik dan
sosial) yang nyaman, memadai serta terjangkau.
Penyusunan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah sebagai upaya dalam melaksanakan pokok – pokok pikiran visi
dan misi pembangunan Jawa Tengah, terutama misi ke 6 yaitu
meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan
dasar melalui paket sehat. Implementasi pelaksanaan upaya tersebut
dilandasi dengan nilai keutamaan “mboten korupsi, mboten ngapusi”.
Makna kesejahteraan dalam bidang kesehatan sebagaimana
tertuang dalam “paket sehat” adalah meningkatkan pelayanan
kesehatan yang berkualitas dan berpihak pada publik, antara lain
dengan upaya:
1. Melengkapi sarana dan prasarana, fasilitas pelayanan
kesehatan
yang memadai khususnya penambahan kamar kelas tiga
dan puskesmas rawat inap;
2. Melakukan pemetaan kesehatan warga sekaligus mengembangkan
system informasi pelayann kesehatan on line;
3. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya
pencegahan (preventif) dengan mensosialisasikan budaya hidup
bersih, berolah raga dan mewujudkan rumah sehat;
4. Memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan
mengutamakan pelayanan khusus bagi masyarakat berpenghasilan
rendah dan lanjut usia;
5. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan
memberdayakan posyandu yang terintegrasi dengan pelayanan
sosial.

III - 5
C. Telaah Renstra Kementerian Kesehatan
Visi Kementerian Kesehatan “Masyarakat Sehat yang Mandiri
dan Berkeadilan”. Untuk mencapai masyarakat yang mandiri dan
berkeadilan ditempuh dengan Misi sebagai berikut:
1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
melalui
pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan
masyarakat madani.
2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya
upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan
berkeadilan.
3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya
kesehatan.
4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang
baik.
Dari Visi dan Misi tersebut terlihat bahwa Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Tengah mempunyai keinginan yang sama dalam kurun
waktu lima tahun ke depan yaitu mewujudkan masyarakat sehat dan
berkeadilan dengan melibatkan peran pemerintah, masyarakat dan
swasta.
Potensi dan permasalahan kesehatan antara Dinas Kesehatan
dan Kementerian Kesehatan terdapat kesamaan yaitu Angka Kematian
Ibu, Angka Kematian Bayi, yang masih jauh dari target MDG’s
dan masih diperlukan sumber daya manusia yang kompeten. AKI di
Jawa Tengah belum mencapai target MDG’s namun sudah lebih rendah
dari target angka Nasional. Keberhasilan kinerja dalam penurunan AKI
dan AKB di Jawa Tengah memberi kontribusi keberhasilan penurunan
AKI dan AKB di tingkat nasional. Mengingat jumlah penduduk di
Jawa Tengah yang besar (33.270.000 jiwa) berpotensi terhadap
penambahan jumlah kematian ibu. Diharapkan pada tahun yang akan

III - 6
datang dapat menjadi penopang AKI dan AKB tingkat nasional
(buffer).

III - 7
Secara umum terjadi penurunan angka kesakitan, namun
penularan infeksi penyakit menular masih merupakan masalah
kesehatan masyarakat yang menonjol. Disamping terjadi peningkatan
penyakit menular yang berkontribusi besar terhadap kesakitan dan
kematian. Target cakupan imunisasi yang belum tercapai perlu
peningkatan upaya preventif dan promotif seiring dengan upaya kuratif
dan rehabilitatif.
Jumlah dan jenis tenaga kesehatan terus meningkat, namun
kebutuhan dan pemerataan distribusi belum terpenuhi. Kualitas tenaga
juga masih rendah. Masalah kurangnya tenaga kesehatan baik jumlah,
jenis dan distribusinya menimbulkan dampak terhadap rendahnya
akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

D. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Kajian


Lingkungan Hidup Startegis (KLHS)
Dalam penyusunan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW)
harus memperhatikan aspek kesehatan, disisi lain dalam paradigma
sehat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak terkait termasuk
peruntukan tata ruang. Pembangunan aspek kesehatan dipastikan
tidak akan melanggar rencana tata ruang wilayah.
Berdasarkan kajian KLHS yang dilakukan Provinsi Jawa Tengah
untuk penyusunan RPJMD Provinsi Jawa Tengah, terdapat 25
(duapuluh lima) program yang diperkirakan mempengaruhi dampak
lingkungan strategis. Dinas Kesehatan selama 5 (lima) tahun ke depan
tidak memberikan dampak lingkungan strategis.

E. Penentuan Isu-Isu Strategis


Berdasarkan telaah capaian indikator kinerja Dinas Kesehatan
Provinsi tahun 2008 – 2013 dibandingkan dengan target yang tertuang

III - 8
dalam dokumen perencanaan (RPJMD, Renstra, SPM, MDG’s dan RAD
PG) maka indikator yang belum tercapai dan menjadi isu strategis
adalah sebagai berikut :
1. Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan Gizi Buruk
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian bayi (AKB)
masih menjadi masalah yang aktual di Jawa Tengah
(AKI:
116,34/100.000 KH; AKB: 10,75/1.000 KH) meskipun angka ini
sudah lebih baik dibanding target nasional (AKI: 226/100.000 KH;
AKB: 24/1.000 KH). Peningkatan AKI di Jawa Tengah disebabkan
meningkatnya jumlah kehamilan risiko tinggi, masih rendahnya
deteksi dini masyarakat serta kurang mampunya kecepatan dan
ketepatan pengambilan keputusan rujukan kehamilan risiko tinggi.
Demikian pula dengan AKB yang antara lain disebabkan
asfiksia (sesak nafas saat lahir), bayi lahir dengan berat badan
rendah (BBLR), infeksi neonatus, pneumonia, diare dan gizi
buruk. Status gizi buruk bayi antara lain disebabkan belum tepatnya
pola asuh khususnya pemberian ASI eksklusif.
Upaya untuk menurunkan AKI dan AKB dengan pelayanan
kesehatan ibu dan anak di puskesmas PONED dan Rumah
Sakit PONEK, namun pelaksanaan pelayanan kesehatan masih
belum optimal disebabkan karena belum terpenuhinya prasarana
dan sarana, belum meratanya pendayagunaan tenaga kesehatan
serta masih kurangnya kompetensi tenaga kesehatan. Sarana
pelayanan kesehatan di Jawa Tengah jika dibandingkan dengan
jumlah penduduk masih belum proporsional, sehingga masih
diperlukan optimalisasi pelayanan kesehatan di tingkat dasar dan
rujukan yang sesuai dengan standar.
Peran suami siaga dalam penurunan angka kematian ibu

III - 9
perlu lebih ditingkatkan dengan keikutsertaan suami dalam
kelas

III -
10
ibu hamil. Masih kurangnya partisipasi wanita dalam merencanakan
suatu persalinan dan mengambil keputusan (memutuskan siapa
penolong persalinan, dimana tempat melahirkan, alat kontrasepsi
yang akan digunakan pasca melahirkan, dll) masih menjadi otoritas
suami. Masih adanya gender stereotype (lak-laki sebagai kepala
keluarga dan pengambil keputusan) dan anggapan masyarakat
bahwa masalah kehamilan dan persalinan menjadi urusan
wanita dan merupakan hal yang biasa. Perlu dukungan dan
perhatian suami terhadap kehamilan dan persalinan seorang istri.

2. Angka Kesakitan dan Kematian Penyakit Menular dan tidak menular


Angka Kesakitan dan Kematian penyakit menular dan tidak
menular masih tinggi. Meningkatnya jumlah kasus penyakit
menular TB Paru disebabkan belum semua komponen pelaksana
penemuan kasus di sarana pelayanan kesehatan mendapat
pelatihan dan belum optimalnya ketersediaan prasarana dan
sarana di Puskesmas
dan Rumah Sakit.
Angka kesakitan Demam Berdarah masih tinggi, di atas
angka nasional, dikarenakan iklim yang tidak stabil dan curah hujan
yang banyak yang merupakan sarana perkembangbiakan nyamuk
Aedes aegipty serta tidak maksimalnya kegiatan Pemberantasan
Sarang Nyamuk (PSN).
Penemuan infeksi HIV dan AIDS tiap tahun cenderung
meningkat disebabkan upaya penemuan dan pencarian kasus yang
semakin intensif melalui VCT di Rumah Sakit.
Penyakit-penyakit menular/ infeksi masih menjadi masalah di
masyarakat, di sisi lain angka kesakitan dan kematian beberapa
penyakit tidak menular dan degeneratif seperti Diabetes
mellitus
III -
11
(DM), kardiovaskuler, hipertensi dan kanker (keganasan)
cenderung meningkat.

III -
12
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

A. Visi Dan Misi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah


Untuk mencapai sasaran pembangunan kesehatan pada
akhir tahun 2018 telah ditetapkan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah tahun 2013
– 2018 sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa
Tengah Nomor 5 Tahun 2014. Dengan mempertimbangkan
perkembangan dan berbagai kecenderungan masalah kesehatan ke
depan, mempertimbangkan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Jawa
Tengah telah ditetapkan Visi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
yaitu: “Institusi yang Profesionaal dalam Mewujudkan
Kesehatan Paripurna di Jawa Tengah”
Profesional dimaknai sebagai pola pikir, pola sikap dan pola
tindak yang sistematis, transparan dan akuntabel dari para pelaku
di jajaran Dinas Kesehatan.
Kesehatan Paripurna dimaknai sebagai isu kesehatan yang
meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang
diperankan oleh semua pelaku kesehatan di Jawa Tengah baik
eksekutif, legislatif, yudikatif, dunia usaha dan atau lembaga non
pemerintah serta masyarakat secara profesional dan
bertanggungjawab termasuk penyediaan sumber daya kesehatan.
Dalam rangka mewujudkan Visi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah tahun 2013 – 2018, telah ditetapkan 4 (empat) Misi yaitu :

IV - 1
1. Melaksanakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan
berkeadilan
Masyarakat mempunyai hak untuk memperoleh pelayanan
kesehatan paripurna dengan sebaik – baiknya tanpa membedakan
kesenjangan sosial ekonomi maupun geografis, untuk itu
penyelenggaraan pelayanan kesehatan harus bermutu, merata,
terjangkau, berkesinambungan dan berkeadilan, baik yang
diselenggarakan oleh pemerintah, masyarakat dan swasta.
Pelayanan kesehatan baik dasar maupun rujukan yang
bermutu, merata dan terjangkau, akan terpenuhi apabila
ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan juga bermutu, merata
dan terjangkau. Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan
tersebut, perlu suatu proses yang mencakup aspek penyusunan,
implementasi dan monitoring evaluasi yang dapat dipertanggung
jawabkan secara transparan dan partisipatif.
Setiap upaya pembangunan harus berkontribusi terhadap
peningkatan derajat kesehatan baik secara langsung maupun tidak
langsung. Upaya tersebut harus dapat menekan sekecil mungkin
dampak negatif yang merugikan kesehatan masyarakat beserta
lingkungannya. Untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, perlu
peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengenali,
merencanakan, mengatasi, memelihara, meningkatkan dan
melindungi kesehatan dirinya sendiri dan lingkungannya
sebagai upaya pengendalian dan pencegahan penyakit dan
kejadian luar
biasa.
Dalam penggalian dana guna menjamin ketersediaan
sumberdaya pembiayaan kesehatan, perlu advokasi dan sosialisasi
kepada semua penyandang dana, baik pemerintah maupun

IV - 2
masyarakat termasuk swasta. Dalam upaya
pengelolaan

IV - 3
sumberdaya pembiayaan yang efektif dan efisien, khususnya dalam
pemeliharaan kesehatan masyarakat, dikembangkan Sistem
Jaminan Kesehatan Daerah.

2. Mewujudkan sumber daya manusia kesehatan yang


berdaya saing
Semakin ketatnya persaingan global termasuk tenaga
kesehatan, diperlukan tenaga kesehatan yang terampil dan
kompeten (cakap, berkuasa untuk menentukan/ memutuskan
sesuai kewenangan) sehingga mampu bersaing dengan tenaga
kesehatan asing, baik yang akan bekerja di institusi pelayanan
kesehatan dalam negeri maupun luar negeri, diperlukan upaya
meningkatkan mutu sumber daya manusia kesehatan
melalui regulasi di bidang kesehatan dan pengembangan
profesionalisme dengan menyiapkan kurikulum yang sesuai pada
setiap pendidikan dan pelatihan.
Pendidikan dan pelatihan yang dilakukan Dinas kesehatan
Provinsi harus terakreditasi, baik kurikulum, jumlah peserta, pelatih,
penyelenggara pelatihan dan tempat pelatihan (sarana, prasarana
pelatihan).

3. Mewujudkan peran serta masyarakat dan pemangku


kepentingan dalam pembangunan kesehatan
Pembangunan kesehatan harus diselenggarakan dengan
menggalang kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan
dunia usaha serta lembaga terkait, dengan mendayagunakan
potensi yang dimiliki. Kemitraan diwujudkan dalam suatu jejaring
agar diperoleh sinergisme yang mantap. Untuk itulah diperlukan
adanya

IV - 4
penggerakkan kemitraan dan peran serta masyarakat dalam
mewujudkan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.

4. Melaksanakan Pelayanan Publik yang Bermutu


Pelayanan publik di lingkungan Dinas Kesehatan meliputi
pelayanan informasi dan administrasi baik internal maupun
eksternal. Pelayanan internal meliputi administrasi kepegawaian
(Penetapan Angka Kredit bagi tenaga fungsional kesehatan di
kabupaten/ kota, UPTD dan Rumah Sakit; penempatan bidan PTT),
keuangan (termasuk penggajian bidan PTT) dan aset, yang harus
dilakukan secara transparan dan akuntabel dalam rangka
mewujudkan good governance.
Pelayanan administrasi eksternal meliputi pemberian
rekomendasi terkait usulan sarana prasarana dari Rumah Sakit,
Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, pelayanan perijinan di
bidang farmasi dan perbekalan kesehatan, peningkatan kelas
dan akreditasi rumah sakit umum dan swasta.
Pelayanan informasi terdiri dari pelayanan kehumasan dan
informasi publik melalui media elektronik (website, televisi,
teleconference, radio, dll) dan media cetak (majalah
infokes, leaflet, poster, dll), baliho dan spanduk.

Visi dan Misi tidak akan terwujud apabila kondisi penduduk


Provinsi Jawa Tengah tidak sehat, sehingga perlu perencanaan
strategis yang mampu mengatasi berbagai hambatan dan kendala
bidang kesehatan. Pengembangan kebijakan pembangunan kesehatan
sangat penting mengingat penyelenggaraan pembangunan kesehatan
pada saat ini semakin kompleks sejalan dengan permasalahan,

IV - 5
perkembangan demokrasi, desentralisasi dan tuntutan globalisasi
yang semakin meningkat.
Kesehatan merupakan sektor yang kompleks dengan banyak
pelaku di lembaga pemerintah, masyarakat, dan kelompok swasta.
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan
mewujudkan pembangunan berwawasan kesehatan di Provinsi Jawa
Tengah, terdapat beberapa pelaku antara lain: (1) Pelaku dalam
Stewardship mencakup lembaga yang berfungsi sebagai penetap
kebijakan dan regulator dalam sistem kesehatan di Provinsi Jawa
Tengah. Disamping itu ada Lembaga dan Unit Pemerintah non Dinas
Kesehatan yang terkait dengan sektor Kesehatan sebagai pemangku
kepentingan atau SKPD Lain yang terkait sektor kesehatan; (2) Pelaku
dalam Financing (Sumber Pendanaan Kesehatan) adalah : Kementerian
Kesehatan dan berbagai Kementerian teknis terkait kesehatan
yang memberikan Anggaran Pemerintah Pusat; Pemerintah Daerah
Provinsi Jawa Tengah yang memberikan Anggaran Pemerintah Provinsi;
Masyarakat dan Swasta yang memberikan kontribusi; (3) Pelaku dalam
Pelayanan Kesehatan (Healthcare Delivery), mencakup Rumah Sakit
Pemerintah dan Swasta; Lembaga Pelayanan Kesehatan non Rumah
Sakit milik Pemerintah; Lembaga Pelayanan Kesehatan non -
Rumah Sakit milik Swasta; Lembaga Pelayanan kesehatan penunjang
lainnya : Apotik/ Toko Obat, Klinik, Praktek dokter bersama, Rumah
Bersalin, laboratorium, praktek komplementer. Disamping itu terdapat
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kesehatan dan Organisasi Profesi
serta (4) Pelaku dalam Resource Generation adalah berbagai
Lembaga Pendidikan Tenaga Kesehatan Pemerintah dan Swasta.
Selanjutnya, untuk dapat menjalankan peran secara optimal
maka sektor kesehatan perlu menggunakan konsep good governance
secara baik. Dalam konsep good governance, Dinas Kesehatan Provinsi

IV - 6
Jawa Tengah memiliki tiga peran kunci, yakni sebagai: (1)
sebagai regulator, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah harus
menjadi penggerak, institusi paling utama, yang terbaik dan paling
tahu tentang kesehatan, sebagai panutan, cakap, mampu, proaktif yang
dilandasi dengan pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang sistematis,
transparan dan akuntabel dalam sistem pelayanan kesehatan di
wilayahnya untuk mencapai status kesehatan masyarakat yang
optimal; (2) sebagai pemberi dana, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
melalui Dinas Kesehatan harus menjamin bahwa layanan
kesehatan yang diperlukan oleh masyarakat dapat diakses oleh
seluruh masyarakat, sehingga jika terjadi barier ekonomi dari kelompok
masyarakat yang miskin, maka Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
harus menjadi ujung tombak dan bertanggung jawab menyediakan
dana dan atau membuat sistem, supaya pelayanan kesehatan dapat
diakses oleh penduduk miskin dengan kualitas yang baik; (3) sebagai
pelaksana, maka Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah harus menjadi
motivator, leader, dan institusi yang menjadi tumpuan pemerintah
Provinsi Jawa Tengah dalam rangka menyediakan layanan kesehatan
paripurna yang diperankan oleh semua pelaku di Jawa Tengah baik
eksekutif, legislatif, yudikatif, dunia usaha dan atau lembaga-lembaga
non pemerintahan secara profesional dan bertanggungjawab,
termasuk penyediaan sumber daya kesehatan bagi masyarakat yang
bermutu, kompeten, cakap dan bertanggung jawab melalui Unit
Pelayanan Teknis (UPT), Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota,
Puskesmas, Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) serta Rumah Sakit Umum
dan Khusus.

