Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam hidupnya, organisme memerlukan makanan dan oksigen untuk
melangsungkan metabolisme. Proses metabolisme, selain menghasilkan zat-
zat yang berguna juga menghasilkan sampah (zat sisa) yang harus
dikeluarkan dari tubuh. Bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti
makanan,oksigen, hasil metabolisme dan sisanya diangkut dan diedarkan
didalama tubuh melalui sistem peredaran darah. Hasil pencernaan makanan
dan oksigen diangkut dan diedarkan oleh darah keseluruh jaringan tubuh,
sementara sisa-sisa metabolisme diangkut oleh darah dari seluruh jaringan
tubuh menuju organ-organ pembuangan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana sistem transportasi pada manusia?


2. Apa saja bagian-bagian jantung beserta fungsinya?
3. Apa saja Kelainan/gangguan pada Sistem Transportasi?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui sistem transportasi pada manusia.


2. Untuk mengetahui bagian-bagian jantung beserta fungsinya.
3. Untuk mengetahui Kelainan/gangguan pada Sistem Transportasi

BAB II

1
PEMBAHASAN

2.1 Peredaran Darah pada Manusia( Sistem Transportasi )

Transportasi adalah proses pengedaran berbagai zat yang


diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan
untuk dikeluarkan dari tubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah
darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah
yaitu jantung dan pembuluh darah. Selain peredaran darah, pada manusia
terdapat juga peredaran limfe (getah bening) dan yang diedarkan melalui
pembuluh limfe. Pada hewan alat transpornya adalah cairan tubuh, dan pada
hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya.
Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah.

Sistem kardiovaskular adalah sistem yang memberi fasilitas proses


pengangkutan berbagai substansi menuju sel-sel tubuh dan dari sel-sel tubuh.
Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem
saluran yang terdiri dari arteri dan vena.

Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup dan


ganda atau rangkap. Peredaran darah tertutup artinya dalam peredarannya
darah selalu mengalir di dalam pembuluh darah. Peredaran darah ganda
artinya dalam satu kali beredar, darah melalui jantung sebanyak dua kali
sehingga terdapat peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Peredaran
darah kecil yaitu peredaran darah yang dimulai dari jantung menuju ke paru-
paru, kemudian kembali ke jantung. Pada saat darah berada di paru-paru,
terjadi pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) secara difusi.
Oksigen dari udara berdifusi ke darah, sedangkan karbon dioksida dari darah
berdifusi ke udara. Darah yang meninggalkan paru-paru kaya akan
oksigen. Kemudian masuk ke atrium kiri melalui vena pulmonalis.

Peredaran darah besar yaitu peredaran darah dari bilik kiri jantung ke
seluruh tubuh, kemudian kembali ke serambi kanan jantung. Pada saat
darah berada di kapiler, terjadi pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon
dioksida (CO2). Oksigen dari darah berdifusi ke sel-sel tubuh sedangkan

2
karbon dioksida dari selsel tubuh berdifusi ke dalam darah. Kemudian darah
yang miskin oksigen dan kaya karbon dioksida menuju vena. Darah dari
tubuh bagian atas menuju atrium kanan melalui pembuluh balik besar atas
(vena cava superior) sedangkan darah dari tubuh bagian bawah masuk ke
atrium kanan melalui pembuluh balik besar bawah (vena cava inferior).

( Gambar 1. Alat transportasi )

1. Darah

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali
tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen
yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil
metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau
hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah


mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah
juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa
metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang

3
bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon
dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.

Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya


oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada
darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory
protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat
terikatnya molekul-molekul oksigen.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah


mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah
dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme
berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri
pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah
itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta.
Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah
yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui
pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.

Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-


obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk
dibuang sebagai air seni. komposisi darah terdiri dari beberapa jenis
korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain
berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang
disebut plasma darah.

