Anda di halaman 1dari 4

BBDM 3

INFEKSI VIRUS

Judul : Demam dengan Ruam

Dari anamnesis, didapatkan anak laki-laki berumur 3 tahun dibawa orangtua


ke dokter spesialis anak dengan keluhan demam. Saat ini, anak demam 5 hari, muncul
ruam di badan. Keluhan lain mata merah, batuk, dan diare. Anak sudah melakukan
imunisasi lengkap sampai umur 1 tahun. Anak tampak tidak aktif dan tidak nafsu
makan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan anak tampak ruam makulopapuler di leher
dan badan, injeksi konjungtiva (positif), jantung dan paru dalam batas normal.
Setelah dilakukan pemeriksaan darah rutin dan penunjang lain anak dikatakan
menderita infeksi virus.

I. TERMINOLOGI
a. Ruam makulopapuler
 Ruam : bercak kemerahan pada kulit,ada 3: macula, papula,
makulopapuler. Jadi, makulopapuler, ada UKK yang mendatar dan
menonjol.
b. Injeksi konjungtiva positif
 Melebarnya pembuluh darah a. conjungtiva posterior, bisa karena
mekanik, alergi, infeksi.
 Sifatnya: fotofobia negative, gatal, merah segar, mudah digerakkan dari
dasarnya.
c. Pemeriksaan darah rutin
 Meliputi: Hb, Ht, Leukosit (hitung leukosit dan jenis), Trombosit, LED,
eritrosit.
d. Imunisasi lengkap
 Imunisasi dasar yang diberikan ke bayi sampai usia 0-12 bulan, yaitu
polio, BCG, campak, HiB, DPT, Hepatitis B.

II. RUMUSAN MASALAH


a. Apa yang menyebabkan injeksi konjungtiva, diare, batuk, ruam merah, dan
demam?
b. Bagaimana interpretasi dari PF dan PP?
c. Adakah hubungan imunisasi yang didapatkan anak dengan kejadian virus
yang sekarang?
d. Apakah diagnosis dan diagnosis banding dari kasus?
e. Bagaimana penanganan awal dan prognosis dari kasus?

III. HIPOTESIS
a. Demam : salah satu gejala infeksi (virus), karena ada entri point dari virus
viremia Ke hipotalamus set point berubah demam
Batuk: infeksi virus viremia  ke epitel saluran napas menurunkan
fungsi silia  meningkatkan secret  reflex batuk muncul
Ruam merah: viremia (saluran limfe, hari ke 5-7) ke kulit proliferasi
endotel kapiler dalam korium (?) eksudasi serum atau eritrosit di epidermis
Ruam muncul di leher dan badan: predileksi virus ini adalah di leher dan
trunkus. Ruam di sentral ada pada campak, rubella, roseolla. Tergantung
onsetsehingga mungkin muncul ruam di leher dan trunkus setelah hari ke
sekian setelah ruam muncul di kepala. Ruam muncul dari kepala, leher, badan,
ekstremitas (dengan bagian sebelumnya lebih memudar).
Injeksi Konjungtiva : khas pada virus, terpapar droplet langsung ke mata
terjadi infeksi local injeksi konjungtiva
Diare: viremia diare.

b. Dilihat dari stadium stadium eksantem. Tanda makulopapuler yang tersebar


di seluruh tubuh.
Demam 5 hari sesuai dengan st. eksantem
Jantung dan paru dalam batas normalDemam menetap setelah hari ke 5 
campak dengan komplikasi, sehingga pada kasus adalah campak tampa
komplikasi. Kalau ada komplikasi pemeriksaan rontgen toraks analisa gas
darah.
Serologi serologi campak
Pemeriksaan darah rutin
c. Anak 3 tahun sudah imunisasi lengkap baru dapat imunisasi dasar
campak ada kemungkinan tidak dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan 18-
24 bulan, padahal perlu untuk memperpanjang masa perlindungan anak
d. Diagnosis: kemungkinan besar campak, berdasarkan gejala dan tanda.
Diagnosis banding: infeksi mononukleus (ada demam nyeri tenggorok, ok.
EBV), eksentema subitum (setelah demam, baru terjadi ruam), rubella (tidak
ada batuk, gejala lebih ringan), parvovirus (ruam makulopapuler tanpa st.
prodromal), demam scarlet (nyeri tenggorok, demam, tanpa konjungtivitis
atau koriza)
e. Penanganan awal: suportif, antipiretik, tanpa komplikasi (disesuaikan),
sumplentasi vit A (immunomodulator)
Prognosis: self-limiting disease, kematian biasanya disebabkan oleh
komplikasi dari penyakit.

IV. SKEMA
V. SASARAN BELAJAR
a. Diagnosis banding demam dengan ruam (khasnya apa dan perbedaan masing-
masing) (3) (rizka, swara, putri)
b. Anamnesis, PF demam dengan ruam (2) (cani, sinda)
c. Perbedaan PP antara infeksi virus dan bakteri (1) (aliska)
d. Tatalaksana demam dengan ruam (2)(rani, resha)
e. Menjelaskan komplikasi yang bisa terjadi pada pasien tersebut (1) (nanda)
f. Menjelaskan cara pencegahan dari komplikasi berat akibat penyakit di atas
melalui imunisasi dasar dan ulangan lengkap (1) (camel)

VI. BELAJAR MANDIRI


A.
B.
C.
D.
E.
VII. DAFTAR PUSTAKA