IV - 7
B. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah
Tujuan yang akan dicapai oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah secara umum adalah terwujudnya Institusi yang
Profesional dalam Mewujudkan Kesehatan Paripurna di Jawa
Tengah yang mampu menggerakkan pembangunan bidang kesehatan
oleh pemerintah, swasta dan masyarakat dalam rangka meningkatkan
status kesehatan, pembiayaan kesehatan dan pelayanan
kesehatan yang bermutu.
Untuk mencapai tujuan dimaksud, Visi telah dijabarkan dalam 4
(empat) misi. Dalam rangka mencapai Misi-misi tersebut, maka tujuan
dan sasaran yang akan dicapai adalah :
1. Misi I : Meningkatkan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu
dan Berkeadilan
Untuk mencapai misi ini, maka tujuan dan sasaran yang
akan dicapai adalah :
a. Tujuan : Meningkatkan pelayanan kesehatan
masyarakat b. Sasaran :
1) Meningkatnya kesehatan ibu dan anak
2) Terkendalinya penyakit menular dan tidak menular
3) Meningkatnya fasilitas pelayanan kesehatan yang memenuhi
standar
4) Meningkatnya kuantitas dan kualitas kesehatan pemukiman,
tempat-tempat umum dan tempat pengolahan makanan
5) Meningkatnya mutu sediaan farmasi, makanan minuman,
alat kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah
Tangga (PKRT).

IV - 8
2. Misi II : Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berdaya
Saing
Untuk mencapai misi ini, maka tujuan dan sasaran yang
akan dicapai adalah :
a. Tujuan :
1) Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia kesehatan
2) Meningkatkan pelayanan pendidikan dan pelatihan
bidang kesehatan
3) Mendayagunakan sumber daya manusia kesehatan
b. Sasaran :
1) Meningkatnya masyarakat yang mengikuti pendidikan
di institusi pendidikan kesehatan
2) Meningkatnya kualitas institusi pendidikan kesehatan
3) Meningkatnya sumber daya manusia kesehatan
yang mengikuti pendidikan dan pelatihan
4) Meningkatnya pendidikan dan pelatihan yang terakreditasi
5) Meratanya distribusi tenaga kesehatan

3. Misi III : Mewujudkan Peran Serta Masyarakat dan


Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan Kesehatan
a. Tujuan :
1) Meningkatkan advokasi dan social support
pemangku kepentingan
b. Sasaran :
1) Meningkatnya peran pemerintah kabupaten/ kota
dalam pembangunan kesehatan
2) Meningkatnya peran dunia usaha dalam
pembangunan kesehatan

IV - 9
3) Meningkatnya peran masyarakat dalam pembangunan
kesehatan

4. Misi IV : Melaksanakan Pelayanan Publik yang Bermutu


a. Tujuan :
1) Meningkatkan pelayanan administrasi di bidang kesehatan
2) Meningkatkan pelayanan informasi di bidang
kesehatan b. Sasaran :
1) Meningkatnya penerbitan ijin dan registrasi sumber daya
kesehatan
2) Meningkatnya tata kelola kepegawaian, kehumasan, aset,
keuangan, perencanaan dan evaluasi pembangunan
kesehatan
3) Meningkatnya tata kelola administrasi perkantoran
4) Meningkatnya masyarakat yang memanfaatkan informasi
kesehatan

C. Strategi dan Kebijakan


Untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran maka strategi
yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
dalam periode 2013 – 2018 menurut Misi adalah sebagai berikut :
1. Melaksanakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan
berkeadilan.
a. Strategi :
1) Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan anak melalui upaya :
a) Penyelenggaraan pelayanan KIA, yang meliputi :
i. penemuan kasus risiko tinggi dan tindak lanjutnya
ii. penguatan Distric Team Probling Solving (DTPS)
Kab/Kota,

IV -
10
iii. pelacakan kematian maternal
perinatal, iv. pendampingan KIA kab/kota,
v. penguatan pelayanan Antenatal Care (ANC) Perinatal
Care (PNC) dan SOP kegawatdaruratan obstetri
neonatal,
vi. Review program KIA Tk. Provinsi,
vii. Review pelaksanaan ANC PNC dan SOP
kegawatdaruratan obstetri neonatal,
viii. Penguatan manajemen dan jejaring pelayanan
persalinan dan rujukan tingkat Regional,
ix. Penguatan Program Perencanaan Pertolongan
Persalinan dan Komplikasi (P4K) Kab/Kota,
x. Pembelajaran hasil rekomendasi Audit Maternal
Perinatal (AMP) Kab/Kota,
xi. Pertemuan koordinasi perencanaan, evaluasi program
Gizi, KIA dan validasi data,
xii. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam
penanganan dan pelayanan kekerasan terhadap
perempuan dan anak (KtPA),
xiii. Analisis AMP Kab/Kota
xiv. Puskesmas mampu tatalaksana PKPR,
xv. Pengembangan screening hipotyroid kongenital.
b) Pemantauan Wilayah Setempat KIA, yang meliputi
:
i. Analisis, penelusuran data kohort dan rencana tindak
lanjut,
ii. Pembinaan teknis program KIA, reproduksi dan KB
iii. Penguatan penyeliaan fasilitatif.
c) Peningkatan upaya perbaikan gizi keluarga,
yang meliputi:
IV -
1010
i. Pemantauan pertumbuhan Balita,
ii. penatalaksanaan kasus gizi buruk,
iii. pemberian suplemen gizi,
iv. fasilitasi peningkatan ASI eksklusif,
v. pemantauan kasus gizi burk pada Balita,
vi. peningkatan kapasitas petugas dalam tatalaksana
gizi buruk di RS,
vii. Peningkatan kapasitas petugas dalam
pemantauan pertumbuhan,
viii. Peningkatan kapasitas petugas dalam konseling
menyusui,
ix. Sosialisasi pedoman gizi seimbang,
x. Implementasi PP-ASI,
xi. Workshop dan lomba kreasi menu seimbang.

2) Pengendalian penyakit menular dan tidak menular melalui


upaya:
b) Manajemen P2 berbasis wilayah
c) Optimalisasi penemuan kasus
d) Penguatan tatalaksana kasus
e) Peningkatan kualitas SDM
f) Penguatan sistem informasi dan Recording Reporting
(RR)
g) Pengediaan logistik dan perbekalan kesehatan
h) Pengendalian faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM)
i) Pelaksanaan penanggulangan KLB dan Bencana
atau krisis kesehatan
j) Pelaksanaan program imunisasi

IV -
1111
k) Pelaksanaan surveilans Penyakit dapat Ditanggulangi
dengan Imunisasi (PD3I)
l) Pelaksanaan kesehatan haji

3) Peningkatan koordinasi pelayanan kesehatan dasar


dan rujukan yang memenuhi standar melalui upaya:
a) Fasilitasi puskesmas PONED;
b) Fasilitasi pembinaan akreditasi puskesmas (program
dasar dan pengembangan);
c) Pendampingan TPKJM;
d) Peningkatan pelayanan kesehatann wanita pekerja (WUS
dan Bumil) bagi perusahaan/ tempat kerja;
e) Penerapan standar pelayanan fasilitas
pelayanan kesehatan (fasyankes) rujukan;
f) Standarisasi PONEK Rumah Sakit;
g) Peningkatan mutu pelayanan kesehatan rujukan;
h) Pengembangan sistem informasi dalam pelaporan RS;
i) Pelayanan kesehatan komunitas.

4) Peningkatan kuantitas dan kualitas kesehatan


pemukiman, tempat-tempat umum dan tempat pengolahan
makanan melalui upaya:
a) Pengawasan kualitas air dan sanitasi dasar meliputi:
i. Surveilans kualitas air;
ii. Pembinaan jejaring penyelenggaraan air minum
(PDAM, DAMIU, BP SPAM);
iii. Pengembangan desa Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat (STBM);

IV -
1212
iv. Pendampingan bantuan keuangan desa bidang
kesehatan;
v. Pengadaan peralatan surveilans kualitas air.
b) Pengawasan Hygiene Sanitasi (HS) TTU dan TPM
meliputi:
i. Pengawasan HS Sarana fasyankes;
ii. Pengawasan HS di embarkasi;
iii. Pengembangan pasar sehat;
iv. Peningkatan HS di pondok pesantren;
v. Pembinaan pengawasan TPM;
vi. Pengadaan food contamination test kit.

5) Peningkatan mutu sediaan farmasi, makanan minuman, alat


kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)
melalui kegiatan:
a) Koordinasi dan pembinaan pengawasan dan distribusi
sediaan farmasi dan berbekalan kesehatan meliputi:
i. Fasilitasi dan pembinaan pengawasan obat;
ii. Fasilitasi dan pembinaan pengawasan
obat tradisional;
iii. Fasilitasi dan pembinaan pengawasan kosmetika;
iv. Fasilitasi dan pembinaan pengawasan alat kesehatan;
v. Fasilitasi dan pembinaan pengawasan PKRT;
b) Koordinasi dan pembinaan dan pengawasan Makanan
Minuman meliputi:
i. Fasilitasi dan pembinaan pengawasan makanan
minuman;
ii. Fasilitasi dan pembinaan pengawasan sertifikasi
industri makanan minuman dan rumah tangga.

IV -
1313
b. Arah Kebijakan
1) Menurunkan kematian ibu, bayi dan anak balita dan
meningkatkan status gizi ibu, bayi dan anak balita
2) Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian penyakit
menular, mengendalikan faktor risiko penyakit menular dan
tidak menular serta meningkatkan surveilans
3) Meningkatkan sarana prasarana pelayanan kesehatan
dasar dan rujukan sesuai standar dan pemenuhan sumber
daya manusia kesehatan.
4) Meningkatkan cakupan sanitasi dasar dan tempat-tempat
umum dan tempat pengolahan makanan yang memenuhi
syarat
5) Meningkatkan pengawasan kualitas penyediaan dan
distribusi sediaan farmasi, makanan minuman, alat
kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga
(PKRT)

2. Mewujudkan sumber daya manusia kesehatan yang


berdaya saing
a. Strategi
1) Peningkatan pendayagunaan lulusan institusi pendidikan
kesehatan melalui kegiatan koordinasi organisasi profesi
kesehatan, meliputi:
a) Optimalisasi peran organisasi profesi
dalam pembangunan kesehatan;
b) Fasilitasi sertifikasi dan registrasi tenaga kesehatan;
c) Fasilitasi dan pembinaan kuallitas tenaga
kesehatan strategis;

IV -
1414
d) Fasilitasi peningkatan kompetensi SDM Kesehatan.
2) Peningkatan kualitas institusi pendidikan melalui upaya
fasilitasi penyelenggaraan institusi pendidikan kesehatan
meliputi :
a) Rapat koordinasi institusi pendidikan kesehatan,
b) Evaluasi pelaksanaan pengabdian
masyarakat, c) Fasilitasi sumpah tenaga
kesehatan,
d) Pemetaan lulusan tenaga kesehatan,
e) Fasilitasi pelaksanaan kuliah umum di institusi
Diknakes.
3) Peningkatan SDM Kesehatan yang mengikuti pendidikan
dan pelatihan melalui upaya penyelenggaraan pelatihan
SDM Kesehatan meliputi :
a) Koordinasi pelaksanaan pelatihan teknis Dinas
Kesehatan;
b) Quality control pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.
4) Peningkatan pendidikan dan pelatihan yang terakreditasi
melalui upaya pelaksanaan akreditasi pelatihan,
5) Pemerataan distribusi tenaga kesehatan

b. Arah Kebijakan
1) Menjalin kerjasama/ jejaring antara institusi pendidikan
kesehatan dengan pengguna tenaga kesehatan
2) Akreditasi institusi pendidikan oleh Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT)
3) Memfasilitasi sumber daya manusia kesehatan untuk
peningkatan kapasitas dengan mengikuti pendidikan dan
pelatihan

IV -
1515
4) Akreditasi pelatihan bidang kesehatan di Provinsi dan
Kab/kota

3. Mewujudkan Peran Serta masyarakat dan pemangku


kepentingan dalam pembangunan kesehatan
a. Strategi
1) Peningkatan peran pemerintah kabupaten/ kota
dalam pembangunan kesehatan melalui upaya:
a) Advokasi/ sosialisasi program kesehatan meliputi:
i. Advokasi penyusunan regulasi kesehatan (KTR,
ASI Eksklusif dan PSN)
ii. Pasar dengan garam beryodium
b) Pembiayaan kesehatan meliputi:
i. Pengembangan Jaminan Pemeliharaan
Kesehatan ii. Pembiayaan kesehatan
c) Peningkatan kemitraan kesehatan meliputi : kerjasama
bidang kesehatan antar provinsi MPU dan daerah lintas
batas
2) Peningkatan peran dunia usaha dalam pembangunan
kesehatan melalui upaya:
a) kemitraan dengan dunia usaha dan LSM dalam
penanganan masalah kesehatan
b) kemitraan dengan institusi diknakes dalam
pengembangan desa siaga aktif
3) Peningkatan peran masyarakat dalam pembangunan
kesehatan malalui upaya:
a) Pemberdayaan Masyarakat, meliputi:
i. Peningkatan kualitas desa siaga
ii. Revitalisasi dan pengembangan UKBM

IV -
1616
iii. Pembudayaan PHBS
b) Peningkatan Kemitraan Kesehatan, meliputi:
i. Kemitraan dengan institusi Diknakes dalam
pengembangan desa siaga aktif
ii. Kemitraan dengan organisasi massa,
organisasi pemuda, PKK dalam peningkatan kualitas
desa siaga

b. Arah Kebijakan
1) Menjadikan pembangunan kesehatan sebagai program
prioritas daerah
2) Menjalin kemitraan, dunia usaha, ormas dan LSM dalam
mengatasi masalah kesehatan
3) Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi
masalah kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat

4. Melaksanakan pelayanan publik yang bermutu


a. Strategi
1) Peningkatan mutu pelayanan penerbitan ijin dan registrasi
sumber daya kesehatan melalui upaya koordinasi
organisasi profesi kesehatan, meliputi :
a) optimalisasi peran organisasi profesi,
b) Fasilitasi sertifikasi dan registrasi tenaga kesehatan
2) Peningkatan tata kelola kepegawaian, kehumasan, aset,
keuangan, perencanaan dan evaluasi pembangunan
kesehatan melalui upaya perencanaan dan pengendalian
pembangunan kesehatan, meliputi :
a) Sinkronisasi dan koordinasi perencanan, penganggaran
dan evaluasi Pembangunan kesehatan antara pusat,
provinsi dan kabupaten/ kota,
IV -
1717
b) Penyusunan dokumen perencanaan, penganggaran dan
evaluasi pembangunan kesehatan Provinsi Jawa
Tengah,
c) Fasilitasi dan pendampingan penyusunan
perencanaan dan penganggaran pembangunan
kesehatan ke Dinas kesehatan kabupaten/ kota,
Rumah Sakit Kabupaten/ kota dan UPT,
3) Peningkatan tata kelola administrasi perkantoran
melalui upaya penyediaan jasa surat menyurat,
penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik,
penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan perkantoran,
penyediaan jasa kebersihan, penyediaan alat tulis
kantor, penyediaan barang cetak dan penggandaan,
penyediaan peralatan rumah tangga, penyediaan bahan
bacaan dan peraturan perundang-undangan, penyediaan
bahan logistik kantor, penyediaan makanan minuman,
rapat-rapat koordinasi dan konsultasi di dalam dan luar
daerah, Peningkatan sarana dan prasarana aparatur,
peningkatan disiplin aparatur, peningkatan kapasitas smber
daya aparatur, peningkatan jasa pelayanan kesehatan
4) Peningkatan masyarakat yang memanfaatkan informasi
kesehatan melalui upaya:
a) Penyebarluasan informasi melalui berbagai media,
meliputi: Penyebarluasan informasi melalui media
cetak, media elektronik dan media luar ruang
b) Penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan, meliputi:
i. Penyusunan buku Profil Kesehatan
ii. Penyusunan buku saku kesehatan

IV -
1818
iii. Penyusunan buku Standar Pelayanan Minimal
(SPM) Kesehatan kab/Kota
iv. Penyusunan buku Data Dasar Puskesmas dan RS

b. Arah Kebijakan
a) Mempermudah dan menyederhanakan penerbitan ijin dan
registrasi sumber daya kesehatan melalui pelayanan satu
pintu.
b) Meningkatkan tata kelola kepegawaian, kehumasan, aset,
keuangan, perencanaan dan evaluasi pembangunan
kesehatan sesuai standar dan berbasis teknologi informasi
c) Meningkatkan tata kelola administrasi perkantoran dan
pembiayaan kesehatan sesuai standar dan berbasis
teknologi informasi
d) Meningkatkan kualitas layanan informasi kesehatan
berbasis web.