(Gambar 2. Bagian-bagian dalam darah)

4
Bagian-bagian darah yaitu :

a. Sel-sel darah (bagian yg padat)

(1) Eritrosit (sel darah merah) (sekitar 99%)

Bentuknya cakram bikonkaf (bulat pipih dan cekung di tengahnya)


Tidak berinti. Setiap 1 mm3 darah, mengandung 4 juta – 6 juta eritosit.
Berwarna merah karena mengandung haemoglobin (Hb) yang berfungsi
mengikat oksigen. Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun
organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Sel darah merah
juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan
eritrosit menderita penyakit anemia.

(2) sel darah putih (Leukosit) (0,2%)

Memiliki bentuk tidak tetap dan dapat bergerak bebas. Selnya tidak
mempunyai pigmen, tetapi berinti. Setiap 1 mm3 darah, mengandung
6.000 – 9.000 leukosit yang berfungsi melawan kuman yang masuk ke
dalam tubuh dengan cara fagositosis dan membentuk antibodi. Leukosit
bertanggung jawab terhadap sistem imun memusnahkan benda-benda
yang dianggap tubuh dan bertugas untuk asing dan berbahaya oleh
tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak
memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita
penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita
penyakit leucopenia

(3) Trombosit (keping darah) (0,6 - 1,0%)


Sel-selnya kecil, bentuk tak beraturan dan mudah pecah. Tiap
3
1 mm darah mengandung, 200.000 - 300.000 trombosit yang
bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah. Trombosit berumur
kurang lebih 2-3 hari.

5
(Gambar 3 : sel darah)
b. Plasma Darah (bagian yang cair)
Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung:
1) Serum merupakan plasama yang sedikit mengandung fibrinogen
atau
2) Serum darah adalah cairan bening yang memisah setelah darah
dibekukan
3) Albumin merupakan fraksi yang terdapat di dalam plasma yang berguna
untuk memelihara volume plasma dara.
4) Bahan pembeku darah
5) immunoglobin (antibodi) merupakan Sistem imunitas manusia
ditentukan oleh kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi untuk
melawan antigen.
6) Hormon
7) Berbagai jenis protein
8) Berbagai jenis garam merupakan substansi terlarut terdiri dari kation-
kation seperti ion-ion natrium, kalium, kalsium, magnesium, besi,
tembaga, litium, dan timbal, dan anion-anion seperti ion-ion klor, yod,
fosfat anorganik, sulfat, dan karbonat.
9) Fibrinogen merupakan fraksi yang terdapat di dalam plasma yang
berguna untuk penggumpalan darah.
c. Golongan darah
Karl Landsteiner (1968 – 1947), seorang ahli dari Austria,
menemukan cara penggolongan darah dengan sistem AB0. Menurut
beliau, darah dapat dibedakan menjadi golongan darah A, B, AB, dan
0 (nol). Penggolongan darah ini didasarkan pada kandungan aglutinogen
dan aglutinin. Aglutinogen merupakan protein dalam sel darah merah

6
yang dapat digumpalkan oleh aglutinin. Ada dua jenis aglutinogen
pada darah yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B. Aglutinin
merupakan protein di dalam plasma darah yang menggumpalkan
aglutinogen. Aglutinin berfungsi sebagai zat antibodi. Terdapat dua
macam aglutinin yaitu aglutinin α (alfa) dan aglutinin β (beta). Aglutinin
α disebut juga serum anti A yang akan menggumpalkan aglutinogen A.
Sedangkan aglutinin β disebut juga serum anti B yang akan
menggumpalkan aglutinogen B. Berdasarkan keberadaan antigen dan
antibodinya, terdapat empat macam golongan darah.
Tabel 1. golongan darah sistem
AB0

Golongan darah Aglutinogen aglutinin


A A β

B B α
AB
0 A dan B -
Untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah pada
saat transfusi, golongan darah donor (pemberi) dan resipien (penerima)
harus diperhatikan. Dari Tabel 1 dapat ditentukantransfusi darah yang
aman (tidak terjadi penggumpalan darah) dari donor kepada resipien.

Perhatikan kemungkinan transfuse darah pada Tabel 2 berikut ini.

donor
Tranfusi darah A B AB 0
A + - - +

B - + - +
Resipien AB
0 + + + +
Keterangan = + : tranfusi dapat dilakukan
- : tranfusi tidak dapat dilakukan

7
Berdasarkan tabel di atas, golongan darah 0 disebut donor
universal, artinya secara teori dapat ditransfusikan ke semua golongan
darah tanpa digumpalkan oleh resipien. Hal ini disebabkan karena
golongan darah 0 tidak mengandung aglutinogen. Sedangkan golongan
darah AB disebut resipien universal, karena secara teori dapat menerima
transfusi darah dari golongan apa saja. Hal ini disebabkan karena
golongan AB tidak mengandung aglutinin sehingga tidak akan
menggumpalkan darah jenis apapun dari donor. Dalam praktiknya,
transfuse darah hanya dilakukan pada donor dan resipien yang
mempunyai golongan darah yang sama.

d. Fungsi darah
Darah mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh
plasma darah
b. Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh
yang dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui
paru- paru, urea dikeluarkan melalui ginjal
c. Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu
(endokrin) yang dilakukan oleh plasma darah.
d. Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah
merah
e. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel
darah putih
f. Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah g) Menjaga
kestabilan suhu tubuh.
2. 2 Jantung
Jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah. Berat jantung
sekitar 335 gram, sebesar kepalan tangan pemiliknya, dan terletak di antara
paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Setiap hari jantung memompa darah
100.000 kali atau mengalirkan darah sepanjang 100.000 km. Selama
perkembangan embrional, satu fraksi kecil (kira-kira 1 %) dari serabut otot
jantung menjadi autoritmik (mampu bangkit sendiri) yaitu dapat dapat

8
menghasilkan impuls yang berulang- ulang dan berirama. Autorithmik
mempunyai dua fungsi penting. Jantung mendapat suplai oksigen dan
makanan yang dibawa oleh arteri koronaria. Arteri ini berpangkal di aorta.
Kemampuan jantung dalam memompa darah dapat ditunjukkan dengan
tekanan darah. Tekanan darah pada orang dewasa yang normal adalah
120/80 mmHg. Nilai 120 mmHg menunjukkan tekanan darah saat ventrikel
berkontraksi (disebut tekanan sistol). Nilai 80 mmHg menunjukkan
tekanan darah saat ventrikel relaksasi (disebut tekanan (diastol).
a. Proses Kerja Jantung
Pemahaman fisiologi jantung dapat dipahami dengan mempelajari
siklus tunggal jantung, yaitu semua peristiwa yang berkaitan dengan
denyut jantung hal inilah yang menyebabkan jantung berdenyut dengan
otomatis. Pada siklus jantung, perubahan tekanan darah terjadi karena
atrium dan ventrikel secara bergantian kontraksi dan relaksasi dan darah
mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.
Karena otot dinding luar jantung berkontraksi, tekanan cairan
didalamnya bertambah. Dalam satu siklus normal jantung, dua atria
berkontraksi dan dua ventrikel relaksasi.
1) Ketika serambi jantung mengembang (berelaksasi), darah dari seluruh
tubuh masuk ke serambi kanan, sedang darah dari paru-paru masuk ke
serambi kiri.
2) Ketika serambi jantung menguncup (berkontraksi) darah dari serambi
kanan masuk ke bilik kanan, sedang darah dari serambi kiri masuk ke
bilik kiri.
3) Pada saat bilik jantung berkontraksi (menguncup), darah dari bilik
kanan menuju paru-paru, sedangkan darah dari bilik kiri menuju ke
seluruh tubuh
4) Setiap kali berdenyut, bilik kanan dan bilik kiri beristirahat lebih kurang
1/20 detik.
b. Bagian-Bagian Jantung
Jantung mempunyai empat ruang yang terbagi sempurna yaitu dua
serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel) dan terletak di dalam rongga
dada sebelah kiri di atas diafragma. Jantung terbungkus oleh kantong
perikardium yang terdiri dari 2 lembar :

9
a. Lamina panistalis di sebelah luar
b. Lamina viseralis yang menempel pada dinding jantung
Jantung memiliki katup atrioventikuler (valvula bikuspidal)
yang terdapat di antara serambi dan bilik jantung yang berfungsi
mencegah aliran dari bilik keserambi selama sistol dan katup
semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) yang berfungsi mencegah
aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis kiri ke bilik selama
diastole.