IV -
1919
BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,


KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Mengacu pada visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi, maka


program – program pembangunan kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah yang disusun untuk kurun waktu 2013 – 2018 adalah
sebagai berikut :
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
5. Program Jasa Pelayanan Kesehatan
6. Program Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit
7. Program Farmasi Dan Perbekalan Kesehatan
8. Program Pelayanan Kesehatan
9. Program Kesehatan Lingkungan
10. Program Sumber Daya Manusia Kesehatan
11. Program Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat
12. Program Manajemen Informasi Dan Regulasi Kesehatan

Adapun keterangan selengkapnya tentang program, kegiatan,


indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif
sebagaimana
terlampir pada Tabel 5.1.

V-1
V-2
BAB VI

INDIKATOR KINERJA SKPD MENGACU PADA


TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Indikator kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun


2013 – 2018 mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD, sebagai berikut

: A. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit

Indikator yang akan dicapai yaitu Angka Penemuan Kasus Baru


TB (Case Detection Rate/ CDR) ; Angka Penemuan Kasus Baru
HIV/AIDS; Angka Penemuan Kasus Baru Kusta; Angka Penemuan
Kasusu Diare Balita; Angka Penemuan Kasus ISPA Balita; Angka
Kesakitan Malaria; Proporsi kasusu Hipertensi di Fasilitasi
Pelayanan Kesehatan; Proporsi Kasus Diabetes Militus di Fasilitasi
Pelayanan Kesehatan; Acuate Flaccid Paralysis (AFP) Rate; Cakupan
UCI Desa; dan Proporsi Kejadian Luar Biasa Penyakit Yang Dapat
Dicegah Dengan Imunisasi( KLB PD3I).

B. Program Farmasi dan Perbekalan Kesehatan

Indikator yang akan dicapai yaitu Proporsi sarana produksi dan


distribusi di bidang farmasi dan perbekes sesuai standar; Proporsi
sarana dan pelayanan kefarmasian sesuai standar; Proporsi
kabupaten/kota melakukan pembinaan dan pengawasan makanan dan
minuman sesuai standar.

C. Program Pelayanan Kesehatan

Indikator yang akan dicapai yaitu Cakupan persalinan Tenaga


Kesehatan; Cakupan Noenatal Komplikasi yang ditangani; Cakupan
kunjungan bayi; Prevalensi Gizi Buruk; Proporsi Puskesmas memiliki
ijin operasional; Proporsi Puskesmas PONED sesuai standar;
Proporsi
VI-1
Puskesmas; Rasio Puskesma per jumlah penduduk; Proporsi RS yang
memiliki izin operasional; Proporsi RS terakraditasi; Proporsi RS
terklarifikasi; Proporsi RS PONEK terstandar; NDR RSUD, BOR RSJD,
LOS RSJD, Cakupan Pelayanan Rawat Jalan dan Cakupan Pelayanan
Rawat Inap RSJD.

D. Program Kesehatan Lingkungan

Indikator yang akan dicapai yaitu Proporsi Desa melaksanakan


Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM); Proporsi Tempat-Tempat
Umum (TTU) yang memenuhi syarat; dan Proporsi Tempat Pengolahan
Makanan (TPN) yang memenuhi syarat.

E. Program Sumber Daya Manusia Kesehatan

Indikator yang akan dicapai yaitu Proporsi tenaga


kesehatan tersertifikasi; Proporsi Pelatihan Kesehatan yang
terakredirasi; dan Proporsi Institusi Pendidikan Kesehatan yang
terakreditasi.

F. Program Promosi dan Pemberdayaan

Indikator yang akan dicapai yaitu Proporsi Rumah Tangga


Sehat; Proporsi kabupaten-kota yang menerbitkan regulasi dibidang
kesehatan; Proporsi Pasar yang menyediakan garam beryodium;
Proporsi desa/keurahan Siaga Aktif Mandiri; Proporsi penduduk miskin
non kuota yang memiliki Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK); dan
Presentase kabupaten/kota mengalokasikan 10% APBD untuk
Kesehatan.

G. Program Manajemen, Informasi dan Regulasi Kesehatan

Indikator yang akan dicapai yaitu Jumlah dokumen


perencanaan, penganggaran, evaluasi dan informasi kesehatan.

VI-2
VI-3
Tabel 6.1
Indikator kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 – 2018 mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD

NO ASPEK/BIDANG KONDISI KINERJA TARGET KINERJA KONDISI


URUSAN/INDIKATOR AWAL RPJMD KINERJA
KINERJA PEMBANGUNAN 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 AKHIR
RPJMD
URUSAN KESEHATAN
A PROGRAM PENCEGAHAN
DAN PENANGGULANGAN
PENYAKIT
1 Angka Kematian DBD (%) <1,2 <1,2 <1 <1 <1 <1 <1 <1
2 Angka Kesakitan DBD(/ 19,29 45,52 <20 <20 <20 <20 <20 <20
100.000 pddk)
3 Angka penemuan kasus 114,00 115,00 116,00 117,00 118,00 120,00 122,00 122,00
baru TB (CDR)
4 Angka penemuan kasus 20,00 20,00 18,00 16,00 15,00 14,00 13,00 13,00
baru HIV - AIDS (%)
5 Angka penemuan kasus 5,40 5,8 6,00 6,50 7,00 7,50 8,00 8,00
baru kusta
6 Angka penemuan kasus 30,16 35,00 40,00 45,00 50,00 55,00 60,00 60,00
Diare Balita
7 Angka penemuan kasus 30,60 42,00 45,00 48,00 52,00 56,00 60,00 60,00
ISPA Balita
8 Angka kesakitan Malaria 0,08 0,06 0,07 0,07 0,07 0,06 0,06 0,06
9 Proporsi kasus Hipertensi 37,00 <30 <30 <25 <25 <20 <20 <20
di fasilitas Pelayanan
Kesehatan
10 Proporsi kasus Diabetis 60,00 <55 <55 <50 <50 <45 <45 <45

VI-4
mellitus di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan
11 AFP Rate (/100.000) 2,3/10.000 2/100.000 2/100.000 2/100.000 2/100.000 2/100.000 2/100.000 2/100.000

12 Cakupan UCI 98,9 98,9 98,9 98,9 99 99 99 99


13 Proporsi KLB PD3I 100 100 100 100 100 100 100

B PROGRAM FARMASI DAN


PERBEKALAN
KESEHATAN
1 Proporsi sarana produksi 50,00 55,00 60,00 65,00 70,00 75,00 80,00 80,00
dan distribusi di bidang
farmasi dan perbekes
sesuai standar
2 Proporsi sarana 22,50 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 80,00
pelayanan kefarmasian
sesuai standar
3 Proporsi kab/kota 15,00 28,57 42,86 57,14 71,43 85,71 100,00 100,00
melakukan binwan
makmin sesuai standar

C PROGRAM PELAYANAN
KESEHATAN
1 Angka Kematian Ibu 116,34 118,62 118 118 117 117 116 116
(/100.000 KH)
2 Angka Kematian Bayi 10,75 10,41 12.5 12,00 12,00 11,50 11,00 11,00
(AKB)/ 1.000 KH)
3 Angka Kematian Balita 11,85 11,80 11,90 11,85 11,80 11,75 11,00 11,00
(/1.000 KH)

VI-5
4 Prevalensi Gizi buruk 0,04 0,08 0,05 0,05 0,05 0,04 0,04 0,04
5 Cakupan pertolongan 95 97,5 98 98 98,5 98,5 98,5
persalinan Nakes
6 Cakupan Neonatal 70 75 80 81 83 84 85 85
komplikasi yang ditangani
7 Cakupan kunjungan bayi 86 87 97 97,5 97,5 98 98 98
8 Proporsi puskesmas yg 0 0 10 25 50 75 100 100
memiliki ijin operasional
9 Proporsi puskesmas 6 7 10 12 13 15 15
terakreditasi
10 Proporsi puskesmas 11 13 16 18 20 22 22
PONED terstandar
11 Rasio puskesmas per 1:38.110 1:37.610 1:37.110 1:36.610 1:36.110 1:35.610 1:35.610
jumlah penduduk
12 Proporsi RS yang memiliki 98 100 100 100 100 100 100
ijin operasional
13 Proporsi RS terakreditasi 0 4,44 11,11 18,52 29,93 37,04 37,04
14 Proporsi RS Terklasifikasi 68,4 6,67 21,11 27,41 36,30 40,00 40,00
15 Proporsi RS PONEK 6,16 16,33 24,49 28,57 32,65 40,82 40,82
terstandar

D PROGRAM KESEHATAN
LINGKUNGAN
Desa melaksankan STBM
Proporsi TTU memenuhi
syarat
Proporsi TTM memenuhi
syarat

VI-6
Sumber : RPJMD 2013 – 2018

VI-7
BAB VII
PENUTUP

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah


merupakan pedoman dalam penyusunan rencana kerja (renja) Dinas
Kesehatan untuk lima tahun mendatang sampai tahun 2018. Renstra juga
disusun tidak saja sebagai pedoman dalam perencanaan tahunan tetapi
juga dijadikan pedoman dasar dalam evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
atas kinerja tahunan selama lima tahun ke depan.
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memiliki
tujuan dan sasaran yang merupakan bagian integral dari citra Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, baik citra aparatur, masyarakat dan
lingkungan yang ada di Provinsi Jawa Tengah, sehingga visi dan misi yang
tersusun memang layak dimiliki oleh Dinas Kesehatan.
Agenda-agenda strategis pembangunan kesehatan harus dijadikan
acuan dasar unit kerja terkait dan dijabarkan dalam visi dan misi unit
kerjanya, sehingga secara komprehensif rencana strategis ini dapat
dijalankan secara bersama-sama.
Pelibatan seluruh unsur jajaran kesehatan di Provinsi Jawa Tengah
dalam karya nyata dalam rangka menjabarkan visi dan misi merupakan
modal yang paling penting, sehingga bukan hanya memiliki visi dan
misi yang paling utama tetapi bagaimana visi dan misi itu dituangkan
dalam karya yang nyata dalam membangun Jawa Tengah. Untuk itu perlu
penguatan peran para stakeholder dalam pelaksanaan rencana kerja dinas
kesehatan provinsi demi mewujudkan “Institusi yang Profesional
dalam Mewujudkan Kesehatan Paripurna di Jawa Tengah”.
Pada saat RPJMD Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 – 2018 belum
tersusun dan untuk menjaga kesinambungan pembangunan serta
mengisi
VII - 1
kekosongan RKPD setelah RPJMD berakhir, maka RPJMD ini menjadi
pedoman penyusunan RKPD dan RAPBD tahun pertama dibawah
kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih hasil Pemilihan
Umum Kepala Daerah (Pemilukada) periode berikutnya dengan tetap
berpedoman pada RPJPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005-2025
dan mengacu RPJMN tahun 2015-2019.
RPJMD merupakan panduan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
serta pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan pembangunan 5
(lima) tahun kedepan. Oleh karena itu , konsistensi, kerjasama,
transwparansi, dan inovasi, serta rasa tanggung jawab tinggi diperlukan
guna pencapaian target-target yang tlah ditetapkan dalam RPJMD dengan
kidah-kaidah pelaksanaan sebagai berikut:
a. Gubernur berkewajiban menyebarluaskan Peraturan Daerah
tentang
RPJMD kepada masyarakat;
b. Seluruh SKPD lingkup pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah
Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dan pemangku kepentingan agar
mendukung pencapaian target-terget sebagaimana yang telah
ditetapkan dalam RPJMD;
c. Seluruh SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah
Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dan pemangku kepentingan agar
melaksanakan program-program yang tercantum didalam rpjmd
dengan sebaik-baiknya;
d. Seluruh SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
dalam
menyusun Renstra SKPD berpedoman pada RPJMD;
e. Seluruh Permerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dalam
menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten/Kota harus memperhatikan RPJMD;

VII - 2
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah
melaksanakan pengendalian dan evaluasi terhadap hasil
pelaksanaan

VII - 3
RPJMD, mengkoordinasikan hasil evaluasi Renstra SKPD dilingkup Provinsi
Jawa Tengah, dan melakukan fasilitasi pengendalian dan evaluasi
Rencana Pembangunan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

VII - 4
Tabel 2.9
Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009 – 2013

Indikator Target Renstra SKPD Tahun Realisasi Capaian Tahun Rasio Capaian pada Tahun
Kinerja sesuai Target Target
NO
Tugas dan SPM IKK 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
Fungsi
(1) (2) (3) (4) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
SPM
Cakupan
1. kunjungan ibu 95% 88% 90% 93% 96% 100% 93,39 92,04 93,71 92,99 92,13 106,125 102,266 100,76 96,86 92,13
hamil K4
Cakupan
2. pertolongan 90% 88% 90% 93% 96% 100% 93,03 93,93 96,79 97,14 98,08 105,71 104,37 104,07 101,18 98,08
persalinan Nakes
Cakupan
neonatal resti/
3. 80% 80% 85% 90% 95% 100% 23,96 44,90 55,10 66,38 75,36 29,95 52,82 61.22 69,87 75,36
komplikasi yang
ditangani
Cakupan
4. 90% 50% 60% 75% 90% 100% 95,07 94,14 92,64 96,95 95,59 190,14 156,9 123,52 107,72 95,59
kunjungan bayi
Desa/ kelurahan
5. 100% 91,95 94,08 95,89 98,05 99
UCI
Cakupan deteksi
dini tumbuh
6. kembang anak80% 50% 60% 70% 85% 100% 50,29 65,88 69,62 80,21 75,46 100,58 109,8 99,45 94,36 75,46
Balita dan
prasekolah
Cakupan Balita
gizi buruk
7. mendapat 100% 100 100 100 100 100 72,49 100 100 100 100 72,49 100 100 100 100
perawatan

Tabel 2.9 - 1
Indikator Target Renstra SKPD Tahun Realisasi Capaian Tahun Rasio Capaian pada Tahun
Kinerja sesuai Target Target
NO
Tugas dan SPM IKK 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
Fungsi
(1) (2) (3) (4) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
Penjaringan
8. kesehatan siswa 100% 40% 60% 75% 90% 100% 65,61 75 78,72 70,08 71,88 164.025 125 104.96 77,867 71,88
SD dan setingkat
Cakupan peserta
9. 70% 77% 82% 87% 95% 100% 78,37 78,25 79,09 75,71 79,52 101,77 95,42 90,90 79,69 79,52
KB aktif
Desa/ kelurahan
mengalami KLB
10. 100% 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
yang ditangani <
24 jam
Penduduk yang
11. memanfaatkan 75% 28,57% 42,87% 57,14 %71,42 85,71% 72,22 72,95 68 70,46 76,11 252,78 170,16 119,00 98,65 88,79
jamban %
Cakupan
12. pemanfaatan air 63,5% 28,57% 42,87% 42,87 %71,42 85,71% 82,38 87,82 63 75,05 78,55 288,34 204,85 146,95 105,08 91,64
bersih %
Rumah/
bangunan bebas
13. >95% 63% 77% 89% 100% 100% 79,38 73,48 83,09 83,72 84,23 126 95,42 93,35 83,72 84,23
jentik nyamuk
Aedes
Tempat umum
14. yang memenuhi 82% 73,57 69,28 74,9 76,36 78,39
syarat
Posyandu
15 40% 32,79 34,94 36,84 35,22 37,91
Purnama
16. Posyandu Mandiri 40% 12,58 13,14 16,08 17,57 18,78
Cakupan desa
17 siaga aktif 50 70 100 100 100

Tabel 2.9 - 2
Indikator Target Renstra SKPD Tahun Realisasi Capaian Tahun Rasio Capaian pada Tahun
Kinerja sesuai Target Target
NO
Tugas dan SPM IKK 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
Fungsi
(1) (2) (3) (4) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
Cakupan
18 55,4% 96,7 96,1 93,7 96,4 99,8
imunisasi campak

DERAJAT
B
KESEHATAN
Umur Harapan
1 71 71 71,2 71,3 71,5 71,25 71,40 72,6 72,6 100,35 100,56 101,96 101,82
Hidup (UHH)
Jumlah Kematian
2 110 108 106 104 102 117,02 104,97 116,01 116,34 118,62 106,38 97,19 109,44 111,86 116,29
Ibu/ AKI
Jumlah Kematian
3 8,9 9,15 9,12 9,1 9 8,9 10,37 10,62 10,34 10,75 10.41 113,33 116,44 113,62 116,44 116,96
Bayi/ AKB
Jumlah Kematian
4 9,3 10,1 10 9,7 9,5 9,3 11,74 12,02 11,50 11,85 11,80 116,23 120,2 118,55 124,73 126,88
Balita
Kasus Balita gizi
5 1,02% 0,97% 0,92% 0,87% 0,82% 3160 3468 3187 1131 964
buruk (BB/TB)

Angka kesakitan
6 28,5% 31,4% 34,2% 40% 45% 57,9 56,8 15,3 19,29 45,52 203,15 180,89 44,73 48,225 101,55
DBD

Kesakitan malaria
7 100 100% 100% 100% 100% 100% 0,05 0,1 0,1 0,075 0,06 0,05 0,1 0,1 0,075 0,07
(API)
Penemuan TB
8 60 35% 40% 50% 60% 80% 48,15 55,38 59,52 58,45 58,46 137,57 138,45 119,04 97,41 73,07
Paru (CDR)
Kesembuhan TBC
9 85 90% 93% 94% 95% 96% 85,01 85,15 82,90 81,36 94,45 91,55 88,19 85,64
Paru
Kasus baru HIV –
10 0,6 100% 100% 100% 100% 100% 143/430 373/501 755/521 607/797 1045/993
AIDS
Penemuan/
11 30% 40% 50% 60% 70% 1/1 1/1 0/0 0/0 0/0
Kematian Kasus
Tabel 2.9 - 3
Indikator Target Renstra SKPD Tahun Realisasi Capaian Tahun Rasio Capaian pada Tahun
Kinerja sesuai Target Target
NO
Tugas dan SPM IKK 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013
Fungsi
(1) (2) (3) (4) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
Avian Influenza
Penemuan
12 penderita baru 40% 50% 60% 70% 80% 226/1348 315/1344 348/1678 211/1308 190/2297
kusta PB/ MB
Proporsi
13 penderita kusta 30% 40% 50% 60% 70% 15 12,9 12,49 16,59 14,4 50 32,25 24,98 27,65 20,57
cacat tingkat 2
14 Kasus Polio 0 0 0 0 0
Non Polio AFP
15 100 2,37 2,16 2,62 2,3 2,70
Rate

Tabel 2.9 - 4
Tabel 2.11
Anggaran dan Realisasi Pendapatan Pelayanan
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa tengah Tahun 2009-2013

Rasio antara Realisasi dan Anggaran


Anggaran pada Tahun (.000) Realisasi Anggaran pada Tahun ke - Rata-Rata Pertumbuhan
Uraian ***) Tahun ke -
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 Anggaran Realisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

PENDAPATAN DAERAH

Pendapatan Asli Daerah 5,477,799 7,500,000 9,500,000 11,025,000 12,300,500 8,014,146 8,805,586 10,588,834 11,607,133 14,447,433 1.46 1.17 1.11 1.05 1.17 5,872,936 3,728,911

- Hasil pajak daerah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0

- Hasil retribusi daerah 5,468,652 7,488,435 9,452,600 11,025,000 12,300,500 7,829,882 8,601,175 10,511,546 11,603,203 11,877,433 1.43 1.15 1.11 1.05 0.97 5,875,223 3,694,411

- Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang


9,147 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 -2,287 0
dipisahkan

- Lain-lain PAD yang Sah 0 11,565 47,400 0 0 184,263 204,411 77,288 3,930 2,570,000 0.00 17.67 1.63 0.00 0.00 0 34,501

Dana Perimbangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0

- Bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0

- Dana alokasi umum 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0

- Dana alokasi khusus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0

Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0

- Pendapatan hibah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0

- Dana darurat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0

- Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan


0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0
pemerintah daerah lainnya

- Dana penyesuaian dan otonomi khusus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0

- Bantuan keuangan dari provinsi atau


0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0 0
pemerintah daerah lainnya

BELANJA DAERAH 130,622,314 149,942,340 113,360,426 156,221,151 188,737,680 121,271,680 136,926,728 99,636,123 145,819,114 172,352,622 0.93 0.91 0.88 0.93 0.91 33,727,969 21,928,840

Belanja tidak langsung 37,211,777 40,766,818 46,755,658 49,231,745 55,476,067 34,804,009 39,370,140 45,120,153 47,245,274 51,427,466 0.94 0.97 0.97 0.96 0.93 13,581,049 9,541,235

- Belanja pegawai 37,211,777 40,766,818 46,755,658 49,231,745 55,476,067 34,804,009 39,370,140 45,120,153 47,245,274 51,427,466 0.94 0.97 0.97 0.96 0.93 13,581,049 9,541,235

- Belanja bunga 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

- Belanja subsidi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

- Belanja hibah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

- Belanja bantuan sosial 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0


- Belanja bagi hasil kepada
provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
desa

- Belanja tidak terduga 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Belanja langsung 93,410,537 109,175,522 66,604,768 106,989,406 133,261,613 86,467,671 97,556,588 54,515,970 98,573,841 120,925,156 0.93 0.89 0.82 0.92 0.91 20,146,921 12,387,605

- Belanja pegawai 6,954,331 8,315,397 6,434,099 14,911,119 17,255,098 6,377,674 7,466,697 6,098,241 13,002,588 15,342,405 0.92 0.90 0.95 0.87 0.89 8,542,783 6,220,345

- Belanja barang dan jasa 68,973,099 79,185,034 50,929,749 74,497,885 88,463,875 64,058,145 71,117,041 47,608,003 68,398,216 81,836,607 0.93 0.90 0.93 0.92 0.93 9,016,284 3,177,409
Rasio antara Realisasi dan Anggaran
Anggaran pada Tahun (.000) Realisasi Anggaran pada Tahun ke - Rata-Rata Pertumbuhan
Uraian ***) Tahun ke -
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 Anggaran Realisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

- Belanja modal 17,483,107 21,675,091 9,240,920 17,580,402 27,542,640 16,031,851 18,972,850 809,725 17,173,037 23,746,144 0.92 0.88 0.09 0.98 0.86 2,587,855 2,989,852

PEMBIAYAAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Penerimaan pembiayaan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

- Sisa lebih perhitungan anggaran tahun


0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
anggaran sebelumnya

- Pencairan dana cadangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

- Hasil penjualan kekayaan daerah yang


0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
dipisahkan

- Penerimaan pinjaman daerah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

- Penerimaan kembali pemberian pinjaman 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

- Penerimaan piutang daerah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Pengeluaran pembiayaan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

- Pembentukan dana cadangan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

- Penyertaan modal (investasi) pemerintah


0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
daerah

- Pembayaran pokok utang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

- Pemberian pinjaman daerah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Total 130,622,314 149,942,340 113,360,426 156,221,151 188,737,680 121,271,680 136,926,728 99,636,123 145,819,114 172,352,622 2 2 2 2 2 33,727,969 21,928,840
Tabel 4.1
Keterkaitan Sasaran Strategi dan Arah Kebijakan dalam Pencapaian Misi Renstra Dinas Kesehatan 2013 – 2018

No Sasaran Strategi Arah Kebijakan


1 2 3 4
Misi I : Meningkatkan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu dan Berkeadilan
1. Meningkatnya kesehatan A. Penyelenggaraan pelayanan KIA, yang meliputi : 1. Menurunkan kematian ibu, bayi
ibu dan anak penemuan kasus risiko tinggi dan tindak lanjutnya, 2. dan anak balita dan
penguatan Distric Team Probling Solving (DTPS) meningkatkan status gizi ibu,
Kab/Kota, 3. pelacakan kematian maternal perinatal, 4. bayi dan anak balita
pendampingan KIA kab/kota, 5. penguatan pelayanan
Antenatal Care (ANC) Perinatal Care (PNC) dan SOP
kegawatdaruratan obstetri neonatal, 6. Review program
KIA Tk. Provinsi, 7. Review pelaksanaan ANC PNC
dan SOP kegawatdaruratan obstetri neonatal, 8.
Penguatan manajemen dan jejaring pelayanan
persalinan dan rujukan tk. Regional, 9. Penguatan
Program Perencanaan Pertolongan Persalinan dan
Komplikasi (P4K) Kab/Kota, 10. Pembelajaran hasil
rekomendasi Audit Maternal Perinatal (AMP) Kab/Kota,
11. Pertemuan koordinasi perencanaan, evaluasi
program Gizi, KIA dan validasi data, 12. Peningkatan
kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan dan
pelayanan kekerasan terhadap perempuan dan anak
(KtPA), 13. Analisis AMP Kab/Kota 14. Puskesmas
mampu tatalaksana PKPR, 15. Pengembangan
screening hipotyroid kongenital.

IV - 1
No Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 2 3 4
B. Pemantauan Wilayah Setempat KIA, yang meliputi : 1.
Analisis, penelusuran data kohort dan rencana tindak
lanjut, 2. Pembinaan teknis program KIA, reproduksi
dan KB 3. Penguatan penyeliaan fasilitatif.
C. Peningkatan upaya perbaikan gizi keluarga, yang
meliputi: 1. Pemantauan pertumbuhan Balita, 2.
penatalaksanaan kasus gizi buruk, 3. pemberian
suplemen gizi, 4. fasilitasi peningkatan ASI eksklusif, 5.
pemantauan kasus gizi burk pada Balita, 6. peningkatan
kapasitas petugas dalam tatalaksana gizi buruk di RS, 7.
Peningkatan kapasitas petugas dalam pemantauan
pertumbuhan, 8. Peningkatan kapasitas petugas
dalam konseling menyusui, 9. Sosialisasi pedoman gizi
seimbang, 10. Implementasi PP-ASI, 11. Workshop dan
lomba kreasi menu seimbang

2 Terkendalinya penyakit Pengendalian penyakit menular dan tidak menular melalui Menurunkan angka kesakitan dan
menular dan tidak menular upaya: 1. Manajemen P2 berbasis wilayah 2. Optimalisasi angka kematian penyakit
penemuan kasus 3. Penguatan tatalaksana kasus 4. menular, mengendalikan faktor
Peningkatan kualitas SDM 5. Penguatan sistem informasi risiko penyakit menular dan tidak
dan Recording Reporting (RR) 6. Pengediaan logistik dan menular serta meningkatkan
perbekalan kesehatan 7. Pengendalian faktor risiko surveilans
Penyakit Tidak Menular (PTM) 8. Pelaksanaan
penanggulangan KLB dan Bencana atau krisis kesehatan 9.
Pelaksanaan program imunisasi 10. Pelaksanaan
surveilans Penyakit dapat Ditanggulangi dengan Imunisasi
(PD3I) 11. Pelaksanaan kesehatan haji
IV - 2
No Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 2 3 4
3 Meningkatnya fasilitas Peningkatan koordinasi pelayanan kesehatan dasar dan Meningkatkan sarana prasarana
pelayanan kesehatan yang rujukan yang memenuhi standar melalui upaya: 1. Fasilitasi pelayanan kesehatan dasar dan
memenuhi standar puskesmas PONED; 2. Fasilitasi pembinaan akreditasi rujukan sesuai standar dan
puskesmas (program dasar dan pengembangan); 3. pemenuhan sumber daya
Pendampingan Tim Pengarah Kesehatan Jiwa Masyarakat manusia kesehatan.
(TPKJM); 4. Peningkatan pelayanan kesehatann
wanita pekerja (WUS dan Bumil) bagi perusahaan/
tempat kerja;
5. penerapan standar pelayanan fasilitas pelayanan
kesehatan (fasyankes) rujukan; 6. Standarisasi PONEK
Rumah Sakit; 7. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan
rujukan; 8. Pengembangan sistem informasi dalam
pelaporan RS; 9. Pelayanan kesehatan komunitas.
4 Meningkatnya kuantitas dan Peningkatan kuantitas dan kualitas kesehatan Meningkatkan cakupan sanitasi
kualitas kesehatan pemukiman, tempat-tempat umum dan tempat pengolahan dasar dan tempat-tempat umum
pemukiman, tempat-tempat makanan melalui upaya: dan tempat pengolahan makanan
umum dan tempat A. Pengawasan kualitas air dan sanitasi dasar meliputi: yang memenuhi syarat
pengolahan makanan 1.
Surveilans kualitas air; 2. Pembinaan jejaring
penyelenggaraan air minum (PDAM, DAMIU, BP SPAM);
3. Pengembangan desa Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat (STBM); 4. Pendampingan bantuan
keuangan desa bidang kesehatan; 5. Pengadaan
peralatan surveilans kualitas air.
B. Pengawasan Hygiene Sanitasi (HS) TTU dan TPM
meliputi: 1. Pengawasan HS Sarana fasyankes; 2.
Pengawasan HS di embarkasi; 3. Pengembangan
pasar sehat; 4. Peningkatan HS di pondok
IV - 3
No Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 2 3 4
Pembinaan pengawasan TPM; 6. Pengadaan
food contamination test ki t.

5 Meningkatnya mutu sediaan


Peningkatan mutu sediaan farmasi, makanan minuman, Meningkatkan pengawasan
farmasi, makananalat kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga kualitas penyediaan dan distribusi
minuman, alat kesehatan (PKRT) melalui kegiatan: sediaan farmasi, makanan
dan Perbekalan KesehatanA. Koordinasi dan pembinaan pengawasan dan distribusi minuman, alat kesehatan dan
Rumah Tangga (PKRT). sediaan farmasi dan berbekalan kesehatan meliputi: 1. Perbekalan Kesehatan Rumah
Fasilitasi dan pembinaan pengawasan obat; 2. Fasilitasi Tangga (PKRT)
dan pembinaan pengawasan obat tradisional; 3.
Fasilitasi dan pembinaan pengawasan kosmetika;
Fasilitasi dan pembinaan pengawasan alat
kesehatan;
4. Fasilitasi dan pembinaan pengawasan PKRT;
B. Koordinasi dan pembinaan dan pengawasan Makanan
Minuman meliputi: 1. Fasilitasi dan pembinaan
pengawasan makanan minuman; 2. Fasilitasi dan
pembinaan pengawasan sertifikasi industri makanan
minuman dan rumah tangga.
Misi II: Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing
1 Meningkatnya masyarakat Peningkatan pendayagunaan lulusan institusi pendidikan Menjalin kerjasama/ jejaring
yang mengikuti pendidikan kesehatan melalui kegiatan koordinasi organisasi profesi antara institusi pendidikan
di institusi pendidikan kesehatan, meliputi: 1. Optimalisasi peran organisasi kesehatan dengan pengguna
kesehatan profesi dalam pembangunan kesehatan; 2. Fasilitasi tenaga kesehatan
sertifikasi dan registrasi tenaga kesehatan; 3. Fasilitasi dan
pembinaan kuallitas tenaga kesehatan strategis; 4.
Fasilitasi peningkatan kompetensi SDM Kesehatan
IV - 4
No Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 2 3 4
2 Meningkatnya kualitas Peningkatan kualitas institusi pendidikan melalui upaya Akreditasi institusi pendidikan
institusi pendidikan fasilitasi penyelenggaraan institusi pendidikan kesehatan oleh Badan Akreditasi Nasional
kesehatan meliputi : 1. Rapat koordinasi institusi pendidikan Perguruan Tinggi (BAN PT)
kesehatan, 2. Evaluasi pelaksanaan pengabdian
masyarakat, fasilitasi sumpah tenaga kesehatan, 4.
Pemetaan lulusan tenaga kesehatan, 5. Fasilitasi
pelaksanaan kuliah umum di institusi Diknakes.

3 Meningkatnya sumber daya Peningkatan SDM Kesehatan yang mengikuti pendidikan Memfasilitasi sumber daya
manusia kesehatan yang dan pelatihan melalui upaya penyelenggaraan pelatihan manusia kesehatan untuk
mengikuti pendidikan dan SDM Kesehatan meliputi : 1. Koordinasi pelaksanaan peningkatan kapasitas dengan
pelatihan pelatihan teknis Dinas Kesehatan; 2. Quality control mengikuti pendidikan dan
pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pelatihan

4 Meningkatnya pendidikan Peningkatan pendidikan dan pelatihan yang Akreditasi pelatihan bidang
dan pelatihan yang terakreditasi melalui upaya pelaksanaan akreditasi kesehatan di Provinsi dan
terakreditasi pelatihan Kab/kota

5 Meratanya distribusi tenaga Pemerataan distribusi tenaga kesehatan


kesehatan

Misi III : Mewujudkan Peran Serta Masyarakat dan Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan Kesehatan
1 Meningkatnya peran Peningkatan peran pemerintah kabupaten/ kota dalam Menjadikan pembangunan
pemerintah kabupaten/ pembangunan kesehatan melalui upaya: kesehatan sebagai program
kota dalam pembangunan A. Advokasi/ sosialisasi program kesehatan meliputi: 1. prioritas daerah
kesehatan Advokasi penyusunan regulasi kesehatan meliputi
Kawasan Tanpa Rokok (KTR), ASI Eksklusif dan PSN 2.
IV - 5
No Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 2 3 4
Pasar dengan garam beryodium
B. Pembiayaan kesehatan: 1. Pengembangan Jaminan
Pemeliharaan Kesehatan 2. Pembiayaan kesehatan
C. Peningkatan kemitraan kesehatan: 1. Kerjasama
bidang kesehatan antar provinsi MPU dan daerah lintas
batas
2 Meningkatnya peran dunia Peningkatan peran dunia usaha dalam pembangunan Menjalin kemitraan, dunia usaha,
usaha dalam pembangunan kesehatan melalui upaya: 1. kemitraan dengan dunia usaha ormas dan LSM dalam mengatasi
kesehatan dan LSM dalam penanganan masalah kesehatan 2. masalah kesehatan
kemitraan dengan institusi diknakes dalam pengembangan
desa siaga aktif

3 Meningkatnya peran Peningkatan peran masyarakat dalam Meningkatkan kemandirian


masyarakat dalam pembangunan kesehatan melalui upaya: masyarakat dalam mengatasi
pembangunan kesehatan A. Pemberdayaan Masyarakat, meliputi: 1. Peningkatan masalah kesehatan melalui
kualitas desa siaga 2. Revitalisasi dan pemberdayaan masyarakat
pengembangan
UKBM 3. Pembudayaan PHBS
B. Peningkatan Kemitraan Kesehatan, meliputi: 1.
Kemitraan dengan institusi Diknakes dalam
pengembangan desa siaga aktif 2. Kemitraan
dengan organisasi massa, organisasi pemuda, PKK
dalam peningkatan kualitas desa siaga
Misi IV : Melaksanakan Pelayanan Publik yang Bermutu
1 Meningkatnya penerbitan Peningkatan mutu pelayanan penerbitan ijin dan registrasi Mempermudah dan
ijin dan registrasi sumber sumber daya kesehatan melalui upaya koordinasi menyederhanakan penerbitan ijin
daya kesehatan organisasi profesi kesehatan, meliputi : 1. dan registrasi sumber daya
optimalisasi IV - 6
No Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 2 3 4
peran organisasi profesi, 2. Fasilitasi sertifikasi kesehatan melalui pelayanan satu
dan registrasi tenaga kesehatan pintu.