( Gambar 4. Jantung manusia )

c. Suara jantung
Kegiatan mendengarkan suara dalam tubuh disebut auskultasi.
Alat yang digunakan disebut stetoskop. Suara denyut jantung datang dari
bergolaknya darah yang disebabakan oleh menutupnya katup jantung.
Selama setiap siklus jantung, hanya suara jantung pertama dan kedua
yang cukup keras didengar melalui stetoskop. Suara yang kelluar
dihasilkan oleh gerak nbalik darah yang menutup katup atrioventrikular
segera setelah sistol ventrikel mulai. Suara yang kedua lebih pendek dan
tidak sekeras suara pertama. Suara kedua berasal dari akibat gerak balik
darah yang menutup katup semilunar pada awal diastol ventrikel.
Keluarana jantung adalah jumlah darah yang dikeluarkan dari
ventrikel kiri (ventrikel kanan) ke dalam aorta setiap menit. Keluaran

10
jantung detentukan oleh :
1. Volem darah yang dipompa ventrikel setiap jantung
2. Jumlah denyut jantung setiap menit
Rata-rata keluaran jantung setiap menit adalah :
Volum sekuncup (70 ml/ denyut) x laju jantung (75 denyut/ menit)= 70 x
75 ml/menit = 5250 ml/menit. Harga ini mnedekati keseluruhan volum
darah yang kira-kira 5.000 ml pada pria dewasa.
d. Pengendalian kecepatan gerak jantung
Mekanisme pengendalian kecepatan gerak jantung yang utama
adalah pressorefleks, walaupun beberapa faktor lain juga mempengaruhi.
Presoreseptor terletak dalam lengkung aora dan prosimal vena cava.
Serabut- serabut sensori memanjang dari presoreseptor lengkung aorta
melalui saraf depressor aorta menuju pusat kardioinhibitor dalam
medulla. Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan gerak
jantung adalah suhu darah, emosi rangsangan berbagai aksteroseptor.
Kanaikan suhu darah atau rangsangan reseptor panas pasda kulit
cenderung mempercepat kerja jantung. Demikian pula emosi marah dan
ketakutan. sebaliknya penurunan suhu darah sampai dibawah normal
atau rangsangan reseptor dingin pada kulit, rasa sedih, cenderung
menurunkan kerja jantung.
e. Prinsip-prinsip aliran darah
Hukum atau prinsip fisika mempengaruhi semua aliran cairan.
Mekanisme fisiologis untuk pengendalian jantung dan pembuluh darah
merupakan sarana pelaksanaan prinsip-prinsip ini. Prinsip dasar
sirkulasi darah merupakan hukum gerak pertama dan kedua hukum gerak
newton. Suatu cairan hanya akan mengalir bila tekanannya lebih tinggi
dari daerah lain, dan aliran itu selamanya bergerak dari daerah
bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. prinsip aliran
kecepatan darah adalah volume cairan yang dialirkan pada jarak tertentu
setiap menit berbanding langsung dengan gradient tekanan cairan dan
berbanding terbalik dengan dengan aliran yang arahnya berlawanan.
Prinsip ini dikenal dengan hukum poisuille.
3. Pembuluh Darah

11
Dalam keadaan normal darah ada didalam pembuluh darah, ujung
arteri bersambung dengan kapiler darah dan kapiler darah bertemu
dengan vena terkecil (venula) sehingga darah tetap mengalir dalam
pembuluh darah walaupun terjadi pertukaran zat, hal ini disebut sistem
peredaran darah tertutup.Peredaran darah ganda pada manusia, terdiri
peredaran darah kecil (jantung –paru-paru – kembali ke jantung) dan
peredaran darah besar (jantung – seluruh tubuh dan kembali ke jantung).
Peredaran ini melewati jantung sebanyak 2 kali. Ada 3 macam pembuluh
darah yaitu: arteri, vena, dan kapiler (yang merupakan pembuluh
darah halus)
Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah ke jantung.
Semua arteri keculi arteri pulmonis dan percabangannya membawa darah
yang dioksigenasi. Arteri kecil dinamakan arteriola. Vena adalah pembuluh

darah yang membawa darah ke jantung, semua vena kecuali vena


vulmonis berisi darah yang dideoksigenasi atau dikarbosilasi. Vena-vena
kecil dinamakan venula. Baik arteri maupun vena berstruktur
makroskopis. Kapiler merupakan pembuluh darah mikroskopis yang
membawa darah dari arteriola ke vena. Walaupun tampaknya sederhana,
bila dibandingkan dua pembuluh lainnya, karena ukurannya yang sangat
kecil namun fungsinya sangat penting. Singkatnya seluruh mekanisme
sirkulasi berputar padas satu kepentingan ini yang menjaga agar kapiler
terus dipasok dengan sejumlah darah yang cukup untuk keperluan sel.
( Gambar 5. Pembuluh darah )
a. Pembuluh Nadi

12
Pembuluh nadi yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari jantung ke
seluruh tubuh. Pembuluh ini dibedakan menjadi aorta, arteri dan arteriole.
Ciri-ciri pembuluh nadi adalah :
1) Tempat Agak ke dalam
2) Dinding Pembuluh Tebal, kuat, dan elastis
3) Aliran darah Berasal dari jantung
4) Denyut terasa
5) Katup Hanya disatu tempat dekat jantung
6) Bila ada luka Darah memancar keluar
b. Pembuluh Vena
Pembuluh balik (vena) yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari
seluruh organ tubuh menuju ke jantung. Ciri-ciri pembuluh vena
adalah :
1) Dinding Pembuluh Tipis, tidak elastis
2) Dekat dengan permukaan tubuh (tipis kebiru-biruan)
3) Aliran darah Menuju jantung
4) Denyut tidak terasa
5) Katup Disepanjang pembuluh
6) Bila ada luka Darah Tidak memancar
c. Artiole
Arteriole merupakan pembuluh darah kecil yang menghubungkan
kapiler dengan arteri.
d. Venule
Venule, merupakan pembuluh darah kecil yang menghubungkan
kapiler dengan vena.
e. Pembuluh kapiler
Pembuluh kapiler yaitu pembuluh halus yang menghubungkan
arteriole dengan venule. Pada pembuluh inilah terjadi pertukaran
oksigen dari darah dengan karbondioksida jaringan memungkinkan terjadi
pertukaran zat antara darah dengan sel jaringan tubuh.
4. Getah Bening (limfa)
Darah sebagai alat transport didalamnya terdapat cairan getah
bening. Terbentuknya cairan ini karena darah keluar melalui dinding
kapiler dan melalui ruang antar sel kemudian masuk ke pembuluh halus