2 Meningkatnya tata kelola Peningkatan tata kelola kepegawaian, kehumasan, aset, Meningkatkan tata kelola
kepegawaian, kehumasan, keuangan, perencanaan dan evaluasi pembangunan kepegawaian, kehumasan, aset,
aset, keuangan, perencana- kesehatan melalui upaya perencanaan dan pengendalian keuangan, perencanaan dan
an dan evaluasi pembangu- pembangunan kesehatan, meliputi: 1. Sinkronisasi dan evaluasi pembangunan kesehatan
nan kesehatan koordinasi perencanan, penganggaran dan evaluasi sesuai standar dan berbasis
Pembangunan kesehatan antara pusat, provinsi dan teknologi informasi
kabupaten/ kota, 2. Penyusunan dokumen perencanaan,
penganggaran dan evaluasi pembangunan kesehatan
Provinsi Jawa Tengah, 3. Fasilitasi dan pendampingan
penyusunan perencanaan dan penganggaran
pembangunan kesehatan ke Dinas kesehatan kabupaten/
kota, Rumah Sakit Kabupaten/ kota dan UPT.

3 Meningkatnya tata kelola Peningkatan tata kelola administrasi perkantoran melalui Meningkatkan tata kelola
administrasi perkantoran upaya penyediaan jasa surat menyurat, penyediaan jasa administrasi perkantoran dan
komunikasi, sumber daya air dan listrik, penyediaan jasa pembiayaan kesehatan sesuai
peralatan dan perlengkapan perkantoran, penyediaan jasa standar dan berbasis teknologi
kebersihan, penyediaan alat tulis kantor, penyediaan informasi
barang cetak dan penggandaan, penyediaan peralatan
rumah tangga, penyediaan bahan bacaan dan peraturan
perundang-undangan, penyediaan bahan logistik kantor,
penyediaan makanan minuman, rapat-rapat koordinasi dan
konsultasi di dalam dan luar daerah, Peningkatan
sarana dan prasarana aparatur, peningkatan disiplin
aparatur, IV - 7
No Sasaran Strategi Arah Kebijakan
1 2 3 4
peningkatan kapasitas smber daya aparatur,
peningkatan jasa pelayanan kesehatan

4 Meningkatnya masyarakat Peningkatan masyarakat yang memanfaatkan Meningkatkan kualitas layanan


yang memanfaatkan informasi kesehatan melalui upaya: informasi kesehatan berbasis
informasi kesehatan A. Penyebarluasan informasi melalui berbagai media, web.
meliputi: 1. Penyebarluasan informasi melalui
media cetak, media elektronik dan media luar ruang
B. Penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan, meliputi:
1. Penyusunan buku Profil Kesehatan 2. Penyusunan
buku saku kesehatan 3. Penyusunan buku Standar
Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan kab/Kota 4.
Penyusunan buku Data Dasar Puskesmas dan RS

IV - 8
Tabel 4.2
Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Indikator Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 - 2018
Visi : "INSTITUSI YANG PROFESIONAL DALAM MEWUJUDKAN KESEHATAN PARIPURNA DI JAWA TENGAH"

INDIKATOR SASARAN CAPAIAN TARGET


MISI TUJUAN SASARAN NO
INDIKATOR SATUAN 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. MELAKSANAKAN MENINGKATKAN 1. 1 Angka Kematian Ibu 0/00.000 116,34 118 118 118 117 116 116
PELAYANAN KESEHATAN PELAYANAN MENINGKATNYA 2 Angka Kematian Bayi 0/.000 10,75 15 12,50 12 12 11,50 11
YANG BERMUTU DAN KESEHATAN KESEHATAN IBU 3 Angka Kematian Balita 0/.000 11,85 16 11,90 11,85 11,80 11,75 11
BERKEADILAN MASYARAKAT DAN ANAK 4 Cakupan K4 % 65 68 70 72 75 78
5 Cakupan pertolongan % 95 97,5 98 98 98,5 98,5
persalinan Nakes
6 Cakupan peserta KB Aktif % 70 72 74 76 76
7 Cakupan KN Lengkap % 84 86 88 89 90 91 92
8 Cakupan Neonatal % 70 75 80 81 83 84 85
komplikasi yang ditangani
9 Cakupan kunjungan bayi % 86 87 97 97,5 97,5 98 98
10 Cakupan ASI Eksklusif % 49,06 50 51 51,5 52 53 55
11 Prevalensi Gizi buruk 0,12 0,11 0,05 0,05 0,05 0,04 0,04
12 Cakupan Balita gibur % 100 100 100 100 100 100 100
mendapat perawatan

2. 13 Angka Penemuan kasus 0/100.000 114 115 116 117 118 120 122
TERKENDALINYA baru TB (CDR)
PENYAKIT 14 Angka penemuan kasus 1,404 1,259 18 16 15 14 13
MENULAR DAN baru HIV - AIDS
PENYAKIT TDK 15 Angka kesakitan malaria 0/1000 0,081 0,08 0,07 0,07 0,07 0,06 0,06
MENULAR 16 Angka kesakitan DBD 0/100.000 19,29 53 <20 <20 <20 <20 <20
17 Angka kematian DBD % <1 <1 <1 <1 <1 <1 <1
18 Angka penemuan kasus 5,4 5,8 6 6,5 7 7,5 8
baru kusta
19 Cakupan penemuan kasus 38,16 40 40 45 50 55 60
diare pada balita
20 Cakupan penemuan kasus 30,5 33 35 37 39 42 45
ISPA pada balita
21 Angka kasus filaria yang 100 100 100 100 100 100 100
ditangani
22 Angka kasus zoonosis
a. Angka kasus AI yang 100 100 100 100 100 100 100
ditangani
b. Angka kasus anthrax 100 100 100 100 100 100 100
yang ditangani
c. Angka GHPR yang 0 0 30 40 60 80 100
ditangani
d. Angka kematian 15,5 11,4 ≤14 ≤13 ≤12 ≤11 ≤10
penderita Leptospirosis
e. Jumlah kasus pes 0 0 0 0 0 0 0
INDIKATOR SASARAN CAPAIAN TARGET
MISI TUJUAN SASARAN NO
INDIKATOR SATUAN 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
22 Proporsi kasus hipertensi 12 <10 <30 <25 <25 <20 <20
di fasyankes
23 Proporsi kasus Diabetis 5 <5 <55 <50 <50 <45 <45
Mellitus di fasyankes
24 Proporsi fasyankes yang 69 70 71 72 73 74 75
melaporkan kasus
hipertensi
25 Proporsi fasyankes yang 69 70 71 72 73 74 75
melaporkan kasus DM
26 AFP Rate 2,3/10.000 2/100.000 2/100.000 2/100.000 2/100.000 2/100.000 2/100.000
27 Cakupan UCI Desa 98,9 98,9 98,9 98,9 99 99 99
28 Proporsi KLB PD3I 100 100 100 100 100 100
29 Proporsi penanganan 100 100 100 100 100 100 100
KLB/Bencana kurang dari
24 jam
30 Proporsi kasus meningitis 0 0 0 0 0 0 0
pada jemaah haji
31 Persentase Penanganan % 77 78 79 80 81
Program Penanganan
Gangguan Penglihatan dan
Kebutaan (PGPK)
32 Angka kesembuhan TB di % 75 80 82 84 85
BKPM

3. 33 Proporsi puskesmas yg 0 10 25 50 75 100


MENINGKATNYA memiliki ijin operasional
FASILITAS 34 Proporsi puskesmas 6 7 10 12 13 15
YANKES YANG terakreditasi
MEMENUHI 35 Proporsi puskesmas 11 13 16 18 20 22
STANDAR PONED terstandar
36 Rasio puskesmas per 1:38110 1:37610 1:37110 1:36610 1:36110 1:35610
jumlah penduduk
37 Proporsi Pembinaan 8 8 10 12 16 18 21
akreditasi puskesmas
38 Proporsi Pembinaan 16 16 27 38 49 61 72
Puskesmas PONED
39 Proporsi RS yang memiliki 98 100 100 100 100 100
ijin operasional
40 Proporsi RS terakreditasi 0 4,44 11,11 18,52 29,93 37,04
41 Proporsi RS Terklasifikasi 68,4 6,67 21,11 27,41 36,30 40,00
42 Proporsi RS PONEK 6,16 16,33 24,49 28,57 32,65 40,82
terstandar
43 Proporsi Pembinaan 10 20 30 40 50 60
Akreditasi RS
44 Proporsi Pembinaan RS 8 20 30 40 49 49
PONEK

4. 45 Desa melaksanakan STBM % 25.94 25 26 (2.247) 27 (2.347) 28 (2.447) 29 (2.547) 30 (2.647)


INDIKATOR SASARAN CAPAIAN TARGET
MISI TUJUAN SASARAN NO
INDIKATOR SATUAN 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
MENINGKATNYA 46 Proporsi penduduk Akses % 77.21 77 78 79 80 81 82
KUALITAS DAN Air minum
KUANTITAS
47 Proporsi penduduk Akses % 74.71 74 75 76 77 78 79
KESEHATAN
Jamban
PEMUKIMAN,
TTU DAN TPM 48 Proporsi TTU memenuhi % 77 78 79 80 81 82
syarat
49 Proporsi TTM memenuhi % 50 53 56 59 62 65
syarat
50 Proporsi Puskesmas/ RS % 0/98 72/100 72/100 73/100 74/100 75/100 76/100
yang ramah lingkungan
(mpy dok SPPL, UPL/UKL
dan IPAL)
51 Proporsi Pengelolaan 43 49 50 51 52 53
Sampah Rumah Tangga
memenuhi syarat
52 Proporsi Pengelolaan 42 48 49 50 51 52
Limbah Cair Rumah
Tangga memenuhi syarat

5. 53 Proporsi sarana produksi % 50,00 55,00 60,00 65,00 70,00 75,00 80,00
MENINGKATNYA dan distribusi di bidang
MUTU SEDIAAN farmasi dan perbekes
FARMASI, sesuai standar
MAMIN, ALKES 54 Proporsi sarana pelayanan % 22,50 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00
DAN PKRT kefarmasian sesuai standar

55 Proporsi pembinaan dan % 15,00 20,00 30,00 40,00 60,00 80,00 100,00
pengawasan produksi dan
distribusi bid farmasi dan
perbekes
56 Proporsi pembinaan dan % 25,00 34,61 47,33 60,05 72,77 85,50 100,00
pengawasan pelayanan
kefarmasian
57 Proporsi kab/kota % 15,00 28,57 42,86 57,14 71,43 85,71 100,00
melakukan binwan makmin
sesuai standar
58 Proporsi pembinaan dan % 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
evaluasi makmin

2. MEWUJUDKAN SDM 1. 1. 59 Jumlah peserta didik siswa 55,350 60,880 66,960 73,650 81,000
KES YG BERDAYA SAING MENINGKATKAN MENINGKATNYA diknakes
KOMPETENSI MASY. JATENG
SDM KES YG MENGIKUTI
INDIKATOR SASARAN CAPAIAN TARGET
MISI TUJUAN SASARAN NO
INDIKATOR SATUAN 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
PENDIDIKAN DI 60 Prosentase lulusan yang % 80 90 90 90 90
INSTITUSI kompeten
PENDIDIKAN
KESEHATAN

2. 61 Proporsi Institusi 50 50 51 51,50 52 52,50 53


K PEMBANG MENINGKATNYA pendidikan kesehatan yang
E UNAN KUALITAS terakreditasi
INSTITUSI 62 Jumlah institusi pendidikan institusi 50 60 70 80 85 85
PENDIDIKAN kesehatan yang difasilitasi
KESEHATAN

3. 63 Jumlah SDM Kes yg orang 1,235 1,360 1,430 1,500 1,575


MENINGKATNYA mengikuti Diklat yg
SDM KES YG terakreditasi
MENGIKUTI
64 Jumlah SDM DinKes yg
DIKLAT
mengikuti Diklat aparatur

2. MENINGKAT MENINGKAT NYA 65 Proporsi pelatihan 10 20 11 11,50 12 12,50 13


KAN YANAN DIKLAT YG kesehatan yang
DIKLAT DI TERAKREDITASI terakreditasi
BIDKES 66 Proporsi pelatihan bidang 10 60 70 80 90 100
kesehatan yang
terakreditasi

3. MERATANYA 67 Proporsi tenaga kesehatan 80 80,5 81 81,5 82 82,5 84


MENDAYAGUNA DISTRIBUSI tersertifikasi
KAN SDM KES NAKES 68 Ratio dokter umum 13,30 13,39 13,50 13,60 13,70 13,80 13,90
terhadap penduduk
69 Ratio dokter spesialis 6,60 6,64 6,65 6,66 6,67 6,68 6,69
dasar dan anestesi
terhadap penduduk
70 Ratio dokter gigi terhadap 3,30 3,36 3,45 3,50 3,55 3,60 3,65
penduduk
71 ratio bidan terhadap 44,0 44,07 45 45,5 45,6 45,7 45,8
penduduk
72 Ratio perawat terhadap 78 79,3 80 80,5 81 81,5 82
penduduk
73 Ratio sanitarian terhadap 40,0 41 41,5 42 42,5 43 43,5
penduduk

3. MEWUJUDKAN PERAN MENINGKATKAN 1. 74 Proporsi penduduk yang % 45 50 52 54 55 57 60


SERTA MASYARAKAT ADVOKASI DAN MENINGKATNYA memiliki JPK
DAN PEMANGKU SOSIAL PERAN 75 Cakupan penduduk miskin % 0 28,31 28,01 27,79 27,57 27,35 27,12
KEPENTINGAN DALAM SUPPORT PEMKAB/KOT non kuota yang
PEMBANGUNAN PEMANGKU DLM mempunyai JPK
INDIKATOR SASARAN CAPAIAN TARGET
MISI TUJUAN SASARAN NO
INDIKATOR SATUAN 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
76 Persentase kab/kota % 8,57(3) 11,42(4) 14,20(5) 17,14(6) 20(7) 22,85(8) 25,71(9)
KESEHATAN
mengalokasikan 10%
APBD utk kesehatan
77 Persentase kab/kota yang % 9 18 27 32 45
menyusun regulasi terkait
KTR, ASI Ekslkusif dan
PSN
78 Proporsi kab/Kota yang % 0 0 5,71 11,43 17,14 22,86 28,57
menerbitkan regulasi di
bidang kesehatan (KTR,
ASI, PSN)
79 Jumlah dokumen dokumen 2 2 2 2 2 2 2
kerjasama bidang
kesehatan antar prov MPU
dan daerah lintas batas

2. 80 Jumlah BUMN dan BUMD 0 0 3 3 3 4 4


MENINGKATNYA yang melakukan CSR di
PERAN DUNIA bidang kesehatan
USAHA DLM
PEMB KES

3. 81 Proporsi desa/ kelurahan % 50,05 5,15 6 7 8 9 10


MENINGKATNYA siaga aktif mandiri
PERAN
82 Proporsi Posyandu mandiri % 17,57 17,75 18 18 18,5 18,75 19
MASYARAKAT
DALAM PEMB 83 Proporsi Rumah tangga % 74,8 74,8 74,9 75 75,2 75,4 75,5
KES sehat
84 Proporsi pasar yang % 0 0 70 70 70 70 70
menyediakan garam
beryodium (sentinel)
85 Persentase pedagang yang % 30 40 50 60 70
menjual garam beryodium

86 Jumlah ormas/ LSM yang 0 3 5 7 8 9 10


bekerjasama dengan
institusi kesehatan

4. MELAKSANAKAN 1. MENINGKATNYA 87 Jumlah pengunjung web orang 187,674 250,000 400,000 550,000 700,000 850,000 1,000,000
PELAYANAN PUBLIK YG MENINGKATKAN MASYARAKAT site Dinkes Prov. Jateng
BERMUTU PELAYANAN YANG 88 Jumlah penyuluhan melalui kali 10 10 12 14 16 18 20
INFORMASI DI MEMANFAATKAN media elektronik
BIDANG INFORMASI
89 Jumlah penyuluhan melalui kali 2 2 4 6 8 10 12
KESEHATAN KESEHATAN
media cetak
INDIKATOR SASARAN CAPAIAN TARGET
MISI TUJUAN SASARAN NO
INDIKATOR SATUAN 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
90 Jumlah penyuluhan luar kali 26 30 35 40 45 50 55
ruang

2. 1. 91 Jumlah STRTTK yang dokumen 13,854 14,131 14,413 14,702 14,996


MENINGKATKAN MENINGKATNYA diterbitkan
PELAYANAN PENERBITAN 92 Proporsi waktu pelayanan % 80 80 80 85 90 95 100
ADMINISTRASI IJIN DAN perijinan di bidang famasi
DI BIDANG REGISTRASI sesuai standard
KESEHATAN SUMBERDAYA

2. 93 Jumlah dokumen dokumen 21 21 21 21 21 21 21


MENINGKATNYA perencanaan, evaluasi dan
TATA KELOLA informasi kesehatan
KEPEGAWAIAN, 94 Jumlah PAK yg dokumen 2,500 2,600 2,800 2,900 3,000
KEHUMASAN, diselesaikan
ASET, 95 Dokumen Pengelolaan dokumen 2 2 2 2 2 2 2
KEUANGAN, keuangan
PERENCANAAN
96 Dokumen Pengelolaan dokumen 3 3 3 3 3 3 3
DAN EVAL PEMB.
barang
KES
97 Jumlah Regulasi bidang dokumen 1 1 1 1 1 1 1
Kesehatan (Provinsi)

3. 98 Terpenuhinya administrasi % 100 100 100 100 100 100 100


MENINGKATNYA perkantoran di Dinkes dan
TATA KELOLA 9 UPT
ADMINISTRASI 99 Terpenuhinya sarana % 100 100 100 100 100 100 100
PERKANTORAN prasarana aparatur di
Dinkes dan 9 UPT
100 Terpenuhinya pakaian % 100 100 100 100 100 100 100
dinas di Dinkes dan 9 UPT
101 Meningkatnya kapasitas % 100 100 100 100 100 100 100
Sumber daya aparatur
Tabel 5.1
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
PENDANAAN INDIKATIF KONDISI KINERJA AKHIR
NO PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN 2014 2015 2016 2017 2018 RPJMD
TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000)

1 Pencegahan ###### 3,300,000 3,800,000 4,500,000 5,100,000 19,800,000


dan Penanggu Pencegahan dan 1 Angka penemuan kasus penduduk berisiko 116 192,200 117 516,090 118 120 122 122 708,290
langan Penanggulangan baru TB (CDR)
Penyakit Penyakit Menular 2 Angka penemuan kasus kelompok berisiko tinggi 18 191,551 16 15 14 13 13 997,288
baru HIV-AIDS 805,737
3 Angka kesakitan malaria penduduk endemis 0.07 240,345 0.07 748,990 0.07 0.06 0.06 0.06 989,335
4 Angka kesakitan DBD penduduk berisiko <20 239,780 <20 312,000 <20 <20 <20 <20 551,780
5 Angka kematian DBD penduduk berisiko <1 <1 <1 <1 <1 <1
6 Angka penemuan kasus penduduk berisiko 6 48,075 6.5 403,750 7 7.5 8 8 451,825
baru kusta
7 Cakupan penemuan kasus balita 40 95,550 45 460,120 50 55 60 60 555,670
diare pada balita
8 Cakupan penemuan kasus balita 45 48,075 48 328,300 52 56 60 60 376,375
ISPA pada balita
9 Angka kasus filaria yg penderita baru 100 48,075 100 436,360 100 100 100 100 484,435
ditangani
10 Angka kasus Zoonosis 142,159 546,090 688,249
a. Angka kasus AI yang kematian unggas 100 100 100 100 100 100
ditangani
b. Angka kasus anthrax suspect anthrax 100 100 100 100 100 100
yang ditangani
c. Angka GHPR yang hewan penular rabies 30 40 60 80 100 100
ditangani
d. Angka kematian manusia dan tikus <=14 <=13 <=12 <=11 <=10 <=10
penderita Leptospirosis
e. Jumlah kasus pes manusia dan tikus 0 0 0 0 0 0
-
Pencegahan dan 1 Proporsi kasus hipertensi penduduk beriksiko, <30 350,000 <25 500,000 <25 <20 <20 <20 850,000
Penanggulangan di Fasyankes usia lanjut
Penyakit Tidak 2 Proporsi kasus Diabetis <55 <50 <50 <45 <45 <45 -
Menular Mellitus di Fasyankes
3 Proporsi Fasyankes yang 71 72 73 74 75 75 -
melaporkan kasus
hipertensi
4 Proporsi Fasyankes yang 71 72 73 74 75 75 -
melaporkan kasus DM
-
Surveilans 1 AFP rate Dinas kab/kota, 2/100.000 250,000 2/100.000 450,000 2/100.000 550,000 2/100.000 650,000 2/100.000 750,000 2/100.000 2,650,000
Epidemiologi dan puskesmas, RS. Petugas
penanganan KLB kesehatan. Masyarakat
dan bencana
(termasuk 2 Cakupan UCI desa Dinkes kab/kota, 98,9 350,000 98,9 1,250,000 99 1,250,000 99 1,250,000 99 1,500,000 99 5,600,000
kesehatan haji dan puskesmas, Lintas
Imunisasi) program. Lintas sektor,
petugas kesehatan

3 Proporsi KLB PD3I masyarakat 100 100 100 100 100 100 -
4 Proporsi penanganan KLB/ Dinkes kab/kota, 100 450,000 100 1,850,000 100 2,100,000 100 2,250,000 100 2,500,000 100 9,150,000
bencana kurang dari 24 puskesmas, Lintas
jam program. Lintas sektor,
petugas kesehatan

5 Proporsi kasus meningitis Dinkes kab/kota,


masyarakat 0 200,000 0 300,000 0 350,000 0 400,000 0 500,000 0 1,750,000
pada jemaah haji puskesmas, petugas
kesehatan, PKHI, calon
jamaah haji

2 Farmasi dan 3,950,000 4,020,000 4,824,000 5,788,800 6,715,008 25,297,808


PENDANAAN INDIKATIF KONDISI KINERJA AKHIR
NO PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN 2014 2015 2016 2017 2018 RPJMD
TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000)

Kesehatan
Perbekalan Koordinasi dan
Pembinaan 1 Proporsi
dan Sarana
Distribusi Produksi
dibidang Saranabaku
bahan produksi
obat, obat,
obat 60 614,700 65 551,170 70 806,287 75 80 80 1,972,157
Pengawasan dan Farmasi dan perbekes tradisional, kosmetika,
Distribusi Sediaan sesuai Standar alkes dan PKRT; Sarana
dan Perbekalan distribusi obat, bahan
kesehatan baku dan alkes; serta
sarana sarana
kefarmasian yg sesuai
standar
2 Proporsi Sarana RS Pemerintah, 40 240,300 50 264,330 60 290,763 70 80 80 795,393
Pelayanan kefarmasian instalasi farmasi
sesuai Standar Kab/Kota dan Pusk.
Perawatan yang
melaksanakan yan
kefarmasian sesuai

3 Proporsi Pembinaan dan 30 624,363 40 536,799 60 790,479 80 100 100 1,951,642


Pengawasan Produksi dan
Distribusi Bidang Farmasi
dan perbekes
4 Proporsi Pembinaan dan RS Pemerintah, 47,33 2,220,637 60,05 2,442,701 72,77 2,686,971 85,50 100 100 7,350,308
Pengawasan Pelayanan instalasi farmasi
kefarmasiaan Kab/Kota dan Pusk.
Perawatan yang
melaksanakan yan
kefarmasian sesuai

5 Proporsi waktu pelayanan Masyarakat Jawa 80 85 90 95 100 100


perijinan di bidang Tengah
farmasi sesuai standar

-
Koordinasi dan 1 Proporsi Kabupaten/ Kota Kab/Kota yang 42,86 168,300 57,14 135,130 71,43 150,643 85,71 100 100 454,073
Pembinaan dan Melakukan Pembinaan melakukan pembinaan
Pengawasan dan Pengawasan Makanan dan pengawasan
Makanan dan dan Minuman sesuai makanan minuman
Minuman standar sesuai standar
2 Proporsi Pembinaan dan Kab/Kota yang 100 81,700 100 89,870 100 98,857 100 100 100 270,427
Evaluasi Makanan dan melakukan pembinaan
Minuman dan pengawasan
makanan minuman
sesuai standar
-
3 Pelayanan 37,243,442 48,000,000 66,331,147 90,000,000 97,000,000 338,574,589
Kesehatan Koordinasi 1 Proporsi Puskesmas yang Puskesmas yang belum 10 25 50 75 100 100 -
Pelayanan Memiliki Ijin Operasional memiliki ijin operasional
Kesehatan Dasar 2 Proporsi Puskesmas puskesmas yang belum 7 159,000 10 1,000,000 12 1,200,000 13 1,440,000 15 1,728,000 15 5,527,000
Terakreditasi terakreditasi
3 Proporsi Puskesmas Puskesmas PONED yang 13 16 18 20 22 22 -
PONED Terstandar belum terstandar
4 Rasio Puskesmas per Puskesmas 1: 37500 1: 37000 1: 36500 1: 36000 1: 35500 1: 35500 -
Jumlah Penduduk
5 Proporsi Pembinaan Puskesmas yang 10 243,000 12 350,000 16 420,000 18 504,000 21 604,800 21 2,121,800
Akreditasi Puskesmas mengusulkan
pembinaan akreditasi
6 Proporsi Pembinaan Puskesmas PONED 27 98,000 38 150,000 49 180,000 61 216,000 72 259,200 72 903,200
Puskesmas PONED
-
Koordinasi dan 1 Proporsi RS yang Memiliki RSU dan Khusus 43.7 57,000 60 62,700 79.26 68,970 97.41 75,860 100 83,440 100 347,970
Penyelenggaraan Ijin Operasional Pemerintah/TNI-POLRI
Pelayanan dan Swasta yang belum
Kesehatan Rujukan memiliki ijin operasional
sesuai kelasnya dan RS
yang masa berlaku
ijinnya habis
PENDANAAN INDIKATIF KONDISI KINERJA AKHIR
NO PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN 2014 2015 2016 2017 2018 RPJMD
TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000)

2 Proporsi RS Terakreditasi RSU Pemerintah/TNI- 4,44 18,200 11,11 20,020 18,52 22,022 29,93 24,224 37,04 26,649 37,04 111,115
POLRI dan Swasta yang
sudah terakreditasi versi
baru
3 Proporsi RS Terklasifikasi RSU dan Khusus 6,67 36,100 21,11 39,710 27,41 43,681 36,30 48,049 40 52,854 40 220,394
Pemerintah/TNI-POLRI
dan Swasta yang dalam
proses penetapan kelas
(belum terklasifikasi)
4 Proporsi RS PONEK RSU Pemerintah/TNI- 16,33 145,628 24,49 160,191 28,57 176,210 32,65 193,831 40 213,214 40,82 889,074
Terstandar POLRI dan Swasta yang
sudah melayani PONEK
5 Proporsi Pembinaan RSU Pemerintah/TNI- 20 18,200 30 20,020 40 22,022 50 24,224 60 26,649 60 111,115
Akreditasi RS POLRI dan Swasta yang
belum terakreditasi versi
baru
6 Proporsi Pembinaan RS RSU Pemerintah/TNI- 20 25,600 30 28,160 40 30,976 49 34,073 49 37,480 49 156,289
PONEK POLRI dan Swasta yang
belum melayani PONEK
7 Persentase Penanganan Masyarakat Jawa 77% 2,504,000 78% 13,000,000 79% 2,600,000 80% 2,700,000 81% 2,800,000 81% 23,604,000
Program Penanganan Tengah
Gangguan Penglihatan
dan Kebutaan
8 Angka kesembuhan TB di Masyarakat Jawa 75% 2,920,000 80% 3,179,588 82% 3,500,000 84% 4,100,000 85% 3,800,000 85% 17,499,588
BKPM Tengah
a. BKPM Pati Masyarakat Jawa 75% 80% 82% 84% 85% 85%
Tengah
b. BKPM Semarang Masyarakat Jawa 75% 80% 82% 84% 85% 85%
Tengah
c. BKPM Ambarawa Masyarakat Jawa 75% 80% 82% 84% 85% 85%
Tengah
d. BKPM Klaten Masyarakat Jawa 75% 80% 82% 84% 85% 85%
Tengah
e. BKPM Magelang Masyarakat Jawa 75% 2,920,000 80% 3,179,588 82% 3,500,000 84% 4,100,000 85% 3,800,000 85% 17,499,588
Tengah

Koordinasi 1 Angka Kematian Ibu ibu hamil, bidan desa, 118 1,544,700 118 1,699,170 117 1,869,087 117 2,055,996 116 2,261,595 116 9,430,548
Pelayanan bidan Pusk, bidan
Kesehatan Ibu dan koordinator, dokter,
Anak perawat, Linsek
2 Angka Kematian Bayi Bidan, dokter, perawat, 12,50 210,299 12 231,350 12 254,500 11,50 279,950 11 307,945 11 1,284,044
Dinkes, Pusk,RS
3 Angka Kematian Balita Bidan, dokter, perawat, 11,90 150,718 11,85 165,790 11,80 182,369 11,75 200,605 11 220,670 11 920,152
Dinkes, Pusk,RS
4 Cakupan K4 ibu hamil, bidan desa, 68 117,970 70 129,767 72 142,744 75 157,018 78 172,720 78 720,219
bidan Pusk, bidan
koordinator, dokter,
perawat, Linsek
5 Cakupan Pertolongan ibu hamil, bidan desa, 97.5 191,060 98 211,156 98 232,271 98.5 255,498 98.5 281,048 98.5 1,171,033
Persalinan Nakes bidan Pusk, bidan
koordinator, dokter,
perawat, Linsek
6 Cakupan Peserta KB aktif ibu hamil, bidan desa, 70 57,500 72 63,250 74 69,575 76 76,533 76 84,186 351,043
bidan Pusk, bidan
koordinator, dokter,
perawat, Linsek
7 Cakupan KN Lengkap Bidan, Dokter, Pusk, RS, 88 315,245 89 346,770 90 381,450 91 419,600 92 461,560 92 1,924,625
Keluarga
8 Cakupan Neonatal Bidan, Dokter, Pusk, RS, 80 81 150,000 83 165,000 84 181,500 85 199,650 85 696,150
Komplikasi yang ditangani Keluarga
-
9 Cakupan Kunjungan Bayi Bidan, Dokter, Pusk, RS, 97 66,610 97.5 73,275 97.5 80,605 98 88,670 98 97,540 98 406,700
Keluarga
10 Cakupan ASI Eksklusif Masyarakat,Ls/LP. 50 97,850 51,5 107,635 52 118,399 53 130,239 55 143,263 55 597,386
Nakes, di pusk/RS
-
PENDANAAN INDIKATIF KONDISI KINERJA AKHIR
NO PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN 2014 2015 2016 2017 2018 RPJMD
TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000)