13
yang dinamakan pembuluh getah bening (limfa). Selain sistem peredaran
darah, manusia juga mempunyai sistem peredaran getah bening (limfa)
yang keduanya berperan dalam sistem transportasi. Sistem limfa berkaitan
erat dengan sistem peredaran darah. Sistem limfa terdiri dari cairan limfa,
pembuluh limfa, dan kelenjar limfa. Fungsi sistem peredaran getah bening
adalah sebagai berikut.
1. Untuk sistem pertahanan tubuh.
2. Mengangkut kembali cairan tubuh, cairan plasma darah, sel darah putih
yang berada di luar pembuluh darah, dan mengangkut lemak dari usus
ke dalam sistem peredaran darah.
Cairan limfa mengandung sel-sel darah putih yang berfungsi
mematikan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh.Cairan ini keluar
dari pembuluh darah dan mengisi ruangantarsel sehingga membasahi
seluruh jaringan tubuh. Pembuluh limfa mempunyai banyak katup dan
terdapat pada semua jaringan tubuh, kecuali pada sistem saraf pusat.
Pembuluh limfa dibedakan menjadi dua macam yaitu pembuluh limfa
kanan dan pembuluh limfa kiri. Pembuluh limfa kanan berfungsi
menampung cairan limfa yang berasal dari daerah kepala, leher bagian
kanan, dada kanan, dan lengan kanan. Pembuluh ini bermuara pada vena
yang berada di bawah selangka kanan. Pembuluh limfa kiri
berfungsi menampung getah bening yang berasal dari daerah kepala, leher
kiri, dada kiri, dan lengan kiri serta tubuh bagian bawah. Pembuluh ini
bermuara pada vena di bawah selangka kiri.
Kelenjar limfa berfungsi untuk menghasilkan sel darah putih dan
menjaga agar tidak terjadi infeksi lebih lanjut. Kelenjar limfa terdapat di
sepanjang pembuluh limfa, terutama terdapat pada pangkal paha, ketiak,
dan leher. Alat tubuh yang mempunyai fungsi yang sama dengan kelenjar
limfa yaitu limpa dan tonsil. Limpa merupakan sebuah kelenjar yang
terletak di belakang lambung dan berwarna ungu. Fungsinya antara lain
sebagai tempat penyimpanan cadangan sel darah, membunuh kuman
penyakit, pembentukan sel darah putih dan antibodi, dan tempat
pembongkaran sel darah merah yang sudah mati. Tonsil atau amandel
terletak di bagian kanan dan kiri pangkal tenggorokan. Tonsil yang berada

14
di belakang anak tekak yaitu di dalam rongga hidung disebut polip hidung.
Fungsi tonsil adalah untuk mencegah infeksi yang masuk melalui hidung,
mulut, dan tenggorokan.

2.3 Kelainan/gangguan pada Sistem Transportasi


a. Anemia
Penyakit kekurangan darah yang mungkin disebabkan oleh Hb yang kurang
mengandung zat besi (Fe), dapat juga karena kekurangan air sel darah
merah. Macam anemia :
1). Anemia sel sabit merupakan penyakit menurun tak bisa diobati.
2). Anemia perniosa, rendahnya jumlah eritrosit karena makan kurang vit
B12.
b. Serangan jantung
Serangan jantung, ditandai dengan sakit pada bagian dada, gelisah, pucat,
dan kulit terasa dingin. Serangan jantungnya hebat dan tidak segera
mendapat pertolongan dapat menimbulkan gagalnya jantung memompa
darah. Faktor- faktor yang meningkatkan resiko terkena serangan
jantung adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, merokok,
penyakit diabetes melitus, kegemukan, dan kurang olahraga
c. Talasemia
Sel darah merah abnormal,umur lebih pendek,diasesi dengan transfusi
darah.
d. Eritroblastosis fetalis
Perusakan sel darah pada bayi yang baru lahir akibat kemasukan aglutinin
dari luar
e. Sklerosis
Penyakit karena pengerasan pembuluh darah (ada dua macam, yaitu
aterosklerosis yang disebabkan endapan lemak dan Arteriosklerosis yang
disebabkan oleh endapan zat kapur)
f. Hemofilia
Penyakit keturunan dimana darah sulit/tidak bisa membeku.
g. Varises
Varises pelebaran pembuluh vena terutama di bagian kaki. Pada varises
yang parah, pembuluh vena tampak melebar dan berkelok-kelok. Varises
disebabkan oleh cacat/kerusakan pada katup vena sejak lahir. Varises juga
sering terjadi karena bertambahnya beban vena akibat terlalu banyak