Koordinasi 1 Prevelensi Gizi Buruk Balita gizi buruk, nakes 0,05 243,974 0,05 268,371 0,05 295,208 0,04 324,729 0,04 357,202 0,04 1,489,484
Pelayanan Gizi (tim asuhan gizi), LS/LP
Masyarakat 2 Cakupan Balita Gizi Buruk Tata laksana gizi buruk 100 758,176 100 833,994 100 917,393 100 1,009,132 100 1,110,045 100 4,628,740
yang Dapat Perawatan di masyarakat, pusk dan
RS dan nakes (tim
asuhan gizi)
-
4 Kesehatan 950,000 997,500 1,147,125 1,376,550 1,583,033 6,054,208
Lingkungan Pengawasan 1 Desa Melaksanakan STBM Stakeholder terkait, 26 (2.247) 120,000 27 (2.347) 150,000 28 (2.447) 300,000 29 (2.547) 350,000 30 (2.647) 375,000 30 (2.647) 1,295,000
Kualitas Air Masyarakat Desa
Sanitasi Dasar 2 Proporsi Penduduk Akses Stakeholder terkait, 78 372,000 79 500,000 80 550,000 81 600,000 82 625,000 82 2,647,000
Air Minum penyelenggaraan air
minum dan Masyarakat
3 Proporsi Penduduk Akses Stakeholder terkait, 75 85,000 76 140,000 77 200,000 78 250,000 79 300,000 79 975,000
Jamban Masyarakat Berbasis
Lingkungan
-
Pengawasan 1 Proporsi TTU yang Stakeholder terkait, 78 373,000 79 750,000 80 800,000 81 875,000 82 950,000 82 3,748,000
Hygiene Dan Memenuhi Syarat Pengelola Institusi dan
Sanitasi TTU dan Masyarakat
TPM 2 Proporsi TPM yang Stakeholder terkait, 53 56 59 62 65 65 -
Memenuhi Syarat Pengelola Institusi dan
Masyarakat
3 Proporsi Pukesmas/RS 72/100 73/100 74/100 75/100 76/100 76/100 -
yang Ramah
Lingkungan(mempunyai
dokumen SPPL, UPL/ UKL
dan IPAL)
4 Proporsi Pengelolaan 49 50 51 52 53 53 -
Sampah Rumah Tangga
memenuhi syarat
5 Proporsi Pengelolaan 48 49 50 51 52 52 -
Limbah cair Rumah
Tangga memenuhi syarat
-
5 Sumber Daya 5,949,841 6,077,000 9,000,000 9,000,000 10,500,000 40,526,841
Manusia Koordinasi 1 Ratio Dokter Umum 22 Organisasi Profesi 13,50 600,000 13,60 800,000 13,70 880,000 13,80 960,000 13,90 1,120,000 13,90 4,360,000
Kesehatan Organisai Profesi Terhadap Penduduk Kesehatan ; 35 Kab./
Kesehatan 2 Ratio Dokter Spesialis Kota 6,65 6,66 6,67 6,68 6,69 6,69 -
Dasar dan Anestesi
Terhadap Penduduk
3 Ratio Dokter Gigi 3,45 3,50 3,55 3,60 3,65 3,65 -
Terhadap Penduduk
4 Ratio Bidan Terhadap 45 45.5 45,6 45,7 45,8 45,8 -
Penduduk
5 Ratio Perawat Terhadap 80 80,5 81 81,5 82 82 -
Penduduk
6 Ratio Sanitarian Terhadap 41,5 42 42,5 43 43,5 43,5 -
Penduduk
7 Proporsi Tenaga 81 81,5 82 82,5 83 83
Kesehatan tersertifikasi
8 Jumlah STRTTK yang 13,854 14,131 14,413 14,702 14,996 14,996
diterbitkan
-
Koordinasi 1 Jumlah Peserta Didik 55,350 3,000,000 60,880 66,960 73,650 81,000 81,000 3,000,000
Penyelenggaraan Diknakes
Pendidikan Tenaga
Kesehatan (Akper 2 Prosentase Lulusan yang Mahasiswa Akper 80 90 90 90 90 90 -
Pemprov) kompeten Pemprov
-
Penyelenggaraan 1 Proporsi Pelatihan pelatihan bidang 11 68,000 11,50 200,000 12 220,000 12,50 250,000 13 300,000 13 1,038,000
Pelatihan SDM Kesehatan yang kesehatan di Jawa
Kesehatan (BPTPK Terakreditasi Tengah
PENDANAAN INDIKATIF KONDISI KINERJA AKHIR
NO PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN 2014 2015 2016 2017 2018 RPJMD
TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000)

Gombong) 2 Proporsi Pelatihan di 60 70 80 90 100 100 -


Bidang Kesehatan yang
Terakreditasi
3 Jumlah SDM Kesehatan 1,235 1,360 1,430 1,500 1,575 1,575 -
yang mengikuti DIKLAT
terakreditasi
-
Koordinasi 1 proporsi Institusi 297 institusi diknakes di 51 584,000 51,50 700,000 52 770,000 52,50 850,000 53 935,000 53 3,839,000
Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan jateng
Institusi yang Terakreditasi
-
6 Promosi dan 43,372,455 43,400,000 50,000,000 60,580,460 70,300,000 267,652,915
Pemberdayaan Penyelenggaraan 1 Jumlah Penyuluhan Kabupaten/Kota dan 12 395,500 14 454,825 16 500,308 18 550,338 20 605,372 20 2,506,343
Promosi Kesehatan Melalui Media Elektronik Provinsi
Jumlah Penyuluhan Masyarakat Jawa 1 10,500 2 20,000 3 30,000 4 40,000 5 50,000
Melalui Media Elektronik Tengah
di BKIM
2 Jumlah Penyuluhan Kabupaten/Kota dan 4 341,394 6 392,603 8 431,863 10 475,050 12 522,555 12 2,163,465
Melalui Media Cetak Provinsi
Jumlah Penyuluhan Masyarakat Jawa 5 39,725 6 45,000 7 50,000 8 55,000 9 60,000
Melalui Media Cetak di Tengah
BKIM
3 Jumlah Penyuluhan Luar Kabupaten/Kota dan 35 1,321,018 40 1,519,171 45 1,671,088 50 1,838,197 55 2,022,016 55 8,371,489
Ruang Provinsi
Jumlah Penyuluhan Luar Masyarakat Jawa 26 100,000 28 150,000 30 200,000 32 250,000 34 300,000
Ruang di BKIM Tengah
4 Persentase Pedagang Pedagang di pasar 30 351,074 40 403,735 50 444,109 60 488,519 70 537,371 70 2,224,809
yang Menjual garam sentinel kab/ kota
beryodium
5 Proporsi pasar yang Pasar sentinel 70 70 70 70 70 70
menyediakan garam
beryodium (sentinel)
6 Persentase Kab/ Kot yang Kabupaten/Kota dan 9 206,066 18 236,976 27 260,673 32 286,741 45 315,415 45 1,305,871
Menyusun Regulasi Provinsi
Terkait KTR, Asi Ekslusif,
PSN
7 Proporsi Kabupaten/ Kota Kabupaten/Kota dan 5,71 264,948 11,43 304,690 17,14 335,159 11,86 368,675 28,57 405,543 28,57 1,679,015
yang Menerbitkan Provinsi
Regulasi di Bidang
Kesehatan (KTR, ASI,
PSN)
-
Penyelenggaraan 1 Proporsi desa / kelurahan Dinas Kesehatan 6 1,055,062 7 1,160,568 8 1,276,625 9 1,404,288 10 1,544,716 10 6,441,259
Pemberdayaan siaga aktif mandiri Kabupaten/Kota
Masyarakat dan 2 Proporsi Posyandu Mandiri Dinas Kesehatan 20.72% 705,400 22.22% 775,940 23.72% 853,534 25.22% 938,887 26.72% 1,032,776 26.72% 4,306,538
Kemitraan Kabupaten/Kota
3 Proporsi Rumah Tangga Dinas Kesehatan 74,9 153,296 75 168,626 75,2 185,488 75,4 204,037 75,5 224,441 75,5 935,887
Sehat Kabupaten/Kota
4 Jumlah BUMN dan BUMD Provinsi dan Kab/Kota 3 16,192 3 17,811 3 19,592 4 21,552 4 23,707 4 98,854
yang melakukan CSR
bidang Kesehatan
5 Jumlah Ormas/LSM yang Provinsi dan Kab/Kota 5 51,750 7 56,925 8 62,618 9 68,879 10 75,767 10 315,939
bekerjasama dgn institusi
Kesehatan
6 Jumlah dokumen Provinsi 2 68,300 2 75,130 2 82,643 2 90,907 2 99,998 2 416,978
kerjasama bidang
kesehatan antar provinsi
(MPU dan daerah lintas
batas)
-
Pembiayaan 1 Proporsi Penduduk Penduduk Jawa Tengah 52 - 54 - 55 - 57 - 60 - 60 -
Kesehatan Mempunyai JPK
2 Proporsi Penduduk Miskin Masyarakat Miskin non 28,01 36,463,441 27,79 37,000,000 27,57 47,000,000 27,35 57,000,000 27,12 70,000,000 27,12 247,463,441
non kuota yang PBI Pusat
PENDANAAN INDIKATIF KONDISI KINERJA AKHIR
NO PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN 2014 2015 2016 2017 2018 RPJMD
TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000)

3 Persentase
Kota Kabupaten/
Mengalokasikan 10% Kabupaten/Kota 14,20 382,014 17,4 500,000 20 600,000 22,85 700,000 25,71 800,000 25,71 2,982,014
APBD untuk Kesehatan
-
7 Manajemen 6,825,000 5,805,000 6,385,500 7,343,325 8,297,957 34,656,782
Informasi dan Perencanaan dan 1 Jumlah Dukumen 8 Dok Perencanaan 21 2,169,935 21 2,603,922 21 3,124,706 21 3,749,648 21 4,499,577 21 16,147,788
Regulasi Pengendalian Perencanaan Penganggaran, 8 Dok.
Kesehatan penganggaran, Evaluasi, Informasi, 2 Dok.
dan Informasi Kesehatan Keuangan, 3 Dok
pengelolaan barang
2 Jumlah PAK yang Tenaga Fungsional 2,500 2,600 2,800 2,900 3,000 3,000 -
diselesaikan kesehatan di Jawa
Tengah
3 Dokumen Pengelolaan 2 2 2 2 2 2
keuangan
4 Dokumen Pengelolaan 3 3 3 3 3 3
barang
-
Pengkajian dan 1 Jumlah Pengunjung LS, LP, Institusi 400,000 400,000 550,000 500,000 700,000 550,000 850,000 605,000 1,000,000 665,500 1,000,000 2,720,500
Diseminasi Website Dinkes Prov Diknakes, Masyarakat
Pembangunan Jateng Umum
Kesehatan -
Penyusunan 1 Jumlah Regulasi bidang 1 1 1 1 1 1 -
Regulasi Kesehatan Kesehatan (Provinsi)
Daerah -
Penyelenggaraan 1 Jumlah Pengunjung LS, LP, Institusi 400,000 1,400,000 550,000 1,750,000 700,000 1,925,000 850,000 2,117,500 1,000,000 2,329,250 1,000,000 9,521,750
Sistem Informasi Website Dinkes Prov Diknakes, Masyarakat
Kesehatan Jateng Umum

8 Pelayanan Penyediaan Jasa Tersedianya perangko, Dinas Kesehatan dan 9 100% 154,967 100% 185,960 100% 223,152 100% 267,783 100% 321,340 100% 1,153,202
Administrasi Surat Menyurat benda pos lain dan UPT
Perkantoran terkirimnya paket
Jasa Komunikasi, Terjaminya Kebutuhan Dinas Kesehatan dan 9 100% 3,029,366 100% 3,635,239 100% 4,362,287 100% 5,234,744 100% 6,281,693 100% 22,543,330
Sumber Daya Air daya listrik air, telepon UPT
dan Listrik. dalam pembangunan
kesehatan di dinas

Penyediaan Jasa Kegiatan pelayanan Dinas Kesehatan dan 9 100% 168,000 100% 201,600 100% 241,920 100% 290,304 100% 348,365 100% 1,250,189
Peralatan dan kantor di Dinas Kesehatan UPT
Perlengkapan Prov Jateng dapat
Perkantoran terlaksana dengan baik
Penyediaan Jasa Terjaminya Kebutuhan Dinas Kesehatan dan 9 100% 430,000 100% 516,000 100% 619,200 100% 743,040 100% 891,648 100% 3,199,888
Jaminan Barang daya listrik air, telepon UPT
Milik Daerah dalam pembangunan
kesehatan di dinas
Kesehatan dan UPT
Penyediaan Jasa Kebersihan dan Dinas Kesehatan dan 9 100% 1,041,000 100% 1,249,200 100% 1,499,040 100% 1,798,848 100% 2,158,618 100% 7,746,706
Kebersihan kenyamanan di kantor UPT
Kantor/Rumah dan rumdin Dinkes Prov
Dinas jateng dalam menunjang
kinerja pegawai
Penyediaan Alat Tersedianya Alat Tulis Dinas Kesehatan dan 9 100% 4,823,333 100% 5,788,000 100% 6,945,600 100% 8,334,719 100% 10,001,663 100% 35,893,315
Tulis Kantor yang mencukupi UPT
Penyediaan Barang Tersedianya barang Dinas Kesehatan dan 9 100% 1,595,300 100% 1,914,360 100% 2,297,232 100% 2,756,678 100% 3,308,014 100% 11,871,584
Cetak dan cetakan dan penggandaan UPT
Penggandaan di Dinkes Prov Jateng

Penyediaan Kegiatan pelayanan Dinas Kesehatan dan 9 100% 273,730 100% 328,476 100% 394,171 100% 473,005 100% 567,607 100% 2,036,989
Komponen kantor di Dinas Kesehatan UPT
Instalasi Prov Jateng dapat
Listrik/Penerangan terlaksana dengan baik
Bangunan Kantor
PENDANAAN INDIKATIF KONDISI KINERJA AKHIR
NO PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN 2014 2015 2016 2017 2018 RPJMD
TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000)

Peralatan
PenyediaanRumah kantor di Dinas
Kegiatan Kesehatan Dinas
pelayanan UPT Kesehatan dan 9 100% 1,055,820 100% 1,266,984 100% 1,520,381 100% 1,824,457 100% 2,189,348 100% 7,856,990
Tangga Prov Jateng dapat
terlaksana dengan baik
Penyediaan Bahan Informasi-informasi Dinas Kesehatan dan 9 100% 56,000 100% 67,200 100% 80,640 100% 96,768 100% 116,122 100% 416,730
Bacaan dan pembangunan di Jawa UPT
Peraturan Tengah serta peraturan-
Perundang- peraturan terutama
undangan Bidang Kesehatan dapat

Penyediaan Bahan Tersedianya Bahan Dinas Kesehatan dan 9 100% 7,072,000 100% 8,486,400 100% 10,183,680 100% 12,220,416 100% 14,664,499 100% 52,626,995
Logistik Kantor logistik dalam UPT
meningkatkan Mutu
layanan kepada
masyarakat di UPT Din

Penyediaan Kegiatan pelayanan Dinas Kesehatan dan 9 100% 868,270 100% 1,041,924 100% 1,250,309 100% 1,500,371 100% 1,800,445 100% 6,461,318
Makanan Minuman kantor di Dinas Kesehatan UPT
Prov Jateng dapat
terlaksana dengan baik

Rapat-rapat Penyediaan makanan Dinas Kesehatan dan 9 100% 2,582,000 100% 3,098,400 100% 3,718,080 100% 4,461,696 100% 5,354,035 100% 19,214,211
Koordinasi dan minuman untuk rapat- UPT
Konsultasi di dalam rapat dan tamu tercukupi
dan luar Daerah APBD Provinsi Jawa
Tengah
Jasa Pelayanan Terselesainya tugas pokok Dinas Kesehatan dan 9 100% 3,211,170 100% 3,853,404 100% 4,624,085 100% 5,548,902 100% 6,658,682 100% 23,896,243
Perkantoran dan fungsi di Sekretariat UPT
Dinkes Prov

9 Peningkatan - - -
Sarana Pengadaan Dinas/
Kendaraan Terpeliharanya
operasional kendaraan
dinas guna Dinas Kesehatan dan 9
UPT 100% 1,562,000 100% 1,874,400 100% 2,249,280 100% 100% 100%
Prasarana Operasional mendukung pelayanan
Aparatur
Pengadaan/ Terwujudnya / Dinas Kesehatan dan 9 100% 362,000 434,400 100% 521,280 625,536 750,643 2,693,859
Peningkatan terpeliharanya sarana dan UPT
Sarana dan prasarana gedung
Prasarana Gedung kantor/aparatur
Kantor/ Aparatur
Pemeliharaan Terpeliharanya aset Dinas Kesehatan dan 9 100% 135,000 100% 162,000 100% 194,400 100% 233,280 100% 279,936 100% 1,004,616
Rutin/ Berkala rumdin Dinkes Prov UPT
Rumah Dinas sehingga dapat
dimanfaatkan dengan baik

Pemeliharaan Berfungsinya Dinas Kesehatan dan 9 100% 2,725,000 100% 3,270,000 100% 3,924,000 100% 4,708,800 100% 5,650,560 100% 20,278,360
Rutin/ Berkala perlengkapan gedung UPT
Gedung Kantor kantor/rumah tangga
guna mendukung kegiatan
kantor Dinkes Prov Jateng

Pemeliharaan Terpeliharanya kendaraan Dinas Kesehatan dan 9 100% 1,054,162 100% 1,264,994 100% 1,517,993 100% 1,821,592 100% 2,185,910 100% 7,844,652
Rutin/ Berkala dinas. UPT
Kendaraan Dinas/
Operasional
Pemeliharaan Terpeliharanya aset Dinas Kesehatan dan 9 100% 493,500 100% 592,200 100% 710,640 100% 852,768 100% 1,023,322 100% 3,672,430
Rutin/ Berkala Gedung kantor di Dinkes UPT
Perlengkapan Prov Jateng
Gedung/ Kantor
Pemeliharaan Berfungsinya peralatan Dinas Kesehatan dan 9 100% 393,000 100% 471,600 100% 565,920 100% 679,104 100% 814,925 100% 2,924,549
Rutin/ Berkala Kantor dengan baik guna UPT
Peralatan Gedung/ mendukung kegiatan
Kantor Kantor di UPT Dinkes Prov
Jateng
PENDANAAN INDIKATIF KONDISI KINERJA AKHIR
NO PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN 2014 2015 2016 2017 2018 RPJMD
TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000) TARGET Rp. (.000)

Pemeliharaan Terpeliharanya aset Dinas Kesehatan dan 9 100% 393,000 100% 471,600 100% 565,920 100% 679,104 100% 814,925 100% 2,924,549
Rutin/ Berkala mebeleur Dinas UPT
Mebelair Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah
Pemeliharaan Terpeliharanya fungsi Dinas Kesehatan dan 9 100% 659,600 100% 791,520 100% 949,824 100% 1,139,789 100% 1,367,747 100% 4,908,479
Rutin/ Berkala peralatan kantor dan UPT
Peralatan Kantor Rumah tangga kantor
dan Rumah dengan baik guna
Tangga mendukung pelayanan