15
berdiri, kehamilan, dan sebagainya. Pelebaran vena pada bagian anus
disebut wasir atau ambeian.
h. Atherosklerosis
Penyumbatan pembuluh darah oleh lemak
i. Arteriosklerosis
Penyumpatan pembuluh darah oleh zat kapur
j. Trombus/embolus
Disebabkan adanya gumpalan darah pada nadi tajuk atau arteri koronaria
k. Leukopeni
Jumlah sel darah putih kurang dari normal
l. Leukimia
Penyakit yang disebabkan penambahan leukosit yang tidak terkendali
m. Tekanan darah rendah (hipotensi)
Tekanan darah rendah (hipotensi) yaitu keadaan tekanan darah yang di
bawah normal. Gejala hipotensi adalah lesu, pusing, dan gangguan
penglihatan, bahkan sampai pingsan. Penyebabnya dapat karena terlalu
banyak meminum obat penurun tekanan darah, muntaber, dan pendarahan.
darah tinggi (hipertensi), Tekanan darah tinggi (hipertensi) yaitu keadaan
tekanan darah yang melebihi tekanan normal. Penyebab hipertensi adalah
nikotin pada rokok, faktor keturunan, stress, kelebihan berat badan,
kelebihan garam, kurang olahraga, dan kelebihan obat-obatan.
n. Leukopeni
Jumlah sel darah putih kurang dari normal.
o. Leukimia
Penyakit yang disebabkan penambahan leukosit yang tidak terkendali
p. Tekanan darah rendah (hipotensi)
Tekanan darah rendah (hipotensi) yaitu keadaan tekanan darah yang di
bawah normal. Gejala hipotensi adalah lesu, pusing, dan gangguan
penglihatan, bahkan sampai pingsan. Penyebabnya dapat karena terlalu
banyak meminum obat penurun tekanan darah, muntaber, dan pendarahan.
q. Tekanan darah tinggi (hipertensi),
Tekanan darah tinggi (hipertensi) yaitu keadaan tekanan darah yang
melebihi tekanan normal. Penyebab hipertensi adalah nikotin pada rokok,
faktor keturunan, stress, kelebihan berat badan, kelebihan garam, kurang
olahraga, dan kelebihan obat-obatan.

16
BAB III
PENUTUP
Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah,serta
jantung. Dan darah manusia terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah, yaitu
sel darah merah ( eritrosit ), sel darah putih ( leukosit ) dan keping darah,
( trombosit ). Didalam sel darah merah terdapat pigmen protein pengikat
oksigen dan karbondioksida, yaitu hemoglobin. Sel darah putih terdiri dari
loukesit gronulosit ( Netrofil, eosinofil, basofil )dan leukosit agranulosit
( monosit, limfosit ). Trombosit berfungsi membekukan darah. Didalam
serum terdapat antibody( kekebalan ). Pembuluh darah meliputi pembuluh
nadi dan pembuluh balik. Perbedaan darah manusia tergolong peredaran
tertutup dan ganda

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Sistem Peredaran Darah Manusia.

17
http://www.edukasi.net/mapok/mp_full.php?id=249. (Diakses pada
tanggal 26 Desember 2016)
Anonim. 2008. Sistem Transportasi/ Peredaran Darah pada
Manusia. http://gurungeblog.wordpress.com/2008/10/31/sistem-
transportasiperedaran-darah pada-manusia/. (Diakses pada tanggal 26
Desember 2016)
Anonim. Darah. http://id.wikipedia.org/wiki/darah. (Diakses pada tanggal 26
Desember 2016)
Anonim. Antibody. http://id.wikipedia.org/wiki/Antibodi. (Diakses pada
tanggal 26 Desember 2016)
Campbell. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid Tiga. Jakarta: Erlangga.
Campbell, N. A. dkk. 2004. Biologi.Edisis Lima Jilid 3. Terjemahan oleh Wasmen
Manalu dari Biology Fifth Edition (1999). Jakarta: Erlangga.
Kimbal, J. W. 1992. Biologi Edisi Kelima Jilid II. Jakarta: Erlangga.

18