Pemeliharaan Terpeliharanya peralatan Dinas Kesehatan dan 9 100% 834,000 100% 1,000,800 100% 1,200,960 100% 1,441,152 100% 1,729,382 100% 6,206,294
Rutin/ Berkala Alat kedokteran / laboratorium UPT
Kedokteran/ Lab dengan baik guna
mendukung kegiatan di
Balai Labkes
Pemeliharaan Terpeliharanya bujku Dinas Kesehatan dan 9 100% 25,000 100% 30,000 100% 36,000 100% 43,200 100% 51,840 100% 186,040
Buku- buku buku perpustakaan di UPT
Perpustakaan Dinas Kesehatan Provinsi
dan UPT
Pemeliharaan Terselenggaranya Dinas Kesehatan dan 9 100% 12,000 100% 14,400 100% 17,280 100% 20,736 100% 24,883 100% 89,299
Rutin/ Berkala pemeliharaan buku - buku UPT
Arsip perpustakaan
Pemeliharaan Alat Terciptanya kenyamanan Dinas Kesehatan dan 9 100% 215,000 100% 258,000 100% 309,600 100% 371,520 100% 445,824 100% 1,599,944
Ternak, Tanaman, dan keindahan di UPT UPT
Taman Dinas Kesehatan Prov.
Jateng dan UPT
Peningkatan Kelancaran pelaksanaan Dinas Kesehatan dan 9 100% 6,804,262 100% 8,165,114 100% 9,798,137 100% 11,757,765 100% 14,109,318 100% 50,634,596
Sarana dan tugas pokok fungsi UPT
Prasarana Kantor diDinkes Prov.Jateng

10 Peningkatan Pengadaan Pakaian Meningkatkan disiplin PNS Dinas Kesehatan dan 9 100% 538,000 100% 645,600 100% 774,720 100% 929,664 100% 1,115,597 100% 4,003,581
Disiplin Dinas Beserta dilingkungan Dinas UPT
Aparatur Perlengkapannya Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah
Pengadaan Pakaian Meningkatkan disiplin PNS Dinas Kesehatan dan 9 100% 0 100% - 100% - 100% - 100% - 100% -
Olah Raga dilingkungan Dinas UPT
Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah
- - - -
11 Peningkatan Pendidikan dan Jumlah SDM DinKes yg Dinas Kesehatan dan 9 100% 922,742 100% 1,107,290 100% 1,328,748 100% 1,594,498 100% 1,913,398 100% 6,866,677
Kapasitas Pelatihan Formal mengikuti Diklat aparatur UPT
Sumber Daya
Aparatur
Tabel 6.1
Indikator kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 – 2018 mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD

Misi VI : MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DASAR MASYARAKAT

TARGET KINERJA SASARAN PADA


TAHUN KE- Kondi
INDIKATOR KINERJA Kondis si
SKPD
i Awal Akhir Penangung
NO. TUJUAN SASARAN
RPJMD RPJM
2014 2015 2016 2017 2018 Jawab
(2013) D
(2018
)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
VI. 1 Meningkatkan 1. Menurunnya angka 1). Angka Kematian Ibu 116 Dinkes
118,62 118 118 117 117 116
derajat kesehatan kematian dan angka (AKI) / 100.000 KH
masyarakat kesakitan 2). Angka Kematian Bayi 11,00
10,41 12,5 12,00 12,00 11,50 11,00
(AKB)/ 1000 KH
3). Angka Kematian Balita 11,00
11,80 11,90 11,85 11,80 11,75 11,00
(AKABA)/ 1000 KH
4). Angka Kematian <1
Demam Berdarah <1,2 <1 <1 <1 <1 <1
Dengue (%)
5). Angka Kesakitan DBD <20
45,52 <20 <20 <20 <20 <20
(/100.000 pddk)
6). Prevalensi Gizi Buruk 0,04
0,08 0,05 0,05 0,05 0,04 0,04
(%)
7). Angka penemuan kasus 122,00
115,00 116,00 117,00 118,00 120,00 122,00
baru TB
8). Angka penemuan kasus 20,00 18,00 16,00 15,00 14,00 13,00 13,00
baru HIV /AIDS (%)
TARGET KINERJA SASARAN PADA
TAHUN KE- Kondi
INDIKATOR KINERJA Kondis si
SKPD
i Awal Akhir
NO. TUJUAN SASARAN Penangung
RPJMD RPJM
2014 2015 2016 2017 2018 Jawab
(2013) D
(2018
)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
9). Angka penemuan kasus 5,80 6,00 6,50 7,00 7,50 8,00 8,00
baru Kusta
10). Angka penemuan kasus 35,00 40,00 45,00 50,00 55,00 60,00 60,00
Diare Balita
11). Angka penemuan kasus 42,00 45,00 48,00 52,00 56,00 60,00 60,00
ISPA Balita
12). Angka Kesakitan 0,06 0,07 0,07 0,07 0,06 0,06 0,06
Malaria
13). Prporsi kasus hipertensi <30 <30 <25 <25 <20 <20 <20
di fasilitas pelayanan
kesehatan
14). Proporsi kasus Diabetus <55 <55 <50 <50 <45 <45 <45
Melitus di fasilitas
pelayanan kesehatan
DAFTAR SINGKATAN

AKB : Angka Kematian Bayi


AKI : Angka Kematian Ibu
Akper : Akademi Keperawatan
AMP : Audit Maternal Perinatal
ANC : Antenatal Care
APBD : Anggaran Pendapatan Belanja Daerah
APBN : Anggaran Pendapatan Belanja Negara
B2P2TO-OT : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman
Obat dan Obat Tradisional
BAN PT : Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
Bapelkes : Balai Pelatihan Kesehatan
BBKPM : Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat
BBLR : Berat Lahir Badan Rendah
BBPVRP : Balai Besar Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit
BKD : Badan Kepegawaian Daerah
BKIM : Balai Kesehatan Indra Masyarakat
BKPM : Balai Kesehatan Paru Masyarakat
BLK : Balai Laboratorium Kesehatan
BP SPAM : Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum
BP2 GAKI : Balai Penelitian Pengembangan Gangguan Akibat
Kekurangan Iodium
KKP : Kantor Kesehatan Pelabuhan
BPTPK : Balai Pelatihan Teknis Profesi Kesehatan
CPNS : Calon Pegawai Negeri Sipil
CTKI : Calon Tenaga Kerja Indonesia
DAK : Dana Alokasi Khusus
DAMIU : Depot Air Minum Isi Ulang
DM : Diabeltis mellitus
DTPS : Distric Team Probling Solving
Fasyankes : Fasilitas Pelayanan Kesehatan
HS : Hygiene Sanitasi
IEBA : Industri Ekstrak Bahan Alami
IFK : Instalasi Farmasi Kabupaten/ Kota
IKOT : Industri Kecil Obat Tradisional
IOT : Industri obat tradisional
IPTEK : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
IRTP : Industri Rumah Tangga Pangan
KLHS : Kajian Lingkungan Hidup Strategis
KtPA : Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA)
KTR : Kawasan Tanpa Rokok
LHP : Laporan Hasil Pemeriksaan
Lokalitbang P2B2 : Loka Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan
Penyakit Bersumber Binatang
LSM : Lembaga Swadaya
Masyarakat MDG’s : Millenium
Development Goals MPU : Mitra Praja
Utama
P4K : Program Perencanaan Pertolongan Persalinan dan
Komplikasi
PBBBF : Pedagang Besar Bahan Baku Farmasi
PD3I : Penyakit Dapat Ditanggulangi Dengan Imunisasi
PDAM : Perusahaan Daerah Air Minum,
PHBS : Perilaku Hidup Bersih Sehat
PKK : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
PKPR : Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja
PKRT : Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga
PNC : Perinatal Care
PONED : Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar
PONEK : Rumah Sakit Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi
Komprehensif
PPD-DGS : Program Pendidikan Dokter/ Dokter Gigi Spesialis
PSN : Pemberantasan Sarang Nyamuk
PTM : Penyakit Tidak Menular
PTT : Pegawai Tidak Tetap
Renstra : Rencana Strategis
RPJMD : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
RPJPK : Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan
RPJPN : Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
RR : Recording Reporting
RTRW : Rencana Tata Ruang dan Wilayah
Satker : Satuan Kerja
SKPD : Satuan Kerja Perangkat Daerah
SPM : Standar Pelayanan Minimal
STBM : Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
STDS : Surat Tugas Dokter Spesialis
STR TTK : Surat Tanda Registrasi Teknis Kefarmasian
Surkesda : Survei Kesehatan Daerah
TP : Tugas Pembantuan
TPKJM : Tim Pengarah Kesehatan Jiwa Masyarakat
TPM : Tempat Pengolahan Makanan
TTU : Tempat-tempat Umum
UKBM : Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat
UKOT : Usaha Kecil Obat Tradisional
UPTD : Unit Pelaksana Teknis Daerah
VCT : Voluntary Conceling and
Testing WUS : Wanita Usia Subur
GUBEl~NUR JAWA TENGAH KEPUTUSAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

NOMOR 050/28 TAHUN 2014

TENT ANG

PENGESAHAN RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH


PROVINS! JAWA TENGAH TAHUN 2013-2018

GUBERNUR JAWA TENGAH,

Menimbang a. bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah


Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Provinsi Jawa Tengah ·Tahun 2013-2018, berdasarkan
dalam ketentuan Pasal 97 ayat ( 1) Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun ·
2008 tentang Tahapan Tatacara Penyusunan,
Pengenclalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pcmbangunan Daerah, rancangan akhir Rencana
Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah sebelum
disahkan oleh kepala daerah disampaikan kepada
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
untuk diverifikasi;
b. bahwa berdasarkan hasil verifikasi, sistematika dan
su hst an si pcnu lisan Rcncana Strategis Satuan Kerja
Perangkat Daerah te lah sesuai dengan ketentuan dan
bcrpcdornan pada RP,JMDProvinsi Jawa Tengah Tahun
2013-2018;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dan · huruf b, perlu
menetapkan Keputusan Gubernur tentang Pengesahan
Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah
Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 - 2018;

•.· ~
-·-
Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1950 tentang
Pembentukan Provinsi Jawa Tengah (Himpunan
Peraturan-Peraturan Negara Tahun 1950 Halaman 86-
92);
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana «,

telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-


Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan
Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
5. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4725);
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik
I ndonesia Nomor 5059);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang
Laporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah
(Lernbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 ··
Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4614);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang
Tata Cara Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 ten tang .
Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pernerintahan Daerah Provinsi Dan Pernerintahan
Dacrah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
11. Peraturan Pemeri ..ntah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan Tatacara Penyusunan, Pengendalian Dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nornor 4698);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang
Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara
Repu blik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5103);
13. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun
2008 tcntang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Daerah Provinsi J awa Tengah Tahun 2005-2025
[Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008
Nomor 3 Seri E Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah
Provinsi Jawa Tengah Nomor 9);
14. Perat:uran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 4 Tahun
2008 tentang Urusan Pernerintahan Yang Menjadi
Kewenangan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa
Tengah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun
2008 Nomor 4 Seri E Nomor 4, Tambahan Lembaran
Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 10);
15. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun
2010 ten tang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi
.Jawa Tengah Tahun 2009-2029 (Lembaran Daerah
Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 Nomor 6, Tambahan
Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 28);
16. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 ··
Tahun 2014 ten tang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah Tahun 2013-2018 (Lembaran
Dacrah Provinsi J awa Tengah Tahun 2014 Nomor 5);
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun
2006 tcntang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
scbagairnana tclah diubah beberapa kali, terakhir
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21
Tahun 2011 ten tang Perubahan atas Peraturan
MenteriDalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun
2010 ten tang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah
Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pe-
laksanaan Rencana Pcmbangunan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

MEMUTUSKAN :
M tercant rat Provinsi Jawa
e Men um Tengah;
n dalam 2. Sadan Percncanaan Pembangunan Daerah
gesa Provinsi Jawa
e
t hkan Lampi Tengah;
a Ren ran 3. 13adan Kepegawaian Daerah Provinsi
p cana yang Jawa Tengah;
k Strat merup 4. Sadan Lingkungan Hidup Provinsi
a akan Jawa Tengah;
n
egis
5. Sadan Kesatuan Bangsa, Politik Dan
Satu bagian
K Perlindungan
E an tidak Masyarakat Provinsi Jawa Tengah;
S Kerj terpisa 6. Sadan Penanaman Modal Daerah Provinsi
A a hkan Jawa Tengah;
T Pera dari 7. Sadan Arsip Dan Perpustakaan Provinsi
U Jawa Tengah;
ngka Kepu 8. Bad an Ketahanan Pangan
t tusan Provinsi J awa Tengah;
Oaer Gu 9. Sadan Pendidikan Dan Pelatihan Provinsi
bernur Jawa Tengah;
ah
10. Sadan Pemberdayaan Masyarakat Dan
Provi ini.
Desa Provinsi
nsi Jawa Tengah;
Jawa Ranca 11. Badan Penelitian Dan Pengembangan
Teng ngan Provinsi Jawa
K Tengah;
E ah Akhir
12. Sadan Pemberdayaan Perernpuan, ·
D Tahu Renca
Perlindungan Anak
U n na Dan Kcluarga Berencana Prov. .Jatertg:
A 201 Strate 13. Satuan Palisi Pamong Praja Provinsi
3- gis Jawa Tengah;
201 Satuan 14. Dinas Pendidikan
8, Provinsi Jawa Tengah;
Kerja 15. Dinas Kesehatan Provinsi
deng Peran Jawa Tengah;
an gkat 16. Dinas Sosial
renc Daerah Provinsi Jawa Tengah;
ana 17. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan
prog Provin Kependudukan
ram, si Provinsi Jawa Tengah;
kegi 18. Dinas I<ebudayaan Dan Pariwisata Provinsi
Jawa
Jawa Tengah;
atan, Tengah 19. Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil
indi Tahun dan Menengah
kato 2013- Provinsi J awa Tengah;
r, 2018 20. Dinas Pemuda Dan Olah Raga Provinsi
kelo sebaga Jawa Tengah;
mpo i
k beriku
sasar t:
an 1
dan .
pend
I
anaa n
n s
indi p
katif e
seba k
gaim t
o
ana
21. Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa
Tengah;
22. Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi
Jawa Tengah;
23. Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa
Tengah;
24. Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah;
25. Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang Provinsi Jawa
Tengah;
26. Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa
Tengah;
27. Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika
Provinsi Jawa Tengah;
28. Dinas Pertanian Tanaman Pangan -Dan Hortikultura
Provinsi Jawa Tengah;
29. Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi J awa
Tengah;
30. Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah;
31. Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah;
32. Dinas Kelau tan Dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah;
33. RSUD Tugurejo Semarang;
34. RSUD Dr. Moewardi Surakarta;
35. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto;
36. RSUD Kelet Donorejo Jepara;
37. RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang;
38. RSJD Surakarta;
39. RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten;
40. Badan Koordinasi Wilayah I Provinsi Jawa Tengah;
41. Sadan Koordinasi Wilayah II Provinsi Jawa Tengah;
42. Sadan Koordinasi Wilayah III Provinsi Jawa Tengah;
43. Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Tengah;
44. Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah;
45. Sckrctariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Provinsi Jawa Terigah;
46. Sekrctariat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi
Jawa Tengah;
4 7. Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jawa
Tengah;
48. Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah.
K R t ka dan substansi penulisan rencana
a Da strategis
n era Satuan Kerja Perangkat Daerah;
c h b. Rencana Pembangunan Jangka
a Pro Menengah Daera.h
n vin Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018.
g si
a Ja
n wa
Ten
A gah
k Tah
h un
i 20
r 13-
20
R 18
e scb
n ag
c ai
a ma
n na
a di
ma
S ks
t ud
r dal
a am
t dik
e tu
g m
i KE
s DU
A
S tela
a .h
t ses
u uai
a de
n ng
an:
K a.
e Si
r ste
j m
a ati

P
e
r
a
n
g
k
a
KEEMPAT Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi
Jawa Tengah Tahun 2013-2018 sebagaimana dimaksud
c!alam Dikturn KESATU merupakan pedoman Satuan Kerja
Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam menyusun
rancangan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah.

KELIMA Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah


mcnetapkan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat
Dae rah yang telah disesuaikan dengan hasil verifikasi
scbagaima na climaksud dalam Diktum KESATU paling lama
7 (tujuh) h ari setelah Rencana Strategis Satuan
Kerja Perangkat Daerah Provinsi .Jawa Tengah Tahun 2013-
2018 disahkan olch Gubernur.

KEEN AM Kcpurusan Gubernur rru mulai berlaku pada tanggal 28


Pebruari 2014.

Ditetapkan di Semarang
12 Mei 2014

Salinan: Keputusan Gubernur ini disampaikan kepada Yth:


1. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia·
2. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia; '
3. Wakil Gubernur Jawa Tengah;
4. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah;
5. Para Asisten Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Teriaah:
6. lnspektur Provinsi Jawa Tengah; b '

7. Kepala Badan Percncanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa


1 engah;
8. Par: Kepala Satua~ K~rja Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah;
9. l~ep~la 81~0 Organisasi ~an Kcp~ga:-"aian SETDA Provinsi Jawa Tengah;
10. kepala Buo Hukum 881 DA Provms1 J~\·Va Tengah.